FEB

Penulis: admin

  • Developing Potential, Interest, and Talent, BEM FEB Holds FEBstival 2023

    Developing Potential, Interest, and Talent, BEM FEB Holds FEBstival 2023

    The Student Executive Board (BEM) of the Faculty of Economics and Business (FEB) through the Ministry of Student Interest and Career Development held a FEBstival with the theme “EXCELLENT,” on Thursday-Friday, October 26-27, 2023.

    FEBstival which was held at Djarwanto PS FEB Building consisted of three series of events, namely MSME EXPO, FEB GOT TALENT, and FEB AWARDS.

    FEBstival is an activity that is expected to be a forum in facilitating FEB UNS students to develop potential interests and talents as well as a form of appreciation to students, Student Activity Units (UKM), and Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) in FEB UNS. This event was attended by invited guests, UKM/ORMAWA FEB, as well as the general public.

    Through her written report, Lili Suryani, the Chairperson of FEBstival 2023, from the Digital Business Study Program FEB UNS said that the expected goal in FEBstival 2023 is to create creative, intelligent, and outstanding students in FEB UNS.

    Additionally, this agenda also aims to encourage, foster, and improve the quality of students’ interest and talent within the UKM in FEB UNS, by giving appreciation and providing a forum for students to develop themselves in the business field.

    FEBstival 2023 lasted for two days with three activities, the MSME EXPO hosted on 26-27 October 2023, and FEB GOT TALENT hosted on October 27, 2023, featuring FEB GOT TALENT participants who had previously registered.

    The highlight of the occasion, as well as the closing ceremony of the FEBstival activity, was a tribute to the FEB UNS academic members, namely the FEB AWARDS. The committee has designated the nominations and nominee, which was voted by FEB UNS academic members before D-Day, with 3 categories of nominations, including Lecturer nominations, Student nominations, and SME/ORMAWA nominations.

  • Kembangkan Potensi, Minat dan Bakat, BEM FEB Gelar FEBstival 2023

    Kembangkan Potensi, Minat dan Bakat, BEM FEB Gelar FEBstival 2023

    Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) melalui Kementrian Pengembangan Minat dan Karir Mahasiswa menggelar FEBstival yang mengusung tema “EXCELLENT”, Kamis – Jumat, 26 – 27 Oktober 2023.

    FEBstival yang digelar di Gedung Djarwanto PS FEB itu terdiri dari tiga rangkaian acara yaitu UMKM EXPO, FEB GOT TALENT, dan FEB AWARDS.

    FEBstival merupakan kegiatan yang diharapkan dapat menjadi wadah dalam memfasilitasi mahasiswa FEB UNS untuk mengembangkan potensi minat dan bakat serta sebagai bentuk apresiasi kepada mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), serta Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ada di FEB UNS.

    Kegiatan ini diikuti oleh tamu undangan, UKM/ORMAWA FEB, dan juga kalangan umum.

    Melalui laporan tertulisnya,  Lili Suryani, Ketua Pelaksana FEBstival 2023, Mahasiswa Bisnis Digital FEB UNS menyampaikan bahwa tujuan yang diharapkan dapat tercapai dalam kegiatan FEBstival 2023 adalah untuk menciptakan mahasiswa yang kreatif, cerdas, dan berprestasi dari FEB UNS.

    Selain itu juga untuk meningkatkan kualitas, mendorong serta menumbuhkan minat dan bakat mahasiswa FEB dan UKM dengan adanya pemberian apresiasi serta menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan dirinya dalam bidang bisnis.

    FEBstival 2023 berlangsung selama dua hari dengan tiga kegiatan yakni UMKM EXPO diadakan pada tanggal 26 – 27 Oktober 2023. Kemudian, FEB GOT TALENT yang diadakan pada hari 27 Oktober 2023 yang menampilkan peserta FEB GOT TALENT yang telah mendaftar sebelumnya.

    Puncak acara sekaligus penutup kegiatan FEBstival, yaitu, FEB AWARDS. Nominasi telah disediakan dan dilakukan votting sebelum hari H, dengan 3 kategori nominasi, diantaranya: Nominasi dosen, Nominasi mahasiswa, dan Nominasi UKM/ORMAWA.

  • PDIE Adakan Workshop Submit Artikel Ke Jurnal Internasional Bereputasi, Cerdik Menaklukkan Scopus

    PDIE Adakan Workshop Submit Artikel Ke Jurnal Internasional Bereputasi, Cerdik Menaklukkan Scopus

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret menggelar Workshop Submit Artikel Ke Jurnal Internasional Bereputasi, 10 – 11 Oktober 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Workshop yang diikuti oleh mahasiswa S1, S2, dan S3 tersebut menghadirkan narasumber  Dr. Jumintono, M.Pd., Presiden Rumah Scopus, Yogyakarta.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini masih dalam rangkaian di acara sebelumnya yang mengundang pakar untuk membekali mahasiswa.

    Dikatakan, kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan kuantitas dan kualitas karya ilmiah dan publikasi di jurnal internasional bereputasi sehingga dapat mendorong publikasi karya ilmiah mahasiswa yang lebih optimal.

    Sementara itu, Dr. Jumintono, M.Pd. menjelaskan Scopus adalah salah satu penyedia database atau pusat data jurnal terbesar yang meliputi abstrak dan kutipan dari literatur peer-review seperti buku, jurnal ilmiah dan prosiding seminar.

    Scopus memberikan gambaran komprehensif dari hasil penelitian dunia di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, kedokteran, ilmu sosial, seni, dan humaniora. Scopus menampilkan alat pintar untuk melacak, menganalisis, dan memvisualisasikan penelitian.

    Lebih lanjut Dr. Jumintono menjelaskan manfaat dari scopus bagi para peneliti.   Diantaranya untuk mengidentifikasi dan menganalisis jurnal yang dibaca ataupun disubmit, menetapkan berkolaborasi dengan peneliti yang memiliki minat penelitian yang serupa atau keterampilan yang saling melengkapi, membantu peneliti mengetahui jumlah kutipan dan h-indeks, mengetahui kontribusi penelitian yang sedang dikerjakan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Juga untuk tracking dampak penelitian dan tren penelitian global

    Berdasarkan data IF, Journal Citation Reports yang diterbitkan oleh Thomson Reuters juga peringkat tahunan dari kategori jurnal ilmu pengetahuan dan ilmu sosial, dalam kategori subjek yang relevan untuk setiap jurnal (pada kenyataannya mungkin ada lebih dari satu).

    Oleh karena itu muncul peringkat kuartil/quartile (Q) untuk IF setiap jurnal di masing-masing kategori subjek.  Jurnal Quartile 1menunjukkan posisi atas, memiliki percentile dengan besar 75%-99%, Jurnal Quartile 2 untuk posisi tengah-tinggi memiliki percentile dengan besar 50%-74%, Jurnal Quartile 3 memiliki percentile dengan besar 25%-49% dan Jurnal Quartile 4 memiliki percentile dengan besar 0%-24%.

    Lebih lanjut disampaikan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk menakar kualitas sebuah paper. Judul dan kesimpulan, apakah sudah mencerminkan kontribusi; Referensi, apakah sdh didominasi paper2 terbaik dan 5 thn terakhir ?; Bahasa Inggris, bagaimana tingkat keterbacaannya dan pastikan no grammatical error ?; Body of paper, apakah sesuai IMRAD Conclusion dengan anatomi yang benar ?; Memahami Peringkat jurnal di Scopus dan di Scimago ?; Sitasi dan referensi apakah sudah digital ?; Template, scope dan author guideline, apakah sdh sesuai yang diminta jurnal?

    Usai paparan materi, narasumber melakukan diskusi dengan peserta workshop. Peserta mendapat pengalaman dan pendampingan dalam rangka submit artikel di jurnal internasional bereputasi.

  • Berkolaborasi dengan Mafindo, PPK Ormawa BEM FEB Adakan Program Perempuan Cerdas Tangkal Hoax

    Berkolaborasi dengan Mafindo, PPK Ormawa BEM FEB Adakan Program Perempuan Cerdas Tangkal Hoax

    Melalui program Perempuan Cerdas Tangkal Hoax, tim PPK Ormawa (Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan) BEM FEB UNS 2023 telah berkolaborasi dengan Mafindo untuk menyelenggarakan Kelas Pelatihan Cek Fakta.

    Program ini dilaksanakan pada siang hari, sesuai dengan jadwal kelas SEANTURI (Sekolah Perempuan Karangturi), yaitu pada hari Jumat, 6 Oktober 2023 di Desa Karangturi, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar.

    Beberapa poin materi dibawakan oleh Erwinda Tri Sulistiyaningrum, S.Sos, anggota dari organisasi Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) cabang Surakarta.

    Diharapkan setelah diselenggarakannya program ini, perempuan karangturi khususnya ibu-ibu peserta SEANTURI menjadi lebih aware dan kritis terhadap berita bohong yang beredar dalam masyarakat.  Dengan demikian, mereka memiliki kontrol atas dirinya sendiri dan keluarga untuk melakukan penyaringan terhadap setiap berita atau isu yang mereka dapatkan.

    Selain mendapatkan materi dasar tentang hoax, seperti pengertian, bentuk, dan bahaya berita hoax, bidang-bidang yang menjadi sasaran empuk dalam pembuatan konten berita hoax, media sosial yang kerap menjadi penyebaran berita hoax, jenis-jenis gangguan informasi, ciri-ciri hoax, tujuan hoax diciptakan, cara hoax diproduksi, hingga hukum yang mengatur tentang penyebaran berita bohong dan masih banyak lagi.

    Tak ketinggalan, peserta SEANTURI juga melakukan praktik langsung mengenai Cek Fakta menggunakan inovasi yang diciptakan oleh Mafindo yaitu berupa chat bot WhatsApp.

    Peserta juga diberikan penugasan baik secara individu atau kelompok yang dapat menunjang pemahaman dari para peserta terkait dengan materi yang telah disampaikan.

    Erwinda menilai bahwa peserta SEANTURI ini memiliki antusias yang bagus dalam belajar dan menerima hal baru.

    Antusiasme ini terwujud dalam bentuk interaksi aktif yang tercipta selama pemaparan materi berlangsung, keaktifan peserta dalam diskusi tanya jawab dengan pemicara, serta kesadaran untuk memperhatikan dan mencatat materi yang disampaikan oleh pembicara.

    “Program ini merupakan terobosan yang sangat diperlukan untuk mengimbangi kondisi kemajuan teknologi penyebaran informasi yang terjadi saat ini. Hoax bukanlah permasalahan yang remeh. Berbagai dampak buruk yang terjadi akibat penyebaran hoax telah banyak dirasakan oleh berbagai kalangan. Bahkan pada beberapa kasus terdapat beberapa pelaku yang mendapat hukuman denda hingga penjara. Tak hanya mendapat sanksi hukum, pelaku yang terlibat dalam hoax juga mendapat sanksi sosial dari masyarakat” ungkapnya.

    Masyarakat memiliki peran utama dalam menangkal hoax. Apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan daya kritis yang baik, hoax yang beredar tidak akan mampu menimbulkan berbagai polemik. Untuk itu diperlukan daya kritis yang lebih ekstra sebagai benteng perlindungan diri dari buasnya dampak penyebaran berita hoax.

  • Three Speakers Invited to the Seminar on Securities CrowdFunding as an Alternative Funding for MSME

    Three Speakers Invited to the Seminar on Securities CrowdFunding as an Alternative Funding for MSME

    The Financial Services Authority (OJK) in collaboration with the Digital Business Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), UNS Fintech Center, and the Surakarta City Government hosted a Seminar entitled Securities CrowdFunding (SCF) as an Alternative Funding for MSMEs, Monday, November 6, 2023, at the 3rd Floor Ballroom of Ki Hadjar Dewantara Building, UNS Tower.

    SCF is a form of alternative financing scheme for raising funds through the capital market. This scheme is considered an alternative means for businesses or someone to obtain funding from the capital market.

    Three experts were invited as seminar speakers, James Riyadi, CrowdDana Co-Founder, Ernawan Salimsyah, CFA, CIO, from Mandiri Investment Management, and Putra Pamungkas, Ph.D., Head of UNS Fintech Center and Head of Digital Business Study Program. More than 60 participants consisting of MSME entrepreneurs and also academics, filled the seminar room.

    Prof. Wimboh Santosa, Professor of FEB UNS who previously served as Chairman of the OJK Board of Commissioners for the period 2017-2022 in his remarks said this occasion was an effort to provide encouragement for MSMEs to enter the capital market.

    According to him MSMEs usually get loans from banks, but not all MSMEs can get bank loans. OJK tries to provide capital market financing solutions that have been specifically provided through SCF and require no collateral. “Today we are bringing in experts to disseminate on what SCF is, and how to do it, even after this we will open a clinic, and those who are interested will get assistance on how to enter the capital market and how to develop their business,” he said.

    This initial agenda held in Solo will be an example and can be developed in other regions. In his written remarks, the Mayor of Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, read by the Deputy Mayor of Surakarta, Teguh Prakosa, fully supports SCF and will issue a letter of support as a guarantee that the contract is valid and will be paid if the work is carried out in accordance with applicable regulations.

    Furthermore, he emphasized that the most important aspect that needs to be underlined is considering the issuance of a guarantee letter. After issuing guarantee letter MSMEs must be able to take full responsibility for the projects they work on, lest there be delays or results that are not in accordance with the agreement or contract.

    Meanwhile, the Rector of UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum., in his speech said that the problem of funding for MSMEs will be a problem that continues to get the attention of all of us. Usually, MSMEs receive their funding from banks, SCF is an alternative funding for MSMEs.

    Furthermore, in the economic system in Indonesia, MSMEs play an important role in life, especially as a source of income in the community. We continue to increase thousands and even millions of MSMEs, to make MSMEs more empowered, one of which we do is provide funding for MSMEs. “The financing provided seems to be the only rational choice for MSMEs so that their business can maintain its operations, besides providing an understanding of information technology and innovations from MSMEs themselves,” he explained later.

    The Rector of UNS also appreciated the seminar initiated by OJK, especially Prof. Wimboh Santosa who had discussed the plan for the current agenda some time ago. The Rector hopes that later there will be a brilliant idea resulting from these events, thus, promoting MSMEs empowerment. The Rector hopes that later there will be a brilliant idea resulted from this type of events, thus, promoting MSMEs empowerment.

  • Grup Riset Audit dan Sistem Informasi FEB UNS Sosialisasikan Pentingnya Sertifikasi Halal

    Grup Riset Audit dan Sistem Informasi FEB UNS Sosialisasikan Pentingnya Sertifikasi Halal

    Tim Pengabdian Masyarakat Grup Riset Audit dan Sistem Informasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan Masyakarat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Surakarta Komisi Ekonomi menyelenggarakan sosialisasi pentingnya sertifikasi Halal di masyarakat, Minggu 5 November 2023 di Solo.

    Tim pengabdian yang beranggotakan Dr. Muhammad Agung Prabowo,  Dr. Edy Supriyono, Dr. Nurmadi HS, Dr. Ibrahim Fatwa Wijaya, dan Drs. Anies Wijayanto juga mendiskusikan dengan para peserta terkait pengembangan industri Halal.

    Kegiatan dihadiri oleh Ulama dan Dai dari berbagai organisasi keummatan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surakarta, yakni PCNU Surakarta, MTA, Ponpes Al Kahfi, Ponpes Ibnu Mubarok, Ponpes menara Quran, Ponpes Al Islam Solo, Ponpes Al Mukmin Ngruki serta Dewan Dakwah Indonesia Solo.

    Ketua MUI Surakarta, K.H. Abdul Aziz Akhmad, S.H. membuka diskusi dengan sambutan yang menekankan pada pentingnya melatih Sumber Daya Manusia (SDM) Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperbaiki kualitas dan mencapai standar Halal.

    Sementara itu, Dr. Ibrahim Fatwa Wijaya menjelaskan bahwa pada jaman keemasan Islam, Dunia Islam memasok komoditas penting seperti gula dan Kopi. Selain itu Dr. Ibrahim juga menegaskan pentingnya mengedukasi anak muda jaman sekarang terkait Halal.

    Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi mengenai pentingnya sertifikasi halal dan bagaimana cari mengurusnya.

    Di sisi lain, Dr. Edy Supriyono mencontohkan peran pendamping Halal yang cukup penting serta bagaimana komunitas dan masjid bisa ikut berperan dalam sertifikasi halal. Para peserta menyambut baik diskusi seputar Halal tersebut.

     

  • Tiga Pembicara Dihadirkan dalam Seminar Bertajuk Securities CrowdFunding sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM

    Tiga Pembicara Dihadirkan dalam Seminar Bertajuk Securities CrowdFunding sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM

    Otoritas Jasa Keuangan bekerja sama dengan Program Studi S1 Bisnis Digital Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan UNS Fintech Center serta Pemerintah Kota Surakarta menggelar Seminar bertajuk Securities CrowdFunding (SCF) sebagai Alternatif Pendanaan bagi UMKM, Senin 6 November 2023 di Ballroom Lantai 3 Gedung Ki Hadjar Dewantara, UNS Tower.

    SCF adalah bentuk skema pembiayaan alternatif untuk penggalangan dana (raising fund) melalui pasar modal. Skema ini dinilai memudahkan bisnis atau seseorang dalam memperoleh pen danaan dari pasar modal.

    Tiga pakar dihadirkan sebagai pembicara seminar, James Riyadi, Co-Founder CrowdDana, Ernawan Salimsyah, CFA, CIO Mandiri Manajemen Investasi dan Putra Pamungkas, Ph.D, Kepala UNS Fintech Center dan Kepala Program Studi S1 Bisnis Digital.

    Lebih dari 60 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM dan juga dari kalangan akademisi memenuhi ruang seminar.

    Prof. Wimboh Santosa, Guru Besar FEB UNS yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner OJK periode 2017-2022 dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini adalah upaya untuk memberikan dorongan bagi UMKM agar bisa masuk pasar modal.

    Dikatakan, selama ini UMKM biasanya mendapatkan pinjaman dari perbankan, tetapi tidak semua UMKM bisa memperoleh pinjaman bank. OJK mencoba memberi solusi pembiayaan pasar modal yang sudah secara khusus melalui SCF dan tanpa jaminan.

    “Hari ini kita mendatangkan para pakar untuk memberikan sosialisasi SCF itu apa, bagaimana caranya, bahkan setelah ini kita akan buka klinik, yang tertarik akan dipandu bagaimana agar supaya bisa masuk pasar modal dan usahanya bisa maju” ungkapnya.

    Kegiatan yang diselenggarakan di Solo ini akan menjadi contoh dan bisa dikembangkan di daerah lain.

    Dalam sambutan tertulisnya, Walikota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka yang dibacakan oleh Wakil Walikota Surakarta, Teguh Prakosa sangat mendukung penuh terhadap SCF  dan akan menerbitkan surat dukungan sebagai jaminan bahwa kontrak tersebut sah dan akan dibayar apabila pekerjaan dilaksanakan  sesuai dengan peraturan yang berlaku.

    Lebih lanjut ditegaskan, yang perlu digarisbawahi adalah dengan diterbitkan surat jaminan tersebut, UMKM harus dapat bertanggung jawab secara penuh mengenai proyek-proyek yang dikerjakannya, jangan sampai terdapat penundaan  atau hasil yang tidak sesuai dengan perjanjian atau kontrak.

    Sementara itu, Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho, S.H., M.Hum dalam sambutannya mengatakan permasalahan pendanaan bagi UMKM menjadi masalah yang terus menerus mendapatkan perhatian kita semua. Biasanya UMKM itu pendanaannya disalurkan dari perbankan, SCF adalah sebagai alternatif pendanaan bagi UMKM.

    Lebih lanjut dikatakan, dalam sistem ekonomi di Indonesia, UMKM memberikan peranan penting untuk kehidupan, utamanya pendapatan di masyarakat. Beribu bahkan berjuta UMKM  terus kita tingkatkan agar UMKM berdaya, salah satu yang kita lakukan adalah memberikan pendanaan bagi UMKM.

    “Pembiayaan yang diberikan tampaknya merupakan satu-satunya pilihan yang sangat rasional bagi UMKM agar usaha bisnisnya tetap bisa berjalan, disamping itu pemberian pemahaman tentang teknologi informasi dan inovasi-inovasi dari UMKM itu sendiri” paparnya kemudian.

    Rektor juga mengapresiasi seminar yang diinisiasi dari OJK utamanya kepada Prof. Wimboh Santosa yang beberapa waktu lalu telah mendiskusikan agenda seminar ini. Rektor berharap nantinya dari kegiatan-kegiatan seperti ini bisa menghasilkan sebuah pemikiran yang brilian agar pemberdayaan UMKM menjadi lebih baik.

  • On its 15th Anniversary, PDIE FEB Hosted Workshop on Success Story Business Workshop

    On its 15th Anniversary, PDIE FEB Hosted Workshop on Success Story Business Workshop

    Doctoral Program in Economics (PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) held a Success Story Business Workshop on Friday 27 October 2023 at Konimex Hall Bachtiar Effendi Building FEB UNS.

    The workshop, which was held on the 15th anniversary of PDIE FEB UNS, invited Dr. Dra. Hj. Endang Dwi Amperawati, MM., Vice Rector III for Student Affairs, Public Relations, Cooperation and Marketing, Universitas Prima Graha Serang.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., in her speech, said that this event was part of the previous events that invited experts to equip students, not only for PDIE students but also for undergraduate and graduate students.

    Different from the previous workshops that are more focused on research, this workshop conducted for the celebration of PDIE anniversary, presents Dr. Eda to share about entrepreneurship success. “This agenda coincides with the 15th anniversary of PDIE. Hopefully, this occasion is aligned with the vision of PDIE to becoming a highly reputable Doctoral Program in Economics at the national and international levels, and hopefully, this vision can be achieved,” she said later.

    Meanwhile, the speaker Dr. Eda in her presentation shared success tips from her experience as an academician as well as a businessman.

    To the workshop participants, Dr. Eda encourages students to always learn to work hard, develop self-confidence, and never give up on achieving their goals. Hopefully, there will be many students who attempt to be entrepreneurs after graduating and become successful entrepreneurs. “Being an entrepreneur is no longer a difficult dream to achieve. In modern times like this, so many business ideas can be realized,” she said.

    Furthermore, she states that to become a successful entrepreneur, one must encourage oneself to work hard and diligently, dare to challenge oneself, start a business because of passion, and also have high self-confidence.

    In her presentation, Dr. Eda also conveyed successful leadership in managing an organization. According to her, successful leaders are leaders who are able to manage an organization and are able to carry out leadership effectively so that organizational goals can be achieved. A leader must have self-management, have a clear vision and mission, dare to take risks and be spontaneous, creative, and innovative.

    “If we are willing to understand and learn the characteristics of a successful leader, we will get used to and always be ready to be a leader anywhere. A leader doesn’t have to be intellectually intelligent. But be smart in managing yourself and also managing others,” she said later.

    Further, Dr. Eda also conveyed the women’s important role in improving the economy. “Women who work, especially in the economic field, play an important role not only for the country but also for family resilience. A woman must also have a dynamic, optimistic, and full of work spirit,” she explained.

    On this occasion, Dr. Eda opened the opportunity for participants to discuss the topic thoroughly

  • Management Study Programs Guest Lecture Session for Introduces Business in Europe

    Management Study Programs Guest Lecture Session for Introduces Business in Europe

    The Undergraduate of Management Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), presented another series of Guest Lectures in Introduction to Business, presenting practitioners from Arnold & Riser Consulting Switzerland. The guest lecture entitled Guest Lecture Series ‘Business and Economy in Europe’ was held virtually on Saturday 28 October 2023 through Zoom Cloud Meeting.

    Manuel Riser, co-founder of Arnold & Riser Consulting, delivered material related to business and economic conditions in Europe, especially in Switzerland, as well as steps and procedures for establishing businesses in Europe.

    “The first thing to consider when setting up a business in Europe is the selection of a company form (legal form). There are three forms of business, namely individual business, limited liability company, and public limited company,” explained Manuel.

    Furthermore, Manuel also explained the regulations that must be met by entrepreneurs who will establish a business, including sustainability aspects. According to him, sustainability-related topics are currently often discussed in Europe. However, a sustainable business does not only focus on environmental conditions but also needs to focus on social, environmental, and economic conditions.

    “In order for your business to survive, the business needs to generate profits and pay attention to the rate of return on investment. This aspect focuses on the balance between resource use and turnover, ideally, your business needs to generate profits without sacrificing the environment or social conditions,” he said.

    Attention from participants can be seen from the question and answer session between the speaker and the participants. Students seem interested in regulations applicable to digital business in Europe, small business funding, job prospects, and internships for students, including regulations for non-profit organizations.

  • Di Ulang Tahun ke-15, PDIE FEB Gelar Workshop Sukses Story Berbisnis

    Di Ulang Tahun ke-15, PDIE FEB Gelar Workshop Sukses Story Berbisnis

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret menggelar Workshop Sukses Story Berbisnis, Jumat 27 Oktober 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Workshop yang digelar bersamaan dengan hari ulang tahun ke-15 PDIE, menghadirkan Dr. Dra. Hj. Endang Dwi Amperawati, M. M., wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Humas, Kerjasama dan Pemasaran, Universitas Prima Graha Serang.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini masih dalam rangkaian di acara sebelumnya yang mengundang pakar untuk membekali mahasiswa, tidak hanya untuk mahasiswa PDIE saja tapi juga untuk mahasiswa S1 dan S2.

    Berbeda dari topik-topik sebelumnya yang lebih banyak tentang riset, di ulang tahun PDIE ini menghadirkan Dr. Eda untuk berbagi tentang sukses berwirausaha.

    “Kegiatan ini bertepatan dengan ulang tahun ke-15 PDIE. Harapannya, sesuai dengan visinya menjadi Program Doktor Ilmu Ekonomi yang bereputasi tinggi di tingkat nasional dan internasional, semoga dapat tercapai” katanya kemudian.

    Sementara itu, narasumber yang lebih familiar dipanggil Dr. Eda itu dalam paparannya berbagi tips sukses dari pengalamannya sebagai akademisi sekaligus sebagai pebisnis.

    Kepada peserta workshop, Dr. Eda mendorong agar mahasiswa selalu berusaha keras belajar, mengembangkan kepercayaan diri dan pantang menyerah dalam mencapai cita-cita. Harapannya banyak mahasiswa yang setelah lulus nantinya berwirausaha, menjadi pengusaha yang sukses.

    “Menjadi pengusaha bukan lagi jadi mimpi yang sulit dicapai. Di masa modern seperti ini, begitu banyak ide usaha yang bisa diwujudkan” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan untuk menjadi pengusaha yang sukses, seseorang harus memacu diri untuk bekerja dengan keras dan tekun, berani menantang diri sendiri, melakukan karena passion dan juga memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

    Dalam paparannya. Dr. Eda juga menyampaikan terkait kepemimpinan yang sukses dalam pengelolaan sebuah organisasi.

    Menurutnya,  pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang mampu mengelola sebuah organisasi dan mampu melaksanakan kepemimpinan secara efektif sehingga tujuan organisasi bisa dicapai.

    Seorang pemimpin harus memiliki manajemen diri, mempunyai visi dan misi yang jelas, berani mengambil resiko serta spontan, kreatif, inovatif.

    “Jika kita mau memahami dan mempelajari ciri-ciri seorang pemimpin yang sukses, kita akan mulai terbiasa dan siap menjadi pemimpin dimanapun. Seorang pemimpin tidaklah harus cerdas secara intelektual. Namun cerdas dalam mengelola diri sendiri dan juga mengelola orang lain” tuturnya kemudian.

    Lebih lanjut Dr. Eda juga menyampaikan peran penting wanita dalam meningkatkan perekonomian.  “Wanita yang berkarya khususnya di bidang ekonomi, sangat berperan penting tidak hanya bagi negara, tetapi juga bagi ketahanan keluarga. Seorang wanita juga harus memiliki sifat dinamis, optimis dan penuh semangat kerja” jelasnya.

    Di kegiatan itu, Dr. Eda membuka kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi.