FEB

Kategori: fakultas

  • Artikel Peneliti FEB UNS Raih Best Paper Awards

    Artikel Peneliti FEB UNS Raih Best Paper Awards

    Tim peneliti yang terdiri dari tiga dosen FEB UNS, Dwi Hastjarja KB, MM, Dr. Budhi Haryanto, Bambang Sarosa, MM serta asisten peneliti, alumni PDIE FEB UNS, Dr. Edi Cahyono,MM berhasil meraih penghargaan “best paper awards” pada seminar nasional dan call for paper “Sustainability Competitive Advantage (SCA) 9” yang diselenggarakan oleh FEB Unsoed Purwokerto, tanggal 18 sept 2019.

    Artikel yang berjudul “Hubungan antara kepribadian, gaya hidup dan niat untuk meninggalkan prostitusi di Indonesia”, merupakan salah satu artikel yang mengungkap prostitusi sebagai tema sentral.

    Ini masih menarik untuk diteliti karena hingga saat ini problematikanya belum tertangani dengan baik oleh pihak-pihak yang terkait terutama pemerintah.

    Dalam konteks pemasaran sosial, pendekatan perilaku digunakan untuk mengelaborasi problematika yang terjadi dengan mengkonsepkan kepribadian dan gaya hidup untuk memprediksi niat meninggalkan prostitusi.

    Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa kepribadian dan gaya hidup memiliki korelasi yang kuat terhadap niat untuk meninggalkan prostitusi.

    Individu yang gaya hidup interest to sport tinggi, leadership tinggi dan family oriented rendah, yang cenderung berniat meninggalkan prostitusi.

    Demikian juga individu dengan kepribadian aggreableness rendah, neuroticism rendah, dan openness tinggi, yang cenderung berniat meninggalkan prostitusi.

  • FEB UNS Bentuk Komunitas Wirausaha Mahasiswa

    FEB UNS Bentuk Komunitas Wirausaha Mahasiswa

    Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof.Kuncoro Diharjo memberikan apresiasi kepada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang telah membentuk komunitas wirausaha mahasiswa.

    Ke depan, seiring dengan UNS menuju Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH),UNS akan menggiatkan program star up dan alumni akan menjadi kekuatan yang besar untuk mendukung program tersebut.

    Pernyataan itu disampaikannya dalam Peresmian Komunitas Wirausaha Mahasiswa FEB UNS, Kamis, 19/9/2019 di halaman gedung IV FEB UNS.

    “Kami ingin menghadirkan Anda, mahasiswa yang punya jiwa wirausaha,dipertemukan dengan alumni yang sukses dan dapat bekerja sama, kami yakin star up – star up dari UNS pasti akan muncul”, katanya memberikan semangat.

    Untuk mengembangkan wirausaha mahasiswa, UNS juga telah menyediakan banyak anggaran untuk Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK).

    Prof. Kuncoro juga memberikan arahan agar mahasiswa yang saat ini memiliki usaha untuk lebih mengembangkan usahanya, caranya adalah dengan berfikir yang kreatif.

    “Berfikirlah sesuatu yang berbeda atau berpikirlah sesuatu yang sama tapi caranya berbeda, harus ada modifikasi, itulah kreatifitas. Anda juga sudah mendapatkan ilmu dibangku kuliah, lakukan intervensi intelektual, pasti hasil dari usaha akan luar biasa, dan amal Anda jauh lebih besar dan bermanfaat” jelasnya kemudian.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Dr. Mugi Harsono itu diikuti oleh sekitar 70 mahasiswa dari program D3 dan S1 dan telah memiliki usaha di bidang jasa, kuliner serta fashion.

    Berbeda dari biasanya, acara yang dibuka langsung oleh Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS, digelar pada malam hari dengan nuansa “wedangan”, “lesehan”, santai, dan penuh keakraban.

    Selain jajaran Dekanat FEB, di acara itu, hadir pula dua alumni FEB UNS yang sukses, Sih Wiryadi dan Teguh Imam Santoso.

    Kedua alumni memaparkan kisah suksesnya berwirausaha dan juga memberikan waktu khusus untuk mahasiswa berkonsultasi di akhir acara.

    Sementara itu, L. Setyo Budi, S.IP, Kasubbag Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, saat ditemui Humas FEB usai acara, menyampaikan harapan fakultas kepada para alumni, selain memberikan motivasi dan pelatihan-pelatihan, juga bisa memberikan kontribusi dalam bentuk fresh money.

    Fresh money bisa digunakan oleh mahasiswa non wirausaha diluar komunitas jika ada kesulitan dalam pembiayaan dan juga bisa digunakan oleh mahasiswa wirausaha untuk mengembangkan usahanya atau menambah modal kerja .

    Masih ada tindak lanjut dari pembentukan komunitas ini yakni dengan tiga kegiatan lagi, pelatihan-pelatihan dan bazar wirausaha.

  • Enam Tim Jadi Finalis di Lomba Esai yang Digelar BPPI FEB

    Enam tim finalis bertarung dalam lomba esai yang digelar oleh Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam (BPPI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Jumat, 13/9/2019.

    Keenam finalis itu adalah dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Islam Indonesia, Institut Ekonomi Islam Tazkia, Universitas Jenderal Soedirman, Univeritas Diponegoro dan Universitas Sebelas Maret.Hasil lomba akan diumumkan saat seminar nasional ,Sabtu 14/9/2019.

    Sebelum terseleksi di final, sebanyak 40 esai telah direview oleh tiga juri, Dr. Susanto Tirtoprojo dan Catur Sugiarto, Ph.D dari akademisi FEB UNS serta Djoko Karyono, M.Si, Ketua Ikatan Alumni PHBI dan BPPI (IKAPBI).

    Lomba ini merupakan ajang kompetisi untuk meningkatkan kreativitas Mahasiswa dalam bentuk karya tulis yang mengikuti kaidah ilmiah. Beberapa sub tema esai terkait dengan inovasi industri keuangan syariah,
    strategi pengembangan ekonomi syariah dalam bisnis digital dan potensi UMKM berbasis syariah.

    Dr. Susanto menilai baik acara ini untuk dapat mempertemukan qalbu dalam mewujudkan ekonomi dan bisnis fintech syariah. Selain itu juga untuk mencari bakat beramal dan berani, berbisnis dimulai dari diri sendiri dan terlebih untuk
    menghindari praktek riba dan membangun bisnis kekeluargan.

    “Esai yang dibuat, bagus, ada makalah yang nilainya sangat baik dan makalah itu siap diaplikasikan, ada yang perlu bimbingan dan juga ada yang perlu revisi” papar Dr. Susanto usai melakukan penilaian.

    Demikian juga Catur Sugiarto, Ph.D, menilai lomba esai ini sangat positif karena melatih kreativitas mahasiswa dan budaya penulisan ilmiah. Dia juga mengapresiasi kepada keenam tim yang berhasil lolos ke final.

    Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian Olympiad of Economic Essay and Annual Lecture (OCEAN). Beberapa acara lainnya adalah lomba poster, short movie dan seminar nasional.

  • OJK Ajak Masyarakat untuk Menciptakan Ekosistem Syariah

    Total aset keuangan syariah di Indonesia per Juni 2019 sebesar 8,29 % dibanding keuangan secara nasional. Yang menarik adalah jumlah aset perbankan syariah bukan yang dominan, namun di kapital market, pasar modal syariah, karena banyaknya sukuk yang dikeluarkan.

    Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah, diperlukan sinergi dan integrasi antara sektor riil, keuangan, dan religius serta sosial sehingga ketiga sektor tersebut dapat tumbuh secara bersama-sama, dengan melibatkan stakeholders secara aktif. Sinergi antara pasar modal syariah, IKNB syariah, bank syariah, dana sosial Islam, industri halal, masjid, ormas, pesantren, dan sebagainya.

    Pernyataan itu disampaikan Deden Firman Hermansyah, Direktur Pengaturan dan Perizinan Perbankan Syariah, Otoritas Jasa Keuangan di seminar nasional yang digelar oleh Badan Pengkajian dan Pengamalan Islam (BPPI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Sabtu, 14/9/2019.

    “Yang harus kita dorong adalah, menciptakan ekosistem syariah. Ada jaringan yang saling terhubung antara industri halal dengan industri halal yang lainnya melalui lembaga keuangan syariah” jelasnya.

    Jika ke depan kita bisa mewujudkan ekosistem syariah, maka pertumbuhan ekonomi syariah Indonesia di era.4.0 bisa menikmati manfaatnya, tidak sekedar menjadi penonton.

    “Semua kembali kepada diri kita masing-masing. Di antara kita mungkin ada yang menjadi pelaku ekonomi, menyatakan produk kita halal, tapi apakah kita juga sudah menggunakan produk-produk syariah lainnya dan juga menggunakan lembaga keuangan syariah? ” katanya menggugah peserta untuk menjadi bagian dari penggerak ekonomi syariah.

    Sementara itu, Adiwarman Azwar Karim, Anggota Dewan Syariah Nasional menyatakan, ada 4 tipe konsumen dalam hal merespon produk syariah, apathist, conformist, rationalist dan universalist.

    Terhadap tipe konsumen tersebut, ada tiga strategi yang harus dijalankan. Kelompok apathist bisa dikategorikan sebagai kelompok conventional loyalist. Strategi yang digunakan pricing strategy, perlakuannya adalah dengan harga yang murah. Fokus utamanya adalah dengan melakukan ekspansi dan perluasan market setelah itu fokus untuk memperluas dan memperbanyak player.

    Kelompok conformist yang dalam membeli produk harus Islam adalah kelompok syariah loyalist, perlakuannya dengan pelabelan halal dari MUI. Strategi yang harus digunakan communication strategy. Di strategi ini, fokusnya adalah mengadakan ekspansi dan perluasan player dan market secara bersamaan.

    Perlakuan untuk tipe rationalist yakni dengan memberikan informasi benefit yang tidak berkesan menggurui dan untuk tipe universalist dalam bentuk tranparansi. Kedua tipe ini dikategorikan sebagai floating mass. Strategi yang digunakan adalah product strategy dengan fokus utama melakukan ekspansi dan perluasan player, setelah itu fokus untuk memperluas dan memperbanyak market.

    Narasumber lain di acara yang bertema Optimalisasi Ekonomi Syariah di Era Revolusi Industri 4.0 yakni Greget K. Buana, M.Sc,dan Dr. Edi Supriyono. Keduanya merupakan alumni FEB UNS dan juga alumni BPPI.

  • 25 UMKM Banjarsari Ikuti Training Branding Product

    25 UMKM Banjarsari Ikuti Training Branding Product

    Pemerintah Kota Surakarta menyambut baik partisipasi dari Fakultas Ekonomi Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) untuk andil dalam menguatkan daya saing Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Surakarta. Beragam bentuk pelatihan dikontribusikan FEB UNS, antara lain pelatihan dibidang produksi, keuangan, pengembangan SDM dan pemasaran produk UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat di bidang pemasaran online terutama terkait UMKM menjadi penyempurna.

    Hal itu disampaikan Daryono, Kepala Bidang UMKM dari Dinas Koperasi dan UMKM Kota Surakarta dalam sambutannya di kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh Riset Grup (RG) Studi Moneter dan Fiskal FEB UNS di Kelurahan Sambirejo dan Banjarsari, Kecamatan Banjarsari Solo, Rabu, 11/9/2019.

    Di kesempatan yang sama, Lukman Hakim, Ph.D, mewakili RG Studi Moneter dan Fiskal FEB UNS mengatakan, sudah saatnya produk UMKM kita di lakukan re-branding sehingga positioning produk kita dipasar domestik dan luar negeri semakin kuat.

    “Branding product yang kuat dengan diikuti positioning yang bagus menjadi modal utama bagi pelaku UMKM untuk mampu bersaing ditengah persaingan yang makin kompetitif di era digital. Bahkan teknik branding dan positioning product di dunia maya menjadi senjata yang luar biasa untuk mempengaruhi pasar UMKM kita. Karena pemanfaatan teknologi pemasaran digital mampu menjangkau konsumen yang lebih luas, sehingga penjualan produk tersebut semakin meningkat” jelasnya

    Pendampingan berupa Training Branding Product diikuti 25 UMKM yang memiliki produk bervariatif, mulai produk kerajinan berbahan dasar limbah organik, olahan makanan, budidaya ikan, dan furniture.

    Di kegiatan ini, tim menghadirkan pembicara, Catur Sugiarto, Ph.D, akademisi dan pengusaha kuliner di Kota Surakarta.

  • P4M Gelar Pelatihan Penggunaan Database Perbankan dan Keuangan BankFocus

    P4M Gelar Pelatihan Penggunaan Database Perbankan dan Keuangan BankFocus

    Bureau van Dijk (BvD) merupakan penerbit utama informasi bisnis , dan berspesialisasi dalam data perusahaan swasta yang dikombinasikan dengan perangkat lunak untuk mencari dan menganalisis perusahaan.

    BvD menawarkan berbagai produk/database yang berfokus pada keuangan perusahaan dan merger dan akuisisi (M&A), harga transfer, kepatuhan dan uji tuntas pihak ketiga, risiko pengadaan dan pemasok, risiko kredit , penelitian akademik, dan pengembangan bisnis. Produk-produk DvB diantaranya Osiris, Orbis, Bancfokus ,EIU DataServices dan Zephyr.

    Pernyataan itu disampaikan Margaretha Cahaya, Assistant Director, Business Development, Bureau van Dijk (BvD) mengawali presentasinya di Pelatihan Penggunaan Database Perbankan dan Keuangan Bank Focus yang digelar oleh Pusat Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Kamis 12/9/2019.

    “Dalam penelitian, data yang reliabel dan valid sangatlah penting, dan BvD menyediakan kebutuhan itu, proses pengumpulan data akan lebih mudah dan cepat. Yang disajikan BvD adalah data mentah, berbeda dengan dari jurnal yang sudah diolah. Diharapkan kuantitas dan kualitas publikasi semakin meningkat dan juga memberi pengaruh yang sangat positif bagi popularitas dan perangkingan perguruan tinggi” tegas Margareta.

    Sementara itu, Benny Kesuma, Head of Credit Solutions APAC BvD memberikan penjelasan BancFocus dihadapan peserta yang sebagian besar adalah dosen dan mahasiswa pascasarjana FEB , juga wakil dari Perguruan tinggi yang tergabung dengan FEB UNS di program Capacity Building Erasmus+ yakni Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Syiah Kuala, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Universitas Tanjungpura dan Universitas Sriwijaya.

    Disampaikannya, Bankfocus dibuat untuk memenuhi kebutuhan perbankan, karena sector perbankan sebenarnya terhubung satu sama lain. Misalkan dalam kegiatan jual beli bisnis (ekspor impor) transaksi dilakukan antar bank di negara berbeda, sehingga bank perlu melakukan analisis mengenai bank-bank lain yang akan melakukan transaksi dengan bank tersebut.

    Bankfocus merupakan database keuangan perbankan pertama yang menyajikan data keuangan dari 45.000 bank di seluruh dunia. Hal ini akan mempermudah staff perbankan ataupun peneliti (dosen) dalam melakukan penelitian di bidang perbankan sehingga mereka tidak perlu lagi mengumpulkan data keuangan secara manual dari laporan keuangan setiap bank. Karena dengan menggunakan Bankfocus data keuangan akan langsung tersaji dalam bentuk tabel.
    “Tiga format data disediakan Bankfocus yang berguna untuk jenis penelitian yang berbeda. National format data (country spesifik format) menyajikan data keuangan perbankan yang mendetail yang cocok untuk penelitian perbankan di sebuah negara tertentu. Global detail format menyajikan data keuangan dengan format internasional yang cocok untuk penelitian perbankan antar-negara. Sementara global standard format menyajikan data-data keuangan yang secara global (internasional) digunakan dalam analisis keuangan” paparnya.

    Saat ini banyak bank-bank besar internasional seperti JP Morgan, serta bank-bank nasional di Indonesia seperti BNI dan Mandiri yang menggunakan Bankfocus dalam melakukan analisis. Selain data keuangan Bankfocus juga menyediakan data lain seperti data kepemilikan (ownership). Seluruh data tersebut diperoleh dari tiga sumber: laporan keuangan bank, badan otoritas (regulatory source), serta Moody’s standard.

    Disesi akhir acara, peserta praktik langsung penggunaan Database Perbankan dan Keuangan Bank Focus.

  • Prodi S1 Akuntansi Gelar Pertemuan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru

    Prodi S1 Akuntansi Gelar Pertemuan dengan Orang Tua Mahasiswa Baru

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi FEB UNS merupakan salah satu prodi di UNS yang telah terakreditasi A dan telah menjadi member EFMD Program Accreditation System (EPAS), lembaga akreditasi internasional untuk tingkat prodi.

    Lulusan Prodi S1 Akuntansi dibekali sertifikasi untuk menyelaraskan kebutuhan di dunia kerja yakni System Application and Product in Data Processing (SAP) dan Sertifikat Teknisi Akuntansi melalui Ujian Kompetensi Akuntansi (UKTA).

    Dalam proses pembelajarannya, Prodi S1 Akuntansi telah merintis program internasional. Satu kelas di Program S1 Reguler, yakni di kelas A, berbasis bahasa Inggris. Untuk bisa masuk ke kelas tersebut, mahasiswa harus mencapai nilai TOEFL di atas 550.

    Di kelas ini mahasiswa berkesempatan untuk mengikuti program CPA Australia dan mengikuti student articulation/double degree dengan Curtin University. Bagi mahasiswa yang telah masuk di kelas lain berkesempatan juga untuk berpindah ke kelas A di semester berikutnya jika telah memenuhi syarat TOEFL.

    Pernyataan itu disampaikan Agung Nur Probohudono, Ph.D, Kaprodi S1 Akuntansi dalam acara Sarasehan Orang Tua/Wali dengan Pengelola Prodi Akuntansi, Sabtu 7/9/2019 di Aula Gedung V FEB UNS.

    Dihadapan lebih dari seratus orang tua/wali yang hadir di forum itu, Probohudono, Ph.D menyampaikan, mahasiswa yang berhasil masuk di Prodi S1 Akuntansi merupakan anak-anak yang cerdas dan unggul. Dalam perkuliahan biasanya akan sangat mudah menangkap ilmu yang diajarkan dan juga cepat dalam menjalankan tugas-tugas yang diberikan.

    “Mereka generasi milineal yang luar biasa, namun terkadang ada sisi kurangnya juga yakni dalam softskill, kemampuan dalam bertata krama, berkomunikasi. Untuk hal ini, kami akan sisipkan dalam pembelajaran di kelas. Para orang tua juga diharapkan dapat bekerja sama dengan kampus untuk mampu untuk mengawasi putra-putrinya” terang Probohudono,Ph.D.

    Untuk meningkatkan softskill juga, mahasiswa dihimbau untuk mengikuti salah satu organisasi kemahasiswaan yang ada di FEB UNS.

    “Bapak Ibu perlu turut mendorong putra putrinya untuk aktif terjun di organisasi kemahasiswaan yang telah disediakan di lingkungan kampus agar mereka dapat mengembangkan potensi yang dimiliki, memiliki kepercayaan diri yang tinggi, mampu berkomunikasi dengan baik, mudah berosialisasi dan sebagainya. Jangan menjadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang, kuliah pulang)” katanya kemudian.

    Nur Hariawan, SH, Kasubbag Akademik FEB UNS di kesempatan yang sama, memberikan simulasi penggunaan Sistem Akademik (Siakad) kepada orang tua/wali yang sebelumnya telah diberi user password untuk masuk ke aplikasi.

    Orang tua/wali diharapkan dapat mudah memantau studi putra – putrinya dimanapun dan kapanpun hanya dengan handphone. Informasi yang dapat dipantau yakni kehadiran perkuliahan, hasil studi dan monitoring skripsi.

    Di pertemuan tersebut, para orang tua/wali sangat antusias memanfaatkan sesi diskusi, aktif bertanya dan menyampaikan saran.

  • Prodi S1 Manajemen Sosialisasikan Sistem Pembimbingan Skripsi Terintegrasi

    Prodi S1 Manajemen Sosialisasikan Sistem Pembimbingan Skripsi Terintegrasi

    Program Studi Manajemen FEB UNS menggelar sosialisasi sistem pembimbingan skripsi terintegrasi kepada mahasiswa yang sedang menempuh skripsi di semester Agustus 2019-Januari 2020, Kamis, 5/9/2019 di Aula Gedung V FEB UNS.

    Dr. Atmaji, Kepala Program Studi (Kaprodi) S1 Manajemen FEB UNS mengharapkan dengan sistem pembimbingan terintegrasi ini akan sangat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan studi dengan cepat.

    “Harus ada kerjasama antara pendidik dan yang dididik, agar penyusunan skripsi dapat diselesaikan dalam waktu 6 bulan. Boleh konsultasi seminggu 3 kali, bahkan ada dosen di prodi manajemen yang bersedia membimbing selama penuh dalam seminggu” jelas Dr. Atmaji memberikan semangat kepada mahasiswa, yang diapresiasi dengan riuh tepuk tangan.

    Cepatnya penyelesaian studi, tidak hanya untuk kepentingan mahasiswa saja, namun juga memberikan kontribusi bagi fakultas. Tantangan ke depan untuk mempertahankan akreditasi yang telah kita capai akan semakin berat lagi.

    Di kesempatan yang sama, Dr. Lilik Wahyudi mensosialisasikan sistem yang telah dibangun Prodi S1 Manajemen dan dapat diaplikasikan langsung untuk mahasiswa.

    Sistem ini akan sangat membantu dalam proses penyelesaian skripsi mahasiswa mulai dari penyusunan proposal,pembimbingan, penyusunan skripsi, pengecekan plagiasi dan juga untuk memudahkan mendapatkan referensi yang diperlukan.

    “Sistem ini juga sangat bermanfaat sebagai alat pendeteksi perkembangan studi mahasiswa, sehingga permasalahan yang mengakibatkan tersendatnya studi mahasiswa dapat lebih awal dicarikan solusinya” jelas Dr. Lilik Wahyudi.

    Lebih lanjut dikatakan, sebelum proposal diajukan ada beberapa syarat di dalam sistem yang akan di atur yakni referensi utama dari jurnal terindeks Scopus Q1 hingga Q3, 5 tahun terakhir serta tema belum pernah digunakan mahasiswa lain.

    Pengecekan plagiasi akan mulai diberlakukan pada saat mahasiswa mengajukan seminar proposal agar mahasiswa bisa merevisi lebih dini terhadap konten yang disinyalir terkena unsur plagiasi dan dapat melanjutkan ke proses penyusunan skripsi.

    “Pastikan anda terbebas dari plagiasi, karena aturan dari Kemenristekdikti sangat jelas, meski sudah lulus, gelar bisa dicabut jika ditemukan sebagai plagiat” tegasnya

    Di sistem yang telah dibangun ini, juga sudah disediakan buku-buku yang sering dipakai, sehingga tidak ada mahasiswa yang beralasan tidak punya bukunya , mahasiswa tinggal mendownload. Untuk meminimalisir plagiasi dan memperkaya referensi bagi mahasiswa, beberapa buku teks yang dianggap penting juga akan ditambahkan dalam sistem.

    Dalam forum itu, mahasiswa juga berdiskusi seputar permasalahan yang dihadapi dan ditanggapi langsung oleh para dosen pengampu di masing-masing konsentrasi Prodi S1 manajemen.

  • Rektor Ajak Warga UNS Implementasikan 5 Pilar Pengembangan UNS

    Rektor Ajak Warga UNS Implementasikan 5 Pilar Pengembangan UNS

    Kita sudah menetapkan hati bersama-sama bahwa Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi benteng pancasila. Buktinya adalah, beberapa waktu lalu kita bisa melakukan sebuah akselerasi dalam pemilihan rektor yang dilakukan dengan musyawarah dan mufakat. Tak banyak perguruan tinggi yang bisa melakukan seperti itu.

    UNS juga terkenal dengan adanya kawasan pengamalan pancasila, ada enam tempat ibadah yang berdekatan, serasi , selaras, damai dan sejahtera.

    Hal itu disampaikan Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Jamal Wiwoho diawal roadshow pimpinan UNS ke Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) UNS, Rabu, 4/9/2019.

    Kegiatan yang bertemakan Implementasi 5 pilar Kebijakan Pengembangan UNS dihadiri oleh tenaga pendidik dan kependidikan FEB UNS.

    Lima pilar kebijakan pengembangan UNS yang sangat penting dan harus dapat diimplementasikan oleh seluruh warga UNS yakni akselerasi profesionalisme dan kesejahteraan SDM, akselerasi publikasi dan inovasi, akselerasi re-orientasi sistem pembelajaran yang sejalan dengan era revolusi industri 4.0, pengembangan institusi dan penguatan literasi, serta optimalisasi bidang hukum, kerjasama dan birokrasi.

    “Kita akan selalu mendorong SDM di UNS, yang belum doktor segera doktor, yang belum profesor segera ke profesor. Manakala profesionalisme SDM meningkat, otomatis kesejahteraan juga akan meningkat” jelas Rektor

    Riset yang dihasilkan tidak sekedar memberikan laporan riset saja namun juga publikasi kita yang terindeks harus semakin ditingkatkan. Kita undang para editor-editor dari publikasi yang terindeks untuk melakukan pendampingan.

    Dalam hal pembelajaran, kita akan meninjau kembali pola pembelajaran dan mendesain sebuah sistem pembelajaran menuju 4.0 .

    Pada pengembangan institusi dan penguatan literasi, tahun ini dan tahun ke depan adalah dengan adanya program-program unggulan didalam Information and Communication Technologies (ICT),  mendesain sentralisasi data.

    Optimalisasi bidang hukum, kerjasama dan birokrasi, untuk menuju PTNBH, lebih dari 50 peraturan perundangan-undangan harus disesuaikan, baik SDM, aset maupun kerjasama dan hal-hal lain sesuai dengan dinamika perguruan tinggi berbadan hukum.

    Termasuk juga penting dalam hal birokrasi adalah memberikan layanan dengan baik dan penuh dengan keramahtamahan.

    “Kalau bisa dipermudah jangan sampai dipersulit, terutama layanan kepada mahasiswa harus ditingkatkan lebih baik karena sejatinya mahasiswa adalah pelanggan kita yang utama” tegasnya

    Dalam hal kerjasama, tidak hanya sekedar memorandum of understanding (MoU) tapi lebih kepada memorandum of action (MoA). Kerjasama kita harus kita dorong agar reveneu generating kita makin lama semakin meningkat.

    Diakhir presentasi, Rektor menyampaikan prestasi UNS di tahun 2019 , dalam perangkingan webometrics, UNS berada di peringkat 7 dan dari pemeringkatan Kemenristekdikti, UNS masuk klaster satu, rangking ke 12.

    Rektor berpesan agar kita tidak lengah atas prestasi yang diraih, tetap harus memacu terus, meningkatkan prestasi ke yang lebih baik.

  • Menuju Sarjana Terapan, Prodi D3 Akuntansi dan Perpajakan Gelar Workshop Kurikulum

    Menuju Sarjana Terapan, Prodi D3 Akuntansi dan Perpajakan Gelar Workshop Kurikulum

    Perkembangan jalur vokasi sangat pesat, antara lain dengan telah dikeluarkannya Permenristekdikti nomor 54 tahun 2018 tentang penyelenggaraan pendidikan vokasi sistem terbuka Multi Entri Multi Exit (Meme) dengan fleksibilitas yang tinggi.

    Hal ini memungkinkan mahasiswa untuk berhenti studi pada jenjang Diploma 3 (D3) di akhir semester enam.  Tidak ada sistem DO di jalur vokasi.

    “Semua program studi (prodi) didorong menjadi sarjana terapan atau D4. Kalau mampu hingga magister dan doktor terapan. Dan untuk menuju ke sana, maka kurikulum jalur vokasi didesain 70% matakuliah praktik dan 30% teori, yang berbeda dengan jalur akademik S1 yang lebih banyak teorinya” jelas Santoso Tri Hananto, Direktur Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam sambutannya di acara Workshop Kurikulum D3 Akuntansi dan Perpajakan, Sabtu, 31/8/2019 di UNS Inn.

    Untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih banyak di praktik, maka 50% tenaga pendidik jalur vokasi adalah dari kalangan industri.

    Dalam proses magang di industri pun, tidak hanya sekedar memenuhi kewajiban matakuliah, mahasiswa akan bekerja seperti halnya staf di industri. Magang dilaksanakan sekitar lima bulan lebih dua minggu. Untuk hal ini, networking dengan kalangan industri akan semakin diperkuat.

    Lebih lanjut dikatakannya, pola penyelenggaraan pendidikan untuk jenjang D3 adalah 3-2-1, perkuliahan tiga semester pertama dikampus, dua semester berikutnya praktik magang di industri, dan satu semester tugas akhir dengan penilaian dari kampus dan industri.

    Sedangkan untuk jenjang sarjana terapan (D4), pola pendidikannya 4-3-1, perkuliahan empat semester, tiga semester praktik magang di industri, dan satu semester tugas akhir dengan penilaian dari kampus dan industri.

    Terkait dengan kurikulum di jalur vokasi, salah satu narasumber, Muh. Nurcholis dari Konsultan Pajak, memberikan masukan beberapa matakuliah yang penting untuk diajarkan kepada mahasiswa vokasi.

    Nurcholis juga menyarankan agar mahasiswa diarahkan dan dilatih untuk memiliki kompetensi yang tidak sekedar bekerja sesuai dengan SOP atau standar saja namun lebih jauh pada tingkatan keterampilan dalam mengelola serangkaian tugas yang berbeda dan terlebih pada ketrampilan mengambil tindakan yang cepat dan tepat bila timbul masalah.

    Pembicara lain dalam workshop yang dihadiri oleh mahasiswa, alumni, dosen dan juga praktisi yakni Eko Madyo Sutanto, Wakil Direktur 2 Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo dan Didi Rafii dari KPP Solo.

    Berbagai masukan dari para peserta workshop akan menjadi bahan pertimbangan bagi pengelola untuk perbaikan kurikulum vokasi terutamanya Prodi D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan.