FEB

Kategori: fakultas

  • Workshop SDGs: Menyelaraskan Pembelajaran dan Riset dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

    Workshop SDGs: Menyelaraskan Pembelajaran dan Riset dengan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Sustainable Development Goals (SDGs) bertajuk Strategi Integrasi SDGs dalam Penguatan Kinerja Akademik dan Reputasi FEB UNS  Rabu, 19 Februari 2026 secara daring melalui Zoom Meeting.

    Kegiatan ini menghadirkan narasumber Luluk Lusiantoro, S.E., M.Sc., Ph.D., Associate Professor FEB Universitas Gadjah Mada.

    Workshop bertujuan untuk memperkuat pemahaman dan implementasi SDGs, mengintegrasikan SDGs dalam kurikulum dan pembelajaran, mendorong roadmap penelitian dan pengabdian berbasis SDGs, serta mendukung peningkatan kinerja institusi dan reputasi keberlanjutan FEB UNS.

    Workshop dibuka dengan sambutan Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian yang menegaskan urgensi integrasi SDGs dalam kegiatan akademik dan riset.

    “Maksud kegiatan hari ini adalah untuk memperkenalkan konsep Sustainable Development Goals atau SDGs. Walaupun ini mungkin bukan konsep yang baru juga ya untuk banyak Bapak Ibu, tetapi beberapa teman-teman ada juga yang masih belum familiar dengan Paradigma Pembangunan Berkelanjutan. Jadi bagaimana UNS bisa menyusun materi-materi pembelajaran maupun mengembangkan riset dan pengabdian sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Bisa dari sisi rumah tangga, bisa dari sisi industri, bisnis, bisa juga dari sisi pemerintah. UNS mulai tahun ini semakin menggencarkan untuk stay relevant, kaitannya dengan pembelajaran dan riset dikaitkan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan atau SDGs” paparnya.

    Dalam sesi pemaparan, Dr. Luluk Lusiantoro menjelaskan tantangan triple planetary crisis serta pentingnya transformasi pendidikan bisnis agar selaras dengan prinsip keberlanjutan.

    Ia memaparkan praktik baik integrasi SDGs di FEB UGM melalui Sustainable Business School Framework (SBSF) yang mencakup penguatan kurikulum, pengembangan roadmap riset berbasis keberlanjutan, serta penyusunan sustainability report yang mengacu pada standar global.

    Dr. Luluk juga memaparkan berbagai praktik konkret integrasi SDGs di FEB UGM, antara lain: Pengembangan mata kuliah seperti Business Ethics and Sustainability, Circular Economy, dan Sustainability Accounting; Pembukaan konsentrasi Sustainability Management pada program MBA; Penyusunan Sustainability Report fakultas sebagai instrumen monitoring dan evaluasi kinerja keberlanjutan; Penguatan kemitraan internasional, termasuk program dual degree dan kolaborasi global dalam bidang sustainability.

    Menurutnya, integrasi SDGs tidak berhenti pada pencantuman dalam dokumen kurikulum, tetapi harus tercermin dalam proses pembelajaran, arah riset dosen, pengabdian kepada masyarakat, hingga tata kelola institusi. Dengan pendekatan tersebut, business school dapat berperan sebagai motor transformasi ekonomi menuju model yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

    Kegiatan ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas, pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta kemitraan untuk mencapai tujuan, sebagai bagian dari komitmen FEB UNS terhadap pembangunan global yang berkelanjutan.

  • Rapat Dewan Dosen FEB UNS Bahas Persiapan Semester Februari-Juli 2026

    Rapat Dewan Dosen FEB UNS Bahas Persiapan Semester Februari-Juli 2026

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Rapat Dewan Dosen pada Jumat, 20 Februari 2026, di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan Proses Belajar Mengajar (PBM) Semester 2025B, Februari–Juli 2026.

    Dalam pengantarnya di Rapat Dewan Dosen, Dekan FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D menyampaikan beberapa agenda strategis fakultas yang lebih detailnya akan disampaikan para Wakil Dekan.

    Pertama, pengisian RPS yang mengacu pada SDGs serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) PBM yang telah memiliki dasar SK Dekan dan ditindaklanjuti oleh Bidang 1.

    Kedua, perkembangan proses akreditasi internasional melalui Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB), di mana Business Unit Application telah disetujui dan fakultas tengah berkoordinasi untuk pengajuan Eligibility Application.

    Ketiga, rencana pendirian Program Studi Ekonomi dan Keuangan Islam (EKIS) yang telah melalui telaah universitas, memperoleh rekomendasi Senat, dan sedang dalam proses penerbitan SK serta pengajuan rekomendasi LAMEMBA, didukung dengan peresmian Gedung Islamic Economic Business Center (UNS–BPKH).

    Selain itu, Dekan juga menyampaikan sinkronisasi kegiatan kerja sama laboratorium agar tidak terjadi tumpang tindih, pengembangan Zona Integritas melalui revisi SOP dan penyusunan LKE, serta perencanaan studi lanjut bagi dosen muda melalui pemetaan dan koordinasi lintas unit.

    Selanjutnya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Riset, Prof. Dr. Tri Murwaningsih, M.Si., menyampaikan informasi mengenai Kalender Akademik Semester 2026B, mulai dari masa konsultasi KRS, unggah RPS dan Rancangan Tugas (Rantug), masa pembelajaran selama 19 minggu, jadwal entry nilai, hingga yudisium.

    Selama bulan Ramadhan, perkuliahan dilaksanakan pukul 08.00–15.30 WIB dengan durasi 40 menit per SKS. Dosen diminta memastikan penyusunan dan unggah RPS serta Rantug melalui SIAKAD, termasuk kesesuaian rencana penilaian pembelajaran dengan komponen case method dan/atau team-based project.

    Disampaikan pula penguatan penjaminan mutu PBM, penerapan SOP integritas akademik, tata kelola tugas akhir melalui log book bimbingan, serta program mobilitas internasional dan pengembangan bahan ajar.

    Pada sesi berikutnya, Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA memaparkan penyesuaian anggaran dengan IKU dan IK baru.

    Pelaksanaan anggaran tahun 2026 dibagi dalam empat triwulan dengan monitoring capaian kinerja secara berkala.

    Dalam bidang sumber daya manusia disampaikan informasi mengenai revisi mapping dosen prodi, kewajiban pelaporan BKD, SKP, LHKPN, dan SPT, serta penataan home base dosen. Dari sisi sarana prasarana, ruang perkuliahan beserta fasilitas pendukung dinyatakan siap, termasuk sarana perkuliahan hybrid dan penyusunan master plan pengembangan sarpras FEB.

    Kegiatan Rapat Dewan Dosen dilanjutkan dengan Kajian Ramadhan 1447 H oleh Dr. Hanifullah Syukri, M.Hum serta Buka Puasa Bersama keluarga besar FEB.

    Di kegiatan itu juga diumumkan pemenang Lomba Olah Raga dan Fun Games dalam rangka Dies Natalis ke 50 UNS yang telah digelar selama sepekan diawal Februari 2026.

    Melalui penguatan pembelajaran, tata kelola, serta integrasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dalam RPS dan penelitian yang mengacu pada agenda United Nations, kegiatan ini sejalan dengan komitmen mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).

  • Tim FEB UNS Dampingi STIE Atma Bhakti Tingkatkan Kualitas dan Akreditasi Jurnal Ilmiah melalui Pelatihan OJS

    Tim FEB UNS Dampingi STIE Atma Bhakti Tingkatkan Kualitas dan Akreditasi Jurnal Ilmiah melalui Pelatihan OJS

    Tim pengabdian kepada masyarakat dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan program pelatihan dan pendampingan implementasi Open Journal System (OJS) guna meningkatkan kualitas dan peringkat akreditasi jurnal ilmiah milik Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Atma Bhakti Surakarta. Program ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) yang diketuai oleh Dr. Eko Arief Sudaryono.

    Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya sejumlah kendala dalam pengelolaan jurnal ilmiah di institusi mitra. Hasil analisis awal menunjukkan adanya permasalahan dalam proses penyuntingan artikel, ketidaktepatan waktu publikasi, serta dominasi penulis dan editor dari internal institusi. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya peringkat akreditasi jurnal secara nasional.

    Selain itu, pemanfaatan sistem pengelolaan jurnal berbasis daring belum sepenuhnya optimal. Padahal, sistem elektronik seperti OJS memungkinkan proses pengiriman naskah, penyuntingan, penelaahan (peer review), hingga publikasi berjalan secara terintegrasi, transparan, dan lebih efisien. Implementasi yang tepat juga mendukung peningkatan visibilitas dan dampak ilmiah artikel yang diterbitkan.

    Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdian memberikan pelatihan teknis penggunaan OJS, penyusunan pedoman penulisan artikel, serta penyediaan template guna memastikan konsistensi format naskah. Program ini juga mencakup pendampingan dalam membangun jejaring dengan editor dan mitra bestari eksternal guna memperkuat kualitas proses penelaahan artikel.

    Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahap utama. Tahap pertama berupa analisis kondisi awal jurnal untuk mengidentifikasi kebutuhan pengembangan fitur dan perbaikan tata kelola. Tahap kedua adalah pelatihan implementasi penyuntingan artikel serta pengelolaan situs jurnal. Tahap ketiga berupa monitoring dan pendampingan guna memastikan seluruh materi dapat diterapkan secara optimal oleh tim pengelola jurnal.

    Pelatihan yang dilaksanakan secara langsung di STIE Atma Bhakti ini diikuti oleh editor dan staf administrasi jurnal. Dalam kegiatan tersebut juga ditekankan pentingnya pemenuhan standar akreditasi jurnal nasional, mulai dari kelengkapan informasi pada laman jurnal, kualitas substansi artikel, konsistensi penulisan daftar pustaka, hingga keterlibatan reviewer eksternal yang kompeten. Evaluasi menunjukkan beberapa aspek yang masih perlu diperbaiki, seperti ketiadaan sinopsis jurnal pada halaman utama, belum tersedianya tautan profil akademik editor, serta metode penelitian dalam artikel yang belum tersusun secara sistematis.

    Ke depan, tim merekomendasikan adanya dukungan berkelanjutan dari pimpinan perguruan tinggi, penambahan sumber daya yang kompeten di bidang teknologi informasi, serta perluasan jejaring kerja sama eksternal untuk meningkatkan mutu dan daya saing jurnal. Dengan penguatan tata kelola dan peningkatan kualitas substansi, jurnal mitra diharapkan mampu memperluas jangkauan publikasi serta meraih peringkat akreditasi yang lebih tinggi di tingkat nasional.

    Kegiatan pengabdian ini sejalan dengan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu publikasi ilmiah dan tata kelola akademik, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antarlembaga dalam penguatan kapasitas institusi pendidikan tinggi.

  • Akselerasi Kapasitas Akademik: FEB UNS Dorong Dosen Muda Raih Beasiswa Internasional dan Jaga Independensi Studi

    Akselerasi Kapasitas Akademik: FEB UNS Dorong Dosen Muda Raih Beasiswa Internasional dan Jaga Independensi Studi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar workshop bertajuk “Academic Growth Lab: PhD, Writing, and Research” di Ruang Sidang I Gedung Soeharno TS.

    Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua program studi, serta para dosen muda di lingkungan FEB UNS untuk membahas strategi studi lanjut dan penguatan publikasi riset.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya bagi dosen muda, khususnya yang berusia di bawah 40 tahun, untuk mengambil posisi strategis dalam melanjutkan studi ke jenjang doktoral (S3) di luar negeri.

    Prof. Bhimo menekankan konsep “Independensi Studi” sebagai poin penting bagi pengembangan karier dosen. Beliau mendorong para dosen untuk aktif berburu beasiswa secara mandiri dari berbagai lembaga pendanaan eksternal, baik nasional maupun internasional.

    “Paling nyaman adalah ketika kita mendapatkan tempat studi dan beasiswa secara mandiri. Ini bukan hanya soal individu, tetapi tentang meminimalisir ‘biaya transaksi’ sosial atau birokrasi, sehingga saat kembali mendarat ke kampus setelah lulus, perasaan akan jauh lebih nyaman dan independen dalam berkarya,” ujar Prof. Bhimo mengisahkan pengalamannya.

    Terkait perencanaan studi, Dekan mengingatkan pentingnya koordinasi yang ketat antara dosen dengan Program Studi (Prodi). Hal ini bertujuan agar keberangkatan dosen studi lanjut tidak mengganggu stabilitas proses belajar mengajar di kampus.

    “Jangan sampai ada kekosongan staf pengajar yang masif karena jadwal berangkat dan pulang studi yang tidak sinkron. Sinkronisasi manpower planning antara fakultas, prodi, dan individu sangat krusial agar tidak perlu ada penambahan dosen luar biasa secara mendadak hanya untuk menutup celah pengajaran,” tambahnya.

    Meskipun mendorong kemandirian, FEB UNS tetap berkomitmen memberikan dukungan penuh bagi para dosen yang bersiap ke luar negeri, mulai dari bantuan peningkatan kapasitas bahasa hingga dukungan administratif. Beasiswa internal UNS tetap disediakan sebagai skema cadangan atau “pengaman akhir” jika skema pendanaan utama lainnya belum tercapai.

    Melengkapi arahan Dekan, para Wakil Dekan juga berkesempatan memperkuat komitmen para dosen melalui motivasi dan arahan khusus terkait pengembangan kapasitas akademik di lingkungan fakultas

    Workshop ini juga menjadi wadah sosialisasi kebijakan studi lanjut terbaru, termasuk bagi dosen yang telah berusia di atas 50 tahun, guna memastikan setiap jenjang usia memiliki kontribusi yang optimal bagi kemajuan fakultas.

    Kegiatan ini selaras dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualifikasi tenaga pendidik ke taraf internasional, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) dengan mendorong kolaborasi riset dan studi melalui jaringan pendanaan beasiswa global.

  • Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS, Prof. Agung Prabowo Dorong Penataan Ulang Tata Kelola Korporasi di Indonesia

    Dikukuhkan sebagai Guru Besar UNS, Prof. Agung Prabowo Dorong Penataan Ulang Tata Kelola Korporasi di Indonesia

    Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar upacara Pengukuhan Guru Besar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS, Selasa (10/2/2026). Prof. Drs. Muhammad Agung Prabowo, M.Si., Ph.D., Ak., resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Guru Besar Bidang Akuntansi Keuangan dan Corporate Governance oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., bersama lima Guru Besar lainnya di lingkungan UNS.

    Dalam orasi ilmiahnya bertajuk “Mereset Diskursus Corporate Governance di Indonesia: Esensi Teoretis, Dinamika Perkembangan, dan Bukti Empiris Multidimensi”, Prof. Agung menggarisbawahi perlunya penataan ulang cara pandang terhadap praktik Good Corporate Governance (GCG) di Indonesia, agar tidak berhenti pada pemenuhan regulasi dan struktur formal semata.

    Ia menjelaskan bahwa fondasi teoretis tata kelola korporasi berangkat dari Teori Keagenan yang menyoroti konflik antara pemilik dan manajer. Namun, dalam konteks Indonesia yang banyak diwarnai struktur kepemilikan terkonsentrasi dan dominasi bisnis keluarga, persoalan tata kelola bergeser menjadi konflik antara pemegang saham pengendali dan pemegang saham non-pengendali (minoritas). Oleh karena itu, perlindungan terhadap pemegang saham minoritas menjadi isu sentral dalam diskursus tata kelola nasional.

    Berdasarkan kajian empiris yang dipaparkannya, Prof. Agung menekankan bahwa keberadaan mekanisme formal seperti komisaris independen, komite audit, maupun perangkat regulasi belum tentu menjamin efektivitas pengawasan. Kualitas tata kelola sangat dipengaruhi oleh karakteristik individu dewan, independensi yang bersifat substantif, kompetensi, serta dinamika kekuasaan di dalam perusahaan.

    Ia juga menyoroti perkembangan paradigma corporate governance yang semakin terintegrasi dengan isu keberlanjutan. Tata kelola tidak lagi hanya diukur dari kinerja finansial, tetapi juga dari akuntabilitas sosial dan lingkungan. Bukti empiris menunjukkan bahwa karakter pimpinan perusahaan, latar belakang pendidikan dan keahlian dewan, serta struktur kepemilikan berpengaruh terhadap kualitas pelaporan keberlanjutan dan tanggung jawab perusahaan.

    Dalam orasinya, Prof. Agung menegaskan bahwa reformasi tata kelola di Indonesia memerlukan pendekatan kontekstual yang mempertimbangkan struktur ekonomi domestik, karakteristik kepemilikan, serta budaya korporasi nasional. Pendekatan “one size fits all” tidak memadai untuk menjawab kompleksitas tata kelola di Indonesia.

    Mengakhiri orasinya, ia mendorong penguatan independensi dewan secara nyata, peningkatan kualitas dan integritas pengelola perusahaan, serta perlindungan investor minoritas sebagai fondasi tata kelola yang adil dan berkelanjutan.

    Gagasan yang disampaikan sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), SDG 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta SDG 16 (Institusi yang Tangguh, Transparan, dan Akuntabel), melalui penguatan tata kelola korporasi yang berintegritas dan berorientasi jangka panjang.

  • Guru Besar Baru FEB UNS Tanam Pohon di Halaman Gedung Djarwanto

    Guru Besar Baru FEB UNS Tanam Pohon di Halaman Gedung Djarwanto

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan ekosistem kampus yang asri dan berkelanjutan melalui aksi  penanaman pohon oleh para Guru Besar baru.

    Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Gedung Djarwanto PS FEB, Kamis 12 Februari 2026.

    Ketiga Guru Besar, Prof. Dr. Evi Gravitiani, Prof. Dr. Dwi Prasetyaningsih dan Prof. Dr. Muhammad Agung Prabowo memilih jenis pohon yang variatif dan bermanfaat, yakni damar, jambu air dan duku.

    Dekan FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemilihan lokasi di depan Gedung Djarwanto bertujuan untuk menambah ruang terbuka hijau agar lebih optimal. Langkah ini juga dipandang strategis untuk mendukung pencapaian universitas dalam pemeringkatan UI GreenMetric.

    Penanaman pohon ini diharapkan tidak hanya memberi kesejukan fisik, tetapi juga menjadi simbol kontribusi dan “warna baru” yang dibawa oleh para Guru Besar bagi kemajuan fakultas.

    “Mudah-mudahan ini bisa berbuah, memberi warna, dan memberi kesejukan buat kita semua, sebagaimana esensi kehadiran Bapak/Ibu Guru Besar baru di lingkungan FEB,” ujar Prof. Bhimo dalam arahannya.

    Melalui kegiatan ini, FEB berharap tradisi menanam pohon dapat terus terjaga sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga kelestarian lingkungan kampus bagi generasi mendatang.

    Dekan juga mengapresiasi inisiatif para Guru Besar serta dukungan dari tenaga kependidikan (Tendik) yang telah memfasilitasi acara ini hingga berjalan lancar.

    Kegiatan penanaman pohon ini merupakan langkah nyata FEB UNS dalam mendukung SDGs 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui aksi penghijauan untuk mengurangi emisi karbon, serta SDGs 15 (Ekosistem Daratan) dengan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan menciptakan lingkungan kampus yang berkelanjutan.

  • Kunjungan Studi SMAN 1 Grobogan ke FEB UNS: Fokus pada Pendidikan Berkualitas dan Beretika

    Kunjungan Studi SMAN 1 Grobogan ke FEB UNS: Fokus pada Pendidikan Berkualitas dan Beretika

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi dari SMA Negeri 1 Grobogan pada Kamis, 12 Februari 2026 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS, kunjungan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dunia kampus serta memotivasi siswa kelas XII dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.

    Dalam sambutan kunjungan, Pram Suryanadi, S.E., M.Si., Ketua Tim Kehumasan FEB UNS memaparkan berbagai keunggulan fakultas, termasuk keberadaan program studi terbaru, Bisnis Digital. Ia menjelaskan bahwa pendidikan bisnis di FEB UNS tidak hanya berfokus pada pencapaian profit, tetapi juga memegang teguh prinsip tiga pilar utama: profit, people, dan planet.

    “Bisnis yang baik harus memberikan dampak positif bagi manusia dan kelestarian lingkungan. Di FEB UNS, kami berkomitmen menjaga kualitas pendidikan agar lulusan kami tidak hanya kompeten secara profesional, tetapi juga memiliki etika dan kepedulian terhadap isu-isu global,” ungkap Pram Suryanadi.

    Pram juga menambahkan bahwa UNS dengan atmosfer kota Solo yang kental akan budaya namun memiliki biaya hidup yang terjangkau, UNS menawarkan pengalaman belajar bertaraf internasional bagi mahasiswa dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

    Sementara itu, Djoko Priyanto, S.Pd., M.Pd., Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Grobogan menyampaikan bahwa UNS merupakan tujuan favorit bagi para siswanya. Ia menekankan bahwa banyak guru di SMA Negeri 1 Grobogan merupakan alumni UNS, sehingga ikatan emosional dan kepercayaan terhadap kualitas pendidikan di UNS sangat tinggi. Selain sebagai sarana motivasi, kunjungan ini juga menjadi momen bagi sekolah untuk mengucapkan selamat atas Dies Natalis ke-50 UNS yang jatuh pada 11 Maret mendatang.

    “Kami berharap hubungan silaturahmi antara SMA Negeri 1 Grobogan dengan FEB UNS dapat terjalin lebih erat dan berlanjut pada kerja sama yang lebih konkret di masa depan,” ujar Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Grobogan.

    Kegiatan penyambutan siswa juga diisi dengan pemaparan program studi, diskusi interaktif, serta pengenalan fasilitas kampus guna memberikan gambaran nyata bagi para siswa mengenai kehidupan akademik di salah satu universitas terbaik di Indonesia.

    Kegiatan kunjungan ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada pilar Pendidikan Berkualitas (SDGs 4) melalui pemberian akses informasi pendidikan tinggi bagi siswa daerah. Selain itu, komitmen FEB UNS dalam mengedukasi prinsip bisnis yang menjaga ekosistem lingkungan dan kesejahteraan manusia merupakan wujud nyata dukungan terhadap Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (SDGs 12).

  • Mempersiapkan Akuntan Masa Depan: Magister Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru dan Guest Lecture

    Mempersiapkan Akuntan Masa Depan: Magister Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Mahasiswa Baru dan Guest Lecture

    Program Studi Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan rangkaian acara Orientasi Mahasiswa Baru yang dibalut dengan Guest Lecture “Governance Professional serta Sharing Session with Alumni, Jumat 13 Februari 2026 di Ruang Telekonferen FEB UNS.

    Acara ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memahami arah akademik sekaligus peluang karier strategis di kancah internasional.

    Acara dibuka oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Akuntansi, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D. Dalam sambutannya, Kaprodi menyampaikan apresiasi atas bergabungnya para mahasiswa baru dan menekankan bahwa kurikulum Maksi UNS dirancang untuk membentuk akuntan yang adaptif terhadap perubahan global.

    Sesi utama menghadirkan pakar internasional, Dr. Nazratul Aina Mohamad Anwar dari Universiti Sains Islam Malaysia (USIM). Dalam presentasinya yang dimoderasi oleh Muhammad Alif Nur Irvan, S.Ak., M.Acc., CPA, Dr. Nazratul mengupas evolusi peran Sekretaris Perusahaan menjadi Governance Professional.

    Ia menekankan bahwa di era modern, tanggung jawab akuntan dan profesional tata kelola melampaui sekadar kepatuhan hukum (legal compliance), melainkan telah bergeser menjadi mitra strategis dewan direksi dalam menciptakan nilai jangka panjang bagi organisasi.

    Sesi berbagi pengalaman alumni menghadirkan sosok luar biasa, Antin Okfitasari, S.E., S.H., M.Si., Ak., CA., BKP., Asean CPA. Sebagai praktisi yang sukses mengelola kantor konsultan pajak dan jasa akuntan, Antin membagikan perjalanan kariernya yang multidisiplin, mulai dari akuntansi, hukum, hingga keterlibatannya di berbagai sektor.

    “Cintailah profesi akuntansi dengan sepenuh hati. Pemahaman yang mendalam akan melahirkan kompetensi dan praktik etika yang kokoh,” ujar Antin. Ia juga menyoroti pentingnya reskilling dan pemanfaatan teknologi seperti cyber law dalam menghadapi tantangan profesi di daerah pedesaan hingga kota besar.

    Diskusi panel tersebut juga menggarisbawahi fakta bahwa jumlah akuntan profesional di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan total populasi. Hal ini dipandang sebagai peluang besar bagi mahasiswa S2 Akuntansi untuk mengisi kekosongan tersebut, terutama melalui sertifikasi profesi dan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan industri.

    Menutup rangkaian acara, pengelola program studi memaparkan arah akademik program Magister Akuntansi, mencakup: struktur kurikulum: fokus pada penguatan analisis data dan tata kelola, persyaratan tesis: panduan riset yang aplikatif dan inovatif serta fasilitas yang meliputi sumber daya perpustakaan dan laboratorium yang tersedia untuk mendukung kelancaran studi mahasiswa.

    Kegiatan ini secara langsung mendukung pencapaian SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas): Menjamin pendidikan tinggi akuntansi yang relevan dengan standar industri global; SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi): Mencetak tenaga ahli untuk memperkuat transparansi ekonomi nasional serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, & Kelembagaan yang Tangguh): Mendorong tata kelola organisasi yang etis, akuntabel, dan bebas korupsi melalui peran akuntan profesional.

  • Prof. Evan Lau Poh Hock Bagikan Strategi Sukses PhD dan Publikasi Ilmiah kepada Dosen FEB UNS

    Prof. Evan Lau Poh Hock Bagikan Strategi Sukses PhD dan Publikasi Ilmiah kepada Dosen FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Workshop “Academic Growth Lab: PhD, Writing, and Research”, Senin 9 Februari 2026, di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kegiatan ini menghadirkan Prof. Evan Lau Poh Hock dari Universiti Malaysia Sarawak (UNIMAS) dan dihadiri oleh dosen FEB UNS.

    Prof. Evan membuka paparan dengan menekankan pentingnya motivasi dalam menempuh studi doktoral (PhD). Menurutnya, motivasi dapat dimulai dari sebuah pertanyaan atau rumusan masalah yang jelas.

    “Sebelum Anda memulai PhD, mulailah dengan sebuah pertanyaan. Dengan begitu ketika Anda menyelesaikan PhD, Anda akan mendapatkan kesimpulan,” jelas Prof. Evan.

    Ia mengajak peserta untuk membiasakan diri selalu menanyakan sesuatu, baik saat membaca artikel ilmiah maupun dalam kegiatan sehari-hari. Kebiasaan bertanya ini dinilai akan sangat membantu dalam proses PhD, karena tujuan utama dari PhD adalah menemukan pendekatan alternatif dalam menyelesaikan atau menjawab permasalahan yang ada.

    Selain itu, kolaborasi dalam riset menjadi hal yang penting. Kolaborasi dapat melengkapi serta membantu peneliti dalam menemukan metode atau pendekatan alternatif tersebut.

    Dalam perjalanan studi doktoral, tidak jarang mahasiswa maupun dosen mengalami kehilangan ide menarik di tengah proses. Oleh karena itu, menjaga motivasi melalui pertanyaan-pertanyaan kritis menjadi salah satu kunci keberlanjutan riset.

    Lebih lanjut, Prof. Evan juga menjelaskan beberapa sumber literatur dan jurnal yang dapat menjadi referensi sekaligus inspirasi dalam melakukan riset PhD.

    Paparan materi ditutup dengan motivasi kepada peserta agar tidak takut menghadapi rejection dalam proses publikasi artikel ilmiah. Penolakan, menurutnya, merupakan bagian dari proses akademik yang harus dihadapi dan dijadikan pembelajaran untuk menghasilkan karya yang lebih baik.

    Kegiatan ini mencerminkan komitmen FEB UNS dalam mendorong penguatan kapasitas dosen di bidang studi lanjut dan publikasi ilmiah. Upaya tersebut sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi dan riset, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi akademik internasional.

  • FEB UNS Sambut Tiga Guru Besar Baru: Perkuat Skuad Senat Akademik Fakultas

    FEB UNS Sambut Tiga Guru Besar Baru: Perkuat Skuad Senat Akademik Fakultas

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) tengah diselimuti rasa bahagia atas pengukuhan tiga Guru Besar baru, yakni Prof. Dr. Evi Gravitiani, Prof. Dr. Dwi Prasetyaningsih dan Prof. Dr. Muhammad Agung Prabowo. Kehadiran ketiganya disambut hangat oleh pimpinan fakultas dan Senat Akademik Fakultas (SAF) dan keluarga besar FEB UNSdalam acara penyambutan resmi.

    Ketua Senat Akademik Fakultas, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri , menyatakan bahwa bertambahnya tiga Guru Besar ini memberikan harapan besar bagi penguatan organisasi internal SAF. Ketiganya secara otomatis akan bergabung menjadi anggota Senat Akademik Fakultas.

    “Beliau-beliau ini diharapkan nantinya akan memberikan energi yang besar, memperkuat skuad SAF dengan memberikan sumbang sarannya, masukan-masukannya, pertimbangan-pertimbangan yang diberikan,” ujar Prof. Hunik.

    Beliau juga menekankan bahwa kontribusi ini sangat penting untuk membantu pencapaian kinerja akademik yang menjadi kontrak antara Dekan FEB dengan Rektor UNS agar target tersebut dapat lebih cepat tercapai.

    Senada dengan hal tersebut, Dekan FEB UNS memberikan apresiasi tinggi atas perjalanan panjang yang telah dilalui ketiga Guru Besar. Ia menyebut dinamika dalam proses meraih gelar tertinggi akademik ini sebagai sebuah seni.

    “Kita tahu persis bagaimana dinamika submit, ditolak, revisi, itu adalah bagian dari the art of being a professor,” ungkap Pak Dekan dalam sambutannya.

    Proses tersebut, menurut Prof. Hunik, membutuhkan ketelatenan dan kesabaran ekstra, terutama dengan adanya perubahan aturan syarat khusus Guru Besar tahun ini yang semakin berat, yakni kewajiban publikasi dua artikel di jurnal internasional bereputasi (Q1, Q2, atau Q3).

    Meskipun gelar Guru Besar akan membuka peluang bagi ketiganya untuk aktif di luar kampus, baik Prof. Hunik maupun Pak Dekan memberikan pesan kuat agar mereka tetap mengutamakan kepentingan internal fakultas.

    “Utamakanlah yang kepentingan FEB UNS. Karena kita para guru besar itu berasal dari FEB dan membawa bendera FEB,” tegas Prof. Hunik.

    Dekan FEB menambahkan bahwa para Guru Besar baru ini diharapkan menjadi “lokomotif” bagi dosen-dosen muda lainnya untuk segera menyusul, sekaligus meningkatkan bobot kualitas penelitian dan reputasi internasional FEB UNS demi memenuhi Indikator Kinerja Utama (IKU) fakultas.

    Ketiga Guru Besar baru pun berkesempatan memberikan sambutan mereka, membagikan cerita, refleksi atas pencapaian gelar tertinggi di dunia akademik tersebut.

    Langkah FEB UNS dalam mencetak lebih banyak Guru Besar bukan sekadar seremoni akademik, melainkan manifestasi nyata terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs).

    Pertama, pencapaian ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), di mana penambahan pakar di level tertinggi akan secara langsung meningkatkan mutu pengajaran dan kurikulum di lingkungan universitas. Kedua, melalui kepakaran para Guru Besar baru di bidang ekonomi, FEB UNS memperkuat kontribusinya pada SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui riset-riset yang aplikatif bagi kebijakan nasional. Terakhir, peningkatan reputasi internasional yang dibawa oleh ketiga Profesor ini selaras dengan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), memperkuat posisi UNS dalam kolaborasi akademik global.