FEB

Kategori: s1_akt

  • Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Akademik untuk Kelas Kerja Sama BPKP–UNS

    Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS Gelar Orientasi Akademik untuk Kelas Kerja Sama BPKP–UNS

    Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Orientasi Akademik bagi mahasiswa baru dari Kelas Kerja Sama antara UNS dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Kegiatan ini berlangsung di Aula Konimex FEB UNS dan diikuti oleh 90 mahasiswa.

    Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman awal mengenai proses akademik, sistem pembelajaran, serta kebijakan-kebijakan strategis yang berlaku selama masa studi. Para mahasiswa juga diperkenalkan pada sistem informasi akademik dan peluang pengembangan akademik lainnya.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, dalam sambutannya menyampaikan pencapaian akreditasi nasional dan internasional yang telah diraih FEB UNS, antara lain akreditasi Unggul dari LAMEMBA serta akreditasi internasional dari AQAS. FEB UNS juga tengah berproses untuk memperoleh akreditasi dari lembaga bergengsi dunia, AACSB.

    Ia juga menjelaskan teknis perkuliahan yang akan dimulai pada 25 Agustus 2025, serta pentingnya kehadiran minimal 75% sebagai syarat mengikuti evaluasi pembelajaran. Mahasiswa diminta untuk segera mengakses sistem informasi akademik (SIAKAD) untuk melakukan pengisian KRS dan memastikan validasi dari dosen pembimbing akademik (PA).

    Dalam hal kurikulum, FEB UNS telah mengadopsi pendekatan berbasis Outcome-Based Education (OBE). Dengan sistem ini, bentuk asesmen berbeda dengan sebelumnya yang hanya berupa UTS dan UAS, namun bisa dalam bentuk studi kasus, proyek, atau metode lain yang disesuaikan dengan capaian pembelajaran mata kuliah. Pembelajaran dilakukan selama 16 kali pertemuan dengan minimal dua kali asesmen.

    Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Non-Akademik, turut mengapresiasi pencapaian para mahasiswa baru yang berhasil masuk melalui jalur kerja sama dengan BPKP. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal, baik dari sisi akademik maupun pengembangan diri.

    Sementara itu, Ketua Program Studi S-1 Akuntansi, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., memaparkan bahwa program studi menyediakan insentif akademik berupa pembebasan dari ujian skripsi bagi mahasiswa yang mampu mempublikasikan karya ilmiahnya di jurnal bereputasi, minimal SINTA 2. Meskipun ujian dibebaskan, mahasiswa tetap diwajibkan untuk menulis skripsi sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pencapaian akademik.

    Ia juga menjelaskan bahwa sejak semester dua, mahasiswa akan mulai mengambil mata kuliah Metodologi Penelitian dan mulai aktif berdiskusi dengan dosen. Pada semester tiga, mereka sudah dapat memilih pembimbing untuk menyusun proposal skripsi.

    Dalam arahannya, Prof. Doddy menekankan pentingnya menyelesaikan studi tepat waktu dan memanfaatkan waktu secara optimal, mengingat masa studi yang dirancang hanya dua tahun.

    FEB UNS, menurutnya, saat ini telah masuk dalam peringkat 300–400 dunia untuk bidang akuntansi. Keunggulan ini didukung oleh kehadiran delapan profesor yang akan terlibat langsung dalam proses pembelajaran dan pembimbingan mahasiswa.

    Sebagai bagian dari rangkaian orientasi, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi akademik bertema Riset di Bidang Akuntansi Sektor Publik oleh Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof. Acc., Ph.D., Ak., CA. Materi ini memberikan wawasan awal kepada mahasiswa mengenai pentingnya riset dalam tata kelola sektor publik yang akuntabel dan transparan.

    Kegiatan orientasi ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas kurikulum, pembimbingan akademik oleh profesor, serta insentif riset dan publikasi ilmiah. Selain itu, SDG 16 (Institusi yang Kuat, Transparan, dan Akuntabel) dengan penguatan kompetensi di bidang akuntansi sektor publik dan pengawasan keuangan. Serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mewujudkan Tujuan): melalui kolaborasi strategis antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, dalam hal ini antara UNS dan BPKP.

  • Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Etika, Jejaring, dan Toleransi: Tiga Pesan Utama Dekan FEB UNS untuk Mahasiswa Baru Tahun 2025

    Program Pengenalan Kehidupan Kampus (PKKMB) bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) digelar pada tanggal 19 sampai 23 Agustus 2025 di lingkungan FEB  dan UNS.

    Berbagai rangkaian acara, baik universitas maupun fakultas disusun untuk menyambut bergabungnya mahasiswa baru. Beberapa materi diantaranya Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara, Etika dan Integritas Akademik, Karakter Lulusan dan lain sebagainya.

    Pembukaan kegiatan PKKMB FEB UNS berlangsung di Gedung Djarwanto PS pada Rabu 20 Agustus 2025, dihadiri oleh Dekanat, Ketua Program Studi (Kaprodi), Kepala Bagian Tata Usaha dan Kepala Sub Bagian serta seluruh mahasiswa baru.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan tiga pesan utama bagi mahasiswa baru dalam sambutannya, yaitu pentingnya etika, membangun jejaring, dan mengembangkan sikap toleransi selama masa studi di kampus.

    “Saya ingin mengingatkan, Anda semua hadir di sini bukan hanya karena usaha sendiri, tetapi juga karena peran Tuhan Yang Maha Esa dan doa dari orang tua, terutama ibu. Doa ibu itu sangat penting dalam perjalanan hidup Anda,” ujar Prof. Bhimo.

    Prof. Bhimo menekankan agar mahasiswa tidak melupakan penghormatan kepada orang tua sebagai bekal utama selama menempuh pendidikan. Selain itu, Prof. Bhimo juga mengingatkan pentingnya menghormati Bapak dan Ibu dosen serta seluruh staf fakultas.

    “Sebagai generasi muda, etika adalah fondasi utama yang harus kalian pegang teguh,” tegasnya.

    Dekan FEB juga mengimbau mahasiswa baru untuk aktif membangun jejaring sosial dengan bergabung dalam organisasi kemahasiswaan.

    “Jangan hanya kuliah pulang kuliah pulang. Bergabunglah dalam setidaknya satu organisasi kemahasiswaan agar kalian memiliki jejaring dan tidak hidup sendiri,” katanya.

    Selain etika dan jejaring, Prof. Bhimo juga menekankan pentingnya sikap toleransi dan rasa saling menghormati antar sesama. Ia menjelaskan bahwa UNS menyediakan lima tempat ibadah sebagai bukti nyata penghargaan terhadap keberagaman dan pluralisme di lingkungan kampus.

    “Inklusivitas dan pluralisme adalah ciri khas UNS yang harus kita pelihara bersama,” ungkapnya.

    Setelah sambutan, Prof. Bhimo memperkenalkan secara bergantian Wakil Dekan, Ketua Program Studi, Kepala Bagian Tata Usaha, dan Kepala Sub Bagian FEB UNS.

    Ketiga pesan utama tersebut, etika, jejaring, dan toleransi sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs). Etika mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan menanamkan nilai-nilai karakter yang kuat. Jejaring sosial yang dibangun mendukung SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan keterampilan dan peluang kerja. Sementara sikap toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman mencerminkan nilai-nilai SDG 10 (Pengurangan Ketimpangan) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Kuat).

  • Program Studi S1 Akuntansi UNS Jalin Kerja Sama dengan Center for Economic, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga Selenggarakan Stata Training Class

    Program Studi S1 Akuntansi UNS Jalin Kerja Sama dengan Center for Economic, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga Selenggarakan Stata Training Class

    Program Studi S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS)  menjalin kolaborasi strategis dengan Center for Economic, Social, and Governance Studies (CESGS) Universitas Airlangga melalui penyelenggaraan Stata Training Class yang diadakan pada 7–8 Agustus 2025 di Laboratorium Project Based Learning FEB UNS.

    Kegiatan ini dirancang khusus untuk dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS dengan cakupan materi yang mengakomodasi tingkat pemula hingga menengah, sehingga baik peserta yang baru pertama kali menggunakan Stata maupun yang ingin mendalami teknik lanjutan dapat memperoleh manfaat optimal.

    Pada hari pertama, sesi Using Stata Effectively: The Fundamentals membuka rangkaian pelatihan dengan pengenalan antarmuka Stata, manajemen basis data, dan penggunaan do-file untuk memudahkan dokumentasi skrip analisis.

    Materi disampaikan oleh Hamidah Dwi Nita dan didampingi oleh Meifaza Ainur Rosyidah dan Cindi Nandita Dewi, mengajak peserta untuk melakukan praktik langsung mulai dari pembersihan data, penyusunan variabel, hingga penerapan analisis statistik deskriptif dan inferensial.

    Tidak ketinggalan, teknik pembuatan grafik informatif dan pembuatan laporan yang dapat direproduksi (reproducible reporting) turut dibahas guna mendukung kualitas publikasi ilmiah dan transparansi proses analisis.

    Memasuki hari kedua, materi bergeser ke topik Panel-Data Analysis Using Stata yang mencakup konsep dan implementasi regresi linier sederhana, regresi berganda, serta perbedaan antara fixed effects dan random effects.

    Peserta juga diperkenalkan pada metode estimasi variabel instrumental untuk mengatasi masalah endogenitas, serta model panel-data dinamis yang memungkinkan analisis data deret waktu lintas individu. Setiap teknik dianalisis secara mendalam, mulai dari pemilihan perintah Stata yang tepat hingga interpretasi keluaran (output) dan verifikasi asumsi model.

    Stata Training Class ini tidak hanya bersifat edukatif tetapi juga berfungsi sebagai “refresh ulang” bagi dosen yang sudah pernah menggunakan Stata sebelumnya, mengulang dasar-dasar sekaligus mempelajari fitur lanjutan memungkinkan kita menjaga konsistensi kualitas riset dan tetap up-to-date dengan perkembangan kemampuan analisis data.

    Lebih dari sekadar transfer pengetahuan, pelatihan ini menyediakan kesempatan bagi dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS untuk berdiskusi langsung dengan para pakar statistik CESGS UNAIR.

    Diskusi tersebut meliputi pemecahan permasalahan riil dalam riset akuntansi, strategi pengolahan data besar (big data), dan cara mengoptimalkan sumber daya Stata untuk publikasi di jurnal nasional maupun internasional bereputasi.

    Dengan bekal keterampilan ini, diharapkan para dosen Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS akan lebih percaya diri dalam merancang penelitian kuantitatif, meningkatkan mutu pengajaran, serta mendongkrak produktivitas publikasi ilmiah berbasis analisis data yang kuat.

    Kegiatan pelatihan Analisis Data Stata Training Class mencerminkan kontribusi Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS terhadap SDG 4: Quality Education—dengan meningkatkan kompetensi dosen melalui penguasaan teknik analisis kuantitatif modern—serta SDG 9: Industry, Innovation, and Infrastructure, khususnya target 9.5, yang mendorong peningkatan riset dan kapasitas teknologi akademik di perguruan tinggi.
    (SDG 9 target 9.5 terkait peningkatan penelitian dan inovasi teknologi)

  • Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Raih Penghargaan di SDG No.13 Pitching Video Competition  

    Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Raih Penghargaan di SDG No.13 Pitching Video Competition  

    SDG No.13 Pitching Video Competition merupakan kompetisi yang diselenggarakan secara daring oleh UiTM Mara Malaysia untuk mewadahi mahasiswa sebagai agent of change dalam mengadvokasikan tentang isu keberlanjutan khususnya perubahan iklim. Peserta diminta untuk membuat video pendek berdurasi 3 menit untuk menyampaikan gagasan – gagasan tentang isu terkait perubahan iklim yang sesuai dengan SDG no 13. Bagaimana isi permasalahannya, solusi yang bisa ditawarkan, dan dampak terhadap lingkungan seperti apa.

    Di kompetisi ini, Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih penghargaan.

    Tim yang beranggotakan Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, Thomas Tirta Yudistira dan Zhenix Priskadisa Suryani berhasil meraih juara 3. Satu tim lagi yang beranggotakan Abdillah Adib Had Farhan, Alma Az-zahra, Aisyah Risqi Wardani mendapatkan penghargaan Most Promosing Video.

    Dari kiri ke kanan: Zhenix Priskadisa Suryani, Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, dan Thomas Tirta Yudistira

    Selama proses kompetisi, tim melakukan riset sederhana dengan mengumpulkan data-data yang relevan untuk mendukung gagasan. Setelah itu, menyusun skrip video dan mencari bahan-bahan visual seperti video mentahan, infografis, dan footage.  Proses editing dilakukan sendiri, termasuk rekaman suara untuk voice over, dibuat sedemikian rupa hingga terlihat menarik

    Thomas dan timnya mengangkat judul Save Our Earth or Save Our Life.

    “Dengan judul tersebut kami ingin menyadarkan kalau yang sedang dan harus kita selamatkan tuh bukan sekadar bumi kita atau tempat tinggal kita, tapi ya hidup kita sendiri. Karena dampak dari perubahan iklim yang kita lakukan sendiri juga berdampak ke kehidupan kita” ungkapnya kepada feb.uns.ac id.

    Dikatakan,  saat mengambil video, tim mempraktikan hal hal yang harus dilakukan mahasiswa untuk memulai hidup yang berkelanjutan. Hal hal kecil itu sudah jarang dilakukan oleh anak muda sekarang, seperti naik transportasi umum atau mengurangi penggunaan plastik.

    Menjaga bumi benar-benar menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan melakukan hal hal yang mencemari kebersihan dan kemurnian dari tempat tinggal kita yang mungkin aja hanya kerusakannya sudah makin parah.

    Sedangkan Abdillah dan tim mengangkat tema tentang “Penerapan SDG 13 melalui Pengelolaan Limbah Makanan di Lingkungan Kampus”.

    Dari kiri ke kanan: Alma Az-zahra, Aisyah Risqi Wardani, dan Abdillah Adib Had Farhan,

    “Ide ini berawal dari keprihatinan kami terhadap banyaknya sisa makanan di lingkungan kampus, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Kami memberikan gagasan solusi berupa kolaborasi dengan pihak kantin untuk menyediakan porsi makanan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan makanan  berbasis teknologi agar semakin sedikit makanan yang akan terbuang” paparnya.

    Selanjutnya tim memberikan saran kepada pihak kampus agar memperbanyak kampanye kesadaran untuk para mahasiswa dan civitas kampus tentang pentingnya mengurangi sisa makanan. Selain itu, pihak kampus juga bisa memanfaatkan sisa makanan tadi untuk dijadikan kompos.

    Melalui video ini, tim ingin menunjukkan bahwa kontribusi terhadap aksi iklim tidak harus dimulai dari skala besar. Kampus sebagai pusat pendidikan bisa menjadi role model penerapan gaya hidup berkelanjutan melalui langkah-langkah kecil namun berdampak.

     

  • Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Ngobrol Bareng seputar Kelas Internasional, Senin 28 April 2025 melalui media Instagram.

    Hadir sebagai narasumber,  Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D.; Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo; Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D.; dan dosen perwakilan Prodi S1 Akuntansi Nur Chayati, S.E., M.Sc.. Selain itu 3 mahasiswa kelas internasional turut dihadirkan, Muhammad Haidar Ashif, Muhammad Hisyam Asadul Haq dan Nurul Yantika.

    Di kegiatan itu Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan Program Kelas Internasional FEB UNS bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Program ini menjaring calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar secara Internasional.

    Lebih lanjut disampaikan apabila diterima di program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman internasional, diantaranya Joint Degree Program,  Program ini memungkinkan mahasiswa kuliah di dua universitas, UNS dan kampus mitra luar negeri;  Short-Term Academic Program (Summer/Winter Course), program ini berlangsung 3–4 minggu saat musim panas atau musim dingin; Digital Pathway Program,  belajar skill baru secara fleksibel lewat platform digital dan program sertifikasi dari berbagai universitas mitra internasional.

    Kelas internasional FEB UNS juga sudah ada kerja sama aktif dengan universitas luar negeri atau industri global, diantaranya dengan University of Malaya, Universiti Putra Malaysia, National Chung Hsing University, Australia: Curtin University, Saxion University of Applied Science dan RUDN University (Rusia).

    Dikatakan, ada perbedaan mentalitas dan kemampuan mahasiswa kelas internasional dibandingkan kelas reguler, pengalaman belajar di LN dapat membentuk kemampuan softskill seperti adaptasi, percaya diri, keluar dari zona nyaman, kemandirian, menyesuaikan diri dengan pembelajaran di universitas lain, negara lain dan budaya lain, dan lebih proaktif.

    Sementara itu, narasumber dari prodi menyampaikan keunikan dari kelas internasional di program studi masing-masing dan juga berbagai kesempatan berkarier bagi lulusannya. Sedangkan ketiga mahasiswa menceritakan pengalamannya belajar di program kelas internasional dan kesempatan international exposure yang telah mereka dapatkan.

    Acara yang dipandu oleh Nael Bara Laena berlangsung sekitar 90 menit.  Peserta yang mengikuti acara dan ingin banyak tahu tentang kelas internasional telah difasilitasi oleh pemandu acara untuk memperoleh penjelasan dari ke tujuh narasumber yang hadir, baik secara luring maupun daring.

    Harapannya, dengan kegiatan ini, akan banyak calon mahasiswa yang lebih mengenal dan berminat untuk bergabung di kelas internasional FEB UNS.

    Kegiatan Ngobrol Bareng terkait Kelas Internasional ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses informasi yang lebih luas mengenai pendidikan berstandar internasional serta kesempatan mobilitas akademik global bagi mahasiswa. Selain itu, kerja sama aktif FEB UNS dengan berbagai universitas luar negeri juga berkontribusi pada SDG 17: Partnerships for the Goals, yakni memperkuat kemitraan internasional dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas mahasiswa

  • Civitas Academica FEB Sambut Tiga Guru Besar Baru

    Civitas Academica FEB Sambut Tiga Guru Besar Baru

    Civitas Academica Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali berbangga atas pengukuhan tiga Guru Besar baru FEB, Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak., CA., BKP, Prof. Dr. Supriyono, M.Si., dan Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.

    Penyambutan ketiga Guru Besar baru digelar di Aula Gedung Suhardi, 12 Februari 2025 yang dihadiri oleh Dosen, Tendik, Purnatugas, Dharma Wanita dan juga Ormawa FEB.

    Prof. Dr. Tulus Haryono, M. Ek, Ketua Senat Akademik FEB UNS dalam sambutannya bersyukur bahwa telah digelar lagi penyambutan 3 Guru Besar FEB.

    Lebih lanjut Prof. Tulus menyampaikan bahwa FEB sampai saat ini mempunyai 26 profesor termasuk ketiga Guru Besar yang disambut hari ini. Komposisinya, Manajemen 8 orang, Ekonomi Pembangunan 9 orang, Akuntansi 9 orang. 

    “Untuk generasi muda atau dosen muda tolong kejarlah karir Anda untuk mencapai jabatan akademik yang tertinggi karena itu adalah hak setiap dosen untuk bisa meraih jabatan tertinggi. Karena itu, di samping menjadi  kebanggaan lembaga  juga kebanggaan yang bersangkutan. Maka saya sarankan untuk generasi muda tolong urus jabatan akademik hingga akhirnya bisa mengejar jabatan tertinggi” katanya menyemangati.

    Dikatakan, untuk seorang dosen, profesor itu jabatan yang selalu melekat karena meskipun sudah pensiun masih disebut profesor, sedangkan jabatan, misal Dekan akan disebut hanya selama aktif menjabat saja.

    Prof. Irwan Tri Nugroho, Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama dan Internasionalisasi mengucapkan selamat kepada ketiga Guru Besar FEB yang telah dikukuhkan.

    Lebih lanjut, Prof. Irwan memberikan apresiasi kepada Dekanat FEB yang telah menyusun Eligibility Application AACSB.

    “Kami mengharapkan kemajuan UNS terutama FEB. Apresiasi kepada Dekanat FEB yang sudah menyusun Eligibility Application AACSB karena di 2025 ini kita harus bergerak dan sudah disediakan anggaran universitas untuk AACSB. Jadi mudah-mudahkan dalam 3 atau 4 tahun ini bisa segera dapat AACSB-nya, FEB yang benar-benar diakui oleh dunia” paparnya.

    Setelah sambutan dari ketiga guru besar, di acara penyambutan guru besar itu, para pendahulu FEB diberikan kesempatan untuk menyampaikan kilas balik dan sejarah FEB UNS, Dra. GAA Susilowati C, SU, Drs. Kasiman Tjilik Suwito, MM dan Prof. Dr. Wisnu Untoro.

    Harapannya dengan penyampaian sejarah FEB oleh ketiga pendahulu, tantangan, pencapaian, dan pelajaran yang diperoleh dapat memberi semangat bagi civitas academica FEB untuk berusaha lebih keras. Juga dapat belajar tentang perjalanan panjang yang telah dilalui fakultas, serta pelajaran yang bisa diambil dari setiap perubahan.

  • Pidato Pengukuhan Guru Besar, Prof. Eko Arief Sudaryono Angkat Isu Penghindaran Pajak dalam Perspektif Etis

    Pidato Pengukuhan Guru Besar, Prof. Eko Arief Sudaryono Angkat Isu Penghindaran Pajak dalam Perspektif Etis

    Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak., CA., BKP dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepakaran Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UNS, Senin 10 Februari 2025 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram.

    Prof. Eko merupakan Guru Besar ke-24 di FEB dan ke-333 di UNS.

    Pada pidato pengukuhan Guru Besar, Prof. Eko menyampaikan salah satu isu yang sangat mendasar bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia yakni penghindaran pajak dalam perspektif etis. Pidato pengukuhannya berjudul Penghindaran Pajak dan Etika: Menjawab Tantangan Moral dalam Sistem Perpajakan Modern.

    Dikatakan, pajak adalah pondasi pembangunan yang mendukung kesejahteraan melalui pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tanpa pajak yang cukup, kesejahteraan sosial sulit tercapai. Lebih dari sekedar kewajiban, hukum pajak juga tanggung jawab orang untuk menciptakan keadilan sosial dan stabilitas ekonomi.

    “Penghindaraan pajak yang marak mengalihkan beban secara tidak adil, menciptakan ketidakkesetaraan dan merusak kepercayaan terhadap sistem perpajakan. Ini bukan hanya masalah hukum tetapi tantangan etis yang berdampak luas pada kebersamaan dan masa depan bangsa kita” ungkapnya.

    Penghindaran pajak menjadi tantangan besar bagi pemerintah di seluruh dunia khususnya di negara berkembang yang sangat bergantung pada pajak sebagai sumber pendapatan negara. Pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem perpajakan melalui digitalisasi, perluasan basis pajak dan peningkatan literasi pajak guna menciptakan kemandirian fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Salah satu implikasi etika utama dari penghindaraan pajak adalah berkurangnya pendapatan negara yang dapat digunakan untuk pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

    Pemangku kepentingan terkait terutama pemegang saham mungkin mendukung praktek ini karena dapat meningkatkan laba perusahaan dan memberikan keuntungan yang lebih besar, tetapi pemerintah dan masyarakat umum akan melihatnya sebagai tindakan yang mengabaikan tanggung jawab sosial perusahaan.

    Fenomena penghindaran pajak di Indonesia juga menjadi tantangan besar yang merugikan perimaaan negara. Perusahaan besar baik lokal maupun asing sering memanfaatkan Tax Haven untuk mengalihkan pendapatan atau menyembunyikan laba perusahaan.

    Strategi lain yang dilakukan dalam penghindaran pajak adalah perusahaan menggunakan Thin Capitalization dimana perusahaan menggunakan utang dari anak perusahan yang berada di tax Haven untuk mengurangi kewajiban pajaknya di Indonesia dan terakhir beberapa perusahaan yang memanfaatkan struktur korporasi yang kompleks untuk memindahkan keuntungan ke negara dengan tarif pajak yang lebih rendah yang menyebabkan pajak yang seharusnya diterima oleh Indonesia tidak dapat dipungut dengan optimal.

    Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah tegas dan untuk mengatasi masalah ini salah satunya adalah melalui reformasi kebijakan perpajakan yang lebih cerdas dan penguatan sistem pengawasan yang semakin efektif.

    Salah satu terobosan besar adalah penerapan Automatic Exchange of Information (AeOi) yang memungkinkan pertukaran data keuangan antar negara secara otomatis. Dengan kebijakan ini praktek penghindaran pajak lintas negara semakin sulit dilakukan karena kini otoritas pajak Indonesia dapat mengakses data keuangan perusahaan yang sebelumnya berada di luar negeri.

    Lebih lanjut dikatakan, penghindaran pajak adalah fenomena yang sangat kompleks, berdiri di persimpangan antara legalitas hukum dan pertimbangan etika moral. dalam konteks global maupun lokal, praktik penghindaran pajak telah menjadi isu krusial yang mempertanyakan tanggung jawab sosial perusahaan dan prinsip keadilan dalam sistem perpajakan. Secara hukum penghindaran tidak ada pajak tidak selalu dianggap sebagai pelanggaran. Namun kita tidak boleh mengabaikan sisi etisnya.

    Prof. Eko memberikan beberapa rekomendasi strategis untuk mengatasi persoalan penghindaran pajak. Pertama, pentingnya menanamkan nilai etika perpajakan sejak dini; Kedua, informasi kebijakan pajak yang komprehensif diperlukan untuk menutup celah regulasi didukung oleh sistem akulturasi modern; Ketiga, transparansi keuangan perusahaan dapat didorong melalui pelaporan pajak berbasis negara sehingga setiap korporasi berkontribusi secara proporsional; dan terakhir adalah membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sipil untuk menciptakan sistem perpajakan yang adil dan bermartabat

  • Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Beri Materi Cara Mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah

    Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Beri Materi Cara Mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah

    Riset Grup (RG) Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan kegiatan Webinar Akuntansi, Sabtu, 9 November 2024.

    Kegiatan RG Ekonomi dan Keuangan Islam ini bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Cabang Surakarta, dan Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) Jawa Tengah, serta didukung oleh Pengurus Daerah (PD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPW IAEI) Propinsi Jawa Tengah, dan Pengurus Daerah Forum Alumni HMI Wati (PD Forhati) Solo Raya.

    Webinar yang mengambil tema ”Bagaimanakah mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS)?” diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, dan peserta berjumlah 69 orang.

    Dr. Falikhatun, M. Si., Ak., SAS, yang merupakan Ketua RG Ekonomi dan Keuangan Islam menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.

    Dalam paparan materinya, Dr. Falikhatun menjelaskan tentang pentingnya Sertifikasi Akuntansi Syariah bagi Akuntan, terutama bagi dosen dan mahasiswa yang berkeinginan untuk terjun dalam industri syariah, baik lembaga keuangan syariah, maupun Institusi Keuangan Non Bank  (IKNB) syariah.

    ”Tujuan SAS adalah untuk mengukur kompetensi ilmu akuntansi syariah, alat ukur kualitas bagi akuntan yang ingin memahami ilmu akuntansi syariah, dan sebagai alat ukur kualitas lembaga yang ingin memiliki sumber daya manusia yang paham bidang akuntansi syariah, serta menjadi syarat untuk masuk profesi tertentu di bidang akuntansi syariah” jelasnya.

    Lebih lanjut, Dr. Falikhatun menyatakan untuk mendapatkan gelar SAS, mulai tahun 2020, ada dua level ujian yang harus diikuti, yaitu level Dasar dan level Profesional.

    Syarat untuk mengikuti ujian sertifikasi SAS level Dasar, minimal lulus S1 atau D IV dari prodi apa saja, yang penting bisa mengerjakan soal ujian.

    Apabila telah lulus level Dasar, maka bisa mengikuti level  Profesional, dan apabila sudah lulus level Profesional, baru bisa mendapatkan gelar atau sebutan SAS.

    Untuk akuntan ber-Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) memiliki peluang pekerjaan yang berkaitan dengan bidang akuntansi syariah, misalnya Sharia Financial Analysist, Sharia Supervisory Board (SSB), Sharia Financial Planner, Sharia Auditor, dan Lecturer”. Namun, khusus untuk SSB atau Dewan Pengawas Syariah (DPS) ada sertifikasi tambahan yang harus diikuti dan lulus, yaitu pelatihan dan sertifikasi DPS yang biasanya diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Institute.

    Kegiatan ini  diharapkan memotivasi dosen dan mahasiswa, khususnya yang ingin berkecimpung dalam bisnis syariah.

    Selain itu, kegiatan ini diharapkan akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk lebih memahami dan mendalami akuntansi syariah, sehingga dapat memanfaatkan peluang karir yang tersedia.

    Selanjutnya untuk jangka panjang diharapkan akan banyak dosen dan akuntan yang memiliki Sertifikasi Akuntansi Syariah, sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas institusi tempat pengabdian akuntan syariah tersebut.

     

     

  • Mahasiswa FEB UNS Juara 1 Essay Competition,  Angkat Topik Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta

    Mahasiswa FEB UNS Juara 1 Essay Competition, Angkat Topik Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta

    Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta menuju Kebijakan Berkelanjutan mengantarkan Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi  Juara 1 Essay Competition yang diselenggarakan UPN “Veteran” Jakarta secara daring.

    Tim FEB UNS yang diketuai Kenan Safara Nugroho dari Prodi S-1 Bisnis Digital serta beranggotakan Oryza Sativa Heavenia dari Prodi S-1 Bisnis Digital dan Aulia Herawati Rahma Putri dari Prodi S-1 Akuntansi berhasil mengungguli 9 tim lainnya di final.

    Ke 9 tim tersebut yakni 2 tim UPN Veteran Jakarta, 2 tim Universitas Indonesia, dan 1 tim dari Universitas Airlangga, Universitas Jenderal Soedirman, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, serta Politeknik Keuangan Negara STAN.

    Lomba yang dilaksanakan 27 Oktober 2024 dan pengumuman juara tanggal 2 November 2024 lalu merupakan ajang yang bertujuan untuk mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, agar lebih peka dan proaktif terhadap isu-isu publik.

    Dengan tema kompetisi “Partisipasi Proaktif Gen Z Dalam Pembentukan Kebijakan Publik,” lomba ini mengajak mahasiswa untuk mengekspresikan ide, kritik, dan gagasan konstruktif dalam bentuk esai.

    Tema ini sangat relevan karena menantang mahasiswa, sebagai bagian dari Gen Z, untuk lebih terlibat dalam isu kebijakan publik yang mungkin seringkali dianggap jauh dari keseharian.

    “Melihat dari casenya sendiri adalah bagaimana peran Gen Z ini bergerak untuk kebijakan. Tim kita mengambil tema bahwa sebelum kita membentuk suatu kebijakan perlu ada aksi nyata. Jadi, tema yang kita ambil adalah Aksi Nyata melalui gerakan Darikita.Surakarta yang kita kombinasikan dengan kebijakan terkait pemberdayaan yang ada di Surakarta” tutur Aulia kepada feb.uns.ac.id.

    Dikatakan, tim dari FEB UNS optimis untuk menang karena ide yang diambil adalah ide yang sudah bergerak secara nyata, bukan hanya suatu ide tanpa aksi. Optimis karena ketiganya sudah langsung turun kelapangan dan sangat mengetahui terkait problem dari kasus yang diberikan

    Lebih lanjut dijelaskan, untuk persiapan, timnya  melakukan riset yang mendalam tentang kebijakan publik, terutama yang melibatkan isu-isu yang relevan dengan Gen Z.

    Tim juga melakukan diskusi-diskusi kecil untuk mengekstrak ide-ide yang bisa dituangkan dalam esai. Selain itu banyak membaca literatur dan mengikuti perkembangan terbaru tentang isu kebijakan di media massa agar lebih kaya referensi.

    “Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat presentasi di depan dewan juri. Kami merasa gugup, tapi saat berhasil menjelaskan ide kami dengan lancar dan mendapat respons positif dari juri, rasanya luar biasa dan Alhamdulillah kami bisa mengharumkan nama FEB UNS, berhasil juara 1” ungkapnya  gembira.

    Jangan ragu untuk berprestasi, dimana kompetisi semacam ini juga bisa membuka peluang-peluang baru, menambah wawasan, dan tentunya menambah teman-teman dari berbagai universitas. Jadi, manfaatkan kesempatan dan jangan takut untuk mencoba!

  • FEB UNS Terima Kunjungan SMA IT Nurul Fikri Depok

    FEB UNS Terima Kunjungan SMA IT Nurul Fikri Depok

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Islam Terpadu (IT) Nurul Fikri Depok, Rabu 9 Oktober 2024.

    Ratusan siswa SMAIT dan beberapa guru pendamping diterima oleh pimpinan FEB UNS di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D, Ketua Program S1 Bisnis Digital FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan profil FEB UNS.

    Dikatakan, di FEB UNS ada 4 program studi S1, Manajemen, Ekonomi dan Pembangunan, Akuntansi serta Bisnis Digital. Penjelasan detil terkait prodi akan dipaparkan oleh masing-masing kaprodi yang hadir.

    Dari kunjungan ini, para siswa diharapkan bisa mengambil banyak hal positif, mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam. Ketika akan masuk ke FEB UNS tahu gambarannya program studi, mencoba mengenal FEB UNS.

    Selain mendapatkan wawasan Prodi Bisnis Digital yang disampaikan Aldy Fariz Achsanta, Ph.D, para siswa juga mendapat banyak wawasan tentang Prodi S1 Manajemen dari  Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP., Kaprodi S1 Manajemen  dan juga tentang prodi Ekonomi pembangunan yang dipaparkan oleh Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D, Kaprodi EP.

    Kepala Sekolah SMA IT Nurul Fikri, Dra. Euis Ernawati berterima kasih kepada pimpinan FEB UNS atas penyambutan siswa-siswinya.

    “Kami dari SMA IT sangat berterima kasih dan berbahagia bisa berkunjung ke FEB UNS pada kesempatan program visit kampus untuk tahun ini. Kedatangan kami banyak harapan yang diinginkan untuk terealisir agar siswa-siwa kami kelas XII, 2 dari jurusan IPS dan 1 dari jurusan IPA untuk mendapatkan wawasan tambahan terkait FEB UNS” ungkapnya.

    Kepala Sekolah juga memohon agar FEB UNS bisa memberikan kesempatan kepada siswa-siswinya untuk banyak bertanya. Hal ini agar para siswa banyak mendapat wawasan menjelang pengisian data PDSS di akhir tahun 2024, bulan Desember. Sehingga para siswa mendapat penguatan dalam pemilihan program studi atau universitas yang akan dituju dalam penerimaan melalui SNBT dan seleksi mandiri.