FEB

Kategori: s1_akt

  • Mangayubagyo pengukuhan Prof. Agung Nur Probohudono, Ketua Senat Dorong Dosen FEB Capai Jabatan Fungsional Tertinggi

    Mangayubagyo pengukuhan Prof. Agung Nur Probohudono, Ketua Senat Dorong Dosen FEB Capai Jabatan Fungsional Tertinggi

    Sivitas Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) turut mangayubagyo atas pengukuhan Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CfrA sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Manajemen FEB UNS.

    Pengukuhan telah digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Sebelas Maret pada Selasa (23/5/2025). Selepas pengukuhan diadakan seremoni di Lobi Gedung Soeharno TS.

    Ketua Senat FEB,  Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek diawal sambutannya menyampaikan selamat kepada Prof. Agung Nur Probohudono dan keluarga yang telah memetik hasil dari seluruh jerih payah yang panjang, selamat kepada Prodi Akuntansi, dan selamat juga kepada  FEB UNS yang telah melahirkan 20 guru besar.

    Prof. Tulus mendorong agar dosen yang sudah bergelar doktor segera memproses untuk dapat mencapai guru besar.

    “FEB sudah berusia 47 tahun dan baru ada 20 profesor. Tolong ketua jurusan untuk selalu mendorong dosen yang sudah bergelar doktor untuk bisa mencapai guru besar, Dosen Manajemen yang bergelar Doktor ada 16 orang, Akuntansi 18 orang, EP 15 orang, ini yang perlu kita dorong” katanya.

    Prof. Tulus juga mengingatkan bahwa jabatan yang abadi adalah jabatan fungsional sebagai seorang profesor. Jika telah bergelar profesor, maka pensiun pun akan diundang profesor, sebuah kehormatan, namun jika hanya jabatan struktural, maka itu akan lepas.

    Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., (Hons). Ph.D, Ak. dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan selamat kepada Prof. Dono, nama akrab untuk  Prof. Agung Nurprobohudono.

    “Saya sangat mengapresiasi upaya profesor baru kita, Prof. Dono, usahanya luar biasa, dengan kesabaran, dan juga atas dorongan keluarga, Bu Dono, sehingga sukses sampai jabatan fungsional tertinggi” ungkapnya.

    Kegigihan Prof. Dono semoga bisa menginspirasi puluhan dosen FEB yang sudah mencapai jabatan lektor kepala, untuk dapat mencapai jabatan guru besar.

    Semoga Prof. Dono semakin memperkuat FEB untuk menjadi lebih jaya lagi dan lebih berprestasi lagi.

  • Prof. Agung Nur Probohudono Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Manajemen FEB UNS

    Prof. Agung Nur Probohudono Dikukuhkan Sebagai Guru Besar Bidang Akuntansi Manajemen FEB UNS

    Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CfrA dikukuhkan sebagai Guru Besar  Bidang Akuntansi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Selasa (23/5/2025) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS dan disiarkan langsung melalui Youtube Universitas Sebelas Maret.

    Prof. Agung Nur Probohudono yang merupakan guru besar ke 20 di FEB UNS dan ke 260 di UNS menyampaikan pidato pengukuhannya  bertajuk Praktik Pengungkapan Akuntansi dan Komunikasi Bisnis Berbasis Kemanusiaan.

    “Ini merupakan perjalanan di kepakaran saya selama ini yaitu di bidang akuntansi manajemen. Ibarat seperti dalam lakon wayang Bimo Suci yaitu proses pembelajaran dalam pencarian jati diri dalam mendapatkan kebenaran. Dalam kisah tersebut ada yang disebut dengan air sebagai sumber kehidupan yang secara filosofi adalah supaya kita bisa bermanfaat bagi sesama.  Maka dari itu pidato ini saya beri judul Praktik Pengungkapan Akuntansi dan Komunikasi Bisnis Berbasis Kemanusiaan” jelasnya.

    Disampaikannya, dari berbagai penelitian yang dilakukan dengan pengungkapan akuntansi, benang merahnya adalah pada bagaimana perusahaan mampu mengungkapkan informasinya secara spesifik yang kemudian mampu untuk membuat satisfy, everybody happy semua pemangku kepentingan khususnya yang berlandaskan dengan humanity atau kemanusiaan.

    Cara membuat everybody happy yaitu dengan adanya komunikasi bisnis melalui pengungkapan yang berlandaskan kepada humanity, artinya kemudian perusahaan perlu berkomunikasi dengan lingkungan dengan baik pada berbagai saluran komunikasi di perusahaan. Komunikasi berlandaskan pada kemanusiaan seperti tradisi Jawa “among rasa” dapat membuat semua pihak merasa puas.

    Perusahaan juga perlu menciptakan saling belajar dan berbagi pengalaman dengan para stakeholder-nya untuk menjaga keberlanjutan bisnis.

    Penerapan 8 Hastha Laku oleh Solo Bersimfoni dapat membantu dalam mengelola stakeholder perusahaan melalui kearifan lokal Guyub Rukun, Gotong Royong, Tepa Selira, Ewuh Pekewuh, Pangerten, Grapyak Semanak, Lembah Manah, dan Andhap Asor.

  • RG Akuntansi Keperilakuan FEB UNS Dampingi Pengrajin Kain Pantai di Desa Laban

    RG Akuntansi Keperilakuan FEB UNS Dampingi Pengrajin Kain Pantai di Desa Laban

    Riset Grup Akuntansi Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan program pengabdian masyarakat pada kelompok pengrajin Sarung Pantai Lilik di Desa Laban,  Sukoharjo,  Sabtu, 06/05/2023.

    Tim pengabdian diketuai Dra. Y Anni Aryani, M.Prof.Acc.,Ph.D.,Ak dan beranggotakan, Dr. Evi Gantyowati, M.Si., Ak,  Dr. Payamta, M.Si,. Ak,. CPA., Isna Putri Rahmawati, S.E.,M.Sc,.Ak, Prof. Doddy Setiawan, SE.,MSi,. Ph.D, Ak, Dian Perwitasari, S.Ak., M.Si  serta An Nurrahmawati, S.E., M.Sc.

    Kegiatan yang berlangsung di Rumah Usaha Pengrajin Kain Pantai Lilik diikuti oleh pemilik usaha dan sejumlah karyawan.

    Usaha kain pantai ini baru berdiri pada tahun 2019 dengan operasi utama membuat kain sarung pantai dalam partai besar. Hasil produksi telah dikirimkan baik ke dalam negri maupun luar negeri.

    Sebagai usaha yang baru dirintis, usaha kain pantai ini memiliki beberapa masalah yang menyebabkan diperlukannya pendampingan. Diantaranya, pengetahuan kewirausahaan pemilik usaha masih belum optimal sehingga pemilik hanya berfokus pada pemenuhan pesanan namun kurang berfokus pada pengelolaan usaha secara keseluruhan.

    Selain itu, komponen mesin peder untuk pencuci dan pewarnaan kain perlu segera diganti karena sudah kurang layak pakai.

    Untuk itu, tim memandang pentingnya peningkatan pengetahuan kewirausahaan bagi para pengrajin. Hal ini bertujuan agar pemilik dapat mengelola dan mengembangkan usahanya semakin besar.

    Tim menyampaikan materi kewirausahaan disertai dengan diskusi terbuka dengan para pengrajin. Materi yang disampaikan berkaitan dengan perencanaan keuangan, perencanaan produksi, dan strategi marketing yang tepat sasaran untuk memperluas jangkauan pasar.

    Selain memberikan edukasi, tim juga memberikan bantuan alat berupa komponen mesin peder juga diserahkan. Pemberian mesin ini sebagai solusi atas permasalahan yang diidentifikasi melalui wawancara sebelum tim pengabdian.

    Tim memesan jasa/bengkel pembuatan dan perakitan rangka mesin peder dan bak peder. Setelah pesanan jadi, pemilik dan para pengrajin Lilik Sarung Pantai bersama Tim Pengabdi melakukan uji coba operasi mesin peder setelah pemasangan rangka dan bak pewarnaan yang baru.

    Setelah uji coba berhasil, prosesi selanjutnya adalah serah terima hibah komponen-komponen mesin peder. Harapannya proses produksi dapat berjalan cepat dan dapat memenuhi permintaan para pelanggan dalam jumlah yang lebih banyak dengan cepat, efektif, dan efisien.

    Di akhir kegiatan, tim mengevaluasi tingkat pemahaman para pengrajin sarung pantai terhadap materi yang telah disampaikan.

    Kegiatan sosialisasi dan pelatihan kewirausahaan memberikan cukup pengetahuan kepada para warga pengrajin Lilik Sarung Pantai dalam upaya meningkatkan keterampilan kewirausahaan baik secara teoritis maupun praktis.

    Pengrajin Lilik Sarung Pantai juga merasa bersyukur karena sekarang mereka memiliki mesin yang dapat mengakomodasi pesanan pelanggan. Artinya, telah terjadi peningkatan kapasitas produksi yang lebih produktif di periode berikutnya.

  • FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti IISMA

    FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti IISMA

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan UPT Kerjasama dan International (KLI) UNS menggelar Sosialisasi IISMA (Indonesian International Student Mobility Awards) pada Kamis 9 Februari 2023.

    IISMA adalah skema beasiswa dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia untuk membiayai mahasiswa Indonesia dalam program mobilitas satu semester di universitas terkemuka dan industri terkemuka di luar negeri. Beasiswa ini menawarkan dua skema untuk mahasiswa dan sarjana dan vokasi.

    Pada program ini, mahasiswa yang terpilih dapat menghabiskan satu semester untuk belajar di luar negeri, mengembangkan komunikasi antar budaya dan keterampilan kepemimpinan. Selain itu mereka akan mendalami budaya negara tuan rumah, memperluas jaringan internasional dan melakukan tugas praktis untuk meningkatkan keterampilan.

    Sosialisasi yang digelar secara daring itu diikuti oleh mahasiswa FEB dari empat program studi yang ada di FEB UNS, S1 Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Bisnis Digital.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si., Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada mahasiswa yang tergabung di kegiatan ini, yang punya potensi dan keberminatan terhadap aktifitas IISMA.

    Menurutnya, dengan ikut di IISMA, mahasiswa akan akan mendapatkan opportunity yang sangat banyak.

    “Mahasiswa yang mengikuti IISMA akan menjadi kebanggaan bagi semuanya, bukan hanya mahasiswa tetapi juga kampusnya dan orangtuanya. Di IISMA, mahasiswa akan banyak mendapatkan pembelajaran dan pengalaman. Kalian akan mendapatkan bekal softskill, ketika  kalian selesai kuliah dan akan bekerja atau melanjutkan perkuliahan yang lebih tinggi pada level magister, saya yakin opportunity-nya akan menjadi sangat besar” ungkapnya.

    Sementara itu, Rino Ardhian Nugroho, S.Sos., M.T.I. Ph. D, Kepala UPT KLI UNS menyampaikan bahwa IISMA di tahun 2023 ini adalah tahun ketiga.

    Rino Ardhian Nugroho, Ph. D paparkan Program IISMA

    Di tahun 2021, ada 4 mahasiswa FEB yang lolos seleksi IISMA yaitu Dian Cita Putri ke Universiti Kebangsaan Malaysia, Hanifah El Sandy ke University of Pisa Italy, Nabila Rania Dewi ke Hanyang University Korea dan Anastasia Kiranahita Santikajati ke University of Szeged Hungaria. Sedangkan di tahun 2022, Chaya Edita Anggraeni ke University of Warsaw Poland.

     “IISMA adalah salah satu program Dikti untuk mahasiswa yang sangat dibanggakan Mas Menteri.  Tentu program ini banyak positifnya, sebagai upaya meningkatkan keilmuan mahasiswa. Selain belajar ilmu baru, mahasiswa juga belajar bersaing secara global dengan mahasiswa di negara-negara lain. Kesempatan yang tidak akan didapat jika MBKM di dalam negeri, kesempatan menikmati hidup di luar negeri, percaya bahwa IISMA itu menyenangkan” paparnya

    Lebih lanjut dikatakan mahasiswa akan diberikan beasiswa selama 1 semester . Selama mahasiswa di sana tidak boleh bekerja, harus kuliah penuh.

    Dari KLI UNS akan membantu memfasilitasi dan membimbing mahasiswa agar peluang masuknya semakin  besar, misalnya dalam membuat esai dan pembimbingan lainnya.

    Marieti Debyora Gardiana, S.Si., Subkoordinator Subbagian Tata Usaha UPT KLI menjelaskan secara teknis Program IISMA. Untuk mempersiapkan mahasiswa mengikuti IISMA, UPT KLI telah lebih awal mensosialisasikan IISMA. KLI membekali mahasiswa dalam hal penyusunan esai, pelatihan Bahasa Inggris, pendampingan wawancara, mendapatkan pengalaman dari para alumnus IISMA dan sebagainya.

    Chaya Edita, alumni IISMA saat berbagi success story

    Mahasiswa juga akan mengikuti screening internal di UNS dengan tujuan untuk memastikan bahwa yang mendaftar ditingkat pusat sudah memenuhi ketentuan.

    Di kegiatan itu, juga dihadirkan 4 Mahasiswa alumni IISMA, Dian Cita, Nabila, Chaya Edita, dan Hanifah dengan success story-nya mengikuti IISMA.

  • Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Dampingi Kelompok Qoryah Thoyibah Surakarta  dalam Pengelolaan Usaha Makanan Khas Solo

    Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Dampingi Kelompok Qoryah Thoyibah Surakarta dalam Pengelolaan Usaha Makanan Khas Solo

    Qoryah Thayibah merupakan salah satu program Aisyiyah yang berorientasi dalam dakwah amar makruf nahi munkar. Program ini telah tersebar diberbagai wilayah dan membentuk cabang Qoryah Thayibah. Salah satu diantaranya adalah Qoryah Thayibah Mawadah Warrohmah, di mana kegiatannya berada di kampung Jagalan.

    Saat ini, Qoryah Thayibah tidak hanya berfokus pada kegiatan mengaji dan dakwah, namun juga mengupayakan kegiatan sosial, yaitu bakti sosial dan kepedulian terhadap para anggota dan masyarakat sekitar yang mempunyai potensi usaha. Qoryah Thayibah turun tangan membantu mereka dalam mengembangkan usaha kecil/home industry makanan khas solo.

    Tim pengabdian masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, MM dan beranggotakan  Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak serta Lina Nur Ardila, S.E., M.Ak. memberikan pendampingan dalam pengelolaan usaha makanan khas Solo.

    Kegiatan yang diikuti oleh anggota Qoryah Thayibah Desa Jagalan Surakarta itu berfokus pada bidang usaha mikro kecil menengah (UMKM).

    Di kegiatan ini, Tim Dosen menjelaskan kepada para pelaku usaha mengenai wirausaha dan teknik meraih pasar, termasuk memberikan gambaran tentang analisis SWOT. Selanjutnya tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan manajemen keuangan untuk pelaku usaha agar mereka mengetahui pencatatan keseluruhan transaksi keuangan yang terjadi berkaitan dengan usahanya.

    Dengan hal ini, para pelaku usaha dapat melakukan analisa dan evaluasi dalam setiap periode tertentu. Pelatihan dan pendampingan terkait manajemen pemasaran juga dilakukan untuk membantu mereka mengembangkan strategi promosi yang tepat agar jangkauan konsumen semakin luas di luar Kota Surakarta.

    Dalam manajemen pemasaran, tim  memberikan pelatihan dan pendampingan berkaitan dengan kegiatan promosi melalui media online dan uji coba analisis SWOT. Melalui media online diharapkan memperluas jangkauan konsumen mengingat bahwa produk yang dihasilkan oleh pelaku usaha berupa makanan khas Solo yang berpotensi dapat dikenal dengan branding dan menjadi minat beli konsumen.

    Dengan pendampingan ini, diharapkan para pelaku usaha mendapatkan wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana menjadi wirausahawan yang mempunyai daya juang dan optimis akan keberhasilan setiap usaha yang dilakukan.

  • Studi Banding ke FEB UNS, Dekan FEB UNISBA: Kami melihat UNS adalah PTN yang Bagus dan Mapan

    Studi Banding ke FEB UNS, Dekan FEB UNISBA: Kami melihat UNS adalah PTN yang Bagus dan Mapan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi banding Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi dan Prodi Magister Akuntansi FEB Universitas Islam Bandung (UNISBA), Kamis 19 Januari 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Rombongan yang dipimpin oleh Dekan FEB UNISBA, Dr. Nunung Nurhayati diterima langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, Wakil Dekan Perencanaan Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, Kaprodi S1 Akuntansi, Agung Nur Probohudono, Ph.D., Kaprodi Magister Akuntansi,  Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., serta dosen Akuntansi, Dr. Eko Arief Sudaryono dan Dian Perwitasari, M.Si.

    Di awal sambutannya, Prof. Djoko memperkenalkan pimpinan dan dosen yang hadir menyambut  kedatangan rombongan FEB UNISBA.

    Selanjutnya, Prof. Djoko menyampaikan secara ringkas profil FEB. FEB memiliki 8 Program Studi (prodi), 4 Prodi S1 yakni Ekonomi Pembangunan, Manajemen, Akuntansi dan Bisnis Digital;  3 Prodi S2, Magister Akuntansi, Magister Manajemen dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan serta dan 1 Prodi S3, Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan peminatan Akuntansi, Ekonomi Pembangunan dan Manajemen.

    Dikatakan juga, Prodi S1 Bisnis Digital yang baru menerima satu angkatan namun peminatnya luar biasa.

    Lebih lanjut Prof. Djoko menyampaikan berbagai capaian akreditasi, nasional maupun internasional.

    Sementara itu, Dekan FEB UNISBA mengucapkan syukur dan merupakan suatu kebahagiaan FEB UNISBA diterima di FEB UNS.

    “Alhamdulillah kami bisa melakukan studi banding ke UNS. Kami melihat UNS adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang bagus dan mapan, sudah terakreditasi A atau unggul. Kami ingin belajar dan menambah ilmu khususnya Prodi Akuntansi dan Magister Akuntansi.” katanya.

    Disampaikannya, tim ingin tahu lebih detil terkait kurikulum OBE atau Outcome-Based Education yang pastinya telah diimplementasikan di UNS. OBE merupakan kurikulum yang fokus pada capaian pembelajaran dimana diharapkan mampu memenuhi aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap sesuai keadaan sosial, ekonomi dan budaya akademik.

    Tim juga ingin memperoleh pengetahuan terkait program fast track, program yang memungkinkan seorang mahasiswa bisa mengambil jenjang pendidikan yang lebih tinggi sebelum lulus dari jenjang sebelumnya.

    Diskusi yang berjalan sekitar dua jam dan diharapkan memberikan manfaat, memotivasi dan meningkatkan pengetahuan untuk meningkatkan kualitas akademik, khususnya di Prodi S1 Akuntansi dan Magister Akuntansi FEB UNISBA.

  • Siapkan Akreditasi LAMEMBA, Prodi Akuntansi Adakan Road to Accreditation: How to Get Outstanding Grade From LAMEMBA

    Siapkan Akreditasi LAMEMBA, Prodi Akuntansi Adakan Road to Accreditation: How to Get Outstanding Grade From LAMEMBA

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sbelas Maret (UNS) menggelar Road to Accreditation: How to Get Outstanding Grade From LAMEMBA, Rabu 14 Desember 2022 di UNS Inn Solo.

    Di kegiatan tersebut, Prodi menghadirkan Yudha Aryo Sudibyo, SE, M.Sc. Ak. Ph, D., CA, dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) untuk berbagi pengalaman dalam persiapan Akreditasi LAMEMBA.

    Di awal paparannya, Yudha menyampaikan materi sudah ada, tinggal bagaimana framing agar sesuai keinginan asesor. Asesmen lapangan berlangsung selama dua hari dengan berbagai kelengkapan dokumen yang harus dipersiapkan.

    Pada hari pertama asesmen lapangan dimulai dengan pembukaan, dilanjutkan sesi dengan pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS) yang dihadiri rektor, dekanat, ketua jurusan, koordinator program studi, tim Gugus Kendali Mutu (GKM) serta tim penyusun borang.

    Konfirmasi data dan informasi dalam Data Kuantitatif Program Studi (DKPS) dihadiri ketua tim penjaminan mutu universitas, menampilkan rencana pembelajaran secara singkat. Di sesi dengan pelaksana penjaminan mutu internal yakni pengecekan dokumen sambil mengalir

    Dikatakan juga untuk agenda dengan eksternal sesinya bisa diatur sedemikian rupa dan penggunaan ruangan secara panel.

    Pada hari kedua, penyampaian feedback oleh asesor dan penutupan.

    Lebih lanjut dijelaskan, dokumen evaluasi diri yang perlu disiapkan diantaranya MBKM, kelas internasional meliputi penggunaan bahasa, electronic book dan pertukaran pelajar; pendanaan untuk penelitian; Output kerjasama, misal terkait kerjasama pendidikan, penelitian, PKM, karena bisa terkait dengan keuangan dan sarana prasarana; Prestasi atau aktivitas mahasiswa di level internasional: pelatihan, kejuaraan, conference; Kolaborasi internasional dalam team teaching, tidak hanya kuliah umum. Exchange bisa dilakukan tidak harus secara in person.

    Untuk kelengkapan Data Kuantitatif Program Stud (DKPS) perlu disiapkan data  Kepegawaian meliputi konsep menggunakan dosen sebagai dosen tetap, latar belakang keahlian, Ekuivalen Waktu Mengajar Penuh (EWMP) diminta menunjukkan di prodi dan di luar prodi; Kepuasan pengguna: berkaitan dengan tim penjaminan mutu, ditanyakan betul kuesioner, hasil dan report, dicek di website; dan Luaran mahasiswa: conference, HAKI, kolaborasi dengan dosen.

    Ditegaskan, untuk mencapai unggul, harus lebih dari 18 unggul dari total 27 dimensi yang dipersyaratkan dalam Akreditasi LAMEMBA .

    Usai paparan, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil dari kegiatan ini diharapkan memberikan kemanfaatan yang lebih,  Prodi S1 Akuntansi semakin bersiap dalam menghadapi akreditasi LAMEMBA dalam waktu dekat ini. (Tetri)

  • Mahasiswa FEB UNS Juara 2 di National Accounting Competition

    Mahasiswa FEB UNS Juara 2 di National Accounting Competition

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara 2 pada National Accounting Competition (NAC) yang diselenggarakan di Universitas Muara Kudus. Ketiganya, Nur Pujiastuti, Sukma Mely Asmara dan Raditya Puspa Oksavina merupakan mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi FEB UNS.

    Ketua Tim, Nur Pujiastuti atau biasa dipanggil Puji menyampaikan  kompetisi yang digelar secara luring itu diikuti oleh 33 tim dari 17 universitas dan 9 provinsi di Indonesia. Tim berhasil melalui 4 babak kompetisi dengan persaingan yang sangat ketat.

    Di babak penyisihan, tim menyelesaikan 100 soal akuntansi pilihan ganda dan di babak mainround menyelesaikan soal individu pilihan ganda dan soal estafet uraian. Sementara itu pada babak semifinal mengerjakan soal studi kasus dan presentasi dengan topik Studi Kasus Audit Persediaan.

    Sesi Final Debat Mosi Impromptu

    Sedangkan di babak final yang diselenggarakan pada 19 Oktober 2022 lalu, tim beserta dengan finalis lainnya melalui tahapan debat mosi impromptu dengan judul: The Dead of Accounting,  Mengaburnya Marwah CSR dan Transfer Pricing.

    Ketiga mahasiswa tersebut, saat ini kuliah semester 7 dan sejak semester semester 4 sudah membentuk tim untuk mengikuti lomba-lomba yang dilaksanakan daring.  Namun tim hanya mencapai pada semi final.  Kebetulan di  semester ini, NAC dilaksanakan secara luring dan ketiganya mengambil kesempatan baik untuk  membawa piala di kompetisi itu.

    Menurut Puji, motivasi mereka mengikuti lomba ini adalah memberikan kenang-kenangan terbaik bagi FEB UNS.

     “Di awal, kami bertiga semangat untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan harapan besar dapat membawa piala bagi FEB, yang alhamdulillah akhirnya tercapai juga. Kapan lagi kami mengikuti perlombaan karena semester depan kami bertiga harus sudah fokus pada skripsi” ungkapnya gembira.

    Foto bersama pemenang lomba dan penyelenggara NAC 

    Anggota tim lain, Raditya mengatakan timnya sangat optimis untuk memenangkan kompetisi ini. Dari awal, sudah menargetkan bawa piala.   Dalam setiap babak yang dilalui, mereka selalu saling menguatkan dan saling memberikan kepercayaan satu sama lain dan yakin akan bisa melewati setiap babak dengan baik.

    Disamping rasa optimis untuk dapat membawa piala, mereka juga terus berdoa dan bertawakal kepada Allah atas semua yang telah diupayakan.

    Bagi Sukma, mengikuti kompetisi seperti NAC ini memberikan banyak pengalaman berharga. Untuk mencapai sebuah prestasi memang tidak mudah dan akan banyak tantangan namun kita harus tetap semangat.

    Menurutnya, selain menuntut ilmu di bangku kuliah, mahasiswa juga harus mengembangkan diri, mengukir prestasi dengan mengikuti berbagai kompetisi. Berbagai fasilitas telah disediakan oleh pihak kampus dan mahasiswa harus  bisa memanfaatkan sebaik-baiknya.

    Foto bersama Pimpinan Universitas Muara Kudus

     “Tim kami juga pernah gagal dalam beberapa perlombaan, tapi dengan kegagalan itu, kami jadikan motivasi untuk mengevaluasi  diri dan melakukan usaha yang lebih baik lagi di kesempatan mendatang. Dalam menjalani proses,  selain usaha, kita juga harus berdoa. Tuhan akan memberikan sesuai dengan apa yang sudah kita lakukan. Tuhan akan memberi bukan karena siapa kita tapi karena Tuhan itu Maha Pemurah dan Penyayang” pungkasnya. (Tetri)

  • 6 Pemateri International Academic Webinar Bahas Digital Transformation

    6 Pemateri International Academic Webinar Bahas Digital Transformation

    Dalam rangka Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program, Faculty of Accountancy Universiti Teknologi MARA (UiTM), Sarawak, Malaysia bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan webinar internasional, Jum’at 11 November 2022.

    Webinar yang bertajuk International Academic Webinar “Digital Transformation” menghadirkan enam pembicara, dua diantaranya adalah Dosen FEB UNS, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak (FEB UNS), Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D (FEB UNS), Yussri Sawani (UiTM Sarawak), Assoc. Prof. Dr. Mazurina Mohd Ali (UiTM Puncak Alam), Puan NJH. Imilia Ibrahim (UiTM Sarawak), dan Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad (Universiti Utara Malaysia).

    International Academic Webinar yang digelar melalui Zoom Cloud Meeting dibuka dengan sambutan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak dan Kaprodi S1 Akuntansi FEB UNS,  Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Dekan FEB UNS saat memberikan sambutan

    Pemateri pertama, Yussri Sawani menyampaikan materi terkait penerapan poin-poin Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals-SDG) di perguruan tinggi, dengan materi berjudul Online SDG Reporting of Higher Education.

    Kaprodi S1 Akuntansi FEB UNS,  Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA. saat beri sambutan

    “Dengan acara ini semoga kita dapat mempersiapkan mahasiswa dengan pengetahuan terkait SDG, sehingga di masa depan akan muncul generasi hijau yang berpengetahuan luas,” ungkap Yussri dihadapan lebih dari 100 peserta webinar.

    Pembicara kedua, Assoc. Prof. Dr. Mazurina menyampaikan materi bertajuk, ‘Digital Transformation in Accounting,’ yang membahas secara mendetail terkait perkembangan teknologi terkini yang dapat mendukung profesi akuntan, serta tantangan yang muncul.

    Materi yang disampaikan meliputi efek dari transformasi digital pada profesi akuntan, peluang, tantangan, serta perkembangan di masa depan.

    Materi ketiga berjudul Digital Transformation: Sustaining Institutional Memory, disampaikan oleh Puan NJH. Imilia Ibrahim, yang membahas mengenai cara menjaga pengetahuan dalam sebuah institusi di era transformasi digital. Dijelaskan, transformasi digital merujuk pada penggunaan teknologi digital ketimbang proses bisnis normal, dengan tujuan untuk mengembangkan proses bisnis melalui teknologi digital.

    Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D saat paparkan materi

    Assoc. Prof. Dr. Natrah Saad, menyampaikan materi berjudul Digital Transformation: The Effect on Teaching and Learning.

    Sementara itu, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak memaparkan materi berjudul ‘Digital Transformation to Accelerate SDGs Impact’.

    Dr. Taufiq merinci bagaimana enam perspektif transformasi digital yang dapat mempercepat penerapan SDGs. Keenam perspektif tersebut antara lain adalah sumber daya manusia (human capital), energi terbarukan, smart cities, smart industry, pertanian digital (digital agriculture), dan pemerintahan digital (digital government).

    Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D saat paparkan materi

    “Sebelumnya kita mengenal Millennium Development Goals (MDGs) yang khusus diperuntukkan bagi negara-negara berkembang. Nah, sekarang MDGs tersebut digantikan dengan SDGs yang tidak lagi terbatas untuk negara berkembang, tapi juga berlaku untuk negara maju (developed countries). Sehingga semua negara di dunia wajib menerapkan SDGs yang penting untuk mentransformasi kondisi dunia menjadi lebih berkelanjutan (sustainable),” jelas Dr. Taufiq di awal paparan materi.

    Pembicara terakhir, Putra Pamungkas, M. Rech.,Ph.D dengan materi berjudul Sustainable Finance Digital Transformation and Climate Changes, yang mencakup SDGs dan sustainable finance (keuangan berkelanjutan) serta peran digital transformasi dalam implementasi green economy oleh sektor UMKM.

    Dalam paparan tersebut, Dr. Putra juga memaparkan hasil riset yang telah dilaksanakan di sektor UMKM di Indonesia yang melibatkan lebih dari 2000 usaha mikro dan kecil.

    “Dalam riset ini kami menemukan bahwa selama masa pandemi, usaha mikro dan kecil dengan penjualan dan pendapatan yang besar, memiliki kemungkinan untuk mengadopsi teknologi digital yang lebih tinggi. Kami juga menemukan bahwa transformasi digital di usaha mikro dan kecil memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap implementasi green economy,” jelas Dr. Putra.

    Agenda Webinar yang menjadi bagian dari Malaysia-Indonesia Inbound dan Outbound Program tersebut ditutup dengan sesi kuis interaktif melalui platform quizizz. (Tetri & Aulia)

     

  • Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi Sampaikan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor

    Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi Sampaikan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor

    Dua Profesor Universitas Sebelas Maret (UNS) yang telah memasuki masa purnabakti, Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak dan Prof. Dra. Soeparmi, M.A.,Ph.D menyampaikan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor, Selasa, 8 November 2022.

    Prof. Bambang Sutopo menyerahkan tongkat estafet kepada Taufiq Arifin, Ph.D

    Di kegiatan yang digelar secara hybrid, luring di Ruang Sidang 2 UNS dan daring melalui Zoom Meeting dan Channel Youtube UNS, Prof. Bambang Sutopo menyampaikan Orasi Kehormatan dengan judul Penelitian Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret: Prestasi Tantangan dan Peluang. Sedangkan Prof. Dra. Soeparmi, M.A.,Ph.D. dengan judul Pembelajaran Berbasis Riset di Perguruan  Tinggi.

    Usai menyampakan orasi, kedua profesor menyerahkan tongkat estafet perjalanan pengabdian di UNS kepada kolega muda. Prof. Bambang Sutopo menyerahkan kepada Kolega Muda Taufiq Arifin, SE, M.Sc., Ph.D., Ak., sedangkan Prof. Soeparmi menyerahkan kepada Kolega Muda Mohtar Yunianto, S.Si., M.Si.

    Prof.Drs. Suranto, M.Sc, Ph.D., Ketua Dewan Profesor UNS dalam sambutannya menyampaikan  ucapan selamat dan rasa bangga karena Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi, para senior telah memasuki masa purnabakti setelah mengabdikan sekian tahun lamanya di UNS.

    Prof. Soeparmi menyerahkan tongkat estafet kepada Mohtar Yunianto, M.Si

    “Kegiatan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor UNS  adalah budaya akademik yang kita kembangkan kepada civitas akademika di UNS bahwa seorang profesor yang telah genap 70 tahun beliau bekerja di UNS akan kita adakan sebuah acara yaitu purnabakti profesor” ungkapnya.

    Prof. Suranto., Ketua Dewan Profesor UNS saat memberikan sambutan

    Selanjutnya dikatakan, istilah ini hanya digunakan khusus di Dewan Profesor. Bahkan di sebuah peraturan UNS, Prof. Suranto secara khusus meminta kepada Ketua Senat Akademik agar istilah purnabakti profesor jangan diganti dengan purnatugas. Kalau purnatugas itu untuk seluruh pegawai, seluruh dosen, tapi kalau purnabakti spesial untuk Dewan Profesor.

    Menurutnya, istilah purnabakti ini hanya terjadi dan hanya untuk para profesor yang memasuki masa pengabdiannya 70 tahun. satu pasal khusus yang dimintakan kepada Ketua Senat untuk tidak diubah.

    Di kegiatan ini, para profesor yang memasuki purnabakti dimohon untuk memberikan orasinya dan menyerahkan tongkat estafet kepada juniornya.

    “Kami sowan kepada beliau untuk memberikan orasi, bukan pengukuhan tapi orasi kehormatan sehingga lebih luwes, apakah kemudian akan bercerita tentang pengalamannya selama beliau mengabdi di UNS dan yang istimewa pada saat ini adalah beliau akan menunjukkan kepada kita juniornya yang akan kemudian terus mengembangkan keilmuan” jelasnya.

    Prof. Ahmad Yunus menyampaikan Sambutan Rektor

    Rektor Universitas Sebelas Maret dalam naskah sambutannya yang dibacakan oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS menyampaikan kepada seluruh undangan bahwa pensiun biasanya identik dengan tidak produktif atau waktunya beristirahat menikmati masa tua.

    Namun menurut hemat Rektor, pensiun bukanlah akhir dari segala-galanya dan bukan masa yang menakutkan kalau memang pensiun dimaknai sebagai batas berhenti beraktivitas dan beristirahat saja. Jangan pernah pensiun, namun kalau pensiun itu berarti berhenti mengerjakan rutinitas yang membosankan dan mulai melakukan hal-hal yang membuat Bapak Ibu senang, bahagia dan merasa berarti, maka pensiunlah secepatnya.

    Tamu Undangan Orasi Penghormatan Purnabakti Dewan Profesor

    Banyak dari kita, contoh-contoh di dalam dan di luar sana justru mulai berkarir lagi setelah memasuki masa pensiun.

    Selanjutnya disampaikan, orang tua bukanlah orang sakit yang perlu mengurangi aktivitas dan terus-menerus beristirahat. Pikiran sebagaimana otot kita juga perlu selalu dilatih dan dirangsang sehingga tetap aktif tetap terpelihara dengan baik.

    Rektor juga memberikan contoh bagaimana  Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi meskipun sudah memasuki usia 70 tahun tetapi tetap mampu berpikir dengan jernih dan tajam. Keduanya juga inovatif, tetap aktif, mandiri, produktif dalam berkarya serta rajin menjalani aktivitasnya sebagai dosen yang tidak hanya mengajar tetapi juga membimbing, meneliti, menguji mahasiswa di berbagai jenjang pendidikan S1, S2, S3 dan profesi.

    Mental kita sebenarnya bekerja berdasarkan siklus tertentu. Kita akui bahwa berbagai kebiasaan beraktivitas yang selama ini telah kita jalankan secara rutin puluhan tahun, ketika memasuki masa purnabakti, pikiran dan tubuh kita akan memerlukan usaha untuk membentuk pola kenyamanan yang baru.  Namun Rektor percaya, Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi tidak akan terkendala dalam menyesuaikan ritme kehidupan baru.

    Di akhir sambutannya, Rektor mengucapkan selamat dan sukses kepada Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi yang telah memasuki masa purnabakti. Kedua profesor telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, keteladanan dan pengabdian yang luar biasa demi kemajuan UNS.

    Sebagai salah satu bentuk komitmen UNS dan penghargaan atas jasa Prof. Bambang Sutopo dan Prof. Soeparmi, Rektor mengajak kedua profesor untuk mengabdikan ilmunya dan tenaganya sebagai guru besar ber-NIDK di FEB dan FMIPA UNS. (Tetri)