FEB

Kategori: s1_ep

  • Grup Riset Monetary and Fiscal Studies  Dampingi Petani Desa Japeledok, Buat Pupuk Mandiri

    Grup Riset Monetary and Fiscal Studies Dampingi Petani Desa Japeledok, Buat Pupuk Mandiri

    Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas yang menjadi kewajiban dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Untuk menunaikan salah satu tri dharma tersebut dilaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian dalam hal menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan masyarakat.

    Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Ekonomi Pembangunan dan Grup Riset “Monetary and Fiscal Studies” Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pendampingan pembuatan pupuk secara mandiri di Desa Japeledok, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang.

    Kegiatan terlaksana pada tanggal 27 April 2023 yang bertempat di Balai Desa Japeledok, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang.

    Kegiatan yang diketuai oleh Dr. Tetuko Rawidyo Putro, S.E., M.Si, selaku ketua pelaksana Tim Pengabdian Masyarakat Grup Riset “Monetary and Fiscal Studies”  tersebut bertujuan untuk mendukung terbentuknya keahlian masyarakat agar dapat menciptakan pupuk secara mandiri, efektif dan efisien.

    “Petani di Desa Japeledok sangat perlu untuk menghasilkan produk pupuk secara mandiri agar hasilnya bisa maksimal” ungkapnya.

    Menurutnya, terdapat permasalahan yang dimiliki oleh petani yaitu kurang efektif dan efisiennya pupuk yang ditawarkan di pasar yang berdampak pada kurang maksimalnya hasil dari pertanian pada Desa Japeledok. Untuk itu, tim perlu secara intensif memberikan pendampingan kepada para petani.

    Ahmad Ariq, Ketua Karang Taruna Desa Japeledok menyampaikan terimakasih kepada para tim pelaksana yang telah membantu para petani untuk dapat menghasilkan produk pupuk secara mandiri.

    Dengan adanya pendampingan tersebut maka hasil dari pertanian di Desa Japeledok akan lebih efektif dan efisien.

  • Prodi S1 Ekonomi Pembangunan Adakan Kuliah Tamu Ekonomi ASEAN

    Prodi S1 Ekonomi Pembangunan Adakan Kuliah Tamu Ekonomi ASEAN

    ASEAN atau Association of Southeast Asian Nations (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) merupakan organisasi yang bertujuan untuk memajukan dan mensejahterakan negara di wilayah Asia Tenggara.

    Negara anggota ASEAN yaitu Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Brunei Darussalam, Vietnam, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Timor Leste. Berdirikan 8 Agustus 1967 oleh 5 negara, yakni Indonesia, Malaysia, Singapura, Filipina, dan Thailand.

    ASEAN berangkat dari kesamaan sebagai negara yang pernah dijajah, kecuali Thailand. ASEAN akan memperkuat kedaulatan ekonomi, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan ekonomi digital di kawasan ASEAN.

    Paparan itu disampaikan Drs. Heru Wicaksono, M.M. , Diplomat yang juga Alumni FEB UNS pada Kuliah Tamu Ekonomi ASEAN yang bertemakan Dinamika Ekonomi ASEAN: Jaringan Dan Kerjasama, Senin, 05 Juni 2023 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS

    Kuliah Tamu yang diselenggarakan Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dimoderatori oleh Lukman Hakim S.E, M.Si., Ph.D, Dosen FEB UNS.

    Lebih lanjut dikatakan, pada tahun 2023, Indonesia menjadi ketua ASEAN. Hal ini bisa menjadi momentum untuk bisa memperluas dan menggaungkan dedolarisasi guna melepaskan diri dari ketergantungan negara adikuasa.

    “Indonesia sebagai Ketua fokus memperkuat ASEAN menjadi kawasan ekonomi yang tumbuh cepat, inklusif, dan berkelanjutan, sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia, diperjuangkan dengan cara “ASEAN way” yang sejalan prinsip Piagam ASEAN. Peaceful solution, No interverence, no confrontation, saling menghormati, Kerjasama, dialog, konsesus, soft diplomacy” jelasnya.

    Sementara itu, dikatakan Indonesia dan Thailand merupakan dua negara utama di ASEAN. Hubungan baik selama ini merupakan aset bagi kedua negara untuk terus maju dan berkontribusi siginifikan terhadap kawasan.

  • Riset Group Green Economy dan Sustainable Development  FEB Hadirkan Tiga Narasumber di Webinar Internasional

    Riset Group Green Economy dan Sustainable Development  FEB Hadirkan Tiga Narasumber di Webinar Internasional

    Komitmen dalam pengembangan pariwisata, terutama komitmen pemimpin, sangatlah penting. Dalam hal pemberdayaan masyarakat terkait industri pariwisata, terdapat banyak metode yang dapat diterapkan atau disarankan kepada pelaku usaha pariwisata.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Dwi Marhen Yono, S.STP, M.Si., Direktur Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI, pada event webinar internasional ‘Exploring the Potential of International Tourism Development Through Community Empowerment and Local Wisdom,’ pada Kamis, 25 Mei 2023.

    Webinar internasional tersebut diselenggarakan oleh Riset Group Green Economy dan Sustainable Development Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Tiga pembicara tamu hadir yakni Dwi Marhen Yono, S.STP, M.Si. (Direktur Pemasaran Pariwisata Kemenparekraf RI), Prof. Madya Dr. Norlida Hanim Mohd Salleh (Universiti Kebangsaan Malaysia), dan Dr. Nurul Istiqomah, S.E.,M.Si (EP FEB Universitas Sebelas Maret).

    Selain menyampaikan materi terkait pemulihan sektor pariwisata dan rencana pengembangan pariwisata Indonesia, Dwi Marhen juga menjelaskan proses sertifikasi halal yang telah dicanangkan oleh pemerintah. Hal tersebut diungkapkan pada sesi tanya jawab bersama peserta webinar.

    Pembicara kedua, Assoc. Prof. Dr. Norlida Hanim menyampaikan materi berjudul ‘Rural Tourism: How Could Local Communities Develop Their Local Wisdom as Economic Values?’

    Merespon materi yang telah disampaikan oleh Marhen, Prof. Norlida setuju bahwa saat ini wisata budaya telah menjadi permintaan masyarakat. Lebih lanjut, beliau kemudian menjelaskan aspek-aspek yang dibutuhkan untuk mengembangkan pariwisata pedesaan dan tantangan yang dihadapi.

    “Perkembangan ini (sektor pariwisata) butuh peran pemerintah. Diperlukan pula pertimbangan terkait faktor kearifan lokal, dukungan lingkungan, perencanaan, dan perencanaan lain dari sektor internal masyarakat,” jelas Prof. Norlida, selaras dengan pernyataan Marhen.

    Paparan materi berlanjut ke pemateri ketiga, yaitu Dr. Nurul Istiqomah berjudul ‘Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan’ sekaligus mewakili RG Green Economy dan Sustainable Development.

    Dalam paparannya, Dr. Nurul berfokus pada penerapan pariwisata berkelanjutan pasca pandemi Covid-19. Diungkapkan bahwa pariwisata Indonesia tumbuh dengan cepat setelah pandemi. Hal ini terbukti dengan Global Tourism Index dari Indonesia yang naik di tahun 2021.

    “Perbedaan dari pariwisata berkelanjutan dan pariwisata konvensional adalah keterlibatan stakeholder. Dalam pariwisata konvensional, pembangunan ataupun pengembangan hanya melibatkan pelaku sektor pariwisata, seperti manajer ataupun pengelola situs wisata. Sementara pada pariwisata berkelanjutan, semua stakeholder daerah wisata dilibatkan dalam proses pengelolaan wisata, termasuk pula para pelancong yang mengunjungi lokasi wisata,” jelas Dr. Nurul.

    Dosen Prodi S1 EP tersebut kemudian menjelaskan bahwa meskipun indeks pariwisata Indonesia naik, namun indikator pariwisata berkelanjutan belum banyak diperhatikan. “Untuk mengurangi dampak negatif dari sektor pariwisata, termasuk kerusakan alam, terdapat konsep carrying capacity.

    Seperti yang telah dijelaskan oleh pemateri sebelumnya, yaitu perhitungan yang digunakan untuk membatasi jumlah pengunjung sehingga dapat meminimalkan efek negatif. Konsep ini diterapkan, contohnya, di daerah wisata Raja Ampat, yang memang didesain sedemikian rupa, sehingga jumlah pengunjung terbatas dan untuk mengurangi kerusakan lingkungan,” ungkapnya.

    Menutup jalannya acara, Prof. Izza Mafruhah, Ketua RG Green Economy dan Sustainable Development, menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pembicara yang telah hadir, dengan harapan agar sektor pariwisata dapat menjadi ‘bisnis kebahagiaan’ tidak hanya untuk para turis namun juga masyarakat sekitar.

  • Prodi EP Hadirkan Visiting Lecturer, Diskusikan Riset

    Prodi EP Hadirkan Visiting Lecturer, Diskusikan Riset

    Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kedatangan Prof. Hurng-Jyuhn Wang dari National Dong Hwa University dan Prof. Doo Chul Kim dari Okayama University, Kamis 2 Maret 2023.

    Kunjungan keduanya diterima oleh Kepala Prodi (Kaprodi)  Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Dosen dan Mahasiswa EP di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kedatangan Prof. Wang dan Prof. Kim dalam rangka diskusi membahas riset yang pernah dilakukan keduanya yakni rural development pada negara vietnam, juga pengentasan kemiskinan.

    Diskusi yang dipandu oleh Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Dosen FEB UNS berlangsung aktif, banyak peserta yang bertanya tentang pengalaman penelitian oleh keduanya.

    Disela-sela diskusi, kedua pembicara memberikan apresiasi yang baik kepada Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D karena berinisiatif mengadakan acara tersebut.

    Kedua pembicara juga menyambut hangat para peserta yang tertarik untuk melanjutkan studi di masing-masing kampusnya.

    “Kerjasama yang kedepannya akan kita lakukan bersama akan mampu menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Tak sabar menunggu teman-teman untuk kita berkolaborasi bersama.” Tutur Prof. Hurng-Jyuhn Wan.

    Acara ditutup oleh Bhimo Rizky Samudro, Ph.D dengan ucapan terimakasih kepada para pembicara karena telah meluangkan waktu untuk datang berdiskusi bersama.

  • Prodi S1 EP Sosialisasikan MBKM kepada Mahasiswa

    Prodi S1 EP Sosialisasikan MBKM kepada Mahasiswa

    Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan (EP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sosialisasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) kepada mahasiswa EP khususnya semester 4, Selasa, 28 Februari 2023 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kegiatan ini diadakan untuk mempersiapkan mahasiswa agar memahami bagaimana alur, prosedur dan dinamika proses MBKM pada Prodi S1 EP.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Kepala Prodi S1 EP menjelaskan Program MBKM yang dirancang oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) bertujuan untuk memberikan kebebasan dan otonomi kepada lembaga pendidikan dan merdeka dari birokratisasi dan dosen dibebaskan dari birokrasi yang kompleks, serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D., Kepala Prodi S1 EP

    Beberapa program MBKM yang dicanangkan Kemendikbudristek yakni pertukaran mahasiswa, studi/proyek mandiri, kewirausahaan, penelitian, program kemanusiaan, pengembangan desa, magang dan program mengajar di sekolah.

    Prodi EP telah memfasilitasi mahasiswa untuk kelancaran program MBKM yang diikutinya.

    “Kami dari prodi selalu memfasilitasi para mahasiswa yang akan melakukan program MBKM agar dapat meningkatkan kualitas dan kemampuan dari tiap individu mahasiswa” tuturnya.

    Dalam perkembangannya, prodi S1 EP telah  mengirimkan mahasiswa (outbound) melalui program Permata Sakti, menerima mahasiswa (inbound) melalui program internal dengan Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UNS mata kuliah ESDM.

    Selain itu, Prodi S1 EP telah melakukan Kerjasama reciprocal,   pertukaran mahasiswa (inbound-outbound) dengan EP FEB UB, EP FEB UNEJ, EP FEB UNSOED, EP FEB UNNES. Prodi EP juga menerima mahasiswa (inboud) dari kerjasama reciprocal dengan EP FEB UNLAM dan juga mengikuti program MBKM Permata Merdeka.

    Lebih lanjut, Kaprodi EP menjelaskan Sistem Kampus Merdeka Prodi S1 EP yang telah di susun prodi untuk memfasilitasi mahasiswa.

    Peserta Sosialisasi: Mahasiswa Semester 4 Prodi S1 EP 

    Sebagai contoh, dalam pertukaran pelajar, Prodi S1 EP memilih bentuk proses belajar MBKM dengan model non blok. Pada model ini prodi menawarkan Mata Kuliah Umum (MKU) dan mata kuliah keprodian tingkat dasar di semester 1 dan 2.

    Pada semester 3 dan 4 prodi menawarkan matakuliah keprodian level menengah, selanjutnya pada semester 4,5,6 mahasiswa memperoleh hak mengambil mata kuliah di luar prodi, baik pembelajaran diluar perguruan tinggi (PT)/magang (semester 5 dan 7) dan pembelajaran di prodi lain dalam PT yang sama (semester 6). Mahasiswa kembali ke prodi di semester 8 untuk menyelesaikan skripsi.

  • Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi Pembangunan Beri Pendampingan Peternak Ikan Desa Trenceng

    Tim Pengabdian Masyarakat Prodi Ekonomi Pembangunan Beri Pendampingan Peternak Ikan Desa Trenceng

    Kegiatan pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan tugas yang menjadi kewajiban dosen dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Untuk menunaikan salah satu tri dharma tersebut dilaksanakan kegiatan yang berkaitan dengan kepedulian dalam hal menyumbangkan pikirannya bagi kemajuan masyarakat.

    Tim Pengabdian Masyarakat Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan pendampingan pembuatan pakan ikan secara mandiri di Desa Trenceng, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan terlaksana secara baik selama kurang lebih satu tahun pada tahun 2022.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB

    Kegiatan yang diketuai oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS tersebut bertujuan untuk mendukung terbentuknya keahlian masyarakat agar dapat menciptakan pakan ikan secara mandiri, efektif dan efisien.

    “Peternak di Desa Trenceng sangat perlu untuk menghasilkan produk pakan ikan secara mandiri agar hasilnya bisa maksimal” ungkapnya.

    Menurutnya, terdapat permasalahan yang dimiliki oleh peternak yaitu kurang efektif dan efisiennya pakan yang ditawarkan di pasar yang berdampak pada kurang maksimalnya hasil dari ternak ikan pada Desa Trenceng. Untuk itu, tim perlu secara intensif memberikan pendampingan kepada para peternak.

    Khoirul Basor, Ketua Karang Taruna Desa Trenceng menyampaikan terimakasih kepada para tim pelaksana yang telah membantu para peternak untuk dapat menghasilkan produk pakan ternak ikan secara mandiri.

    Dengan adanya pendampingan tersebut maka hasil dari peternakan ikan di Desa Trenceng akan lebih efektif dan efisien. (Tetri)

  • Webinar Prodi EP Angkat Tema Ekonomi Eksperimental

    Webinar Prodi EP Angkat Tema Ekonomi Eksperimental

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Webinar Ekonomi Eksperimental pada Selasa, 20/12/2022 dengan menghadirkan Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof. Dr. Ir. Bambang Juanda, MS. sebagai narasumber.

    Webinar yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari dalam maupun luar UNS tersebut dibuka oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D, Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan (EP) FEB UNS.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D, saat memberikan sambutan

    Dalam sambutannya, Kaprodi EP menyampaikan Prodi EP telah beberapa kali menggelar kegiatan webinar yang mengeksplor beberapa cabang ilmu ekonomi. Diskusi-diskusi seperti ini akan terus digelar untuk menambah wawasan keilmuan bagi akademisi.

    Dalam materinya, Prof. Bambang menjelaskan Ekonomi Eksperimental berkembang bersamaan dengan behavioral economics karena kajiannya juga sama yang memasukkan aspek psikologi, emosi dan sosial (multidisplin).

    Prinsip dasar desain eksperimental sebenarnya ada tiga yaitu ulangan, pengacakan  dan kontrol lingkungan.

    Lebih lanjut Prof. Bambang menjelaskan perbedaan antara rancangan survei (survei design) dengan rancangan percobaan (experiment design).

    Prof. Bambang Juanda, narasumber

    Menurutnya, pada survei, peneliti bersifat pasif, peneliti hanya menentukan faktor yang diamati dan memeriksa ketelitiannya, penyebab perubahannya sulit diketahui, telaahannya bersifat enumeratif, cukup kuat dalam representasi karena umumnya didasarkan pada kondisi alami, serta membutuhkan volume data yang besar.

    Sebaliknya, dalam eksperimen peneliti bersifat aktif, memiliki keleluasaan untuk melakukan pengawasan terhadap sumber-sumber keragaman data. Peneliti juga dapat menciptakan jenis perlakuan yang diinginkan dan kemudian mengamati perubahan-perubahan yang terjadi pada responnya. Telaahnya bersipat analitis yang bertujuan untuk menjelaskan hubungan sebab akibat antar berbagai faktor.

    Perbedaan yang menonjol di antara kedua rancangan terletak pada proses mendapatkan data. Pada survei, data didapatkan dengan mengambil secara langsung dari lapangan, sedangkan data pada eksperimen belum tersedia sehingga perlu dilakukan percobaan terlebih dahulu untuk menghasilkan data.

    Narasumber juga memberikan ilustrasi rancangan percobaan berjudul “Mengkaji Pengaruh Informasi serta Jumlah Penjual dalam Transaksi Pasar.” Pada ilustrasi ini, diberikan tiga rancangan, yakni rancangan perlakuan, rancangan lingkungan, dan rancangan pengukuran. Rancangan perlakuan berkaitan dengan pembentukan perlakuan-perlakuan, rancangan lingkungan berkaitan dengan penempatan perlakuan-perlakuan pada unit-unit percobaan, sedangkan rancangan pengukuran berkaitan dengan pengambilan respons dari unit-unit percobaan. (Tetri)

  • Prodi EP adakan Monitoring, Follow Up dan Evaluasi Penyelenggaraan Kelas Internasional

    Prodi EP adakan Monitoring, Follow Up dan Evaluasi Penyelenggaraan Kelas Internasional

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Monitoring, Follow Up dan Evaluasi Penyelenggaraan Kelas Internasional, Selasa, 29 November 2022 di ruang Jodhipati, UNS Inn. Kegiatan ini diselenggarakan setelah sebelumnya diadakan Workshop Dosen dan Mahasiswa Kelas Internasional.

    Acara ini merupakan kelanjutan dari acara workshop namun lebih terfokus pada monitoring dan evaluasi bersama penyelenggaraan kelas internasional. Beberapa kemajuan dan kendala program disampaikan sampai dengan persiapan langkah ke depannya.

    Kepala Program Studi EP FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. menyampaikan secara detail latar belakang historis, rasionalitas dan proses perkembangan kelas internasional di prodi Ekonomi Pembangunan UNS.

    Dalam forum monev ini, Bhimo meminta masukan dan kritikan dari audiens yang didominasi oleh dosen pengajar kelas internasional. Salah satu usulan yang cukup baik adalah tentang sistem perekrutan mahasiswa, program insentif bagi dosen pengajar dan mitra yang relative sesuai dengan kapasitas mahasiswa program kelas internasional di UNS.

    Agenda monev berlangsung dalam bentuk diskusi ini berlangsung mengalir interaktif sehingga menghasilkan langkah teknis yang konstruktif. Sebagai resume, meskipun masih dalam tahap awal, namun semua dosen yang hadir cukup optimis akan ada proses kemajuan di tahun mendatang.

  • Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS Menerima Kunjungan PPIE Universitas Indonesia

    Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS Menerima Kunjungan PPIE Universitas Indonesia

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi (PPIE) Universitas Indonesia, Rabu, 16 November 2022 di ruang Teleconference Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kunjungan PPIE  UI yang dipimpin oleh Diah Widyawati, PhD dan didampingi Rus’an Nasrudin, PhD serta staf tendik Aini Luthfiyah diterima oleh Kepala Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan (EP), Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D dan tim.

    Diah Widyawati mengemukakan bahwa tujuan mereka mengunjungi Prodi EP FEB UNS adalah roadshow kerjasama publikasi artikel jurnal. Secara spesifik, mengemukakan kemungkinan saling bertukar artikel mahasiwa antar jurnal yang dimiliki UI, yaitu Jurnal Ekonomi Pembangunan Indonesia (JEPI) dengan Jurnal Ilmu Ekonomi dan Pembangunan (JIEP) dari Prodi EP UNS.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D, Kaprodi sekaligus Editor Chief JIEP menyambut baik tawaran dari UI sekaligus menjelaskan tentang posisi JIEP saat ini. Hal serupa ditambahkan oleh koordinator peminatan Ekonomi Pembangunan Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS, Tri Mulyaningsih, PhD  tentang kemungkinan pertukaran artikel terutama untuk kalangan mahasiswa pasca. Selain itu, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu mewakili Dosen Ekonomi Pembangunan UNS juga menyampaikan kemungkinan penulisan artikel secara bersama dari dosen prodi Ekonomi Pembangunan UNS dan UI.

    Kegiatan yang berlangsung dalam bentuk diskusi ini berlangsung akrab dan interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan bertukar cinderamata dan foto bersama. (Tetri)

  • Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UI, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UI, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Dalam rangka pengembangan kelas internasional, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kunjungan ke Universitas Indonesia (UI), Rabu, 9 November 2022.

    Kegiatan kunjungan yang dikemas dalam Focus Group Discussion (FGD) antara EP FEB UNS dan IUP Univeritas Indonesia dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Pusat Administasi Universitas Indonesia, Lt. 2.

    Dr. Isfandiarni, S.E., M.A. Koordinator IUP UI menyampaikan selamat datang kepada Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UNS,  Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.  dan tim.

    “Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNS untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UI dan UNS khususnya EP UNS” sambutnya

    Lebih lanjut, Dr. Isfa menjelaskan mengenai bagaimana perjalanan dan proses IUP UI untuk dapat sampai pada fase ini. Komitmen yang besar dari pimpinan UI menjadi salah satu kunci penting untuk dapat menjalankan program kelas internasional dengan baik.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, Vid Adrison, S.E., M.A., Ph.D. Berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama.