FEB

Kategori: s1_ep

  • Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UNAIR, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Prodi EP FEB UNS Kunjungi IUP UNAIR, Diskusikan Pengembangan Kelas Internasional

    Program Studi (Prodi) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kunjungan ke Universitas Airlangga, Senin, 7 November 2022. Kunjungan ini merupakan bagian dari pengembangan kelas internasional yang diinisiasi oleh Prodi Ekonomi Pembangunan sejak tahun 2020.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Kepala Program Studi (Kaprodi) Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. tersebut diterima oleh Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE.,M.Acc., M.Sc.,Ak, Koordinator Undergraduated Program (IUP) UNAIR dan juga beberapa pengelola IUP. Di kesempatan itu, digelar Focus Group Discussion (FGD) antara Prodi FEB UNS dan IUP UNAIR.

    Dr. Devi menyampaikan ucapan selamat datang kepada Kaprodi Ekonomi Pembangunan FEB UNS dan tim.

    “Selamat datang kami ucapkan, di kegiatan ini nanti kita akan berbagi, ada sesuatu yang kami miliki, dan ada sesuatu yang dibawa UNS untuk dibagi dan dibahas bersama, harapannya akan menjadi suatu bentuk kerja sama antara UNAIR dan UNS khususnya EP UNS” sambutnya. 

    Lebih lanjut, Ibu Devi menjelaskan mengenai bagaimana perjalanan dan proses IUP UNAIR untuk dapat sampai pada fase ini. Komitmen yang besar dari pimpinan UNAIR menjadi salah satu kunci penting untuk dapat menjalankan program kelas internasional dengan baik.

    Kegiatan yang dimoderatori oleh Kepala Prodi Ekonomi Pembangunan UNAIR, Rumayya, S.E., M.Reg. Dev., Ph.D. itu  berlangsung akrab dengan diskusi interaktif. Usai kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama. (Tetri)

  • RG Mikroekonomi Terapan FEB UNS Bahas Randomized Control Trial for Social Science dalam Inbound Scholar Webinar

    RG Mikroekonomi Terapan FEB UNS Bahas Randomized Control Trial for Social Science dalam Inbound Scholar Webinar

    Riset Grup (RG) Mikroekonomi Terapan, Program Studi (Prodi) S1 Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Tamu  bertajuk Webinar: Randomized Control Trial for Social Science, Rabu 26/10/2022 melalui Zoom Cloud Meeting.

    Webinar yang menghadirkan narasumber Dr. Sarah Dong dari Crawford School of Public Policy, Australian National University (ANU) merupakan rangkaian kegiatan dalam Skema Hibah Riset Internasional UNS.

    Dalam paparan materinya, Dr. Sarah menjelaskan tentang penggunaan teknik RCT khususnya dalam konteks kebijakan publik. Contoh, dari efek kontrafaktual, yaitu penelitian yang berusaha mengukur efek dan efisiensi dari kebijakan (bansos) ketika subjek penelitian menerima bantuan tersebut dibandingkan jika subjek tersebut tidak menerima bantuan.

    “Dalam konteks semacam ini, uji regresi OLS tidak dapat digunakan untuk menentukan efek kausal dari pemberian bantuan atau sebuah kebijakan,” terang Dr. Sarah.

    Lebih lanjut, Dr. Sarah menjelaskan mengenai proses penerapan dari RCT yang cenderung membutuhkan perencanaan lebih ekstensif. Secara garis besar perencanaan tersebut terbagi menjadi tiga langkah. Langkah pertama dari penerapan RCT adalah penentuan desain dari proses pengacakan, hal ini meliputi jumlah sampel, teknik pengacakan, serta pemeriksaan keabsahan pengacakan. Langkah kedua adalah intervensi, yang merujuk pada proses penggolongan subjek penelitian kedalam kelompok kontrol. Serta langkah ketiga adalah pengujian hasil, yaitu menggunakan uji statistik untuk menghitung efek perlakuan yang diterapkan.

    “Proses pengacakan bisa menjadi rumit, terlebih ketika proses tersebut dilakukan oleh pihak independen, yang prosesnya dapat melenceng dari tujuan penelitian,” jelasnya.

    Setelah penjelasan rinci mengenai proses RCT, Dr. Sarah menjelaskan contoh topik penelitian yang dapat menggunakan teknik RCT, serta proyek penelitiannya yang menerapkan teknik RCT.

    Di penghujung acara, Dr. Sarah mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan, banyak sekali pertanyaan yang diajukan oleh peserta. Peserta juga dapat menghubunginya melalui email apabila terdapat pertanyaan lebih lanjut terkait RCT. (Tetri & Aulia)

     

  • Dekan: Kuliah Perdana Luring di FEB Berjalan Lancar

    Dekan: Kuliah Perdana Luring di FEB Berjalan Lancar

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mulai melaksanakan perkuliahan secara luring atau tatap muka, Senin 22 Agustus 2022.  Sekitar 40-an kelas di sesi pertama terlihat mulai dipenuhi dengan aktifitas belajar mengajar, setelah hampir 2,5 tahun aktifitas perkuliahan dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19.

    Ditemui seusai berkeliling meninjau pelaksanaan perkuliahan luring, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D, Ak.,  Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa secara umum perkuliahan luring  atau tatap muka di FEB berjalan lancar. Hal ini dikarenakan sejak ada kebijakan akan diadakannya perkuliahan luring, FEB sudah mempersiapkan jauh-jauh hari.

    Perkuliahan luring mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease  (Covid-19), tertanggal 12 Juli 2022.

    Dosen dan mahasiswa bersiap memulai kuliah luring 

    “Syukur alhamdulillah, perkuliahan luring perdana hari ini berjalan dengan lancar. Masalah kecil tetap ada, tapi secara keseluruhan lancar, mulai dari distribusi ke kelas-kelas, properti yang ada di ruang kelas, laboratorium, toilet, tempat parkir, ruang tunggu serta formulir-formulir yang diperlukan untuk kuliah luring telah disiapkan dengan baik. Terima kasih kepada semuanya terutama tenaga kependidikan (tendik) FEB UNS yang telah bekerja keras untuk kelancaran perkuliahan luring” paparnya.

    Menurutnya, transfer “knowledge” lebih “enjoy” dilakukan dengan aktifitas perkuliahan luring, demikian juga untuk kegiatan diskusi-diskusi dan sebagainya. Para dosen dan mahasiswa akhirnya dapat berinteraksi langsung di kampus, mereka tampak gembira. Mahasiswa dan dosen bisa mengenal lebih dekat.

    Dekan juga berharap semoga pandemi segera berakhir. Meskipun saat ini belum 100% terlepas dari pandemi Covid-19 tapi kekebalan kita semoga mampu menanggulangi virus Covid-19.

    Sementara itu, seusai mengajar di ruang kelas 2203, Prof. Dr. Bandi, M.Si, Ak, Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia UNS, yang juga Dosen pengampu matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan melihat mahasiswa sangat antusias sekali mengawali perkuliahan luring hari ini.

    Sebelum memulai perkuliahan, Prof. Bandi melakukan tes untuk melihat sejauhmana pemahaman mahasiswa yang saat ini duduk di semester V.

    Dekan, dosen dan tendik berdiskusi di ruang transit

    “Saya tadi sebelum memulai perkuliahan matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan memberikan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa semester V yang selama lebih dari 2 tahun menerima materi secara daring, dan mahasiswa lemah dalam pemahaman materi, ini beban berat, kita perlu kerja keras” ungkapnya.

    Untuk mendorong agar mahasiswa memiliki pemahaman materi seperti yang diharapkan, selain di kelas, Prof. Bandi melalui WAG aktif  membimbing mahasiswa, memberikan penugasan.

    Prof. Bandi mengusulkan agar mahasiswa lebih banyak diberi tugas terutama untuk mahasiswa di semester III dan V yang memang sebelumnya belum pernah mendapatkan perkuliahan luring.

    Petugas siap melayani perkuliahan luring

    Setelah jam kuliah berakhir,  dua orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Prof. Bandi yakni Muhammad Risad dan Santi Wijayanti mengatakan sangat senang dengan dimulainya perkuliahan luring, lebih memberikan kenyamanan berinteraksi antara dosen dan mahasiswa.

    Saat perkuliahan daring kemarin, mereka memiliki keterbatasan berkomunikasi ataupun berdiskusi, baik dengan dosen pengampu maupun dengan sesama teman kuliah. Hal ini juga diiyakan oleh seluruh mahasiswa yang masih berada di ruang kelas itu.

    Menurut mereka, keterbatasan ini berdampak pada mahasiswa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan oleh dosen (Tetri).

  • Prodi EP dan BKF Rembug APBN: Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Prodi EP dan BKF Rembug APBN: Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan

    Kolaborasi antara Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Binis, Universitas Sebelas Maret (EP FEB UNS) Surakarta, bersama dengan PKAPBN, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Kementerian Keuangan RI, menghadirkan Ruang Rembug APBN, yang membahas KEM-PPKF 2023 bertajuk Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan. Acara diskusi tersebut dilaksanakan secara daring pada Kamis 16 Juni 2022.

    Agenda yang bertujuan untuk mengajak masyarakat untuk peduli pada penetapan APBN tersebut dibuka oleh Wahyu Utomo selaku Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (PKAPBN) BKF. Dalam sambutannya, Wahyu mengungkapkan tiga tujuan dari diadakannya Ruang Rembug APBN yaitu sebagai forum diskusi bersama akademisi demi mendapatkan pandangan dan kritik yang konstruktif dan solutif, forum penyampaian arah kebijakan fiskal di tahun 2023, serta sebagai forum silaturahmi dalam membangung kolaborasi antara BKF dengan akademisi untuk membangun komunikasi yang baik. “Mudah-mudahan diskusi ini dapat memunculkan ide yang konstruktif dan dapat berjalan lancar, demi masa depan negara yang lebih baik,” jelas Wahyu menutup sambutannya.

    Dipandu oleh Sidiq Suryo Nugroho selaku Analis Kebijakan Ahli Muda di BKF, acara yang merupakan agenda rutin BKF dengan sivitas akademika di Indonesia tersebut menghadirkan pemaparan materi dari dua narasumber yaitu Ahmad Ali Rif’an sebagai Analis Kebijakan Ahli Muda BKF, dan Dr. Mulyanto, ME, selaku dosen di Prodi EP FEB UNS.

    Materi pertama mengenai Kerangka Ekonomi Makro Indonesia 2023, disampaikan oleh Ahmad Ali Rif’an. Dalam paparan tersebut beliau menyampaikan beberapa poin penting yang melandasi penyusunan KEM-PPKF 2023 dengan tema Peningkatan Produktifitas Untuk Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan yang telah disampaikan oleh Kemenkeu ke DPR-RI, antara lain tujuan pembangunan nasional, arah strategi pembangunan nasional yang akan berfokus untuk mengarahkan produksi nasional pada peningkatan produksi yang inklusif dan berkelanjutan, serta perkiraan pertumbuhan ekonomi di tahun 2023. “Strategi yang harus diterapkan untuk dapat mencapai tujuan ini antara lain penguatan SDM, akselerasi infrastruktur, reformasi birokrasi, revitalisasi industri, dan ekonomi hijau,” jelasnya.

    Sementara itu, Dr. Mulyanto menambahkan dalam materinya bahwa BKF memiliki tugas besar yaitu untuk mengurangi defisit pendapatan negara di tahun 2023 serta pentingnya peningkatan kapasitas SDM. “Pandemi ini memberi pelajaran bagi kita semua. Semuanya dituntut untuk melek digital sehingga ini membutuhkan SDM yang unggul,” jelas Dr. Mulyanto.

    Lebih lajut beliau juga menjabarkan dasar-dasar hukum yang perlu diperhatikan dalam menyusun KEM-PPKF 2023 serta target pembangunan nasional. “Terima kasih, paparan ini bukan merupakan pembahasan karena, merupakan tugas yang berat bagi saya untuk dapat membahas (KEM-PPKF), namun, semoga dapat melengkapi informasi yang telah disampaikan oleh Bapak Ahmad Ali Rif’an,” tutup beliau.

    Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dimana terdapat bingkisan bagi sivitas akademika UNS yang bersedia menyampaikan pertanyaan atau berdiskusi secara langsung. (Tetri & Aulia)

  • Prodi Ekonomi Pembangunan Gelar Diskusi Kebangsaan Bertema Kajian Geopolitik Serangan Rusia dan Dampaknya bagi Indonesia

    Prodi Ekonomi Pembangunan Gelar Diskusi Kebangsaan Bertema Kajian Geopolitik Serangan Rusia dan Dampaknya bagi Indonesia

    Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Forum Diskusi Kebangsaan 5 secara daring dengan menghadirkan Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia,  Prof. Hikmahanto Juwana, SH, LL. M., Ph. D., Kamis 7 April 2022.

    Kegiatan yang diikuti sekitar 70-an peserta itu mengambil topik Kajian Geopolitik Serangan Rusia dan Dampaknya bagi Indonesia.

    Di awal presentasinya, Prof. Hikmahanto mengingatkan agar dalam kasus serangan antara Rusia dan Ukraina jangan menggunakan kata invasi,  karena  dengan kata “invasi” itu berarti kita sudah menghukum Rusia salah, sebaiknya menggunakan kata netral seperti ‘serangan’.  Indonesia jangan bertindak seperti Amerika Serikat (AS) yang menjadi polisi dan hakim dunia. AS menjadi Polisi sekaligus hakim atas tindakan negara lain namun tidak pada dirinya sendiri.

    Menurutnya, perang yang terjadi bukan perang antara Rusia dengan Ukraina melainkan perang antara Rusia dengan AS beserta NATO dimana Ukraina sebagai battle filed. AS hendak mendominasi dunia melalui projection military power dari militernya di setiap kontinen yaitu Eropa, Asia, Australia, Afrika dan benua Amerika Sendiri.

     “AS berperan sebagai polisi dunia, terlibat dalam konflik di berbagai belahan dunia. AS berperan sebagai hakim dunia menentukan siapa yang evil namun  AS tidak mau dipersalahkan bahkan bila kalah dalam sengketa yang dibawa ke lembaga penyelesaian sengketa internasional dengan mudah mengabaikan” ungkapnya.

    Meski AS dkk menghakimi serangan Rusia ke Donbass dan Kiev sebagai invasi, namun sebagaimana disampaikan oleh Presiden Putin dan Dubes Rusia untuk PBB operasi militer yang dilakukan adalah dalam rangka melaksanakan pasal 51 Piagam PBB. Oleh karena serangan militer ke Kiev bertujuan untuk menangkap dan menurunkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sehingga kebijakannya tidak pro AS dkk yang membahayakan eksistensi Rusia, apakah menghilangkan ancaman di beranda rumah tidak diperbolehkan? Rusia bisa beragumentasi AS pernah melenyapkan ancaman Uni Suvyet dalam insiden Bay of Pig.

    Ketika presiden menyampaikan “setop perang”, maka rujukan Presiden bila melihat Piagam PBB adalah pasal 2 ayat 3. Pasal tersebut menyebutkan “Semua negara wajib untuk menyelesaikan sengketa diantara mereka melalui cara-cara damai (peaceful means) sehingga tidak membahayakan perdamaian dan keamanan internasional dan keadilan.

    Apa yang menjadi pembelajaran bagi Indonesia? Pentingnya menjalankan politik luar negeri bebas aktif, merelevankan polurgi bebas aktif dalam situasi geopolitik yang bergejolak dan berubah dari waktu ke waktu dan tidak sekedar menjaga konsistensi pengambilan kebijakan politik luar negeri bebas aktif di masa lalu dengan situasi kondisi yang berbeda.

    Memastikan tidak mengekor AS, China maupun negara besar  lainnya dalam kebijakan luar negeri, seperti menjadi polisi atau hakim dunia, ataupun kebijakan luar negeri yang mementingkan diri sendiri dan bukan kerjasama.

    Tafsiran polurgi bebas aktif, polurgi diabdikan untuk kepentingan nasional. Semua negara adalah sahabat sampai dengan kepentingan nasional diganggu atau terganggu. Dalam situasi dua negara atau kelompok negara berhadap-hadapan, Indonesia harus menjaga  jarak yang sama dan memunculkan alternatif dari posisi yang saling berhadap-hadapan. Mengedapankan perdamaian dan kemanusiaan.

    Negara berperang hanya boleh dilakukan 2 hal, apabila dimandatkan membela dirinya sendiri dan bila mendapat serangan negara lain. Sehingga negara yang melakukan serangan, narasinya bukan melakukan invasi, tetapi dalam hal untuk membela diri atau dimandatkan oleh PBB. (Tetri)

  • FEB UNS Gelar Temu Kangen dengan Para Senior

    FEB UNS Gelar Temu Kangen dengan Para Senior

    Tim Bidang Pengabdian Internal dan Dharma Wanita Persatuan, Dies Natalis ke 46 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Atmaji, MM menggelar Temu Kangen dengan Senior FEB UNS di Pendopo Aula Suhardi atau Aula Gedung 3 FEB UNS, Sabtu, 5 Maret  2022.

    Kegiatan dihadiri oleh sejumlah Senior FEB diantaranya Bapak Tjilik Suwito, Bapak Soetantyo, Ibu Sri Suwarsi, Ibu GAA Susilowati, Bapak Darustam dan Ibu Mahastuti Agung.  Acara dikemas dalam suasana santai, riang penuh keakraban, mengingatkan kembali pengalaman saat terbentuknya FEB dengan berbagai cerita suka duka.

    Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M. Com, Ph,D., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting, mempertemukan antara senior dan yunior agar para yunior tahu dan memahami bagaimana FEB UNS didirikan, suka dukanya seperti apa. Ke depan, kita harus bisa hidup rukun, ayem tentrem dan berharap kegiatan seperti ini akan selalu menjadi agenda rutin.

    Dekan FEB UNS Saat Sambutan

    Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada para senior FEB yang telah memberikan pondasi yang kuat bagi kita semua sehingga FEB bisa mencapai seperti hari ini.

     “Terimakasih kepada para Bapak Ibu Senior yang telah menjadi peletak dasar berdirinya FEB, tanpa Bapak Ibu semua, FEB tidak akan bisa seperti ini. Dan untuk para yunior, jangan lupakan sejarah. Dari para senior, kita bisa mengetahui fakta sejarah bagaimana terbentuknya FEB UNS dengan segala perjuangannya. Dan ini harus dipahami oleh kita semuanya” tegasnya.

    Di acara tersebut, Dekan juga menyampaikan berbagai capaian prestasi yang telah diraih FEB UNS  hingga saat ini.

    Sejak tanggal 6 Oktober 2020, Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), berdasarkan Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2020 Tentang UNS PTN-BH,. Dengan status itu, kita harus masuk dalam 500 besar dunia, banyak hal yang harus kita kejar dan kita perjuangkan untuk mencapainya.

    “Alhamdulillah,  posisi FEB masuk peringkat +600 berdasarkan World Univerity Ranking (WUR) dan  UNS berada di ranking +1200. FEB juga telah membuka program kelas internasional dan sudah berjalan untuk Program Studi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan, FEB mendapatkan bantuan Matching Fund Kedaireka dengan tajuk Educamp Wisata Preneur, Prodi S1 EP FEB berhasil membangun program kerja sama dengan United Nation Development Program (UNDP) dan Prodi S1 Manajemen FEB berhasil memenangkan  Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka” urainya.

    Pemberian Tali Asih kepada Senior FEB

    Selanjutnya, di tahun 2022,  FEB akan mendirikan Prodi S1 Bisnis Digital dan akan membuka kelas Internasional untuk Prodi S1 Manajemen dan juga percepatan Lektor Kepala dan Guru Besar. Semoga FEB UNS akan semakin maju dan banyak menghasilkan profesor agar bisa memperkuat rangking kita ditingkat nasional dan internasional.

    Sementara itu, Dr. Atmaji, MM dalam laporan kegiatannya menyampaikan, acara Temu Kangen dengan Senior FEB ini merupakan agenda ketiga, setelah sebelumnya, tim melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah keluarga para Tokoh atau Pendiri FEB  dan juga ziarah makam. Acara-acara yang diselenggarakan juga atas kerjasama dengan alumni FEB UNS.

    Di Tanggal 23 Februari 2022 lalu, Tim bersama dengan Dharma  Wanita Unit Persatuan FEB melakukan silaturahmi ke keluarga Pendiri  FEB. Sehari sebelum kegiatan Temu Kangen ini, Tim juga melakukan ziarah ke lima makam para pendiri FEB.

    “Kelima Peletak Dasar FEB yang kami ziarahi tersebut,  akan diabadikan namanya menjadi nama gedung di FEB UNS meliputi: Gedung I, Soeharno TS, Gedung II, Djarwanto PS,  Gedung III, Suhardi, Gedung IV, Bachtiar Effendi dan Soedarah Soepono untuk nama Gedung V. Penamaan Gedung tersebut secara resmi telah tertuang dalam Keputusan Rektor UNS No 12/UN27/HK/2022 tanggal 4 Januari 2022 tentang Penamaan Gedung di Lingkungan Universitas Sebelas Maret Tahun 2022” jelasnya.

    Disampaikan juga, penamaan gedung dengan Nama Tokoh-Tokoh Pendiri FEB ini akan mengingatkan kita pada kegigihan para pendahulu kita yang telah berjuang dalam mendirikan FEB UNS.

    FEB saat ini sudah menorehkan banyak prestasi dan sudah dipandang dunia, semua prodinya sudah terakreditasi A, dan di bulan Maret ini kita akan berjuang untuk meraih Akreditasi Internasional AQAS. (Tetri)

  • RG Green Economy FEB UNS Kembangkan Wisata Ekologi dan Edukasi Waduk Kedung Ombo dengan Strategi 5 W  

    RG Green Economy FEB UNS Kembangkan Wisata Ekologi dan Edukasi Waduk Kedung Ombo dengan Strategi 5 W  

    Research Group (RG) Green Economy Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Sragen, Rabu, 22 September 2021.

    RG yang diketuai oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, dosen yang juga Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS itu melakukan edukasi dan pendampingan kepada perangkat desa Ngargosari Sragen dalam hal pengelolaan kawasan wisata WKO. Di kawasan ini, tim mengembangkan perpaduan antara ekologi dan edukasi tourism, sebuah konsep wisata yang memadukan antara pendidikan dan lingkungan.

    Prof. Izza menyampaikan, WKO merupakan salah satu waduk di Jawa Tengah yang berada di tiga kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali. Saat ini, WKO wilayah Sragen memiliki potensi yang sangat bagus dan luar biasa, khususnya di bidang ekologi yang akan bisa dikembangkan dan dipadukan dengan edukasi, namun selama ini belum di bangun dan masih belum dikelola dengan baik

    “Pembangunan kawasan wisata mempunyai lima aspek utama yaitu what to see, what to do, what to buy, what to arrive dan what to stay. Kelima aspek tersebut merupakan indikator yang akan membantu dalam pengembangan kawasan wisata WKO, khususnya yang ada di wilayah Sragen”, tuturnya melalui rilis yang diterima feb.uns.ac.id.

    Pada aspek what to see, apa yang akan dilihat di WKO. Potensi utama tersebut antara lain potensi perairan yang luas, kawasan berhutan yang hijau dengan pemandangan dan udara yang menyejukkan, potensi ini dikembangkan dengan bantuan indikator yang kedua.

    What to do,  melalui pengembangan untuk perikanan khususnya budidaya dengan menggunakan karamba, wisata kuliner, wisata memancing, wisata dan permainan air dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

    Potensi lahan yang cukup luas bisa dimanfaatkan untuk tanaman buah khususnya kelengkeng dan jambu kristal yang bisa tumbuh subur, camping ground, olah raga minat khusus terutama yang bernuansa out bond dan pembangunan gardu pandang dengan spot foto instagramable.

    Track yang sudah dibangun untuk jalan kaki dan bersepeda bisa ditambahkan dengan berbagai alat transportasi lain seperti bendi, kereta kelinci dan fasilitas lain yang memberikan kemudahan  bagi pengunjung untuk berkeliling.

    What to buy, outlet kuliner dan cindera mata bisa dikembangkan di sepanjang jalur track dan pinggiran waduk akan menarik wisatawan untuk dating dan juga menghidupkan ekonomi masyarakat.

    What to arrive, yaitu bagaimana pelaku usaha dan penggiat wisata merancang event berkala yang akan menarik minat pengunjung untuk datang, misalnya festival layang-layang, festival kuliner, festival perahu hias  maupun yang lainnya, sehingga pengunjung akan datang pada acara tersebut.

    Pada aspek terakhir yakni what to stay, saat ini penginapan bernuansa alam banyak diminati, dengan tenda, glamping justru  akan menarik masyarakat datang dari berbagai kalangan khususnya pelajar.

    Potensi lain,  Desa Ngargosari merupakan pengampu wilayah WKO Sragen sebagai salah satu desa melek internet yang dicanangkan oleh Kabupaten Sragen. Internet memberikan pengaruh bagi pengembangan kepariwisataan dan kemudahan untuk akses internet akan menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk hadir.

    Sementara itu, kelemahan utama WKO wilayah Sragen adalah kurang bagusnya akses menuju lokasi. Potensi dan kelemahan tersebut tentu membutuhkan rencana pengembangan dan upaya komprehensif yang dilakukan oleh berbagai stakeholder baik dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi maupun media.

    “Pemerintah memiliki tugas dan kewenangan dalam pembangunan sarana jalan dan fasilitas lain di lokasi WKO, pelaku usaha memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan kemenarikan WKO baik berupa event, fasilitas penunjang  dan kuliner, akademisi berkewajiban untuk melakukan penelitian dan pengabdian yang mendorong semakin hidup dan berkembangnya WKO, serta media bertugas menjadi corong promosi  bagi kawasan WKO” tegasnya.

    Kelima unsur yang disebut dengan pentahelix tersebut apabila bekerja dengan menyeluruh maka akan memberikan poin penting bagi pengembangan WKO sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik.

  • Sejumlah Mahasiswa Ikuti Pelatihan Startup Kewirausahaan

    Sejumlah Mahasiswa Ikuti Pelatihan Startup Kewirausahaan

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) yang terbagi dalam 2 kelas mengikuti Pelatihan Startup Kewirausahaan secara hybrid, luring di kelas 2202 dan 2203 serta daring melalui zoom meeting, Kamis 14/10/2021.

    Prof. Asri Laksmi Riani, M,Si, Ketua Laboratorium Kewirausahaan (Lab KWU)  dalam laporannya menyampaikan, kegiatan pelatihan ini  merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Lab KWU.

    “Pelatihan KWU akan berlangsung hingga pertengahan bulan November 2021. Aktifitas dimulai dengan perekrutan pelatihan KWU dari dosen FEB per program  studi, dilanjutkan kegiatan Trianing Of Trainer (TOT) dengan mengundang beberapa narasumber, penyusunan modul, pelaksanaan pelatihan, penyusunan proposal bisnis,  presentasi, pendampingan dan evaluasi”, ungkap Prof. Asri.

    Dikatakannya, dalam pelaksanaan pelatihan, ada 18 instruktur dari dosen  FEB UNS, 8 orang Tenaga Kependidikan dan mahasiswa yang berjumlah 29 orang. Dari 29 mahasiswa yang mengikuti pelatihan, 24 mahasiswa mengikuti secara luring dan 5 lainnya mengikuti secara daring. Mahasiswa terbagi dalam 6 kelompok dengan 3 bidang usaha yaitu fashion, kuliner dan kriya.

    Target kegiatan ini adalah pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS yaitu terdapatnya beberapa mahasiswa yang melakukan rintisan usaha baru dan kegiatan ini merupakan pilot project bagi kegiatan yang akan datang.

    Senada dengan Prof. Asri, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan, perguruan tinggi mendapatkan 8 tugas untuk pencapaian IKU, diantaranya adalah lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak atau berwirausaha atau melanjutkan studi. Dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satu programnya adalah KWU agar mahasiswa menjadi lulusan yang menciptakan lapangan kerja.

    Prof. Izza berharap, pelatihan yang difasilitasi oleh FEB UNS memberikan manfaat kepada mahasiswa,  membawa nilai plus, bukan hanya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan diberikan kepada seluruh peserta tapi nilai plus yang berkaitan dengan keilmuan, bagaimana strategi atau trik dalam berwirausaha. Untuk mengembangkan KWU, mahasiswa perlu berkolaborasi dengan fakultas-fakultas lain agar mendapatkan hasil yang  lebih baik.

    Sementara itu, Drs. Rohman Agus Pratomo, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaaan UNS mengapresiasi pelatihan KWU yang dilaksanakan FEB UNS secara hybrid. Dengan pelatihan KWU ini, mahasiswa diharapkan bisa berkompetisi di tingkat universitas dan juga di tingkat nasional.

    “Aktifitas KWU dirintis mulai dari sekarang, tahun depan mahasiswa ikut kompetisi di universitas, dan juga ke tingkat nasional. Perencanaan bisnisnya dibuat yang keren, diimplementasikan dan dikembangkan.  Setelah mahasiswa lulus bisa menjadi usahawan, jadi job creator bukan job seeker sehingga bisa menggandeng kawan, tetangga  dan seterusnya. Hal ini juga tentunya akan membanggakan institusi tempat belajar” pungkasnya. (Humas FEB)

  • 41 Tahun Mengabdi di UNS, Prof JJS Kontribusikan Kepakarannya  Dibidang Ekonomi Makro dan Ekonomi Pembangunan

    41 Tahun Mengabdi di UNS, Prof JJS Kontribusikan Kepakarannya  Dibidang Ekonomi Makro dan Ekonomi Pembangunan

    Dekan dan segenap Civitas Akademika Fakultas Ekonomi dan Binis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Prof. Dr. Julius Jhonny Sarungu, MS atau yang biasa disapa akrab dengan Prof. JJS atas kontribusi dan darmabaktinya selama mengabdi di FEB UNS.  Kami berharap dalam memasuki purnabakti, Prof.  JJS selalu sehat, tetap terus berkarya, dan bahagia bersama keluarga tercinta.

    Pernyataan itu disampaikan Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto., M.Com. (Hons), Ph.D, Ak. pada kegiatan Webinar Orasi Ilmiah Penghargaan Purnabakti Profesor yang diselenggarakan luring di Ruang Sidang IV UNS dan daring melalui Zoom Cloud Meeting,  Rabu, 29 September 2021.

    Dekan FEB Mengucapkan Terimakasih atas Pengabdian Prof. JJS

    Dikatakannya, sejak diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil pada tahun 1980, Prof. JJS melakukan pengabdian luar biasa terhadap UNS selama 41 tahun.

    “Ciri khas pria kelahiran Makale, Tana Toraja, Sulawesi Selatan, 11 Juli 1959 ini adalah jaket hitam dan saat mengajar selalu membawa kopi atau teh hangat. Prof JJS adalah dosen yang disiplin, ramah dan sabar. Menurut mahasiswanya, dalam mengajar pria berjaket hitam ini selalu menghargai pendapat dari mahasiswa. Tutur kata dan improvisasi saat mengajar membuat mahasiswa mudah paham dengan materi ajar. Pada saat membimbing tugas akhir, dengan sabar menjelaskan teori serta alur penulisan” jelasnya.

    Prof. JJS  lulus pendidikan Strata 1 dari Universitas Kristern Satya Wacana Salatiga di bidang studi ekonomi pada tahun 1977. Lulus pendidikan Strata 2 di Universitas Indonesia dengan bidang studi Kependudukan dan ketenagakerjaan di tahun 1991. Lulus pendidikan Strata 3 di Universitas Airlangga Surabaya di bidang studi Ilmu Ekonomi pada tahun 2001.

    Sebagai salah satu peletak dasar Fakultas Ekonomi khususnya di Program Studi Ekonomi Pembangunan, Prof. JJS pernah menjabat sebagai Sekretaris Jurusan Ekonomi Pembangunan, Asisten Direktur Bidang Akademik Program Studi MM (S2) dan Sekretaris II Program Doktor Ilmu Ekonomi (S3) Pascasarjana FEB UNS.

    Penyambutan Prof. JJS di Taman FEB Jaya

     

    Prof. JJS sangat menginspirasi yuniornya, telah berkontribusi di bidang keilmuan dan, puluhan tulisannya baik berupa buku text, artikel yang dimuat dalam jurnal Internasional Bereputasi, Jurnal Nasional terakreditasi maupun dalam bentuk prosiding. Karyanya menunjukkan kepakaran di bidang Ekonomi Makro dan Ekonomi Pembangunan. Dia juga aktif dalam organisasi keilmuan antara lain Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia dan Member of The Australian Development Studies Network, The ANU, Autralia. (Humas FEB).

  • Ketua OJK, Rektor UNS dan Dekan FEB UNS Tandatangani Prasasti, Resmikan Masjid Al-Latief FEB UNS

    Ketua OJK, Rektor UNS dan Dekan FEB UNS Tandatangani Prasasti, Resmikan Masjid Al-Latief FEB UNS

    Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Prof. Wimboh Santoso, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof. Jamal Wiwoho dan  Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS Prof. Djoko Suhardjanto menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Al-Latief FEB UNS, Jumat (1/10/2021).

    Dalam peresmian masjid itu, Prof. Wimboh, Prof. Jamal dan Prof. Djoko juga melakukan pengguntingan pita sebagai tanda bahwa Masjid Al-Latief sudah mulai bisa digunakan sebagai tempat beribadah khusus seperti sholat maupun aktifitas-aktifitas lain yang mendukung kepada peningkatan ibadah dan juga kesejahteraan masyarakat.

    Pengguntingan pita: Prof. Jamal, Prof. Wimboh, Prof. Djoko (dari kiri ke kanan)

    Dekan FEB UNS dalam laporannya menyampaikan, Masjid Al-Latief yang diresmikan saat ini sebelumnya merupakan sebuah musala. Renovasi terhadap bangunan sangat perlu dilakukan agar jamaah bisa lebih nyaman dalam menjalankan ibadahnya.

    Dekan juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dan OJK yang telah memberikan bantuan sehingga Masjid Al-Latief bisa lebih bagus dan memberikan kenyamanan jamaah dalam menjalankan aktifitas ibadah maupun lainnya.

    “Bangunan masjid kita desain dengan memenuhi filosofi  syariat, tarekat, hakikat, dan juga makrifat. Pilar-pilarnya gilig sebagai simbol manembah kepada gusti” ungkapnya.

    Dekan juga telah menunjuk dosen muda FEB, Ibrahim Fatwa Wijaya, Ph.D sebagai Takmir Masjid  Al-Latief untuk bisa lebih memakmurkan masjid. Takmir yang baru diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai center of excellent. Lebih menggerakkan aktifitas masjid dengan kajian-kajian Ekonomi Islam, Sejarah Islam sehingga memberikan kemanfaatan bagi masyarakat  dan turut mengharumkan nama UNS.

    Prof. Wimboh saat memberikan sambutan

    Hampir senada, Prof. Wimboh dalam sambutannya menekankan bahwa  fungsi masjid bukan sekedar tempat beribadah namun juga sebagai tempat mengembangkan ilmu yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Di masjid harus ada kajian-kajian, inovasi-inovasi dalam pengembangan pemikiran syariah.

    “Alhamdulillah bangunan Masjid Al-Latief yang sebelumnya sebuah Musala sekarang sudah lebih baik, lebih nyaman dan bisa dimanfaatkan, baik oleh sivitas akademika FEB maupun masyarakat luas. Masjid Al-Latief dapat menjadi center of excellent. Masjid bukan hanya untuk sholat, bukan hanya untuk beribadah tapi untuk sinergi menggalang inovasi pemikiran syariah,” kata Prof. Wimboh.

    Menurutnya, hal itu sangat penting sebab dari 275 juta penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam harusnya porsi masyarakat untuk menikmati produk perbankan syariah menjadi besar.

    “Potensi syariah masih sangat kecil, hanya 9 persen. Sekarang bagaimana kita bisa meningkatkan porsi itu. Produk-produk syariah harus kita perbanyak, aset-aset syariah masyarakat juga diperbanyak. Pengurus masjid harus menggerakkan diskusi-diskusi soal inovasi bagaimana mengembangkan hal ini,” tegas Prof. Wimboh.

    Peninjauan arsitektur dan fasilitas masjid

    Usai peresmian, Prof. Wimboh, Prof. Jamal, dan Prof. Djoko diikuti oleh sejumlah tamu undangan  langsung meninjau arsitektur dan fasilitas yang ada di Masjid Al-Latief FEB UNS. (Humas FEB)