FEB

Kategori: s1_mnj

  • Ketua OJK, Rektor UNS dan Dekan FEB UNS Tandatangani Prasasti, Resmikan Masjid Al-Latief FEB UNS

    Ketua OJK, Rektor UNS dan Dekan FEB UNS Tandatangani Prasasti, Resmikan Masjid Al-Latief FEB UNS

    Ketua Dewan Komisioner (DK) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia, Prof. Wimboh Santoso, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Prof. Jamal Wiwoho dan  Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS Prof. Djoko Suhardjanto menandatangani prasasti sebagai tanda diresmikannya Masjid Al-Latief FEB UNS, Jumat (1/10/2021).

    Dalam peresmian masjid itu, Prof. Wimboh, Prof. Jamal dan Prof. Djoko juga melakukan pengguntingan pita sebagai tanda bahwa Masjid Al-Latief sudah mulai bisa digunakan sebagai tempat beribadah khusus seperti sholat maupun aktifitas-aktifitas lain yang mendukung kepada peningkatan ibadah dan juga kesejahteraan masyarakat.

    Pengguntingan pita: Prof. Jamal, Prof. Wimboh, Prof. Djoko (dari kiri ke kanan)

    Dekan FEB UNS dalam laporannya menyampaikan, Masjid Al-Latief yang diresmikan saat ini sebelumnya merupakan sebuah musala. Renovasi terhadap bangunan sangat perlu dilakukan agar jamaah bisa lebih nyaman dalam menjalankan ibadahnya.

    Dekan juga mengucapkan terima kasih kepada Bank Mandiri, Bank BRI, Bank BNI dan OJK yang telah memberikan bantuan sehingga Masjid Al-Latief bisa lebih bagus dan memberikan kenyamanan jamaah dalam menjalankan aktifitas ibadah maupun lainnya.

    “Bangunan masjid kita desain dengan memenuhi filosofi  syariat, tarekat, hakikat, dan juga makrifat. Pilar-pilarnya gilig sebagai simbol manembah kepada gusti” ungkapnya.

    Dekan juga telah menunjuk dosen muda FEB, Ibrahim Fatwa Wijaya, Ph.D sebagai Takmir Masjid  Al-Latief untuk bisa lebih memakmurkan masjid. Takmir yang baru diharapkan mampu menjadikan masjid sebagai center of excellent. Lebih menggerakkan aktifitas masjid dengan kajian-kajian Ekonomi Islam, Sejarah Islam sehingga memberikan kemanfaatan bagi masyarakat  dan turut mengharumkan nama UNS.

    Prof. Wimboh saat memberikan sambutan

    Hampir senada, Prof. Wimboh dalam sambutannya menekankan bahwa  fungsi masjid bukan sekedar tempat beribadah namun juga sebagai tempat mengembangkan ilmu yang memberikan manfaat kepada masyarakat. Di masjid harus ada kajian-kajian, inovasi-inovasi dalam pengembangan pemikiran syariah.

    “Alhamdulillah bangunan Masjid Al-Latief yang sebelumnya sebuah Musala sekarang sudah lebih baik, lebih nyaman dan bisa dimanfaatkan, baik oleh sivitas akademika FEB maupun masyarakat luas. Masjid Al-Latief dapat menjadi center of excellent. Masjid bukan hanya untuk sholat, bukan hanya untuk beribadah tapi untuk sinergi menggalang inovasi pemikiran syariah,” kata Prof. Wimboh.

    Menurutnya, hal itu sangat penting sebab dari 275 juta penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Islam harusnya porsi masyarakat untuk menikmati produk perbankan syariah menjadi besar.

    “Potensi syariah masih sangat kecil, hanya 9 persen. Sekarang bagaimana kita bisa meningkatkan porsi itu. Produk-produk syariah harus kita perbanyak, aset-aset syariah masyarakat juga diperbanyak. Pengurus masjid harus menggerakkan diskusi-diskusi soal inovasi bagaimana mengembangkan hal ini,” tegas Prof. Wimboh.

    Peninjauan arsitektur dan fasilitas masjid

    Usai peresmian, Prof. Wimboh, Prof. Jamal, dan Prof. Djoko diikuti oleh sejumlah tamu undangan  langsung meninjau arsitektur dan fasilitas yang ada di Masjid Al-Latief FEB UNS. (Humas FEB)

  • BPUF FEB UNS Beri Pelatihan Manajerial Pengurus Koperasi Syariah di Solo

    BPUF FEB UNS Beri Pelatihan Manajerial Pengurus Koperasi Syariah di Solo

    Sejumlah pengurus Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) di Solo mengikuti pelatihan manajerial yang diselenggarakan oleh Badan Pengelola Usaha Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BPUF) Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu, 25 September di Hotel Amrani Solo.

    Ketua BPUF, Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, S.E., M.T. dalam rilisnya mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyadarkan pentingnya mempertimbangkan berbagai hal dalam penerapan fintech.

    Menurutnya, penerapan fintech pada KSPPS di Surakarta masih sangat terbatas. Sebagian besar dari mereka masih beroperasi secara manual dengan pasar terbatas. Kondisi ini berbalik terbalik dengan semangat UMKM di Solo untuk berbisnis secara online.

    Kesenjangan ini perlu segera diatasi agar KSPPS di Solo berperan secara signifikan bagi peningkatan bisnis maupun pertumbuhan perekonomian Solo secara umum. Selain itu KSPPS juga diharapkan mampu bersinergi dengan lembaga keuangan yang ada untuk meningkatkan inovasi produk dan pembiayaan.

    “Koperasi perlu melakukan asesmen teknologi fintech untuk mengamati berbagai fintech yang sesuai bagi koperasi. Berikutnya koperasi perlu melakukan internalisasi dan sosialisasi kemanfaatan fintech agar karyawan tidak resisten. Pemilihan mitra penerapan fintech juga sangat penting agar dapat dipilih teknologi keuangan yang mumpuni sekaligus efesien. Setiap periode tertentu penerapan fintech bisa dievaluasi (monev) untuk mengetahui dampaknya terhadap kinerja koperasi”  jelasnya.

    Dr. Ikhwan menambahkan, banyak keuntungan yang diperoleh jika KSPPS menerapkan fintech. Koperasi yang menerapkan fintech menunjukkan kesungguhan pelayanan untuk mencapai kepuasan konsumen atau anggota. Koperasi yang mampu menggunakan fintech akan memperoleh citra koperasi yang terpercaya karena mereka mampu beradaptasi dengan kemajuan teknologi.

    Penerapan fintech juga memperluas pasar koperasi baik penabung maupun peminjam yang tidak hanya berasal dari suatu kota namun konsumen -baca anggota koperasi- bisa dari berbagai kota yang tersebar pada berbagai daerah. Fintech memungkinkan komunikasi antara penabung dan peminjam untuk saling terikat bisnis sehingga berbagai keputusan pinjam-meminjam bisa dilaksanakan dengan cepat. (Humas FEB).

  • Guest Lecture Praktik Simulasi Manajerial Angkat Topik Prospek Bisnis Properti dan Pengembangan Wisata Tematik

    Guest Lecture Praktik Simulasi Manajerial Angkat Topik Prospek Bisnis Properti dan Pengembangan Wisata Tematik

    Dunia properti tidak akan ada habisnya karena kebutuhan rumah semakin hari semakin banyak, hanya saja permasalahannya adalah pada lokasinya dan juga bagaimana daya beli dari masyarakat.

    Bisnis properti merupakan bisnis yang berjangka panjang. Bisnis ini nilai asetnya naik terus, valuenya tidak pernah turun, tahan sekali dengan inflasi. Yang terpenting dari bisnis ini adalah legalitas developer karena banyak sekali yang legalitasnya kurang. Bisnis ini juga padat modal karena pengadaannya sangat besar, belum lagi dengan pembangunannya.

    Pernyataan itu diungkapkan Djoko Santoso, Praktisi Bisnis Properti Solo Raya pada kegiatan Guest Lecture Praktik Simulasi Manajerial Prospek Bisnis Properti dan Pengembangan Wisata Tematik yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 15 September 2021.

    Selanjutnya disampaikan nilai bisnis properti ditentukan oleh empat hal yakni lokasi, fasilitas, brand dan tematik.

    Untuk menentukan perumahan yang akan dibangun yang utama adalah lokasi. Infrastruktur maupun penunjang-penunjangnya akan menjadi nilai tambah dalam perumahan. Fasilitas yang paling umum diantaranya jalan dan tempat ibadah. Sedangkan brand sangat mempengaruhi daya jual marketingnya. Ketika brand sudah kuat di daerah itu, akan mempengaruhi daya jual produk perumahan.

    Ada beberapa perumahan yang sudah mulai menerapkan tematik dalam pembangunannya, ini sangat tergantung kepada kelompok-kelompok konsumen tertentu, biasanya untuk yang level atas.

    Berdasarkan pengalamannya di bisnis properti, Djoko Santoso melihat bahwa pedoman yang menjadi dasar dalam bisnis properti adalah lokasi dan target pasar, harga lahan, tema atau jenis perumahan, sistem kepemilikan serta marketing.

    “Yang pertama adalah kita harus memilih lokasi atau target pasar, lokasi jelas, dan target pasar yang akan kita tuju yang mana, apakah kelas bawah, menengah atau atas, karena ini sangat mempengaruhi produk yang akan kita jual dan juga target-target yang akan kita sasar” katanya.

    Saat ini, untuk menjual produk, sistem marketingnya sangat beragam, ada program rumah tanpa DP atau  bayar separuh dulu, separuhnya dibayar 12 kali tanpa bunga dan lainya. Sistem marketing seperti ini dilakukan untuk menarik konsumen.

    Demikian pula dalam hal permodalan bisnis properti, sekarang sangat beragam. Jika dulu hanya memakai modal sendiri, saat ini, bisa kerjasama dengan pemilik lahan, pembiayaan oleh bank, atau kerja sama dengan investor.

    Sementara itu, narasumber kedua, Gilang Ramadhan, Musisi, Mentor Pengembangan Pariwisata Kemenparekraf menceritakan pengalamannya selama berkecimpung di bidang pariwisata. Menurutnya, untuk mengembangkan pariwisata harus kreatif.

    Dalam mengembangkan wisata, kita harus memperhatikan minat dari para turis dalam mengunjungi tempat-tempat pariwisata. Turis yang VVIP banyak menginginkan tempat yang benar-benar original. Untuk hal ini,  konsep tempat wisata yang original bisa kita lakukan.

    “Perlu diperhatikan juga, kira-kira apa yang bisa membius orang sedunia untuk mengunjungi tempat-tempat wisata di Indonesia, misalnya kopi. Kopi adalah satu senjata untuk mendatangkan turis, presentasikan itu. Dan jangan lupa, dimana-mana kita harus menggunakan bendera merah putih sebagai salah satu ciri ke Indonesiaan kita” ungkapnya.

    Hal lain yang juga perlu dilakukan adalah mendata turis yang datang dengan cara santai dan  penuh persahabatan, sehingga kita bisa mendapatkan dengan mudah emailnya untuk mempromosikan tempat-tempat wisata lainnya.

    Blueprint  yang  berkesinambungan  sangat penting  dalam  mengembangkan  pariwisata. Sementara   ini,   blueprint  yang   paling  bagus adalah dari Bali. (Humas FEB).

  • Tim Abdimas FEB UNS dan Sekolah Vokasi Bekerja Sama dengan Gilang Ramadhan Studio Band, Latih Peserta Program Cayoo

    Tim Abdimas FEB UNS dan Sekolah Vokasi Bekerja Sama dengan Gilang Ramadhan Studio Band, Latih Peserta Program Cayoo

    Dosen Program Studi (Prodi) di S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan  Gilang Ramadhan Studio Band  (GRSB) Solo Grand Mall dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dimulai sejak 5 Juli 2021.

    GRSB merupakan sekolah pendidikan informal yang menyenangkan dan inovatif untuk semua umur dengan kurikulum yang sudah disusun dengan metode pembelajaran berstandar internasional. GRSB memiliki kelas reguler dan privat diberbagai tingkatan umur, mulai dari umur dibawah 5 tahun hingga 15 tahun dengan instruktur yang mumpuni di bidang alat musik.

    Tim abdimas yakni Dr. Intan Novela QA, SE, M.Si, Reza Rahardian, SE, M.Si, Deny Dwi Hartomo, SE, M.Sc, Lintang Ayuninggar, SE, M.Sc, dan Adnan Effendi, SE, M.Sc memberikan pelatihan dan pendampingan kepada peserta didik GRSB dalam Program Cayoo.

    Dr. Intan Novela QA, SE, M.Si, Ketua abdimas mengatakan tujuan  dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengalaman simulasi sebagai grup musik secara utuh yang mampu tampil di depan audiens baik secara langsung maupun melalui media rekam audio visual.

    “Materi yang diberikan dalam program ini terbagi menjadi 16 sesi antara lain pembelajaran teknik instrumentasi dalam grup musik, pembekalan keterampilan berkomunikasi, pengalaman proses rekaman lagu, pengalaman tampil secara live, dan pengalaman proses rekaman video clip” jelasnya.

    Sebelum pelaksanaan kegiatan, tim abdimas melakukan konsolidasi dan koordinasi pelaksanaan program dengan management GRSB dan orang tua peserta didik.

    Pada sesi perdana, siswa-siswi Cayoo memperoleh pengetahuan tentang skill komunikasi paling mendasar, yaitu bagaimana cara memperkenalkan diri secara lisan, baik di hadapan satu lawan bicara, di depan banyak orang, ataupun dalam sorotan kamera video.

    Sesi kedua yakni Video Perkenalan Diri. Sesi ini tim mengajak peserta untuk langsung praktik memperkenalkan diri melalui media video. Dengan berbagai kreasinya, ada yg syut video sampai beberapa kali, ada yg sambil main alat musik, dan ada pula yang berbahasa asing.

    Sementara itu, untuk sesi ke tiga akan dilaksanakan setelah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berakhir. (Humas FEB )

  • Pimpinan FE UNTAN Kunjungi FEB UNS, Diskusikan MBKM

    Pimpinan FE UNTAN Kunjungi FEB UNS, Diskusikan MBKM

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS menerima kunjungan dari pimpinan Fakultas Ekonomi  Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak, Senin 20 September 2021 di Ruang Sidang 1 FEB UNS.

    Pimpinan FE UNTAN yakni  Muz’an Sulaiman, SE, MM, Wakil Dekan 1,  Dr. Haryono, SE, Ak, CPA, Asean CPA, Wakil Dekan 2, Dr. Restiatun, MSi, Sekprodi Doktor IE, Dr. Afrizal, MSi, Kepala Perpustakaan diterima langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons) Ph.D.,Ak., para Wakil Dekan, Kepala Program Studi (prodi) S1 dan Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi.

    Di kesempatan itu, Pimpinan FEB UNS menyampaikan profil FEB UNS, Kebijakan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan implementasinya di masing-masing prodi.

    Dr. Haryono, WD 2 FE UNTAN saat menyampaikan profil FE UNTAN

    Usai menyampaikan selamat datang kepada pimpinan FE UNTAN, Prof. Djoko Suhardjanto memaparkan sekilas profil FEB UNS.

    Seluruh prodi di FEB UNS, Prodi S1 dan Pascasarjana telah terakreditasi A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT). Sertifikasi akreditasi internasional pun telah diraih yakni  EPAS, AUN QA dan ABEST21. Sekitar bulan November tahun ini,  ketiga program studi S1  FEB UNS, Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan akan divisitasi AQAS, lembaga akreditasi internasional yang diakui oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti).  Tahun ini pula, FEB UNS membuka kelas internasional.

    “Sejak 6 Oktober 2020 lalu, UNS menyandang status sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH). Selain itu, UNS masuk klaster satu atau klaster utama dari Perguruan Tinggi (PT) terbaik di Indonesia. Karena sudah PTNBH, syarat utama 50% dosennya harus bergelar  doktor dan FEB sudah mendekati” tegasnya.

    Sementara itu, Kebijakan MBKM disampaikan Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Izza Mafruhah, SE, M,Si dan untuk implementasinya di masing-masing prodi disampaikan oleh Kaprodi Akuntansi, Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Kaprodi Manajemen,  Dr. Atmaji, M.M., dan Kaprodi Ekonomi Pembangunan, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D.

    Rombongan mengunjungi ruang studio FEB UNS

    Dalam kunjungan itu, pimpinan UNTAN juga ditunjukkan beberapa fasilitas FEB UNS yang telah disesuaikan dengan standar akreditasi nasional dan internasional diantaranya ruang kelas, ruang profesor, ruang studio pembelajaran, work station, ruang telekonferen dan lain sebagainya. (Humas FEB).

  • FEB UNS Undang Tiga Narasumber, Diskusikan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar

    FEB UNS Undang Tiga Narasumber, Diskusikan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar

    Bidang Kerjasama Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar diskusi daring bertemakan Revitalisasi Pelatihan atau Jasa Konsultasi Berorientasi Pasar, Sabtu  18/9/2021.

    Tiga narasumber dari Lembaga Managemen  FEB Universitas Indonesia dihadirkan yakni Yuli Setiono, MSi, Direktur Training & Asessment, M. Slamet Wibowo, MBA, Tim Ahli Pimpinan dan Taufiq Nur, MSc, Assistant Group Head of Training Services.

    Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, S.E., M.T., Ketua Badan Pengelola Usaha Fakultas (BPUF) dalam sambutannya mengatakan FEB UNS memiliki lembaga pelatihan yang selama ini sudah berusaha bergerak aktif dalam rangka kemandirian lembaga. Misi BPUF adalah generating income, memberikan pendapatan untuk membesarkan nama lembaga. Untuk hal ini, perlu ada yang memotivasi baik dalam menggarap pasar  internal terutama di Solo Raya maupun upaya untuk mengembangkan ke jasa konsultasi.

    “Saat ini, FEB UNS memiliki sumberdaya yang cukup, dalam arti profesor dan doktor yang siap jual. Cuma perlu ada sentuhan yang lebih ke arah marketable atau orientasi pasar sehingga sumber daya kami bisa dioptimalkan untuk peningkatan pengalaman dosen-dosen senior dan juga untuk kemandirian lembaga.” katanya.

    Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si mengharapkan hasil dari diskusi ini bisa ditindaklanjuti dengan rapat-rapat kerja.

    “Apa yang kita serap di kegiatan ini menjadi salah satu wacana atau tambahan untuk mempersiapkan  di tahun 2022. Setelah ini, tim kerjasama akan menyelenggarakan rapat-rapat kerja untuk menyusun kerja ke depan. Kita coba terapkan, membangun, merekonstruksi atau merestrukturisasi kegiatan yang ada di FEB UNS” tegasnya.

    Dikatakannya, FEB UNS memiliki Pusat Pengembangan Ekonomi Pembangunan (PPEP), Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) dan Pusat Pengembangan Akuntansi (PPA) yang disatukan ke dalam satu wadah yaitu BPUF. BPUF di FEB merupakan penyatuan dari berbagai kekuatan yang ada di fakultas, kita akan mengangkut gerbong FEB ini sesuai dengan kekuatan masing-masing .

    Di pengelolaan kerjasama sebelumnya, FEB UNS merencanakan untuk pemetaan atau identifikasi dari masing-masing keahlian dosen. Kita perlu buat sebuah promosi yang dilakukan bersama-sama sehingga kita bukan hanya memberikan pelayanan kepada mahasiswa namun juga memberikan pelayanan kepada masyarakat , tidak hanya di Solo Raya tapi juga dari Sabang sampai Merauke. Terlebih dengan daring memungkinkan aktifitas tidak hanya untuk masyarakat sekitar tapi juga nasional bahkan internasional.

    Ketiga narasumber memberikan pengalamannya dalam pengelolaan LM FEB UI yang telah berdiri sejak tahun 1963 sebagai perusahaan jasa konsultasi manajemen dengan beberapa produknya yakni asesmen, pelatihan, riset dan konsultasi. (Humas FEB UNS) .

  • Latih Kekompakkan, FEB UNS adakan AMT dan Outbond

    Latih Kekompakkan, FEB UNS adakan AMT dan Outbond

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Achievement Motivation Training (AMT) dan Outbond, Sabtu, 11 September 2021 di Tempel, Sleman, Yogyakarta.

    Kegiatan di periode pertama yang diikuti oleh lebih dari 40 orang tenaga kependidikan (tendik) FEB UNS, juga dihadiri oleh Dekanat dan beberapa pimpinan prodi.

    Sebelum outbond, Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com., Hons., Ph.D, Ak. Dekan FEB UNS memberikan arahan bahwa kegiatan ini selain untuk refreshing juga memberikan motivasi agar tendik lebih kuat dalam menjalani tantangan hidup dan juga melatih kekompakkan pada sebuah tim.

    Kegiatan outbond yang digelar tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tendik akan berlatih untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh di sekitar kaki Gunung Merapi dengan berbagai rintangan, menyusuri kebun salak, menerabas hutan dan juga berjalan di sepanjang aliran sungai.

    Dekan berharap dari kegiatan ini, tendik FEB bisa selalu guyub rukun menjaga kekompakkan untuk mencapai tujuan bersama.

    “Mari kita jaga agar hidup ayem tenteram, urip sing urup memayu hayuning bawana. Hidup hendaknya memberikan manfaat bagi orang lain, memberikan kebahagiaan, keselamatan kesejahteran bagi alam sekitar” katanya memotivasi.

    Saat outbond, tendik yang terbagi dalam 3 kelompok wajib mengikuti arahan dari pemandu perjalanan. Setiap kelompok harus selalu bersama dan membantu kesulitan setiap anggotanya. Beberapa aturan yang harus ditaati selama perjalanan diantaranya, tidak boleh mengambil apapun saat memasuki area perkebunan masyarakat, tidak boleh membuang barang apapun, tidak boleh membunuh hewan apapun kecuali dalam keadaan yang terpaksa.

    Selama perjalanan, tendik harus ekstra hati-hati, naik turun bukit yang tanahnya licin, menyusuri aliran Sungai Krasak yang cukup deras dan dalam serta tebing air terjun yang curam. Tendik juga harus menerabas sepanjang Hutan Sempadan. Di akhir perjalanan, untuk menjaga kelestarian alam, dilakukan penanaman sebuah pohon gayam di pinggir sungai Krasak.

    Usai outbond, di pendapa Omah Noto Plankton, tendik mengikuti kegiatan sharing dan evaluasi perjalanan yang telah ditempuh selama kurang lebih 4 jam .

    Seluruh tendik memiliki kesan yang menyenangkan dalam pengalaman perjalanannya menyusuri kebun, hutan dan sungai serta permainan yang diberikan tim pemandu. Para tendik juga memberikan beberapa saran dan masukan kepada tim Omah Noto Plankton yang memandu pelaksanaan outbond untuk perbaikan ke depan.

    Untuk kegiatan di periode 2 akan diadakan pada tanggal 2 Oktober mendatang di lokasi yang sama. (Humas FEB )

  • Tendik FEB Ikuti Pelatihan Zoom untuk Perkuliahan Hybrid

    Tendik FEB Ikuti Pelatihan Zoom untuk Perkuliahan Hybrid

    Sejumlah tenaga kependidikan Akademik Riset dan Kemahasiswaan (Akrima) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Pelatihan Zoom Hybrid di ruang 2203 Gedung 2,  Kamis 9 September 2021. Pelaksanaan pelatihan dikoordinir oleh Sub Koordinator Akademik FEB, Nur Hariawan, SH.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam arahannya yang disampaikan secara daring mengatakan, mulai minggu ini, FEB sudah melaksanakan kuliah hybrid yaitu perpaduan kuliah luring dan daring. Untuk kelancaran perkuliahan hybrid diperlukan keahlian petugas akademik terutama pelayanan kuliah.

    Prof. Izza Mafruhah saat memberikan arahan kepada tendik Akrima

    “Alhamdulillah, fasilitas yang kita miliki untuk perkuliahan hybrid ini sudah bagus dan sangat mencukupi. Di FEB dipersiapkan 10 kelas yang akan kita gunakan untuk hybrid, sudah banyak juga dosen hingga saat ini mendaftar untuk melaksanakan hybrid. Tendik di sub Akrima terutama di layanan perkuliahan, baik untuk program S1 maupun pascasarjana diharapkan mampu menyerap ilmu dari pelatihan ini dan mampu mengaplikasikannya untuk memberikan layanan kuliah hybrid.”  ungkapnya.

    Prof. Izza mengingatkan kepada peserta pelatihan, dalam 4 hingga 5 bulan ini, bidang Akrima akan menghadapi masa yang sibuk karena pelaksanaan perkuliahan hybrid. Hybrid mengharuskan kita untuk memberikan layanan Works From Office (WFO) sementara mahasiswa masih berkomunikasi  secara daring.

    “Temen-teman tendik di Akrima akan bekerja lebih banyak dibandingkan dengan yang seharusnya dan harus bersiap” katanya menyemangati.

    Peserta mempraktekkan langsung teknis zoom hybrid

    Selanjutnya dikatakan, setelah agenda pelatihan ini, akan ada lagi kegiatan secara luring untuk tendik Akrima dengan narasumber dari Biro Akademik dan Kemahasiswaan untuk mendapatkan petunjuk mengenai model layanan yang harus dilakukan ketika harus hybrid.

    Bidang Akrima juga akan mengundang dari organisasi kemahasiswaan, dengan tujuan agar BEM atau UKM bisa mensosialisasikan kepada mahasiswa lainnya agar dapat memahami bahwa kinerja pelayanan akademik yang dilakukan kepada mahasiswa dengan perkuliahan hybrid ini sudah merupakan kerja yang optimal.

    Pelatihan yang berlangsung sekitar 2 jam itu, dipandu langung oleh Effendi Setiawan S, tenaga kependidikan FEB. Setelah mendapatkan penjelasan teknis dalam mengoperasikan zoom hybrid, peserta melakukan praktek langsung. (Humas FEB)

  • Prodi Manajemen FEB UNS Hadirkan Prof. Franco Fiordelisi dalam Workshop Recent Issues in Finance

    Prodi Manajemen FEB UNS Hadirkan Prof. Franco Fiordelisi dalam Workshop Recent Issues in Finance

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menghadirkan Prof. Franco Fiordelisi dalam sebuah Workshop bertema “Recent Issues in Finance”, Selasa (31/08/2021). Workshop tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.

    Prof. Fiordelisi adalah seorang profesor di bidang keuangan dan perbankan dari University or Rome III, Italia, dan University of Essex, Inggris. Prof. Fiordelisi juga menjabat sebagai President of the Financial Intermediation Network of European Studies (FINEST). Saat ini Prof. Fiordelisi adalah associate editor di Journal of Financial Stability, European Journal of Finance, and Economic Modelling. Dalam Workshop kali ini, Prof. Fiordelisi memaparkan artikelnya berjudul Pandemic Lending: The Unintended Effects of Model-based Regulation.

    Dewanti Cahyaningsih, moderator dan Fioerdelisi

    Dalam penelitiannya, Prof. Fioerdelisi mencoba menjawab beberapa pertanyaan terkait pengaruh model-based regulation dalam terjadinya ‘credit crunch’ selama krisis pandemi Covid-19. Hasil riset menunjukkan bahwa bank IRB mengurangi jumlah pendanaan lebih besar dibandingkan dengan bank SA.

    “Krisis saat ini berbeda dengan krisis keuangan global di tahun 2008 yang berasal dari sektor perbankan, krisis pandemi saat ini berawal dari konsumen,” ungkap Prof. Fiordelisi.

    Lebih lanjut Prof. Fiordelisi mengungkapkan bahwa berdasarkan riset yang dilakukan, pengurangan kredit terjadi pada kreditur yang terimbas pandemi. Secara garis besar terdapat beberapa poin saran yang disampaikan oleh Prof. Fiordelisi terkait hasil riset antara lain bahwa model IRB menghambat penyaluran kredit selama periode krisis dimana kreditur sangat membutuhkan bantuan finansial dan bahwa IRB bank menyalurkan lebih sedikit kredit ke kreditur yang sama selama krisis pandemi Covid-19.

    Workshop berlangsung interaktif dipandu oleh Dewanti Cahyaningsih, M.Rech yang merupakan alumni Prodi Manajemen FEB UNS, dan ditutup dengan sesi foto bersama.

    Reporter: Aulia

    Editor: Humas FEB

  • FEB UNS Adakan Simulasi Perkuliahan Hybrid

    FEB UNS Adakan Simulasi Perkuliahan Hybrid

    Sejumlah mahasiswa dari Program Studi S-1 Manajemen semester 1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti kuliah Pengantar Ekonomi Makro yang diampu oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si secara luring di Ruang 2.203 Gedung 1  dan beberapa mahasiswa lainnya mengikuti secara daring di rumah masing-masing, Jumat 3 September 2021.

    Perkuliahan secara hybrid, menggabungkan dua metode pembelajaran luring dan daring itu merupakan simulasi awal yang dilakukan FEB untuk mempersiapkan Perkuliahan Tatap Muka (PTM) yang secara bertahap akan mulai dilakukan oleh UNS. Di tahap awal, UNS akan  menggelar PTM bagi mahasiswa semester 1 dan diutamakan bagi warga Solo Raya dan sudah mendapatkan vaksin.

    Mahasiswa terlihat semangat dan antusias mengikuti simulasi perkuliahan hybrid yang berlangsung selama 2 jam, baik yang berada di ruang kelas maupun yang mengikuti secara daring di rumah.

    “Mahasiswa yang mengikuti kuliah luring saat ini sementara baru dari Solo Raya, ada yang dari Wonogiri, Sukoharjo, Klaten dan juga Solo. Dengan seperti ini, ada nilai plusnya, dosen bisa menjelaskan secara detil apalagi untuk matakuliah yang ada hitung-hitungannya seperti yang saya ampu, kalau menggunakan zoom masih ada kesulitan” kata Prof. Izza usai mengajar.

    Menurutnya, memang perlu sekali dipersiapkan peralatan dan petugas teknis yang mendukung pelaksanaan perkuliahan hybrid ini sehingga peserta yang ada diruang kelas dan yang ada dirumah bisa terhubung, dapat jelas menerima apa yang disampaikan dosen pengampu, demikian juga diskusi kelas dapat berjalan dengan lancar.

    Prof. Izza berharap agar universitas segera memberikan fasilitas vaksin kepada mahasiswa baru agar mahasiswa yang mengikuti perkuliahan merasa aman.

    Sementara itu, Andreansyah Saputra, mahasiswa S1 Manajemen mengatakan, metode perkuliahan seperti ini sangat baik diterapkan. Mahasiswa dapat memahami dengan jelas materi yang disampaikan dosen.

    “Kami sebagai mahasiswa merasa nyaman mengikuti perkuliahan dengan tetap menjaga protokol kesehatan di kampus dan juga di dalam kelas” ungkapnya singkat. (Humas FEB)