FEB

Kategori: s1_mnj

  • Prodi S1 Manajemen Hadirkan Direktur Utama PT KAI di Executive Lecture Series

    Prodi S1 Manajemen Hadirkan Direktur Utama PT KAI di Executive Lecture Series

    PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah melakukan transformasi yang berkesinambungan dan berkelanjutan, tidak hanya berfokus pada layanan kepada pihak eksternal melainkan juga transformasi internal organisasi.

    Visi KAI adalah menjadi solusi ekosistem transformasi terbaik untuk Indonesia. KAI melakukan transformasi yang di awali tahun 2020 dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) sampai dengan 2024.

    Hal itu dinyatakan Didiek Hartantyo, S.E, MBA, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) pada Executive Lecture Series yang diselenggarakan oleh Program Studi S-1 Manajemen Fakulltas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Kamis  15 Desember 2022.

    Lebih lanjut dikatakan visi tersebut dijabarkan dalam 5 hal yakni KAI selalu meningkatkan moda transportasi kereta api di dalam sistem transportasi nasional yang saat ini masih sangat rendah.

    Kedua, meningkatkan nilai manfaat uang artinya di dalam pengembangan bisnis KAI selalu membangun value sehingga time value for money itu betul-betul menjadi pertimbangan dalam pengembangan bisnis.

    Ketiga, KAI dalam membangun pelayanan berdasarkan keselamatan dan keamanan di samping selalu meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan dan transportasi dibidang kereta api.

    Keempat, KAI membangun tercapainya financial sustainability, pengembangan ke depan harus membangun keberlanjutan finansial pada transportasi sehingga kereta api yang berada di Bumi Pertiwi sejak tahun 1864 ini betul-betul bisa kita jaga.

    Yang kelima, tercapainya sinergi termasuk dengan BUMN artinya Sinergi ini kita bangun dalam bentuk kolaborasi dalam bentuk kerja sama yang harmonis baik bersama dengan BUMN yang lain maupun dengan korporasi-korporasi swasta.

    Dalam membangun suatu ekosistem transportasi yang terbaik, kereta api tidak bisa sendiri karena konsep transportasi ke depan adalah membangun integrasi antarmoda, membangun integrasi pelayanan dan membangun integrasi soft sistemnya. jadi integrasi dibidang infrastuktur maupun ticketingnya.

    “Dalam layanan KAI, kami mendasarkan pada Customer Centric yaitu apa yang kami lakukan semuanya bertuju kepada kepuasan pelanggan, kepuasan customer, memberikan new experience,  memberikan pengalaman yang unik sehingga ada value yang didapat oleh para pelanggan” ungkapnya

    Demikian juga KAI dalam pengembangan ke depan selalu memperhatikan teknologi dan juga pengembangannya. Berbagai langkah telah dilakukan untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat, seperti pengembangan mobile ticketing yang saat ini diimplementasikan pada KAI Access. Beragam keuntungan bisa pelanggan nikmati dengan menggunakan aplikasi KAI Access di antaranya lebih mudah, adanya layanan khusus Premium Member, serta selalu ada inovasi terbaru.

    Yang tidak kalah pentingnya adalah bagaimana kita membangun manajemen stakeholder yang proaktif. KAI juga harus membangun kolaborasi aktif bersama dengan kementerian, baik dengan kementerian perhubungan sebagai pembina teknis maupun BUMN lainnya.

    Adapun budaya perusahaan KAI yaitu AKHLAK, Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai-nilai korporasi ini sangat penting karena menjadi dasar pembentukan watak dan behavior dari insan-insan KAI dalam penyelenggaraan bisnisnya.

    Kegiatan yang bertajuk Organizational Change Implementation to Achieve Supreme Corporate Governance dan dimoderatori oleh Dr. Wulan Permatasari, SE, MM itu diikuti oleh hampir 300 peserta. Antusias peserta sangat banyak sekali dalam diskusi yang digelar terlihat lebih dari 20 peserta aktif menyampaikan pertanyaan kritis kepada narasumber yang juga merupakan alumni FEB UNS.

    Dr. Joko Suyono, S.E.,M.Si, Dosen Prodi S1 Manajemen, mewakili sambutan Kaprodi S1 Manajemen menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang menjadi penciri Prodi S1 Manajemen untuk mendukung pelaksanaan MBKM.

    Prodi S1 Manajemen menghadirkan narasumber para praktisi yang lebih spesifik dari kalangan eksekutif, manajer-manajer puncak di perusahaan-perusahaan yang mapan. Harapannya dapat menginspirasi dan memotivasi para peserta untuk mengikuti jejak suksesnya. (Tetri)

     

  • Kembali Hadirkan Visiting Professor, Prodi S1 Manajemen Bahas Organizational Justice and Flexibility

    Kembali Hadirkan Visiting Professor, Prodi S1 Manajemen Bahas Organizational Justice and Flexibility

    Masih dalam rangkaian kegiatan Visiting Profesor dalam Rangka Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Program Studi S1 Manajemen FEB UNS kembali mengundang Associate Professor Clotilde Coron dari IAE Paris Sorbonne Businees School France, Rabu 7 Desember 2022 secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Agenda Guest Lecture Management yang bertajuk ‘Organizational Justice and Flexibility,’  dipandu oleh Dr. Wulan Permatasari, selaku Moderator.

    Paparan materi dimulai dengan pendekatan konfigurasi organisasi yang dicetuskan oleh Mintzberg yang meliputi lima pelaku internal dalam organisasi yaitu pemegang tugas strategi (eksekutif), manajemen tengah, pusat operasi, technostructure (desain metode kerja), serta staf pendukung.

    “Dalam pendekatan konfigurasi organisasi, setiap bagian dari lima kategori tersebut memiliki peran yang berbeda,” jelas Prof. Coron.

    Masih terkait pendekatan Mintzberg, Prof. Coron kemudian menjelaskan lima mekanisme koordinasi yang dapat diterapkan di jenis organisasi berbeda. Salah satu dari kelima mekanisme koordinasi tersebut yaitu Manajemen Partisipatif (mutual adjustment), contohnya, cocok diterapkan pada organisasi dengan kompetensi dan kualifikasi tinggi, dimana hanya sedikit koordinasi formal dibutuhkan.

    “Contoh penerapan mekanisme ini adalah dalam manajemen proyek, kegiatan inovasi, dan organisasi dengan masalah yang kompleks. Meskipun begitu tantangan yang dihadapi dalam penerapan model ini adalah bagaimana caranya untuk menetapkan tujuan kolektif. Karena, tanpa tujuan ini maka organisasi tidak akan dapat berjalan,” ungkap Prof. Coron.

    Paparan materi kemudian berlanjut dengan fungsi sistem dalam manajemen SDM serta pentingnya fleksibilitas di tempat kerja.

    Menurut Prof. Coron, fleksibilitas ini sangat penting di era lingkungan VUCA (volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas), dimana perubahan sangat cepat terjadi. Bagi organisasi fleksibilitas dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengeksekusi sebuah inisiatif dengan cepat dan kemampuan untuk menyesuaikan proses dan struktur organisasi.

    Mengakhiri paparan materi, Prof. Coron menyampaikan materi terkait keadilan dalam organisasi (Organizational Justice) serta kontribusi berbagai teori dalam sektor manajemen SDM.

    Di akhir acara, mahasiswa tampak antusias dalam menyampaikan pertanyaan di sesi tanya jawab interaktif bersama Prof. Coron. (Tetri & Aulia)

  • Guest Lecture Human Resource Management, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Assoc. Prof. Clotilde Coron

    Guest Lecture Human Resource Management, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Assoc. Prof. Clotilde Coron

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengadakan Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor dalam Rangka Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yakni Guest Lecture Human Resource Management, Selasa 6 Desember 2022

    Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual tersebut membahas topik ‘Digital and HRM’ dengan menghadirkan Associate Professor Clotilde Coron dari IAE Paris Sorbonne Businees School France.

    Dewanti Cahyaningsih, M.Rech., Dosen Prodi S1 Manajemen FEB UNS memandu jalannya acara dan berlangsung selama kurang lebih 2 jam.

    Assoc. Prof. Coron mengawali paparan materi dengan menjelaskan tentang konsep digital kepada lebih dari 130 peserta yang hadir secara daring.

    “Digital tidak lagi terbatas pada alat, namun sekarang konsep digital mencakup revolusi ruang dan waktu, kolaborasi, informasi, datafication, dan personalisasi. Contohnya, saat ini sangat mungkin bagi kita untuk mengakses informasi yang sama meskipun kita tidak berada di satu ruang atau lokasi yang sama”,  tuturnya.

    Lebih lanjut Prof. Coron menjelaskan mengenai teknologi digital yang telah diterapkan di sektor manajemen sumber daya manusia (SDM), tantangan yang dihadapi, yang mencakup disrupsi, platform economy, kolaborasi, dan otomatisasi.

    Disisi lain, manfaat dari penerapan teknologi digital di sektor SDM meliputi peningkatan produktifitas, peningkatan fokus pada tugas-tugas dengan nilai tambah yang tinggi, serta penggunaan data untuk peningkatan performa SDM.

    Setelah paparan materi, acara ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara Assoc. Prof. Coron dan peserta kuliah umum Visiting Professor. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S1 Manajemen Gelar Guest Lecture Operation Research: Inventory Management Concepts and Techniques Bersama Prof. Daniel Chicksand

    Prodi S1 Manajemen Gelar Guest Lecture Operation Research: Inventory Management Concepts and Techniques Bersama Prof. Daniel Chicksand

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Kuliah Tamu (Guest Lecture) Operation Research sebagai bagian dari Rangkaian Kegiatan Visiting Professor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 dan menghadirkan Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK, sebagai narasumber.

    Agenda daring bertajuk ‘Guest Lecture Operation Research: Invetory Management’ tersebut dilaksanakan pada Kamis, 1 Desember 2022, melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting yang dipandu oleh Dr. Yong Dirgiatmo.

    Membuka paparan materi, Prof. Chicksand mereview ulang materi yang telah disampaikan pada agenda visiting professor sebelumnya, terkait kapasitas produksi. Dalam hal ini, manajemen persediaan bermanfaat untuk menyelaraskan antara kapasitas perusahaan dengan permintaan pasar.

    “Kapasitas dapat didefinisikan sebagai jumlah jasa ataupun barang yang dapat disediakan oleh perusahaan dalam periode waktu tertentu. Sehingga manajemen persediaan dapat membantu untuk menghindari biaya yang muncul akibat adanya pemborosan,” jelas Prof. Chicksand.

    Dalam sesi pertama pembahasan materi, Prof. Chicksand menjelaskan beberapa jenis persediaan serta manfaat adanya persediaan bagi perusahaan. Sementara disesi kedua, beliau membahas tentang keputusan persediaan yang meliputi keputusan manajemen terkait jumlah persediaan, harga, pemasok, serta waktu pembelian persediaan. Pembahasan tersebut juga mencakup teori Kuantitas Pembelian (Economic Order Quantity-EOQ) serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan teknologi inventory. (Tetri & Aulia)

     

  • Prof. Daniel Chicksand Sampaikan Materi dalam Guest Lecture A Practical Approach to Supply Chain Management Risk Prodi S1 Manajemen

    Prof. Daniel Chicksand Sampaikan Materi dalam Guest Lecture A Practical Approach to Supply Chain Management Risk Prodi S1 Manajemen

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen kembali menggelar Kuliah Tamu (Guest Lecture) sebagai bagian dari Rangkaian Kegiatan Visiting Professor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022. ‘

    Kegiatan bertajuk ‘Guest Lecture: A Practical Approach to Supply Chain Management Risk,’ menghadirkan narasumber Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK.

    Acara berlangsung secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dipandu oleh Miftachul Ma’arif, SEI., MM, Dosen Prodi S1 Manajemen FEB UNS.

    Agenda kuliah tamu yang dilaksanakan pada Rabu, 30 November 2022 dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang terdiri dari mahasiswa FEB UNS dan dosen.

    Mengawali paparan materi Prof. Chicksand mengenalkan tentang konsep risiko pada peserta yang hadir.

    “Risiko adalah potensi keuntungan atau kerugian, yang bersifat laten. Dimana potensi tersebut tidak akan terjadi, kecuali telah ada sebuah kejadian yang menyebabkan risiko tersebut. Sehingga bisa diartikan bahwa risiko hanya akan menjadi potensi, bila tidak terdapat kejadian penyebab,” jelas Prof. Chicksand.

    Berawal dari definisi risiko tersebut, Prof. Chicksand menunjuk pada tiga kriteria dari sebuah risiko yaitu risiko adalah merupakan potensi, risiko bersifat laten, dan setelah terjadi maka efek dari risiko tersebut akan dapat diukur secara kuantitatif.

    Terkait risiko yang dihadapi oleh perusahaan manajer hendaknya mengidentifikasi potensi risiko yang ada, memahani efek dari risiko tersebut, serta memprediksi probabilitas dari setiap risiko.

    “Risiko secara alami ada dimana saja, meskipun terkadang efeknya cukup kecil atau rendah. Setiap manajer juga memiliki preferensinya masing-masing terkait pengambilan risiko. Sehingga langkah yang digunakan untuk menghadapi sebuah risiko akan berbeda,” ungkap Prof. Chicksand.

    Prof. Chicksand kemudian menjelaskan mengenai manajemen risiko rantai pasokan. Dalam hal mitigasi jenis risiko berdasarkan efek dan probabilitas, Prof. Chicksand memaparkan 4 (empat) pilihan antara lain reduce (mengurangi), avoid (menghindari), retain (mempertahankan), serta transfer.

    “Ketika sebuah risiko memiliki efek yang besar dan probabilitas yang tinggi, manajer sebaiknya menghindari risiko tersebut dengan menerapkan strategi berbeda. Jika risiko tersebut memiliki efek yang besar namun probabilitasnya rendah, maka manajer dapat menggunakan taktik transfer, yaitu memindahkan risiko ke pihak lain, seperti contohnya asuransi. Sementara ketika sebuah risiko memiliki efek yang kecil, manajer dapat menggunakan strategi retain ataupun reduce,” jelas Prof. Chicksand. (Tetri & Aulia)

  • Interpretative Phenomenological Analysis, Peneliti Tidak Sekedar Mentranskripsikan Hasil Wawancara namun Mengeskplor Lebih Dalam

    Interpretative Phenomenological Analysis, Peneliti Tidak Sekedar Mentranskripsikan Hasil Wawancara namun Mengeskplor Lebih Dalam

    Mengutip artikel Smith et.al., 2009, Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) adalah pendekatan penelitian kualitatif yang berkomitmen untuk memeriksa bagaimana orang memahami pengalaman hidup utama mereka.

    Dalam pendekatan  IPA ini peneliti diharapkan  menjadi bagian dari partisipan. Peneliti melakukan wawancara mendalam dan tinggal sejenak dengan informan, melihat, mendengar dan merasakan kehidupan keseharian informan.

    Pernyataan itu disampaikan Sarwoto, SE., M.Sc, Ph.D., narasumber pada Seri Webinar Grup Riset Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang bertemakan Interpretative Phenomenological Analysis dalam Penelitian Bisnis, Rabu, 30 November 2022.

    Menurut Sarwoto, IPA adalah mengeksplorasi pengalaman, tidak sekedar melihat, mendengar lalu mentranskripsikan apa yang disampaikan informan namun mengeksplor lebih dalam. Dalam hal ini perlu peranan peneliti untuk memberikan makna apa yang diberikan oleh informan.

    “Sebagai contoh, dalam konteks Jawa, khususnya Jawa Tengah seringkali partisipan atau informan menyampaikan sesuatu itu maknanya berbeda dengan apa yang disampaikan. Hal ini memerlukan skill pemahaman bahasa partisipan. Misalnya, ketika informan ditanya bagaimana pendapatannya dan dijawab “Sepi Pak!”. Ketika peneliti tidak yakin dengan jawaban informan, pertanyaan penelitian akan bisa berkembang tapi tetap harus ada deadline. Pendekatan ini memang membutuhkan waktu yang lebih banyak namun sangat menyenangkanungkapnya.

    Contoh yang lain, misalnya ketika seorang informan ditanya bagaimana bekerja sebagai pengusaha, lalu mereka menjawab “Benten kalih pegawai, enak pegawailah!” Jika ditranskripsikan apa adanya, maka  pengusaha itu dari hal pendapatan mungkin dibawah pegawai. Dalam konteks ini perlu menginterpretasikan bagaimana gestur informan saat menyampaikan jawaban, latar belakang ekonominya dan lain sebagainya yang teramati oleh peneliti.

    Lebih lanjut dikatakan, ada 6  tahapan IPA meliputi Reading and Re-reading, Initial Noting, Developing Emergent Themes, Searching for connections across emergent themes, Moving the next case, dan Looking for patterns across cases.

    Tahap  reading and re-reading, membaca berulang-ulang transkripsi yang didapat. IPA membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian jika informannya menggunakan bahasa-bahasa kias. Jika dalam penelitiannya, seorang peneliti hanya mengandalkan hasil tranksripsi saja, tidak terlibat dapat dalam pengumpulan data, tidak melihat, tidak mendengar sendiri, maka bisa salah dalam memberikan makna.

    Tahap berikutnya adalah initial noting, memeriksa makna kata yang terkandung dalam bahasa yang digunakan pada tahap eksploratoris (deskriptif, linguistik, konseptual). Data yang asli dari transkrip diberikan komentar-komentar dengan menggunakan ilustrasi komentar eksploratori. Komentar eksploratori dilaksanakan untuk memperoleh intisari. Komentar eksploratori meliputi komentar deskriptif, komentar bahasa, dan komentar konseptual yang dilakukan secara simultan.  Biasanya reading and reading dan initial noting dilakukan secara bersamaan. Dalam membuat catatan atau coretan awal, peneliti harus terbuka, apa yang menarik dalam transkripsi tersebut dicatat.

    Tahap ketiga developing emergent themes, mengembangkan tema-tema yang muncul, dan keempat searching for connections across emergent themes, mencari hubungan yang sama antar tema.

    Setelah tahap 1 hingga 4 dilakukan pada setiap kasus/partisipan selanjutnya moving the next cases, berpindah pada kasus atau partisipan berikutnya hingga selesai semua kasus. Langkah ini dilakukan pada semua transkrip partisipan dengan proses yang sama.

    Tahap terakhir adalah looking for patterns across cases, mencari pola-pola yang muncul antar kasus/partisipan.  Pada tahap ini dibuat master table dari tema-tema untuk satu kasus atau kelompok kasus dalam sebuah intitusi atau organisasi. Untuk tahapan ini, bisa menggunakan alat bantu NVIVO.

    Dihadapan peserta yang mengikuti secara daring,  peneliti Grup Riset Kearifan Lokal FEB UNS itu juga menegaskan dalam penelitian kualitatif dengan IPA ada mekanisme untuk menyajikan kredibiliti, transferability, dependability dan konfirmatibiliti. Empat tahapan ini lazim ada dalam penelitian kualitatif.

    Usai paparan materi, di sesi diskusi banyak peserta yang mengajukan pertanyaan terkait pendekatan IPA. (Tetri)

  • Dr. Chandana Hewege Kembali Hadir dalam Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor PKKM 2022 Prodi S1Manajemen

    Dr. Chandana Hewege Kembali Hadir dalam Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor PKKM 2022 Prodi S1Manajemen

    Rangkaian kegiatan Visiting Profesor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang dilaksanakan oleh Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, masih terus berlanjut.

    Kali ini Prodi S1 Manajemen menggelar Kuliah Tamu (Guest Lecture) bertajuk ‘Marketing Research Methods and Marketing Analysis I’ secara daring melalui Zoom Cloud Meeting.

    Pada agenda yang dilaksanakan pada Kamis 24 November 2022 tersebut, Prodi S1 Manajemen kembali menghadirkan Dr. Chandana Hewege dari Swinburne Business School, Australia, yang membawakan materi berjudul ‘Marketing Research: Planning your undergraduate research project,’ selama kurang lebih 2 (dua) jam.

    Mengawali paparan materi, Dr. Hewege menjelaskan sekilas mengenai definisi dari riset yang merupakan penyelidikan yang sistematik yang melibatkan proses sistematik untuk menemukan fakta-fakta, teori, maupun praktik baru.

    Lebih lanjut Dr. Hewege menjelaskan alasan mengapa perusahaan perlu berinvestasi pada sektor riset dan pengembangan, antara lain karena pentingnya data pasar dalam penentuan pasar global dan pengambilan keputusan.

    “Sebuah penelitian yang baik akan membantu perusahaan untuk merumuskan keputusan dan kebijakan yang akurat, artinya keputusan yang baik didukung dengan data dan penelitian yang baik,” jelas Dr. Hewege.

    Namun begitu, Ia juga menyoroti perbedaan antara riset pasar (market research) dan penelitian pemasaran (marketing research). Menurutnya, meskipun kedua hal tersebut memiliki sisi yang bersinggungan (overlap), namun terdapat perbedaan mendasar, riset pasar hanya berfokus pada kondisi pasar, sementara riset pemasaran mencakup seluruh kegiatan-kegiatan pemasaran.

    “Riset pemasaran lebih luas daripada riset pasar, riset pemasaran melingkupi seluruh kegiatan pemasaran maupun aspek dari pemasaran. Banyak mahasiswa yang berpikir bahwa riset yang mereka laksanakan adalah riset pemasaran, akan tetapi ternyata mereka sedang melaksanakan sebuah riset pasar karena hanya berfokus pada aspek-aspek seperti trend pasar, ukuran pasar, target pasar, dan segmentasi pasar,” ungkapnya.

    Materi kemudian berlanjut ke pembahasan lebih mendalam terkait pendekatan yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa sebelum melaksanakan riset ataupun saat akan merencanakan penelitian skripsi.

    Sementara dalam hal tahapan riset pemasaran global, Dr. Hewege merinci enam langkah riset yang perlu dilakukan oleh mahasiswa, antara lain merumuskan masalah penelitian, mengembangkan desain penelitian, menentukan kebutuhan informasi, pengumpulan data, analisis data dan interpretasi hasil, serta yang terakhir adalah penyusunan laporan hasil penelitian.

    “Tujuan utama dari materi yang saya sampaikan hari ini adalah untuk memberikan sedikit gambaran dan background untuk Anda mempersiapkan riset skripsi Anda. Semoga materi tersebut bermanfaat dalam mendukung proses riset yang anda rencanakan,” ujar Dr. Hewege menutup sesi paparan materi. (Tetri & Aulia)

  • Adakan Workshop Mastering the Art of Research Article Publication in Ranked Journal, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege

    Adakan Workshop Mastering the Art of Research Article Publication in Ranked Journal, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege

    Prodi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali hadirkan Visiting Professor sebagai bagian dari Rangkaian kegiatan Visiting Profesor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022.

    Dr. Chandana Hewege dari Swinburne Business School, Australia menjadi narasumber dalam agenda daring melalui Zoom Cloud Meeting yang dilaksanakan Kamis 17 November 2022 tersebut. Workshop ini membahas secara mendalam tentang penerbitan artikel riset pada jurnal bereputasi.

    Mengawali paparan materi, Dr. Hewege memberikan motivasi penting kepada peserta yang hadir.

    “Saat menghadapi ‘rejection’ dalam proses penerbitan artikel ilmiah, jangan berputus asa. Kegagalan ini adalah hal yang umum terjadi dalam proses publikasi artikel ilmiah, terlebih jika kita menargetkan artikel kita untuk terpublikasi di jurnal bereputasi,” ungkap Dr. Hewege.

    Menurut Dr. Hewege, riset adalah kegiatan yang menarik, namun tentunya ada juga akademisi yang kurang tertarik dalam melakukan kegiatan penelitian. Meskipun begitu, untuk mengembangkan karir akademik yang baik, tentu seorang akademisi dan dosen perlu menyeimbangkan berbagai kegiatan.

    “Dalam kesempatan ini materi yang akan saya sampaikan adalah pengalaman saya dalam berbagai proses publikasi. Semoga materi tersebut dan diskusi yang akan berlangsung dapat memberikan dorongan dan motivasi bagi seluruh peserta yang hadir,” harap Dr. Hewege.

    Paparan materi yang disampaikan mencakup beberapa poin, antara lain proses publikasi, pemilihan outlet publikasi, pentingnya special issues journal, memahami editor jurnal, memahami kualitas artikel yang baik, cara lolos dari desk review, serta tips-tips untuk memperbaiki kualitas artikel.

    Terkait pemilihan outlet, Dr. Hewege menyarankan agar penulis berhati-hati terhadap jurnal-jurnal predator.

    Menutup paparan materi, Dr. Hewege membagikan tips esensial dalam proses publikasi artikel riset.  Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab bersama peserta workshop. (Tetri & Aulia)

  • Bahas Global dan Digital Marketplace, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege Dalam Kuliah Tamu Manajemen Pemasaran

    Bahas Global dan Digital Marketplace, Prodi S1 Manajemen Hadirkan Dr. Chandana Hewege Dalam Kuliah Tamu Manajemen Pemasaran

    Peran dan pengaruh media sosial dalam aspek pemasaran telah banyak membawa perubahan, tantangan, serta kesempatan baru bagi dunia industri. Kondisi tersebut mendorong Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) untuk menggelar Kuliah Tamu Visiting Professor bertajuk ‘Global and Digital Marketplaces in Social Media Landscape: Challenges and Opportunities for Firms’ .

    Kegiatan ini merupakan bagian dari Rangkaian Kegiatan Visiting Professor dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022. Agenda yang dilaksanakan secara daring pada tanggal 3 November 2022 tersebut menjadi bagian pertama dalam seri Guest Lecture Marketing Management dan dihadiri oleh lebih dari 100 peserta, malalui aplikasi Zoom Cloud Meeting.

    Dr. Chandana Hewege, dari Swinburne Business School, Australia, pembicara kuliah tamu yang hadir secara virtual membuka paparan materinya dengan pengertian marketplace serta kondisi bisnis digital setelah pandemi Covid-19.

    Menurutnya, banyak perkembangan teknologi digital yang akan tetap relevan meskipun pandemi telah berakhir, contohnya e-commerce.

    “Banyak kegiatan digital atau daring yang akan terus berlangsung dan bertahan setelah pandemi. Saat ini data yang telah terakumulasi di media sosial dan aplikasi digital lain sangatlah besar, sehingga dapat digunakan untuk memprediksi kondisi pasar,” terang Dr. Hewege.

    Lebih lanjut, Dr. Hewege menjelaskan bahwa tantangan terbesar yang dihadapi oleh ahli pemasaran saat ini adalah kebutuhan untuk mengelola toko fisik dan toko daring (virtual) secara selaras. Sehingga jasa, layanan, maupun produk yang ditawarkan secara daring benar-benar diterima oleh pelanggan.

    Hal ini selaras dengan permintaan pelanggan masa kini yang lebih berfokus pada pengalaman (experience), yang kemudian mendorong produsen untuk bertransformasi dari multi-channel menjadi omni-channel, dimana bisnis perlu mengintegrasikan semua saluran pemasaran yang tersedia.

    Gambar ini memiliki atribut alt yang kosong; nama berkasnya adalah dr-hewege-peserta-1-600x337.png

    Terkait perkembangan tersebut, Dr. Hewege juga menjelaskan bahwa saat ini nilai perusahaan tidak lagi hanya terbatas pada nilai moneter, tetapi juga ‘social capital’ (modal sosial). Konsep ini merujuk pada kondisi dimana perusahaan menarik banyak konsumen untuk membeli ataupun menggunakan jasa yang ditawarkan.

    Contoh sederhana dari ‘social capital’ ini adalah laman web yang dikunjungi oleh banyak orang akan memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan laman yang sepi pengunjung.

    “Anda sebagai pemasar tidak lagi hanya berfokus pada membangun kelompok konsumen. Anda perlu membangun komunitas, perlu adanya authenticity dalam komunikasi dengan komunitas maupun pelanggan baru. Anda juga perlu sadar akan pengaruh dari aktivisme konsumen (consumer activism), dimana pendapat atau pengalaman yang dibagikan oleh satu orang konsumen dapat mempengaruhi konsumen lain lewat media sosial” ungkapnya.

    Setelah sesi paparan materi, agenda kuliah tamu tersebut berlanjut dengan sesi tanya jawab interaktif.

    Sebagai penutup diskusi, Dr. Hewege berterima kasih atas dan berharap para mahasiswa menggunakan materi yang disampaikannya untuk lebih berkembang ke depan. (Tetri & Aulia)

  • Selamat, Prof. Irwan Jadi Pemenang I Academic Leaders Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora

    Selamat, Prof. Irwan Jadi Pemenang I Academic Leaders Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora

    Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menjadi Pemenang I pada seleksi Academic Leaders Tahun 2022 di UNS untuk Bidang Ilmu Sosial dan Humaniora. Selanjutnya, Prof. Irwan bersama dengan 2 dosen pemenang lain pada kategori bidang yang berbeda akan dikirimkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) untuk mengikuti seleksi tingkat nasional.

    Mekanisme penilaian Academic Leaders di UNS dilakukan dengan tiga tahapan yakni pemeriksaan administrasi dokumen peserta, presentasi dan wawancara. Pengarahan dan wawancara Dosen peserta Academic Leader telah dilaksanakan Selasa 4 Oktober 2022 di Ruang Sidang 1 Gedung dr. Prakosa UNS.

    Seleksi tersebut diselenggarakan UNS untuk menindaklanjuti Program Anugerah Dosen sebagai Academic Leaders Tahun 2022 dari Kemdikbudristek. Kegiatan penganugerahan kepada dosen ini merupakan salah satu prakarsa dari Kemendikbudristek untuk menggelorakan dan memperkuat implementasi Merdeka Belajar, Kampus Merdeka guna menghasilkan SDM Indonesia unggul, berakhlak mulia dan berkepribadian Pancasila.

    Penganugerahan ini diberikan kepada Dosen yang selama bertugas telah menghasilkan karya inovatif bidang pembelajaran, bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, berkontribusi nyata terhadap pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi tempat bekerja, menginspirasi teman sejawat dan sangat bermanfaat bagi pembangunan masyarakat dan bangsa, hingga mendapat pengakuan nasional dan/atau internasional.