Sejumlah peserta dari kalangan dosen, mahasiswa, karyawan dan juga praktisi mengikuti workshop yang diselenggarakan oleh Grup Riset Pemasaran Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu 5/8/2022 di Bolodewe Cafe, Manahan, Solo.
Kegiatan yang mengangkat tema “Bikin Web Bisnis Sampai Tayang” itu menghadirkan Prof. Dr. Budhi Haryanto, pakar pemasaran keperilakuan UNS, Dr. Ahmad Ikhwan S., pakar pemasaran digital UNS dan Arif Winata Patanduk, founder & CEO Wiyata Academy.
Arif Winata mengatakan keuntungan menggunakan website adalah untuk meningkatkan kredibilitas atau kepercayaan calon konsumen, mempermudah pencarian informasi, media promosi dan juga mudah diakses dari berbagai perangkat.
Tidak hanya mendapatkan pengetahuan membuat web bisnis, peserta juga diajak untuk praktek langsung membuat web bisnis dan konsultasi online hingga menjadi web yang menarik.
Menurut Budhi Haryanto, 4 kriteria website yang berkualitas baik adalah website responsive, design yang simpel dan mudah digunakan, speed website yang cepat, serta konten yang menarik dan relevan.
Ikhwan Setiawan menambahkan, web bisnis melengkapi strategi penggunaan sosmed dalam promosi bisnis seperti facebook, instagram, twitter, youtube maupun tiktok.
Melalui website, perusahaan dapat meningkatkan kredibilitas perusahaan dan memperkuat persepsi kualitas produk. Selain itu, web bisnis menjadi sarana efektif memperluas area pasar dan mendongkrak omset penjualan
Peserta sangat antusias mengikuti jalannya workshop. Mereka mendapatkan banyak pengetahuan dan pemahaman tentang cara membuat wordpress secara umum; Proses memilih template wordpress yang sesuai peruntukan: personal, lembaga atau swasta; Tips mengupdate info bisnis : produk dan info lain, Metode menginstal web berbasis wordpress di webhosting gratis dan berbayar; Teknik memilih, dan mendaftar webhosting yang bagus, cepat dan sesuai budget; Strategi agar web cepat diakses serta cara agar web sering dikunjungi. (Tetri)
Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) tidak henti-hentinya mengembangkan jejaring kolaborasi internasional. Kali ini, Prodi Manajemen menerima kunjungan dari Neu-Ulm University of Applied Sciences (HNU) Germany, dalam rangka pengembangan kolaborasi pertukaran pelajar.
Kunjungan yang dihadiri oleh perwakilan dari HNU Germany, Kaprodi dan Dosen Prodi Manajemen berserta mahasiswa tersebut dilaksanakan di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS, FEB UNS pada Kamis (02/06/2022).
Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Atmaji, MM dalam sambutannya berterima kasih atas kehadiran perwakilan HMU di kota Solo yang merupakan pusat budaya dan pendidikan. Usai menyampaikan profil singkat UNS dan Prodi, Dr. Atmaji berharap melalui kunjungan tersebut, kedua institusi dapat membangun pemahaman yang lebih baik terkait kesempatan kerja sama dan aktifitas lainnya.
Lebih lanjut, Dr. Sinto Sunaryo, dosen Prodi Manajemen, menyampaikan informasi proses belajar mengajar yang diterapkan di Prodi Manajemen. Dr. Sinto juga menjelaskan mengenai metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar serta fasilitas pendukung yang tersedia, termasuk juga informasi program MBKM. “Semoga kolaborasi ini dapat bermanfaat bagi kedua institusi,” harap Dr. Sinto.
Dua perwakilan HMU Jerman, Verena Seitz, Kepala International Office HMU dan Cornelia Häusler, Wakil Kepala Internasional memperkenalkan HMU kepada peserta yang hadir. Perkenalan tersebut mencakup profil universitas, petunjuk arah dan transportasi yang tersedia untuk mengunjungi HMU, program yang tersedia, kesempatan kolaborasi, profil dosen, serta dukungan yang diberikan oleh International Office HMU kepada mahasiswa internasional.
Acara berlanjut dengan sesi tanya jawab bersama mahasiwa yang berlangsung secara interaktif. Antusias mahasiswa tampak jelas pada sesi tanya jawab, terutama terkait jumlah SKS yang ditawarkan, sarana pendukung, serta kriteria mahasiswa yang diharapkan oleh HNU untuk bergabung dalam program pertukaran pelajar. (Tetri & Alifah)
Tim Bidang Pengabdian Internal dan Dharma Wanita Persatuan, Dies Natalis ke 46 Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Atmaji, MM menggelar Temu Kangen dengan Senior FEB UNS di Pendopo Aula Suhardi atau Aula Gedung 3 FEB UNS, Sabtu, 5 Maret 2022.
Kegiatan dihadiri oleh sejumlah Senior FEB diantaranya Bapak Tjilik Suwito, Bapak Soetantyo, Ibu Sri Suwarsi, Ibu GAA Susilowati, Bapak Darustam dan Ibu Mahastuti Agung. Acara dikemas dalam suasana santai, riang penuh keakraban, mengingatkan kembali pengalaman saat terbentuknya FEB dengan berbagai cerita suka duka.
Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M. Com, Ph,D., Ak. dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara seperti ini sangat penting, mempertemukan antara senior dan yunior agar para yunior tahu dan memahami bagaimana FEB UNS didirikan, suka dukanya seperti apa. Ke depan, kita harus bisa hidup rukun, ayem tentrem dan berharap kegiatan seperti ini akan selalu menjadi agenda rutin.
Dekan FEB UNS Saat Sambutan
Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada para senior FEB yang telah memberikan pondasi yang kuat bagi kita semua sehingga FEB bisa mencapai seperti hari ini.
“Terimakasih kepada para Bapak Ibu Senior yang telah menjadi peletak dasar berdirinya FEB, tanpa Bapak Ibu semua, FEB tidak akan bisa seperti ini. Dan untuk para yunior, jangan lupakan sejarah. Dari para senior, kita bisa mengetahui fakta sejarah bagaimana terbentuknya FEB UNS dengan segala perjuangannya. Dan ini harus dipahami oleh kita semuanya” tegasnya.
Di acara tersebut, Dekan juga menyampaikan berbagai capaian prestasi yang telah diraih FEB UNS hingga saat ini.
Sejak tanggal 6 Oktober 2020, Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi berstatus sebagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH), berdasarkan Peraturan Presiden No. 56 Tahun 2020 Tentang UNS PTN-BH,. Dengan status itu, kita harus masuk dalam 500 besar dunia, banyak hal yang harus kita kejar dan kita perjuangkan untuk mencapainya.
“Alhamdulillah, posisi FEB masuk peringkat +600 berdasarkan World Univerity Ranking (WUR) dan UNS berada di ranking +1200. FEB juga telah membuka program kelas internasional dan sudah berjalan untuk Program Studi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan, FEB mendapatkan bantuan Matching Fund Kedaireka dengan tajuk Educamp Wisata Preneur, Prodi S1 EP FEB berhasil membangun program kerja sama dengan United Nation Development Program (UNDP) dan Prodi S1 Manajemen FEB berhasil memenangkan Hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka” urainya.
Pemberian Tali Asih kepada Senior FEB
Selanjutnya, di tahun 2022, FEB akan mendirikan Prodi S1 Bisnis Digital dan akan membuka kelas Internasional untuk Prodi S1 Manajemen dan juga percepatan Lektor Kepala dan Guru Besar. Semoga FEB UNS akan semakin maju dan banyak menghasilkan profesor agar bisa memperkuat rangking kita ditingkat nasional dan internasional.
Sementara itu, Dr. Atmaji, MM dalam laporan kegiatannya menyampaikan, acara Temu Kangen dengan Senior FEB ini merupakan agenda ketiga, setelah sebelumnya, tim melakukan kunjungan silaturahmi ke rumah keluarga para Tokoh atau Pendiri FEB dan juga ziarah makam. Acara-acara yang diselenggarakan juga atas kerjasama dengan alumni FEB UNS.
Di Tanggal 23 Februari 2022 lalu, Tim bersama dengan Dharma Wanita Unit Persatuan FEB melakukan silaturahmi ke keluarga Pendiri FEB. Sehari sebelum kegiatan Temu Kangen ini, Tim juga melakukan ziarah ke lima makam para pendiri FEB.
“Kelima Peletak Dasar FEB yang kami ziarahi tersebut, akan diabadikan namanya menjadi nama gedung di FEB UNS meliputi: Gedung I, Soeharno TS, Gedung II, Djarwanto PS, Gedung III, Suhardi, Gedung IV, Bachtiar Effendi dan Soedarah Soepono untuk nama Gedung V. Penamaan Gedung tersebut secara resmi telah tertuang dalam Keputusan Rektor UNS No 12/UN27/HK/2022 tanggal 4 Januari 2022 tentang Penamaan Gedung di Lingkungan Universitas Sebelas Maret Tahun 2022” jelasnya.
Disampaikan juga, penamaan gedung dengan Nama Tokoh-Tokoh Pendiri FEB ini akan mengingatkan kita pada kegigihan para pendahulu kita yang telah berjuang dalam mendirikan FEB UNS.
FEB saat ini sudah menorehkan banyak prestasi dan sudah dipandang dunia, semua prodinya sudah terakreditasi A, dan di bulan Maret ini kita akan berjuang untuk meraih Akreditasi Internasional AQAS. (Tetri)
Sejalan dengan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemdikbudristek, Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas EKonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengadakan Visiting Professor bersama Associate Professor Dr. Yuhanis Abdul Azis, pada Kamis, 16 Desember 2021, secara virtual melalui Zoom Clound Meeting. Agenda ini merupakan bagian dari rangkaian program Visiting Professor dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.
Agenda pertemuan dengan judul ‘Curriculum Development in Entrepreneurship’ tersebut membahas implementasi program MBKM Kewirausahaan yang saat ini sedang dijalankan oleh Prodi Manajemen.
Program MBKM merupakan program belajar mandiri yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari materi atau topik yang sesuai dengan ketertarikan mahasiswa. Saat ini tercatat terdapat 11 (sebelas) mahasiswa yang terbagi dalam 8 (delapan) kelompok, sedang mengikuti program kewirausahaan MBKM.
Pada kesempatan tersebut, Prof. Yuhanis menyampaikan hasil review terkait program kewirausahaan Prodi S1 Manajamen FEB UNS yang dikemas dalam tiga poin besar yaitu feedback, rekomendasi, dan kesimpulan.
Dalam paparannya terkait pengembangan rubrik, Prof. Yuhanis menyatakan bahwa rubrik yang telah dipersiapkan oleh Prodi Manajemen sudah cukup baik.
“Rubrik Penilaian telah disiapkan dengan baik oleh prodi, meskipun tetap terdapat ruang untuk perbaikan seperti pentingnya menjaga konsistensi dari istilah yang digunakan dan revisi agar rubrik tersebut dapat merefleksikan subjek yang dinilai.”
Lebih lanjut, Prof. Yuhanis mengakui bahwa laporan yang telah disiapkan oleh prodi terkesan cukup padat, sehingga elaborasi lebih lanjut dapat dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih detail serta panduan bagi pembimbing mahasiswa yang ditunjuk.
Terkait sistem tugas akhir yang diterapkan dalam program tersebut, Prof. Yuhanis menekankan pentingnya informasi terkait target capaian dari Tugas Akhir (Final Assignment), apakah mahasiswa diharapkan untuk melakukan riset atau tidak. Untuk Final Assignment, rubrik penilaian juga diperlukan.
Terkait syllabus, Prof. Yuhanis mengungkapkan tiga poin temuan yaitu informasi mengenai Target Capaian Luaran yang perlu disesuaikan, kesesuaian subjek, penamaan subjek mata kuliah dan sistem penilaian.
Setelah penyampaian materi oleh Prof. Yuhanis, acara dilanjutkan dengan tanya jawab, dipimpin oleh Risgiyanti (Dosen prodi Manajemen) selaku moderator acara, antara Prof. Yuhanis dan peserta yang merupakan dosen dari Prodi Manajemen FEB UNS.
Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan Research Day pada Senin 6 Desember 2021 secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.
Acara yang diadakan dalam rangka kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021 menghadirkan tiga presenter, Dosen FEB UNS dan juga peneliti dari Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI-PT) Fintech dan Banking (Center for Fintech and Banking) UNS.
Ketiga presenter diberikan waktu kurang lebih 10 menit untuk dapat mempresentasikan hasil risetnya di tahun 2021 yang kemudian dibahas bersama tiga anggota panelis (Discussant).
Presenter pertama, Dr. Tastaftiyan Risfandy dengan artikel berjudul Foreign Institutional Investor and Dividend Policy in Indonesia. Presenter kedua, Prof. Doddy Setiawan dengan judul artikel Business Strategy-MSMEs’ Performance Relationship: Innovation and Accouting Information System as Mediators adalah yang merupakan. Artikel terakhir berjudul Related Bank Deposits: Good or Bad for Stability, dipresentasikan oleh Dr. Aldy Fariz Achsanta.
Tiga panelis yang dihadirkan dalam Research Day kali ini adalah Dr. Moch Doddy Ariefianto dari Binus University, Dr. Rahmat Setiawan dari Universitas Airlangga, dan Rosnita Wirdiyanti dari DRJK Otoritas Jasa Keuagan (OJK).
Dr. Tastaftiyan Risfandy saat presentasi
Selama proses diskusi, ketiga discussants menyampaikan banyak saran, komentar, serta apresiasi pada artikel yang telah ditulis oleh ketiga presenter. Apresisasi disampaikan oleh Dr. Rahmat Setiawan pada artikel yang dipresentasikan oleh Dr. Tastaftiyan.
“Artikel ini sudah sangat baik yang didukung dengan berbagai robustness test.” Ungkapnya.
Sementara itu, Dr. Tastaftiyan sebagai salah satu presenter mengaku sangat terbantu dan berterima kasih kepada para discussants atas saran yang diberikan.
Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Kemitraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara hybrid, di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo dan zoom meeting, Sabtu, 4 Desember 2021.
Di kegiatan yang dihadiri oleh dosen dan juga keempat belas mitra MBKM, Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Atmaji, MM menyampaikan, MBKM intinya memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus maksimal 3 semester .
Dengan adanya MBKM, maka prodi sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruaan Tinggi harus segera merespon karena itu hak mahasiswa. Prodi harus menyediakan hak itu dimulai dengan merekonstruksi kurikulum.
“Kurikulum yang ada di Prodi S1 Manajemen FEB UNS mengakomodasi mahasiswa, apakah akan mengambil kurikulum yang sifatnya konvensional, kuliah di kampus saja. Pak Menteri mengibaratkan mahasiswa yang seperti itu hanya berenang di satu kolam renang. Di sisi lain Prodi Manajemen mendesain kurikulum yang mengakomodasi mahasiswa mengikuti MBKM.“ jelasnya
Dengan mengikuti MBKM, mahasiswa akan memperoleh wawasan yang sangat luas. Mahasiswa diberi hak untuk mengambil MBKM sesuai pasion masing-masing.
“Dalam hal ini, Prodi S1 Manajemen alhamdulillah telah memberangkatkan mahasiswa ke 8 bidang MBKM yang barangkali belum dilaksanakan oleh prodi lain di UNS.” ungkapnya. ‘
Mudah-mudahan akan semakin banyak mahasiswa memahami makna dan fungsi MBKM dalam menggodok dirinya sehingga lebih banyak lagi mitra yang kami gandeng serta mahasiswa mendapatkan ilmu yang lebih luas.
Dr. Atmaji juga mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang telah menerima mahasiswa Prodi S1 Manajemen untuk kuliah di intansi mitra. Dikarenakan MBKM perlu payung hukum, maka di kegiatan ini juga dilaksanakan perjanjian kerjasama (PKS) antara UNS dengan intansi mitra MBKM.
Sementara itu, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Dr Izza Mafruhah, SE, M.Si mewakili sambutan Dekan mengatakan Prodi S1 Manajemen sangat beruntung menjadi salah satu prodi yang lolos dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), sebuah Program Hibah Bersaing terkait Implementasi Kampus Merdeka pada Perguruan tinggi yg dibiayai Dikti.
“Prodi S1 Manajemen memberikan peluang paling banyak bagi mahasiswa untuk mengikuti MBKM, jenis MBKM nya lebih komplit dibandingkan dengan prodi yang lain. Hal ini menyebabkan, prestasi mahasiswa kita naik cukup tinggi, baik pada level fakultas, universitas maupun prodi” ungkapnya
Prof. Izza juga menyampaikan penghargaan kepada Bapak Ibu mitra yang sudah bekerjasama dengan Prodi S1 Manajemen untuk menerima mahasiswa melakukan aktifitas magang maupun aktifitas lain kaitannya MBKM yang ada di FEB UNS.
Lebih lanjut dikatakan Prof. Izza, jika sebelumnya kita bersaing di liga BLU, maka di liga PTNBH, persaingan prestasi akan semakin ketat. Namun tidak mengapa karena mahasiswa-mahasiswa FEB dengan dukungan dari Bapak Ibu Dosen dan dukungan kebijakan fakultas dan univeritas maupun prodi akan mampu bergerak dan melakukan aktifitas yang lebih bagus lagi. (Humas FEB).
Program S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Guest Lecture Manajemen Konsultan Bisnis, Rabu 1 Desember 2021 secara daring dengan narasumber Dr. Singgih Hartanto, ST, MT., Wakil Ketua Umum DPN INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) Jakarta.
Kuliah dosen tamu yang bertemakan Meniti Karir di Bisnis Konsultan Manajemen, selain diikuti oleh mahasiswa dari Prodi S1 Manajemen Transfer, juga dosen dan mahasiswa lain yang tertarik pada materi ini.
Matakuliah (MK) Manajemen Konsultan Bisnis adalah matakuliah pilihan di Program S1 Manajamen FEB UNS dengan bobot 2 SKS. MK Manajemen Konsultan Bisnis merupakan matakuliah yang memberikan panduan kepada mahasiswa tentang bagaimana menjadi seorang profesional di bidang konsultasi bisnis dengan menekankan peningkatan pada keterampilan analisis, penyelesaian masalah-masalah praktis yang dihadapi organisasi, bagaimana meningkatkan kinerja organisasi serta membaca dan menangkap peluang bisnis.
Mengawali presentasinya, Dr. Singgih mengatakan konsultan adalah tenaga atau badan yang secara profesional memberikan jasa kepenasihatan dalam bidang tertentu. Konsultan adalah pioner, penggerak pertama di dalam sebuah pembangunan, konsultan bisa membangun sebuah peradaban.
“Tidak ada negara yang maju tanpa konsultan yang maju dan tidak ada negara yang hebat tanpa konsultan yang hebat. Ini yang harus disemangati. Seperti halnya di negara-negara maju, investasi ke negara-negara berkembang, konsultan IT-nya yang maju ” tegasnya.
Jasa konsultan sangat luas sekali bidangnya meliputi ekonomi keuangan, pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, kebudayaan, tata ruang, lingkungan hidup, sarana prasarana, konstruksi, pemerintahan, kedirgantaraan, kelautan, perikanan dan lain sebagainya.
Menurutnya, yang perlu digaris bawahi adalah bidang jasa konsultan itu berbasis ilmu (knowledge). Pelaku di jasa konsultan harus inovatif, harus bisa melihat peluang pasar dan memiliki strategi yang kuat. Tidak kalah penting juga dengan kemampuan digital. Konsultan-konsultan sekarang sudah kompetitif, di dunia maya sudah simpang siur konsultan yang memasarkan produk-produknya.
Dr. Singgih Hartanto, ST, MT., Wakil Ketua Umum DPN INKINDO
Selanjutnya dijelaskan, kunci pokok di dalam sebuah manajemen bisnis konsultan meliputi manajemen pemasaran, manajemen pembiayaan atau keuangan dan manajemen tenaga kerja.
“Manajemen pemasaran adalah bagaimana memuaskan kebutuhan pelanggan. Pasar yang menilai produk kita. Apabila dalam memasarkan sebuah produk tidak mempunyai sebuah knowledge atau inovasi yang bagus, maka pasar tersebut tidak akan terlihat” jelasnya.
Dalam manajemen pembiayaan, jasa konsultan harus menyusun rencana atau agenda terkait proyek kegiatan konsultan. Jika neracanya bagus akan dievaluasi, jika tidak bagus maka cepat atau lambat kepercayaan dari klien akan hilang. Jasa konsultasi harus profesional, baik dari waktu maupun kualitasnya.
Diantara rencana yang harus dipersiapkan dalam hal pembiayaan yakni manual kebijakan dan prosedur pembiayaan, penghimpunan dana oleh bank secara rasional, kemampuan pasar untuk menyerap dana dalam bentuk pembiayaan, potensi daerah setempat, segmentasi dan target market dan rencana anggaran bank yang sudah diterapkan.
Selain itu, manajemen tenaga kerja merupakan masalah yang penting dan menuntut tanggung jawab paling besar. Dalam kenyataannya, tenaga kerja adalah salah satu sumber daya yang dikelola secara lemah dalam organisasi. Ada kebutuhan mendesak untuk lebih menerapkan riset-riset keperilakuan dalam fungsi organisasi, tentu saja tanpa meninggalkan aspek-aspek teknik dan lain-lain yang sangat membantu tugas manajer dalam mengelola tenaga kerja.
Dalam hal merespon Program Kampus Merdeka, Dr. Singgih mengatakan INKINDO melaksanakan kerjasama dalam rangka kegiatan senimar nasional, international conference, jurnal penelitian/research base, kuliah tamu dan dosen tamu.
Peserta Kuliah Dosen Tamu
Selain itu, INKINDO juga menerima program magang atau kerja praktek di dunia jasa konsultasi, baik konsultan nasional maupun international bagi mahasiswa tingkat akhir dari perguruan tinggi serta membangun kemitraan dengan perguruan tinggi untuk pengenalan, pelatihan dan matakuliah kewirausahaan 2 SKS, Consultant Enterprenuer.
Dr. Singgih berharap ada kerjasama antara INKINDO dan FEB UNS yang dapat memberikan kemanfaatan bagi kedua belah pihak. Misalnya bidang engineering masih ada kekurangan diaspek manajerialnya, ada peluang bagi dosen-dosen di Prodi Manajemen bisa berkolaborasi dengan INKINDO. (Humas FEB)
Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengadakan seri kedua dari Kuliah Tamu dalam Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021 berjudul “Financial Management: Transformation in Banking” pada Selasa (19/10/2021).
Kuliah tamu dengan pembicara utama Prof. Franco Fiordelisi tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan Dosen dari FEB UNS.
Mengawali paparan materi mengenai Risiko Likuiditas di sektor perbankan, Prof. Fiordelisi menyampaikan harapan untuk dapat berkunjung secara langsung ke UNS.
“Saya berharap untuk dapat berkunjung secara langsung karena universitas anda memiliki cerita dan fasilitas yang menarik,” ungkap Prof. Fiordelisi.
Sebagai bagian dari seri kuliah tamu di bidang manajemen keuangan, materi yang disampaikan oleh Prof. Fiordelisi dalam kuliah tamu kali ini bertujuan untuk memahami bank mengelola sumber risiko likuiditas.
Materi dibuka dengan pengertian dari likuiditas dari tiga jenis likuiditas yaitu sekuritas, pasar, dan keuangan. Sebuah instrumen sekuritas dianggap likuid atau lancar jika instrumen tersebut muda diperjualbelikan di pasar modal.
Disisi lain, sebuah market (pasar saham/modal) dianggap likuid ketika terdapat tingkat permintaan dan penawaran yang baik atau seimbang, sementara financial liquidity (likuiditas keuangan) adalah kondisi dimana sebuah instrumen keuangan dapat digunakan untuk mendapatkan pendanaan atau untuk melunasi kewajiban. Sehingga dapat disimpulkan bahwa secara umum likuiditas dapat diartikan sebagai jumlah aset yang dapat segera digunakan dalam transaksi.
Dalam kaitannya dengan institusi perbankan, Prof. Fiordelisi berpendapat bahwa bank adalah satu-satunya institusi yang dihadapkan pada tekanan likuiditas terbesar akibat adanya kewajiban untuk menjaga kepercayaan nasabah.
Menurutnya, bank harus bisa mengatur likuiditas dengan baik untuk memastikan bahwa nasabah dapat menarik dana untuk kebutuhan sehari-hari.
Risiko likuiditas dapat terjadi karena dua jenis keadaan yaitu akibat dari kejadian spesifik ataupun karena adanya kondisi sistemik. Kejadian spesifik yang dapat menjadi risiko likuiditas biasanya terjadi karena kondisi internal dari bank, misal karena adanya debitur yang gagal bayar sehingga mengganggu tingkat likuiditas di bank tersebut.
Kondisi ini menurut Prof. Fiordelisi membutuhkan perhatian lebih dari manajer bank. Disisi lain, risiko likuiditas yang disebabkan oleh kondisi sistemik biasa terjadi pada institusi perbankan lain akan tetapi memiliki dampak sistemik pada sistem keuangan di sebuah negara.
“Meskipun kondisi sistemik ini sebenarnya tidak melibatkan suatu bank tertentu, namun kondisi ini bisa saja mempengaruhi kepercayaan nasabah pada sektor perbankan secara keseluruhan. Jadi, manajer tetap harus memperhatikan kondisi sistemik ini dalam mengambil keputusan,” jelas Prof. Fiordelisi.
Topik bahasan berlanjut ke jenis-jenis pendekatan dalam manajemen risiko likuiditas yang terdiri dari stock-based approach, cash flow, dan hybrid. Materi ditutup dengan penjelasan berbagai peraturan di bidang perbankan yang secara global diatur dalam oleh Basel Committee on Banking Supervision dalam Basel III.
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali mengundang Profesor ternama dalam rangkaian kegiatan Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2021.
Kali ini, Prodi Manajemen mengundang Prof. Franco Fiordelisi yang merupakan profesor di bidang keuangan dan perbankan dari University or Rome III, Italia, dan University of Essex, Inggris. Di bidang professional, Prof. Fiordelisi juga menjabat sebagai President of the Financial Intermediation Network of European Studies (FINEST).
Pada gelaran kuliah tamu yang diadakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting, Selasa (12/10/2021), Prof. Fiordelisi menyampaikan materi terkait manajemen keuangan utamanya dalam hal manajemen risiko.
Di awal paparan, Prof. Fiordelisi menjelaskan mengenai pengertian manajemen risiko di sektor perbankan yang mencakup dua jenis risiko yaitu risiko suku bunga (interest risk) dan risiko kredit (credit risk).
Dijelaskan juga mengenai perbedaan antara risiko dan ketidakpastian (uncertainty) yang seringkali dianggap memiliki makna yang sama. Dalam hal ini Prof. Fiordelisi menyatakan bahwa terdapat sedikit perbedaan antara risiko dan ketidakpastian.
“Risiko adalah kondisi masa depan yang kemungkinan terjadinya dapat diukur, sementara dalam uncertainty (ketidakpastian) kemungkinan ini bersifat tidak terbatas atau tidak dapat diukur,” ungkap Prof. Fiordelisi .
Penjelasan materi dilanjutkan dengan definisi dari manajemen risiko yang secara umum dapat diartikan sebagai proses logis yang dilakukan untuk mengurangi kemungkinan kerugian.
Disela-sela paparan materinya, Prof. Fiordelisi memberikan pertanyaan pada peserta mahasiswa terkait risiko terbesar yang dihadapi oleh sektor perbankan saat ini. Sesi tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk dapat berinteraksi secara langsung dengan Prof. Fiordelisi.
Selanjutnya Prof. Fiordelisi menjelaskan mengenai tahapan/langkah-langkah dalam manajemen risiko dan risiko suku bunga. “Risiko suku bunga terjadi akibat adanya ketidaksesuaian nilai antara aset (maturity) dan laba,” jelas Prof. Fiordelisi.
Terkait risiko suku bunga, terdapat dua efek dari perubahan tingkat suku bunga, yaitu perubahan nilai pasar dari aset/utang yang merupakan efek langsung dari perubahan tingkat suku bunga, dan perubahan kuantitas aset finansial/utang, yang merupakan efek tidak langsung dari perubahan tingkat suku bunga.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) yang terbagi dalam 2 kelas mengikuti Pelatihan Startup Kewirausahaan secara hybrid, luring di kelas 2202 dan 2203 serta daring melalui zoom meeting, Kamis 14/10/2021.
Prof. Asri Laksmi Riani, M,Si, Ketua Laboratorium Kewirausahaan (Lab KWU) dalam laporannya menyampaikan, kegiatan pelatihan ini merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Lab KWU.
“Pelatihan KWU akan berlangsung hingga pertengahan bulan November 2021. Aktifitas dimulai dengan perekrutan pelatihan KWU dari dosen FEB per program studi, dilanjutkan kegiatan Trianing Of Trainer (TOT) dengan mengundang beberapa narasumber, penyusunan modul, pelaksanaan pelatihan, penyusunan proposal bisnis, presentasi, pendampingan dan evaluasi”, ungkap Prof. Asri.
Dikatakannya, dalam pelaksanaan pelatihan, ada 18 instruktur dari dosen FEB UNS, 8 orang Tenaga Kependidikan dan mahasiswa yang berjumlah 29 orang. Dari 29 mahasiswa yang mengikuti pelatihan, 24 mahasiswa mengikuti secara luring dan 5 lainnya mengikuti secara daring. Mahasiswa terbagi dalam 6 kelompok dengan 3 bidang usaha yaitu fashion, kuliner dan kriya.
Target kegiatan ini adalah pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS yaitu terdapatnya beberapa mahasiswa yang melakukan rintisan usaha baru dan kegiatan ini merupakan pilot project bagi kegiatan yang akan datang.
Senada dengan Prof. Asri, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. dalam sambutannya menyampaikan, perguruan tinggi mendapatkan 8 tugas untuk pencapaian IKU, diantaranya adalah lulusan yang mendapatkan pekerjaan yang layak atau berwirausaha atau melanjutkan studi. Dalam Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), salah satu programnya adalah KWU agar mahasiswa menjadi lulusan yang menciptakan lapangan kerja.
Prof. Izza berharap, pelatihan yang difasilitasi oleh FEB UNS memberikan manfaat kepada mahasiswa, membawa nilai plus, bukan hanya Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) yang akan diberikan kepada seluruh peserta tapi nilai plus yang berkaitan dengan keilmuan, bagaimana strategi atau trik dalam berwirausaha. Untuk mengembangkan KWU, mahasiswa perlu berkolaborasi dengan fakultas-fakultas lain agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
Sementara itu, Drs. Rohman Agus Pratomo, Kepala Biro Akademik dan Kemahasiswaaan UNS mengapresiasi pelatihan KWU yang dilaksanakan FEB UNS secara hybrid. Dengan pelatihan KWU ini, mahasiswa diharapkan bisa berkompetisi di tingkat universitas dan juga di tingkat nasional.
“Aktifitas KWU dirintis mulai dari sekarang, tahun depan mahasiswa ikut kompetisi di universitas, dan juga ke tingkat nasional. Perencanaan bisnisnya dibuat yang keren, diimplementasikan dan dikembangkan. Setelah mahasiswa lulus bisa menjadi usahawan, jadi job creator bukan job seeker sehingga bisa menggandeng kawan, tetangga dan seterusnya. Hal ini juga tentunya akan membanggakan institusi tempat belajar” pungkasnya. (Humas FEB)