FEB

Kategori: s1_mnj

  • Hadirkan Prof. Clotilde Coron, Prodi S1 Manajemen Bahas Teori Organisasi

    Hadirkan Prof. Clotilde Coron, Prodi S1 Manajemen Bahas Teori Organisasi

    Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang dilaksanakan oleh Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, masih berlanjut.

    Dalam agenda terbarunya, Prodi S1 Manajemen menghadirkan Prof. Clotilde Coron, dari Sorbonne Business School, Perancis, dalam Guest Lecture Management: Organizational Theories and Flexibility Organizational Design. Acara tersebut dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh lebih dari 270 peserta.

    Peserta Guest Lecture Management

    Memulai paparan mengenai teori organisasi, Prof. Coron menyampaikan definisi dari organisasi dan teori organisasi. Secara garis besar, organisasi adalah kelompok individu yang bertujuan untuk mencapai tujuan tertentu. Meskipun begitu, pada praktiknya, terdapat beberapa hambatan yang sering dihadapi oleh sebuah organisasi dalam mencapai tujuan. Masalah tersebut seringkali berhubungan dengan keselarasan antara tujuan individu dan organisasi, pembagian tugas, serta proses kontrol.

    “Untuk itu dalam sebuah organisasi, penting untuk memastikan bahwa setiap anggota memiliki tujuan yang sama dengan tujuan organisasi. Dalam kata lain, organisasi perlu memastikan bahwa tujuan kolaboratif dalam organisasi tersebut menjadi tujuan dari setiap anggota di dalammya,” jelas Prof. Coron.

    Sementara dalam hal teori organisasi, Prof. Coron menyampaikan berbagai macam teori yang sering digunakan dalam memahami organisasi. Dalam paparannya, dijelaskan tentang teori klasik (classical theories), teori hubungan (human relations), teori kontingensi (contingency theories), serta teori sistemik (systemic theories).

    Prof. Clotilde Coron, dari Sorbonne Business School, Perancis

    “Tidak semua organisasi memiliki sistem yang sama. Terdapat karakteristik khusus dari setiap organisasi yang dipengaruhi oleh faktor internal seperti teknologi, strategi, tingkat kualifikasi, usia organisasi, serta ukuran organisasi. Dalam hal ini teori, berfokus pada bagaimana organisasi berfungsi dan bertujuan untuk meningkatkan efisiensi organisasi,” ungkap Prof. Coron.

    Setelah paparan materi, acara yang dilaksanakan pada hari Kamis 27 Oktober 2022 tersebut berlanjut dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator, Dr. Wulan Permatasari, SE., MM.

    Peserta yang didominasi oleh mahasiswa sangat aktif menyampaikan pertanyaan disesi diskusi. (Tetri & Aulia)

  • Prodi Manajemen Adakan Guest Lecture Marketing Management I bersama Dr. Chandana Hewege

    Prodi Manajemen Adakan Guest Lecture Marketing Management I bersama Dr. Chandana Hewege

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta kembali mengadakan kuliah tamu dalam Rangkaian Kegiatan Visiting Profesor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Kamis 27/10/2022 melalui Zoom Cloud Meeting.

    Guest Lecture Marketing Management I bertajuk ‘Emerging Trends in Global Consumer Behavior: Implications for Marketers’ menghadirkan Dr. Chandana Hewege (Swinburne Business School, Australia).

    Narasumber: Dr. Chandana Hewege

    Diawal paparan materi, Dr. Hewege menjelaskan topik terkait globalisasi konsumsi. Menurutnya, permintaan konsumen terbentuk dari paparan terhadap pola konsumsi di negara lain, sehingga konsumen bisa saja memiliki keinginan untuk mencoba produk makanan dari negara lain. Untuk itu, konsumen global yang saling terkoneksi membutuhkan produk yang tersedia atau diproduksi secara global.

    Lebih lanjut, Dr. Hewege juga menyoroti tentang karakteristik konsumen millennial dengan karakter uniknya.

    “Konsumen ini (millennial) berbeda. Mereka tidak menginginkan produk, melainkan pengalaman (experiences). Mereka ingin didengar dan berinteraksi dengan perusahaan, dengan keyakinan bahwa generasi mereka berhak atas masa depan yang lebih baik. Mereka juga menuntut keadilan sosial, peduli dengan perubahan iklim, sangat sensitif, dan kebutuhan akan keunikan (authenticity),” jelas Dr. Hewege.

    Peserta tampak antusias, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang masuk saat sesi tanya jawab interaktif di akhir acara. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S1 Manajemen FEB Hadirkan Prof. Chicksand dalam Workshop: How to Publish Operation Management Papers in Reputable Journals

    Prodi S1 Manajemen FEB Hadirkan Prof. Chicksand dalam Workshop: How to Publish Operation Management Papers in Reputable Journals

    Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menghadirkan Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School (UK) dalam agenda Visiting Profesor, Kamis 20/10/2022

    Kegiatan tersebut merupakan rangkaian Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meeting dan dihadiri oleh dosen Konsentrasi Manajemen Operasi Prodi Manajemen.

    Mengawali paparan materi Prof. Chicksand melayangkan pertanyaan terkait sistem perangkingan jurnal yang terdapat di Indonesia, apakah Indonesia menggunakan sistem perankingan Scopus, Scimago, ataukah terdapat sistem khusus yang berlaku di Indonesia.

    Prof. Chicksan juga mengutarakan langkah pertama yang perlu dipersiapkan oleh periset sebelum mempublikasikan artikel risetnya.

    “Saat ini publikasi di jurnal internasional yang bereputasi bertambah sulit. Sebelum memulai proses publikasi, alangkah baiknya jika Anda mempersiapkan sebuah ‘tema’ yang kemudian akan Anda ikuti, baik untuk mengembangkan riset yang telah ada maupun sebagai identitas keahlian Anda sebagai peneliti” ungkap Prof. Chicksand.

    Lebih lanjut Prof. Chicksand melayangkan pertanyaan kedua terkait materi yang akan beliau sampaikan yaitu apakah alasan untuk melakukan publikasi?

    Selaras dengan jawaban peserta yang hadir, dalam hal ini Ia menyampaikan bahwa salah satu alasan melakukan publikasi adalah untuk membagikan potensi solusi untuk permasalahan yang ada di lingkungan sekitar maupun bisnis.

    Pembahasan kemudian berlanjut pada langkah-langkah atau aspek yang perlu dipertimbangkan penulis dalam memilih jurnal publikasi. Dua hal yang paling sering dipertimbangkan dalam hal ini adalah impact factor dan ranking jurnal.

    Terlepas dari proses pemilihan jurnal, Prof. Chicksand juga menyampaikan beberapa alasan mengapa sebuah penerbit menolak manuskrip yang dikirim.

    “Terkadang masalahnya adalah bagaimana Anda merumuskan masalah penelitian, dan terkadang penulis atau peneliti seringkali terlalu merendah dalam hal menyampaikan kontribusi penelitian yang dilakukannya ” katanya.

    Menutup acara, Prof. Chicksand menyampaikan empat top tips dalam proses sukses publikasi. Tips pertama adalah dengan memilih teori yang tepat untuk penelitian yang akan dilaksanakan. Kedua adalah perlunya membangun proses berkesinambungan dari proses penulisan artikel melalui kolaborasi. Ketiga, peneliti dan penulis perlu membangung resiliensi dan fleksibilitas, dan keempat adalah peneliti perlu belajar dari kesalahan yang dilakukan.

    “Kita perlu membangun sikap resilien dan persisten, serta harus segera move-on setelah menghadapi rejection” tegasnya menyemangati.

    Sesi diskusi dalam workshop berjalan interaktif. Sharing pengalaman tersebut rencananya akan berlanjut dengan review artikel yang dikirimkan oleh peserta. (Tetri & Aulia)

  • Gandeng 20 Pelaku UMKM, HMJ Manajemen Gelar Ecofair

    Gandeng 20 Pelaku UMKM, HMJ Manajemen Gelar Ecofair

    20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menggelar berbagai produknya pada acara Ecofair 2022 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), di Halaman Gedung Suhardi, Rabu,  26/10/2022.

    Acara ini diselenggarakan dan dikemas secara luring. Dua tahun sebelumnya, Ecofair diadakan secara daring karena pandemi Covid-19. Harapannya, Ecofair 2022 akan bermanfaat bagi mahasiswa, pihak kolaborator, dan terkhusus bagi para pelaku UMKM.

    Prof. Hunik, Dosen FEB mengunjungi salah satu stan di Ecofair

    Ecofair merupakan acara pembuka dari serangkaian acara Management Carnival yang rutin diselenggarakan setiap tahun oleh HMJ Manajemen. Di tahun ini, Ecofair mengangkat tema “Upgrade Your Business by Collaborating with Us to Find New Opportunities”.

    Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si. bertujuan agar dapat menjadi media kolaborasi, pengembangan, dan pemberdayaan UMKM. Ecofair sebagai wahana dalam mempromosikan, mengenalkan, dan meningkatkan produk atau jasa yang mereka miliki.

    Pengguntingan Pita oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi

    Pelaku UMKM juga dapat berkonsultasi dengan beberapa instansi terkait seperti LOKA POM dan Dinas Perdagangan Surakarta terkait pengembangan dan program pemerintah dalam mendukung kesejahteraan UMKM di Kota Surakarta.

    Dr. Atmaji,  MM, Kepala Program Studi S-1 Manajemen dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan HMJ Manajemen yang telah memberikan ruang kepada para pelaku UMKM untuk mengenalkan dan memasarkan produk-produknya.

    Mindset bisnis  saat ini sudah berubah. Sebelumnya bisnis itu digaungkan dengan kompetisi. Sekarang mindsetnya berubah,  bagaimana bisnis bisa berkolaborasi, bekerja sama,  saling dukung dan menguntungkan untuk keberlangsungan usaha.  Perubahan  mindset bisnis ini yang sedang dikembangkan.” Ungkapnya.

    Dr. Atmaji berharap, kegiatan yang digelar selama 3 hari itu menjadi pembelajaran bagi mahasiswa di luar kegiatan perkuliahan, melatih berwirausaha dan bergaul dalam dunia bisnis.

    Deretan Stan UMKM di Halaman Gedung Suhardi FEB

    Kegiatan yang akan digelar hingga Jumat 28 Oktober 2022 itu, dimeriahkan juga dengan berbagai kegiatan lain untuk memantik pengunjung Ecofair yakni esport Mobile Legends dan PUBG, fun games bersama para pengunjung on the spot dan penampilan band prodi maupun modern dance sebagai media penyaluran bakat dan pengembangan diri.

    Fun Games bersama Para Pengunjung on the Spot

    Selain pengembangan di bidang UMKM, Ecofair 2022 juga akan bersinergi dengan beberapa perusahaan BUMN dan pusat unggulan Universitas Sebelas Maret seperti PT. KAI (Persero), PT PLN (Persero), perbankan, OJK, UNS Innovation Hub, UNS Fintech Center, CDC UNS, dan lainnya. Hal ini bertujuan untuk mengenalkan inovasi bisnis serta melakukan job fair atau pameran lowongan pekerjaan yang relevan dengan Prodi S-1 manajemen agar mahasiswa dapat mengambil peluang dan kesempatan untuk karir ke depan. (Tetri)

     

  • UMKM Desa Polengan Ikuti Pelatihan Digital Marketing, Branding dan Packaging

    UMKM Desa Polengan Ikuti Pelatihan Digital Marketing, Branding dan Packaging

    Perubahan zaman dan teknologi membuat semua perusahaan dituntut untuk berubah. Perubahan ini tidak hanya berlaku untuk perusahaan skala besar saja, namun juga untuk UMKM dituntut berubah agar dapat bertahan dalam pasar yang semakin kompetitif. Salah satu perubahan nyata yang tidak bisa ditolak adalah adanya internet yang menjadi bagian penting manusia dewasa ini.

    Keberadaan internet ini memberikan dampak yang besar termasuk dalam dunia bisnis, banyak perusahaan maupun UMKM semakin melebarkan sayapnya ketika mereka menggunakan internet dalam bisnis mereka, khususnya penjualan melalui internet.

    Peluang besar ini juga dilihat oleh BUMDES dan UMKM di Desa Polengan, namun banyak UMKM Desa Polengan yang masih belum mengetahui dan paham bagaimana untuk dapat melaksanakan pemasaran digital.

    Oleh karena itu, Pengabdian dari Riset Grup Ekonomi Kreatif yang diketuai Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS dengan anggota Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S.E., M.Si,  Suryandari Istiqomah, SE, MSc,  Dra. Anastasia Riani Suprapti, M.Si dan Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si. memberikan pelatihan Digital Marketing, Branding dan Packaging.

    Dalam pelatihan ini, tim pengabdi melibatkan mahasiswa-mahasiswa untuk memberikan pelatihan kepada UMKM.

    Pelatihan terbagi menjadi 3 sesi, dimulai dari pelatihan branding dengan narasumber Brillian Raiszhul. Brillian mengajak pelaku UMKM untuk mengetahui bagaimana caranya agar calon konsumen dapat tertarik hanya dengan melihat foto produk saja, pastinya harus memilih angle yang pas dengan komposisi warna tidak terlalu mencolok dan tidak terlalu pucat.

    Untuk sesi kedua adalah packing agar setelah pelaku UMKM mengetahui pengambilan gambar yang baik bisa membangun branding produk harus diimbangi dengan packing yang bisa menambah nilai produk yang dijual. Sesi ini diisi oleh Salsabilla Indah dengan mengadakan pelatihan mendesign kemasan yang baik dan memikat calon konsumen.

    Sesi terakhir ditutup dengan pembekalan digital marketing dengan narasumber Afifah Hanindia yang mengajak bapak ibu pelaku UMKM untuk mendaftarkan usahanya dibeberapa sosial media, seperti Instagram dan Facebook serta e-commerce Shopee yang bisa membuat produk dijangkau banyak orang dan bisa meningkatan pendapatan warga Desa Polengan.

    Setelah pelatihan dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan monitoring dan  pemberian bantuan kepada peserta. (Tetri)

  • RG Ekonomi Kreatif Beri Pelatihan Inovasi Produk bagi BUMDES dan UMKM Desa Polengan

    RG Ekonomi Kreatif Beri Pelatihan Inovasi Produk bagi BUMDES dan UMKM Desa Polengan

    Pandemi Covid-19 mempengaruhi segala sektor kehidupan, mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga perekonomian masyarakat yang menjadikan semua bentuk usaha di berbagai level usaha mengalami banyak perubahan dan hambatan. Dampak tersebut sangat dirasakan para Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dalam pengelolaan usahanya dilakukan oleh individu atau perorangan.

    Untuk tetap bertahan, maka UMKM harus terus berkreativitas dan berinovasi untuk memberikan produk dan layanan prima kepada konsumennya. Hal ini juga yang menjadi perhatian BUMDES dan UMKM di Desa Polengan, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang yang ingin memiliki inovasi dari bahan-bahan yang ada disekitar daerah mereka yang selama ini belum dikelola secara baik.

    Keinginan dari BUMDES dan UMKM ini kemudian direspon oleh Kelompok pengabdi dari Riset Group Ekonomi Kreatif, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UNS yang diketuai oleh Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS dengan memberikan Pelatihan Inovasi Produk berbahan baku sayuran setempat.

    Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 20 Juli 2022 bersama Bapak Bambang Tri Admojo yang mendemokan beberapa masakan berbahan local di depan peserta dari BUMDES dan UMKM desa Polengan.

    Dalam pelatihan ini didemokan 3 macam makanan yaitu kripik daun singkong, bayam krispi dan bolu tiwul.

    Selama pelatihan, pelatih memberikan materi dan meminta bapak ibu peserta untuk langsung ikut dalam proses pembuatan makanan tersebut. Peserta juga dapat melakukan tanya jawab selama proses pelatihan berlangsung.

    Peserta terlihat bersemangat dan antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan ini terlihat dari peran serta mereka untuk ikut serta dalam proses produksi makanan. 

    Selain inovasi produksi, kegiatan pengabdian ini juga mendorong BUMDES dan UMKM Desa Polengan juga melaksanakan inovasi pemasaran melalui internet. Oleh karenanya Tim Pengabdi juga memberikan peralatan yang mendukung penjualan online yang diserahkan kepada pihak desa yang diberikan pada tanggal 10 Oktober 2022 yang berlangsung di Desa Polengan. (Tetri)

     

  • Prodi S1 Manajemen Bahas Queuing Theory Dalam Guest Lecture Operation Research

    Prodi S1 Manajemen Bahas Queuing Theory Dalam Guest Lecture Operation Research

    Dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Visiting Professor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Program Study S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, mengundang Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK. Acara yang dilaksanakan secara virtual pada Kamis 6 Oktober 2022 tersebut mengangkat topik Queuing Theory dalam Riset Operasi.

    Melalui aplikasi Zoom Cloud Meeting, acara tersebut dihadiri oleh 80 peserta dan dipandu oleh Dr. Yong Dirgiatmo, dosen Prodi S1 Manajemen FEB.

    Dalam agenda kali ini, Prof. Chicksand menyampaikan materi bertajuk ‘Operation Research, Capacity Management and Queuing Theory (Riset Operasi, Manajemen Kapasitas dan Teori Antrian)’ selama 75 menit yang terbagi menjadi dua sesi.

    Prof. Chicksand saat paparan materi

    Mengawali paparan materi, Prof. Chicksand menjelaskan mengenai definisi dari manajemen kapasitas (capacity management),  proses manajemen tersebut secara langsung berhubungan dengan kapasitas (bisnis), permintaan pasar, dan perkiraan (forecast).

    Sementara itu, sebuah bisnis perlu menerapkan manajemen kapasitas karena perlu adanya keseimbangan antara kemampuan produksi dan permintaan pasar. Kapasitas (kemampuan produksi) yang lebih kecil dari permintaan pasar akan berimbas pada keterlambatan dan hilangnya peluang penjualan, sementara kapasitas yang terlalu besar akan menyebabkan biaya yang terlalu besar.

    “Anda dapat menyesuaikan permintaan pasar jangka panjang dengan menyimpan produk. Contohnya, ketika persediaan (kapasitas kecil) tidak sesuai dengan permintaan pasar, seperti yang terjadi pada saat pandemi Covid-19, kita menyaksikan adanya antrian panjang di rumah sakit dan kekosongan barang di supermarket. Sementara ketika persediaan melebihi permintaan, maka yang terjadi adalah banyaknya produk yang tidak terjual, barang sisa, maupun restoran yang kosong,” jelas Prof. Chicksand.

    Lebih lanjut, Prof. Chicksand menjelaskan teknik untuk mengukur fluktuasi permintaan pasar, alternatif perencanaan produksi, serta perencaan campuran. Sementara terkait teori antrian, Prof. Chicksand menyatakan bahwa ‘antrian’ tidak selalu berarti negatif, karena tidak adanya antrian menunjukkan adanya over-kapasitas.

    “Teori antrian biasanya digunakan untuk merampingkan staf yang dibutuhkan, perencanaan skedul, serta persediaan barang, guna meningkatkan layanan pelanggan,” jelasnya. (Tetri & Aulia)

  • Guest Lecture Human Resource Management: Diversity and Gender Equality

    Guest Lecture Human Resource Management: Diversity and Gender Equality

    Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, kembali menggelar Guest Lecture dalam rangkaian kegiatan Visiting Professor Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022, Kamis 6/10/2022.

    Di kuliah tamu kali ini, Associate Profesor Clotilde Coron dari Sorbonne Business School, Perancis menjadi narasumber dengan tajuk Diversity and Gender Equality (Keberagaman dan Kesetaraan Gender).

    Acara yang dimoderatori oleh Dewanti Cahyaningsih SE, M.Rech diikuti lebih dari 230 peserta hadir secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Membuka paparan materi, Assoc. Prof. Coron menjelaskan bahwa topik mengenai keberagaman mulai banyak menarik perhatian sektor industri. Meskipun begitu terdapat banyak pendekatan berbeda dalam diskusi keberagaman.

    Associate Profesor Clotilde Coron saat paparan materi

    “Terdapat pendekatan berbeda dalam pembahasan topik ini, termasuk juga perbedaan tingkat signifikansi subjek dan topik di tiap negara, contohnya di Amerika Serikat dengan topik BLM (black life’s matter) atau di Perancis dengan topik preferensi seksual. Sehingga penting untuk mengungkapkan sudut pandang Anda tentang keragaman dan kesetaraan,” ungkap Prof. Coron.

    Kuliah tamu Prof. Coron kali ini akan mencakup definisi dari keberagaman dan kesetaraan, kesetaraan gender, inklusi difabilitas, bias dalam manajemen SDM, serta metode yang dapat digunakan untuk melawan bias tersebut.

    Dalam pembahasan definisi keberagaman, Prof. Coron mengajak mahasiswa untuk memilih kata-kata yang dapat menggambarkan kata keberagaman (diversity) dengan menggunakan wooclap.

    “Keberagaman dalam hal ini merujuk pada keragaman tenaga kerja yang merepresentasikan kondisi di populasi negara. Gagasan tentang keberagaman ini intinya adalah untuk menghindari terjadinya diskriminasi, karena, ketika sebuah perusahaan tidak melakukan diskriminasi, maka komposisi pekerja yang ada di dalam perusahaan tentunya akan mencerminkan komposisi masyarakat,” jelas Prof. Coron.

    Pembahasan materi kemudian berlanjut dengan perbedaan antara inklusi dan kesetaraan. Inklusi adalah gagasan penting dalam keberagaman. Keberagaman tanpa inklusi tentunya tidak dapat mewujudkan kesetaraan.

    “Karena tujuan dari inklusi adalah untuk memberdayakan orang melalui rasa saling menghormati dan apresiasi atas kondisi yang menyebabkan adanya perbedaan.” ungkapnya. (Tetri & Aulia)

  • Prodi S-1 Manajemen Undang Prof. Daniel Chicksand dalam Kuliah Tamu Supply Chain Management

    Prodi S-1 Manajemen Undang Prof. Daniel Chicksand dalam Kuliah Tamu Supply Chain Management

    Program Studi S-1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengadakan kuliah tamu visiting profesor dalam rangkaian Kegiatan Visiting Profesor, Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) 2022.

    Acara yang bertajuk Guest Lecture Operation Management “Supply Chain Management in 5.0 Industry” menghadirkan Prof. Daniel Chicksand dari Birmingham Business School, UK sebagai narasumber dan diadakan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting, Rabu 5/10/2022.

    Di hadapan lebih dari 230 peserta, terdiri atas mahasiswa dan dosen, Prof. Chicksand mengupas materi terkait rantai pasokan (suppy chain) dari sisi praktisi maupun teori (ground theory).

    Narasumber: Prof. Daniel Chicksand

    Supply chain (rantai pasokan) tidak terjadi begitu saja, perlu adanya desain. Bisnis perlu memutuskan desain dan bagaimana mereka akan mengatur supply chain,” jelasnya membuka paparan materi.

    Prof. Chicksand juga menjelaskan perbedaan antara manajemen operasi dan manajemen rantai pasokan. Manajemen operasi lebih berfokus pada proses transformasi, sementara manajemen rantai pasokan berfokus pada input dan output.

    Garis besar paparan materi terbagi dua yaitu supply network design (desain jaringan pasokan) dan supply chain management (manajemen rantai pasokan). Desain jaringan pasokan dipengaruhi oleh dua aspek yaitu struktur dan jaringan dan cakupan dari jaringan rantai pasokan yang digunakan. Sementara untuk sub-manajemen rantai pasokan, Prof. Chicksand menjelaskan proses pemilihan pemasok, hubungan dengan pemasok, serta prioritas rantai pasokan agile vs lean (gesit vs ramping).

    Peserta Kuliah Tamu Visiting Profesor

    “Saat ini terdapat banyak berita permasalahan terkait rantai pasokan, manajemen harus menghadapi efek angsa hitam (black swan) setiap saat yang disebabkan oleh adanya daerah dengan kerusuhan yang dapat mengganggu proses rantai pasokan, menyebabkan potensi keterlambatan. Manajemen rantai pasokan menjadi penting karena hal tersebut mempengaruhi bagaimana kita menggunakan objek pasokan secara konstan,” jelas Prof. Chicksand.

    Setelah paparan materi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, mahasiswa diberikan kesempatan untuk bertanya langsung secara interaktif dengan Prof. Chicksand. Beberapa mahasiswa tampak antusias dalam menyampaikan pertanyaan. (Tetri & Aulia)

  • Dekan: Kuliah Perdana Luring di FEB Berjalan Lancar

    Dekan: Kuliah Perdana Luring di FEB Berjalan Lancar

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mulai melaksanakan perkuliahan secara luring atau tatap muka, Senin 22 Agustus 2022.  Sekitar 40-an kelas di sesi pertama terlihat mulai dipenuhi dengan aktifitas belajar mengajar, setelah hampir 2,5 tahun aktifitas perkuliahan dilaksanakan secara daring karena pandemi Covid-19.

    Ditemui seusai berkeliling meninjau pelaksanaan perkuliahan luring, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D, Ak.,  Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa secara umum perkuliahan luring  atau tatap muka di FEB berjalan lancar. Hal ini dikarenakan sejak ada kebijakan akan diadakannya perkuliahan luring, FEB sudah mempersiapkan jauh-jauh hari.

    Perkuliahan luring mengacu pada Surat Edaran Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Nomor 7 Tahun 2022 tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona virus Disease  (Covid-19), tertanggal 12 Juli 2022.

    Dosen dan mahasiswa bersiap memulai kuliah luring 

    “Syukur alhamdulillah, perkuliahan luring perdana hari ini berjalan dengan lancar. Masalah kecil tetap ada, tapi secara keseluruhan lancar, mulai dari distribusi ke kelas-kelas, properti yang ada di ruang kelas, laboratorium, toilet, tempat parkir, ruang tunggu serta formulir-formulir yang diperlukan untuk kuliah luring telah disiapkan dengan baik. Terima kasih kepada semuanya terutama tenaga kependidikan (tendik) FEB UNS yang telah bekerja keras untuk kelancaran perkuliahan luring” paparnya.

    Menurutnya, transfer “knowledge” lebih “enjoy” dilakukan dengan aktifitas perkuliahan luring, demikian juga untuk kegiatan diskusi-diskusi dan sebagainya. Para dosen dan mahasiswa akhirnya dapat berinteraksi langsung di kampus, mereka tampak gembira. Mahasiswa dan dosen bisa mengenal lebih dekat.

    Dekan juga berharap semoga pandemi segera berakhir. Meskipun saat ini belum 100% terlepas dari pandemi Covid-19 tapi kekebalan kita semoga mampu menanggulangi virus Covid-19.

    Sementara itu, seusai mengajar di ruang kelas 2203, Prof. Dr. Bandi, M.Si, Ak, Wakil Rektor Umum dan Sumber Daya Manusia UNS, yang juga Dosen pengampu matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan melihat mahasiswa sangat antusias sekali mengawali perkuliahan luring hari ini.

    Sebelum memulai perkuliahan, Prof. Bandi melakukan tes untuk melihat sejauhmana pemahaman mahasiswa yang saat ini duduk di semester V.

    Dekan, dosen dan tendik berdiskusi di ruang transit

    “Saya tadi sebelum memulai perkuliahan matakuliah Akuntansi Keuangan Lanjutan memberikan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa semester V yang selama lebih dari 2 tahun menerima materi secara daring, dan mahasiswa lemah dalam pemahaman materi, ini beban berat, kita perlu kerja keras” ungkapnya.

    Untuk mendorong agar mahasiswa memiliki pemahaman materi seperti yang diharapkan, selain di kelas, Prof. Bandi melalui WAG aktif  membimbing mahasiswa, memberikan penugasan.

    Prof. Bandi mengusulkan agar mahasiswa lebih banyak diberi tugas terutama untuk mahasiswa di semester III dan V yang memang sebelumnya belum pernah mendapatkan perkuliahan luring.

    Petugas siap melayani perkuliahan luring

    Setelah jam kuliah berakhir,  dua orang mahasiswa yang mengikuti perkuliahan Prof. Bandi yakni Muhammad Risad dan Santi Wijayanti mengatakan sangat senang dengan dimulainya perkuliahan luring, lebih memberikan kenyamanan berinteraksi antara dosen dan mahasiswa.

    Saat perkuliahan daring kemarin, mereka memiliki keterbatasan berkomunikasi ataupun berdiskusi, baik dengan dosen pengampu maupun dengan sesama teman kuliah. Hal ini juga diiyakan oleh seluruh mahasiswa yang masih berada di ruang kelas itu.

    Menurut mereka, keterbatasan ini berdampak pada mahasiswa kesulitan untuk memahami materi yang diberikan oleh dosen (Tetri).