FEB

Kategori: s3_pdie

  • Coaching Research PDIE FEB UNS Bahas Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional

    Coaching Research PDIE FEB UNS Bahas Strategi Menembus Jurnal Bereputasi Internasional

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Coaching Research bertajuk “Strategi Menulis Artikel Ilmiah yang Publishable di Jurnal Bereputasi” Kamis (21/5/2026) di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan yang merupakan hasil kolaborasi antara PDIE FEB UNS dan Himpunan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (HMPDIE) ini menghadirkan narasumber Dr. Angga Febrian, dosen Universitas Lampung yang memiliki rekam jejak publikasi internasional bereputasi serta pengalaman sebagai reviewer jurnal Scopus.

    Ketua PDIE FEB UNS, Prof. Agung Nur Probohudono dalam sambutannya menyampaikan bahwa coaching research ini menjadi wadah penguatan kapasitas akademik mahasiswa doktoral, khususnya dalam menghadapi tuntutan publikasi ilmiah sebagai syarat kelulusan.

    Kepada narasumber, Kaprodi menyampaikan bahwa peserta di kegiatan ini berasal dari berbagai tahapan studi, mulai dari mahasiswa yang masih menempuh perkuliahan teori hingga yang telah memasuki tahap ujian tertutup.

    Lebih lanjut dijelaskan, PDIE FEB UNS memiliki dua kurikulum, yakni kurikulum lama dan kurikulum baru, yang sama-sama menekankan pentingnya publikasi ilmiah berkualitas.

    Prof. Agung juga memperkenalkan profil PDIE FEB UNS yang saat ini memiliki sekitar 200 mahasiswa aktif yang terbagi ke dalam tiga peminatan, yaitu akuntansi, manajemen, dan ekonomi pembangunan, lengkap dengan berbagai subpeminatan di masing-masing bidang. Program ini juga menaungi mahasiswa dari skema PMDSU, kelas internasional, hingga kelas kerja sama dengan berbagai instansi dan kalangan profesional.

    Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti pentingnya menjaga kualitas publikasi ilmiah di tengah maraknya praktik publikasi pada jurnal predator.

    “Karena itu, kami berharap melalui sharing dari Mas Angga ini, mahasiswa mendapatkan strategi dan kiat agar publikasinya lebih acceptable serta tidak terjebak jurnal predator,” ujarnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa UNS telah menerapkan mekanisme dewan publikasi atau dewan disertasi publikasi untuk melakukan peninjauan sebelum artikel dipublikasikan. Selain itu, UNS juga memiliki whitelist jurnal sebagai panduan bagi mahasiswa dalam menentukan jurnal tujuan publikasi.

    Sebagai narasumber, Dr. Angga Febrian membagikan pengalaman dan strategi praktis dalam menulis artikel ilmiah yang dapat diterima di jurnal bereputasi internasional. Berdasarkan materi yang dipaparkan, penulisan artikel ilmiah perlu memperhatikan struktur IMRaD, yakni introduction, methods, results, and discussion, agar alur penelitian tersusun secara sistematis.

    Ia juga menekankan pentingnya menentukan topik penelitian, model penelitian, konstruk penelitian, hingga instrumen penelitian sejak awal proses riset. Selain itu, menurutnya, peneliti harus mampu menunjukkan unsur kebaruan atau novelty dalam penelitian melalui identifikasi berbagai jenis research gap, seperti evidence gap, theoretical gap, methodological gap, hingga empirical gap.

    Dalam pemaparannya, Dr. Angga juga mengingatkan beberapa kesalahan umum dalam penulisan artikel ilmiah, seperti tulisan yang terlalu panjang, tidak memiliki benang merah, serta penggunaan referensi yang sudah lama dan kurang kredibel. Ia mendorong peserta untuk menggunakan referensi mutakhir dan menyusun artikel secara ringkas, jelas, serta fokus pada kontribusi penelitian.

    Dr. Angga sendiri memiliki pengalaman publikasi di jurnal Scopus Q1 hingga Q3, reviewer sejumlah jurnal internasional bereputasi, serta penerima hibah penelitian BRIN dan BIMA multiyears.

    Melalui kegiatan ini, PDIE FEB UNS berharap mahasiswa doktoral semakin siap menghasilkan publikasi ilmiah yang berkualitas, berintegritas, dan mampu berkontribusi pada penguatan reputasi akademik institusi di tingkat global.

    Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang pendidikan berkualitas serta tujuan ke-9 mengenai inovasi dan pengembangan riset.

  • FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor

    FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

    Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

    Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

    “Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

    Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

    Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

    Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

    Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

    Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

    Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

  • Hadirkan Ketua LPPMP, PDIE Diskusikan Rencana Pembelajaran Semester, Kurikulum PMDSU dan by Research

    Hadirkan Ketua LPPMP, PDIE Diskusikan Rencana Pembelajaran Semester, Kurikulum PMDSU dan by Research

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan  Pembahasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Kurikulum Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), dan Kurikulum by Research, Kamis, 27 Februari 2025 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen PDIE menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si., Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS.

    Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CFrA, Ketua PDIE dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini digelar menindaklanjuti Peraturan Rektor no 22 tahun 2024 tentang tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister dan Program Doktor.

    “Berdasarkan peraturan Rektor no 22 tahun 2024 tersebut terbit beberapa aturan dan kemudian kita breakdown menjadi kurikulum di PDIE FEB UNS. Kehadiran Ketua LPPM adalah untuk memberikan arahan agar ada persamaan persepsi Dosen pengampu di PDIE, terkait Rencana Pembelajaran Semester (RPS) ini seperti apa” paparnya.

    Prof. Dr. Sarwanto dalam penjelasannya menyampaikan bahwa UNS menerapkan kurikulum berbasis capaian atau Outcome-Based Education (OBE).

    OBE (Outcome-Based Education) adalah suatu pendekatan dalam sistem pendidikan yang berfokus pada hasil belajar (outcomes) yang harus dicapai oleh mahasiswa. Pendekatan ini menekankan pada apa yang mahasiswa harus ketahui, pahami, dan mampu lakukan setelah menyelesaikan matakuliahnya. Konsep ini digunakan untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

    “Dalam kurikulum OBE ini, learning outcome atau capaian pembelajaran menjadi kuncinya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) disusun oleh prodi kemudian didistribusikan ke matakuliah, sehingga Bapak Ibu Dosen ketika membuat RPS, matakuliah dikunci oleh tim kurikulum, dosen tidak lagi memilih-milih CPL, CPLnya sudah ditentukan oleh prodi. Bapak Ibu pengampu matakuliah atau dosen adalah mandatori, dosen menjalankan mandat dari prodi, ini yang menjadi titik tekannya” paparnya.

    Lebih lanjut dikatakan, dalam dokumen kurikulum harus ada matrik hubungan MK dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), matrik ini digunakan untuk mengetahui distribusi yang dibebankan pada setiap MK dan memastikan CPL habis dibebankan pada seluruh MK.

    Pada Peraturan Rektor no 21 dan 22 tahun 2024, kurikulum UNS sudah berbasiskan capaian pembelajaran, maka Rencana Pembelajaran Semester (RPS) nya juga harus sesuai dengan capaian pembelajaran.

    Dalam RPS memuat: Nama program studi, nama kode MK, semester, SK, nama dosen pengampu; Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada MK; Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap pembelajaran untuk memenehi capaian pembelajaran lulusan; Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai; Metode pembelajaran; waktu yang disesuaikan untuk mencapai kemampuan pada tiap pembelajaran; Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas selama satu semester; Kriteria, indikator dan bobot penilaian; Daftar referensi yang digunakan.

    Dikatakan, RPS wajib ditinjau dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Di Sistem Informasi Akademik (Siakad), nantinya dosen setelah selesai membuat RPS tinggal klik ajukan, setelah diajukan akan masuk ke nama-nama pengampu, misal lebih dari 1 orang, termasuk juga koordinator matakuliah, jika tidak setuju kembali ke penyusun sampai terakhir ke Kaprodi, jadi lebih simpel.

    Lebih lanjut Prof. Sarwanto juga memaparkan terkait Doktor Jalur Penelitian dan juga PMDSU.

  • Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Umum Kewirausahaan di Era Industri 4.0

    Mahasiswa FEB Ikuti Kuliah Umum Kewirausahaan di Era Industri 4.0

    Di era Industri 4.0, perkembangan teknologi yang pesat telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang kewirausahaan. Digitalisasi, otomatisasi, kecerdasan buatan, dan teknologi berbasis data telah membawa perubahan yang signifikan dalam cara bisnis dijalankan.

    Dalam konteks ini, penting bagi para calon wirausahawan untuk memahami bagaimana mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk menciptakan peluang bisnis yang inovatif dan berkelanjutan.

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Umum, Selasa 19 November 2024 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Dalam kuliah umum itu menghadirkan Prof. Dr. Dra. Endang Dwi Amperawati, M.M sebagai narasumber dan dimoderatori oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak.

    Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang mendalam mengenai kewirausahaan di era Industri 4.0 dan bagaimana para mahasiswa dapat mempersiapkan diri untuk sukses di dunia bisnis yang semakin digital dan terhubung.

    Materi yang diangkat dalam kuliah umum ini mencakup berbagai topik yang relevan dengan kewirausahaan dan perkembangan teknologi.

    Narasumber menjelaskan konsep dan perkembangan kewirausahaan, definisi kewirausahaan serta evolusinya dalam menghadapi perkembangan teknologi dan digitalisasi.

    Ia menjelaskan  teknologi dan inovasi dalam bisnis, yang membahas berbagai teknologi yang mendukung perkembangan bisnis, seperti kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), big data, dan blockchain.

    Lebih lanjut peluang bisnis di era industri 4.0, mengidentifikasi sektor-sektor yang berkembang pesat akibat teknologi baru, seperti e-commerce, fintech, dan startup teknologi.

    Juga  menerangkan strategi bisnis digital, pembahasan mengenai penerapan strategi pemasaran digital, model bisnis berbasis platform, dan pengelolaan sumber daya digital.

    Dan terakhir, menguraikan tentang keterampilan wirausahawan di era digital,  Keterampilan yang perlu dimiliki oleh wirausahawan untuk sukses di dunia bisnis modern, seperti keterampilan analisis data, kreativitas, dan kemampuan beradaptasi.

    Usai paparan materi, narasumber memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi terkait tema kuliah umum.

     

     

     

  • Sarasehan PDIE, Diskusi Bersama Mencapai Keunggulan Akademik, Reputasi Nasional dan Internasional

    Sarasehan PDIE, Diskusi Bersama Mencapai Keunggulan Akademik, Reputasi Nasional dan Internasional

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan sarasehan bertema Diskusi Bersama Mencapai Keunggulan Akademik, Reputasi Nasional dan Internasional dalam rangka Dies Natalis ke-16, Senin 28 Oktober 2024 di Lobi Gedung Bachtiar Effendi.

    Kegiatan yang menghadirkan pimpinan, dosen, mahasiwa dan alumni digelar lesehan dengan sajian menu khas Solo, Hik (Hidangan Istimewa Kampung).

    Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CFrA, Ketua PDIE diawal sambutannya mengatakan kegiatan ini sebagai media untuk berdiskusi.

    Saran dan masukan dari mahasiswa, dosen dan alumni akan memberikan kontribusi yang sangat berharga untuk kemajuan PDIE FEB ke depan.

    Sarasehan ini digelar sebagai ucapan syukur dalam rangka Dies Natalis ke-16 PDIE.

    “Kenapa kita perlu berkumpul di sini, untuk mensyukuri nikmat Allah bahwa PDIE sudah berumur 16 tahun, Dies Natalis ke 16 atau lustrum ke 2 PDIE FEB UNS” ungkapnya.

    Kaprodi melaporkan jumlah mahasiswa PDIE yang aktif berdasarkan data Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) berjumlah 155 mahasiswa. Sedangkan alumni PDIE berjumlah 186.

    Kaprodi PDIE juga berharap dari ke 155 mahasiswa bisa segera lulus.

    Lebih lanjut dijelaskan, berdasarkan Peraturan Rektor UNS nomor 22 tahun 2024 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister dan Program Doktor, disebutkan bahwa masa studi program doktor paling cepat di semester 5 dan paling lama tidak melebihi 2 kali masa tempuh kurikulum yaitu 6 tahun atau 12 semester.

    Di kesempatan itu, Kaprodi juga memperkenalkan Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si. sebagai Ketua Peminatan Ekonomi Pembangunan dan Dr. Hidajat Hendarsjah, S.Si, M.M, sebagai Ketua Peminatan Manajemen di PDIE.

    Di sarasehan itu juga langsung dibentuk Himpunan Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (HMPDIE) dengan Ketua Adhitya Agri Putra, mahasiswa angkatan 2022 Ganjil.

    Sebelumnya, Himpunan Mahasiswa PDIE belum terbentuk. HMPDIE sangat diperlukan sebagai wadah untuk berbagai aktifitas mahasiswa selama menjalani studinya. HMPDIE juga menjadi jembatan antara mahasiswa untuk menyalurkan saran masukan ataupun berbagai permasalahan kepada pengelola PDIE.

    Sarasehan berjalan lancar, berbagai masukan, saran dan kritik dari para dosen, mahasiswa dan alumni menjadi  kontribusi yang berharga bagi PDIE untuk mencapai keunggulan akademik, reputasi nasional dan juga internasional.

  • FEB UNS dan Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka Diskusikan Kerja Sama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

    FEB UNS dan Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka Diskusikan Kerja Sama Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari Sekolah Pascasarjana Universitas Terbuka (UT) untuk melakukan diskusi dan juga penyerahan dokumen kerja sama, Kamis, 10 Oktober 2024 di Ruang Sidang I Gedung Soeharno TS FEB  UNS.

    Kehadiran delegasi dari Sekolah Pascasarjana UT yang dipimpin oleh Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M., Wakil Direktur II Bidang Nonakademik Sekolah Pascasarjana disambut oleh Dekanat, Pengelola Prodi S2 Magister Manajemen, Pengelola Program Doktor Ilmu Ekonomi dan Unit Penjamin Mutu FEB UNS.

    Seperti tertuang dalam Draf Perjanjian Kerja Sama (PKS), kerja sama tersebut bertujuan untuk menjalin hubungan kelembagaan di antara PARA PIHAK dalam melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi pada jenjang pendidikan pascasarjana.

    Adapun ruang lingkup PKS mencakup kerja Sama di pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. 

    Di bidang pendidikan diantaranya sharing dosen dalam rangka kuliah tamu, kuliah pakar, dosen penguji, kolaborasi mengajar, dan rekognisi; kerja sama penyusunan dan review kurikulum; kerja sama penyusunan bahan tutorial, penulisan, dan pemeriksaan soal ujian; kolaborasi penyusunan modul dan bahan ajar; kolaborasi implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM); dan kerja sama dalam pelaksanaan praktikum.

    Di bidang penelitian, meliputi kolaborasi penelitian dan publikasi; pertukaran reviewer jurnal; publikasi bersama dosen dan mahasiswa; kolaborasi penyusunan buku monograf dan referensi; dan kepanitian bersama dalam melaksanakan kegiatan seminar internasional.

    Sedangkan di bidang pengabdian kepada masyarakat, meliputi kegiatan kerja sama dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat; kerja sama dalam pengisian materi pengabdian kepada Masyarakat; dan publikasi bersama hasil pengabdian kepada masyarakat.

    Bhimo Rizky Samudro,S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB UNS di awal sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada delegasi Sekolah Pascasarjana UT dan juga memperkenalkan pimpinan FEB yang hadir.

    Dr. Bhimo menyambut baik adanya inisiasi kerja sama yang dijalin antara FEB UNS dan Sekolah Pascasarjana UT.

    Dikatakan, FEB meliliki grup riset, memiliki beberapa peminatan, dan berbagai kegiatan penunjang akreditasi. Terutama untuk kegiatan penunjang akreditasi internasional yang harus dilakukan secara masif, sehingga sangat perlu adanya kolaborasi.

    Sementara itu, Dr. Joko Rizkie Widokarti, S.E., M.M., Wakil Direktur II Bidang Nonakademik Sekolah Pascasarjana UT menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari FEB UNS.

    Dr. Joko juga menyampaikan jumlah mahasiswa UT tahun ini mencapai 662 ribu mahasiswa per registrasi semester ini dari total 1,4 juta mahasiswa. Sedangkan S-2 punya sekitar 2000-an mahasiswa yang registrasi.

    “Kami berterimakasih dengan FEB bisa bekerja  sama dengan kami sehingga bisa menemuni kebutuhan akan pembimbing, penguji, pembahas ahli karena total dosen hanya sekitar 700 orang untuk mahasiswa sebanyak itu, untuk pascasarjana 70 dosen dari 11 program studi ” ungkapnya..

    Sekolah Pascasarjana UT sudah mendapatkan akreditasi unggul dari LAMEMBA sehingga lebih memantabkan untuk bekerja sama dengan FEB UNS.

    Diskusi terkait kerja sama yang dimoderatori oleh Dr. Lilik Wahyudi, S.E., M.Si., Ketua Program Studi S-2 Manajemen berlangsung dengan lancar. Kegiatan ditutup dengan pertukaran cenderamata dan foto bersama.

  • Alumni Talk, Berikan Motivasi kepada Mahasiswa PDIE

    Alumni Talk, Berikan Motivasi kepada Mahasiswa PDIE

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Alumni Talk di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS, Selasa 24 September 2024

    Alumni Talk yang diikuti oleh alumni dan juga mahasiswa PDIE itu menghadirkan tiga pembicara, Dr. Erna Setiany, M.Si, Ak. Wakil Rektor Universitas Mercu Buana,Dr. Anto Prabowo, MBA, Depkom-Advisor Senior OJK, Dr. Rochmat Aldy Purnomo, M.Si, Univeristas Muhammadiyah Ponorogo.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Plt. Kepala Program Studi (Kaprodi) PDIE dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar sekali dalam setahun.

    Di tahun ini, PDIE menghadirkan tiga narasumber yang mewakili alumni peminatan di PDIE, Dr. Erna, dari peminatan Akuntansi, Dr. Anto dari Manajemen dan Dr. Rochmat Aldi dari minat Ekonomi Pembangunan.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa peran alumni PDIE sangat penting sekali untuk akreditasi PDIE.  Sudah ada lebih dari 155 alumni PDIE dan sudah terdata sehingga jika nanti ada acara, bisa digiatkan alumninya. Tahun 2026 nanti akan reakreditasi dengan instrumen Lamemba.

    Prof. Rahma juga menyampaikan saran dari asesor di Tahun 2022 lalu, hendaknya program doktor dibuat terpisah, PDIE, Program Doktor Ilmu Akuntansi (PDIA), dan Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM).

    “Otomatis yang PDIE ini untuk Ekonomi Pembangunan, kemudian yang manajemen dan akuntansi nanti bisa membuat proposalnya sendiri, itu saran dari asesor kemarin karena linieritas itu penting” katanya kemudian.

    Lebih lanjut disampaikan rata-rata lama studi di PDIE Itu 4,2 tahun, idealnya 3 sampai 4 tahun. Jika mendapatkan beasiswa studi  untuk 3 tahun dan bisa diperpanjang 1 tahun.

    “Mahasiswa yang ada di sini semangat ya, nanti mendengarkan ulasan dari tiga pembicara alumni menjadi semangat, termotivasi untuk menyelesaikan tepat waktu diwaktu yang tepat 3 sampai 4 tahun aja karena kalau 4 tahun lebih 5 tahun 6 tahun jadi jelek reratanya” ungkapnya menyemangati.

    Berbagai kegiatan yang melibatkan narasumber dari luar negeri juga sudah banyak dilakukan, demikian juga kerja sama dalam penelitian dan supervisi.

    Sementara itu,  Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari,S.E., M.Si., AKT., CA., Ketua Alumni PDIE mengatakan akan selalu siap membantu PDIE.

    “Dari awal kami menjadi pengurus alumni PDIE berharap sekali agar PDIE semakin lebih baik kualitasnya dari kami sebagai angkatan pertama. Jadi kami berharap sekali para pengelola untuk tidak mentolerir turunnya kualitas PDIE. Kalau perlu dinaikkan terus, kami siap bantu untuk untuk mewujudkan itu sehingga nanti PDIE juga tidak kalah dengan program doktor dari kampus-kampus yang sudah lebih maju. Kami siap untuk bekerja sama membantu untuk menyukseskan seluruh program PDIE yang melibatkan alumni” jelasnya.

    Mudah-mudahan dengan makin banyaknya alumni dari berbagai disiplin ilmu dari berbagai tempat kerja akan semakin membuat PDIE UNS diperhitungkan.

    Ketiga narasumber, Dr. Erna, Dr. Anto dan Dr. Aldy memberikan banyak wawasan dan motivasi kepada peserta yang hadir yang sebagai besar merupakan mahasiswa PDIE.

  • Tingkatkan Kualitas Publikasi Mahasiswa, PDIE Adakan Program Joint Supervision

    Tingkatkan Kualitas Publikasi Mahasiswa, PDIE Adakan Program Joint Supervision

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memiliki komitmen untuk menjadikan UNS masuk dalam jajaran World Class University.

    Kepala PDIE, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si. Ak. dalam keterangan tertulisnya menyampaikan program joint supervision adalah untuk membantu meningkatkan kualitas publikasi mahasiswa PDIE FEB UNS.

    Selain itu, program joint supervision memiliki manfaat mewujudkan international exposure bagi mahasiswa PDIE, menjaga hubungan baik jejaring UNS dengan perguruan tinggi di luar negeri yang sudah terjalin sebelumnya dan meningkatkan jumlah international research network dengan kegiatan langsung berbentuk pengujian dan pembimbingan oleh co-supervisor serta mengakselerasi reputasi akademik global UNS melalui World Class University.

    Prodi telah menunjuk tiga mahasiswa,  Faris Shalahuddin Zaky, Siti Nurlaela dan Kiswanto untuk mengikuti program joint supervision.

    Faris mengambil tema riset Peran Modal Intelektual dan Tata Kelola Syariah terhadap Kinerja Zakat.

    Ia  juga telah memiliki publikasi: Sharia Governance and Organizational Performance in Zakat Management Organization: Evidence from Indonesia; 3 artikel lainnya masih proses review dan perbaikan; Memiliki rencana publikasi: The role Sharia Supervisory Board Diversity terhadap Kinerja Zakat serta Customer Capital Efficiency terhadap Kinerja Zakat.

    Siti Nurlaela dengan  topik riset Minat Penelitian Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR); 1 artikel lainnya masih proses review dan perbaikan; Memiliki rencana publikasi: Effect of Political Connection and CSR to Financial Performance serta Good Corporate Governance dan ESG to Financial Performance.

    Sedangkan topik riset Kiswanto Corporate Internet Reporting; 2 artikel lainnya masih proses review dan perbaikan; Memiliki rencana publikasi: Corporate Internet Reporter Banking Sector in Asean dan Comparison Corporate Internet Reporting Asian Country.

    Lebih lanjut dijelaskan  joint supervision akan optimal apabila dilakukan bersama Professor yang pernah  menerbitkan artikel di jurnal top tier dunia atau jurnal ABS 4 ranking; Pernah menerbitkan artikel di ABS 4 ranking bersama mantan pembimbing S3 nya dan bersama mantan bimbingan S3 nya terdahulu; pernah menerbitkan artikel bersama top scholar di bidang tertentu.; Professor yang di-invite memiliki pengalaman manajerial di kampus yang memiliki triple crown accreditation.

    Prof. Andrea Moro dari Cranfield University UK telah dipilih  bergabung dalam joint supervision sebagai pembimbing Faris Shalahuddin Zaky. sedangkan Prof. Dr. Corina Joseph sebagai pembimbing  Siti Nurlaela dan Kiswanto.

    Program joint supervision dilakukan dengan daring via zoom online untuk meminta masukan atas draft artikel, dan juga daring via email. Selain itu juga mengundang Prof. Andrea Moro dan  Prof. Dr. Corina Joseph selama 4 hari di UNS untuk memberikan workshop dan juga pembimbingan.

  • FEB UNS Terima Kunjungan UNEJ, Diskusi Redesain dan Komparasi Kurikulum PDIE

    FEB UNS Terima Kunjungan UNEJ, Diskusi Redesain dan Komparasi Kurikulum PDIE

    Dalam rangka mengimplementasikan Permendikbudristek No 53 tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi, untuk mencapai pembelajaran dan kurikulum yang sesuai,  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Ilmu Ekonomi  FEB Universitas Jember (UNEJ) berkunjung ke FEB Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat 23 Agustus 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Rombongan diterima oleh Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama Bisnis dan Informasi, Kaprodi PDIE, Kaprodi MESP, Kaprodi S-1 Ekonomi Pembangunan, Guru Besar FEB, Ketua Minat Ilmu Ekonomi, serta Koordinator Monitoring, Evaluasi dan Audit.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS mengucapkan selamat datang kepada Dekan FEB UNEJ beserta rombongan dilanjutkan dengan memperkenalkan jajaran pimpinan dan dosen yang hadir.

    Tastaftiyan, Ph.D berharap kunjungan UNEJ memberikan hal-hal yang positif bagi FEB UNS.

    “Terima kasih atas kunjungannya. Di bulan ini kami menerima beberapa kunjungan, diantaranya untuk berdiskusi mengenai kelas internasional. Dari kunjungan-kunjungan itu, kita juga belajar bagaimana agar pengelolaan di FEB UNS bisa  lebih baik lagi, begitu juga dengan PDIE, meski kita sudah berproses lebih lama, tentunya dalam pengelolaannya,  struktur mata kuliahya dan beberapa hal lain kita bisa saling belajar “ ungkapnya.

    Sementara itu, Prof. Dr. Isti Fadah, M.Si., Dekan FEB UNEJ mengucapkan terima kasih atas penerimaan kunjungan UNEJ. Ia juga memperkenalkan rombongan dari UNEJ yang berjumlah 14 orang yakni Dekan, Wadek II, Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan,  Kaprodi S3 PDIE, Ketua Senat, Kaprodi S1, dan juga para Dosen.

    Dikatakan, kunjungan UNEJ ke FEB UNS adalah yang pertama untuk bersilaturahmi karena UNS sudah PTNBH, sedangkan UNEJ sedang berproses, semoga UNEJ bisa disetujui untuk mendapatkan status PTNBH.

    Yang kedua adalah untuk berdiskusi mengenai redesain dan komparasi kurikulum program studi doktor ilmu ekonomi.

    “Ini adalah acara dari program doktor ilmu ekonomi terkait dengan rekonstruksi atau  redesain kurikulum karena ada peraturan menteri yang mengharuskan jumlah SKS untuk S-3 dan S-2 itu ditambah sehingga penyesuaiannya kami  benchmark ke PDIE FEB UNS’ paparnya.

    Harapannya, mudah-mudah dengan benchmark ini insyaallah penyesuaian redesain kurikulum semakin optimal dan semakin  bagus luarannya.

    Kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi kurikulum antara UNEJ dan FEB UNS yang dimoderatori oleh Tri Mulyaningsih, Ph.D. Ketua Peminatan Ekonomi Pembangunan.

  • Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS Kembali Menggelar The International Colloquium on Business and Economics

    Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS Kembali Menggelar The International Colloquium on Business and Economics

    Gelaran forum ilmiah menjadi venue terbaik bagi mahasiswa doktoral untuk dapat mendiseminasikan hasil riset serta untuk mendapatkan saran dan review dari akademisi internasional yang akan meningkatkan kualitas publikasi serta membangun jejaring kolaborasi.

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara rutin menyelenggarakan International Colloquium on Business and Economics (ICBE).

    Pada gelaran ICBE tahun ini, PDIE FEB UNS menghadirkan 4 pembicara yang berasal dari tiga universitas yaitu Universiti Malaya, UNS, dan Universitas Prima Graha.

    Keempat pembicara kunci tersebut adalah Dr. Farzana Parveen Tajudeen dan Prof. Dr. Noor Ismawati Jaafar dari Universiti Malaya, Prof. Doddy Setiawan, Ph.D., dari Universitas Sebelas Maret, serta Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati, M.M., dari Universitas Prima Graha.

    Mengusung tema Inclusive Innovation: Co-creating digital entrepreneurship with the disabled community and it’s ecosystem-insight from Indonesia, ICBE 2024 menggandeng 6 outlet publikasi, tiga diantaranya adalah jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus.

    “PDIE FEB UNS telah mencanangkan roadmap program akselerasi reputasi internasional, termasuk di dalamnya peningkatan output riset yang dilaksanakan oleh mahasiswa program doktoral. Kami berharap agar forum ini dapat bermanfaat bagi anda semua dan berkontribusi pada kemajuan program PDIE di masa depan,” ungkap Prof. Rahmawati dalam sambutannya sekaligus membuka acara.

    Terkait inovasi, pembicara kunci pertama Dr. Farzana Parveen menyampaikan materi mengenai perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang saat ini dapat dimanfaatkan di berbagai bidang termasuk bisnis dan pendidikan.

    Lebih lanjut, berhubungan dengan inovasi yang inklusif, AI berperan dalam meningkatkan aksesibilitas bagi komunitas disabilitas serta memberikan pengalaman interaksi pembelajaran yang lebih personal.

    Prof. Dr. Noor Ismawati Jaafar dalam paparannya sebagai pembicara kunci kedua menyoroti tentang peran kewirausahaan digital dalam lingkup inovasi inklusif, dengan tajuk Promoting Digital Entrepreneurship with Inclusive Innovation for a Sustainable Society, yang dilanjutkan dengan paparan dari Prof. Dr. Endang Dwi Amperawati berjudul Co-creation, Digital Entrepreneurship, Innovation, and Its Role in Disabilities Community.

     

    Pembicara terakhir, Prof. Doddy Setiawan Ph.D. menyampaikan materi dengan judul The Role of Accounting in Climate Change Mitigation yang berfokus pada peran dari sektor akuntansi dalam penanganan perubahan iklim.

    Lebih lanjut, Prof. Doddy juga menyampaikan dua publikasi terkini yang telah dilakukan oleh civitas academica FEB UNS terkait pelaporan iklim oleh perusahaan di Indonesia.

    Gelaran ICBE 2024 yang telah sukses dilaksanakan selama dua hari pada Kamis-Jum’at 27-28 Juni 2024 tersebut dihadiri oleh perwakilan penulis dari 64 artikel yang akan dipresentasikan pada sesi paralel.

    ICBE 2024 juga menganugerahkan Best Paper Award kepada tiga peserta dengan artikel terbaik yaitu Lilik Nurcholidah dengan artikel berjudul Investigating The Impact Of Work Family Conflict, Job Stress On Innovative Work Behavior With Job Satisfaction As A Mediator On University Women Teacher In Indonesia sebagai penerima Best Paper 1.

    Lukman Hakim dengan artikel berjudul Disability And Poverty: Study In Central Java Indonesia At Village Level, dan Afif Yoga Perdana dengan artikel berjudul Research Trends And Networks In Sustainability Reporting: A Bibliometric Approach untuk Best Paper Award 2 dan Best Paper Award 3.