FEB

Kategori: s3_pdie

  • FEB UNS Terima Kunjungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila

    FEB UNS Terima Kunjungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan dari Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila, Selasa, 21 Januari 2020 di Ruang Sidang I FEB UNS.

    Rombongan yang dipimpin oleh Direktur Sekolah Pascasarjana, Prof. Dr. Sutjipto diterima langsung oleh Dekanat dan pimpinan FEB UNS serta tim dari LPPMP UNS.

    Foto bersama sebelum kegiatan

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., Dekan FEB UNS menyampaikan ucapan selamat datang dan mengenalkan para pimpinan yang hadir saat itu.

    Selanjutnya, Dekan memaparkan profil FEB UNS meliputi jumlah program studi, capaian akreditasi BAN PT yang seluruhnya telah terakreditasi A dari program S1 hingga program doktor, capaian akreditasi internasional, kerjasama, dan lain sebagainya.

    Prof. Sutjipto dalam prakatanya juga memperkenalkan seluruh pimpinan yang turut serta di kegiatan kunjungan pagi tadi.

    “Tujuan kunjungan kami ke FEB UNS adalah untuk menggali informasi tentang beberapa hal, diantaranya pengembangan kurikulum menghadapi 4.0, sistem pembelajaran daring, sistem pengembangan dosen, pengelolaan penelitian dan pengabdian masyarakat, serta perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi sistem pendidikan yang mengarah kepada akreditasi internasional” papar Prof. Dr. Sutjipto dalam prakatanya.

    Prof. Sutjipto juga memperkenalkan segenap pimpinan dari Universitas Pancasila yang saat itu turut hadir.

    Acara selanjutnya, kegiatan dikemas dalam bentuk diskusi yang dipandu oleh Dr. Mugi Harsono, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS dengan narasumber untuk pembelajaran daring dari LPPMP UNS.

    Kegiatan berjalan selama kurang lebih dua jam dan acara diakhiri dengan saling bertukar cenderamata antara FEB UNS dan Sekolah Pascasarjana Universitas Pancasila dilanjutkan dengan mengunjungi ke beberapa fasilitas di FEB UNS.

  • Sri Hartoko, Lulus Program Doktor

    Sri Hartoko, Lulus Program Doktor

    Sri Hartoko berhasil mempertahankan disertasinya pada Ujian Terbuka Program Doktor di Aula Konimex Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Solo, Selasa, 21 Januari 2020.

    Di Ujian tersebut, pengajar pada Program Studi Akuntansi FEB UNS itu meraih predikat sangat memuaskan.

    Prof. Drs. Sutarno, M.Sc. Ph.D, Direktur Pascasarjana UNS yang memimpin langsung ujian doktor menjelaskan bahwa Sri Hartoko merupakan lulusan ke-594 program doktor di UNS dan lulusan ke-89 dari program Doktor Ilmu Ekonomi.

    Usai Ujian, Dr. Sri Hartoko berfoto bersama dengan tim penguji

    Dengan memilih judul disertasi “Peran Komite Audit pada Keinformatifan Laba”, Sri Hartoko berhasil mempertahankan disertasinya dihadapan delapan penguji.

    Dalam disertasinya, Sri Hartoko menyatakan bahwa tugas dan tanggungjawab KA diantaranya menelaah informasi keuangan yang akan dikeluarkan emiten atau perusahaan publik kepada publik dan/atau pihak tertentu.

    Begitu strategisnya posisi seorang KA dalam sebuah perusahaan sehingga wajar jika pemerintah memandang perlu untuk mengatur kegiatan/ perilaku KA ini.

    Peneliti menduga bahwa atensi pemerintah terhadap perilaku KA yang ditunjukkan dengan perubahan SK telah memotivasi peneliti untuk mengkaji lebih jauh tentang kualltas laba selama ini.

    Informasi yang berkualitas tentunya akan mendorong pengambilan keputusan yang lebih tepat. Kualitas laba, satu diantaranya bisa ditentukan oleh keinformatifan laba.

    Dari hasil risetnya, Sri Hartoko memberikan simpulan: masa jabatan KA tidak terbukti meningkatkan keinformatifan laba, proporsi anggota KA wanita meningkatkan keinformatifan laba serta aktifitas KA menurunkan keinformatifan laba

  • PDIE Gelar Temu Alumni dan Mahasiswa

    PDIE Gelar Temu Alumni dan Mahasiswa

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menggelar Temu Alumni dan Mahasiswa, Senin 20 Januari 2020.

    Kegiatan diselenggarakan dalam bentuk diskusi dan dihadiri oleh mahasiswa PDIE semua angkatan serta alumni.

    Kepala PDIE, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si. Ak dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini rutin dilakukan oleh PDIE sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara alumni dan mahasiswa.

    Aktifitas-aktifitas yang melibatkan mahasiswa dan alumni sangat bermanfaat untuk akreditasi, baik dalam penelitian , pengabdian masyarakat dan kegiatan lainnya

    Prof. Rahmawati dan Dr. Izza beri sambutan di Temu Alumni dan Mahasiswa PDIE

    Di kegiatan ini, PDIE sekaligus membuat company profil untuk disosialisasikan melalui jalur daring selain sosialisasi langsung ke beberapa daerah dan negara yang masih terus dilakukan.

    Dengan sosialisasi melalui daring ini, diharapkan PDIE dapat diakses lebih luas, nasional maupun internasional.

    Dikatakannya pula, mulai September tahun ini, PDIE menerima mahasiswa asing dari Malaysia. Ke depan akan lebih dikembangkan untuk menerima mahasiswa dari mancanegara.

    Sementara itu, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik mewakili sambutan Dekan memberikan apresiasi kepada mahasiswa, alumni dan dosen PDIE yang telah banyak memberikan dukungan bagi kemajuan FEB UNS pada umumnya dan PDIE khususnya.

    PDIE merupakan salah satu program doktor yang diperhitungkan dikancah dunia.

    “Di tanggal 18 November tahun lalu, PDIE sudah berhasil lolos dalam Presentasi Akreditasi International Abest 21 dan di bulan Juli tahun ini akan divisitasi. Di tingkat nasional, PDIE telah terakreditasi A dan di 2021 akan reakreditasi. Kaprodi dan tim sudah mempersiapkannya untuk kemudian disusun dalam borang, jadi tepat jika para mahasiswa memilih PDIE FEB UNS untuk studinya” paparnya menyemangati.

    Dr. Izza juga berterima kasih kepada PDIE yang memberikan kontribusi besar kepada pencapaian Key Performance Indikator (KPI) FEB, diantaranya melalui berbagai aktifitas international conference, visiting professor, international colloquium. Dukungan juga dari artikel-artikel mahasiswa PDIE yang terpublikasi di jurnal nasional dan internasional yang bereputasi.

    Diakhir sambutannya, Dr. Izza menyampaikan peraturan terbaru Rektor UNS, mahasiswa program doktor akan dinyatakan lulus tanpa ujian terbuka jika menulis satu Scopus Q1 atau dua Scopus Q2 atau tiga Scopus Q3 atau empat Scopus Q4. Harapannya adalah mahasiswa dapat lulus tepat waktu, 3 tahun.

    Dr. Krismiaji dan Dr. Abdul Kharis Bahas Revolusi Industri 4.0

    Acara yang dikemas dalam bentuk diskusi, dibimbing oleh dua narasumber yang juga alumni PDIE berprestasi, Dr. Krismiaji, M.Sc., Ak. dan Dr. Abdul Kharis Almasyhari,SE, M.Si.,Ak.

    Di forum itu, keduanya memaparkan tentang revolusi industri 4.0 dan dampaknya. Bagaimana mahasiswa- mahasiswa calon doktor mengambil peluang tersebut sebagai bahan kajian dalam penelitiannya.

  • PDIE Gelar International Colloquium on Business and Economics

    PDIE Gelar International Colloquium on Business and Economics

    Sebanyak 87 makalah disajikan dalam acara International Colloquium on Business and Economics yang digelar Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Selasa, 24 September 2019.

    Hadir sebagai keynote Speech di acara yang sebagian besar diikuti oleh mahasiswa doktoral yakni Franco Fiordelisi holds a chair in Banking and Finance at the University of Rome III dan Jon Williams is a Professor of Banking and Finance and the Head of Bangor Business School. Acara ini juga terbuka bagi mahasiswa lain untuk berpartisipasi .
    Laporan itu disampaikan Prof. Dr. Rahmawati, M.Si, Ak, Ketua PDIE FEB UNS saat memberikan sambutan di acara akademik yang digelar di Aula Gedung IV FEB UNS.

    Colloquium ini pada dasarnya bertujuan memfasilitasi mahasiswa program doktor untuk menyajikan dan menyebarluaskan hasil penelitian mereka kepada khalayak yang lebih luas. Hasil penelitian terbaik yang telah direview oleh beberapa pakar, memperoleh penghargaan yang disampaikan di akhir acara.

    Prof. Rahma juga menyampaikan terimakasih kepada sebelas universitas yang telah berkolaborasi hingga terlaksananya rangkaian acara colloquium, yakni Business and Economic Asia Pasific (BESIPA), Unversitas Bangun Nusantara Sukoharjo, Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, Universitas Islam Batik Surakarta, Universitas Gajayana Malang, Universitas Surakarta, Universitas Bhayangkara Jakarta, Universitas Gorontalo dan Universitas Darma Cendikia Surabaya .

  • PDIE FEB UNS gelar Lokakarya Evaluasi Kurikulum

    PDIE FEB UNS gelar Lokakarya Evaluasi Kurikulum

    Program Doktor  Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS gelar Lokakarya Evaluasi Kurikulum, Kamis 18/7/2019 di UNS Inn, Solo.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Ketua Program Studi PDIE menyatakan upaya untuk mengevaluasi kurikulum adalah sebuah keharusan yang mendesak dalam rangka mempersiapkan diri,  karena dalam waktu tak lama lagi UNS menjadi PTNBH.  

    “Evaluasi ini kita lakukan agar mahasiswa dapat cepat menjalani proses studinya”  Jelas Prof Rahmawati.

    Sebelum diselenggarakannya lokakarya, telah disusun beberapa masukan awal  terkait perubahan struktur yakni kurikulum dirancang untuk 6 (enam ) semester dengan  total beban  belajar paling sedikit 52 SKS yang terdiri dari kelompok matakuliah wajib umum, mata kuliah wajib program studi dan matakuliah pilihan/ minat studi.

    Evaluasi terhadap kurikulum di PDIE ditempuh juga dengan melihat beberapa kurikulum Perguruan Tinggi yang ada di dalam dan di luar negeri.

  • Kapabilitas Bersaing Digital Diharapkan Tingkatkan Intensi Adopsi E-commerce UMKM

    Kapabilitas Bersaing Digital Diharapkan Tingkatkan Intensi Adopsi E-commerce UMKM

    Penetrasi internet tidak bisa dihindari dan semakin kuat dalam memasuki dunia bisnis. Kemajuan teknologi informasi mendorong banyaknya inovasi-inovasi baru yang dimanfaatkan manusia sebagai tanggapan terhadap era destruktif.

    Survei di tahun 2017, pengguna internet pada sektor bisnis di Indonesia lebih kurang 143 juta, di tahun 2019 akan lebih banyak lagi. Ini berarti, lebih dari 70% penduduk di Indonesia telah menggunakan internet. Sedangkan pelaku UMKM secara nasional hanya sekitar 2,6% yang menggunakan e-commerce. Penelitian yang mengfokuskan pada upaya intensi adopsi e- commerce sangat diperlukan.

    Hal itu dipaparkan Muhammad Kholid Arif Rozaq, diawal presentasinya pada Ujian Terbuka Promosi Doktor , Senin 1/7/2019 di Aula Gedung IV FEB UNS.

    Disertasi yang berjudul Kapabilitas Bersaing Digital sebagai Upaya Peningkatan Intensi Adopsi E-Commerce pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah Provinsi DIY dipertahankan dihadapan sepuluh penguji, yang diketuai oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UNS, Prof. Dr. Ir. Ahmad Yunus, M.S.

    Kholid dalam penelitiannya mengembangkan model baru mengenai intensi adopsi e-commerce yang fokus pada kesiapan teknologi serta membangun model teoritikal dasar yang baru untuk melengkapi celah penelitian antara kesiapan teknologi dan intensi adopsi e-commerce. 

    Penelitian yang dilakukannya diharapkan memberikan kontribusi pada pengembangan model adopsi teknologi dengan adanya proposisi pengembangan variabel baru yaitu Kapabiltas Bersaing Digital (KBD). Kapabilitas bersaing digital ini juga diharapkan mampu meningkatkan tingkat intensi adopsi e-commerce bagi UMKM.

  • Dekan FEB UNS Semangati Mahasiswa PDIE Untuk Segera Selesaikan Studinya

    Dekan FEB UNS Semangati Mahasiswa PDIE Untuk Segera Selesaikan Studinya

    Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) harus gumregah atau memiliki semangat juang yang tinggi untuk segera lulus dan para  alumninya juga harus selalu mendorong adik- adik kelasnya agar performa PDIE semakin baik.

    Hal itu disampaikan Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons).,Ph.D.,Ak., Dekan FEB UNS saat membuka acara Halal Bihalal serta Temu Alumni dan Mahasiswa PDIE, Kamis, 27 Juni 2019.

    “Kami akan segera membangun workstation untuk Program Studi (Prodi) S-2 dan S-3 agar proses studi bisa lebih lancar  dan juga pemantauan lebih mudah, mahasiswa jangan berlama-lama studinya” jelasnya kemudian.

    Di akhir sambutannya, Prof. Djoko berpesan bahwa kita harus punya prinsip hidup urip sing urup, memayu hayuning bawana,  hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat. Manusia hidup di dunia harus  mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan.

    Pesan yang sama juga disampaikan  Kaprodi S3 PDIE yang baru saja dilantik pada 29 Mei 2019,  Prof.Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, mahasiswa harus lebih fokus dalam studinya dan  mengintensifkan pembimbingan agar cepat selesai.

    Prof. Rahmawati  memohon dukungan dan doa kepada seluruh mahasiswa dan alumni karena tanggal 30 Juni, PDIE akan submit akreditasi internasional Abest21  dan untuk akreditasi nasional akan siap pada tahun 2020, untuk bisa mempertahankan nilai A.

    “Berbagai upaya telah kita tempuh, salah satunya dengan memberikan  pemahaman kepada dosen, mahasiswa, alumni dan juga tenaga kependidikan tentang  visi dan misi PDIE” urainya.

    Lebih lanjut disampaikan, dalam rangka internasionalisasi, akan ada pertukaran mahasiswa dan juga dosen. Di tahun depan ada 2 mahasiswa asing yang studi di PDIE.

    Dalam acara itu, selain tausiyah yang disampaikan oleh Hasim, M.Ag, dosen FEB UNS, juga diadakan pemberian kenang-kenangan dari Mahasiswa kepada Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek.

    Prof. Tulus, sebagai Kaprodi yang berakhir jabatannya di Mei 2019 telah banyak  memberikan kontribusi bagi PDIE, sejak mulai berdiri,  tahun 2009 hingga tahun 2019 dan juga telah menghantarkan PDIE hingga memperoleh akreditasi A.

    Prof. Tulus  dalam sambutannya berpesan kepada para mahasiswa PDIE untuk fokus dalam menyelesaikan  studi. Mahasiswa harus mempunyai target dalam pencapaian studinya, harus direncanakan, agar punya semangat dalam menempuhnya.

     

    Humas FEB UNS