FEB

Kategori: s3_pdie

  • FEB Sambut Dua Guru Besar Baru

    FEB Sambut Dua Guru Besar Baru

    Karangan bunga yang berjajar rapi di Halaman Gedung I Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan gelaran “Nonton Bareng (Nobar)” di selasar menambah kemeriahan penyambutan dua guru besar FEB yang baru saja dikukuhkan, Selasa 9 Maret 2021.

    Prof. Dr. Bandi, M.Si., Ak. dan Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. yang telah dikukuhkan sebagai guru besar bersama dengan tiga  guru besar dari Fakultas Pertanian  dan satu dari Fakultas Teknik merupakan kado terindah bagi UNS yang saat ini sedang merayakan Dies Natalis ke-45.

    Kegiatan Nonton Bareng Pengukuhan Guru Besar di Selasar sebagai Ungkapan Suka Cita Keluarga Besar FEB

    Prof. Bandi merupakan guru besar bidang Ilmu Akuntansi dari Prodi Akuntansi FEB yang  juga sebagai Wakil Rektor  Bidang Umum dan Sumber Daya Manusia. Sedangkan Prof. Izza Guru Besar Bidang Ilmu Ekonomi Pembangunan dari Prodi Ekonomi Pembangunan yang juga sebagai Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan.

    Kehadiran dua guru besar disambut dengan meriah oleh pimpinan, dosen dan tenaga kependidikan (Tendik). Memasuki area lobi gedung 1 FEB, keduanya disambut dengan riuhnya musik dan konfeti warna-warni.

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Djoko Suhardjanto, M. Com (Hons)., Ph,D, Ak dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada Prof. Bandi dan Prof. Izza yang telah sampai pada puncak tertinggi jenjang akademik.

    Kehadiran Kedua Guru Besar Disambut Meriah oleh Pimpinan, Dosen dan Tendik FEB

    “Hadirnya 2 profesor yang hebat ini harus bisa menginspirasi para dosen FEB untuk  mencapai gelar professor,  harus keluar dari rutinitas, jangan yang biasa-biasa. Bagi yang Lektor segera ke Lektor Kepala  dan untuk yang Lektor Kepala harus segera diusahakan meraih gelar profesor. Sesuai harapan Rektor, guru besar harus tercapai minimal  20%” tegasnya.

    Sementara itu, kedua guru besar dalam kesan dan pesannya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Dekan dan seluruh sivitas akademika FEB UNS yang menyambut kehadirannya dengan suasana meriah. Keduanya juga mengajak agar para dosen memacu agar mampu mencapai guru besar.

    Menurut Prof. Bandi, ke depan,  proses administrasi untuk Penilaian Angka Kredit (PAK) akan lebih sederhana melalui sistem yang terintegrasi sehingga tidak membutuhkan waktu yang lama dalam prosesnya dan juga meminimalisir berkas.   (Humas FEB).

  • Prof. Wimboh: Ekonomi Indonesia Diprediksi Pulih Di Tahun 2021

    Prof. Wimboh: Ekonomi Indonesia Diprediksi Pulih Di Tahun 2021

    Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Prof. Wimboh Santoso yang juga alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Seblas Maret (UNS) hadir sebagai keynote speech pada webinar Contemporary Issues on Islamic Finance and Banking yang diselenggarakan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) UNS Fintech Center, Rabu (03/03/2021) malam.

    Prof. Wimboh menyampaikan materi terkait kondisi perbankan syariah di Indonesia serta potensi perbankan sharia di Indonesia dalam perbaikan ekonomi pasca pandemi. Di paparannya juga dijelaskan tentang rencana kebijakan OJK pada tahun 2020-2021.

    “Nilai perdagangan produk halal/industri halal 3 billion USD, Indonesia merupakan tujuan wisata halal terbaik,” jelas Prof. Wimboh mengawali paparannya.

    Ekonomi Indonesia diprediksi dapat pulih di tahun 2021. Dimulainya program vaksinasi nasional meningkatkan optimisme, hal ini didukung dengan peningkatan consumer index di bulan Februari yang mencapai 88%.

    Dalam hal kebijakan di bidang ekonomi, telah terdapat sinergi kebijakan antar regulator di sektor keuangan perbankan, seperti restrukturisasi kredit, subsidi bunga pinjaman, budget deficit policy, bantuan likuiditas, LTV relaksasi, quantitative easing.

    Terkait peran perbankan syariah, Prof. Wimboh menyatakan bahwa pertumbuhan perbankan syariah cenderung tidak terpengaruh efek pandemi Covid-19 karena mayoritas perbankan syariah terletak di daerah pedesaan.

    Menutup materi yang disampaikan, Prof. Wimboh berharap semoga materi yang disampaikan akan bermanfaat bagi peserta webinar. “Semoga informasi yang saya sampaikan dapat menjadi dasar pengetahuan tentang kondisi sharia banking in indonesia,” pungkasnya.

    Salah satu pembicara dalam webinar tersebut, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc,.Ph.D, dosen FEB UNS yang membahas mengenai mekanisme tata kelola di perbankan syariah.

    Melalui penelitian yang telah dilaksanakan, Dr. Tastaftiyan menemukan bahwa mayoritas akademisi yang bertindak sebagai anggota Dewan Syariah di bank syariah juga menjabat sebagai anggota Dewan Syariah di bank syariah lain.

    “SSB atau Dewan Syariah seharusnya independen dari pengaruh manajemen bank. Akan tetapi, anggota Dewan Syariah tetap menerima remunerasi dari perusahaan terkait. Hal ini dapat menyebabkan konflik kepentingan, terlebih jika seseorang menduduki jabatan sebagai anggota Dewan Syariah di lebih dari satu bank,” jelas Dr. Tastaftiyan.

    Narasumber lain dalam webinar yang digelar secara daring itu yakni Prof. M. Kabir Hassan, (University of New Orleans, USA), Prof. Hussein A. Abdou dari University of Central Lancashire, UK., Dr. Taufiq Hidayat selaku,  Direktur KNEKS Indonesia dan  Dwi Irianti, M.A., Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Indonesia, Prof. Mansor H. Ibrahim (INCEIF, Malaysia), Prof. Ahmet Faruk Aysan (Hamad bin Khalifa University, Qatar), Dr. Mariani Abdul-Majid dari Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Prof Dian Masyita (Universitas Padjajaran-UNPAD), serta Dr. Fakarudin Kamarudin dari Universiti Putra Malaysia (UPM).

    Para peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi pada sesi tanya jawab webinar yang dipandu oleh Dewanti Cahyaningsih M.Rech tersebut.

    Dengan terlaksananya international webinar ini diharapkan mampu mengungkapkan potensi-potensi dari perkembangan kegiatan keuangan dan perbankan islami di Indonesia dan secara global sehingga masyarakat dan peneliti dapat menyesuaikan diri dengan cepatnya perkembangan teknologi keuangan, terutama teknologi keuangan Islam.

    Reporter: Aulia

    Editing: Humas

  • DP 0%,  Ini Kata Pengamat Ekonomi

    DP 0%,  Ini Kata Pengamat Ekonomi

    Pandemi yang mulai merebak di Indonesia sejak awal Maret 2020 lalu membawa keterpurukan dari berbagai sektor. Setelah satu tahun berada dalam masa pandemi, ada upaya pemerintah untuk menggerakkan sektor ekonomi, salah satunya adalah kebijakan Down Payment (DP) 0%. Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk membebaskan uang muka atau DP 0% bagi pembelian rumah dan kendaraan bermotor sejak 1 Maret hingga 31 Desember 2021.

    Pemerintah optimis, dengan adanya vaksinasi, masyarakat akan semakin percaya diri untuk mulai bergerak sehingga aktifitas ekonomi masyarakat kembali pulih.

    Menyikapi kebijakan pemerintah itu, Prof. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Pengamat Ekonomi Universitas Sebelas Maret  mengatakan, kebijakan itu memang dimaksudkan untuk menstimulasi pasar otomotif dan properti yang saat ini lesu. Namun saat ini tanda-tanda ke arah itu belum begitu jelas,  belum memberikan dampak yang signifikan.

    “Kebijakan pemerintah yang sudah dilaunching kemarin, belum bisa memberi dampak yang signifikan, sekalipun Bank Indonesia sudah melihat adanya tanda-tanda perekonomian sudah mulai bergerak tetapi kan banyak faktor yang mempengaruhinya, bagaimana Usaha Kecil Menengah (UKM), pengusaha memanfaatkan kebijakan ini. Harapannya roda perekonomian akan berjalan secara normal, masyarakat kembali beraktifitas, kenyataannya pemerintah masih melakukan pembatasan-pembatasan di masyarakat sehingga orang akan berpikir dua kali untuk meminjam uang, pengusaha juga akan berpikir ulang untuk melakukan ekspansi” papar Prof. Hunik dalam Dialog Pagi RRI, Selasa, 2 Maret 2021.

    Setidaknya dalam waktu dekat ini belum berdampak, masih menunggu keberhasilan vaksinasi sejauh mana. Dengan DP 0% sekilas menarik masyarakat untuk membeli mobil atau rumah, tetapi masyarakat akan terbebani angsurannya yang mungkin lebih besar.

    Namun demikian, Prof. Hunik mendorong agar masyarakat juga tetap optimis. Pemerintah sudah berusaha menggelontorkan banyak bantuan untuk mengatasi permasalahan selama masa pandemi.   Harapannya ke depan dengan kebijakan DP 0 % ini akan dapat mengangkat perekonomian masyarakat. Mudah-mudahan vaksinasi berhasil dan pemerintah juga melonggarkan mobilitas masyarakat sehingga optimisme bisa terwujud dan pada akhirnya bisa mengangkat ekonomi masyarakat Indonesia.

    Disisi lain, Prof. Hunik melihat ada fenomena yang menarik yang terjadi di masyarakat. Di masa pandemi ini muncul wirausaha baru, banyak bermunculan bisnis online yang cukup mampu menyangga ekonomi rumah tangga. Mulai dari pedagang sayuran, kuliner sampai kepada fashion, muncul kreatifitas di kalangan masyarakat karena kondisi “kepepet”.

    Prof. Hunik berharap masyarakat mampu melihat peluang-peluang usaha baru ketika usaha yang sebelumnya digeluti jatuh karena pandemi. Masyarakat diharapkan tidak menyerah dalam berusaha, selalu memunculkan ide-ide usaha baru, usaha online misalnya. (Humas FEB)

  • ADAI dan PDIE Gelar Ngopi Gayeng Nasional

    ADAI dan PDIE Gelar Ngopi Gayeng Nasional

    Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) dan Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Ngopi Gayeng Nasional bertemakan Membangun Budaya Publik Governance untuk Indonesia Maju, Sabtu, 27 Februari 2021 .

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Kepala Program Studi (Kaprodi) PDIE yang juga sebagai penasihat di ADAI menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan daring bersama antara PDIE dan ADAI.

    Disampaikannya, PDIE sudah melakukan kegiatan ilmiah rutin setiap bulan, mendatangkan praktisi  dan juga pelatihan-pelatihan. Hal ini diupayakan sebagai tuntutan akreditasi BAN PT agar unggul, paling tidak sebulan sekali ada interaksi dosen, mahasiswa dan juga masyarakat.

    “Kami dekat dengan masyarakat, terutama dibidang ekonomi bisnis, dekat dengan usaha kecil menengah. Di masa pandemi ini kita bangkitkan masyarakat terutama masyarakat yang memiliki usaha kecil dan menengah” katanya.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Kepala Program Studi PDIE

    Mewakili Dekan FEB UNS, Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset, dan Mahasiswa membuka kegiatan yang diikuti lebih dari 300 peserta.

    Empat pembicara panel dihadirkan yakni Agung Nur Probohudono, SE, M.Si, Ph.D, AK, CA, Kepala Program Studi S1 Akuntansi, Drs. H. Yuliatmono, MM, Bupati Karanganyar, Gibran Rakabuming Raka, Walikota Surakarta dan Dwinanto, SE, Kepala Desa Krandegan. Keynote speaker Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, SH, M.IP yang disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taz Yasin Maimoen, Wakil Gubernur Jawa Tengah.

    Ketua ADAI, Dr. Edy Supriyono, S.E.,M.Si.,Ak., CA. dalam laporannya menyampaikan jumlah anggota ADAI Jawa Tengah berjumlah 242 orang, secara nasional ada 12 provinsi yang resmi, secara embrio ada 10 provinsi. Kegiatannya masih berfokus pada kegiatan-kegiatan ilmiah yang sifatnya webinar. Ke depan akan mengadakan pengabdian masyarakat dan kegiatan lainnya.

    Ketua ADAI, Dr. Edy Supriyono, S.E.,M.Si.,Ak., CA.

    ADAI sebagai wadah bagi dosen akuntansi, baik yang akuntan maupun non akuntan berusaha bersama-sama bersinergi meningkatkan kualitas dosen yang didalam maupun kualitas mahasiswa sebagai tanggung jawabnya. ADAI ditingkat pusat banyak kegiatan yakni koperasi syariah, pengabdian masyarakat, dan penerbitan jurnal. ADAI di Jawa Tengah akan segera  bekerjasama untuk memberikan sertifikat bagi mahasiswa akuntansi, dalam waktu dekat. (Humas FEB)

  • FEB Gelar Workshop RPS, Bahas Pembelajaran Berbasis Case Method

    FEB Gelar Workshop RPS, Bahas Pembelajaran Berbasis Case Method

    Pendidikan di perguruan tinggi harus bisa membuka peluang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuannya, mengaktualisasikan dirinya, dan ini menjadi tantangan terbesar bagi para dosen. Mahasiswa harus difasilitasi agar bisa menghasilkan suatu capaian prestasi yang unggul,  jangan sampai potensi tetap menjadi potensi. Sebagai tenaga pendidik, dosen harus selalu melakukan rekonstruksi pembelajaran.

    Hal itu disampaikan  Prof. Dr, Sarwiji Suwandi, M.Pd., Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengawali presentasinya dalam Worskhop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Berbasis Case Method yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Kamis 18 Februari 2021.

    Dikatakannya, paradigma pembelajaran saat ini sudah bergeser. Dalam proses pembelajaran, yang belajar bukan hanya mahasiswa tetapi juga dosennya dan satu hal yang harus kita perhatikan  adalah sumber belajar. Dosen secara berkala harus meng-update RPS, setiap semester ditinjau lagi. Harus disesuaikan jika ada bahan kajian baru atau referensi baru atau hasil riset-riset terbaru.

    “Dosen sebagai pembelajar sejati, menyiapkan rencana pembelajaran, membaca banyak referensi dan hasil-hasil riset dan dimasukkan dalam RPS. Dengan ini kita bisa lebih yakin bahwa hasil dari pembelajaran itu lebih baik” jelasnya.

    Prof. Dr, Sarwiji Suwandi, M.Pd., Ketua LPPMP UNS

    Selanjutnya disampaikan, metode pembelajaran yang harus diterapkan saat ini mengacu pada Indikator Kinerja Utama (IKU) ke 7,  persentase matakuliah S1 dan dipoma yang menggunakan metode pembelajaran pemecahan kasus (case method) atau pembelajaran kelompok berbasis project (team based project) sebagai sebagian bobot evaluasi.

    Metode kasus (case method) merupakan pembelajaran partisipatif berbasis diskusi untuk memecahkan kasus atau masalah. Penerapan metode ini akan mengasah dan meningkatkan keterampilan berpikir kritis untuk memecahkan masalah, kemampuan berkomunikasi, berkolaborasi, dan kreativitas.

    “Di dalam menerapkan case method, mahasiswa jangan diberikan tugas secara individual namun dikerjakan secara berkelompok. Hal ini dikarenakan permasalahan kehidupan riil menuntut pemecahan masalah secara bersama-sama dengan  menggunakan perspektif yang berbeda-beda dan dengan berbagai strategi yang bisa diusulkan anggota kelompok” paparnya.

    Metode kasus ini termasuk jenis pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). Mahasiswa memiliki peran utama dalam pemecahan masalah, sedangkan dosen berperan sebagai  fasilitator yang bertugas mengobservasi, memberi pertanyaan, dan mengarahkan diskusi, memberikan pertanyaan, dan observasi.

    Case method memiliki kelebihan yakni pelibatan mahasiswa secara aktif mengembangkan keterampilan berpikir yang sangat tinggi. Selain itu, pengetahuan akan tertanam berdasarkan skemata  yang dimiliki oleh mahasiswa sehingga pembelajaran lebih bermakna dan mahasiswa dapat merasakan manfaat dari pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung berkaitan dengan kehidupan nyata. Dengan metode ini, mahasiswa lebih mandiri dan dewasa, mampu memberi dan menerima pendapat dari orang lain, dan menanamkan sikap sosial yang positif antarmahasiswa.

    Sisi lemah metode ini, memerlukan persiapan pembelajaran meliputi alat, problem, dan konsep yang kompleks, terkadang tidak mudah mencari dan menemukan permasalahan yang relevan dan membutuhkan waktu yang cukup lama (Humas FEB)

  • Dekan Lantik Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA FEB UNS

    Dekan Lantik Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA FEB UNS

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D,Ak melantik Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Mahasiswa (DEMA) dan Organisasi Kemahasiswaan (ORMAWA) Periode Tahun 2021, Kamis, 25 Februari 2021 di Aula Gedung 3 FEB UNS.

    Dalam acara yang dihadiri oleh para Wakil Dekan, Kepala Unit Kerjasama dan Pimpinan Administrasi FEB UNS juga dilakukan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengurus yang diwakili oleh Ketua BEM dan DEMA dari Pengurus Tahun 2020 ke Pengurus Tahun 2021.

    Dekan FEB UNS dalam sambutannya memberikan ucapan selamat kepada pengurus baru yang telah dilantik dan juga ucapan terima kasih kepada pengurus lama,  tetap mendampingi pengurus yang baru agar berprestasi lebih dari sebelumnya.

    Selanjutnya disampaikan, perubahan status UNS dari Badan Layanan Umum (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) menuntut banyak penyesuaian, baik dari sisi organisasi maupun pola kerja, perlu lompatan yang cepat. UNS dituntut untuk mencapai target yang dicanangkan pemerintah,  masuk ke 500 Top Perguruan Tinggi di dunia.

    Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA

    Dekan mendorong agar mahasiswa terutama para pengurus BEM, DEMA dan ORMAWA bergerak aktif, mengadakan dan juga mengikuti aktifitas yang levelnya internasional hingga berprestasi. Fakultas akan membantu dalam pencapaian prestasi tersebut.

    “Dengan status UNS sebagai PTNBH, aktifitas dan kegiatan mahasiswa, baik akademik dan non akademik harus mengarah kepada pencapaian prestasi tingkat internasional. Universitas, fakultas dan prodi akan sangat mendukung kegiatan-kegiatan mahasiswa tersebut. Jika ada kesulitan, kita selesaikan bersama. Kita harus guyub rukun bekerja keras untuk mencapai target itu” tegas Dekan menyemangati mahasiswa.

    Dekan berpesan, meskipun mahasiswa aktif di organisasi, namun secara individu harus punya prestasi akademik, IPKnya harus tetap bagus, jangan merosot. Mahasiswa juga harus menjalin komunikasi yang baik, menjaga silaturahmi dengan pimpinan, dosen dan juga tenaga kependidikan. (Humas FEB).

  • FEB UNS Adakan Workshop Pengajuan Anggaran dan Penyusunan SPJ

    FEB UNS Adakan Workshop Pengajuan Anggaran dan Penyusunan SPJ

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Pengajuan Anggaran dan Penyusunan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang diikuti 20 peserta perwakilan masing-masing program studi dan Pelaksana Helpdesk, Kamis 25 Februari 2021 di Ruang Laboratorium Komputer FEB UNS.

    Koordinator Tata Usaha, Tunggul Ardhi, S.Si. saat memberi sambutan dan arahan

    Koordinator Tata Usaha FEB UNS Tunggul Ardhi, S.Si.  dalam sambutannya mengatakan dengan perubahan UNS dari Badan Layanan Usaha (BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) terjadi pula beberapa perubahan dalam model pengajuan anggaran dan penyusunan SPJ. Pedoman yang digunakan mulai saat ini menggunakan Standar Biaya Minimum (SBM) UNS.

    Dalam kegiatan ini, pelaksana teknis akan dikenalkan dengan pedoman yang baru, bagaimana caranya mengajukan anggaran dan menyusun SPJ.  Dengan pelatihan ini diharapkan para pelaksana teknis dari bidang maupun prodi lebih cepat melakukan penyesuaian,  tidak mengalami kesulitan lagi.

    Christina Yulia Puspita Dewanti, S.IP, Bendahara Fakultas dan Gigih Fantriko Tri Wibowo, A.Md. dari Bagian Perencanaan FEB UNS menjadi instruktur dalam workshop yang digelar selama sehari.

    Gigih Fantriko memberikan gambaran layanan di Bagian Perencanaan FEB UNS diantaranya upload data dukung fakultas (KPI), revisi ajuan revisi anggaran, download perencanaan fakulas dan prosedur pencairan anggaran. Dipandu pula bagaimana operator bidang dan prodi mengoperasikan aplikasi Sistem Perencanaan dan Evaluasi Anggaran (Sireva).

    Sementara itu, Christina Yulia menyampaikan teknis tentang pengajuan anggaran hingga penyusunan SPJ. Peserta diharapkan untuk benar-benar mempelajari pedoman baru,  SBM UNS.

    Christina Yulia, S.IP memandu peserta

    Untuk dapat mengevaluasi sejauh mana peserta mampu memahami apa yang disampaikannya, disesi terakhir, Yulia memberikan soal-soal yang harus dikerjakan dengan tepat oleh peserta. Soal yang diberikan diantaranya penyusunan SPJ dari Surat Perintah Bayar (SPBY), kuitansi dengan kesesuaian tarif-tarif yang digunakan dan pajak sesuai peraturan yang baru. Kemudian beberapa soal lain juga diberikan yang berhubungan dengan perhitungan honor narasumber, pembelian, jasa dan SPPD.  (Humas FEB UNS)

  • Alumni FEB UNS Ikuti Seleksi Program Management Trainee

    Alumni FEB UNS Ikuti Seleksi Program Management Trainee

    54 alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Ujian Seleksi Program Management Trainee (MT) PT Intan Pariwara, Rabu, 24 Februari 2021 di Gedung I FEB UNS.

    Kegiatan seleksi program MT bagi lulusan FEB ini merupakan salah satu bentuk kerjasama FEB UNS dengan PT Intan Pariwara. Dari 54 alumni, diantaranya ada yang akan diwisuda di 27 Februari mendatang.

    Dalam sambutannya dihadapan Direktur ,Tim Manajemen PT Intan Pariwara serta alumni FEB, Dr. Mugi Harsono, S.E., M.Si, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kali pertama diadakan setelah UNS berstatus Perguruan Tinggi Berbadan Hukum (PTNBH).

    Dr. Mugi berharap agar lulusan FEB memanfaatkan kesempatan seleksi ini dengan sebaik-baiknya. Dan berpesan agar ketika bergabung menjadi bagian dari PT Intan Pariwara untuk selalu menjaga nama baik institusi.

    “Jika saudara berhasil dalam seleksi Program MT dan bergabung dengan PT Intan Pariwara, tolong patuhi standar kerja yang telah ditetapkan organisasi di sana, termasuk standar etikanya. Berikan torehan emas untuk FEB UNS” pesan Dr. Mugi.

    Sementara itu,  Ir. H. Tomy Utomo Putro, M.M, Direktur PT Intan Pariwara memberikan gambaran tentang alur seleksi dan program MT.

    Di masa pandemi ini, PT Intan Pariwara masih tetap eksis dan bahkan  berkembang. Melalui jalur MT, PT memerlukan  tenaga muda yang potensial dan handal untuk menjadi seorang pimpinan. Sebagai calon pemimpin yang mengelola perusahaan, PT Intan Pariwara sangat mengutamakan kejujuran.

    Selanjutnya disampaikan, dalam rekrutmen reguler, untuk menjadi seorang manajer, memerlukan waktu lima tahun,  itupun jika prestasinya luar biasa. Namun untuk kerjasama dengan FEB UNS ini, para alumni yang  lolos dalam Program MT, setelah 6 bulan atau 1 tahun dapat langsung menjadi pimpinan, manajer atau setara dengan pimpinan.

    Peserta yang berhasil masuk dalam Program MT akan digembleng selama 6 bulan. Jam kerja MT bisa mencapai 12 jam sehari. Setelah seharian dididik,  malam harinya peserta akan diberi tugas untuk dipresentasikan besoknya dan seterusnya demikian. Hal ini untuk melatih kekuatan fisik dan mental para peserta MT sebagai calon pemimpin.

    Dikatakannya, dalam seleksi ini, Alumni FEB UNS  mendominasi program MT. Setelah dievaluasi di pelaksanaan program MT, bagi peserta yang kurang memenuhi syarat tidak diberhentikan namun akan dicadangkan untuk yang akan datang atau bisa diterima di tempat lain,  namun tidak sebagai peserta MT.

    Dalam program ini, peserta tidak dipungut biaya. Setelah mengikuti tes tertulis di FEB, peserta akan mengikuti tes lanjutan di PT Intan Pariwara dan langsung interview dengan  Board Director.

    Usai mendapatkan arahan dari Pimpinan FEB dan juga dari Tim Seleksi PT Intan Pariwara, peserta menuju ruang kelas di Gedung I FEB untuk menjalani ujian tertulis. Kelas yang digunakan telah memenuhi standar protokol kesehatan, berjarak dan bersekat. (Humas FEB)

  • Kalender Akademik Tahun 2020/2021

    Perkuliahan semester genap, Februari – Juli 2021 dimulai pada tanggal 22 Februari 2021.  Di Semester ini, Aktifitas perkuliahan masih diselenggarakan secara daring. Berikut Kalender Akademik Tahun 2020/2021

     

  • Mahasiswa FEB Juara Favorit Lomba Fotografi

    Mahasiswa FEB Juara Favorit Lomba Fotografi

    Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Dwi Sekar Darojati,  mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2018 untuk menghasilkan karya. Dwi berhasil meraih juara Favorit di lomba fotografi bertema Pahlawan di Era Pandemi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar Magelang, Desember lalu.

    Dwi bersaing dengan 72 karya mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yakni Universitas Tidar, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Bakrie, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Maritim Raja Ali Haji, IAI Nusantara Batanghari, UPN Veteran Jakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Brawijaya serta Universitas Sebelas Maret.

    Dengan kamera DSLRnya, Dwi tertarik mengambil obyek seorang bapak penjual kentang di Pasar Segamas, Purbalingga. Menurutnya, para pedagang,  pelaku ekonomi di pasar rakyat adalah juga salah satu pahlawan di era Pandemi.

    “Para pedagang juga pahlawan di era pandemi. Tepatnya salah satu pahlawan ekonomi kita di tengah pandemi. Meskipun Indonesia diterjang krisis di era pandemi ini, ekonomi kerakyatanlah menjadi tameng dan support sistem yang dapat membuat perekonomian Indonesia tetap bertahan di tengah krisis” tutur mahasiswa yang memiliki hobi fotografi dan desain.

    Kejuaraan seperti ini, bukan kali pertama yang diikuti Dwi.  Sebelumnya Dwi pernah mengikuti lomba-lomba, diantaranya yang diselenggarakan Bursa Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS dan mendapat peringkat 5 besar poster dan fotografi.

    Tak hanya untuk menyalurkan bakat, aktifitas ini juga sebagai pengisi waktu luang usai  kuliah online. Kegiatan ini pun untuk meningkatkan imunitas, melepas kejenuhan ketika aktifitas harus dibatasi karena pandemi. (Humas FEB)