FEB

Kategori: s3_pdie

  • PDIE Gelar Webinar Bahas Kajian Literatur

    PDIE Gelar Webinar Bahas Kajian Literatur

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan webinar bertemakan Kajian Literatur: Metode dan Bias Penelitian dengan narasumber Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D dari  Universitas Gadjah Mada, Selasa 12 Januari 2021.

    Prof. Dr. Rahmawati,M.Si, Ak., Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS dalam sambutannya mengatakan, di kegiatan ini, mahasiswa baru diwajibkan hadir  untuk mata kuliah Metodologi Penelitian. Namun acara ini juga terbuka bagi kalangan umum yang tertarik.    Diharapkan, ilmu yang diberikan dari narasumber menambah ilmu dan pengetahuan mahasiswa baru dan juga bermanfaat pula bagi mahasiswa yang sedang dalam proses penulisan disertasi serta para dosen.

    Prof. Dr. Rahmawati,M.Si, Ak., Kepala PDIE Saat Beri Sambutan

    Sebelum webinar berlangsung, Prof. Nurul  membagikan beberapa sumber bacaan kepada peserta sebagai acuan paparan,  artikel yang  dipublikasikan di jurnal dan konferen berdasarkan kajian literatur. Harapannya,  peserta sudah meluangkan waktu membaca agar paparan yang disampaikan narasumber lebih efektif terserap.

    Diawal paparannya, Prof. Nurul menyampaikan, kajian literatur atau literature review adalah ringkasan sebuah topik di bidang penelitian tertentu yang mendukung  pengidentifikasian pertanyaan penelitian. Dengan kata lain kajian literatur intinya “how researcher really arrived at their research question?”.

    “Inti kajian literatur sebenarnya adalah membaca, iqra (bacalah). Kadar membaca seorang tidak sama tergantung kemampuan menyerap bacaan, ada yang bisa paham dalam 3 jam dan ada yang sampai satu hari. Ini adalah proses. Jika teman-teman S3 belum tahu apa masalah penelitian dan pertanyaan penelitiannya berarti membacanya kurang dan tidak melakukan kajian literatur” ungkapnya

    Selanjutnya dikatakan, kajian literatur ini memiliki tujuan untuk membedakan apa yang sudah banyak dilakukan dan apa yang perlu dilakukan. Juga bisa mengidentifikasi variabel-variabel penting yang relevan bagi sebuah topik. Selain itu kajian literatur juga bisa merasionalisasi signifikansi masalah penelitian, mengidentifikasi metodologi utama dan teknik penelitian yang sudah dilakukan serta menetapkan penelitian dalam konteks kebaruan. .

    Dari sistematika proses kajian yang dilakukan, tipe kajian literatur dibedakan menjadi kajian literatur tradisonal atau naratif dan kajian literatur terstruktur atau sistematis. Sedangkan dari metode kajian atau pendekatan yang digunakan dibedakan  mejadi meta analasis dan meta sintesis. Dan yang telah  dilakukan Prof. Nurul beserta tim adalah kajian literatur terstuktur.

    Kajian literatur tradisional tidak terlalu power full dan tantangannya luar biasa ketika kita melakukan publikasi karena pemilihan sumber bacaan tidak dijelaskan, sehingga kritik terbesar dalam kajian literatur naratif adalah kurang akurat, subyektif dan mengandung bias penelitian.

    Narasumber Webinar, Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom, Cand Merc., Ph.D

    “Ketika para peneliti menulis bab 1 dan bab 2,  membahas sekian banyak literatur lalu mengatakan belum banyak yang meneliti tentang X,  masih sedikit yang meneliti tentang Y,   jangan-jangan kurang akurat, subyektif dan bias  karena yang dibaca hanya 50 artikel, aksesnya hanya sedikit artikel saja” ungkapnya.

    Pada kajian literatur terstruktur dianggap memiliki struktur yang logis dan kemampuan reliabilitas dan validitas yang lebih tinggi karena  memiliki kriteria dalam pemilihan literatur yang akan  dikaji.

    Kajian literatur mengumpulkan banyak literatur dan menggunakan salah satu teknik yang dipakai yaitu teknik bibliometrik, atau teknik yang berbasis pada statistik, pengolahannya menggunakan perangkat lunak, software yang digunakan PoP software (publish of perish software).

    Selama hampir 2 jam, Prof. Nurul menjelaskan dan berdiskusi dengan peserta secara detil tentang  kajian literatur, bagaimana metode itu dilakukan dan mengapa bisa menghasilkan sebuah artikel serta tentang bias dalam kajian literatur. (Humas)

  • PDIE FEB UNS Gelar Kuliah Tamu Bersama Prof. Meryem Duygun

    PDIE FEB UNS Gelar Kuliah Tamu Bersama Prof. Meryem Duygun

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan Webinar Digitalizing Finance with Technology: Future Trends and Research pada, Senin, 14 Desember 2020. Webinar dengan narasumber Prof. Meryem Duygun, Aviva Chair Risk in Insurance, Nottingham University Business School, UK tersebut dapat terselenggara dengan dukungan Pusat Unggulan Iptek Perguruan Tinggi (PUI PT) Fintech dan Banking.

    Dalam pidato pembukaan, Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS Prof. Rahmawati mengungkapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terlaksananya webinar tersebut.

    “Terima kasih atas kesediaan Prof. Meryem untuk berbagi ilmu dalam kuliah tamu ini dengan judul Digitalizing Finance with Technology: Future Trends and Research.Terima kasih juga kepada peserta atas antusiasme pada acara ini yang tidak hanya berasal dari PDIE FEB UNS, tetapi juga dari universitas internasional contohnya Malaysia,” ungkapnya.

    Prof. Rahmawati menyatakan bahwa perkembangan teknologi telah mendorong munculnya banyak inovasi di bidang keuangan, sehingga landscape industri finansial telah berubah. Inovasi ini mencakup Peer-to-Peer (P2P) Lending, Digital payment, Crypto-currency, InsurTech, Robo Advisor, dan lain sebagainya. Prof. Meryem Duygun yang merupakan President of IFABS (International Finance and Banking Society) serta editor di berbagai jurnal internasional bereputasi, akan menjadi narasumber yang tepat bagi peserta.

    Terlebih lagi bidang keilmuan Prof. Meryem sangat cocok dengan tujuan dari PDIE untuk mempersiapkan mahasiswanya dalam mengambil/memilih topik riset disertasi. “Kami berharap forum ini akan bermanfaat bagi para peserta dan terima kasih telah berparsipasi dalam kuliah tamu ini,” tutup Prof. Rahmawati.

    Materi Prof. Meryem diawali dengan contoh kondisi saat ini, bagaimana perusahaan asuransi menggunakan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk mengumpulkan data-data pribadi pelanggan untuk memberikan layanan yang tepat. Hal ini dimungkinkan karena pengguna telah menyetujui bahwa perusahaan asuransi dapat mengakses data yang tersimpan dalam alat elektronik sebagai syarat pemberian premi asuransi yang lebih rendah. Lebih dari 75 persen eksekutif di bidang asuransi percaya bahwa kecerdasan buatan dapat menyebabkan revolusi di bidang industri asuransi.

    “Innovasi melalui teknologi telah menjadi pendorong utama dalam perubahan di sektor keuangan. Akhir-akhir ini, inovasi tersebut terkait dengan perkembangan teknologi yang seringkali dikenal sebagai FinTech, yang merupakan inovasi teknologi yang bertujuan untuk menurunkan biaya transaksi dan mempercepat proses penyediaan jasa,” jelas Prof. Meryem.

    Penggunaan inovasi di bidang asuransi memiliki manfaat dalam meningkatkan efisiensi dan fungsi. Inovasi ini mencakup berbagai hal seperti software, applikasi, startup, produk, dan jasa. Sehingga InsurTech memiliki kebijakan yang sangat terspesialiasi dan menggunakan basis data yang berasal dari peralatan yang terhubung ke internet, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menentukan harga premi asuransi yang dinamis.

    Area utama dalam inovasi di bidang asuransi antara lain, model intermediasi dan distribusi, sharing ekonomi dan asuransi, robo advisor dan kecerdasan buatan (AI), serta data aggregation dan analytics. Beberapa contoh perusahaan InsurTech antara lain BIMA, Friendsurance, InsPeer.

    Kondisi asuransi di Indonesia masih rendah karena adanya hambatan seperti literasi asuransi yang rendah dan ketidakpercayaan terhadap insitusi jasa keuangan. Meskipun begitu tetap terdapat kesempatan bagi InsurTech untuk berkembang di Indonesia mengingat besarnya jumlah populasi di Indonesia, komunitas kelas menengah yang terus berkembang, dan berkembangnya ekonomi internet.

    Selanjutnya Prof. Meryem menjelaskan studi-studi yang telah dilakukan di bidang P2P serta riset-riset yang mungkin untuk dilakukan di masa depan terkait InsurTech. Webinar dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara Prof. Meryem dengan lebih dari 70 peserta webinar.

    (Aulia/Humas)

  • PDIE FEB UNS Gelar The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics

    PDIE FEB UNS Gelar The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics

    Program Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (PDIE FEB UNS) mengadakan The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics, di dukung oleh Center for Fintech and Banking (PUI PT Fintech and Banking UNS) dan berkolaborasi dengan Universitas  dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang, Selasa, 6 Oktober 2020,

    Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 150 peserta tersebut, terdapat 80 artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam 21 sesi paralel dan terbagi menjadi tiga bidang, Akuntansi dan Keuangan, Manajemen, dan Ekonomi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat membuka acara berharap kegiatan tersebut dapat memfasilitasi mahasiswa program Doktoral untuk mendiseminasikan artikel penelitian mereka. Hal senada diungkapkan oleh Kepala PDIE FEB UNS, Prof. Rahmawati dalam pidato sambutannya.

    Selama sesi paralel,  akademisi dari berbagai institusi perguruan tinggi baik dari Indonesia maupun Internasional memberikan opini, saran, dan pembahasan yang dapat membantu presenter untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang dipresentasikan.

    Akademisi yang hadir sebagai discussant dalam sesi paralel antara lain berasal dari University of Nottingham, NIDA Thailand, Universiti Tunku Abdul Rahman Malaysia, Universiti Malaysia Sarawak, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, BINUS University, dan tak ketinggalan UNS.

    Disela sesi paralel terdapat pula sesi plenary yang menampilkan presentasi dari 5 (lima) pembicara dibidang bisnis dan ekonomi antara lain Prof. Bruno Sergi dari Harvard University USA, Prof. Renatas Kizys dari Southshampton School of Business UK, Assoc. Prof. Dr. Wan Azwan dari Universiti Putra Malaysia, Dr. Inka Yusgiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Prof. Doddy Setiawan dari UNS.

    Di akhir acara terdapat penyerahan anugerah Best Paper Award dan Best Rising Star in Banking kepada lima presenter dengan artikel terbaik.

    Dari kelima artikel terbaik tersebut, dua diantaranya adalah dari UNS, yakni  artikel berjudul  Google Trends and Depositor’s Behavior dengan penulis Nugroho Saputro dkk sebagai Best Paper 2, serta artikel berjudul Critism on Triple Bottom Line The Perspective of Green Swans  dengan penulis Elvia Ivada sebagai Best Paper 4. (Humas)

  • Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Pekik UNS Bisa FEB Jaya Semangati Mahasiswa Baru

    Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret Bisa (FEB UNS), Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak. menyemangati mahasiswa baru dengan  pekik “UNS Bisa FEB Jaya”  di kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) yang digelar secara daring,  Rabu, 16 September 2020.

    Kepada lebih dari 600 mahasiswa baru dari seluruh Program Studi (Prodi) di FEB UNS, Dekan mengucapkan selamat datang  dan secara simbolis menyerahkan Kartu Rencana Studi kepada empat  mahasiswa  perwakilan prodi.

    Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons). Ph.D Ak.

    “Segenap pimpinan FEB UNS mengucapkan selamat kepada mahasiswa baru. Perasaan senang dan bangga karena anda semua telah bergabung menjadi mahasiswa kami meskipun diterima dalam suasana pandemi Covid-19. Perkuliahan di awal semester ini masih dilakukan secara daring, tidak bisa tatap muka langsung tetapi harus tetap semangat untuk mengikutinya” kata Dekan  menyemangati.

    Ungkapan syukur harus senantiasa terpanjatkan karena mahasiswa telah diterima di FEB,  fakultas yang membanggakan, seluruh prodi di FEB UNS  telah terakreditasi A dari BAN PT. Akreditasi internasional pun telah diraih dari AUN QA dan  ABEST21.

    Mahasiswa baru dari seluruh prodi di FEB Ikuti PKKMB

    Dekan berpesan agar dalam menempuh perkuliahan  di FEB UNS, mahasiswa baru harus membaur dengan semua komponen yang telah lebih dulu melakukan aktifitas  di kampus. Mahasiswa juga diharapkan menorehkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional dengan tetap mengangkat nilai-nilai budaya bangsa.

    Di penutup sambutannya,  Dekan mengajak mahasiswa untuk semangat dalam belajar, belajar dan belajar.  Para dosen di FEB UNS akan selalu mensupport seluruh aktifitas belajar mahasiswa. Diharapkan bisa kuliah tepat waktu, mampu maksimal dalam memperoleh ilmu, pengetahuan dan pengalaman selama kuliah.

    Sementara itu,  Dr. Mugi Harsono, M.Si, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan arahan kepada mahasiswa bahwa dunia mahasiswa tidak hanya sekedar menyelesaikan tugas akademik tapi juga merupakan dunia aktualisasi. Mahasiswa harus mampu mengembangkan minat dan bakat serta menorehkan prestasi. Untuk mengasahnya, mahasiswa telah difasilitasi fakultas dengan   organisasi kemahasiswaan dan unit kegiatan mahasiswa.

    Dr. Mugi Harsono, M.Si

    “Jangan hanya menjadi kutu buku, tapi jadilah mahasiswa yang Indeks Prestasi Kumulatif nya OK dan penalarannya juga Ok. Serius kuliah adalah penting tapi beraktualisasi untuk menunjukkan siapa anda juga penting. Jadi, seimbangkan antara kegiatan akademis dan kegiatan kemahasiswaan “ tegasnya

    Lebih lanjut dikatakan, bidang tiga akan membentuk Komunitas Mahasiswa Prestatif untuk mewadahi mahasiswa yang memiliki kelebihan baik dalam menulis, entrepreneur, vokal dan sebagainya. Diharapkan mahasiswa baru dapat berkontribusi aktif untuk bergabung dalam komunitas tersebut selanjutnya mampu menorehkan prestasi.

    Kegiatan PKKMB yang digelar sejak pagi hingga menjelang sore tersebut diisi juga dengan paparan dari bidang akademik, bidang umum dan keuangan serta dari masing-masing program studi. Para alumni dan dosen yang telah berjaya dan berprestasi pun dihadirkan untuk memotivasi mahasiswa baru baik live ataupun melalui video, diantaranya Prof. Wimboh Santoso, Doni P Joewono, Didiek Hartantyo,  Endang Kurniawan, Putriesti Mandasari, Ibrahim Fatwa Wijaya dan Dewanti Cahyaningsih.  (Humas)

  • Prof. Rahma: Penyesuaian Program Pengabdian  Masyarakat  Di Masa Pandemi

    Prof. Rahma: Penyesuaian Program Pengabdian  Masyarakat  Di Masa Pandemi

    Di masa pandemi Covid-19, Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) telah melakukan beberapa  penyesuaian kegiatan atau program pengabdian masyarakat diantaranya pelaksanaan kegiatan di rumah, Work From Home (WFH) dengan video conference, pengalihan sejumlah judul  pengabdian kepada masyarakat yang memiliki potensi untuk berkontribusi dalam penyelesaian pandemi serta pelaksanaannya memperhatikan aspek keselamatan pengabdi, orang lain, dan lingkungannya selama pengabdian masyarakat.

    Kemenristekdikti juga mendorong penggiat ilmu pengetahuan dan teknologi,  mahasiswa,  pakar industri  dan masyarakat umum untuk berinovasi melalui ide, solusi produk, sistem, platform atau aplikasi mobile/web untuk bergotong royong dalam mengatasi pandemi.

    Pernyataan itu disampaikan Prof Rahmawati, M.Si, Ak, Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat menjadi narasumber di sebuah Webinar di Universitas Janabadra.

    Selanjutnya disampaikan, model pemberdayaan masyarakat dimasa pandemi bisa dilakukan secara daring atau online. Demikian juga dalam proses pemasaran produk yang dihasilkan oleh masyarakat dilakukan melalui e-commerce.

    Namun jika memang  terpaksa harus  offline harus selalu memperhatikan protokol kesehatan. Seperti yang dilakukan oleh tim pengabdi dari UNS yang diketuai Prof. Rahmawati bekerja sama dengan Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat di wilayah Wijirejo, Pandak, Bantul.

    Tim yang beranggotakan Dr. Ari Kuncoro Widagdo, Dr. Sarah Rum Handayani, Dr. Sri Wahyu Agustiningsih, Fitri Susilowati M. Sc, Sri Murni M.Si, Ir Warseno M Si, Djoko Karyono MM dan Siti Nurlaela M Si. saat itu fokus pada pengembangan diversifikasi produk dengan pelatihan dan pendampingan ecoprint pada binaan UKM Batik Wongso.

    “Selama pendampingan di Bantul dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, ada pembatasan orang yang dibina,  bermasker dan menjaga jarak dan untuk konsultasi lebih lanjut bisa dilakukan secara online, bisa menggunakan email ataupun whatsapp ” jelasnya .

    Prof. Rahma memberikan semangat dan motivasi kepada para pelaksana pengabdian masyarakat untuk tetap giat melaksanakan tugas pengabdian meskipun dengan segala keterbatasan di masa pandemi.

    Pada kesempatan itu, Prof. Rahma juga mempresentasikan pengabdian masyarakat yang dilakukannya  sebelum pandemi bersama tim dengan tema Penguatan Ekspor Sarung Goyor Berbasis Online Village On One Produk (Ovop) di Sragen, mulai dari mempersiapkan proposal pengabdian, pelaksanaan hingga luaran yang dicapai di tingkat nasional maupun internasional.

    Untuk kepentingan akreditasi prodi, Prof. Rahma  juga menekankan agar dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat sebaiknya selalu melibatkan mahasiswa, baik pada program  S-1, S-2  atau S-3. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • PDIE Hadirkan Lima Editor, Diskusikan Artikel Berstandar Jurnal Internasional Bereputasi

    PDIE Hadirkan Lima Editor, Diskusikan Artikel Berstandar Jurnal Internasional Bereputasi

    Lebih dari 150 peserta yang sebagian besar mahasiswa  Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengikuti kegiatan Shark Tank: Meet and Discuss with the Journals’ Editors, Sabtu 18 Juli 2020.

    Kegiatan yang diselenggarakan oleh  PDIE FEB UNS bertujuan untuk membantu mahasiswa PDIE yang sedang dalam proses publikasi hasil penelitian disertasi sehingga mereka dapat melakukan revisi artikel sesuai dengan standar jurnal internasional bereputasi.

    Dalam pidato sambutannya,  Prof. Rahmawati, Kepala Program Studi (Kaprodi) PDIE FEB UNS berterimakasih kepada para peserta yang hadir terutama para editor jurnal yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing mahasiswa. Event tersebut diharapkan dapat memfasilitasi para mahasiswa PDIE dalam melakukan publikasi, mengkritisi, serta memberikan masukan terhadap artikel yang telah ditulis.

    “Saat ini PDIE sedang dalam proses akreditasi internasional, sehingga harapannya, acara ini akan dapat mendukung visi jangka panjang UNS untuk menjadi World Class University serta mengakselerasi proses publikasi artikel di PDIE,” paparnya kemudian.

    Berbeda dengan acara diskusi pada umumnya dimana semua peserta tergabung di sebuah forum besar atau utama, usai pembukaan acara oleh Wakil Dekan Bidang Akademik mewakili Dekan FEB UNS,  peserta dibagi ke dalam lima ruang diskusi. Hal ini bertujuan  agar  peserta dapat  fokus mendiskusikan artikel dengan bimbingan masing-masing editor jurnal. Lebih dari 20 artikel yang dikirimkan peserta menjadi bahasan dalam diskusi.

    Lima editor jurnal internasional tersebut yakni Prof. Siong Hook Law,  Editor in Chief, International Journal of Economics and Management, Scopus membimbing di ruang 1 dengan topik Financial Economics and Corporate Finance; Prof. Hooy Chee Wooi, Editor in Chief, Asian Academy of Management Journal of Finance and Counting, Scopus membimbing di ruang 2 dengan topik diskusi Accounting and Corporate Governance; Dr. Evan Lau, Managing editor, International Journal of Business and Society, Scopus di ruang 3 dengan topik diskusi Economics; Dr. Abu Hanifah Ayob, Associate Editor, Jurnal pengurusan, Scopus di ruang 4 dengan topik diskusi di bidang Management; dan terakhir di ruang 5 Dosen dari FEB UNS Dr. Irwan Trinugroho, Associate Editor, International Journal of Economics and Management, Scopus, Associate editor, Asian Academy of Management Journal of Finance and Accounting, Scopus., & Managing Editor, International Journal of Economic Policy in Emerging Economies, Scopus dengan topik di bidang Banking and Fintech.

    Sebelum memasuki sesi diskusi artikel, Prof. Hooy Chee Wooi yang berada di ruang diskusi 2 menyampaikan alasan-alasan yang paling sering terjadi ketika sebuah artikel ditolak oleh sebuah jurnal.

    Prof. Hooy menyebutkan delapan alasan mengapa sebuah artikel ditolak antara lain karena gagal melewati screening teknis, tidak mencakup topik yang sesuai dengan jurnal yang dituju, tidak lengkap, kelemahan dalam hal prosedur analisis data, simpulan yang tidak didukung oleh argument yang kuat, memiliki kontribusi yang kecil, sulit dimengerti, dan yang terakhir adalah karena artikel tersebut membosankan.

    Lebih lanjut, Prof. Hooy menyatakan bahwa penting bagi penulis untuk memilih jurnal yang tepat dengan memperhatikan peringkat dari setiap jurnal, sehingga jangan sampai salah mempublikasikan artikel.

    “Di sini saya menggunakan analogi mobil, artikel Anda adalah mobil yang memiliki kualitas tertentu. Apabila anda memiliki artikel dengan kualitas yang tinggi maka jangan publikasi artikel tersebut di jurnal dengan ranking rendah, begitu pula sebaliknya,” jelas Prof. Hooy.

    Seperti halnya Prof. Hooy, keempat editor jurnal di ruang daring yang lain berdiskusi dan mereview  artikel-artikel yang telah dikirimkan peserta. Peserta sangat antusias mengikuti jalannya diskusi hingga usai. (Aulia/Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

     

     

     

  • PPM dan PDIE Gelar Sarasehan Daring Membangun Kebaruan Model Disertasi Manajemen

    PPM dan PDIE Gelar Sarasehan Daring Membangun Kebaruan Model Disertasi Manajemen

    Mahasiswa yang menempuh studi pada program doktor harus mampu menunjukkan kepakarannya, memiliki kedalaman pengetahuan, kemampuan analisa, dan pengakuan kepakaran. Mahasiswa diharapkan mampu menyumbangkan konsep-konsep baru dan memperkaya teori. Teori jadi rujukan karena ada kesimpulan-kesimpulan solusi mendasar yang dijustifikasi dengan pikiran-pikiran argumentatif dan diterima secara luas dan seringkali teori ini menurunkan sebuah konsep yaitu pernyataan yang sudah teruji.

    Hal itu disampaikan Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan, SE, MT, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di Sarasehan Daring bertema Membangun Kebaruan Model Disertasi Manajemen, Senin, 6/7/2020.

    Selanjutnya dikatakan, mahasiswa S3 bergerak dilevel teori dan konsep dituntut untuk melakukan kebaruan. Alasan pertama adalah seringkali ada kesenjangan antara realitas bisnis, baik mikro maupun makro dengan perkembangan teori .

    “Tugas mahasiswa adalah menjelaskan kesenjangan realitas bisnis dengan teori. Sebagai contoh, sebelumnya jika bicara marketing mix, maka biasanya ada product , price, promotion, dan place. Namun sekarang sudah terjadi transformasi, masih pentingkah tempat? toh kita bisa jualan dimana-mana bahkan kadangkala pelaku bisnis tidak punya tempat riil, tempatnya adalah dunia maya” papar dosen yang saat ini mengelola Pusat Pengembangan Manajemen (PPM) FEB UNS.

    Alasan berikutnya adalah karena terjadinya perubahan penilaian bahwa keunggulan bersaing yang biasanya ditentukan oleh kemampuan pelaku bisnis untuk memiliki tempat strategis, tempat di pinggir jalan dan gudang yang luas, namun saat ini bergeser, ditentukan oleh kemampuan pelaku bisnis dalam menjalin jejaring digital, e-networking.

    Dulu dikenal pola perilaku pembelian berdasarkan konsep customer, AIDA, Attention (Perhatian), Interest (Minat), dan Desire (Keinginan), dan Action (Aksi), namun saat ini bergeser berdasarkan konsep customer path 5A, aware, appeal, ask, act dan advocate.

    Kebaruan penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa harus memiliki 3 unsur yakni ada unsur solutifnya, berkontribusi memecahkan masalah. Jika hanya bergerak dilevel abstrak, maka tidak memberikan kemanfaatan. Selanjutnya adalah orisinal penelitian yang dilakukan, pengembangan kotemplasi teoritis dan empirris peneliti sendiri dan memiliki pandangan berbeda dari peneliti sebelumnya atau unik, baik metode ataupun solusi.

    Terakhir disampaikan tentang tahapan membuat variabel baru, diawali dengan mengindentifikasi gap research dan phenomena gap lalu mengidentifikasi penyebab dan solusi masalah, menentukan nama variabel yang unik dan menarik, memayungi konsep baru dengan sintesa , mendeskripsikan lebih menarik dengan mengidentiikasi anteseden dan konsekuen, dan membangun model riset.

    Selain Dr. Akhmad Ikhwan, kegiatan ini juga menghadirkan lima pembicara alumni PDIE lain, yakni Dr. Fitri Wulandari, SE, M.Si, Dr.Titik Kusmantini, M.Si, CRP, Dr. Kholid Arif Rozaq, MM, Dr. Sri Rahayu, MM dan Dr. Septiana Novita Dewi, M.Si, MM.

    Dalam sambutannya, Prof. Dr, Rahmawati, M.Si, Ak. Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS menyampaikan terima kasih kepada PPM yang telah berkolaborasi dengan PDIE untuk sharing ilmu di Sarasehan Daring.

    PDIE FEB UNS memiliki tiga peminatan yakni Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan. Webinar ini akan dilakukan berseri, tahap awal Minat Manajemen, selanjutnya Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan.

    Webinar ini sekaligus sebagai sosialisasi bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar di PDIE yang saat ini masih membuka proses pendaftaran. Peserta sarasehan dapat belajar dari alumni PDIE bagaimana membuat kebaruan atau novelty sebuah disertasi. (Humas).

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan,  M.Si.

  • PDIE Sukses Gelar Pelatihan Analisis Data Kualitatif dengan Program NVIVO012

    PDIE Sukses Gelar Pelatihan Analisis Data Kualitatif dengan Program NVIVO012

    Program Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Sebelas Maret sukses menggelar Pelatihan Daring Analisis Data Kualitatif dengan Program NVIVO012, Rabu-Kamis, 17-18 Juni 2020. Pelatihan yang diikuti oleh dosen, alumni dan mahasiswa PDIE FEB UNS menghadirkan narasumber Prof. H., Imam Ghozali , M.Com, Ph.D, Ak. dari FEB Universitas Diponegoro.

    NVIVO adalah sebuah software untuk mendukung riset para peneliti. Dengan NVIVO, para peneliti dapat bekerja lebih efisien, mengorganisasikan dan mengambil data dengan cepat, menemukan koneksi yang tidak memungkinkan secara manual serta dapat mencadangkan temuan dengan bukti.

    Di hari pertama, Prof. Imam memulai pelatihan dengan menjelaskan tentang dasar penelitian kualitatif dan penekanannya yang membedakan dengan penelitian kuantitatif. Usai penjelasan teori, Prof. Imam mengarahkan peserta untuk praktek menggunakan Program NVIVO. Diawali dengan cara menginstal program, mengimport data dan dokumen ke program NVIVO. Kemudian pelatihan dilanjutkan dengan penentuan code dan node dalam NVIVO.

    Di hari kedua, Prof. Imam menjelaskan pemanfaatan NVIVO dalam membuat literatur review. Selain itu juga mengekplorasi hubungan antar atribut dan membuat visualisasi data dalam bentuk project map, project map coding, chart dan diagram.

    NVIVO memudahkan untuk mengecek apakah literatur yang dimiliki merupakan literatur yang bisa mendukung satu studi misalnya dengan menunjukkan word similarity dan atribut similarity. Jika ada keterkaitan antara satu dan beberapa artikel bisa menjadi bahan untuk literatur review.

    Jurnal yang disimpan di Mendeley bisa diekspor ke NVIVO dan kemudian dapat dilakukan maping dengan menggunakan NVIVO. Ditunjukan Beberapa notes mulai dari riset gap, metode ,alat analisis, untuk mengidentikasi satu jurnal dengan jurnal lain dengan NVIVO sehingga lebih sistematis. NVIVO juga dapat mengkombinasikan antara reference tools Mendeley dengan NVIVO.

    Di akhir acara, Prof. Rahmawati, M.Si., Ak., Kepala PDIE FEB UNS menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber, Prof. Imam Ghozali atas kelonggaran waktunya selama 2 hari memberikan tambahan pengetahuan khususnya Program NVIVO012 yang cukup lancar melalui daring.

    Terimakasih juga disampaikan kepada peserta, mahasiswa, alumni dan dosen PDIE yang aktif dengan tekun mengikuti pelatihan dari pagi hingga sore. Semoga pelatihan ini memberikan banyak manfaat mempermudah para peneliti dalam menyusun paper.

    PDIE akan banyak menggelar pelatihan-pelatihan. Salah satu agenda terdekat berikutnya di tanggal 18 Juli 2020 akan ada pelatihan dengan menghadirkan editor jurnal internasional yang terindeks scopus. Mahasiswa diharapkan bisa mengikuti dan mempersiapkan paper untuk bisa dikonsultasikan dengan editor-editor jurnal internasional. (Humas FEB)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • Pahami Kriteria Agar Artikel Bisa Diterima di Jurnal Ilmiah Internasional

    Pahami Kriteria Agar Artikel Bisa Diterima di Jurnal Ilmiah Internasional

    Dosen adalah seorang peneliti yang memiliki kewajiban untuk melakukan pencarian kebenaran ilmiah untuk memajukan ilmu pengetahuan. Dalam pencarian kebenaran tersebut harus menghindarkan diri dari perbuatan tercela yakni fabrikasi, falsifikasi dan plagiarisme.

    Semua bentuk penelitian seharusnya menghasilkan temuan, pengungkapan pendapat atau gagasan pemikiran baru yang orisinal sehingga jelas penambahan delta sumbangan ilmiahnya. Dan seorang peneliti belum selesai melakukan penelitiannya jika belum melakukan registrasi pada jurnal ilmiah.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Dr. Rahmawati, M.Si, Ak, Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret saat menjadi narasumber kegiatan Webinar di FEB UPY “V” Yogyakarta dengan mengangkat tema Peningkatan Kemampuan Publikasi Karya Ilmiah, Hibah dan Pengabdian Masyarakat, Sabtu 13 Juni 2020.

    Selanjutnya, dijelaskan bahwa seorang penulis harus memahami beberapa kriteria agar suatu artikel ilmiah bisa diterima di jurnal ilmiah internasional yakni artikel yang dibuat harus menjadi minat internasional bukan hanya untuk kepentingan lokal saja, keuniversalan ilmu yang ditulis, kepioniran, dan kekomprehensivan data yang dikumpulkan.

    Sebelum menulis artikel ilmiah ada prasyarat mutlak yaitu adanya hasil penelitian yang sudah dirancang dan dilakukan dengan baik, dianalisis dengan baik dan benar, datanya telah disederhanakan dalam bentuk tabel atau grafik, sudah dikuasai dan dibahas dan sudah menghasilkan kesimpulan. Bahkan saat merancang penelitian sudah harus ditargetkan di jurnal mana nanti hasil penelitian itu akan diterbitkan.

    Pesannya kepada para pemula adalah dengan mencoba membaca artikel-artikel sebidang untuk belajar bagaimana cara orang-orang yang sudah berhasil menuliskan artikelnya dalam bahasa Inggris.

    “Pelajari strategi penulisan semua komponen artikel supaya ada acuan bagaimana kita menuliskannya dalam bahasa Inggris yang bisa diterima dan sebelum menulis artikel bacalah instruction for author dengan baik karena dalam instruction itu mengandung format penulisan seluruh naskah” jelasnya.

    Di kesempatan itu, Prof. Rahmawati memaparkan secara detil tentang tahapan proses penulisan ilmiah pada jurnal bertaraf internasional bereputasi yang akan dilalui oleh seorang penulis sejak dari awal penulisan hingga artikel tersebut diterbitkan. (Humas)

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.

  • PDIE Selenggarakan Seminar Proposal dan Hasil Disertasi Secara Online

    PDIE Selenggarakan Seminar Proposal dan Hasil Disertasi Secara Online

    Mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS presentasikan hasil dan proposal disertasi secara online pada Seminar Hasil dan Proposal Disertasi, Kamis 26 Maret 2020.

    Seminar  dengan aplikasi Zoom Cloud Meeting tersebut diikuti oleh 65 peserta yang terdiri dari para pembimbing dan juga dosen serta mahasiswa PDIE.

    Dalam seminar itu, Lyna Latifah mendapat kesempatan awal untuk mempresentasikan proposal disertasinya yang bertajuk Gaya Kepemimpinan Jawa dan Kinerja Usaha Kecil dan Menengah : Peran Inovasi, Jejaring Sosial dan Sistem Pengendalian Manajemen.

    Sedangkan dua mahasiswa lainnya, Sudarwati dan Rochmat Aldy Purnomo mendapat kesempatan berikutnya untuk mempresentasikan hasil disertasinya.

    Sudarwati memaparkan hasil disertasinya dengan judul Diseminasi Keunikan Produk : Solusi Peningkatan Kekuatan Preferensi Konsumen, sedangkan Rochmat Aldy Purnomo dengan judul Dinamika Kesiapan Adopsi Teknologi Dan Perdagangan Elektronik Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah serta Karakteristik yang Mempengaruhi di Wilayah Eks. Karesidenan Madiun.

    Prof. Dr. Rahmawati M.Si, Ak, Ketua PDIE memantau langsung jalannya seminar online tersebut dan sesekali memberikan respon dan arahan kepada seluruh peserta melalui menu “chat”.

    Seminar Online yang dipandu oleh Tri Mulyaningsih, S.E.,M.Si, Ph.D. berjalan sekitar dua jam dan cukup efektif. Beberapa masukan diberikan oleh peserta seminar kepada ketiga presenter untuk dapat memperbaiki proposal maupun hasil disertasi.

    Sebagian besar dosen dan mahasiswa dari berbagai daerah dapat mengikuti secara jelas jalannya seminar. Hanya sebagian kecil peserta mengalami hambatan sinyal.

    Di penutup acara,  Tri Mulyaningsih, Ph.D berterima kasih kepada seluruh peserta yang berpartisipasi dalam seminar online tersebut.

    “Tak disangka, seminar ini diikuti oleh banyak peserta, 65 orang, padahal biasanya, seminar tidak dikuti oleh sebanyak ini” paparnya

    Seminar online yang digelar oleh PDIE sebagai upaya social distancing dalam proses pembelajaran di lingkungan kampus. Hal ini juga untuk melaksanakan Edaran Rektor UNS tentang kewaspadaan dini, kesiapsiagaan serta tindakan antisipasi pencegahan penyebaran infeksi Covid-19 di lingkungan UNS. (Humas)

     

    Editor: Drs. BRM. Bambang Irawan, M.Si.