FEB

Blog

  • 14 Mitra MBKM Hadir di Workshop Kemitraan Program MBKM yang Digelar Prodi S1 Manajemen

    14 Mitra MBKM Hadir di Workshop Kemitraan Program MBKM yang Digelar Prodi S1 Manajemen

    Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Kemitraan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara hybrid, di Kusuma Sahid Prince Hotel Solo dan zoom meeting, Sabtu, 4 Desember 2021.

    Di kegiatan yang dihadiri oleh dosen dan juga keempat belas mitra MBKM, Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Atmaji, MM menyampaikan, MBKM intinya memberikan peluang bagi mahasiswa untuk belajar di luar kampus maksimal 3 semester .

    Dengan adanya MBKM, maka prodi sebagai pelaksana Tri Dharma Perguruaan Tinggi harus segera merespon karena itu hak mahasiswa. Prodi harus menyediakan hak itu dimulai dengan merekonstruksi kurikulum.

    “Kurikulum yang ada di Prodi S1 Manajemen FEB UNS mengakomodasi mahasiswa,  apakah akan mengambil kurikulum yang sifatnya konvensional, kuliah di kampus saja. Pak Menteri mengibaratkan mahasiswa yang seperti itu hanya berenang di satu kolam renang. Di sisi lain Prodi Manajemen mendesain kurikulum yang mengakomodasi mahasiswa mengikuti MBKM.“ jelasnya

    Dengan mengikuti MBKM, mahasiswa akan memperoleh wawasan yang sangat luas. Mahasiswa diberi hak untuk mengambil MBKM sesuai pasion masing-masing.

    “Dalam hal ini, Prodi S1 Manajemen alhamdulillah telah memberangkatkan mahasiswa ke 8 bidang MBKM yang barangkali belum dilaksanakan oleh prodi lain di UNS.” ungkapnya. ‘

    Mudah-mudahan akan semakin banyak mahasiswa memahami makna dan fungsi MBKM dalam menggodok dirinya sehingga lebih banyak lagi mitra yang kami gandeng serta mahasiswa mendapatkan ilmu yang lebih luas.

    Dr. Atmaji juga mengucapkan terima kasih kepada para mitra yang telah menerima mahasiswa Prodi S1 Manajemen untuk kuliah di intansi mitra.  Dikarenakan MBKM perlu payung hukum,  maka di kegiatan ini juga dilaksanakan perjanjian kerjasama (PKS)  antara UNS dengan intansi mitra MBKM.

    Sementara itu, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan, Prof. Dr Izza Mafruhah, SE, M.Si mewakili sambutan Dekan mengatakan Prodi S1 Manajemen sangat beruntung menjadi salah satu prodi yang lolos dalam Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), sebuah Program Hibah Bersaing terkait Implementasi Kampus Merdeka pada Perguruan tinggi yg dibiayai Dikti.

    “Prodi S1  Manajemen memberikan peluang paling banyak bagi mahasiswa untuk mengikuti MBKM, jenis MBKM nya lebih komplit dibandingkan dengan prodi yang lain. Hal ini menyebabkan, prestasi mahasiswa kita naik cukup tinggi, baik pada level fakultas, universitas maupun prodi” ungkapnya

    Prof. Izza juga menyampaikan penghargaan kepada Bapak Ibu mitra yang sudah bekerjasama dengan Prodi S1 Manajemen untuk menerima mahasiswa melakukan aktifitas magang maupun aktifitas lain kaitannya MBKM yang ada di FEB UNS.

    Lebih lanjut dikatakan Prof. Izza, jika sebelumnya kita bersaing di liga BLU, maka di liga PTNBH, persaingan prestasi akan semakin ketat. Namun tidak mengapa karena mahasiswa-mahasiswa FEB dengan dukungan dari Bapak Ibu Dosen dan dukungan kebijakan fakultas dan  univeritas maupun prodi akan mampu bergerak dan melakukan aktifitas yang lebih bagus lagi. (Humas FEB).

  • Ujian Akhir Semester Ganjil Agustus 2021-Januari 2022

    Tahapan perkuliahan Semester Ganjil Agustus 2021 – Januari 2022 sebagai berikut :

    1️⃣ Jadwal UAS mulai tanggal 13 – 24 Desember 2021
    2️⃣ Entry Nilai di Siakad paling lambat 07 Januari 2022
    3️⃣ Yudisium 14 Januari 2022

     

    Jika Bapak/ Ibu Dosen memerlukan penjelasan lebih lanjut dan konfirmasi telah melakukan ujian Akhir Semester secara daring bisa menghubungi Sub. Koordinator Akademik dan Petugas Pelayanan kuliah agar di cek presensi pada siakadnya.

  • Prodi S1 Manajemen Adakan Guest Lecture Manajemen Konsultan Bisnis

    Prodi S1 Manajemen Adakan Guest Lecture Manajemen Konsultan Bisnis

    Program S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Guest Lecture Manajemen Konsultan Bisnis, Rabu 1 Desember 2021 secara daring dengan narasumber Dr. Singgih Hartanto, ST, MT., Wakil Ketua Umum DPN INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) Jakarta.

    Kuliah dosen tamu yang bertemakan Meniti Karir di Bisnis Konsultan Manajemen, selain diikuti oleh mahasiswa dari Prodi S1 Manajemen Transfer, juga dosen dan mahasiswa lain yang tertarik pada materi ini.

    Matakuliah (MK) Manajemen Konsultan Bisnis adalah matakuliah pilihan di Program S1 Manajamen FEB UNS  dengan bobot 2 SKS. MK Manajemen Konsultan Bisnis merupakan matakuliah yang memberikan panduan kepada mahasiswa tentang bagaimana menjadi seorang profesional di bidang konsultasi bisnis  dengan menekankan  peningkatan pada keterampilan analisis, penyelesaian masalah-masalah praktis yang dihadapi organisasi, bagaimana meningkatkan kinerja organisasi serta membaca dan menangkap peluang bisnis.

    Mengawali presentasinya, Dr. Singgih mengatakan konsultan adalah tenaga atau badan yang secara profesional memberikan jasa kepenasihatan dalam  bidang tertentu.  Konsultan adalah pioner, penggerak pertama di dalam sebuah pembangunan, konsultan bisa membangun sebuah peradaban.

    “Tidak ada negara yang maju tanpa konsultan yang maju dan tidak ada negara yang hebat tanpa konsultan yang hebat.  Ini yang harus disemangati. Seperti halnya di negara-negara maju,  investasi ke negara-negara berkembang, konsultan IT-nya yang maju ” tegasnya.

    Jasa konsultan sangat luas sekali bidangnya meliputi ekonomi keuangan, pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, kebudayaan, tata ruang, lingkungan hidup, sarana prasarana, konstruksi,  pemerintahan, kedirgantaraan, kelautan,  perikanan dan lain sebagainya.

    Menurutnya, yang perlu digaris bawahi adalah bidang jasa konsultan itu berbasis ilmu (knowledge). Pelaku di jasa konsultan harus inovatif, harus bisa melihat peluang pasar dan memiliki strategi yang kuat. Tidak kalah penting juga dengan kemampuan digital. Konsultan-konsultan sekarang sudah kompetitif, di dunia maya sudah simpang siur konsultan yang memasarkan produk-produknya.

    Dr. Singgih Hartanto, ST, MT., Wakil Ketua Umum DPN INKINDO

    Selanjutnya dijelaskan, kunci pokok di dalam sebuah manajemen bisnis konsultan meliputi manajemen pemasaran, manajemen pembiayaan atau keuangan dan manajemen tenaga kerja.

    “Manajemen pemasaran adalah bagaimana memuaskan kebutuhan pelanggan. Pasar yang menilai produk kita. Apabila dalam memasarkan sebuah produk tidak mempunyai sebuah knowledge atau inovasi yang bagus, maka pasar tersebut tidak akan terlihat” jelasnya.

    Dalam manajemen pembiayaan, jasa konsultan harus menyusun rencana atau agenda terkait proyek kegiatan konsultan. Jika neracanya bagus akan dievaluasi, jika tidak bagus maka cepat atau lambat kepercayaan dari klien akan hilang. Jasa konsultasi harus profesional, baik dari waktu maupun kualitasnya.

    Diantara rencana yang harus dipersiapkan dalam hal pembiayaan yakni manual kebijakan dan prosedur pembiayaan, penghimpunan dana oleh bank secara rasional, kemampuan pasar untuk menyerap dana dalam bentuk pembiayaan, potensi daerah setempat, segmentasi dan target market dan rencana anggaran bank yang sudah diterapkan.

    Selain itu, manajemen tenaga kerja merupakan masalah yang penting dan menuntut tanggung jawab paling besar.  Dalam kenyataannya, tenaga kerja adalah salah satu sumber daya yang dikelola secara lemah dalam organisasi. Ada kebutuhan mendesak untuk lebih menerapkan riset-riset keperilakuan dalam fungsi organisasi, tentu saja tanpa meninggalkan aspek-aspek teknik dan lain-lain yang sangat membantu tugas manajer dalam mengelola tenaga kerja.

    Dalam hal merespon Program Kampus Merdeka, Dr. Singgih mengatakan INKINDO melaksanakan kerjasama dalam rangka kegiatan senimar nasional, international conference, jurnal penelitian/research base, kuliah tamu dan dosen tamu.

    Peserta Kuliah Dosen Tamu

    Selain itu, INKINDO juga menerima program magang atau kerja praktek di dunia jasa konsultasi, baik konsultan nasional maupun international bagi mahasiswa tingkat akhir dari perguruan  tinggi serta membangun kemitraan dengan perguruan tinggi untuk pengenalan, pelatihan dan matakuliah kewirausahaan 2 SKS, Consultant Enterprenuer.

    Dr. Singgih berharap ada kerjasama antara INKINDO dan FEB UNS yang dapat memberikan kemanfaatan bagi kedua belah pihak. Misalnya bidang engineering masih ada kekurangan diaspek manajerialnya, ada peluang bagi dosen-dosen di Prodi Manajemen bisa berkolaborasi dengan INKINDO.  (Humas FEB)

  • Bahas Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Seminar FEB UNS Hadirkan Tiga Narasumber

    Bahas Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional, Seminar FEB UNS Hadirkan Tiga Narasumber

    Di masa pandemi COVID-19, pemerintah meluncurkan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebagai kebijakan pengendalian dampak COVID-19 terhadap perekonomian Indonesia. Berbagai hasil survei menunjukkan bahwa di pertengahan 2021 hampir semua skala usaha seperti ultra mikro, mikro, kecil dan menengah mengalami penurunan penjualan mencapai 50% hingga 75%, bahkan beberapa berada di atas  75%.

    Realisasi PEN telah memiliki dampak signifikan untuk memperkuat ketahanan finansial UMKM. Selain itu, PEN juga telah mampu menjamin pelaksanaan jaminan sosial dan kesehatan berjalan secara baik. Jaminan (bantuan) sosial diharapkan dapat mendorong peningkatan permintaan agregat yang tertekan karena pembatasan kegiatan masyarakat selama pandemi COVID-19. Artinya bahwa stimulus fiskal pada sisi permintaan diharapkan lebih ekspansif dibandingkan stimulis sisi penawaran.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Dr. Agus Eko Nugroho, SE, M.Econ, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi (P2E) LIPI dalam presentasinya pada Seminar Nasional “Kebijakan Fiskal dalam Pemulihan Ekonomi Nasional” yang digelar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara luring di Aula Konimex FEB UNS dan daring, Rabu, 1 Desember 2021.

    Selanjutnya dikatakan, beberapa bulan setelah PEN diluncurkan, hampir semua pelaku lembaga keuangan seperti Pegadaian, PT PNM, Koperasi, BMT dan Microfinance Institution (MFI) melakukan restrukturisasi kredit UMKM.  Pelaku usaha tersebut juga mendapat insentif perpajakan dan pendampingan peningkatan akses digitalisasi usaha.

    “Keseimbangan ekonomi tidak akan bisa kembali secara alami dengan cepat karena ada permanen efek.  Termasuk dalam permanen efek adalah perubahan perilaku, baik investasi swasta terhadap digital equipment, juga perilaku masyarakat dalam penggunaan digital. Karenanya, ekspansi fiskal yang kuat dan terukur merupakan langkah yang tepat untuk memulihkan ekonomi kita” jelasnya mengurai prioritas kebijakan.

    Ubaidi Socheh Hamidi, SE, MM, Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kemenkeu RI

    Sementara itu, Ubaidi Socheh Hamidi, SE, MM, Kepala Pusat Kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kemenkeu RI merasa optimis momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga meskipun aktivitas ekonomi tertekan oleh varian delta COVID-19. Hal ini dibuktikan pada Triwulan III-2021, kinerja perekonomian nasional mampu kembali tumbuh positif sebesar 3,51%.

    “Tren pemulihan ekonomi akan terus berlanjut dengan kinerja pertumbuhan yang diproyeksikan tumbuh menguat di Triwulan IV” ungkapnya.

    Selanjutnya dijabarkan arah kebijakan fiskal di tahun 2022 yakni penguatan sektor kesehatan sebagai kunci pemulihan ekonomi diantaranya vaksinasi mencapai kekebalan komunal; menjaga resilience, survival dan akselerasi melalui program Perlinsos, dukungan kepada dunia usaha; Momentum reformasi struktural; Reformasi fiskal yang komprehensif meliputi reformasi perpajakan, spending better dan inovasi pembiayaan serta menjaga pelaksanaan APBN 2022 berjalan optimal sebagai fondasi fiskal di tahun 2023.

    Narasumber ketiga, Malik Cahyadin, SE, M.Si, Dosen FEB UNS fokus membahas tentang indikator kebijakan fiskal, fiscal sustainability dan pelajaran dari pandemi COVID-19.

    Menurutnya,  kebijakan Program PEN sebaiknya berlanjut hingga 2022 dengan menekankan strategi Industrialisasi Substitusi Impor (ISI) bagi UMKM yang bermitra dengan BUMN dan strategi Global Value Chain (GSC) untuk beberapa industri prioritas yang berdaya saing global, termasuk BUMN terpilih. Inovasi penerimaan negara untuk meningkatkan tax ratio dapat difokuskan kepada aktifitas bisnis yang mendapat manfaat langsung dari dampak pandemi COVID-19 dan aktivtas bisnis berbasis online. Selain itu, integrasi NIK-NPWP dan Pajak-Zakat dapat direalisasikan secara bertahap.

    Malik Cahyadin, SE, M.Si, Dosen FEB UNS

    Selain itu, burden sharing antara otoritas fiskal dan moneter dapat diteruskan seiring dengan proses pemulihan ekonomi. Optimalisasi Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan digitalisasi aktivitas bisnis dapat difasilitasi oleh pemerintah dengan menyediakan infrastruktur yang memadai dan merata terutama pelaku usaha UMKM. (Humas FEB)

  • BAN-PT Assessors Conduct Stage 3 Virtual On-Site Assessment of the PDIE Program

    The National Accreditation Board for Higher Education (BAN-PT) conducted the Stage 3 Monitoring of the Doctoral Program in Economics (Program Doktor Ilmu Ekonomi/PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS). The assessment was conducted virtually on Wednesday–Thursday, 24–25 November 2021. The assessors appointed for this assessment are Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sec., from Universitas Gadjah Mada and Prof. Dr. Agus Suman, S.E., DEA, from Universitas Brawijaya.

    Representing the Rector of UNS at the opening session, the Vice Rector for Academic and Student Affairs of UNS, Prof. Ir. Ahmad Yunus, M.S., stated that UNS had marked one year since its transition from a Public Service Agency State University (PTN BLU) to a Legal Entity State University (PTN BH). He emphasized that UNS continues to strengthen educational quality, particularly in accreditation.

    “Up to this year, 15 study programs at UNS have undergone international accreditation visitation. Next year, we aim to increase this number to at least 20 study programs to meet the requirements of UNS as a PTN BH,” he stated.

    He further explained that study programs that have obtained “Excellent” accreditation from BAN-PT and have demonstrated consistent strong performance over at least two assessment cycles are proposed for international accreditation.

    Prof. Yunus also highlighted the significant role of the quality assurance institution at UNS, which conducts internal monitoring and evaluation each semester, along with internal audits at the end of the year. In addition, quality assurance oversight is carried out by BAN-PT and independent accreditation agencies.

    He expressed his expectation that the BAN-PT assessors would provide guidance and support during this Stage 3 Monitoring, particularly for the PDIE FEB UNS Taskforce Team.

    In his remarks, Prof. Samsubar explained that the monitoring process aimed to confirm the data previously submitted by the PDIE Taskforce Team to BAN-PT. He conveyed confidence that the team had made optimal efforts and emphasized that the assessment would focus solely on the submitted documents. He encouraged the team to use the two-day Stage 3 Monitoring to refine or supplement data, as long as it remained within the accreditation period.

    Supporting this suggestion, Prof. Agus expressed his confidence that the team had prepared the required documentation thoroughly. He noted that the monitoring session provided an opportunity to improve or add relevant data, provided it remained within the scope of the accreditation timeframe.

    The virtual on-site assessment began with confirmation of data from the Higher Education Self-Assessment Report (Laporan Kinerja Perguruan Tinggi/LKPT), followed by sessions with the accreditation team and internal quality assurance implementers.

    On the second day, the agenda included independent work by the assessors to prepare the draft minutes and monitoring recommendations, followed by the delivery of feedback and the signing of the official report.

  • Asesor BAN PT Lakukan Pemantauan Tahap 3 PDIE Secara Daring

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) melakukan Pemantauan Tahap 3 Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara daring, Rabu-Kamis, 24-25 November 2021.

    Asesor yang ditunjuk untuk melakukan pemantauan yakni Prof. Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sec. dari Universitas Gadjah Mada dan  Prof. Dr. Agus Suman, SE, DEA dari Universitas Brawijaya.

    Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNS, Prof. Ir. Ahmad Yunus, M.S dalam sambutannya mewakili Rektor UNS di acara pembukaan, menyampaikan bahwa UNS sudah satu tahun  berubah statusnya dari Perguruan Tinggi Negeri Badan Layanan Usaha (PTN BLU) menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH). UNS senantiasa meningkatkan mutu pendidikan terutama dalam hal akreditasi.

    “Hingga tahun ini, sudah ada 15 Program Studi (Prodi) di UNS divisitasi akreditasi internasional, tahun depan kita tingkatkan lagi, paling tidak mencapai 20 program studi. Hal ini untuk memenuhi persyaratan UNS sebagai PTN BH” tegasnya.

    Prof. Ir. Ahmad Yunus, M.S saat memberikan sambutan

    Dikatakannya, dari prodi-prodi yang sudah terakreditasi unggul oleh BAN PT, paling tidak yang sudah mendapatkan dua kali penilaian baik maka kita ajukan untuk akreditasi internasional.

    Peran dari lembaga penjaminan mutu di UNS besar sekali, setiap semester ada monitoring dan evaluasi internal dan juga audit internal di akhir tahun. Dan yang penting lagi adalah pengawasan penjaminan mutu,  baik dari BAN PT maupun lembaga akreditasi mandiri.

    Prof. Yunus berharap kepada kedua asesor BAN PT, di pemantauan tahap 3 ini untuk memberikan pendampingan dan bimbingan, khususnya kepada Tim Taskforce PDIE FEB UNS.

    Sementara itu, Prof. Samsubar dalam sambutannya menyampaikan, pemantauan yang dilakukan asesor adalah untuk mengkonfirmasi terhadap data-data PDIE yang telah disampaikan Tim Taskforce ke BAN PT.

    Dekan bersama Tim Akreditasi  PDIE FEB UNS

    Asesor yakin Tim Taskforce sudah berusaha optimal dan dalam proses asesmen ini, asesor tidak akan mencari di luar dari yang telah disampaikan tim ke BAN PT. Asesor berharap tim bisa memanfaatkan Pemantauan Tahap 3 BAN PT selama dua hari ini dengan baik, memperbaiki  atau menambahkan data-data sepanjang berada dalam periode akreditasi.

    Senada dengan pernyataan Prof. Samsubar, Prof. Agus mempercayai bahwa di pemantauan terakhir ini, tim sudah menyiapkan dokumennya dengan baik.  Kita manfaatkan kegiatan ini, barangkali ada data-data yang akan diperbaiki atau ditambahkan, tentu saja sepanjang berada di dalam periode akreditasi.

    Asesmen lapangan secara daring ini dimulai dengan konfirmasi data Laporan Kinerja Perguruan Tinggi (LKPT),  sesi dengan tim akreditasi dan dilanjutkan dengan pelaksana penjaminan mutu internal.

    Prof. Dr. Agus Suman, SE, DEA dari Universitas Brawijaya

    Di hari kedua, diagendakan kerja mandiri tim asesor untuk penyiapan draf berita acara dan rekomendasi hasil pemantauan serta penyampaian feedback dan penandatanganan berita acara. (Humas)

  • Peringati Hari Wayang Nasional, FEB UNS Adakan Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik

    Peringati Hari Wayang Nasional, FEB UNS Adakan Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik

    Dalam rangka hari Wayang Nasional, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB UNS) Universitas Sebelas Maret bekerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan “Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik”, Jumat, 7 November 2021 di Padepokan Aji Tirto Wening (ATW), Boyolali.

    Kegiatan yang didukung oleh Paguyuban Dalang ATW dan Dalang Muda Solo Raya menghadirkan narasumber: Prof. Gunawan Sumodiningrat (UGM), Prof. Iwan Triyuwono (UB), Prof. Djoko Suhardjanto (UNS), Prof. Indah Susilowati (UNDIP), Prof Sarwanto (ISI Surakarta), Eko Yunianto (OJK).

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan FEB UNS dalam sambutannya mengucapkan selamat hari Wayang Nasional, dan ucapan  terima kasih kepada BPIP yang telah memberikan kepercayaan kepada FEB UNS dan komunitas seni sehingga kegiatan Bedah Wayang dan Pagelaran Wayang Klasik bisa terselenggara, semoga memberikan kemanfaatan untuk semuanya.

    Setelah diskusi bedah wayang, dilaksanakan pertunjukan wayang klasik, tanpa listrik dan tanpa sound system dengan dalang kondang Ki Warseno Slenk.

    Lebih lanjut Prof. Djoko Suhardjanto mengatakan, Wayang Kulit Indonesia dan khususnya wayang Jawa pada pada tanggal 7 November 2003 telah diproklamasikan sebagai karya budaya dunia, Master-piece of The Oral and Intangible Heritage of Humanity oleh UNESCO, sebuah Badan PBB yang menangani masalah kebudayaan.

    “Wayang ini sungguh luar biasa, mempunyai falsafah yang tinggi bagi kehidupan. Dari sisi manapun bisa kita kupas, bisa dikaji, dari sisi ekonomi, komunikasi, politik dan budaya juga bisa. Pertunjukan wayang kulit juga merupakan perpaduan dari berbagai seni” ungkapnya.

    Dalam sebuah pagelaran wayang, ada harmoni yang luar biasa. Gamelan yang terdiri dari Gong, Kenong, Gambang, Celempung, hingga alat musik pendamping lainnya merupakan satu kesatuan utuh yang diwujudkan dan dibunyikan bersama serta menghasilkan suara yang indah.

    Sementara itu, Ir.Prakoso, MM, Wakil Deputi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menekankan bahwa pembinaan ideologi Pancasila tidak hanya menjadi tanggung jawab BPIP saja, namun perlu gotong royong dari seluruh lapisan masyarakat, termasuk peran para dalang agar bisa memberikan edukasi.

    “Pertunjukan wayang bukan hanya jadi pertunjukan saja tapi juga sebagai penuntun atau memberikan edukasi kepada masyarakat terutama dalam hidup bernegara dan bermasyarakat yang berlandaskan Pancasila ” katanya.

    Di kegiatan itu, dimeriahkan pula dengan tarian Gambyong oleh Prof. Indah Susilowati, Prof. Erni Setyowati dan penari lainnya . (Humas FEB)

  • Accounting Study Program FEB UNS Hosted FGD on International Class Development

    Accounting Study Program FEB UNS Hosted FGD on International Class Development

    Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), organized a Focus Group Discussion (FGD) on International Class Development. The FGD was conducted on Wednesday, November 17, 2021, in a Hybrid format, at UNS Inn and via Zoom meeting. The event was attended by academic staff from FEB UNS, representing the Accounting, Management, and Development Economics Study Programs.

    From left: Agung Julianto, Ph.D., Dr. Djuminah, Dr. Wahyu Widarjo

    Two discussants were invited to the discussion namely Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak from UNAIR, and Agung Julianto, SE., M.Si, Ph.D., Ak., CA from UNDIP. The activity was divided into two sessions, led by Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak., and Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si, as moderator. Both are lecturers from the Accounting Study Program.

    Dr. Djuminah, M.Si., Ak., the Vice Dean of Human Resources, Finance, and Logistics FEB UNS, delivered a speech on behalf of the Dean of FEB UNS. She stated that the FGD was an interesting occasion, both for the academic support staff and the faculty members involved in international classes.

    Taufiq Arifin, Ph.D., delivering a speech on behalf of the Head of the Accounting Study Program

    Dr. Djuminah also expressed her gratitude to the guest speakers and the organizing committee for managing and supporting the FGD. Hopefully, the event would bring abundant benefits, fostering extensive knowledge and experience-sharing in managing international classes.

    Meanwhile, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D., Ak, in his welcoming remark representing the Head of the Accounting Study Program, conveyed that this agenda was part of the university’s endeavor to be a reputable world-class university. This strategic program is then mandated to the study programs to fulfill its commitment as part of UNS.

    “International classes are part of the university’s strategy to prepare competitive students at the national and international levels. This program also provides students with extensive exposure, including a curriculum that aligns with international standards, focusing on a wide range of skills such as critical thinking, problem-solving, communication, collaboration, and many more,” he said.

    Discussion session with Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE., M.Acc., M.Sc., Ak

    The International Class, organized by the Accounting and Development Economics Study Program FEB UNS, provided an opportunity for students to enrich their academic experiences. Hopefully, students would take part in the double degree program, where they could study for four semesters at UNS and four semesters at Curtin University. “This is an extraordinary opportunity for the first batch of students in the international class make to the best use of it,” he emphasized.

    The FGD was expected to improve the continuous efforts made by FEB UNS, including future strategies related to the international class program.

  • Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD Kelas Internasional

    Prodi S1 Akuntansi Gelar FGD Kelas Internasional

    Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Focus Group Discussion (FGD) Kelas Internasional, Rabu 17 November 2021 yang diselenggarakan secara Hybrid, di UNS Inn dan zoom meeting.

    Kegiatan yang diikuti oleh tenaga pendidik FEB UNS dari Prodi S1 Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan menghadirkan narasumber Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak dari UNAIR dan Agung Julianto, SE,M.Si, Ph.D, Ak, CA dari UNDIP.

    Kegiatan terbagi menjadi dua sesi, dengan dimoderatori oleh  Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak dan Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si, dosen Prodi S1 Akuntansi.

    Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik,  Dr. Djuminah, M.Si., Ak., mewakili sambutan Dekan FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi sebuah momen yang menarik, baik bagi tim manajemen yang melaksanakan maupun dosen sebagai pengampu.

    Dr. Djuminah juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada narasumber dan juga seluruh pelaksana yang mendukung kegiatan FGD. Semoga banyak memberikan manfaat, sharing bersama tentang pengetahuan dan pengalaman dan lain sebagainya dalam pengelolaan kelas internasional.

    Dari kiri: Agung Julianto, Ph.D, Dr. Djuminah, Dr. Wahyu Widarjo

    Sementara itu, Taufiq Arifin, S.E., M.Sc., Ph.D, Ak,  dalam sambutannya mewakili Kepala Program Studi S1 Akuntansi menyampaikan, acara ini merupakan bagian dari program  universitas hingga ke prodi untuk melaksanakan amanah, UNS sebagai universitas yang berkelas dunia atau world class university.

    “Kelas internasional menjadi bagian dari strategi universitas untuk bisa menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang punya kualitas yang bisa bersaing di level nasional dan internasional dengan memberikan banyak exposure, dalam hal kurikulum yang sesuai standar internasional, termasuk utamanya dalam berbagai macam keterampilan, kemampuan critical thinking, problem solving, Communication, collaboration dan seterusnya” katanya.

    Taufiq Arifin, Ph.D saat memberikan sambutan mewakili Kaprodi S1 Akuntansi

    Kelas International yang telah dilaksanakan oleh  Prodi S1 Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan FEB UNS memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman akademisnya.

    Harapannya, mahasiswa akan ada yang mengambil double degree, 4 semester di UNS dan 4 semester di Curtin University.

    “Ini kesempatan yang luar biasa yang dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa gelombang 1 dari kelas internasional ini “ tegasnya.

    Sesi Diskusi bersama dengan Dr. Devi Sulistyo Kalanjati, SE, M.Acc, M.Sc, Ak

    FGD yang diselenggarakan diharapkan menyempurnakan apa yang telah dilakukan FEB UNS termasuk strategi ke depan terkait program kelas internasional. (Humas FEB)

  • PDIE Adakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO Seri ke-2

    PDIE Adakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO Seri ke-2

    Program Doktor Imu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengolahan Data Penelitian dengan NVIVO seri ke-2, Rabu 17 November 2021 secara hybrid.

    Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa itu menghadirkan narasumber Dr. Wing Wahyu Winarno., MAFIS, CS, Akuntan dari STIE YKPN Yogyakarta.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Kepala Program Studi PDIE dalam sambutannya menyampaikan, setiap bulan, PDIE rutin menyelenggarakan pelatihan-pelatihan dan webinar dengan mengundang praktisi dari luar.

    “Saat ini, secara perlahan, kegiatan-kegiatan ujian, seminar dan pelatihan, kita upayakan bisa dilakukan secara hybrid, luring dan daring agar kampus tidak terlihat sepi. Di kegiatan-kegiatan tersebut, juga tidak menutup peserta yang jauh untuk bergabung secara luring” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan Prof. Rahma, analisis data itu penting sekali supaya mahasiswa PDIE bisa mengolah sendiri data penelitiannya, terlebih sekarang sudah banyak yang menggunakan kualitatif.

    Para peserta yang saat ini hadir secara luring dapat langsung berkonsultasi dengan narasumber yang hadir juga secara luring di Ruang Telekonferen FEB UNS.

    Sebelum melanjutkan bahasan NVIVO seri ke 2, Dr. Wing mengulang sekilas bahwa NVIVO bukan alat yang bisa menyelesaikan sebuah masalah, namun merupakan alat bantu untuk mengorganisir penelitian.

    “Kita harus punya data dulu berupa teks atau file berupa video, audio, gambar, diagram, peta. File itu harus diberi catatan juga, diberi manuskrip, bukan file videonya yang bisa kita edit dengan NVIVO, bukan” katanya.

    Di kegiatan ini, Wing melanjutkan pembahasan NVIVO di seri 1. Pembahasan topik dimulai dari bagaimana menggunakan NVIVO dengan melakukan coding, baik dengan node dan case, juga melakukan case dan file classification maupun classification attribute. Selanjutnya melakukan analisis sentimen dan word search yang berkaitan dengan query, serta visualisasi dari data yang kita miliki.

    Dr. Wing berharap, topik ini bisa membawa semangat baru, baik bagi dosen dan mahasiswa untuk semakin cepat mengadakan penelitian.

    “Terutama bagi dosen, karena BKD sudah full online dan menjadi tanggung jawab kita sendiri untuk mengupload berbagai dokumen. Dan juga bagi mahasiswa yang tuntutan studinya harus publikasi”.

    Mudah-mudahan dengan kegiatan ini mampu memberikan semangat dosen dan mahasiswa untuk segera melakukan penelitian dan bisa segera dipublikasikan.

    Di kegiatan itu, para peserta dapat bertanya langsung selama paparan narasumber (Humas FEB).