FEB

Blog

  • Accounting Study Program Webinar on Political Connection and Accounting Research

    Accounting Study Program Webinar on Political Connection and Accounting Research

    The Bachelor in Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) held a Webinar as part of the Series of International Class Opening Activities, entitled “Political Connection and Accounting Research,” on Wednesday, 10 November 2021.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, the Vice Dean for Academic, Research, and Student Affairs FEB UNS, in her welcoming speech, said that the topic is an excellent choice to establish a well-rounded academic mentality as a researcher, while the topic of political connection is interesting and can open up wide opportunities, especially for researchers in the accounting field.

    The webinar, which was attended by around 130 students, invited Dr. Effeizal Aswadi Abdul Wahab, a lecturer at Curtin University of Technology, Australia. “The study of political connections is not a new topic. Instead, it is an important catalyst for other research on political connections in accounting and examines the role of connections among top individuals through cross-ownership and interlocks,” he explained.

    “The reason why it is so important is because of the relationship between political connections and company performance (whether in economic, social, racial, political aspects).

    Political connections have a more profound role in developing the new economy. It can also be seen as another way of dealing with inefficiencies. Politics is part of a government or organization because the government is the actor that will initiate the capital market rules and regulations, which can affect the development of the capital market,” he stressed.

    For instance, Effiezal added, political connections can be found in several countries, including Malaysia, Mauritius, Saudi Arabia, and Indonesia. He emphasized that the political connection in Indonesia is still affected by Military Connection, one of President Soeharto’s political policies. Hence, it shows that the military still holds a major influence in the capital market and Indonesia’s economy in that matter.

    Reporter: Fauzan
    Editor: Humas FEB

  • Webinar Prodi S1 Akuntansi Angkat Tema Political Connection and Accounting Research

    Webinar Prodi S1 Akuntansi Angkat Tema Political Connection and Accounting Research

    Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar A Series of Internasional Class Opening Activities dengan tema “Political Connection and Accounting Research” pada Rabu, 10 November 2021.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa topik webinar ini merupakan pilihan yang bagus untuk membentuk mentalitas akademik sebagai peneliti dan juga topik political connection mempunyai sebuah kemenarikan, dan memiliki banyak peminat, serta dapat membuka kesempatan yang luas, khususnya untuk peneliti di bidang akuntansi.

    Prof. Izza Mafruhah saat memberikan sambutan

    Webinar yang diikuti sekitar 130-an mahasiswa itu menghadirkan narasumber Dr. Effeizal Aswadi Abdul Wahab, dosen Curtin University of Technology, Australia.

    “Studi koneksi politik bukanlah hal baru, penelitian ini merupakan katalis penting untuk penelitian koneksi politik lainnya di bidang akuntansi dan meneliti peran koneksi di antara individu-individu teratas melalui kepemilikan silang dan interlock.” Katanya.

    “Alasan mengapa begitu penting adalah karena hubungan antara koneksi politik dan kinerja perusahaan (baik dalam ekonomi, sosial, ras, politik).

    Peran koneksi politik lebih mendalam dalam mengembangkan ekonomi baru. Juga dapat dilihat sebagai cara lain untuk mengatasi inefisiensi. Politik adalah bagian dari pemerintah atau organisasi karena pemerintahlah yang akan memprakarsai aturan, regulasi pasar modal sehingga mempengaruhi perkembangan pasar modal.” Tegasnya.

    Effiezal juga menyampaikan beberapa contoh penerapan political connection di beberapa negara antara lain di Malaysia, Mauritius, Arab Saudi serta Indonesia.

    Peserta webinar

    Dia menekankan bahwa political connection di Indonesia masih terpengaruh oleh koneksi militer atau Military Connection yang merupakan salah satu kebijakan politik peninggalan Presiden Soeharto. Artinya peran militer dalam pasar modal dan juga perekonomian di Indonesia masih berpengaruh besar dalam aspek-aspek tersebut.

    Reporter: Fauzan

    Editor: Humas FEB

     

  • The Vice President of the Republic of Indonesia Encourages UNS to Prepare a Young Generation With Excellent Sharia Economics and Finance Competencies

    The Vice President of the Republic of Indonesia Encourages UNS to Prepare a Young Generation With Excellent Sharia Economics and Finance Competencies

    UNS — The Vice President of the Republic of Indonesia (RI) KH Ma’ruf Amin hopes for the Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta participation in accelerating the economic growth and Islamic finance in Indonesia. As one of the State Universities (PTN) in Indonesia, UNS is encouraged to prepare a young generation who excels in the field of Islamic economics and finance. This message was conveyed in a keynote speech of the 2021 Sebelas Maret International Conference on Islamic Economics (SMICIE), hosted by the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS.

    “I hope for UNS, as one of the best universities in Indonesia, to take a role in shaping a young generation who excels in the field of Islamic economics and finance in order to accelerate the growth of Indonesia’s Islamic economy and finance,” said KH Ma’ruf Amin, Tuesday (9/11). /2021).

    The development of the Islamic economy in itself cannot be separated from several key sectors, among others, Islamic finance, halal food and beverage industry, halal cosmetics, halal medicines, Muslim-friendly travel, Muslim fashion, and Islamic-themed media and recreation. Domestically, this sector is growing significantly, considering that Indonesia has the largest Muslim market globally, both as consumers and producers. Additionally, after the Covid-19 pandemic hit the world economy, the Islamic economic sector must be optimized to be a new economic growth that supports national economic growth.

    Advanced preparation for the young generation in Islamic economics and finance is one of the supporting efforts in increasing the role of Islamic banks in Indonesia. This effort becomes a preparation of superior Human Resources (HR) with a noble character. Other development efforts involve the use of digital-based technology, development of sustainable innovation in new products and services creation, Islamic banking services expansion to remote regions, and expansion of community financial literacy.

    The Vice President of the Republic of Indonesia also expressed his appreciation to UNS academics members for organizing the 2021 SMICIE. He hopes that this conference can produce innovative formulations for the development of Islamic economics and finance.

    In his speech, he states that universities are considered to have an important role in developing Islamic economics and finance, especially Islamic banking. Islamic economics and finance are an integral part of the national economic system that has a vital role in restoring the national economy. “Therefore, universities are expected to make a contribution in the form of ideas, innovation, human resources preparation, and encouraging literacy in advancing the Indonesian Islamic economy and finance,” he explained. (Humas FEB)

  • Wapres RI Dorong UNS Ciptakan Generasi Muda yang Unggul di Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Wapres RI Dorong UNS Ciptakan Generasi Muda yang Unggul di Bidang Ekonomi dan Keuangan Syariah

    Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) K.H. Ma’ruf Amin mengharapkan peran serta Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta dalam rangka mempercepat pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Sebagai salah satu Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia, UNS didorong untuk mencetak generasi muda yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Hal tersebut ia sampaikan pada pidato utama The 2021 Sebelas Maret International Conference on Islamic Economics (SMICIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

    “Saya mengharapkan UNS sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia untuk mengambil peran dalam rangka mencetak generasi muda yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan syariah dalam rangka mempercepat tumbuhnya ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” tutur K.H. Ma’ruf Amin, Selasa (9/11/2021).

    Pengembangan ekonomi syariah sendiri tidak terlepas dari beberapa sektor kunci. K.H. Ma’ruf Amin menjelaskan diantaranya keuangan syariah, industri makanan dan minuman halal, kosmetik halal, obat-obatan halal, travel ramah muslim, fashion muslim, serta media dan rekreasi bertema islam. Sektor tersebut berkembang secara signifikan di dalam negeri mengingat Indonesia memiliki pasar muslim terbesar di dunia, baik sebagai konsumen maupun produsen. Terlebih setelah Pandemi Covid-19 menghantam ekonomi dunia, sektor ekonomi syariah harus dioptimalkan sebagai mesin pertumbuhan baru yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

     

    Pembentukan generasi muda yang unggul di bidang ekonomi dan keuangan syariah menjadi salah satu upaya pendukung dalam peningkatan peran bank syariah di Indonesia. Hal ini menjadi implementasi dari penyiapan Sumber Saya Manusia (SDM) yang unggul dan berakhlak mulia. Upaya peningkatan lain berkaitan dengan pemanfaatan teknologi berbasis digital, pengembangan inovasi yang berkelanjutan dalam hal menciptakan produk dan layanan baru, perluasan layanan bank syariah hingga perbankan ke daerah-daerah, dan perluasan literasi kepada masyarakat.

    Wapres RI turut menyampaikan apresiasi pada seluruh sivitas akademika UNS yang telah menyelenggarakan The 2021 SMICIE. Ia berharap konferensi ini dapat menghasilkan rumusan-rumusan yang inovatif bagi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

    Dalam pidatonya, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, khususnya perbankan syariah. Ekonomi dan keuangan syariah merupakan bagian intergral dari sistem perekonomian nasional yang memiliki peran penting dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

    “Oleh karena itu, perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan sumbangsih dalam bentuk pemikiran, inovasi, penyiapan SDM, dan mendorong literasi dalam memajukan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia,” terangnya.
    (Humas UNS)

  • Accounting Study Program FEB UNS Holds a Webinar Series for the International Class Opening

    Accounting Study Program FEB UNS Holds a Webinar Series for the International Class Opening

    The Bachelor in Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) hosted a webinar entitled “Sustainability Reporting, Integrated Reporting, ESG Reporting, and Laporan Keberlanjutan: the IFRS Foundation Initiative Aiming for Mandatory Reporting,” Monday, 25 October 2021, via Zoom Cloud Meeting and Youtube Livestreaming on FEB UNS Youtube Official Channel.

    The webinar is part of the Series of International Class Opening Activities initiated by the Accounting Study Program in 2021 and involves 13 partner universities. Dr. Elvia R. Shauki from the University of Indonesia (UI) was invited as the main speaker for the session.

    In his opening remarks, Dr. Mugi Harsono, the Vice-Dean for Planning, Partnership, Business, and Information Affairs FEB UNS, who represented the Dean of FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, conveyed that the topic of this webinar is essential and needs to be considered by the companies in Indonesia. “In Indonesia, the sustainability report is a section that must be included in companies’ annual financial report based on regulations from the Financial Services Authority (OJK),” said Dr. Mugi.

    He further said that the purposes of the Accounting Study Program International Class are to improve the quality of education at FEB UNS, establish good relations between FEB UNS and partner universities. This program also aims to enrich student learning experiences through direct interactions and participation between UNS and partner universities and improve FEB UNS’s academic reputation and Indonesia in general in the fields of business, economics, and social sciences.

    Starting her presentation, Dr. Elvia stated that sustainability reporting is important because there is a possibility that sustainability disclosure will become a mandatory report to be disclosed by the company when the students graduate. Further, she mentioned that the presentation aims to understand whether the harmonization of the sustainability report, which includes the framework, will take place soon.

    On this occasion, Dr. Elvia explained several points related to sustainability reports, such as the various terms in sustainability reporting, the meaning of sustainability reporting, reasons for disclosing sustainability reports, and the role of accountants.

    “Sustainability reporting is often known by several other names such as Corporate Social Reporting, Triple Bottom Line Reporting, ESG, Sustainability Reporting, and so on. The difference between these various names lies in the coverage and audience of the report,” explained Dr. Elvia related to the definition of sustainability reports which often have several synonyms.

    Through the interactive event, Dr. Elvia also explained the reasons for reporting sustainability as well as theories that can be used to analyze the factors that encourage companies to disclose sustainability information, such as institutional theory and positive accounting theory.

    During the event, participants were given the opportunity to deliver a direct question to Dr. Elvia or to submit questions via Zoom Chatbox. At the end of the event, there was a prize draw for participants who actively asked questions and a group photo session.

    Reporter: Aulia
    Editor: Humas FEB

  • Prodi Akuntansi FEB UNS Adakan Webinar Series dalam rangka Pembukaan Kelas Internasional

    Prodi Akuntansi FEB UNS Adakan Webinar Series dalam rangka Pembukaan Kelas Internasional

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengadakan webinar bertajuk “Sustainability Reporting, Integrated Reporting, ESG Reporting, and Laporan Keberkelanjutan” the IFRS Foundation Initiative Aiming for Mandatory Reporting, pada Senin, 25 Oktober 2021, via Zoom Cloud Meeting dan Youtube Livestreaming di FEB UNS Youtube Official Channel.

    Webinar yang merupakan bagian dari Series of International Class Opening Activities yang diinisiasi oleh Prodi S1 Akuntansi di tahun 2021 dan melibatkan 13 universitas partner tersebut menghadirkan Dr. Elvia R. Shauki dari Universitas Indonesia (UI) sebagai pembicara tunggal.

    Dr. Mugi Harsono, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama, Bisnis, dan Informasi FEB UNS, mewakili sambutan Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, menyampaikan topik webinar ini merupakan topik yang sangat penting dan perlu di perhatikan oleh perusahaan.

    “Di Indonesia, sustainability report (laporan keberlanjutan) adalah merupakan bagian yang wajib dicantumkan dalam laporan keuangan tahunan berdasarkan peraturan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ungkap Dr. Mugi.

    Lebih lanjut beliau dikatakan bahwa tujuan dari kelas internasional adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di FEB UNS, meningkatkan hubungan baik antara FEB UNS dengan universitas partner, memperkaya pengalaman belajar mahasiswa melalui partisipasi dalam interaksi langsung antara UNS dan universitas partner, serta meningkatkan reputasi akademik FEB UNS dan Indonesia secara umum di bidang bisnis, ekonomi, dan ilmu sosial.

    Mengawali presentasinya, Dr. Elvia menyatakan bahwa sustainability reporting ini penting karena terdapat kemungkinan bahwa pengungkapan ini akan menjadi sebuah laporan wajib (mandatory report) yang harus dilakukan oleh perusahaan saat kalian lulus nanti.

    Tujuan dari materi yang akan disampaikannya adalah untuk memahami apakah harmonisasi dari laporan berkelanjutan, yang termasuk didalamnya adalah framework (kerangka), akan segera berlangsung.

    Di kesempatan tersebut, Dr. Elvia menjelaskan beberapa poin terkait laporan keberlanjutan seperti istilah-istilah dalam sustainability reporting, pengertian dari sustainability reporting, alasan pengungkapan sustainability report, dan peran akuntan.

    “Sustainability reporting sering juga dikenal dalam beberapa nama lain seperti Corporate Social Reporting, Triple Bottom Line Reporting, ESG, Laporan Keberlanjutan, dan lain sebagainya. Perbedaan dari berbagai macam penamaan ini terletak pada coverage (cakupan) dan audiens dari laporan tersebut,” jelas Dr. Elvia terkait definisi laporan keberlanjutan yang seringkali memiliki beberapa sinonim.

    Dalam acara yang berlangsung secara interaktif tersebut Dr. Elvia juga menjelaskan alasan untuk melakukan pelaporan sustainability serta teori yang dapat digunakan untuk menganalisa alasan perusahaan melakukan pelaporan sustainability seperti institutional theory dan positive accounting theory.

    Selama acara peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada Dr. Elvia ataupun secara tertulis melalui Zoom Chatbox. Diakhir acara terdapat undian hadiah bagi peserta yang aktif bertanya dan sesi foto bersama.

    Reporter: Aulia

    Editor: Humas FEB

  • In collaboration with PT Kliring Berjangka Indonesia, FEB UNS Holds General Lecture on Warehouse Receipt System: Instrument in Promoting Indonesian Farmers Welfare

    In collaboration with PT Kliring Berjangka Indonesia, FEB UNS Holds General Lecture on Warehouse Receipt System: Instrument in Promoting Indonesian Farmers Welfare

    Almost half of the population of Indonesia works in the agricultural sector. However, until now, the agricultural sector has not shown a significant contribution to national income. Various problems and challenges continuously arise in the field, such as funding or capital source.

    The establishment of a Warehouse Receipt System (WRS) from PT Kliring Berjangka Indonesia is expected to bring beneficial outcomes, including controlled and stable commodity prices, as well as working capital assurance.

    The breakthroughs initiated by PT Kliring Berjangka Indonesia are expected to help farmers and farmer groups as well as small and medium enterprises experiencing difficulties in getting access to capital, especially through credit loans. This statement was delivered by Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons), Ph.D., Ak, the Dean of the Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), through his remarks at the General Lecture on Warehouse Receipt Systems, Instruments for Promoting Indonesian Farmers Welfare. The general lecture was organized by FEB UNS in collaboration with PT Clearing Indonesia Futures on Wednesday, 3 November 2021.

    “This general lecture aims to disseminate and to introduce students to a new insight on warehouse receipt system, which is expected to open a discourse for students discussion; hence, they can have a real contribution to economic development in Indonesia,” Prof. Djoko wishes.

    Agung Rihayanto, Director of PT Kliring Berjangka Indonesia, reveals that PT. Kliring Berjangka Indonesia’s role, as a warehouse receipt registration center, is not only to assist farmers but also to be a safe mechanism for managers to use, especially in terms of the supply chain aspect. The warehouse has the following characteristics: beneficial in maintaining quality, value, and quantity, which allow farmers to accommodate quantity shrinkage and loss according to the designated policy. Hopefully, this public lecture will be a good start for students, especially for the FEB UNS faculty member, to learn more about the warehouse receipt system.

    Meanwhile, Widiastuti, the Head of Bureau for the Development and Supervision of Warehouse Receipt System and Commodity Auction Market, Commodity Futures Trading Regulatory Agency (Bappebti), states that through Law No. 9 of 2006 concerning Warehouse Receipt System, which has been amended by Law No. 9 of 2011, Indonesia has financial and trading instruments that provide options for farmers, small and medium enterprises and other business actors to obtain funding from financial institutions with warehouse receipts as collateral.

    According to her, this strategy repositions agricultural commodities as items with economic value that deserves to be used as collateral to get financing from financial institutions without any other guarantees, such as fixed assets, land, houses, and others. Therefore, farmers can use their commodities stored in WRS warehouses as collateral.

    “This instrument development becomes the government’s commitment to empowering our farmers who are lacking in bargaining power and have limited options other than selling their crops during harvest period at low or unfeasible prices,” he said.

    It should be emphasized that the warehouse receipt system has a role more than just financing but also stabilizing the price of agricultural products, breaking the extensive supply chain for agricultural product trade, and setting necessary quality standards.

    Through this warehouse receipt system, the need for affordable, high-quality food commodities at the community level can be fulfilled while increasing profits at the farmer level at the same time.

    With the information system in the warehouse receipt system, the availability of commodity supply reserves distribution data will be accurate and valid. Based on these data, the government can take appropriate policies regarding the distribution, regional grain provision to create national food sovereignty. WRS as stock management can be the tool to maintain food stability in Indonesia. (Humas FEB)

  • Kerjasama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia, FEB UNS Gelar Kuliah Umum Sistem Resi Gudang, Instrumen untuk Kesejahteraan Petani Indonesia

    Kerjasama dengan PT Kliring Berjangka Indonesia, FEB UNS Gelar Kuliah Umum Sistem Resi Gudang, Instrumen untuk Kesejahteraan Petani Indonesia

    Hampir separuh rakyat di Indonesia bekerja di sektor pertanian. Namun sampai saat ini sektor pertanian belum mampu mendominasi kontribusi terhadap pendapatan nasional. Di lapangan masih banyak permasalahan-permasalahan ditemui, salah satunya adalah permodalan.

    Adanya Sistem Resi Gudang (SRG) dari PT Kliring Berjangka Indonesia ini diharapkan mampu memberikan beberapa manfaat diantaranya keterkendalian dan kestabilan harga komoditas serta keterjaminan modal produksi.

    Terobosan-terobosan PT Kliring Berjangka Indonesia itu diharapkan dapat membantu petani serta kelompok tani maupun usaha kecil dan menengah yang selama ini mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses permodalan terutama melalui pinjaman kredit.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com (Hons),Ph.D, Ak, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam sambutannnya di Kuliah Umum Sistem Resi Gudang, Instrumen untuk Kesejahteraan Petani Indonesia, kerja sama FEB UNS dengan PT Kliring Berjangka Indonesia Rabu, 3 November 2021.

    “Materi kuliah umum sebagai pengenalan sesuatu hal yang baru tentang sistem  resi gudang yang diharapkan dapat membuka wacana bagi para mahasiswa, sehingga nantinya dapat ikut memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan ekonomi di Indonesia” harapnya.

    Agung Rihayanto, Direktur PT Kliring Berjangka Indonesia menjelaskan, Kliring Berjangka Indonesia perannya sebagai pusat registrasi resi gudang, tidak hanya membantu petani namun juga aman digunakan oleh para manajer, khususnya berkaitan dengan supply chain. Gudang memiliki karakteristik mampu mempertahankan mutu, nilai, jumlah, kalaupun ada susut, susutnya bisa ditolerir oleh suatu ketentuan.

    Diharapkan, kuliah umum ini sebagai awalan yang baik bagi mahasiswa khususnya bagi sivitas akademika FEB UNS untuk mengenal dan lebih memahami tentang sistem resi gudang.

    Sementara itu, Widiastuti, Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Sistem Resi Gudang dan Pasar Lelang Komoditas, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mengatakan melalui UU No 9 Tahun 2006 tentang Sistem Resi Gudang yang telah diamandemen dengan UU No 9 Tahun 2011,  Indonesia memiliki instrumen keuangan dan perdagangan yang memberikan pilihan bagi petani, usaha kecil menengah maupun pelaku usaha lainnya untuk memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan  dengan agunan berupa resi gudang.

    Menurutnya, strategi ini mereposisikan kembali  komoditas pertanian sebagai satu barang yang memiliki nilai ekonomis yang layak dipergunakan sebagai jaminan untuk mendapatkan pembiayaan dari lembaga keuangan tanpa adanya jaminan lainnya, seperti fixed asset, tanah, rumah dan lainnya,  jadi cukup dengan agunan komoditi yang disimpan di gudang SRG.

    “Pengembangan instrumen ini merupakan komitmen pemerintah guna memberdayakan petani kita yang kurang memiliki posisi tawar dan terbatasnya pilihan selain menjual hasil budidayanya saat panen dengan harga yang rendah atau tidak layak” tegasnya.

    Perlu ditekankan, sistem resi gudang memiliki peran lebih dari  sekedar pembiayaan namun juga menjaga harga agar tidak jatuh dan kita harapkan stabil, memutus rantai pasok perdagangan yang panjang dan menjadikan pemenuhan  standar mutu menjadi suatu kebutuhan.

    Melalui sistem resi gudang  ini, pemenuhan komoditas pangan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau di tingkat masyarakat, dan keuntungan di tingkat  petani diharapkan dapat terwujud,

    Dengan adanya sistim informasi  pada SRG, ketersediaan data dan sebaran stok cadangan komoditas akan akurat dan tidak diragukan validitasnya. Pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat terkait dengan penyebaran, penyediaan gabah di daerah dalam menciptakan kedaulatan  pangan nasional. SRG sebagai manajemen stok untuk menjaga kestabilan pangan di Indonesia. (Humas FEB)

  • Green Economy RG FEB UNS Develops Ecological and Educational Tourism for Kedung Ombo Reservoir Using 5W Strategy

    Green Economy RG FEB UNS Develops Ecological and Educational Tourism for Kedung Ombo Reservoir Using 5W Strategy

    The Green Economy Research Group (RG), Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) hosted a research and community service in Kedung Ombo Reservoir (WKO) Sragen, Wednesday, September 22, 2021. Chaired by Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, as the Vice-Dean for Academic, Research, and Student Affairs, FEB UNS, the RG conducted education and assistance in managing the WKO tourist area for the Ngargosari Sragen village apparatus. The team developed a blend of ecology and education tourism for this region, a tourism concept that combines education and the environment.

    Prof. Izza said that WKO is one of the reservoirs in Central Java, which extended through three Regencies, namely Grobogan, Sragen, and Boyolali Regency. Currently, the Sragen WKO has very good and extraordinary potential, especially in terms of ecology, which can be developed and combined with education, but so far, it has not been developed and yet to be managed properly. “The development of a tourism area has five main aspects: what to see, what to do, what to buy, what to arrive, and what to stay. These five aspects are indicators that will help the development of the WKO tourist area, especially in the Sragen Regency,” she explains through a release received by feb.uns.ac.id.

    The ‘what to see’ aspect refers to what the visitor will see at WKO. The main potentials for WKO include the potential for vast waters, green forested areas with natural scenery, and cool air. This potential can be developed with the help of the second indicator. The ‘what to do’ aspect can be developed through fisheries establishment, especially Karamba aquaculture, culinary, fishing, and water games, while still adhering to safety aspects.

    The vast potential of the terrain can be used for fruit crops, especially Longan and crystal guava, camping ground, special interest sports, especially those with out-bond nuances, as well as the establishment of viewing posts with Instagram-able photo spots. The special tracks that have been built for walking and cycling can be equipped with various other means of transportation such as Bendi, Kereta Kelinci, and other facilities that make it easier for visitors to get around.

    In terms of ‘what to buy,’ additional culinary and souvenir outlets can be established along the track and lakesides, which will attract tourists to come and also revive the community’s economy. What to arrive refers to the efforts taken by business actors and tourism activists to host periodic events that will attract visitors, for example, kite festivals, culinary festivals, ornamental boat festivals, and others. Hence, visitors will be attracted to attend the event. As for the last aspect, what to stay, WKO can follow the current demand on a natural-nuances inn, equipped with tents, where glamping will actually attract people from various circles, especially students, to visit WKO.

    Another potential of the Ngargosari Village is the fact that the village is designated as a WKO Sragen developer and one of the internet literacy villages launched by the Sragen Regency. Internet adoption will affect tourism development, while the ease of internet access will be one of the main attractions for tourists. Meanwhile, the main weakness of WKO in Sragen is the lack of appropriate access to the location. These potentials and weaknesses certainly require a comprehensive development plan and efforts carried out by various stakeholders from the government, business actors, communities, academics, and media.

    “The government is responsible and holds the authority for the road facilities construction as well as other supporting facilities at the WKO site. Business actors are responsible for developing the attractiveness of WKO in the form of events, supporting facilities, and culinary arts. Academics members are obliged to conduct research and service that encourage the lifecycle and development of WKOs. While the media is responsible for their role as the promotional mouthpiece for the WKO area,” Prof. Izza said. The five elements are known as the Penta helix. When established thoroughly, it will provide essential points for developing WKO as an attractive tourist destination. Humas FEB UNS

  • RG Green Economy FEB UNS Kembangkan Wisata Ekologi dan Edukasi Waduk Kedung Ombo dengan Strategi 5 W  

    RG Green Economy FEB UNS Kembangkan Wisata Ekologi dan Edukasi Waduk Kedung Ombo dengan Strategi 5 W  

    Research Group (RG) Green Economy Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret  (UNS) melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat di Waduk Kedung Ombo (WKO) wilayah Sragen, Rabu, 22 September 2021.

    RG yang diketuai oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, dosen yang juga Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS itu melakukan edukasi dan pendampingan kepada perangkat desa Ngargosari Sragen dalam hal pengelolaan kawasan wisata WKO. Di kawasan ini, tim mengembangkan perpaduan antara ekologi dan edukasi tourism, sebuah konsep wisata yang memadukan antara pendidikan dan lingkungan.

    Prof. Izza menyampaikan, WKO merupakan salah satu waduk di Jawa Tengah yang berada di tiga kabupaten sekaligus yaitu Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Boyolali. Saat ini, WKO wilayah Sragen memiliki potensi yang sangat bagus dan luar biasa, khususnya di bidang ekologi yang akan bisa dikembangkan dan dipadukan dengan edukasi, namun selama ini belum di bangun dan masih belum dikelola dengan baik

    “Pembangunan kawasan wisata mempunyai lima aspek utama yaitu what to see, what to do, what to buy, what to arrive dan what to stay. Kelima aspek tersebut merupakan indikator yang akan membantu dalam pengembangan kawasan wisata WKO, khususnya yang ada di wilayah Sragen”, tuturnya melalui rilis yang diterima feb.uns.ac.id.

    Pada aspek what to see, apa yang akan dilihat di WKO. Potensi utama tersebut antara lain potensi perairan yang luas, kawasan berhutan yang hijau dengan pemandangan dan udara yang menyejukkan, potensi ini dikembangkan dengan bantuan indikator yang kedua.

    What to do,  melalui pengembangan untuk perikanan khususnya budidaya dengan menggunakan karamba, wisata kuliner, wisata memancing, wisata dan permainan air dengan tetap memperhatikan aspek keamanan.

    Potensi lahan yang cukup luas bisa dimanfaatkan untuk tanaman buah khususnya kelengkeng dan jambu kristal yang bisa tumbuh subur, camping ground, olah raga minat khusus terutama yang bernuansa out bond dan pembangunan gardu pandang dengan spot foto instagramable.

    Track yang sudah dibangun untuk jalan kaki dan bersepeda bisa ditambahkan dengan berbagai alat transportasi lain seperti bendi, kereta kelinci dan fasilitas lain yang memberikan kemudahan  bagi pengunjung untuk berkeliling.

    What to buy, outlet kuliner dan cindera mata bisa dikembangkan di sepanjang jalur track dan pinggiran waduk akan menarik wisatawan untuk dating dan juga menghidupkan ekonomi masyarakat.

    What to arrive, yaitu bagaimana pelaku usaha dan penggiat wisata merancang event berkala yang akan menarik minat pengunjung untuk datang, misalnya festival layang-layang, festival kuliner, festival perahu hias  maupun yang lainnya, sehingga pengunjung akan datang pada acara tersebut.

    Pada aspek terakhir yakni what to stay, saat ini penginapan bernuansa alam banyak diminati, dengan tenda, glamping justru  akan menarik masyarakat datang dari berbagai kalangan khususnya pelajar.

    Potensi lain,  Desa Ngargosari merupakan pengampu wilayah WKO Sragen sebagai salah satu desa melek internet yang dicanangkan oleh Kabupaten Sragen. Internet memberikan pengaruh bagi pengembangan kepariwisataan dan kemudahan untuk akses internet akan menjadi salah satu daya tarik utama wisatawan untuk hadir.

    Sementara itu, kelemahan utama WKO wilayah Sragen adalah kurang bagusnya akses menuju lokasi. Potensi dan kelemahan tersebut tentu membutuhkan rencana pengembangan dan upaya komprehensif yang dilakukan oleh berbagai stakeholder baik dari pemerintah, pelaku usaha, masyarakat, akademisi maupun media.

    “Pemerintah memiliki tugas dan kewenangan dalam pembangunan sarana jalan dan fasilitas lain di lokasi WKO, pelaku usaha memiliki tanggungjawab untuk mengembangkan kemenarikan WKO baik berupa event, fasilitas penunjang  dan kuliner, akademisi berkewajiban untuk melakukan penelitian dan pengabdian yang mendorong semakin hidup dan berkembangnya WKO, serta media bertugas menjadi corong promosi  bagi kawasan WKO” tegasnya.

    Kelima unsur yang disebut dengan pentahelix tersebut apabila bekerja dengan menyeluruh maka akan memberikan poin penting bagi pengembangan WKO sebagai salah satu destinasi wisata yang menarik.