FEB

Blog

  • FEB UNS Organizes Workshop in Budgeting Submission and SPJ Preparation

    FEB UNS Organizes Workshop in Budgeting Submission and SPJ Preparation

    The Faculty of Economics and Business (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta organizes a Workshop in Budgeting Submission and Accountability Report (SPJ) Preparation on Thursday (25/02/2021) in FEB UNS Computer Laboratory. The event was attended by 20 participants representing each study program in FEB UNS and Helpdesk administrator.

    The Coordinator of FEB UNS Administration Unit, Tunggul Ardhi, S.Si., in his remarks stated that the shift of UNS administration from Public Service Agency (BLU) into a State University as Legal Entity (PTN BH) need several adjustments in term of budget submission and SPJ preparation. The currently applicable guideline is the UNS Minimum Standard Cost (SBM).

    On this occasion, all technical staff will be introduced to the new guidelines, how to prepare SPJ, and the budget submission process. Through this training, it is expected that all technical staffs can adjust faster. Christiana Yulia, S.Pd., as the FEB UNS General Treasurer, and Gigih Fantriko, A.Md., from the FEB UNS Planning Unit, become the instructors for the workshop.

    Gigih Fantriko explains the general description of the service provided by FEB UNS Planning Affairs, such as uploading and supporting faculty data (KPI), the revision for budget submission, downloading faculty planning, and budget planning procedure. He also guides the participants on how the study program’s operator uses Budget Planning and Evaluation System (Sireva).

    Meanwhile, Christiana Yulia delivers the technical budgeting submission and SPJ preparation. Participants are expected to learn the new guidelines. In order to evaluate participants’ understanding, at the end of the session, Yulia delivers questions that need to be solved. The questions related to SPJ preparation, Payment Warrant (SPBY), payment receipt according to the rates used, and taxes according to the new regulations. (Humas FEB UNS)

  • Kalender Akademik Tahun 2020/2021

    Perkuliahan semester genap, Februari – Juli 2021 dimulai pada tanggal 22 Februari 2021.  Di Semester ini, Aktifitas perkuliahan masih diselenggarakan secara daring. Berikut Kalender Akademik Tahun 2020/2021

     

  • Mahasiswa FEB Juara Favorit Lomba Fotografi

    Mahasiswa FEB Juara Favorit Lomba Fotografi

    Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan Dwi Sekar Darojati,  mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) angkatan 2018 untuk menghasilkan karya. Dwi berhasil meraih juara Favorit di lomba fotografi bertema Pahlawan di Era Pandemi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Tidar Magelang, Desember lalu.

    Dwi bersaing dengan 72 karya mahasiswa dari 17 perguruan tinggi yakni Universitas Tidar, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta, UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Amikom Purwokerto, Universitas Bakrie, Poltekkes Kemenkes Surakarta, Universitas PGRI Yogyakarta, UPN Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Amikom Yogyakarta, Universitas Maritim Raja Ali Haji, IAI Nusantara Batanghari, UPN Veteran Jakarta, Universitas Mercu Buana, Universitas Brawijaya serta Universitas Sebelas Maret.

    Dengan kamera DSLRnya, Dwi tertarik mengambil obyek seorang bapak penjual kentang di Pasar Segamas, Purbalingga. Menurutnya, para pedagang,  pelaku ekonomi di pasar rakyat adalah juga salah satu pahlawan di era Pandemi.

    “Para pedagang juga pahlawan di era pandemi. Tepatnya salah satu pahlawan ekonomi kita di tengah pandemi. Meskipun Indonesia diterjang krisis di era pandemi ini, ekonomi kerakyatanlah menjadi tameng dan support sistem yang dapat membuat perekonomian Indonesia tetap bertahan di tengah krisis” tutur mahasiswa yang memiliki hobi fotografi dan desain.

    Kejuaraan seperti ini, bukan kali pertama yang diikuti Dwi.  Sebelumnya Dwi pernah mengikuti lomba-lomba, diantaranya yang diselenggarakan Bursa Mahasiswa Fakultas Pertanian UNS dan mendapat peringkat 5 besar poster dan fotografi.

    Tak hanya untuk menyalurkan bakat, aktifitas ini juga sebagai pengisi waktu luang usai  kuliah online. Kegiatan ini pun untuk meningkatkan imunitas, melepas kejenuhan ketika aktifitas harus dibatasi karena pandemi. (Humas FEB)

  • Job Vacancy Program MT PT. Intan Pariwara

    [gview file="https://oktobrima.feb.uns.ac.id/wp-content/uploads/2021/02/Pengumuman-Penerimaan-MT-PT.-Intan-Pariwara.pdf%22]

  • Lebih dari 6000 Peserta Ikuti Sosialisasi dan Pelatihan PKM

    Lebih dari 6000 Peserta Ikuti Sosialisasi dan Pelatihan PKM

    Kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan  Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) secara daring diikuti oleh lebih dari 6000 peserta melalui aplikasi zoom cloud meeting maupun youtube FEB UNS, selasa 9 Februari 2021.

    Kegiatan yang menarik banyak peserta dari mahasiswa dan juga dosen itu menghadirkan dua narasumber,  Dra. Ec. Aniek Maschudah Ilfitriah, M.Si, STIE Perbanas Surabaya dan Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, ST, MT,  Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS.

    Prof. Kuncoro dalam arahannya menyampaikan, PKM yang ujungnya adalah Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) merupakan ‘event’ ilmiah nasional dengan  keterlibatan mahasiswa dalam jumlah yang sangat besar. PKM merupakan wadah peningkatan mutu lulusan perguruan tinggi.

    Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, ST, MT,  Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS

    Di tahun 2020, UNS masuk dalam lima besar untuk mendapatkan pendanaan di Belmawa, ada 103 proposal yang lolos. Dan di tahun 2020 ini pula, UNS masuk dalam sepuluh besar perguruan tinggi lolos Pimnas dengan 23 proposal.

    Jika dikaitkan dengan mutu lulusan, keterlibatan mahasiswa di PKM akan memberikan satu perubahan yang luar biasa. Para mahasiswa yang hadir di PKM dan Pimnas adalah yang memiliki pengetahuan akademik  yang sangat hebat. Hal ini menjadi salah satu filter siapapun yang menang Pimnas akan melekat pada curriculum vitae-nya, dan ini sangat bermanfaat ketika mahasiswa lulus.

    Dengan seleksi yang sangat ketat, mahasiswa yang terlibat di PKM selain memiliki kehebatan dari academic knowledge,  juga dari sisi management skill, skill of thinking dan juga communication skillnya.

    “Tim PKM yang lolos ke Pimnas mencerminkan satu keberhasilan kita menghasilkan  lulusan yang hebat dan kompetitif. Di tahun 2021 dengan tata kelola PTNBH diharapkan Tim UNS semakin meningkat peraihannya” paparnya.

    Dra. Ec. Aniek Maschudah Ilfitriah, M.Si.

    Sementara itu, narasumber dari STIE Perbanas, Aniek Maschudah mengatakan, Pimnas merupakan kompetisi yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas mahasiswa. Tujuannya adalah memandu mahasiswa menjadi pribadi yang tahu dan taat aturan, kreatif dan inovatif serta objektif kooperatif dalam membangun keragaman intelektual.

    Beberapa bidang PKM diantaranya Penelitian, Kewirausahaan, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Gagasan Futuristik Konstruktif. Tidak hanya yang eksakta, mahasiswa yang dirumpun ilmu humaniora pun memiliki cukup banyak kesempatan untuk berkompetisi diajang ilmiah nasional itu.

    Kunci awal keberhasilan PKM adalah tim harus mempelajari benar-benar Pedoman PKM di laman https://simbelmawa.kemdikbud.go.id/portal/. Mahasiswa juga harus  mengfungsikan dosen pembimbing secara optimal, bukan sekedar tanda tangan proposal. (Humas FEB)

  • FEB UNS Sosialisasikan Matching Fund

    FEB UNS Sosialisasikan Matching Fund

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Sosialisasi dan Strategi Menyusun Matching Fund yang digelar secara daring,  Rabu, 10 Februari 2021.

    Kegiatan yang diikuti lebih dari 70 peserta menghadirkan dua narasumber, Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, ST, MT,  Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS dan Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Kepala Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS.

    Dekan FEB UNS,  Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D, Ak. dalam sambutannya mengatakan di awal tahun 2020,  pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Kebijakan ini sebenarnya ingin mendekatkan atau mengintegrasikan dunia kampus dengan dunia industri. Desain Kurikulum MBKM diantaranya mahasiswa boleh memilih selama satu semester di luar prodi di satu perguruan tinggi dan  dua semester di luar perguruan tinggi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons)., Ph.D, Ak, Dekan FEB UNS

    Awal tahun 2021,  pemerintah meluncurkan Matching Fund yang besarnya Rp 250 Miliar untuk seluruh perguruan tinggi yang merupakan insentif untuk mengintegrasikan lebih lanjut kebijakan  Merdeka Belajar.  Diharapkan dengan adanya insentif ini, kampus akan memberikan kebermanfatan bagi industri dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

    Prof. Rahmawati, Kaprodi PDIE yang telah memulai langkah lebih awal di program Matching Fund  dalam presentasinya mengatakan, program ini untuk mengakselerasi penerapan Merdeka Belajar yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa, utamanya yang  S-1, namun untuk mahasiswa program pascasarjana  juga dapat ikut.  Program ini berjalan selama 2 tahun dan khusus pendanaannya di tahun berikutnya dievaluasi dulu dari tahun pertama.

    “Silahkan pelajari Panduan Matching Fund dan juga contoh proposal yang telah kami susun bersama tim. Setiap perguruan tinggi boleh mengusulkan lebih dari satu proposal.  Pola kemitraannya bisa satu perguruan tinggi dengan satu dunia usaha dan industri (DUDI),  bisa satu perguruan tinggi dengan beberapa DUDI, beberapa perguruan tinggi dengan satu DUDI atau beberapa   perguruan tinggi dengan beberapa DUDI” paparnya.

    Lebih lanjut, Prof. Rahma menjelaskan secara detil teknik penyusunan proposal kepada peserta sosialisasi daring.

    Sementara itu, Prof. Kuncoro memulai dengan bahasan Kedaireka, katalog inovasi produk yang bisa diakses publik. Kedaireka semacam ‘rumah pernikahan’ antara perguruan tinggi dan industri. Industri memiliki pilihan solusi terbaik dari 4700 kampus di Indonesia. Sedangkan Matching fund adalah salah satu dari program Kedaireka.

    Lebih lanjut dikatakan, Kedaireka bersifat open hingga sekitar pertengahan Juni 2021. Proses seleksinya akan melalui  3 tahap,  seleksi tahap awal sekitar minggu ketiga atau 4 bulan Februari, tahap kedua sekitar April, dan tahap ketiga sekitar bulan Juni.

    “Yang paling mudah dilakukan adalah mari kita cari mitra kita, DUDI dalam konteks luas, misalnya desa yang terintegrasi dengan UKMnya, Pemda atau dunia industri riil berskala besar maupun UKM. Untuk mematching-kan, kita tanyakan apakah program mitra kita di tahun 2021, bagaimana ploting anggarannya. Nantinya, anggaran mitra tetap berjalan sebagai pendamping, lalu kita menambahkan sejumlah anggaran yang sama dengan mengagendakan kegiatannya menjadi lebih besar dan lebih bermanfaat. Kira-kira begitu konsep Kedaireka” jelas Prof. Kuncoro

    Prof. Dr. Kuncoro Diharjo, ST, MT,  Wakil Rektor Riset dan Inovasi UNS

    Prof. Kuncoro mengingatkan, dalam konsep kedaireka,  problem riil yang ada adalah problem yang ada di DIDU dan para akademisi masuk untuk membantu menyelesaikan. Jangan sampai masyarakat kita bawa sesuai dengan keinginan kita. Intinya ketika kita akan menggandeng mitra, sampaikan apa permasalahan mereka dan apa yang bisa kita  bantu.

    Kedua narasumber mendorong dosen dan mahasiswa untuk mulai bergerak menyusun proposal berdasarkan panduan. Dan yang penting juga adalah timnya adalah multidisiplin sehingga menunjukkan adanya kerjasama. (Humas FEB)

  • Menulis Artikel Populer, Susahkah?

    Menulis Artikel Populer, Susahkah?

    Seorang fakih bisa mendekati Allah dengan ibadahnya, seorang seniman bisa mendekati Allah dengan dengan karya seninya dan seorang penulis bisa mendekati Allah dengan tulisannya.

    Pernyataan K.H. Abdurrahman Wahid itu dikutip Riwi Sumantyo, SE, M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) mengawali presentasinya saat menjadi narasumber Pelatihan Penulisan Artikel Populer di Media Massa yang digelar FEB UNS secara daring, Kamis 11 Februari 2021.

    Kutipan itu diartikannya, proses menulis bukan sebuah obsesi yang sepele, namun sebuah proses yang perlu kontemplasi yang mendalam, bukan tidak mungkin jika dilakukan dengan passion yang sungguh-sungguh akan memberikan kemanfaatan yang lebih baik bagi dirinya sendiri dan terutama bagi orang banyak.

    Selanjutnya,  Dosen yang aktif menulis di media massa itu mengatakan bahwa menulis itu penting, menggambarkan kemampuan atau kompetensi seseorang,  dan juga merupakan ciri-ciri seseorang yang peka atau aware terhadap masalah yang sedang terjadi, bukan apatis, ada sesuatu yang perlu dicermati dan disampaikan dengan opini atau pendapatnya serta memberikan alternatif solusi. Menulis juga memberikan nilai tambah bagi pribadi penulis.

    Menurutnya, artikel populer di media massa merupakan buah fikir dari penulis, berisi permasalahan aktual dan pemecahannya dan bukan merupakan imajinasi. Meskipun demikian, terkadang ada tulisan yang tidak melulu menyajikan fakta-fakta yang ada tapi merupakan imajinasi atau hayalan penulisnya. Namun secara umum penulis menuangkan idenya berdasarkan fakta-fakta dan bahkan terkadang perlu melakukan riset kecil-kecilan.

    Penulis harus memiliki bekal  referensi dan  pengalaman terhadap sesuatu yang ingin ditulis. Penulis juga harus memiliki inspirasi dan motivasi serta memiliki kemampuan merangkai kata dengan bahasa yang benar dan menarik. Selain itu, juga mampu memberikan argumentasi dan menawarkan solusi dan konsep yang berisi pilihan-pilihan.

    Dihadapan lebih dari 80 peserta pelatihan, Riwi menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan penulis ketika menyusun artikel populer di media massa. Yang utama adalah tulisan harus aktual, dikaitkan dengan momentum yang tengah terjadi di masyarakat.

    “Menulis artikel populer tidak susah. Permasalahan disekitar kitapun sangat banyak untuk digunakan sebagai bahan tulisan. Mulailah menulis, gunakan waktu sebaiknya-baiknya. Saat ini referensi sangat berlimpah tersedia, berbeda dengan dulu yang perlu usaha keras untuk mendapatkan referensi. Dan di media mainstream ada rubrik khusus untuk menuangkan opini atau gagasan. Terlebih untuk media online ruangnya lebih sangat terbuka luas. Bagi yang terbiasa menulis di blog dan media sosial lain hanya tinggal sedikit mengasah tulisan itu menjadi tulisan populer yang layak di media massa” dorong Riwi yang sejak mahasiswa terobsesi menjadi seorang penulis media massa.

    Riwi Sumantyo, SE, M.Si., Dosen FEB UNS

    Perlu diperhatikan pula, menulis artikel populer di media masa sangat berbeda dengan menulis artikel ilmiah (skripsi atau artikel jurnal). Karena pangsa pasarnya adalah masyarakat luas, maka tulisan harus dengan bahasa yang menarik, lugas dan tidak bertele-tele, jika perlu data, disampaikan sedikit untuk mengantarkan namun fokusnya pada pandangan penulis tentang fenomena yang terjadi dan pemecahannya. Berbeda dengan artikel ilmiah yang pangsa pasarnya adalah kalangan akademisi.

    Orisinalitas dan kebaruan tulisan juga penting, apalagi jika kita berniat mengirimkan tulisan ke media mainstream yang tingkat kompetensinya tinggi sekali. Kolom di media sangat terbatas dan  artikel yang masuk dalam sehari mungkin ribuan, sangat selektif ketat ketika mengeluarkan tulisan di media mereka.

    “Menulis akan terasa mudah jika kita tidak terikat pada gaya tulisan seseorang, apa yang ingin kita tulis, tulis saja, kapanpun dan dimana saja dan juga kirimkan ke media massa agar apa yang kita tulis memberikan kemanfaatan kepada masyarakat luas ” ungkapnya diakhir paparannya.

    Sementara itu, narasumber lain, Prof. Agus Kristiyanto, M.Pd.,  Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan Sekolah Pascasarjana  menegaskan bahwa memproduksi artikel opini itu tidak sulit.

    Prof. Agus Kristiyanto, M.Pd.,  Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan Sekolah Pascasarjana

    Selanjutnya disampaikan, sebuah tulisan opini yang standar ditulis dalam rentang 650 hingga 900 kata. Judul berbentuk frasa yang “bermagnet” seperti judul dari paparan Bapak Riwi, Menulis dan Impian Merubah Dunia. Narasi  di paragraf awal yang menarik, aktual dan ada sudut pandang konflik yang membutuhkan solusi.

    Isi gagasan berupa pengembangan ide sistematis yang jelas dan sederhana dan arah gagasan memberikan jawaban pertanyaan publik dan memicu pertanyaan produktif baru yang terbarukan. Dan kesimpulan di akhir tulisan harus jelas dan tegas karena biasanya yang melekat di pembaca adalah kata kunci pernyataan di akhir tulisan.

    Ketika ditanya kiat khusus menulis artikel, Prof. Agus menjawab simpel yakni mencoba memulai, memulai dan memulai. Jangan pernah berhenti untuk selalu memulai.  (Humas FEB).