Mengembangkan dan mempertahankan pariwisata lokal saat pandemi menjadi tema khusus yang diangkat dalam Workshop Pengabdian Masyarakat Program Studi Magister Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (MM FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 30 September 2020.
Kegiatan yang digelar secara daring dan luring itu merupakan kerjasama antara MM FEB UNS dengan RG Digital Economy, Marketing, and Consumer Insights serta Unit Pelaksana Teknis Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS.
Retno Tanding Suryandari, Ph.D, Ketua Program Studi MM FEB UNS menjadi moderator dalam kegiatan yang menghadirkan tiga narasumber yakni Suwarmin, Direktur Bisnis Solo Pos, Junaedhi Mulyono, Kepala Desa Ponggok Klaten dan Parjan, pengelola obyek wisata Kalibiru Kulon Progo.
Direktur Bisnis Solo Pos, Suwarmin dalam paparan materinya mengatakan era baru pasca pamdemi harus disambut dengan semangat baru mulai dari sekarang.
“Era pandemi ini memberikan peluang yang sama, baik yang di daerah maupun di pusat untuk menemui market di luar. Pengelola wisata harus aktif mencari peluang itu. Aktif di platform digital dengan memanfaatkan wisata virtual dan merawat jaringan dengan live IG.
“Cari tokoh-tokoh yang memiliki follower yang banyak untuk diwawancarai dan live-kan di instagram, misal Pak Ganjar” tegasnya.

Pengelola harus mampu merawat dan membuat ketertarikan para pengunjung yang pernah datang ke tempat wisata, menyapa dan bersilaturahmi dengan virtual. Selanjutnya pengembangan wisata dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan kantor-kantor pemerintahan yang akan melakukan upgrading kepada timnya dengan melakukan kunjungan virtual atau bisa juga bekerja sama dengan wedding organizer untuk memanfaatkan tempat wisata.
Menjelang akhir paparannya, Junaedhi menyampaikan bahwa pasca pandemi, wisatawan ingin mendapatkan best experience, mendapat pengalaman yang berbeda. Desa wisata yang dikelola dengan 3 s, yakni serenity (ketenangan diri), spirituality (ketenangan batin) dan sustainability (menjaga keberlanjutan alam) akan lebih banyak dicari pengunjung.
Sementara itu, Kepala Desa Ponggok Klaten menjelaskan pengembangan Umbul Ponggok sebagai destinasi wisata yang terkenal secara nasional dan internasional dengan daya tariknya yang unik.
Dimasa pandemi, Umbul Ponggok telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan pengawasan yang ketat. Layanan wisata juga dimodifikasi dengan layanan privat, semi prifat dan wisata virtual untuk pembatasan jumlah pengunjung disertai peningkatan kualitas layanan.
Untuk pembatasan interaksi pelaku wisata dengan pengunjung, pengelola Umbul Ponggok memberlakukan e-ticketing dan paket “all in”. Juga mengembangkan konsep storynomic untuk peningkatan nilai jual produk wisata, job creation dalam semua aspek layanan dan produk wisata.
Sementara itu, narasumber ketiga, Parjan, pengelola wisata Kali Biru Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta memaparkan upaya yang telah ditempuh dalam pengembangan destinasi wisata Kali Biru. (Humas)


The event opened by the Dean of the FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, was attended by more than 150 participants, especially the students of the Doctoral program both from PDIE UNS and other universities. In his opening remarks, Prof. Djoko mentioned that the student of the Doctoral Program must disseminate their research at the scientific forum and publish the result of their dissertation in a reputable journal. “International journal publication is proof that the research by doctoral student contributes and recognized by the academic community,” Prof. Djoko explains.
Meanwhile, the Head of Doctoral in Economics Study Program, Prof. Rahmawati, delivers that this event aims to facilitate the students in the Doctoral program to present their dissertation research proposal or the preliminary result from their dissertation research, to get input and suggestions from discussants and fellow participants. The discussants invited in this colloquium are reputable scholars in economics, management, and accounting and finance from Indonesia and international universities, such as the University of Nottingham, NIDA Thailand, Universiti Tunku Abdul Rahman Malaysia, Universiti Malaysia Sarawak, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, BINUS University, as well as UNS.
To provide perspective to the participants, related to the emerging research topics in economics and business, the colloquium also presents five speakers during the plenary session namely Prof. Bruno Sergi (Harvard University USA), Dr. Renatas Kizys (University of Southampton, UK), Dr. Wan Azman Saini Wan Ngah (Universiti Putra Malaysia), Dr. Inka Yusgiantoro (Otoritas Jasa Keuangan), and Prof. Doddy Setiawan (Universitas Sebelas Maret). (Humas)
dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang, Selasa, 6 Oktober 2020,




















