FEB

Blog

  • Prodi MM Gelar Workshop  Pengabdian Masyarakat

    Prodi MM Gelar Workshop  Pengabdian Masyarakat

    Mengembangkan dan mempertahankan pariwisata lokal saat pandemi menjadi tema khusus yang diangkat dalam Workshop  Pengabdian Masyarakat Program Studi Magister Managemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (MM FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 30 September 2020.

    Kegiatan yang digelar secara daring dan luring itu merupakan kerjasama antara  MM FEB UNS dengan RG Digital Economy, Marketing, and Consumer Insights serta Unit Pelaksana Teknis Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Gunung Bromo UNS.

    Retno Tanding Suryandari, Ph.D, Ketua Program Studi MM FEB UNS menjadi moderator dalam kegiatan yang menghadirkan tiga narasumber yakni Suwarmin, Direktur Bisnis Solo Pos, Junaedhi Mulyono, Kepala Desa Ponggok Klaten dan Parjan, pengelola obyek wisata Kalibiru Kulon Progo.

    Direktur Bisnis Solo Pos, Suwarmin dalam paparan materinya mengatakan era baru pasca pamdemi harus disambut dengan semangat baru mulai dari sekarang.

    “Era pandemi ini memberikan peluang yang sama, baik yang di daerah maupun di pusat untuk menemui market di luar. Pengelola wisata harus aktif mencari peluang itu. Aktif di platform digital dengan memanfaatkan wisata virtual dan merawat jaringan dengan live IG.

    “Cari tokoh-tokoh yang memiliki follower yang banyak untuk diwawancarai dan live-kan di instagram, misal Pak Ganjar” tegasnya.

    Pengelola harus mampu merawat dan membuat ketertarikan para pengunjung yang pernah datang ke tempat wisata, menyapa dan bersilaturahmi dengan virtual. Selanjutnya pengembangan wisata dapat dilakukan melalui kolaborasi dengan kantor-kantor pemerintahan yang akan melakukan upgrading kepada timnya dengan melakukan kunjungan virtual atau bisa juga bekerja sama dengan wedding organizer untuk memanfaatkan tempat wisata.

    Menjelang akhir paparannya, Junaedhi menyampaikan bahwa pasca pandemi, wisatawan ingin mendapatkan best experience, mendapat pengalaman yang berbeda. Desa wisata yang dikelola dengan 3 s, yakni serenity (ketenangan diri), spirituality (ketenangan batin) dan sustainability (menjaga keberlanjutan alam) akan lebih banyak dicari pengunjung.

    Sementara itu, Kepala Desa Ponggok Klaten menjelaskan pengembangan Umbul Ponggok sebagai destinasi wisata yang terkenal secara nasional dan internasional  dengan daya tariknya yang unik.

    Dimasa pandemi, Umbul Ponggok telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan pengawasan yang ketat. Layanan wisata juga dimodifikasi dengan layanan privat, semi prifat dan wisata virtual untuk pembatasan jumlah pengunjung disertai peningkatan kualitas layanan.

    Untuk pembatasan interaksi pelaku wisata dengan pengunjung, pengelola Umbul Ponggok memberlakukan e-ticketing dan paket “all in”. Juga mengembangkan konsep storynomic untuk peningkatan nilai jual produk wisata, job creation dalam semua aspek layanan dan produk wisata.

    Sementara itu, narasumber ketiga, Parjan,  pengelola wisata Kali Biru Kulon Progo Daerah Istimewa Yogyakarta memaparkan upaya yang telah ditempuh dalam pengembangan destinasi wisata Kali Biru. (Humas)

  • PDIE FEB UNS Held The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics

    PDIE FEB UNS Held The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics

    The Doctoral Program in Economics (PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, held the 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics on Tuesday (6/10/2020), virtually through Zoom Cloud Meeting. This event is supported by the Center for Fintech and Banking UNS (UNS Fintech Center).

    The event opened by the Dean of the FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto, was attended by more than 150 participants, especially the students of the Doctoral program both from PDIE UNS and other universities. In his opening remarks, Prof. Djoko mentioned that the student of the Doctoral Program must disseminate their research at the scientific forum and publish the result of their dissertation in a reputable journal. “International journal publication is proof that the research by doctoral student contributes and recognized by the academic community,” Prof. Djoko explains.

    Meanwhile, the Head of Doctoral in Economics Study Program, Prof. Rahmawati, delivers that this event aims to facilitate the students in the Doctoral program to present their dissertation research proposal or the preliminary result from their dissertation research, to get input and suggestions from discussants and fellow participants. The discussants invited in this colloquium are reputable scholars in economics, management, and accounting and finance from Indonesia and international universities, such as the University of Nottingham, NIDA Thailand, Universiti Tunku Abdul Rahman Malaysia, Universiti Malaysia Sarawak, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, BINUS University, as well as UNS.

    To provide perspective to the participants, related to the emerging research topics in economics and business, the colloquium also presents five speakers during the plenary session namely Prof. Bruno Sergi (Harvard University USA), Dr. Renatas Kizys (University of Southampton, UK), Dr. Wan Azman Saini Wan Ngah (Universiti Putra Malaysia), Dr. Inka Yusgiantoro (Otoritas Jasa Keuangan), and Prof. Doddy Setiawan (Universitas Sebelas Maret). (Humas)

  • PDIE FEB UNS Gelar The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics

    PDIE FEB UNS Gelar The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics

    Program Doktor Ilmu Ekonomi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (PDIE FEB UNS) mengadakan The 2nd Doctoral Colloquium on Business and Economics, di dukung oleh Center for Fintech and Banking (PUI PT Fintech and Banking UNS) dan berkolaborasi dengan Universitas  dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Gama Lumajang, Selasa, 6 Oktober 2020,

    Dalam kegiatan yang diikuti lebih dari 150 peserta tersebut, terdapat 80 artikel ilmiah yang dipresentasikan dalam 21 sesi paralel dan terbagi menjadi tiga bidang, Akuntansi dan Keuangan, Manajemen, dan Ekonomi.

    Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat membuka acara berharap kegiatan tersebut dapat memfasilitasi mahasiswa program Doktoral untuk mendiseminasikan artikel penelitian mereka. Hal senada diungkapkan oleh Kepala PDIE FEB UNS, Prof. Rahmawati dalam pidato sambutannya.

    Selama sesi paralel,  akademisi dari berbagai institusi perguruan tinggi baik dari Indonesia maupun Internasional memberikan opini, saran, dan pembahasan yang dapat membantu presenter untuk menyempurnakan artikel ilmiah yang dipresentasikan.

    Akademisi yang hadir sebagai discussant dalam sesi paralel antara lain berasal dari University of Nottingham, NIDA Thailand, Universiti Tunku Abdul Rahman Malaysia, Universiti Malaysia Sarawak, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Universitas Padjadjaran, BINUS University, dan tak ketinggalan UNS.

    Disela sesi paralel terdapat pula sesi plenary yang menampilkan presentasi dari 5 (lima) pembicara dibidang bisnis dan ekonomi antara lain Prof. Bruno Sergi dari Harvard University USA, Prof. Renatas Kizys dari Southshampton School of Business UK, Assoc. Prof. Dr. Wan Azwan dari Universiti Putra Malaysia, Dr. Inka Yusgiantoro dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Prof. Doddy Setiawan dari UNS.

    Di akhir acara terdapat penyerahan anugerah Best Paper Award dan Best Rising Star in Banking kepada lima presenter dengan artikel terbaik.

    Dari kelima artikel terbaik tersebut, dua diantaranya adalah dari UNS, yakni  artikel berjudul  Google Trends and Depositor’s Behavior dengan penulis Nugroho Saputro dkk sebagai Best Paper 2, serta artikel berjudul Critism on Triple Bottom Line The Perspective of Green Swans  dengan penulis Elvia Ivada sebagai Best Paper 4. (Humas)

  • Dekan FEB UNS Bahas Kesiapan Perguruan Tinggi Dalam Menyongsong Merdeka Belajar Kampus Merdeka   

    Dekan FEB UNS Bahas Kesiapan Perguruan Tinggi Dalam Menyongsong Merdeka Belajar Kampus Merdeka  

    Kebijakan Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka yang tertuang dalam Permendikbud no 3 tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi  memberikan jawaban atas tuntutan link and match dengan industri, dunia kerja, penelitian dan kebutuhan desa serta dengan kabupaten, provinsi, negara dan dunia.

    Kampus Merdeka memberikan otonomi kepada lembaga pendidikan. Kemerdekaan dari birokrasi yang berbelit sehingga dosen bisa lebih fokus meningkatkan kualitas para mahasiswa.

    Mahasiswa juga diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai sehingga diharapkan bisa belajar di lingkungan desa, masyarakat, tempat kerja dan lingkungan industri.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, (M.Com), Hons Ph.D, Ak, CA., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) pada  Virtual International Conference yang diselenggarakan oleh Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia Aceh, Selasa, 29 September 2020.

    Bersama dengan  lebih dari 20 pembicara lain dari dalam dan luar negeri, di kegiatan yang bertemakan Higher Education Readiness Towards Independent Learning Policies, Prof. Djoko memaparkan tentang kesiapan Perguruan Tinggi dalam menyongsong Medeka Belajar Kampus Merdeka dengan mencontohkan beberapa hal yang sudah dilakukan oleh FEB UNS .

    Selanjutnya disampaikan, Kampus Merdeka bertujuan untuk menciptakan generasi unggul dengan kreatifitas, ide, inovasi dan siap belajar kapanpun dan dalam kondisi apapun.

    “Gagasan Mendikbud yang sangat perlu kita respon dengan cepat adalah formula pembelajaran “lima tiga”. Mahasiswa mengikuti proses pembelajaran di kampus selama 5 semester dan mahasiswa memiliki hak di 3 semester berikutnya untuk melakukan pembelajaran di luar kampusnya, di prodi lain, di fakultas lain, di universitas lain, di daerah-daerah ataupun di industri” terangnya.

    Implementasi belajar 3 semester di luar yakni melalui pertukaran pelajar, magang atau praktik kerja, asistensi mengajar di satuan pendidikan, penelitian, proyek kemanusiaan, kegiatan wirausaha,  studi atau proyek independen serta membangun desa atau kuliah kerja nyata tematik.

    Prof. Djoko yang saat ini menjabat sebagai Ketua Divisi Akreditasi Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Pendidik (IAI-KAPd) juga menegaskan meskipun sudah ada panduan Kampus Merdeka dari Kemendikbud tapi lembaga pendidikan harus membuat panduan yang lebih spesifik. Panduan yang lebih khusus dan menyesuaikan dengan kondisi perguruan tinggi.

    Dikatakannya, program Studi (prodi) di sebuah perguruan tinggi harus memiliki kesiapan menyongsong Kampus Merdeka, diantaranya dituntut untuk memiliki keunikan dan keunggulan yang berbeda dari prodi yang sama di perguruan tinggi lain, mengevaluasi kurikulum,  menjalin kerjasama dengan industri, asosiasi, BUMN, Desa dan juga kesiapan dari sarana prasarana.

    FEB UNS sudah menjalankannya aktifitas merdeka belajar, diantaranya, di semester ini untuk ketiga program studi, Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan FEB UNS sudah bekerja sama dan melakukan pertukaran pelajar dengan FEB Universitas Brawijaya. Karena masih dalam satu klaster,  secara administrasi lebih mudah.

    FEB UNS  sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan, misalnya Sritex dan juga dengan Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI) yang siap menerima mahasiswa magang. Selain itu FEB UNS juga sudah memiliki desa binaan.  (Humas)

  • Perlu Sinergitas Internal dan Eksternal Auditor di Masa Pandemi Covid-19

    Perlu Sinergitas Internal dan Eksternal Auditor di Masa Pandemi Covid-19

    Dalam kondisi normal, selama 5 tahun ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangani tindak pidana korupsi sejumlah 1152 pelaku. Belum lagi yang ditangani aparat hukum yang lainnya. Dari sejumlah itu, yang paling banyak adalah jenis penyuapan.

    Di masa darurat penanganan pandemi Covid-19, pemerintah banyak menggelontorkan bantuan kepada masyarakat. Kelonggaran ini menjadikan peluang tindak korupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab akan semakin tinggi.

    Pernyataan itu disampaikan Dhoni Widianto, S.Sos., M.si., C.FrA, Inspektur Pembantu Khusus, Inspektorat Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada Webinar yang diselenggarakan oleh Program Studi Magister Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret,  Sabtu 26 September 2020.

    Selanjutnya dikatakan, Provinsi Jateng sudah menganggarkan sebanyak Rp 2,126 Triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Anggaran itu  dialokasikan dalam empat uraian kegiatan yakni penanganan dampak kesehatan, penanganan dampak ekonomi, bantuan keuangan pembangunan desa dan penyediaan  jaring pengaman sosial.

    Dhoni Widianto, S.Sos., M.si., C.FrA, Inspektur Pembantu Khusus, Inspektorat Provinsi Jateng

    “Itu adalah angka yang sangat besar dan akan menjadi celah oknum untuk melakukan aksi korupsi. Menurut Bareskrim, beberapa area yang sangat berisiko terjadi penyimpangan, penyelewengan, dan  fraud diantaranya pada pengadaan barang dan jasa, penyerapan anggaran, distribusi bantuan serta kebijakan pemberian insentif” jelasnya.

    Inspektorat Jateng telah melakukan pengawalan dalam penanganan Covid-19 yakni dengan melakukan reviu usulan SKPD sehingga dapat diyakini bahwa rencana belanja tersebut benar-benar untuk penanganan Covid. Juga melakukan validasi data calon penerima manfaat jaring pengaman sosial bekerjasama dengan dinas sosial.

    Dhoni juga menyampaikan arahan Presiden Joko Widodo mempersilahkan penegak hukum di masa pandemi ini untuk menindak tegas pejabat dan aparat pemerintah yang melakukan tindak pidana korupsi dan mengedepankan aspek pencegahan. Dan juga menjaga sinergi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah  (APIP) dengan lembaga pemeriksa keuangan.

    Narasumber kedua dalam Webinar bertemakan Sinergi Auditor Internal dan Auditor Eksternal dalam Mewujudkan Good Government pada Masa Pandemi Covid-19 adalah Mohamad Iqbal Arruzi,Ph.D, Auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

    Mohamad Iqbal Arruzi,Ph.D Auditor BPK RI

    Disampaikannya,  di masa pandemi, BPK telah melakukan strategi pemeriksaan yang dilakukan dengan menetapkan alur distribusi kebijakan audit dan kebijakan informasi, penguatan infrastruktur TI untuk auditor, pengaplikasian kertas kerja elektronik, platform internal untuk berbagi file atau file sharing elektronik serta perubahan pada manajemen tim audit.

    BPK juga telah menerapkan Remote Audit sebagai solusi, yakni metode audit yang memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, dengan analisa data untuk menilai keakuratan data keuangan dan kontrol internal, mengumpulkan bukti elektronik dan berinteraksi dengan klien.

    Keunggulan remote audit mengurangi  biaya perjalanan, meningkatkan ketersediaan kelompok auditor, memperluas cakupan audit, peningkatan hasil reviu dokumen, peningkatan penggunaan teknologi yang ada dapat memperkuat dokumentasi dan pelaporan, beban audit terhadap fasilitas operasional dapat dimitigasi.

    Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., C.A, Kaprodi Magister Akuntansi FEB UGM

    Sementara itu, Prof. Dr. Abdul Halim, M.B.A., Ak., C.A, Kepala Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM menegaskan kembali bahwa adanya pandemi telah membawa pengaruh yang besar pada berbagai kehidupan termasuk aspek negara dalam mengelola keuangan negara hingga ke pengauditan pengelolaan. Perlu sinergitas antara internal dan eksternal auditor dalam kondisi pandemi. (Humas)

  • Tiga Narasumber Beri Tips Publikasi Artikel

    Tiga Narasumber Beri Tips Publikasi Artikel

    Beberapa alasan mengapa akademisi perlu melakukan publikasi, diantaranya adalah untuk memenuhi Key Performance Indikator (KPI) dari universitas atau fakultas, karena kegiatan tersebut merupakan kewajiban dari seorang akademisi untuk berkontribusi ke pengembangan bidang studinya. Selain itu, publikasi juga menjadi syarat dalam peningkatan karir.

    Hal itu disampaikan Prof. Dr. Mariani Abdul Majid dari Universiti Kebangsaan Malaysia, mengawali presentasinya  pada World Class Professor (WCP) Workshop yang diselenggarakan oleh Center for Fintech dan Banking (PUI PT Fintech dan Banking), Universitas Sebelas Maret (UNS), Jum’at 25/9/2020.

    Prof. Dr. Mariani Abdul Majid, Universiti Kebangsaan Malaysia

    Selanjutnya, Dr. Mariani menjelaskan langkah-langkah dalam menyiapkan manuskrip artikel ilmiah untuk di kirim ke peer-review journal atau jurnal yang review artikelnya dilakukan oleh pihak yang independen serta identifikasi langkah-langkah penting dalam proses publikasi jurnal.

    Penulis sering melakukan  kesalahan-kesalahan ketika mengirimkan naskahnya ke sebuah jurnal, yang kemudian berujung pada rejection atau penolakan.

    “Kebanyakan mahasiswa melakukan review literatur tanpa adanya keterkaitan antara literatur yang di-review dengan research question dalam penelitiannya,” ungkapnya.

    Menyambung materi yang telah dipaparkan oleh Dr. Mariani, Prof. Doddy Setiawan, akademisi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS menjelaskan tentang teknik dalam memilih jurnal yang sesuai untuk publikasi artikel ilmiah.

    Prof. Doddy Setiawan dari FEB UNS saat presentasi

    Prof. Doddy menyarankan agar para peneliti, baik itu mahasiswa program doktor ataupun dosen agar menghindari jurnal yang bermasalah dan mempersiapkan artikelnya sesuai dengan jurnal yang akan dituju.

    “Sebaiknya peneliti harus sudah memperkirakan tujuan jurnal publikasi ketika memulai penelitian. Hal ini juga berlaku pada mahasiswa program doktoral,” tegasnya.

    Dalam menentukan outlet publikasi terdapat beberapa poin penting yang perlu diperhatikan antara lain tujuan dan cakupan dari jurnal yang dituju untuk menghindari desk rejection,  tipe artikel yang hendak dipublikasi, mengikuti panduan penulis yang disyaratkan oleh jurnal yang dituju, dan yang terakhir adalah indeks jurnal (jurnal nasional terindeks Sinta, jurnal internasional, terindeks Scopus, SSCI-Web of Science, ESCI).

    Prof. Doddy secara khusus di penutup materinya menyatakan bahwa proses publikasi bukanlah seperti lari sprint melainkan seperti marathon, sehingga penulis perlu menjaga semangatnya dalam menulis, karena sangat kecil kemungkinan artikel kita akan dapat langsung diterima pada proses submit pertama kali. Pasti ada proses revisi berkali-kali.

    Sementara itu, narasumber lain, Prof. Law Siong Hook dari Universiti Putra Malaysia mengungkapkan bahwa  ada banyak workshop yang mengajarkan tentang bagaimana publikasi di jurnal internasional tapi tidak banyak yang mengungkap atau mengajarkan bagaimana caranya merespon report dari reviewer yang diterima selama proses publikasi jurnal.

    Prof. Law Siong Hook dari Universiti Putra Malaysia

    Dikatakannya,  respon terhadap reviewer report sangatlah penting karena hal ini mempengaruhi keputusan publikasi. Prof. Law juga memberi contoh langsung bagaimana merespon email review dari reviewer jurnal, beserta tips yang harus dilakukan ataupun dihindari ketika mengirimkan respon/jawaban kepada reviewer dan editor jurnal. (Aulia/Humas)

     

  • RG FEB UNS Bantu Kembangkan Kampung Wayang Kepuhsari

    RG FEB UNS Bantu Kembangkan Kampung Wayang Kepuhsari

    Kampung Wayang Kepuhsari yang berada di Kecamatan Manyaran Wonogiri bekerja sama dengan Tim Riset Group (RG) Applied Microeconomics Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) terus berinovasi di tengah Pandemi COVID-19.

    Berbagai upaya dilakukan tim dan masyarakat untuk memperbaiki situasi Kampung Wayang Manyaran sebagai desa wisata.

    Tim RG yang terdiri atas  Prof. Dr. Yunastiti Purwaningsih, M.P,  Tri Mulyaningsih,S.E., M.Si., Ph.D, Mulyadi, SE, M.Ec. Dev, dan Lely Ratwianingsih, S.E., M.Sc., bersama dengan aparat desa dan pengrajin setempat merumuskan beberapa atribut yang dibutuhkan agar Kepuhsari menjadi destinasi wisata yang senyatanya. Gagasan tersebut tercetus sebagai hasil Focus Group Discussion (FGD) yang digelar  bulan Agustus lalu.

    Beberapa atribut untuk lebih mempopulerkan Kepuhsari sebagai tempat wisata diantaranya papan penunjuk arah, papan nama homestay, dan media informasi desa.  Selain itu, sosialisasi nama jalan ke desa-desa sebelah dengan menggunakan selebaran. Adapun pelaksanaan pemasangan atribut identitas desa wisata dilakukan pada Kamis,  24 September 2020.

    Atribut ini dimaksudkan untuk bisa membedakan antara Kepuhsari sebagai desa wisata dengan desa lain yang bukan desa wisata.

    “Dengan pemasangan atribut ini, diharapkan keberadaan desa wisata lebih dapat dikenal oleh khalayak. Selain itu, calon pengunjung bisa lebih mudah menjangkau Kampung wayang ini dengan berbagai penunjuk arah yang sudah dibuat. Akhirnya, hasil dari kegiatan bersama ini, kini Kepuhsari tidak lagi sebagai sebuah desa wisata tanpa tanda-tanda” jelas Mulyadi kepada media FEB.

    Lebih lanjut dikatakan, selama ini masyarakat luar tidak cukup informasi persis mengenai letak geografis kampung wisata ini. Dari akses lalu lintas jalan raya Wonogiri hingga Pracimantoro tidak cukup jelas penunjuk arah ke Kepuhsari.

    Pendampingan Tim RG kepada Masyarakat Kampung Wayang ini bukan kali pertama. Sebelumnya Tim telah memberikan dukungan untuk mengembangkan sumber daya yang dimiliki oleh desa tersebut, yakni dengan melakukan pelatihan e-branding produk wayang. (Humas)

    Berita ini juga tayang di:

    https://kisuta.com/cerdik/rg-feb-uns-bantu-kembangkan-kampung-wayang-kepuhsari-sebagai-desa-wisata

  • Pengamat Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi Masih Berada dalam Teritori yang Positif

    Pengamat Ekonomi: Pertumbuhan Ekonomi Masih Berada dalam Teritori yang Positif

    Krisis ekonomi yang terjadi di masa pandemi Covid-19 menggambarkan alarm tentang bagaimana beberapa indikator ekonomi ada yang buruk. Namun hal itu harus dilihat dengan kacamata yang lebih jernih. Meskipun angka-angka absolutnya menunjukkan pelemahan, namun tidak semua sektor melemah. Pertumbuhan ekonomi masih berada dalam terori yang cukup positif.

    Krisis ekonomi paling banyak dirasakan di Kota Jakarta, selain sebagai episentrum kejangkitannya yang besar juga di sebagian aktifitas perekonomian memaksa harus berhenti. Dampak pandemi Covid-19 terhadap masyarakat sangat terlihat dari terbatasnya aktifitas, tingkat pendapatan menurun, beberapa bahkan ada yang dirumahkan. Namun hal ini telah diantisipasi pemerintah lewat dengan bantuan-bantuan yang telah digulirkan kepada masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan Hery Sulistio Sriwiyanto, SE, MSE, Pengamat Ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) saat Bincang Pagi di RRI Surakarta, Kamis, 17 September 2020.
    Selanjutnya disampaikan, pada masa terjadinya dua krisis, yakni kesehatan dan perekonomian, maka yang harus dilakukan adalah menyeimbangkan keduanya.

    “Yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengatasinya disaat harus berjalan seiring dengan penyakit. Jika di sektor kesehatan, angka kejangkitan dan fatalitasnya tinggi maka saat itu rem harus diinjak” katanya.

    Untuk membantu kestabilan perekonomian, Hery berharap masyarakat tetap melakukan kegiatan konsumsi dengan wajar meskipun dengan cara online. Jangan sampai berhenti berkonsumsi yang menyebabkan produsen maupun UMKM tidak ada pembelinya. Konsumsi tetap berjalan meskipun ada pergeseran, lebih banyak konsumsi kuota dan fasilitas komunikasi lain dari pada sandang.

    Pemerintah telah mengantisipasi krisis ekonomi yang terjadi dengan jaring pengaman sosial yang saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya. Masyarakat yang tidak mampu memenuhi kebutuhannya karena berkurang atau hilangnya pendapatan bisa terbantu dengan jaring pengaman tersebut.

    Demikian juga bagi pengusaha yang cukup berat menghadapi masa pandemi ini agar mampu memanfaatkan program-program stimulus dan skema-skema yang diberikan pemerintah agar tetap berpendapatan. (Humas)

  • Sejumlah Mahasiswa Ikuti Pelatihan Analisis Data Panel dengan Stata

    Sejumlah Mahasiswa Ikuti Pelatihan Analisis Data Panel dengan Stata

    Salah satu permasalahan yang sering dialami mahasiswa adalah sulitnya memahami dan mengaplikasikan teknik/ metode analisis data yang digunakan di artikel jurnal bereputasi terindeks Scopus atau Web of Science yang mereka jadikan rujukan. Terkhusus penelitian di bidang keuangan dan perbankan, data yang sering digunakan adalah data yang berbentuk panel yaitu ada variasi individu (cross-section) dan variasi waktu (time series).

    Untuk membekali mahasiswa agar familiar dengan olah data panel, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc,.Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) memberikan Pelatihan Analisis Data Panel dengan Stata yang digelar secara daring,  Senin 14 September 2020.

    Beberapa materi yang disampaikan dalam pelatihan itu meliputi materi Fixed Effects Regression, Random Effects Regression, Hausman Test dan Classical Assumption for Panel Data.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc,.Ph.D

    Dalam presentasinya, Dosen yang lebih akrab disapa dengan nama Andi menyampaikan bahwa Stata adalah alat analisis yang menjadi trend dalam riset keuangan.  Banyak keunggulan dan keutamaan dari alat analisis ini. Meskipun demikian, alat ini bukanlah satu-satunya alat yang bisa digunakan. Mahasiswa dapat menggunakan alat analisis lain seperti  SPSS atau Eviews.

    “Mahasiswa  tidak diharuskan untuk menguasai semua alat analisis.  Salah satu sudah cukup untuk dipilih, baik Stata, SPSS atau Eviews dan yang terpenting adalah ketika mengerjakan skripsi mampu menganalisis data sesuai dengan tujuan yang diinginkan’ jelasnya kepada  peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa S-1 dari berbagai jurusan.

    Usai paparan materi dan menjelaskan detil tentang data panel dan alat analisis Stata, dilanjutkan dengan tutorial dan peserta mengikuti dengan seksama.

    Dr. Atmaji, MM

    Kegiatan pelatihan dibuka oleh Dr. Atmaji, MM, Ketua Program Studi Manajemen FEB UNS. Dalam sambutannya, Kaprodi menyampaikan bahwa mahasiswa sebagai seorang ilmuwan wajib melakukan aktifitas penelitian. Stata sebagai salah satu alat analisis dalam penelitian banyak digunakan para peneliti. Diharapkan peserta dapat mengikuti pelatihan hingga usai dan  mengambil manfaat dari pelatihan yang diperolehnya. (Humas)