FEB

Blog

  • Study Program Needs to Work Hard Preparing the BAN-PT Accreditation with 9 Criteria

    Study Program Needs to Work Hard Preparing the BAN-PT Accreditation with 9 Criteria

    The National Accreditation Board for Higher Study (BAN-PT) recently updated the requirements for the Accreditation Instrument for Study Program (IAPS) 4.0. The current standard focused more on the output and outcome of the teaching and learning activities. The quality assessment is more focused on the process, output, and outcome, while the previous instrument focused more on input. This will make a Study Program do harder work in order to prepare the accreditation using Criteria 9. The Criteria 9 covers: vision, mission, goals, and objective; human resource; finance and infrastructure; education; research; community service; output and the achievement of the Tri Dharma of Higher Education.

    This was mentioned by Prof. Tulus Haryono, M.Ek., during a technical meeting with the Universitas Mataram (UNRAM) on Friday, December 27, 2019. The meeting was attended by approximately 20 staff of the Faculty of Economics and Business, Universitas Mataram (FEB UNRAM) who hold leadership role.

    Further, Prof. Tulus explained that there are two reports that should be submitted to the BAN-PT namely the Study Program Performance Report, which covers quantitative data, and Self Evaluation Report for Study Program that mainly covers qualitative information. The submission to the BAN-PT should be made at least 6 (six) months before the previous accreditation certificate is expired. Therefore, the preparation of the reports should take one year prior to the submission to BAN-PT, the Study Programs should get prepared because the preparation of the Accreditation Reports needs a high accuracy.

    “The Reports is prepared by the Head of Study Program assisted by an accreditation team. The Head of Study Program should be directly involved in the preparation of the Report and should completely understand its content, because they will get interviewed during the assessment, while the team member will provide assistance where needed,” Prof. Tulus explained. Further he also mentions that the Report should strictly follow the format provided by the BAN-PT. “No matter what the template is, we have to follow the format provided by the BAN-PT,” said the Professor who had served as BAN-PT assessor for more than 16 years.

    In term of collaboration report, the Study Programs need to report their collaboration with the industries, institutions, or other universities both with national and international universities. However, the collaborations that can be included in the report are not the ‘dormant’ collaboration, which mean only active collaboration can be included. For lecturer profile, the assessor will assess whether the lecturers are capable and possess the competency to teach on certain course, this apply for both permanent and non-permanent lecturer. The assessor will also consider the lecturer last education.

    “If all lecturers are assigned to course that are in line with their competency and skill, the program will earn 4 points. Based on the regulation from the BAN-PT if there are more than 7 lecturers who are assigned to a course that is not in line with their competency, then the program will be given 3 points,” he said.

    For the sake of accreditation process, Prof. Tulus reminds that a program should focus on hiring permanent lecturers and limit the number of non-permanent lecturer. In his presentation, Prof. Tulus explains all the important point related with accreditation using 9 criteria and followed with discussion with the participants.

  • FEB UNS Establish a Collaboration with FEB UNRAM

    FEB UNS Establish a Collaboration with FEB UNRAM

    FEB UNS tandatangani kerjasama dengan FEB UNRAMThe Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) establish a collaboration with the Faculty of Economics and Business, Universitas Mataram (FEB UNRAM). This collaboration was marked with the signing of the Memorandum of Understanding (MoU) on Thursday, December 26th, 2019, in UNS Inn Solo. The MoU was signed by the FEB UNS Vice Dean of Academic Affairs, Dr. Izza Mafruhah, who was representing the Dean of FEB UNS, and the Dean of FEB UNRAM, Dr. Musaidy Yasin, MS, witnessed by the staff of both institutions.

    The collaboration between FEB UNS and FEB UNRAM will covers various activities in the coaching of education and teaching (visiting professor and speaker), research coaching (assistance and research workshops and joint research), and publication of joint research article in international journals. Following the introduction of FEB UNS faculty members and the presentation of FEB UNS profile, Dr. Izza, in her opening remarks mentioned that this collaboration aims to accelerate the improvement of education quality, research, and publication of joint research articles in international journal, especially to improve Faculty’s member competency to be able to compete at national and international level.

    In term of postgraduate education, the Doctoral Program in Economics of FEB UNS (PDIE) is welcoming the FEB UNRAM Faculty members who wish to take further study. A collaboration in research, community service is also possible. Further, Dr. Izza mentions that education as the main focus of a university is expected to deliver a high-quality education, which proved through accreditation, this cannot be separated from budgeting in an institution.

    FEB UNS lecturer, Santoso Tri Hananto

    “With a healthy budgeting, the education quality in a university will be improved,” she explains.

    After the MoU signing, a technical assistance was conducted with two speakers from FEB UNS, Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc.,Ak., who discuss about budgeting planning, and Dr. Djuminah, M.Si., Ak., presenting a material on budgeting. This technical assistance was attended by 20 Faculty staff of FEB UNRAM. Another session of this technical assistance will be conducted on December 27, 2019 with the main speaker Prof. Tulus Haryono, discussing about Accreditation with 9 Criteria.

  • Wujudkan Sinergi Positif , FEB Gelar Sarasehan Akhir Tahun

    Wujudkan Sinergi Positif , FEB Gelar Sarasehan Akhir Tahun

    Pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), menyelenggarakan sarasehan akhir tahun secara sederhana yang diikuti oleh Dekanat dan seluruh tenaga kependidikan (tendik) FEB, Jumat 27 Desember 2019.

    Sarasehan yang digelar di Ruang Sidang 2 Gedung 1 FEB bertujuan untuk mewujudkan sinergi positif yang terbangun diantara jajaran pimpinan dan tendik di lingkungan FEB UNS.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Dr. Mugi Harsono, M.Si. mengawali paparan di kegiatan itu dengan materi muhasabah, instropeksi atau koreksi terhadap diri sendiri atas segala perbuatan, ucapan, bahkan pikiran yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Aspek yang perlu dimuhasabahi adalah hubungan kita dengan Alloh, ibadah harus sesuai dengan aturan yang telah diajarkan oleh Alloh dan Nabi. Semua yang kita lakukan harus dikembalikan kepada agama, demikian halnya dalam bekerja.

    Aspek lain yang perlu muhasabah yakni pekerjaan dan perolehan rizki. Keberhasilan bisa menjadi efek yang menggelinding. Jika cara kerja kita bagus urusan kita akan lebih mudah. Mendapat rizki yang baik dan halal itu penting.

    Selanjutnya, aspek kehidupan sosial, bagaimana akhlak kepada sesama manusia, cara melakukan interaksi.

    Dr. Mugi juga memberikan beberapa tips bermuhasabah diantaranya mencari perbandingan dengan orang lain yang kita pandang baik kehidupannya, memikirkan kelemahan yang ada pada diri serta
    menanamkan pada diri bahwa kita diawasi Alloh.

    Sementara itu, Dr. Djuminah, M.Si., Ak, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan berharap FEB merupakan sebuah ekosistem yang memiliki kebermanfaatan, kenyamanan bagi semua pihak yang berkepentingan internal maupun eksternal.

    Kita harus punya rasa memiliki ditempat bekerja agar muncul rasa tanggung jawab sehingga kinerja kita menjadi lebih baik.

    Selanjutnya diinformasikan, di tahun 2020, eselon 3 dan 4 akan dihapuskan.
    Para KTU dan Kasubbag se UNS posisinya ada tapi fungsi atau jabatanya berubah menjadi jabatan fungsional.

    Di awal tahun 2020 nanti juga ada beberapa tendik mengalami mutasi ke luar FEB ataupun bergeser ke subbag lain di FEB.

    Pergantian atau perubahan dalam lingkungan bekerja bukan sesuatu yang baru, dimana saja, hal yang wajar.

    Di bagian akhir paparan sarasehan, Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si. menyampaikan kepada tendik bahwa bekerja yang kita lakukan itu adalah bekerjasama bukan berkerja bersama-sama.

    Kedua istilah tersebut berarti beda. Bekerja bersama,  kita bekerja secara bersama. Sedangkan bekerjasama ada simpul, ada ikatan yang saling terkait.

    Pekerjaan yang dilakukan di bidang akademik bisa dilanjutkan oleh layanan kuliah, setelah itu dari pelayanan kuliah bisa diteruskan oleh layanan kemahasiswaan dan seterusnya.

    Tidak ada yang lebih penting dari yang lain karena masing-masing menjadi simpul-simpul yang terkait. Jika salah satu simpul
    lepas, bukan hanya simpul itu sendiri yang lepas tapi semua jalinan akan lepas. Semua unsur dalam sebuah organisasi, khususnya di FEB UNS, sama pentingnya.

  • Siapkan Akreditasi Kriteria 9, Prodi Harus Kerja Keras

    Siapkan Akreditasi Kriteria 9, Prodi Harus Kerja Keras

     

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengembangkan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS)  4.0 yang  berorientasi pada output dan outcome. Pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome, sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input.

    Program studi (Prodi) harus bekerja keras mempersiapkan diri untuk akreditasi dengan Kriteria 9 yang jauh  berbeda dengan sebelumnya dengan menggunakan standar 7.

    Kriteria 9 tersebut meliputi visi, misi, tujuan dan sasaran;  tata pamong, tata kelola dan kerjasama; mahasiswa; sumber daya manusia; keuangan, sarana, dan prasarana; pendidikan; penelitian;  pengabdian kepada masyarakat; luaran dan capaian tridharma.

    Hal  itu disampaikan Prof. Tulus Haryono,M.Ek. saat menjadi narasumber di bimbingan teknis akreditasi yang diikuti oleh sebanyak 20 orang pimpinan dari Universitas Mataram, Jumat, 27 Desember 2019 di UNS Inn, Solo.

    Lebih lanjut Prof. Tulus menjelaskan,  ada dua jenis laporan yang dikirim ke BAN PT yakni  laporan kinerja prodi, yang lebih banyak data kuantitatif dan laporan penyusunan evaluasi diri prodi, lebih banyak kualitatifnya.

    Enam bulan sebelum masa akreditasi habis, prodi harus sudah mengajukan ke BAN PT. Untuk itu, paling tidak satu tahun sebelumnya, prodi harus sudah mempersiapkan diri karena pengerjaan borang sangat butuh ketelitian.

    “Penyusunan borang dilakukan oleh  kepala program studi (kaprodi) dan dibantu oleh tim. Kaprodi harus terlibat langsung dan  sangat paham isi borang dan proses penyusunannya karena yang utama diwawancarai adalah kaprodi, sementara lainnya adalah membantu” tegas dosen yang pernah menjadi kaprodi program doktor di FEB UNS dan  sudah 16 tahun berjalan menjadi Asesor BAN PT

    Prof. Tulus juga menegaskan agar dalam penyusunan borang harus mengikuti template yang   sudah ditentukan oleh BAN PT.

    “Apapun templatenya harus kita ikuti, jangan pernah sekalipun mengubah format yang sudah disediakan oleh BAN PT” katanya.

    Dalam hal pelaporan kerjasama, prodi harus melaporkan  kerjasama dengan industri, instansi ataupun perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.  Namun yang perlu diingat adalah, kerjasama tersebut bukanlah kerjasama yang “tidur’ namun yang masih ada aktifitasnya .

    Untuk profil dosen, asesor akan menilai apakah dosen mengampu sesuai dengan keahlian atau tidak,  termasuk dosen tidak tetap. Yang dilihat adalah pendidikan terakhir.

    “Jika semua dosen mengampu sesuai dengan keahlian,  nilainya 4. Peraturan dari BAN PT, jika terdapat lebih dari 7 dosen yang mengampu tidak sesuai dengan keahliannya, maka nilainya 3”  katanya

    Untuk kepentingan akreditasi, Prof Tulus mengingatkan untuk memperbanyak dosen tetap karena sebagai  tulang punggung prodi, sebaliknya perlu membatasi dosen tidak tetap.

    Dalam presentasinya, Prof. Tulus memaparkan poin-poin penting  terkait akreditasi kriteria 9, dilanjutkan dengan sesi diskusi.

  • Tandatangani MOU, FEB UNS Jalin Kerjasama dengan FEB UNRAM

    Tandatangani MOU, FEB UNS Jalin Kerjasama dengan FEB UNRAM

     

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menjalin kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram (FEB UNRAM).

    Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Kamis,  26 Desember 2019 di UNS Inn Solo.

    Penandatanganan dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si mewakili Dekan FEB UNS dengan Dekan FEB UNRAM, Dr. Musaidy Yasin, MS dan disaksikan oleh pimpinan dari kedua belah pihak.

    Kerjasama yang dilaksanakan UNS dan UNRAM dalam hal pembinaan pendidikan dan pengajaran (narasumber dan visiting professor), penelitian (coaching/ pendamping dan workshop penelitian serta penelitian bersama) dan publikasi hasil penelitian bersama pada jurnal internasional.

    Usai memperkenalkan jajaran pimpinan dan menyampaikan profil FEB UNS , Dr. Izza dalam sambutannya mewakili Dekan FEB UNS mengatakan bahwa kerjasama ini dilaksanakan bertujuan untuk mempercepat mutu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian serta meningkatkan kemampuan dosen FEB UNS dan FEB UNRAM agar mampu bersaing ditingkat internasional.

    Dibidang pendidikan, Program Doktor Ilmu Ekonomi UNS terbuka bagi para dosen UNRAM yang ingin menempuh studi lanjut.

    Demikian juga kerjasama dibidang penelitian dan pengabdian dan publikasi sangat memungkinkan untuk dilakukan.

    Lebih lanjut dikatakan Dr. Izza, pendidikan sebagai nafas perguruan tinggi diharapkan menghasilkan pendidikan yang berkualitas dan ditunjukkan dengan akreditasi, dan penganggaran adalah darahnya.

    “Dengan penganggaran yang sehat maka pendidikan di sebuah perguruan tinggipun akan maju” jelasnya.

    Usai penandatanganan MOU, dilaksanakan pembimbingan teknis dengan narasumber dari FEB UNS, Drs. Santoso Tri Hananto, M.Acc.,Ak. dan Dr. Djuminah, M.Si., Ak. dan diikuti oleh 20 orang  pimpinan FEB UNRAM.

    Di Bimtek tersebut, Drs. Santoso, M.Si memaparkan tentang Perencanaan Penganggaran, sedangkan Dr. Djuminah menyampaikan tentang Penganggaran.

    Bimbingan akan dilanjutkan Jumat, 27 Desember 2019 dengan narasumber Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek. dengan materi Akreditasi dengan Kriteria 9.

  • BEM FEB Undang Pimpinan di Bincang-Bincang Fakultas

    BEM FEB Undang Pimpinan di Bincang-Bincang Fakultas

    Bersinergi Kawal Aspirasi merupakan tema yang diangkat oleh Kementerian Riset Data, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di audiensi yang dikemas dalam Bincang-Bincang Fakultas, Kamis 19 Desember 2019  di Ruang Sidang II FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dekanat, Pimpinan Administrasi, Unit dan Organisasi Kemahasiswaan FEB merupakan sarana untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa FEB kepada pimpinan fakultas.

    Sebelum mengadakan audiensi, BEM telah melakukan survei kepuasan pelayanan terhadap empat aspek yaitu akademik, sarana dan prasarana, kemahasiswaan dan keuangan.

    Survei telah dilaksanakan pada tanggal 21 November hingga 10 Desember 2019 secara online dengan jumlah responden sebanyak 231 mahasiswa FEB UNS dari seluruh angkatan dan program studi dengan metode stratified random sampling.

    Di aspek akademik, kuesioner meliputi pelayanan akademik, kinerja dosen, pelaksanaan ujian; aspek sarana dan prasarana meliputi indoor area, outdoor area dan sarana umum; aspek kemahasiswaan mencakup pelayanan mahasiswa,  dispensasi UKT, beasiswa, UKM dan lomba; sedangkan pada  aspek keuangan meliputi prosedur pencairan dana dan kejelasan SOP .

    Melalui survei ini,  diharapkan dapat menjadi acuan data persepsi mahasiswa dan dijadikan pertimbangan  atau bahkan pedoman pimpinan dalam perbaikan kualitas pelayanan di lingkungan FEB UNS.

    Dalam setiap hasil survei pada keempat aspek tersebut, diuraikan  hal-hal yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan serta  saran yang ditawarkan.

    Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS dalam sambutannya mengapresiasi audiensi ini, sarana mengevaluasi  kinerja dosen, tendik maupun pimpinan fakultas dalam mengelola fakultas dari kacamata mahasiswa.

    “Ada banyak kacamata yang menilai kinerja kita. Rektorat juga menilai fakultas, terlebih dalam hal prestasi mahasiswa. Ada beberapa prestasi yang belum optimal, utamanya adalah di Program Kreatifitas Mahasiswa (PKM). Dan ini menjadi tanggung jawab kita bersama” kata Dr. Izza tegas.

    Lebih lanjut disampaikan,  di tahun depan, pimpinan secara bersama-sama,   bersinergi mengawal prestasi mahasiswa agar  lebih maju. Selain memacu prestasi PKM, juga dengan program internasionalisasi.

    Di anggaran  tahun 2020,  pimpinan akan berikan dana kepada mahasiswa untuk student outbound dan sifatnya kompetitif. Kami akan mengirimkan beberapa mahasiswa ikuti  summer program, sekitar dua atau tiga minggu untuk belajar budaya negara lain yang didatangi, bisa memacu untuk meningkatkan prestasi.

    Selain itu, pimpinan juga akan membahas kegiatan kompetisi starup untuk mahasiswa. Hal ini  untuk mendukung wirausaha mahasiswa.

    “Jika mahasiswa ada ide kreatif bisa disinergikan untuk mendukung prestasinya dan kita sudah ada sponsor yang siap bekerja sama” jelasnya

    Sementara itu, dari hasil survei yang dilakukan oleh BEM,  hasilnya cukup bagus, semua masukan untuk dosen akan disampaikan pada forum rapat dewan dosen.

    Diskusi berjalan sangat aktif,  dengan beberapa pertanyaan dan usulan diantaranya terkait sistem pembimbingan skripsi, pelaksanaan ujian terstuktur, kontrol terhadap kualitas mengajar dosen, kejelasan  informasi dan kemudahan prosedur  beasiswa,  kemudahan dalam peminjaman fasilitas, kejelasan format pelaporan keuangan, penambahan fasilitas olahraga dan sebagainya.

    Salah satu usulan mahasiswa adalah membentuk sebuah wadah untuk mentransfer knowledge dari mahasiswa yang berpengalaman, berprestasi, baik secara nasional dan internasional kepada mahasiswa  yang belum berprestasi. Dan di wadah itu, menjadi tempat untuk pembimbingan mahasiswa yang lebih intensif oleh dosen FEB.

    Dr. Djuminah, M.Si, Ak, Wakil Dekan Bidang Umum dan Keuangan,  Dr. Mugi Harsono Msi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB beserta pimpinan administrasi merespon balik setiap pertanyaan  dan usulan mahasiswa.

    Untuk dapat menampung seluruh aspirasi mahasiswa, pimpinan sangat terbuka, dan  di hari lain, kegiatan ini dapat ditindaklanjuti dengan bincang-bincang dalam nuansa yang tidak terlalu formal .

  • Student Executive Board FEB UNS (BEM FEB) Invites the Deanery for Discussion

    Student Executive Board FEB UNS (BEM FEB) Invites the Deanery for Discussion

    Carrying the theme “Synergy to Deliver Aspiration” the Research and Data Unit of the Student Executive Board (BEM), the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), organizes a Faculty Hearings. This agenda was conducted on Thursday, December 19, 2019, in 2nd Assembly Room of FEB UNS. The event was attended by the Deanery of FEB UNS, Head of Administration Affairs, Head of Units in FEB, and FEB UNS Student Association members. This hearing aims to deliver the students’ aspiration to the Head of Faculty.

    BEM FEB and student association members during the hearingPrior to the hearing, the BEM FEB UNS has conducted a survey on the satisfaction of the service that covers academic, infrastructure, student affairs, and finance. The survey was conducted on November 21st to December 10th, 2019 using online questionnaire with total respondent of 231 FEB UNS students from all class and study programs using stratified random sampling.

    The main concerns of the survey covers the academic service, which includes lecturers’ performance, examination, infrastructure, which includes indoor and outdoor area as well as general facilities, student affairs, which includes student service, Tuition fee exemption, scholarship, student association, and competition policy, while finance aspect covers students’ activity fund disbursement and clarity on Standard Operation and Procedure (SOP). It is expected that this survey can serves as the basis of student perception data and used as consideration or even guidelines in improving service quality in FEB UNS. Based on the survey result, the BEM FEB UNS present the areas of improvement for the four aspects and the proposed suggestions.

    Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, the Vice Dean of Academic Affairs FEB UNS, appreciate the initiative taken by the BEM FEB UNS during her opening remarks. The hearing is expected to be the means to improve lecturers’ performance, faculty staff, and the Deanery in managing the Faculty. “There are many stakeholders that monitor our performance. The Rectorate of UNS also assess our Faculty, especially in term of students’ achievements. There are some achievements that need to be optimized such as in Student Creativity Program (PKM), this will be our responsibility,” she said.

    Further, for the next year, the Deanery will be more focused in improving students’ achievements, not only in PKM but also through internationalization program. Moreover, for the next year budget, the Deanery has allocated funding for student outbound program, which available through competitive selection. The faculty will send the students for attending summer program, which usually take two or three weeks, which enable the students to understand the culture of the countries. Another program prepared is a competition in start-up business for students that aims to support students’ entrepreneurship.

    “If student have a creative idea it can be used to support their achievement and our faculty has establish a collaboration with a sponsor to support this program,” Dr. Izza said.

    Meanwhile, the survey result shows a favorable result Head of units and divisions in FEB UNSwith all suggestion on the Lecturers’ performances is presented during the hearing. This presentation is followed with a discussion where the participants asking several questions and providing suggestion in thesis supervisory system, structured exam, control on the lecturers’ quality, clarity on the information of scholarship, ease of access to use Faculty facility, clarity on finance, and improvement for sport infrastructure. One of the interesting suggestions from the students are the need to establish an organization as a means to transfer the knowledge from those who have rich experience both at national and international level to those who has no such experiences. This organization can also be the place for intensive coaching.

    Dr. Djuminah, the Vice Dean of General and Finance Affairs, Dr. Mugi Harsono, the Vice Dean of Student Affairs, and other Faculty staff provide necessary feedback to the students’ inquiries and suggestions. For further meeting between Faculty staff and the students a following hearing or discussion will be organized within a non-formal occasion.

  • Kelola Tri Dharma Perguruan Tinggi di Era 4.0

    Kelola Tri Dharma Perguruan Tinggi di Era 4.0

    Pengelolaan di bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pengajaran, penelitian, dan pengadbian masyarakat sangat perlu diperhatikan untuk penyusunan borang akreditasi.

    Di tiga aspek tersebut, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa ( FEB UNWAR) dapat melakukan sharing, bekerjasama dibidang pengajaran, penelitian maupun pengabdian dengan keunggulan yang dimiliki.

    Hal di atas disampaikan Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si, Wakil Dekan Bidang Akademik FEB UNS saat menjadi narasumber di bimbingan teknis akreditasi yang diikuti oleh sebanyak 50 orang pimpinan dari Universitas Warmadewa Bali, 18 Desember 2019 di UNS Inn, Solo.

    Dijelaskannya lebih lanjut, kerjasama UNS dan UNWAR banyak memiliki kemanfaatan. Dengan sharing energi, sharing hasil, sharing sumberdaya manusia dapat meningkatkan Key Performance Indicator (KPI) di kedua belah pihak.

    Dibidang pengajaran, UNS dan UNWAR dapat bekerjasama dalam hal student inbound.

    “Mahasiswa yang mengikuti student inbound seminggu berada di Solo untuk dapat lebih mengenal budaya Solo, sebagainya membuat wayang, membuat batik Seminggu kemudian di Bali, belajar melukis, menari dan sebagainya” katanya

    Demikian halnya, kita dapat sharing untuk visiting professor.

    Di bidang pengabdian masyarakat, UNWAR dapat memanfaatkan beberapa potensi wisata ataupun budaya yang menjadi ciri khas Bali dan bisa berkolaborasi dengan lebih dari dua perguruan tinggi.

    Misal, Subak sebagai organisasi kemasyarakatan yang khusus mengatur sistem pengairan sawah (irigasi) yang digunakan dalam bercocok tanam padi di Bali yang berbeda dengan model di Jawa dan daerah lainnya. Model ini dapat dicoba untuk diaplikasikan di daerah lain. Kita cari apakah yang menjadi faktor pengungkit dan pendukungnya.

    Publikasi dosen perlu giatkan untuk meningkatkan prosentase Lektor Kepala dan Guru Besar.

    Seorang dosen yang banyak melakukan penelitian maka kualitas mengajarnya akan berbeda karena akan mengaitkan kondisi dalam teori dengan dunia nyata, memberikan contoh-contoh yang sesuai kondisi riil, temasuk keikinian data dan informasi yang diberikan.

    Dengan penelitian diharapkan juga menghasilkan buku ajar.

    Dr. Izza juga menjelaskan perlunya kesiapan perguruan tinggi dalam menghadapi tantangan di industri 4.0.

    “Kita harus mengaitkan kurikulum, capaian pembelajaran lulusan dengan industri 4.0. Kita juga harus menyadari dan mamou brradp ahwa kita itu berada diera dan siapa yang kita ajar” papar

    Pembelajaran model koordinating, dosen memberikan ceramah dan mahaiswa mendengarkan sudah tidak pas untuk diterapkan di era 4.0.

    Diera ini, mahasiswa sangat dimudahkan dalam pencarian materi pembelajaran yang diajarkan dosen bahka

  • FEB UNS Tandatangani Kerjasama dengan FEB UNWAR

    FEB UNS Tandatangani Kerjasama dengan FEB UNWAR

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menjalin kerjasama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Warmadewa (FEB UNWAR).

    Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Rabu,  18 Desember 2019 di UNS Inn Solo.

    Salam Komando: Dekan FEB UNWAR dan Dekan FEB UNS Seusai Menandatangani MOU

    Penandatanganan dilakukan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto dengan Dekan FEB UNWAR, Dr. I Made Sara, SE, MP dan disaksikan oleh pimpinan dari kedua belah pihak.

    Kerjasama yang dilaksanakan dalam hal pembinaan pendidikan dan pengajaran (narasumber dan visiting professor), penelitian (coaching/pendamping dan workshop penelitian serta penelitian bersama) dan publikasi hasil penelitian bersama pada jurnal internasional.

    Kerjasama ini dilaksanakan untuk mempercepat mutu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian serta meningkatkan kemampuan dosen FEB UNS dan FEB UNWAR agar mampu bersaing ditingkat internasional.

    Usai penandatanganan MOU, dilaksanakan pembimbingan teknis dengan narasumber dari FEB UNS, Prof. Tulus Haryono,M.Ek. dan Dr. Izza Mafruhah, SE, M.Si dan diikuti oleh 50 orang  pimpinan FEB UNWAR.

    Dekan FEB UNWAR dan FEB UNS Berfoto Bersama dengan Narasumber dan Moderator Bimtek

    Di Bimtek tersebut, Prof. Tulus memaparkan tentang Akreditasi BAN PT 9 Kriteria menuju Akreditasi Internasional, sedangkan Dr. Izza menyampaikan tentang Pengelolaan Tri Dharma Perguruan Tinggi Berbasis Industri 4.0

  • Prodi Perlu Kerja Keras Siapkan Akreditasi dengan Kriteria 9

    Prodi Perlu Kerja Keras Siapkan Akreditasi dengan Kriteria 9

    Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) mengembangkan Instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS)  4.0 yang  berorientasi pada output dan outcome. Pengukuran mutu lebih dititikberatkan pada aspek proses, output dan outcome, sementara instrumen sebelumnya lebih banyak mengukur aspek input.

    Program studi (Prodi) perlu bekerja keras mempersiapkan diri untuk akreditasi dengan Kriteria 9 yang jauh  berbeda dengan sebelumnya dengan menggunakan standar 7.

    Kriteria 9 tersebut meliputi visi, misi, tujuan dan sasaran;  tata pamong, tata kelola dan kerjasama; mahasiswa; sumber daya manusia; keuangan, sarana, dan prasarana; pendidikan; penelitian;  pengabdian kepada masyarakat; luaran dan capaian tridharma.

    Hal  itu disampaikan Prof. Tulus Haryono,M.Ek. saat menjadi narasumber di bimbingan teknis akreditasi yang diikuti oleh sebanyak 50 orang pimpinan dari Universitas Warmadewa Bali, 18 Desember 2019 di UNS Inn, Solo.

    Lebih lanjut Prof. Tulus menjelaskan,  ada dua jenis laporan yang dikirim ke BAN PT yakni  laporan kinerja prodi, yang lebih banyak data kuantitatif dan laporan penyusunan evaluasi diri prodi, lebih banyak kualitatifnya.

    Enam bulan sebelum masa akreditasi habis, prodi harus sudah mengajukan ke BAN PT. Untuk itu, paling tidak satu tahun sebelumnya, prodi harus sudah mempersiapkan diri karena pengerjaan borang sangat butuh ketelitian.

    “Penyusunan borang dilakukan oleh  kepala program studi (kaprodi) dan dibantu oleh tim. Kaprodi harus terlibat langsung dan  sangat paham isi borang dan proses penyusunannya karena yang utama diwawancarai adalah kaprodi, sementara lainnya adalah membantu” tegas dosen yang pernah menjadi kaprodi program doktor di FEB UNS dan  sudah 16 tahun berjalan menjadi Asesor BAN PT

    Prof. Tulus juga menegaskan agar dalam penyusunan borang harus mengikuti template yang   sudah ditentukan oleh BAN PT.

    “Apapun templatenya harus kita ikuti, jangan pernah sekalipun mengubah format yang sudah disediakan oleh BAN PT” katanya.

    Dalam hal pelaporan kerjasama, prodi harus melaporkan  kerjasama dengan industri, instansi ataupun perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.  Namun yang perlu diingat adalah, kerjasama tersebut bukanlah kerjasama yang “tidur’ namun yang masih ada aktifitasnya .

    Untuk profil dosen, asesor akan menilai apakah dosen mengampu sesuai dengan keahlian atau tidak,  termasuk dosen tidak tetap. Yang dilihat adalah pendidikan terakhir.

    “Jika semua dosen mengampu sesuai dengan keahlian,  nilainya 4. Peraturan dari BAN PT, jika terdapat lebih dari 7 dosen yang mengampu tidak sesuai dengan keahliannya, maka nilainya 3”  katanya

    Untuk kepentingan akreditasi, Prof Tulus mengingatkan untuk memperbanyak dosen tetap karena sebagai  tulang punggung prodi, sebaliknya perlu membatasi dosen tidak tetap.

    Dalam presentasinya, Prof. Tulus memaparkan poin-poin penting saja  terkait akreditasi kriteria 9, dilanjutkan dengan sesi diskusi.

    Disela-sela paparannya, Prof Tulus juga memotivasi peserta untuk selalu berusaha meraih jabatan akademik tertinggi

    “Itu adalah hak Anda sebagai dosen. Kalo sudah punya karya silahkan proses untuk ke jabatan akademik yang lebih tinggi lagi, tidak akan ada yang menghalangi. Beda halnya dengan jabatan struktural yang ada campur tangan orang lain dalam pencapaiannya” paparnya.

    Selanjutnya, Prof. Tulus juga menekankankan agar dosen mengembangkan ilmunya dengan studi lanjut.

    Seorang petani saja setiap pagi mengasah aritnya untuk mengolah lahan. Demikian juga sebagai dosen yang lahannya adalah mahasiswa, harus selalu mengasah pengetahuannya, memperbaiki pola pembelajarannya kepada mahasiswa, maka dosen harus studi lanjut.