FEB

Blog

  • SPMI UNS Wajib Diimplementasikan Fakultas dan Prodi

    SPMI UNS Wajib Diimplementasikan Fakultas dan Prodi

    Unit Penjaminan Mutu (UPM) menjadi ujung tombak Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS). Meskipun demikian, UPM tak bisa bekerja sendiri, perlu kerjasama dan dukungan dari semua elemen yang ada di FEB.

    Pernyataan itu sampaikan Dr.Ir.Widyatmani Sih Dewi, MP, Kepala Unit Penjaminan Mutu FP, mengawali Workshop Sistem Penjaminan Mutu Internal, Kamis 14 November 2019.

    Dr.Ir.Widyatmani Sih Dewi, MP, Kepala Unit Penjaminan Mutu FP menjelaskan SPMI

    Kita harus menjamin mutu agar pihak eksternal mempercayai kita. Kita benar-benar dapat menghasilkan output dengan kualitas yang sama dari tahun ke tahun bahkan selalu meningkat.

    Supaya terjamin , standarnya harus terpenuhi, harus ada dokumen tertulis.

    Lebih lanjut dikatakan, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) sebenarnya sudah ada sekitar tahun 2008, namun baru ditahun 2017 kita terbangun.

    “Untuk akreditasi 9 kriteria, dasar utamanya ya SPMI. SPMI itu wajib hukumnya dan kita tidak bisa menghindar. Tanpa SPMI, kita tidak bisa diakreditasi” tegas dosen yang biasa disapa dengan Dr. Dewi.

    Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) memiliki siklus kegiatan yang biasa disebut PPEP, terdiri dari Penetapan Standar Pendidikan tinggi (Dikti) , Pelaksanaan Standar Dikti, Evaluasi Pelaksanaan Standar Dikti, Pengendalian Pelaksanaan Standar Dikti, dan Peningkatan Standar Dikti.

    Evaluasi Pelaksanaan Standar Dikti dilakukan melalui Audit Mutu Internal (AMI). Jadi, AMI merupakan bagian dari SPMI.

    SPMI diimplementasikan di semua bidang kegiatan di perguruan tinggi, yakni akademik meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat. Dan juga non akademik seperti sarana prasarana SDM dan Keuangan.

    Setiap tahunnya SPMI juga harus dievaluasi. Tak cukup dievaluasi saja tapi juga dilaksanakan. Apakah sudah memenuhi target capaian atau belum. Jika belum dicari akar masalahnya.

    SPMI UNS sudah ada. Fakultas harus mengimplementasikan SPMI UNS. Demikian selanjutnya prodi harus mengiplementasikan SPMI fakultas.

    Dihadapan pejabat UPM FEB yang baru, Dr Dewi berpesan untuk mempelajari lebih dalam peraturan-peraturan yang menjadi dasar SPMI.

    “Dipundak UPM memang berat bebannya karena harus menjamin mutu fakultas dan prodi agar selalu terbaik, namun ini adalah tanggung jawab yang sangat mulia” pungkasnya.

  • Kali kedua di Tahun 2019, Tim Audit Kunjungi FEB

    Kali kedua di Tahun 2019, Tim Audit Kunjungi FEB

    Tim Audit Mutu Internal (AMI) yang diketuai oleh Mercy Bientri Yunindanova, S.Pt, M.Si akan melakukan audit selama beberapa hari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS). Opening meeting digelar Kamis, 14 November 2019.

    Peserta ikuti penjelasan tentang pelaksanaan audit di FEB oleh Mercy, M.Si

    Kehadiran Tim AMI disambut oleh Dr. Izza Mafruhah, Wakil Dekan Bidang Akademik, dan juga Kepala Program Studi (Kaprodi) serta Tim Unit Penjaminan Mutu (UPM) FEB UNS .

    Kegiatan ini adalah kali kedua digelar di tahun 2019. Audit sebelumnya dilaksanakan di bulan Mei.

    Ada beberapa perubahan terutama terkait waktu pelaksanaan dan jenis temuan.

    Pada periode II di tahun 2019, AMI dilakukan dua kali dalam setahun, di periode semester ganjil dan genap. Sedangkan di tahun 2020 dan ke depannya hanya dilakukan sekali dalam setahun,

    Untuk jenis temuan di periode I 2019 yakni mayor, minor dan observasi. Namun jenis temuan periode II tahun 2019 dan berikutnya menjadi Observasi dan Ketidaksesuaian .

    Di awal penjelasannya, Mercy mengatakan bahwa tujuan AMI bukan dalam konteks mencari ketidaksesuaian namun untuk membangun budaya mutu di perguruan tinggi.

    Yang paling penting adalah membantu lembaga dan unit dalam mempersiapkan diri dalam kegiatan penjaminan mutu eksternal, misalnya akreditasi BAN PT, ataupun sertifikasi internasional.

    Dijelaskannya, temuan AMI meliputi empat kategori yakni mencapai standar, melampaui, belum mencapai dan menyimpang.

    Untuk temuan yang belum mencapai dan menyimpang dari standar maka temuan tersebut dikategorikan Observasi (OB) atau Ketidaksesuain (KTS) .

    Observasi adalah temuan yang berpotensi menjadi ketidaksesuain atau temuan yang dapat segera diperbaiki.

    Sedangkan Keidaksesuain adalah temuan yang belum mencapai, menyimpang dan tidak sesuai dengan standar atau persyarataan yang diitentukan Perguruan Tinggi (PT)

    Adapun indikator yang digunakan adalah menggunakan instrumen Akreditasi Program Studi (IAPS) versi 4.0 berorientasi pada output dan outcome dan terdiri dari 2 bagian, Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dan Laporan Evaluasi Diri (LED).

    Di periode ini , prioritas untuk diaudit adalah Wakil Manajemen Mutu (WMM)/Wakil Dekan Bidang Akademik, MESP, Maksi, MM, KP , Pajak dan Akuntansi.

    Pelaksanaan audit menyesuaikan jadwal dari Kaprodi. Tim audit yang terdiri dari 6 orang akan terbagi ke beberapa prodi yang akan diaudit.

    Closing meeting telah diagendakan dan akan dilaksanakan pada tanggal 22 atau 25 November 2019.

    .

  • ISCAM Business School Madagascar Visited FEB UNS for Collaboration

    ISCAM Business School Madagascar Visited FEB UNS for Collaboration

    The Executive Director of ISCAM Business School Madagascar, Mr. Camille Ratsimbazafy accompanied by a representative of the Madagascar Embassy for Indonesia Zulfahmie Aswandie, visited the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) on Wednesday, November 13, 2019. Both were greeted by the Vice Dean of Alumni and Student Affairs, Dr. Mugi Harsono, together with the Head of Study Programs, International Team, Protocollary Team, Public Relation, and FEB UNS Collaboration Unit.

    Dr. Mugi Harsono, during his welcoming remark, introduce the profile of FEB UNS and the collaborations established with 4 European Universities together with 5 Indonesia Universities partner in the Capacity Building Erasmus+ funded by the European Commission with a theme “OPTimizing Research and Doctoral Programme in BANKing and Finance in Indonesian universities (OPTBANK)”. The detailed profile of the FEB UNS is presented by Dr. Tri Mulyaningsih as the Director of International Team in FEB UNS.

    Mr. Ratsimbazafy on the occasion express the objective the visit, which is to establish a collaboration and academic staff exchange between the two institution. “We wish that there will be a staff from FEB UNS who can deliver a teaching material in our institution,” Mr. Ratsimbazafy says.

    Dr. Tri Mulyaningsih mentions that the MoU draft for the collaboration has been prepared. However, for the implementation of the MoU, there are several aspects that needs to be examined in advance, especially related with the reporting, establishment, and assignment from the Rector of UNS. Moreover, an intense communication is needed in order to implement the collaboration between the two institution.

    On the other hand, Dr. Tastaftiyan Risfandy, concerned about the funding for the staff exchange and the living cost in Madagascar. Other aspects that become the focus of discussion in this occasion is related with the duration for staff exchange and the activities assigned to the staff during their exchange.

    The occasion is closed with a submission of a token of appreciation from FEB UNS to Mr. Camille Ratsimbazafy and Zulfahmie Aswandie.

  • ISCAM Business School Madagascar Kunjungi FEB UNS, Bahas Kerjasama

    ISCAM Business School Madagascar Kunjungi FEB UNS, Bahas Kerjasama

    Executive Director ISCAM Business School Madagascar, Mr. Camille Ratsimbazafy yang didampingi oleh Perwakilan KBRI Madagascar, Zulfahmie Aswandie berkunjung ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), Rabu, 13 November 2019.

    Diskusi tentang pertukaran staf akademis

     

    Di Ruang Sidang I, keduanya disambut oleh Dr. Mugi Harsono, Wakil Dekan Bidang Alumni dan Kemahasiswaan, Kepala Program Studi (Prodi), Tim Internasionalisasi, Tim Protokoler dan Humas, serta Unit Kerjasama FEB .

    Dr. Mugi Harsono dalam sambutannya secara singkat memperkenalkan profil UNS, dan kerjasama yang dijalin FEB UNS dengan empat perguruan tinggi di Eropa dan lima perguruan tinggi di Indonesia dengan pendanaan dari European Commission untuk program Capacity Building Erasmus+ bertema “OPTimizing Research and Doctoral Programme in BANKing and Finance in Indonesian universities” / OPTBANK, serta kerjasama lainnya.

    Selanjutnya, paparan tentang profil FEB UNS, disampaikan Tri Mulyaningsih, Ph.D, Ketua Unit Internasionalisasi.

    Mr. Ratsimbazafy pada kesempatan yang sama menyampaikan maksud tujuan kunjungannya yaitu untuk menjalin kerjasama, pertukaran staf akademis di kedua belah pihak dalam bidang yang linier.

    “Kami ingin agar ada staf akademis dari FEB UNS yang mengajar di tempat kami” jelasnya

    Acara berjalan cukup menarik, terlebih di sesi diskusi tentang program doktor dan pertukaran staf akademis antara FEB UNS dan ISCAM .

    Tri Mulyaningsih, Ph.D. mengatakan draf MoU sudah ada. Namun untuk keberlanjutannya perlu ada diskusi-diskusi dan komunikasi yang cukup intens antara FEB UNS dan ISCAM. Bagaimana penyusunan, pelaporan, penugasan oleh Rektor, akan dipelajari terlebih dahulu.

    Disisi lain Tastaftiyan Risfandy, Ph. D, menyoroti tentang biaya pertukaran staf akademis dan juga gambaran biaya hidup di Madagaskar.

    Mr. Camille Ratsimbazafy dan Zulfahmie Aswandie berfoto bersama dengan Pimpinan & Tim Unit

    Beberapa hal  lain yang juga menjadi pembahasan cukup serius yakni berapa lama staf akan berada di masing-masing tempat dan jenis kegiatan apa yang harus dilakukan.

    Acara diakhiri dengan penyerahan cindera mata kepada Mr. Camille Ratsimbazafy dan Zulfahmie Aswandie dilanjukan foto bersama.

  • Perbaiki Kemasan dan  Pemasaran, Penjualan Kembang Goyang Meningkat

    Perbaiki Kemasan dan Pemasaran, Penjualan Kembang Goyang Meningkat

    Perkembangan teknologi  informasi yang demikian pesatnya, memacu seluruh sektor bisnis untuk mampu beradaptasi. Demikian halnya bagi Unit Kegiatan Masyarakat (UKM) yang mau tidak mau, suka atau tidak suka harus mengikuti perubahan yang semakin cepat jika tidak ingin terlindas.

    Kembang Goyang dengan Kemasan yang Lebih Menarik

    Dari  fenomena tersebut, Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang terdiri dari Suryandari Istiqomah, SE, M.Sc, Yeni Fajaryanti SE, M,Si dan Amina Sukma Dewi, SE, M.Si melakukan pembinaan kepada  UKM Camilan tradisional Kembang Goyang “Bu Ninik” di daerah nglorog, Bulaksari, Sragen.

    Suryandari Istiqomah kepada Media FEB menyatakan bahwa selama ini UKM tersebut hanya berfokus pada pasar tradisional. Hanya  terbatas menggunakan media pemasaran dari mulut ke mulut saja atau getok tular.

    Tim melakukan inovasi produk yakni dengan memperbaiki kemasan dan memberikan berbagai varian rasa pada produk kembang goyang.

    Perbaikan kemasan dilakukan dengan melakukan desain kemasan yang lebih eye cathing,  yang menarik perhatian pelanggan, menggunakan stiker untuk kemasan plastik dengan warna yang menyala, kardus kemasan dengan desain yang biasa digunakan untuk pelanggan kelas premium, stiker untuk kemasan khusus seperti toples hantaran dan kardus oleh- oleh.

    Tim juga memberikan pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan konten-konten pemasaran yang menarik dan diunggah ke media sosial. Pelatihan mencakup cara pemotretan dan pembuatan konten kreatif.

    Dengan penggunaan media sosial ini diharapkan cakupan penjualan produk camilan tradisional ini akan semakin luas dan merambah kalangan milenial.

    “Dari hasil evaluasi kami, setelah camilan kembang goyang diubah kemasannya  dan dipasarkan melalui facebook, penjualan produk meningkat, banyak respon positif” paparnya.

     

  • Tim Pengabdian FEB UNS Bina  UKM di Sukoharjo

    Tim Pengabdian FEB UNS Bina UKM di Sukoharjo

    Di bulan Mei 2019, Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) yang terdiri dari: Sulardi, SE, M.Si, Ak, Sri Suranta, SE, M.Si, Ak, dan M. Syafiqurrahman, SE, MM, Ak melakukan pembinaan kepada dua Usaha Kecil Menengah (UKM) di  Desa Trangsan Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.

    Peserta Ikuti Pelatihan Memasarkan Produk Secara Online

    Kedua UKM yang dibina memiliki produk rotan, yakni UKM Wayan Rotan dengan pemilik Bapak Saryanto dan UKM Tiga Warna Rotan dengan pemilik Bapak Sugimin.

    Beberapa barang yang diproduksi diantaranya kursi,  tempat lampu, nampan , meja makan, sofa, keranjang, ayunan, handycraft dan lain-lain dan telah dipasarkan ke dalam dan luar negeri.

    Sri Suranta menyampaikan kepada Media FEB bahwa kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan penjualan ekspor rotan di Desa Trangsan Gatak Sukoharjo dengan metode pemasaran on line.

    Aktifitas diawali dengan pengadaan sarana dan prasarana, berupa notebook dan modem sejumlah dua unit kepada masing-masing UKM.

    Pemilik UKM Memberikan Sambutan

    Selanjutnya, untuk mempercepat proses pemasaran produk mereka, tim membuatkan media online dalam bentuk  website untuk masing-masing UKM dengan alamat: http://wayanrotan.com dan http://tigawarnarotan.com.

    Dari hasil evaluasi, tiga bulan usai pengabdian, tim melihat adanya capain yang cukup signifikan.  Penjualan produk kedua UKM semakin meningkat.

    “Penjualan rotan selama tiga bulan setelah kegiatan pengabdian meningkat sebesar 38% dibanding penjualan tiga bulan sebelumnya, Februari-April “ jelas Sri Suranto.

     

  • The Needs for an Automation in Logistic Operation

    The Needs for an Automation in Logistic Operation

    The trend in logistic market in Indonesia keep drawing more attention due to a recurring increase each year. The logistic trend in economics era 4.0 needs contribution from educational sector, similar to the one in university. This is because education field is one out of four important points that should be considered in developing logistic field, namely more precise deregulation for logistic sector, harmonization between central and regional government, physical and information technology infrastructure development, and education.

    Logistic is important in Indonesia because of the potential of Indonesia region has not fully utilized. Currently Indonesia is including in developing country. However, Indonesia is also in third position in term of economics power and sixth position in term of economics growth in ASEAN region. Solo area, especially, has many potentials such as the biggest textile corporation in ASEAN. This explanation is delivered by Yukki Nugrahawan Hanafi, the Chairman of Logistic and Forwarder Association (ALFI), during the National Seminar on the Role of Accounting in Logistic Industry, on Friday October 18th, 2019, in FEB UNS 5th Building Hall.

    He mentions that in the digital era, a renewal for a new business model is needed that can embrace digital era as tools to facilitate logistic sector. “A qualified system development to combine and collaborate all four components,” he explains. Forward, the infrastructure and physical logistic will no longer become the most important components in logistic, thus the actor in this sector should change and improve their competence following the era. Logistic platform needs an automation; thus, it can facilitate the collaboration and efficiency in information communication through global network.

    Meanwhile, Prof. Drs. Hassan Fauzi, M.Ba., Ph.D., Ak, a lecturer from the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS states that besides tools to support supply chain management, stakeholder within the entity should be one of the aspects that should be considered. This relates with the human resource that become the key for the implementation of effective supply chain management. The supply chain management will be no longer profit-oriented, but also considering the social an environmental interest as a form of corporate social responsibility.

    Other speakers who were invited to the National Seminar, organized in collaboration with ALFI, is Arif Prabowo, the CEO of PT. Pelindo III for Jawa Tengah Region. During the occasion a collaboration MoU between ALFI and FEB UNS is signed.

    Source: Accounting Study Program

  • Tim Dosen Manajemen FEB UNS Beri Pelatihan Panti Asuhan

    Tim Dosen Manajemen FEB UNS Beri Pelatihan Panti Asuhan

    Tim Dosen Program Studi S1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) memberikan pelatihan dan pendampingan di Panti Asuhan Syifa’ul Qolbi, Dusun Ngasinan, Desa Tugu, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karangnyar, Tengah sejak bulan April 2019 hingga November 2019.

    Kegiatan yang diketuai oleh Risgiyanti,S.E.,M.Si, dan beranggotakan Ana Shohibul Manshur Al Ahmad, S.E.,M.Sc serta Dr. Intan Novela QA, M.Si. merupakan kegiatan pengabdian masyarakat melalui skim Program Kemitraan Masyarakat PNBP 2019.

    Risgiyanti,S.E.,M.Si dalam rilisnya menyampaikan bahwa kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan dilatarbelakangi oleh keinginan kuat panti asuhan untuk mandiri secara ekonomi namun belum tercapai secara optimal.

    Disampaikannya, panti asuhan ini memiliki beberapa usaha salah satunya di bidang fashion. Selain menerima jasa jahit, panti asuhan ini juga memproduksi berbagai jenis pakaian sesuai dengan permintaan konsumen.

    Usaha di bidang fashion memiliki potensi yang besar, menyadari hal ini panti asuhan juga memiliki cita-cita untuk mengembangkan usaha ini agar dapat menghasilkan berbagai jenis produk fashion dan memasarkannya secara luas.

    Beberapa anak asuh di panti ini juga dibekali keterampilan menjahit melalui pelatihan yang di selenggarakan langsung oleh pengelola panti. Namun karena kurangnya karakter dan motivasi wirausaha menjadikan keterampilan menjahit pada anak-anak panti tidak menghasilkan added value bagi diri mereka sendiri.

    Harapan pengurus panti agar nantinya keterampilan ini bisa dimanfaatkan ketika mereka sudah terjun ke masayarakat agaknya masih belum tercapai.

    “Berdasarkan dua fenomena tersebut, maka tim pengabdian masyarakat prodi S1 Manajemen FEB UNS membuat beberapa program untuk peningkatan kemandirian ekonomi baik untuk panti asuhan itu sendiri maupun para anak asuhnya” katanya.

    Beberapa program seperti pelatihan kewirausahaan, pelatihan desain dan pola, pelatihan manajemen bisnis, pelatihan e-marketing, pembuatan merek produk dan konsep pemasaran serta pendampingan usaha.

    Pada pelatihan e-marketing, tim membantu peserta untuk mengenal sarana pemasaran online yang efektif seperti instagram, shoope, dan facebook.

    Tim juga menfasilitasi pembuatan merek dagang dan logo yang menarik serta fasilitasi foto produk yang menarik agar program pemasaran menjadi efektif dan optimal.

    Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan motivasi dan karakter kewirausahaan peserta pelatihan, peningkatan keterampilan desain dan pola jahit, peningkatan pengetahuan manajemen bisnis, terciptanya merek, sarana pemasaran online serta dan peningkatan kualitas produksi.

    Tim juga memberikan bantuan peralatan penunjang produksi untuk peningkatan efisiensi dan efektivitas berupa mesin obras empat benang, mesin jahit high speed, dan mesin jahit portable. Hasil dari program pengabdian kepada masyarakat ini adalah peningkatan motivasi dan karakter kewirausahaan peserta pelatihan, peningkatan keterampilan desain dan pola jahit, peningkatan pengetahuan manajemen bisnis, terciptanya merek, sarana pemasaran online serta dan peningkatan kualitas produksi.

    Sumber: Risgiyanti,S.E.,M.Si,

  • UNS IS THE HOST FOR OPTBANK MIDTERM EVALUATION AND WORKSHOP TO DESIGN NEW MODULES FUNDED BY ERASMUS+

    UNS IS THE HOST FOR OPTBANK MIDTERM EVALUATION AND WORKSHOP TO DESIGN NEW MODULES FUNDED BY ERASMUS+

    As the coordinator for Indonesian Partner University of OPTBANK Erasmus+ Project, Universitas Sebelas Maret has successfully become the host for The OPTBANK Midterm Evaluation and Workshop to Design New Modules held at Royal Heritage Surakarta Hotel from September 24 – 27, 2019. The participants of this activity come from European Partner University (Universite de Limoges – France, Universita Degli Studi Roma Tre – Italy, University of Bangor – UK, and Technical University of Crete – Greece), Indonesian Partner University (UNS, ITB, UIN Jakarta, UNSYIAH, UNSRI, and UNTAN), and also associate partner from banking regulator (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, and Lembaga Penjamin Simpanan).

    In the midterm evaluation, we evaluated all activities of OPTBANK that have been done in the last one year. The Project Coordinator, Prof. Amine Tarazi from Universite de Limoges – France, appreciated all the efforts that have been put in all OPTBANK Activities started from 2018 until mid of 2019. There are still many areas of improvement for upcoming programs, such as the selection process of participants in exchange and training program, dissemination strategy for each activity, the reporting flow, and the clarity of PIC for upcoming programs. The Project Committees are optimist that all upcoming programs will run successfully until the end of this project in 2020.

    After the midterm evaluation, we discussed about how to design the new modules for Ph.D in Banking and Finance. There are 10 modules presented by all experts including 2 modules involving 3 banking regulators in Indonesia (Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, and Lembaga Penjamin Simpanan). Those modules cover specific areas of banking and finance, such as Islamic Banking; Banking Institution and Bank Risk Management; Banking Regulation and Financial Stability; Structure and Efficiency of Banking Markets; Financial Literacy, Financial Inclusion and Financial Deepening; Corporate Governance of Financial Institutions; Quantitative Finance; Operational Research Artificial Intelligent-Based Techniques in Banking and Finance; and also module that are specifically related to banking industry in Indonesia presented by Dr. Inka Yusgiantoro from Otoritas Jasa Keuangan, Dr. Yoga Affandi from Bank Indonesia, and Dr. Herman Saheruddin from Lembaga Penjamin Simpanan.

    The modules discussed in this meeting are planned to be implemented in the beginning of 2020. The pilot project will be conducted in Universitas Sebelas Maret and Institut Teknologi Bandung. The success of the pilot project will open the possibility to apply the modules in each Indonesian Partner University.