FEB

Blog

  • Semangati Yang Muda untuk Berprestasi di Bidangnya

    Seru dan menginspirasi kaum muda di Talkshow & Seminar National “Capture Moment for The Greatest Future, Sabtu 12/10/2019, Auditorium UNS.

    Dengan pembicara yang sangat ahli yakni dr. Andri Putranto, Abel Cantika, Ernest Prakasa, Aulion & Amri Naufal.

    Talkshow Nasional merupakan wadah bagi kaum muda pada umumnya untuk bertemu dengan pembicara-pembicara inspiratif yang akan berbagi ilmu, pengalaman, dan motivasi mengenai bagaimana menjalankan dunia bisnis.

    Memberikan sarana belajar dan hiburan untuk mahasiswa UNS khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam event Talkshow Nasional.

    Harapannya FEB mampu meningkatkan kemampuan kompetisi di bidang akademik bagi mahasiswa. Juga menumbuhkan inovasi yang dimiliki oleh mahasiswa untuk dapat menggunakan potensinya sebagai salah satu asset untuk mencapai perekonomian yang lebih baik.

    :

  • Berwirausaha di Era Ekonomi Kreatif

    Berwirausaha di Era Ekonomi Kreatif

    Beda antara employee dan entrepreneur yang paling nampak adalah dalam hal waktu. Employee akan bekerja sekitar 8-12 jam. Bekerja terkekang oleh waktu dan tidak bisa mendelegasikan. Sedangkan seorang entrepreneur bisa mengontrol uang dan waktunya.

    Seorang pekerja mendapatkan upah tetap, jika tidak bekerja tidak mendapatkan upah serta bekerja dalam batasan usia. . Sedangkan seorang pebisnis akan dapat hasil yang lebih banyak dari pengelolaan bisnisnya dan waktu yang tidak dibatasi usia.

    Hal itu disampaikan Endang Kurniawan, alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret saat berbagi cerita suksesnya di acara Entrepreneur & Charity With Alumni “Berwirausaha Inovatif di Era Ekonomi Kreatif, Sabtu 12/10/2019 –

    Dihadapan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Wirausaha FEB UNS, Endang Kurniawan memberikan semangat untuk para wirausaha muda agar menjadi seorang pebisnis yang tangguh, dan tidak bermental “block”.

    Menurut Endang, mental block adalah pengekangan terhadap memori atau pikiran dalam diri seseorang. memiliki perasaan “nggak enak” atau waw-was yang menghambat seseorang melakukan sebuah tindakan. Beberapa pernyataan itu diantaranya “jangan’-jangan lagi meeting”, ” jangan- jangan sedang sibuk”, “Jangan-jangan ditolak” ,”Jangan-jangan barangnya dinilai nggak-baik ” dan lainnya sebagainya.

    Pebisnis harus fokus pada keunggulan yang dimiliki dan harus bisa membedakan antara bisnis dan sosial. Tidak mencampur adukan keduanya agar manajemen tertata rapi.

    Yang juga penting bagi seorang pebisnis adalah membangun “customer base” agar memperolah pengetahuan tentang customer, tracking behaviour (individual), membangun kompetensi dasar individu dan organisasi, individu yang highskilled dan juga multiskilled, dan membangu skema baru dari hubungan C to C, seperti cooperation, joint competence.

  • Sebagian Besar UMKM Belum Memiliki Pengetahuan yang Cukup tentang Prosedur Ekspor

    Sebagian Besar UMKM Belum Memiliki Pengetahuan yang Cukup tentang Prosedur Ekspor

    Selama ini, sebagian besar Usaha Menengah Kecil (UMK) dari Yogyakarta masih belum mampu mengekspor sendiri produk kerajinan mereka. Hal ini disebabkan bukan karena produknya tidak laku di manca negara namun karena mereka belum memiliki pengetahuan yang cukup tentang prosedur ekspor.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Evi Gravitiani, dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam rilisnya berkaitan dengan kegiatan Workshop Prosedur Ekspor Produk Kerajinan, yang diselenggarakan di Ruang Pamer CV Ragil Craft, Desa Gamplong, Moyudan, Sleman, di bulan Juli 2019 lalu.

    Workshop yang diinisiasi oleh Riset Grup Sustainable Development and Green Business FEB UNS diikuti 23 peserta perajin produk anyaman berbahan dasar serat alam dan benang rajut, dari Sleman dan Kulonprogo.

    Kepada para perajin, Dr. Evi Gravitiani, sebagai ketua tim , juga dibantu anggota lainnya, Dr. AM. Soesilo dan Dr. Erni Ummi Hasanah memberikan pengarahan tentang mekanisme dan tatalaksana ekspor serta perbaikan kualitas produk.

    Selanjutnya, dikatakan, workshop yang diselenggarakan terwadahi dalam skema pengabdian Program Pengembangan Produk Ekspor (PPPE) dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuatitas produk UMK agar berdaya saing tinggi untuk pasar dalam dan manca negara. Juga sebagai bagian dari upaya aktif menjaga keberlangsungan warisan budaya lokal.
    Program hibah PPPE merupakan hibah multi tahun yang dimulai tahun 2018 sampai dengan 2019. Program diperuntukkan bagi UMK-UMK mitra.

    Dua UMK mitra yakni CV Ragil Craft yang beralamat di Desa Gamplong, Moyudan, Sleman dan diQ’s Craft di Banggan Tuksono Sentolo Kulon Progo memiliki basis input yang hampir sama, yaitu serat alam seperti pandan, serat agel, enceng gondok, lidi kelapa, mending dan akar wangi.

    Bahan-bahan alami ini ditenun atau dianyam dengan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan juga materi dari benang nilon.
    Untuk membantu mengoptimalkan produksi, Tim PPPE juga menyerahkan bantuan berupa mesin. Untuk mitra CV Ragil Jaya Craft diberikan bantuan berupa mesin ATBM dimodifikasi dengan dinamo listrik. Alat ini akan membantu penenun untuk tidak lagi menginjak dan mendorong ATBM agar lebih efisien untuk menghasilkan hasil tenunan serat alam.

  • Prof. Hunik Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen SDM

    Prof. Hunik Dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Manajemen SDM

    Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Prof. Jamal Wiwoho, mengukuhkan Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S. E., M. Si sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Prof. Dr. dr. Yulia Lanti Retno Dewi, M. Si sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Gizi Fakuktas Kedokteran (FK), Selasa (15/10/2019).

    Dalam sidang senat terbuka pengukuhan guru besar yang digelar di Gedung Auditorium G. P. H Haryo Mataram UNS, Prof. Dr. dr. Yulia Lanti Retno Dewi, M. Si menyampaikan pidato inaugurasinya yang berjudul ‘Kekurangan Iodium dalam Perspektif Ekologi dan Upaya Penanggulangannya’. Pidato inaugurasi yang disusunnya tersebut merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan Prof. Yulia bersama dengan Grup Riset Gangguan Akibat Kekurangan Iodium (GAKI).

    Mengawali pidatonya, Prof. Yulia mengatakan bahwa kekurangan iodium merupakan salah satu masalah global dan di Indonesia sendiri diperkirakan jumlah penduduk yang tinggal di wilayah kekurangan iodium berjumlah 54 juta orang dan tersebar di seluruh wilayah.
    “Kementerian Kesehatan menetapkan kekurangan iodium sebagai salah satu masalah gizi utama karena memenuhi kriteria, seperti banyak penderitanya, tersebar di seluruh Indonesia, dan dampaknya buruk bagi kualitas manusia Indonesia dalam jangka panjang,” papar Prof. Yulia.

    Sementara itu, Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S. E., M. Si menyampaikan pidato inaugurasinya yang berjudul ‘Komitmen Organisasional, Budaya, dan Kinerja Karyawan’. Sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Manajemen SDM FEB UNS, Prof. Hunik dalam pidato inaugurasinya menyinggung hubungan antara komitmen dan kinerja pada seorang karyawan.

    “Sering orang beranggapan bahwa ketika karyawan mempunyai komitmen yang tinggi kinerjanya akan baik. Namun, ternyata hasil penelitian menunjukkan tidak selalu demikian,” ujar Prof. Hunik membuka pidato inaugurasinya.

    Prof. Hunik mengatakan bahwa berbagai riset yang telah dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kedua konstruk tersebut masih belum jelas dan menunjukkan hubungan yang bervariasi.

    “Oleh karena itu, ketika kita ingin melihat hubungan antara komitmen dan kinerja perlu diperjelas terlebih dahulu komitmen organisasional yang dimaksud,” ujar Prof. Hunik.

    Dengan dikukuhkannya Prof. Hunik dan Prof. Yulia sebagai Guru Besar UNS, Rektor UNS Prof. Jamal Wiwoho berharap agar Prof. Hunik dan Prof. Yulia senantiasa menjaga dan mengembangkan keilmuan dan nilai-nilai akademik, serta memberikan sumbangsihnya bagi kepentingan pengembangan UNS dimasa mendatang dan kemaslahatan umat.

  • Talkshow Entreprenuer

    Talkshow Entreprenuer

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerjasama dengan Harian Bisnis Indonesia menggelar Talkshow di Kampus Sukses Menjadi Entrepreneur Muda di Tengah Era Disrupsi. Talkshow ini digelar di Aula FEB UNS, Selasa (15/10/2019) dengan dibuka oleh Rektor UNS, Prof. Dr. Jamal Wiwoho. Dalam kesempatan tersebut, hadir sebagai pembicara Direktur Strategic Human Capital BTN, Yossi Istanto, Owner Regarsport, Jumariyanto, Ekonom Indef, Bhima Yudhistira dan Staf Ahli Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Pengembangan Usaha UNS, Dr. Sutanto S.Si.DEA.

    Dalam sambutannya, Rektor UNS, Prof.Dr. Jamal Wiwoho mengatakan, revolusi industri 4.0 yang sekarang melanda semua negara, mendorong terjadinya disrupsi dalam berbagai bidang yang memberikan tantangan dan peluang, termasuk bagi generasi muda atau lebih dikenal dengan sebutan generasi milenial. Generasi milenial yang cukup dominan pada era digital, akan memainkan peran yang sangat penting dalam menghadapi industri 4.0. Hal itu terkait erat dengan masa bonus demografi negara Indonesia hingga tahun 2030.

    “Kita sadar dan akui bahwa perubahan teknologi dewasa ini terjadi begitu cepat akibat disrupsi. Tren perkembangan teknologi juga telah bergeser, sehingga perusahaan teknologi digital merajai ekosistem dan perekonomian dunia. Tantangan lain yang kita hadapi saat ini adalah lapangan pekerjaan menjadi semakin berkurang akibat kemajuan teknologi,” terang Prof. Jamal disela-sela acara.

    Jamal menambahkan, diperkirakan setidaknya 5 juta orang akan kehilangan pekerjaan akibat otomasi. Perubahan besar dunia industri nampaknya berdampak langsung terhadap eksistensi generasi milenial, karena meskipun generasi milenial memiliki jiwa wirausaha yang tinggi, namun ternyata masih lemah dalam eksekusinya.

    Di era digital sekarang ini, bisa jadi mudah untuk menjadi pengusaha karena kemajuan teknologi. Hanya saja generasi milenial tingkat kesuksesan usahanya masih rendah, karena faktor gaya hidup yang masih konsumtif. Oleh karena itu, perlu perubahan paradigma, atau pola pikir dari para milinial, yang tidak hanya mampu bekerja dengan cara-cara efisien dan produktif saja, tetapi untuk menjadi hebat dan memenangkan persaingan, harus punya inovasi, kreativitas dan entrepreneurship. Sekarang ini ada sekitar 130 juta jiwa yang berusia produktif dapat mengambil kesempatan baru untuk mengembangkan bisnis di era digital. Sebut saja Gojek, Tokopedia, Bukalapak, dan yang terakhir muncul Ruang Guru diprediksi dalam waktu dekat akan menjadi Unicorn Indonesia.

    Pesatnya perkembangan bisnis digital tersebut, maka Pemerintah Indonesia sendiri telah menargetkan terciptanya 1.000 technopreneur pada tahun 2020 mendatang.
    “Untuk itulah, saya dan kampus UNS harus bisa mengajak generasi milenial terutama yang hadir di acara ini dan di seluruh Indonesia, untuk meraih kesempatan yang sama dalam berkontribusi dan berperan aktif di era industri digital,” imbuh Prof. Jamal.

    Prof. Jamal menambahkan bahwa UNS harus bisa melakukan empowering human talents yang dimiliki saat ini untuk menghadapi era revolusi industri 4.0 dan era VUCA (Volatile/cepat berubah, Uncertain/situasi yang tidak pasti,Complexity/lebih banyak faktor yang saling mempengaruhi, dan Ambiguous/tidak jelas artinya). Kuncinya hanya satu yaitu SDM yang kompetitif dan inovatif. “Untuk membuktikan bahwa UNS mampu melakukan inovasi, saat ini kami juga telah memiliki startup hasil riset dosen muda Fakultas Teknik berupa Battery Lithium dan Batik Pewarna Alami (Ecody), yang selanjutnya akan menjadi Teaching Factory-nya UNS,” imbuhnya.

    Sementara itu, Pemimpin Redaksi Harian Bisnis Indonesia, Hery Trianto mengatakan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya diselenggarakan di UNS, melainkan juga digelar diberbagai kampus lainnya. “Dengan acara ini, kami menghimbau kepada mahasiswa ketika lulus tidak hanya mencari pekerjaan melainkan bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” kata Hery.

  • 12 Teams Impress the Jury at the Final of SMBCC

    12 Teams Impress the Jury at the Final of SMBCC

    Twelve teams from 8 (eight) universities in Indonesia went to the final of Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC), on Friday October 11th, 2019. The teams are from Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indoensia (UI), Universitas Sebelas Maret (UNS), Bina Nusantara (BINUS), Universitas Udayana, and Ciputra University.

    SMBCC is a national level competition in business case, hosted by the Students Association of the Bachelor in Management Study Program (HMJM) of the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS. This competition is a part of the series of activities including in Management Carnival, which aims to solve the social problem through students’ creative thinking. It is expected to encourage students’ critical thinking on a problem as well as improving their competitiveness in academic field.

    Previously, the participants who passed to the final stage followed a company visit to the Balekambang for a survey and collecting data, for their final presentation on the next day. In front of the four juries, which consist of Balekambang management, Dinas Pariwisata (Tourism Bureau) of Surakarta, and Academician from FEB UNS. The teams present their survey’s result, the problems found, as well as proposing creative ideas for the development of Balekambang.

    The juries are impressed by the presentation and creatives ideas provided by the participants for the development of Balekambang. “We gained a lot of benefits from this event, as if we were shopping for inspiration. The students’ creative ideas are excellent,” Wahyu, a staff from Tourism Bureau, says. The result of assessment will be announced on the Talk show and National Seminar on Saturday, October 12th, 2019, in UNS Auditorium. The final score consists of written paper assessment (35%), presentation (30%), and final presentation (35%).

  • Di Final SMBCC, 12 Tim Buat Juri Terpukau

    Di Final SMBCC, 12 Tim Buat Juri Terpukau

    Sebanyak 12 tim perguruan tinggi di Indonesia yakni dari UGM, ITS, ITB, UI, UNS,BINUS, UDAYANA dan CIPUTRA maju ke final Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) di FEB UNS, Jumat, 11 Oktober 2019.

    SMBCC merupakan kompetisi tingkat nasional berbentuk “Business Case” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen (HMJM) FEB UNS.

    Kegiatan ini adalah salah satu dari rangkaian acara Management Carnival yang bertujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan sosial masyarakat, terutama melalui ide-ide kreatif mahasiswa.

    Dengan acara ini, juga diharapkan mampu
    mengembangkan jiwa kritis terhadap suatu masalah juga meningkatkan kemampuan kompetisi di bidang akademik bagi mahasiswa.

    Sebelumnya, peserta yang lolos final melakukan company visit untuk survei, mencari data-data ke wahana wisata Balekambang, Solo sebagai bahan presentasi di kompetisi esok harinya.

    Dihadapan empat juri yakni dari pengelola Balekambang, Dinas Pariwisata Surakarta dan Akademisi FEB UNS, tim memaparkan hasil survei mereka, menyampaikan permasalahan yang tampak dan menawarkan ide-ide kreatif bagi pengembangan Balekambang.

    Para juri sangat kagum dengan presentasi, dan ide-ide kreatif yang ditawarkan para mahasiswa untuk menjadikan wahana wisata Balekambang agar memiliki daya tarik yang lebih.

    “Banyak manfaat yang kami peroleh di acara ini. Kami seperti belanja inspirasi. Luar biasa ide-ide kreatif para mahasiswa.
    Banyak catatan yang bisa dipakai, diaplikasikan bagi pengembangan Balekambang, mulai dari bikin brand, tagline dan sebagainya” ungkap Wahyu, salah satu juri dari Dinas Pariwisata Surakarta.

    Hasil penilaian akan diumumkan di acara Talkshow dan Seminar Nasional yang akan digelar Sabtu 12 Oktober 2019 di Auditorium UNS. Nilai akhir adalah akumulasi dari penilaian paper 35%, presentasi paper 30%, presentasi final 35 %.

  • JOB VACANCY

    [gview file=”http://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2019/10/Dok-baru-2019-10-09-11.30.33.pdf”]

  • Visiting FEB UNS, UNSRAT is Impressed by Archive Management

    Visiting FEB UNS, UNSRAT is Impressed by Archive Management

    The Faculty of Business and Economics Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) welcome the Archive Management staff from Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado, which consist of Prof.John S. Kekenusa (the Head of Archive Management) and Gleyvi G. Mamesah, SE. (Operator of Archive Management UNSRAT), on Thursday, September 10th, 2019. The visit was welcomed by the Head of Administration FEB UNS, Dra. Eny Widayati, together with the Head of UNS Archive Management.

    Prof. John S. Kekenusa, express their wish to know the Standard Operation and Procedures (SOP) of the archival unit and the management of electronic archives in UNS, because the archival unit in UNS considered as having a better archival management. On this opportunity, Nike Sri Sunarni, S.Mn, the archivist of FEB UNS explains the SOP of archive management in FEB UNS to the UNSRAT team, while inviting them to take a look on the archives stored in archival room in FEB UNS. She further explains that the archive management in FEB UNS as Unit II of UNS Archival is more optimal and professional. The archivist is responsible in the management of inactive archives. The archivist also responsible for transferring archive from work units or sub-sections in FEB, in accordance with procedure of archive transfer.

    “The received archives, later, is categorized and stored manually (for the hard file). Gradually the archives are scanned and then they were uploaded to the archival service application. The archive management in FEB UNS is online, which is the first in UNS,” she explains.

    Nike also shows the gallery of FEB UNS establishment in 1978 and the development of all 5 buildings in FEB UNS. The UNSRAT team is impressed by the archive management in FEB UNS, especially the storage of old archives in the form of textual administration books.

  • Kunjungi FEB UNS, UNSRAT Terkesan dengan Pengelolaan Arsip

    Kunjungi FEB UNS, UNSRAT Terkesan dengan Pengelolaan Arsip

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menerima kunjungan Pengelola Kearsipan Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) Manado,Prof.John S. Kekenusa,Kepala UPT Kearsipan dan Gleyvi G. Mamesah,SE,Operator Kearsipan UNSRAT, Kamis 10/10/2019.

    Dalam kunjungan yang diterima oleh Dra. Eny Widayati, Kepala Bagian Tata Usaha FEB UNS dan Pengelola Arsip Pusat dan FEB, Prof. John S. Kekenusa menyampaikan keinginannya untuk mengetahui SOP bidang kearsipan dan pengelolaan arsip elektronik di UNS, karena Unit Kearsipan di UNS dipandang memiliki tata kelola kearsipan yang baik.

    Di kesempatan itu, Nike Sri Sunarni, S.Mn, Arsiparis FEB menyampaikan SOP pengelolaan arsip di FEB UNS kepada Tim UNSRAT sambil sesekali mengajak tim untuk melihat-lihat arsip-arsip yang tertata dalam ruang yang cukup luas.

    Dikatakannya, pada dasarnya pengelolaan arsip di FEB sebagai Unit Kearsipan II UNS sudah lebih maksimal dan profesional. Arsiparis memiliki tanggung jawab dalam mengelola arsip inaktif. pemindahan dari unit-unit kerja atau sub-sub bagian yang ada di FEB sesuai prosedur dengan berita acara pemindahan arsip.

    “Arsip-arsip yang telah diterima, kemudian diolah dan disimpan secara manual fisik dalam boks. Secara bertahap, arsip di scan dan di upload dalam aplikasi layanan arsip. Pengelolaan arsip-arsip di FEB sudah berbasis daring, dan merupakan satu-satunya di UNS” paparnya.

    Kepada Tim dari UNSRAT, Nike juga menunjukkan galeri pendirian gedung FEB di tahun 1978 dan perkembangan 5 gedung yang berdiri di FEB UNS.

    Tim sangat terkesan dengan tata kelola arsip di FEB, terlebih dengan masih rapi tersimpannya arsip lama yang berbentuk buku administrasi tekstual yang sudah terlihat memudar warnanya karena“termakan” usia