FEB

Blog

  • Divisi International Relations FEB Ajak Diskusi Mahasiswa yang Tergabung dalam AIESEC

    Divisi International Relations FEB Ajak Diskusi Mahasiswa yang Tergabung dalam AIESEC

    Sebagian besar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, masih merasa nyaman untuk menjalankan usaha dan marketingnya secara manual dan tradisional, berbeda dengan yang ada di luar negeri,  lebih kepada kepraktisan. Dan juga untuk  cara bayar pun,   di luar negeri sudah cashless, di Indonesia  masih jarang.

    Hal itu diungkapkan oleh beberapa mahasiswa asing saat Lintang Ayuninggar, dari Divisi International Relations meminta pendapat mereka tentang UMKM dalam diskusi yang digelar Rabu, 24/7/2019 di Aula FEB.

    Tastaftiyan, yang juga dari tim internasionalisasi, menanyakan kepada peserta, apakah betul, ke depan, beberapa penyedia lapangan kerja sudah tidak membutuhkan ijazah, tapi lebih pada kompetensi,  artinya bisa jadi 10 atau 20 tahun lagi ketertarikan mahasiswa untuk belajar ke universitas akan berkurang karena mereka bisa mempelajari apapun via online.

    Secara umum tanggapan mereka adalah tidak menyetujui,  karena walau mungkin beberapa perusahaan sudah tidak mensyaratkan ijazah, tapi saat ini yang menggunakan ijazah sebagai seleksi administratif lebih banyak. Mereka juga berpendapat bahwa universitas bukan hanya tempat untuk mencetak ijazah namun juga tempat mencari pengalaman bagi mahasiswa itu sendiri.

    Diskusi berlangsung dalam suasana  penuh keakraban, dengan 18 mahasiswa asing dari Kanada, Amerika, China, Vietnam,  Maroko, Polandia dan Perancis. Beberapa pembahasan utama selain pengembangan kurikulum internasional dan entrepreneurship, juga tentang student exchange dan double degree.

    Ke delapan belas mahasiswa asing tersebut merupakan tim yang tergabung dalam Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC). Kedatangan mereka ke Solo adalah dalam rangka  projek sosial tahunan mereka yang tergabung dalam Summer Project 2019. Dalam Summer Project kali ini, terdapat empat projek sosial yang akan diselenggarakan, yakni Entrevolution 9.0, Kids n Care 2.0, Eduvaganza 3.0 dan Global Village. Acara ini mulai terselenggara sejak 17 Juni yang lalu dan akan berakhir pada 24 Agustus mendatang.

    Kedatangan mereka di Solo diharapkan mampu membantu pemecahan sosial di masyarakat Solo, terutama terkait variasi dan keberagaman strategi dan alternatif cara bisnis.

     

     

  • Tangkal Radikalisme melalui Pendekatan Budaya

    Tangkal Radikalisme melalui Pendekatan Budaya

    Radikalisme merupakan ideologi, paham, aliran, pikiran atau tindakan yang ingin merubah tatanan sosial masyarakat yang sudah mapan, hal ini bisa positif atau negatif.

    Hal itu disampaikan Prof. Djoko Suhardjanto, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) pada Seminar Nasional bertema Upaya Menangkal Radikalisme melalui Pendekatan Budaya, Jumat 27/7/2019.

    Dihadapan lebih dari 300 peserta, Prof.Djoko menyatakan bahwa untuk mencegah radikalisme yang bersifat negatif bisa dilakukan dengan pendekatan budaya.

    “Urip sing urup memayu hayuning bawono, kita hidup itu harus memberikan manfaat kepada yang lain dan jika itu bisa kita lakukan maka radikalisme yang bersifat negatif bisa ditangkal” jelasnya

    Tata kesopanan yang menjadi nilai-nilai budaya luhur perlu kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, punya rasa tepo seliro, grapyak, lembah manah, guyub rukun, ewuh pekewuh juga bisa mencairkan yang sifat radikalisme.

    Pendapat senada juga disampaikan oleh Abdul Kharis Almasyhari, Ketua Komisi I DPR RI, banyak permasalahan yang mengemuka ternyata bisa selesai dengan budaya-budaya yang kita miliki.

    “Pada era kemajuan teknologi seperti sekarang ini, kita dituntut untuk menemukan alternatif solusi melalui budaya. Listrik bisa mati, kalau provider eror komunikasi melalui ponsel bisa berhenti. Namun budaya kentongan dapat menjadi strategi keamanan alternatif dalam kondisi darurat tanpa gangguan provider dan listrik,” jelas Abdul.

    Lebih lanjut dikatakan, jika RT dan RW berfungsi, musyawarah dengan warganya dioptimalkan, pendekatan secara personil, saling kontrol lingkungan sekitar, akan mampu menyelesaikan segala permasalahan di masyarakat, termasuk radikalisme.

    Seminar yang digelar di Aula FEB UNS terlaksana atas kerjasama Komisi I DPR RI, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI dan FEB UNS.

    Di malam harinya, FEB gelar pertunjukan wayang kulit dengan dalang Ki Warseno Slenk, mengambil lakon Wisanggeni Lair.

    Ke depan, Dekan FEB UNS akan terus menggagendakan event-event budaya di FEB yang digelar pada masa libur perkuliahan.

    Selain untuk “nguri-uri” budaya lokal, mengenalkan kembali kepada para generasi muda yang sudah banyak ditinggalkan, aktifitas ini juga bertujuan untuk menyatukan alumni ,mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, melalui cara-cara yang cair, kumpul bareng wedangan sehingga hubungan kekeluargaan civitas akademika menjadi semakin erat.

    Sesuai dengan semangat kita bahwa UNS sebagai Benteng Pancasila yang bisa menangkis radikalisme yang bersifat negatif.

  • JOB VACANCY PT. HADORI

    PT Hadori membuka recruitment pegawai, untuk lebih jelasnya, silahkan download poster berikut :

    [gview file=”http://feb.uns.ac.id/feb/wp-content/uploads/2019/07/Poster-Rekrutmen-2019.pdf”]

    Terimakasih

  • FEB UNS Research Group Gives a Training on E-Branding in Kepuhsari Tourism Village

    FEB UNS Research Group Gives a Training on E-Branding in Kepuhsari Tourism Village

    The economics digital era 4.0 requires business actors to develop their business through a creative online marketing and e-branding. This was delivered by Prof. Yunastiti Purwaningsih, MP, as the Head of Industrial Economics Research Group FEB UNS to the participants of e-branding of shadow puppet products in Kepuhsari village on Sunday July 14th, 2019.

    The participants who are member of Tetuko Tourism Awareness Group (Kelompok Sadar Wisata-Pokdarwis) are the artisans of carving decoration art in Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri. The participants are taught on the use of social media for promotion and e-branding. Johadi, M.Sc as one of the speaker explains that there are certain tricks that should be understood by online marketers in using social media.

    The second speakers Mulyadi, SE., M.Ec.Dev., who is also the Head of the Workshop, deliver the topic graphic video and Youtube. Online marketing and e-branding through social media (Facebook, Instagram, Twitter, and Youtube) is needed in this era.

  • Informasi Magang di OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY

    Berikut informasi dari OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan DIY untuk Magang tahun 2020 :

    Semuga menjadi perhatian, terimakasih.

  • The Doctor in Economics Study Program FEB UNS Conducts Curriculum Evaluation Workshop

    The Doctor in Economics Study Program FEB UNS Conducts Curriculum Evaluation Workshop

    The Study Program of Doctoral in Economics conducts a workshop on curriculum evaluation on Thursday July 18th, 2019 at UNS Inn. Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, as the Head of Study Program states that the effort to evaluate the curriculum is an urgent necessity in order to prepare the program following the advancement of UNS to be a university as legal entity (PTNBH).

    “This evaluation is conducted to accelerate the students study process,” explains Prof. Rahmawati. Before the workshop is conducted several preliminary inputs are collected regarding structure changes that designed for 6 (six) semesters with total minimum 52 credits taken, which consist of compulsory courses, program specifics courses, and elective/interest specific course.

    The evaluation on the curriculum in the Program also benchmarking the curriculum applied in other universities both in Indonesia and overseas university.

     

  • Grup Riset FEB Beri Pelatihan E-Branding Di Kampung Wisata Kepuhsari

    Grup Riset FEB Beri Pelatihan E-Branding Di Kampung Wisata Kepuhsari

    Era digital ekonomi 4.0 menuntut pelaku bisnis untuk kreatif melakukan marketing online dan E Branding agar bisnisnya semakin berkembang.

    Hal itu diungkapkan Prof.Yunastiti Purwaningsih, MP, ketua Riset Grup (RG) Industrial Economics FEB UNS dihadapan  peserta pelatihan E-Branding produk wayang dan desa wisata Kampung Wayang Kepuhsari , Minggu, 14/7/2019.

    Peserta yang tergabung dalam Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tetuko merupakan pengrajin seni tatah sungging dan pelaku wisata yang ada di Desa Kepuhsari, Manyaran, Wonogiri.

    Peserta diajarkan strategi penggunaan media sosial untuk kepentingan promosi dan E-Branding. Johadi, M.Sc selaku pemateri menjelaskan bahwa ada trik-trik tertentu yang mesti dipahami oleh seorang yang melakukan pemasar online dalam menggunakan akun medsosnya.

    Materi kedua berupa pelatihan video grafis dan youtube yang disampaikan oleh Mulyadi, SE., M.Ec.Dev selaku ketua pelaksana kegiatan. Pemasaran online dan E- Branding dengan mengkombinasikan media sosial (facebook, Instagram, Twitter, dan Youtube) menjadi sangat dibutuhkan pada saat ini.

  • PDIE FEB UNS gelar Lokakarya Evaluasi Kurikulum

    PDIE FEB UNS gelar Lokakarya Evaluasi Kurikulum

    Program Doktor  Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB UNS gelar Lokakarya Evaluasi Kurikulum, Kamis 18/7/2019 di UNS Inn, Solo.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Ketua Program Studi PDIE menyatakan upaya untuk mengevaluasi kurikulum adalah sebuah keharusan yang mendesak dalam rangka mempersiapkan diri,  karena dalam waktu tak lama lagi UNS menjadi PTNBH.  

    “Evaluasi ini kita lakukan agar mahasiswa dapat cepat menjalani proses studinya”  Jelas Prof Rahmawati.

    Sebelum diselenggarakannya lokakarya, telah disusun beberapa masukan awal  terkait perubahan struktur yakni kurikulum dirancang untuk 6 (enam ) semester dengan  total beban  belajar paling sedikit 52 SKS yang terdiri dari kelompok matakuliah wajib umum, mata kuliah wajib program studi dan matakuliah pilihan/ minat studi.

    Evaluasi terhadap kurikulum di PDIE ditempuh juga dengan melihat beberapa kurikulum Perguruan Tinggi yang ada di dalam dan di luar negeri.