FEB

Blog

  • Perkuat Kompetensi, Tendik FEB UNS Ikuti Pelatihan Microsoft Office

    Perkuat Kompetensi, Tendik FEB UNS Ikuti Pelatihan Microsoft Office

    Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Pelatihan Microsoft Office di Laboratorium Komputer FEB UNS, Kamis 5 Juni 2025.

    20 Tendik FEB yang mengikuti pelatihan sebagian besar merupakan Tendik di bagian administrasi akademik, layanan kuliah dan kemahasiswaan.

    Pelatihan berlangsung selama 1 hari dan  dipandu oleh Tri Haryatmo, M.Pd dari Balai Besar Guru Penggerak (BBGP).

    Pelatihan Microsoft Office memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi Tendik, khususnya dalam kinerja layanan, efisiensi kerja, dan keterampilan digital.

    Melalui pelatihan ini, Tendik FEB diharapkan dapat menguasai aplikasi seperti Word, Excel, PowerPoint untuk kebutuhan dalam bekerja. Selain itu, pelatihan ini juga membantu dalam pengembangan karier dan persiapan sertifikasi profesional. Dengan keterampilan Microsoft Office yang baik, Tendik FEB akan lebih siap menghadapi tantangan di dunia digital dan dunia kerja modern.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan fasilitas yang diberikan fakultas sebagai penguatan kapasitas Tendik FEB.

    “Sebelum kegiatan ini dilakukan, kami melakukan identifikasi, kebutuhan capacity building-nya apa? ternyata yang paling mendasar di bagian akademik adalah kemampuan microsoft  office, kebetulan banyak yang perlu ditingkatkan. Harapannya mempermudah pekerjaan Teman-Teman Tendik, bisa lebih efektif, misalnya dalam membuat surat, bisa lebih cepat dan dengan format yang rapi” paparnya.

    Staf yang memiliki keahlian Microsoft Office sangat vital dalam mendukung kelancaran dan efisiensi kerja di FEB.

    Dengan kemampuan mengoperasikan aplikasi seperti Word, Excel, dan PowerPoint, staf dapat mengelola data, menyusun laporan, membuat presentasi, serta memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi dengan lebih efektif.

    Keahlian ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil kerja, sehingga menjadi nilai tambah penting dalam menunjang tugas sehari-hari.

    Prof. Tri juga berharap para Tendik bisa menyampaikan apa yang bisa dieksplor lebih lanjut agar dapat meningkatkan keterampilannya.

    Selanjutnya disampaikan bahwa Bidang I juga tidak hanya menawarkan pelatihan untuk administrasi akademik,  telah direncanakan juga pelatihan bagi Operator Siakad dengan mengundang narasumber dari dari TIK UNS untuk sistemnya dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) untuk regulasinya.

    Pelatihan ini sejalan dengan upaya mendukung SDGs, khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dengan meningkatkan kapasitas tenaga kependidikan dalam keterampilan digital yang esensial untuk mendukung efektivitas layanan pendidikan dan pengelolaan akademik yang berkualitas di era digital.

  • UNS Collaborates with TPS3R “Mojo Makmur” to Manage Organic Waste through UMAITA Integration in Surakarta

    UNS Collaborates with TPS3R “Mojo Makmur” to Manage Organic Waste through UMAITA Integration in Surakarta

    To promote sustainable organic waste management, the Institute for Research and Community Engagement (LPPM), Universitas Sebelas Maret (UNS), organized a Dissemination and Focus Group Discussion (FGD) session entitled Organic Waste Management at the “Reduce, Reuse, Recycle Waste Processing Facility (TPS3R) Mojo Makmur” in Jebres, Surakarta. The activity was attended by the Commander of Military District 0735/Surakarta, Lt. Col. Inf. Fictor Juradi Situmorang, S.I.P., M.I.P., who expressed interest in collaborating to strengthen organic waste management efforts.

    The event opened with remarks by Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., Head of the Community Engagement Program (PKM). He highlighted the common perception that organic waste is often viewed as useless or even problematic. However, he emphasized that through the integration model of UMAITA—Poultry, Maggot, Fish, and Plants—organic waste can be transformed into valuable and economically beneficial resources.

    The official opening was delivered by Santi Yuniati, S.So., M.A.P., Secretary of the Jebres Sub-District Office. She noted that the collaboration with UNS is not limited to this event alone, but is expected to continue, with the university serving as an academic partner that consistently supports TPS3R initiatives.

    The event featured Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si., as the main speaker. She presented insights on the circular economy and the innovation of using black soldier fly (BSF) maggots to address organic waste issues. Prof. Izza explained that Indonesia generates approximately 34.2 million tons of waste annually, with around 40% still unmanaged. In Surakarta, particularly the Jebres area, household and student food waste constitutes the largest portion. Maggot farming, she argued, offers an effective solution, being fast, odorless, safe, and environmentally friendly.

    “Not only is maggot farming environmentally sustainable, but it also holds high economic value. Products like dried maggots and maggot meal can serve as feed for poultry and fish, reducing feed costs by up to 40%,” she explained.

    During the FGD session moderated by Dr. Nurul Istiqomah, S.E., M.Si., Mr. Sunarno, manager of TPS3R Mojo Makmur, described the current operations involving composting, liquid fertilizer production, and maggot cultivation, despite facing challenges related to waste supply and distribution.

    Lt. Col. Fictor Situmorang affirmed the TNI’s commitment to supporting the initiative, noting that organic waste management aligns with national efforts in food security and environmental cleanliness. “We are ready to collaborate with all stakeholders to ensure the success of this program,” he stated.

    Community representatives raised concerns about the lack of public participation in waste sorting, while Mrs. Santi from the sub-district office encouraged the establishment of a community-based waste bank as a strategic long-term solution.

    One innovative proposal discussed was forming partnerships with local food vendors to supply leftover food for maggot cultivation and utilizing liquid fertilizer for hydroponic agriculture at the TPS3R site.

    This activity is expected to serve as a milestone in developing an integrated organic waste management ecosystem that leverages community participation and local technology, with support from government bodies, academics, and the wider community.

  • Universitas Sebelas Maret Gandeng TPS3R ”Mojo Makmur” dalam Pengelolaan Sampah Organik melalui integrasi UMAITA (Unggas, Magot, Ikan dan Tanaman) di Kota Surakarta

    Universitas Sebelas Maret Gandeng TPS3R ”Mojo Makmur” dalam Pengelolaan Sampah Organik melalui integrasi UMAITA (Unggas, Magot, Ikan dan Tanaman) di Kota Surakarta

    Dalam upaya mendorong pengelolaan sampah organik berkelanjutan, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Pengelolaan Sampah Organik di Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) ”Mojo Makmur”, Jebres, Surakarta.

    Acara ini juga dihadiri oleh Komandan Kodim 0735/Surakarta Letkol Inf Fictor Juradi Situmorang, S.I.P., M.I.P. yang ingin berdampingan dan bersinergi dalam pengelolaan sampah organik.

    Acara dimulai dengan sambutan pertama yang sampaikan oleh Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si selaku Ketua Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

    Prof. Suryanto menyampaikan bahwa banyak orang beranggapan sampah organik menjadi barang yang tidak berguna bahkan dicap sebagai barang negatif. Namun, melalui model integrasi UMAITA (Unggas, Magot, Ikan dan Tanaman) akan diubah menjadi barang positif dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

    Acara selanjutnya yaitu sambutan dan pembukaan oleh Ibu Santi Yuniati, S.So,MAP selaku Sekertaris Kelurahan Jebres. Ia menyampaikan bahwa kerja sama dengan UNS tidak berhenti pada kegiatan ini saja, melainkan terus berlanjut sebagai lembaga akademisi yang selalu mendampingi kegiatan TPS3R.

    Kegiatan ini menghadirkan Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. sebagai narasumber utama yang memaparkan konsep ekonomi sirkular serta inovasi pemanfaatan maggot (Black Soldier Fly) dalam mengatasi persoalan sampah organik. Menurut Prof. Izza, timbunan sampah nasional mencapai ±34,2 juta ton per tahun dengan sekitar 40% belum terkelola. Di Surakarta, khususnya wilayah Jebres, rumah tangga dan mahasiswa menjadi penyumbang utama sampah, terutama sisa makanan. Maggot dinilai sebagai solusi yang efektif karena mampu mengurai limbah organik secara cepat, tanpa bau, dan aman bagi kesehatan.

    “Budidaya magot tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga bernilai ekonomi tinggi. Produk seperti maggot kering dan tepung maggot bisa menjadi pakan unggas dan ikan, sekaligus mengurangi biaya pakan hingga 40%,” ungkap Prof. Izza.

    Selanjutnya, dalam sesi FGD yang dipandu oleh Dr. Nurul Istiqomah, S.E., M.Si.

    Pak Sunarno selaku Pengelola TPS3R Mojo Makmur menyampaikan aktivitas pengolahan kompos, pupuk cair, dan budidaya maggot yang telah berjalan, meski masih terkendala distribusi dan pasokan bahan baku sampah organik.

    Sementara itu, Letkol Inf Fictor J. Situmorang menegaskan dukungan TNI terhadap program ini. Ia menyatakan bahwa pengelolaan sampah organik sejalan dengan program ketahanan pangan dan kebersihan lingkungan yang saat ini tengah digencarkan.

    “Kami siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyukseskan program ini,” katanya.

    Sementara itu, perwakilan warga menyoroti minimnya partisipasi masyarakat dalam pemilahan sampah. Serta Sekretaris Kelurahan Jebres, Ibu Santi, yang mendorong terbentuknya paguyuban bank sampah sebagai langkah strategis jangka panjang.

    Salah satu solusi inovatif yang muncul dalam diskusi adalah kerja sama dengan warung makan untuk menyuplai sisa makanan sebagai pakan maggot, serta pemanfaatan pupuk cair untuk pertanian hidroponik di TPS3R.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi tonggak awal dalam menciptakan ekosistem pengelolaan sampah organik terpadu berbasis partisipasi masyarakat dan teknologi lokal, dengan dukungan dari berbagai elemen termasuk pemerintah, akademisi, dan komunitas.

  • Enhancing Understanding of Public Policy, Development Economics Students Take Part in Field Study at Sukoharjo Regency Government

    Enhancing Understanding of Public Policy, Development Economics Students Take Part in Field Study at Sukoharjo Regency Government

    To provide a real-world perspective on public policy—particularly at the local government level—45 of sixth-semester students from the Development Economics Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), took part in a Field Study Lecture (Kuliah Kunjungan Lapangan/KKL) on Tuesday, 17 June 2025, at the Sukoharjo Regency Government Office.

    This activity is part of the learning program for two courses: Public Policy Analysis and Public Economics II, taught by Ariyanto Adhi Nugroho, SE., M.Ec.Dev., MAPPI (Cert), a lecturer at FEB UNS. “Through this field study, students are expected to learn directly from public policy actors—not just through theories and literature. This is undoubtedly a valuable experience for students, especially as they can engage directly with the Vice Regent, department heads, and other relevant officials,” explained Ariyanto.

    The activity was warmly welcomed by the Vice Regent of Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, SE. In his address, he stated that the current generation is working toward the vision of Indonesia Emas 2045. One of the ways to achieve this is by expanding access to education, including through initiatives like this field study. Students can learn how policies are formulated at the regional level. At the same time, students can also contribute through their research, offering insights and solutions to current issues.

    He also highlighted the rapid development of Sukoharjo Regency. With a complex regional profile that includes rural, urban, and metropolitan areas, it demands policies that are both precise and contextually appropriate.

    The event concluded with an open discussion session, allowing students to pose questions directly to department heads or their representatives. Among the most discussed topics were waste management, the digitalisation of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs), and local innovations in addressing societal challenges.

  • Perkaya Wawasan tentang Kebijakan Publik, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Ikuti Kuliah Kunjungan Lapangan di Pemkab Sukoharjo

    Perkaya Wawasan tentang Kebijakan Publik, Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Ikuti Kuliah Kunjungan Lapangan di Pemkab Sukoharjo

    Dalam rangka memberikan gambaran riil kebijakan publik, khususnya oleh pemerintah daerah,  45 mahasiswa semester 6 Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Kuliah Kunjungan Lapangan (KKL), Selasa 17 Juni 2025 di Kantor Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian pembelajaran dari dua mata kuliah yaitu Analisis Kebijakan Publik dan Ekonomi Publik II yang diampu oleh Ariyanto Adhi Nugroho, SE, M.Ec.,Dev., MAPPI (Cert), Dosen FEB UNS.

    “Dengan KKL ini, harapannya mahasiswa dapat belajar langsung dari aktor-aktor kebijakan publik, tidak hanya dari teori-teori dan literatur yang ada. Kesempatan ini tentunya menjadi pengalaman yang menarik bagi mahasiswa, apalagi dapat bertemu dan berdiskusi langsung dengan Wakil Bupati dan Kepala Dinas dan pimpinan lain yang terkait” urai Ariyanto.

    Kegiatan ini disambut baik oleh Wakil Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo, SE.

    Dalam paparannya disampaikan, saat ini kita semua sedang mewujudkan generasi Emas Indonesia 2045. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan kesempatan belajar seluas-luasnya kepada Masyarakat, seperti kegiatan ini.

    Mahasiswa dapat belajar bagaimana merumuskan kebijakan di daerah, dan juga sebaliknya mahasiswa juga dapat memberikan kontribusi dari hasil penelitian yang dapat menjawab permasalahan saat ini.

    Disampaikan juga bahwa perkembangan daerah Sukoharjo semakin pesat. Dengan karakteristik daerah yang komplek, dari wilayah perdesaan, urban dan perkotaan tentunya membutuhkan kebijakan yang tepat sasaran.

    Kegiatan juga dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab langsung kepada kepala dinas/ perwakilan dari dinas terkait. Topik yang banyak ditanyakan oleh mahasiswa terkait isu persampahan, pengembangan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan inovasi daerah dalam menjawab permasalahan di masyarakat.

     

  • Two Teams from Accounting Study Program FEB UNS Receive Awards at the SDG 13 Pitching Video Competition

    Two Teams from Accounting Study Program FEB UNS Receive Awards at the SDG 13 Pitching Video Competition

    The SDG No.13 Pitching Video Competition hosted virtually by UiTM MARA Malaysia on May 15, 2025, serves as a platform for students to act as agents of change by advocating for sustainability issues, particularly climate change. Participants were required to produce a three-minute video presenting their ideas on climate change in alignment with Sustainable Development Goal (SDG) No.13. The videos addressed the core issues, proposed solutions, and their potential environmental impacts. In this competition, two teams from the Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), were awarded with two distinguished rewards.

    from left to right: Zhenix Priskadisa Suryani, Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, and Thomas Tirta Yudistira

    The first team consisting of Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, Thomas Tirta Yudistira, and Zhenix Priskadisa Suryani won third place. While, the second team—comprising Abdillah Adib Had Farhan, Alma Az-zahra, and Aisyah Risqi Wardani—was awarded Most Promising Video.

    Throughout the competition, both teams conducted simple research by collecting relevant data to support the ideas conveyed in their videos. Following the research, they then drafted scripts and sourced visual materials such as raw footage, infographics, and additional visuals. All editing, including the recording of voiceovers, was carried out to produce compelling and engaging videos.

    Thomas and his team presented a video titled “Save Our Earth or Save Our Life.” “Through this title, we wanted to emphasize that, what we needed to protect is not just the planet or our living space, but our very own lives. The consequences of climate change that we are contributing to, directly affect our own survival,” Thomas explained to the FEB UNS media team. Further, he mentioned that he video also demonstrated practical examples of sustainable student behaviors, such as using public transportation and reducing plastic usage—practices that have become increasingly rare among younger generations. The team conveyed a strong message: protecting the Earth is a shared responsibility, and it is important to avoid actions that pollute and degrade the purity of our living environment, which may already be critically damaged.

    from left to right: lma Az-zahra, Aisyah Risqi Wardani, and Abdillah Adib Had Farhan

    Meanwhile, Abdillah and his team presented the theme “Implementing SDG 13 through Food Waste Management on Campus,” which earned them the Most Promising Video award. “This idea came from our concern over the significant amount of food waste on campus, which, if not properly managed, could contribute to increased greenhouse gas emissions. We proposed a solution involving collaboration with campus canteens to offer more flexible and needs-based food portions, supported by digital systems, to reduce waste,” Abdillah explained.

    The team also suggested that the university increase awareness campaigns among students and the broader campus academic community regarding the importance of reducing food waste. They further proposed that leftover food could be repurposed into compost. Through their video, the team aimed to show that meaningful contributions to climate action do not require large-scale initiatives. As centers of education, universities can serve as role models for sustainable living by taking small but impactful steps.

  • FEB UNS Alumni Participate in Recruitment Selection at PT Pertamina Hulu Energi

    FEB UNS Alumni Participate in Recruitment Selection at PT Pertamina Hulu Energi

    Hundreds of alumni from the Faculty of Economics and Business (FEB), Faculty of Engineering (FT), and Faculty of Law (FH), Universitas Sebelas Maret (UNS), took part in the selection process through the Talent Sourcing/Professional Development/Career Opportunity Program at PT Pertamina Hulu Energi. The selection was held in the Multimedia Room of the Faculty of Engineering, UNS, on Thursday, 12 June 2025. This activity was conducted as a part of a collaborative partnership between UNS—specifically FEB, FT, and FH—and PT Pertamina Hulu Energi.

    Dean of FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., expressed his appreciation for the collaboration between Pertamina Hulu Energi and UNS, particularly in providing valuable opportunities for alumni from FEB, FT, and FH to join Pertamina Hulu Energi. “This selection process is truly helpful, especially for FEB alumni. We welcome it warmly, and it will certainly benefit our graduates. Hopefully, it can become an annual program and be extended to other faculties within UNS,” he stated.

    Head of Cooperation at FEB UNS, Johadi, S.E., M.Sc., explained that this initiative reflects FEB UNS’s commitment to facilitating alumni—particularly from the Accounting and Management Study Programs, either from the field of Finance and other concentrations—thus, that they gain relevant experience in the financial sector, which will be needed to enter the labor market, especially with opportunities to work at PT Pertamina Hulu Energi.

    Through this partnership, FEB UNS alumni who pass the full selection process will be able to contribute meaningfully to the energy sector’s performance, particularly at PT Pertamina Hulu Energi. Moreover, hopefully, this program will support UNS alumni in securing employment within less than three months after graduation. “Our hope is that this initiative offers alumni the opportunity to compete for positions at well-established state-owned enterprises (BUMNs), which typically offer better salary prospects,” he added.

    He also mentioned that this collaboration will be a continuous effort and developed further, not only focusing on recruitment but also encompassing career development and preparation for entering the professional workforce.

    Through similar programs, it is expected that more UNS graduates will secure positions within BUMNs, especially those under the Pertamina holding group. In the longer term, within the next 15 to 25 years, it is hoped that UNS alumni will make a substantial contribution to Pertamina.

  • Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Raih Penghargaan di SDG No.13 Pitching Video Competition  

    Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Raih Penghargaan di SDG No.13 Pitching Video Competition  

    SDG No.13 Pitching Video Competition merupakan kompetisi yang diselenggarakan secara daring oleh UiTM Mara Malaysia untuk mewadahi mahasiswa sebagai agent of change dalam mengadvokasikan tentang isu keberlanjutan khususnya perubahan iklim. Peserta diminta untuk membuat video pendek berdurasi 3 menit untuk menyampaikan gagasan – gagasan tentang isu terkait perubahan iklim yang sesuai dengan SDG no 13. Bagaimana isi permasalahannya, solusi yang bisa ditawarkan, dan dampak terhadap lingkungan seperti apa.

    Di kompetisi ini, Dua Tim Mahasiswa Prodi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih penghargaan.

    Tim yang beranggotakan Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, Thomas Tirta Yudistira dan Zhenix Priskadisa Suryani berhasil meraih juara 3. Satu tim lagi yang beranggotakan Abdillah Adib Had Farhan, Alma Az-zahra, Aisyah Risqi Wardani mendapatkan penghargaan Most Promosing Video.

    Dari kiri ke kanan: Zhenix Priskadisa Suryani, Rizki Restu Fauzi, Eric Dwi Muhammad, dan Thomas Tirta Yudistira

    Selama proses kompetisi, tim melakukan riset sederhana dengan mengumpulkan data-data yang relevan untuk mendukung gagasan. Setelah itu, menyusun skrip video dan mencari bahan-bahan visual seperti video mentahan, infografis, dan footage.  Proses editing dilakukan sendiri, termasuk rekaman suara untuk voice over, dibuat sedemikian rupa hingga terlihat menarik

    Thomas dan timnya mengangkat judul Save Our Earth or Save Our Life.

    “Dengan judul tersebut kami ingin menyadarkan kalau yang sedang dan harus kita selamatkan tuh bukan sekadar bumi kita atau tempat tinggal kita, tapi ya hidup kita sendiri. Karena dampak dari perubahan iklim yang kita lakukan sendiri juga berdampak ke kehidupan kita” ungkapnya kepada feb.uns.ac id.

    Dikatakan,  saat mengambil video, tim mempraktikan hal hal yang harus dilakukan mahasiswa untuk memulai hidup yang berkelanjutan. Hal hal kecil itu sudah jarang dilakukan oleh anak muda sekarang, seperti naik transportasi umum atau mengurangi penggunaan plastik.

    Menjaga bumi benar-benar menjadi tanggung jawab kita bersama. Jangan melakukan hal hal yang mencemari kebersihan dan kemurnian dari tempat tinggal kita yang mungkin aja hanya kerusakannya sudah makin parah.

    Sedangkan Abdillah dan tim mengangkat tema tentang “Penerapan SDG 13 melalui Pengelolaan Limbah Makanan di Lingkungan Kampus”.

    Dari kiri ke kanan: Alma Az-zahra, Aisyah Risqi Wardani, dan Abdillah Adib Had Farhan,

    “Ide ini berawal dari keprihatinan kami terhadap banyaknya sisa makanan di lingkungan kampus, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat berkontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca. Kami memberikan gagasan solusi berupa kolaborasi dengan pihak kantin untuk menyediakan porsi makanan yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan makanan  berbasis teknologi agar semakin sedikit makanan yang akan terbuang” paparnya.

    Selanjutnya tim memberikan saran kepada pihak kampus agar memperbanyak kampanye kesadaran untuk para mahasiswa dan civitas kampus tentang pentingnya mengurangi sisa makanan. Selain itu, pihak kampus juga bisa memanfaatkan sisa makanan tadi untuk dijadikan kompos.

    Melalui video ini, tim ingin menunjukkan bahwa kontribusi terhadap aksi iklim tidak harus dimulai dari skala besar. Kampus sebagai pusat pendidikan bisa menjadi role model penerapan gaya hidup berkelanjutan melalui langkah-langkah kecil namun berdampak.

     

  • Alumni FEB UNS Ikuti Seleksi PT Pertamina Hulu Energi

    Alumni FEB UNS Ikuti Seleksi PT Pertamina Hulu Energi

    Ratusan alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Hukum (FH) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti seleksi pada Program Talent Sourcing/ Bimbingan Profesi/Peluang Karir pada PT Pertamina Hulu Energi di Ruang Multimedia Fakultas Teknis UNS, Kamis 12 Juni 2025.   ‘

    Kegiatan ini merupakan kerja sama yang terjalin antara UNS, khususnya FEB, FT dan FH dengan PT Pertamina Hulu Energi.

    Dekan FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D sangat menyambut baik kerja sama yang dijalin antara Pertamina Hulu Energi dan UNS, khususnya dalam hal ini memberikan peluang bagi alumni-alumni FEB, FT dan FH untuk bergabung dengan Pertamina Hulu Energi.

    “Seleksi ini benar-benar sangat membantu, khususnya bagi alumni FEB. Kita sangat menyambut baik, pastinya akan bermanfaat bagi para alumni. Kita harapkan bisa setiap tahun dan dapat lebih diperluas ke fakultas-fakutas lainnya di UNS” ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Kerja Sama FEB UNS, Johadi, S.E., M.Sc. mengatakan kegiatan  ini merupakan  bagian dari komitmen FEB UNS untuk memfasilitasi agar alumni FEB terutama dari program S1 Akuntansi dan Manajemen Konsentrasi Keuangan atau konsentrasi lain yang punya pengalaman di bidang keuangan untuk masuk ke pasar tenaga kerja, terutama berkarir di PT Pertamina Hulu Energi.

    Melalui kerja sama ini, alumni FEB UNS yang terseleksi sampai lulus di program ini bisa memberikan kontribusi nyata di dalam membangun kinerja di bidang energi yang dalam hal ini adalah di PT Pertamina Hulu Energi.

    Yang kedua, melalui program ini, harapan kami adalah bahwa alumni kita mampu terserap di pasar tenaga kerja dengan masa tunggu kurang dari 3 bulan.

    “Harapannya, kegiatan ini memberikan kesempatan kepada alumni kita untuk bersaing pada lembaga BUMN yang memang establish dan mapan dengan tingkat ekspektasi upah atau gaji yang lebih bagus” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan, ke depan, program kerja sama ini akan dilanjutkan dan kembangkan,  tidak hanya terbatas pada proses rekrutmen, tetapi pada proses pengembangan karir atau proses persiapan untuk masuk di dunia kerja.

    Dengan program-program itu harapannya lulusan kita masuk pada BUMN, terutama di bawah holding PT Pertamina bisa lebih bagus lagi. Dan kemudian harapan kita, 15-25 tahun kedepan kontribusi alumni kita betul-betul nyata bagi Pertamina.

    Kegiatan seleksi Program Talent Sourcing yang melibatkan alumni FEB, FT , dan Fakultas Hukum UNS ini tidak hanya membuka peluang karir yang luas bagi para lulusan, tetapi juga sejalan dengan komitmen bersama dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi.

    Melalui kerja sama ini, alumni diharapkan dapat berkontribusi secara nyata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan serta menyediakan lapangan kerja yang layak di sektor energi, sekaligus membantu penguatan sektor industri nasional. Dengan demikian, sinergi antara UNS dan PT Pertamina Hulu Energi tidak hanya memperkuat kualitas sumber daya manusia, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan.

  • Enhancing the Competence of BLUD Puskesmas Financial Managers, PKM HGR-UNS Team Provides Technical Assistance on Taxation for BLUD Puskesmas in Karanganyar Municipality

    Enhancing the Competence of BLUD Puskesmas Financial Managers, PKM HGR-UNS Team Provides Technical Assistance on Taxation for BLUD Puskesmas in Karanganyar Municipality

    The Behavioral Accounting Research Group, through its Community Engagement Program-Research Group Grant (PKM HGR), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), hosted a technical assistance program focused on taxation using the Coretax application for Regional Public Service Agency (BLUD) Puskesmas (Community Health Center) financial managers in the Karanganyar Municipality. This activity was held on Tuesday, 10 June 2025.

    The Behavioral Accounting Research Group, led by Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Ak., CA., in collaboration with the Karanganyar District Health Office, conducted this program, with a total of 21 representatives from Puskesmas units throughout the municipality.

    The event was also attended by several FEB UNS lecturers, including Dr. Payamta, M.Si., Ak., CA., CPA., CFI., AseanCPA., CRA., CRP., and Muhammad Alif Nur Irvan, S.Ak., M.Acc., Akt., CPA.

    In his opening remarks, Dr. Payamta emphasized the importance of the role played by financial managers of BLUD Puskesmas in understanding and operating the Coretax application to ensure smooth tax administration. He also noted that the activity is expected to enhance efficiency and transparency in tax management at BLUD Puskesmas and to strengthen coordination between local government bodies and related institutions in matters of financial and tax administration. The program concluded with a symbolic presentation of pocket handbook to the participants, serving as a practical manual for operating the Coretax application.