FEB

Blog

  • Lecture Exchange, a Collaboration between FEB UNS and the Faculty of Business and Management, UiTM

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), welcomed several lecturers from the Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, to deliver guest lectures across various classes on Monday, 28 April 2025. This activity is a continuation of the academic partnership between FEB UNS and the Faculty of Business and Management, UiTM, Malaysia.

    The visiting lecturers from UiTM included Dr. Faridah Pardi, Hilwana Abd Karim, Nur Alia Amirnordin, Dr. Nurazilah Zainal, Nur Fadhlina Zainal Abedin, and Tengku Sharifeleani Ratul Maknu. Dr. Faridah Pardi delivered a lecture for the Econometrics I class (Development Economics Study Program), presenting material on “Regression Analysis: Simple Linear Regression & Multivariate Regression.” Meanwhile, Hilwana Abd Karim and Nur Alia Amirnordin delivered lectures in the Management class (Development Economics Study Program). Dr. Nurazilah Zainal and Nur Fadhlina Zainal Abedin spoke in the Financial Management II class (Management Study Program), and Tengku Sharifeleani Ratul Maknu presented in the Principles of Marketing class (Digital Business Study Program), discussing the topic “Business Model Canvas.”

    In the Principles of Marketing course, Tengku Sharifeleani explained how to conduct a BMC (Business Model Canvas) analysis for a particular brand and invited students who had previously participated in BMC competitions to give presentations. The guest lectures were held from 10:30 to 12:00 WIB in the Soeharno TS Building and the Bachtiar Effendi Building of FEB UNS, taking place in separate sessions. The lectures proceeded seamlessly and concluded with the awarding of prizes to students who actively participated.

    This Guest Lecture Program offered an engaging platform to broaden students’ insights and knowledge in economics and business. It is also expected to contribute to the development of an adaptive curriculum at FEB UNS while strengthening academic collaboration with the Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

  • FEB UNS Bergerak Menuju Akreditasi AACSB

    Apakah AACSB ?

    Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) adalah sebuah organisasi akreditasi internasional yang memberikan pengakuan kepada sekolah-sekolah bisnis dan program-program akuntansi yang memenuhi standar kualitas pendidikan yang sangat tinggi.

    AACSB didirikan tahun 1916 di Amerika Serikat dengan fokus untuk memberikan akreditasi internasional kepada sekolah bisnis dan program akuntansi di seluruh dunia. Tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan bisnis melalui standar global yang ketat.

    Akreditasi AACSB memiliki banyak manfaat diantaranya: prestise global, hanya sekitar 5% sekolah bisnis di dunia yang berhasil mendapatkan akreditasi ini; Standar mutu tinggi, sekolah harus menunjukkan keunggulan dalam pengajaran, penelitian, kurikulum, dan pengembangan fakultas; Peningkatan reputasi lulusan, lulusan dari sekolah bisnis yang diakreditasi AACSB sering dipandang lebih kompetitif di pasar kerja global; Peluang kolaborasi internasional, lebih banyak kesempatan kerja sama dan pertukaran dengan institusi terkemuka lainnya.

    Beberapa proses utama yang harus dilalui fakultas untuk mendapatkan akreditasi AACSB: Pengajuan kelayakan (eligibility) dengan mengirim aplikasi ke AACSB dan menunjukkan struktur, program, dan kesiapan awal; Tahap bimbingan (mentoring), ditunjuk mentor AACSB, menyusun laporan awal (iSER), merancang strategi agar memenuhi standar AACSB; Menyusun evaluasi diri (iSER), mengirimkan laporan evaluasi awal, menjelaskan bagaimana fakultas memenuhi 9 standar AACSB, harus disetujui untuk lanjut ke tahap berikutnya; Implementasi dan laporan kemajuan, terapkan rencana perbaikan dan kirim laporan perkembangan secara berkala; Kunjungan tim penilai (peer review visit), tim eksternal mengunjungi kampus, verifikasi kesesuaian praktik dengan standar AACSB; Keputusan akreditasi, komite AACSB menilai dan memutuskan apakah akreditasi diberikan, ditunda, atau ditolak.

    FEB Menuju Akreditasi AACSB

    FEB UNS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis.

    FEB UNS telah menjadi anggota resmi AACSB lebih dari 10 tahun. Untuk itu, FEB UNS perlu upaya yang lebih gigih untuk tercapainya transformasi menuju standar global dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

    Di periode kepemimpinan Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, tahun ini, FEB bertekad kuat untuk mulai maju melakukan proses akreditasi.

    “Untuk periode ini, saya kira kita harus serius dalam mengerjakan ini, apalagi kita sudah mendapatkan dukungan penuh dari universitas. Memang ini akan menjadi proses yang lama dan bertahun-tahun, tapi memang harus dikerjakan dan harus segera dikerjakan, jadi siapapun besok yang akan menjadi pimpinan fakultas maupun taskforce, saya kira tidak masalah karena proses ini harus segera dimulai dan harus berjalan”, tegas Dekan yang disampaikan saat Focus Group Discussion (FGD) Eligible AACSB.

    Diskusi Eligibility Application AACSB (Tim AACSB)

    Memasuki tahap lanjutan, FEB UNS kini secara aktif memulai proses Eligibility Application sebagai langkah awal dalam meraih akreditasi AACSB. Proses ini menandai komitmen institusional FEB UNS untuk terus berkembang, menyesuaikan diri dengan standar internasional, dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

    Dengan dukungan seluruh civitas akademika, FEB UNS siap menjalani proses transformasi ini secara bertahap dan terukur.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan bahwa untuk proses akreditasi AACSB ini sangat selektif dan membutuhkan komitmen jangka panjang terhadap peningkatan kualitas secara menyeluruh.

    “Sejak 2010 kita menjadi member AACSB, atas arahan dari Pak Dekan, mulai tahun ini, kita harus start untuk kita kerjakan prosesnya. Kita perlu usaha lebih gigih, kita follow prosesnya, dan nanti harapannya bisa berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Semoga saja di akhir kepemimpinan periode ini, kita sudah dapatkan akreditasinya, harapannya seperti itu”, ungkapnya.

    Diskusi Eligibility Application AACSB (Tim AACSB)

    Dikatakan, AACSB ini berbeda dengan akreditasi pada umumnya. Kalau akreditasi yang pada umumnya itu, kinerja yang ada di fakultas dilaporkan kemudian di submit ke lembaga akreditasi. Sedangkan tahap pertama AACSB itu adalah eligibility application dan proses hingga terakreditasi paling cepat 5 tahun. Sehingga selama 5 tahun itu, nanti akan ada visitasi dari asesor AACSB dan beberapa proses lainnya yang harus dilakukan.

    “Ini kan kita akan susun dokumen eligibility, kemudian  kita akan bikin borangnya, dan ini nanti jika lolos, maka proses akreditasi itu akan berlangsung mulai tahun depan sampai 5 tahun ke depan. Jadi sampai pergantian pimpinan nanti itu prosesnya masih berjalan. Intinya adalah AACSB itu adalah akreditasi yang kita tidak melaporkan, tapi kita membuat perubahan besar yang ada di fakultas, memang kita perlu kerja keras ” jelasnya kemudian.

    Beberapa langkah telah ditempuh oleh Dekanat FEB diantaranya penerbitan Surat Tugas Tim Borang Akreditasi AACSB, diketuai oleh Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., sekretaris Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., dan beberapa dosen FEB lainnya. Selain itu, FEB juga adakan beberapa FGD dengan mengundang beberapa pakar dari universitas yang telah terakreditasi AACSB, dalam dan luar negeri. Juga secara rutin berdiskusi di lingkup internal, Dekanat dan juga dengan tim taskforce.

    Diskusi Eligibility Application AACSB dengan Mandra Lazuardi Kitri, MBA dari ITB

    Ke depan, FEB UNS berharap dapat meraih akreditasi AACSB sebagai pengakuan atas kualitas pendidikan yang diberikan. Proses ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi internasional, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kurikulum, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

    Dengan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika, FEB UNS optimis dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia global.

    Proses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi FEB UNS di kancah pendidikan bisnis global, sekaligus menghadirkan lulusan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

    Foto bersama usai Diskusi Eligibility Application AACSB
  • Kerja Sama Lecture Exchange antara FEB UNS dan Faculty of Business and Management UiTM

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengundang sejumlah dosen dari Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia untuk mengisi kegiatan kuliah tamu di beberapa kelas pada Senin, 28 April 2025.

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara FEB UNS dan Faculty of Business and Management, UiTM, Malaysia.

    Dosen-Dosen dari UiTM tersebut antara lain: Dr. Faridah Pardi, Hilwana Abd Karim, Nur Alia Amirnordin, Dr. Nurazilah Zainal, Nur Fadhlina Zainal Abedin, dan Tengku Sharifeleani Ratul Maknu.

    Dr. Faridah Pardi mengisi pada kelas Ekonometrika I (Prodi Ekonomi Pembangunan) dengan materi mengenai “Regression Analysis: Simple Linear Regression & Multivariate Regression”.

    Sementara Hilwana Abd Karim dan Nur Alia Amirnordin mengisi di kelas Manajemen (Prodi Ekonomi Pembangunan). Berikutnya Dr. Nurazilah Zainal dan Nur Fadhlina Zainal Abedin mengisi di kelas Manajemen Keuangan II (Prodi Manajemen) dan Tengku Sharifeleani Ratul Maknu mengisi di kelas Prinsip Pemasaran (Prodi Bisnis Digital) dengan materi “Business Model Canvas”.

    Pada mata kuliah prinsip pemasaran, Tengku Sharifeleani menjelaskan bagaimana melakukan analisis BMC dari brand tertentu, kemudian meminta mahasiswa yang pernah mengikuti lomba BMC untuk presentasi.

    Kegiatan kuliah tamu berlangsung mulai pukul 10.30 – 12.00 WIB di Gedung Soeharno TS dan Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS secara terpisah.

    Kuliah dosen tamu tersebut terlaksana dengan lancar dan ditutup dengan pemberian hadiah bagi mahasiswa yang aktif berpartisipasi.

    Kegiatan ini tentunya menarik dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan terkait ekonomi dan dunia bisnis.

    Kegiatan ini diharapkan dapat berperan dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif bagi FEB UNS dan juga meningkatkan kerja sama dalam bidang akademik dengan Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

     

     

  • Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Gelar Pengabdian Masyarakat: Santri Melek Finansial

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Gelar Pengabdian Masyarakat: Santri Melek Finansial

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Menara Qur’an Hidayatullah, Kopen, Karangturi, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah pada hari Selasa, 29 April 2025.

    “Santri Melek Finansial: Menata Masa Depan dengan Bijak” menjadi topik utama dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini menghadirkan narasumber dari Dosen FEB UNS dan Faculty of Business and Management UiTM Malaysia.

    Dosen-Dosen yang mengisi acara antara lain: Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Aldy Fariz Achsanta, Ph.D, Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M.,M.A., Nasyiah Hasanah Purnowowati, MSi., Dr. Nurazilah Zainal, Dr. Faridah Pardi, Hilwana Abd Karim, Nur Alia Amirnordin, Nur Fadhlina Zainal Abidin, dan Tengku Sharifeleani Ratul Maknu. Dibantu oleh para mahasiswa selaku asisten pelaksana, yaitu Inas Nurfadia Futri, Vira Amalia Putri, Toifsa Rosita Dewi, Desti Indah Pratiwi dan Bimo Saktiawan.

     

    Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.30 sampai 11.30 WIB secara terpisah, yaitu Santri Putra di Masjid Pondok Pesantren, sementara Santri Putri di Aula Pondok Pesantren.

    Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 70 santri. Acara di Masjid Pondok Pesantren dibuka dengan sambutan oleh Tastaftiyan Risfandy, Ph.D. selaku Ketua Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS. Dilanjutkan sambutan oleh Ustadz Nur Islam selaku Mudir Ma’had ‘Aly Menara Qur’an.

    Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada santriwan mengenai pentingnya perencanaan keuangan untuk menghadapi masa depan. Materi pertama mengenai dasar-dasar manajemen keuangan pribadi disampaikan oleh Tastaftiyan Risfandy, Ph.D. Dilanjutkan materi mengenai literasi keuangan oleh Aldy Fariz Achsanta, Ph.D.

    Sementara itu, di Aula Pondok Pesantren, acara dibuka dengan tilawah lalu disampaikan materi mengenai “Cara Mengelola Keuangan” oleh Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M.,M.A. dan Nasyiah Hasanah Purnowowati, MSi.

    Beliau memaparkan tentang bagaimana mengakumulasikan pemasukan dan pengeluaran, menentukan tujuan keuangan, membuat tabungan khusus, dan mengevaluasi keuangan secara berkala.

    Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan perkenalan/profil kampus UiTM Malaysia dan materi terkait “Mensyukuri Nikmat, Merangkai Semangat” yang diisi oleh Ibu-Ibu Dosen dari Faculty of Business and Management UiTM Malaysia.

    Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, games seru, dan ditutup dengan pemberian doorprize serta kesan pesan oleh Santri Putri. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para santri di Pondok Pesantren Menara Qur’an Hidayatullah untuk dapat mengatur keuangannya saat ini hingga masa depan, agar kelak sukses baik didunia maupun akhirat.

    Kegiatan pengabdian masyarakat “Santri Melek Finansial” ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan literasi keuangan bagi para santri. Selain itu, program ini juga mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth dengan membekali generasi muda kemampuan perencanaan keuangan yang bijak sebagai dasar kemandirian ekonomi di masa depan.

    Kegiatan ini menjadi langkah nyata FEB UNS dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui edukasi dan pemberdayaan komunitas pesantren.

  • Grup Riset Kelembagaan dan SDM UNS Dorong UMKM Djasmine Bordir Kudus Naik Kelas, Bersaing di Pasar Nasional dan Global

    Grup Riset Kelembagaan dan SDM UNS Dorong UMKM Djasmine Bordir Kudus Naik Kelas, Bersaing di Pasar Nasional dan Global

    Grup Riset Kelembagaan dan SDM melalui Hibah Program Kemitraan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (PKM-UNS) Surakarta melakukan pengabdian masyarakat pada UMKM Djasmine Bordir di Kabupaten Kudus.

    Pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CRA., CRP. Bersama anggota tim yaitu Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak., Dr. Sri Hartoko, MBA., Ak., CACP., dan Sri Murni, S.E., M.Si., Ak.

    Salah satu progam pengabdian mereka adalah workshop bertajuk “Pemberdayaan UMKM Djasmine Bordir: Peningkatan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kreatif Lokal” pada Sabtu (26/4/2025).

     

    Tim ini juga diperkuat Prof. Dr. Dra. Hj. Endang Dwi Amperawati, M.M., Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., CA., dan Dr. Sri Mulyani, M.Si, Ak. sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut.

    Ketua tim Dr. Dwi Prasetyani menjelaskan, UMKM Djasmine Bordir masih menghadapi berbagai kendala.

    Terutama dalam hal kualitas dan kuantitas produksi, serta pemasaran yang masih bersifat konvensional.

    “Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah keterbatasan alat dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta pemasaran yang masih terbatas pada pasar lokal,” jelas Dr. Dwi, Rabu (7/5/2025).

    Untuk mengatasi masalah tersebut, Grup Riset Kelembagaan dan SDM menawarkan sejumlah solusi. Di aspek teknologi, mereka memberikan mesin bordir komputer untuk menggantikan proses manual.

    Perajin juga dilatih menggunakan mesin tersebut agar lebih cepat, efisien, dan menghasilkan desain yang presisi.

    “Dengan mesin bordir komputer, pengrajin bisa menghasilkan desain yang lebih kompleks dan akurat. Ini akan sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi,” kata Dr. Dwi.

    Dari sisi produksi, upaya peningkatan kualitas dilakukan melalui standarisasi proses, dari pemilihan bahan hingga tahap finishing.

    Inovasi juga dilakukan lewat pelatihan desain dan diversifikasi produk, seperti aksesori rumah tangga dan produk fashion lainnya.

    Pada aspek pemasaran, tim memberikan pelatihan pemasaran digital, termasuk cara membuat konten menarik di media sosial serta berjualan melalui e-commerce dan sosial media.

    Tim juga mendampingi pembuatan toko online agar produk bordir Kudus bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

    “Pelatihan ini tidak hanya soal teknis digital, tapi juga bagaimana pelaku UMKM memahami strategi pemasaran yang tepat sasaran,” imbuhnya.

    Dari aspek keuangan, UMKM ini dikenalkan dengan aplikasi Lamikro untuk mencatat arus keuangan secara digital.

    Para pelaku usaha pun mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi tersebut.

    “Selama ini pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan. Aplikasi Lamikro membantu mereka mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sistematis dan akurat,” kata dia.

    Melalui pelatihan ini, tim Grup Riset Kelembagaan dan SDM berharap UMKM Djasmine Bordir mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun global.

    Program pengabdian masyarakat ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan kapasitas produksi, digitalisasi pemasaran, serta penguatan daya saing UMKM agar mampu bertumbuh secara berkelanjutan.

    Selain itu, pelatihan penguasaan teknologi dan pencatatan keuangan digital juga mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure dengan mendorong adopsi inovasi dalam proses produksi industri kreatif lokal.

    Pendampingan manajemen dan peningkatan kompetensi pelaku usaha turut memperkuat SDG 4: Quality Education, khususnya pada aspek pelatihan keterampilan (lifelong learning).

    Upaya ini menjadi langkah konkret UNS dalam memperkuat pemberdayaan UMKM dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.

  • Congratulations! MAKSI FEB UNS Earns “Excellent” Accreditation Status

    Master of Accounting Program (MAKSI) Study Program, Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), successfully earns “Excellent” accreditation from the Institute of Accreditation for Economics, Management, Business, and Accounting Programs (LAMEMBA). This achievement is officially confirmed through the issuance of a certificate based on LAMEMBA Decree No. 2264/DE/A.5/AR.10/V/2025.

    The accreditation certificate, signed on May 2, 2025, remains valid for five years, from May 2, 2025, until May 2, 2030.

    Dean of FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., extends his congratulations to the MAKSI Study Program for obtaining the “Excellent” accreditation status from LAMEMBA. “My sincere appreciation and thanks go to the Head of the MAKSI Program, Ibu Lulus, as well as the entire team—both the current and previous faculty members, the task force, faculty colleagues, academic support staff, and students—who have contributed to this achievement. Thank you for your hard work in building the MAKSI Study Program together, which has now been proven successful,” he states.

    Through this accreditation, the program is able to objectively demonstrate its quality, encourage continuous improvement, enhance competitiveness, and receive official recognition that is crucial for its graduates, institutional collaborations, and various advanced academic programs.

    The on-site reaccreditation assessment for the MAKSI Program took place on Monday and Tuesday, February 24–25, 2025. Two assessors from LAMEMBA, Prof. Aulia Fuad Rahman, S.E., M.Si., D.B.A., Ak., CA., from Universitas Brawijaya, and Dr. Arie Pratama, S.E., M.Ak., from Universitas Padjadjaran, conducted the assessment.

    On the first day of the visit, the assessors are received by officials from the Institute for Educational Development and Quality Assurance (LPPMP) UNS, the FEB UNS Dean Office, and the Head of the MAKSI Program. The visit continues with field assessments at the FEB UNS campus.

    Following the accreditation of the MAKSI Program, upcoming assessments are scheduled for the Master’s Program in Economics and Development Studies (MESP) and the Master of Management Program (MM). It is expected that preparations for these programs can begin early to ensure a seamless assessment process.

  • Tingkatkan Manajemen dan Inovasi Produk, Tim PKM HRG UNS Dampingi Batik Kartika Blora

    Tingkatkan Manajemen dan Inovasi Produk, Tim PKM HRG UNS Dampingi Batik Kartika Blora

    Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HRG) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan pendampingan terhadap UKM Batik Kartika di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Sabtu,  22/2/2025.

    Tim diketuai oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., CA. dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Beranggotaan Dr. Djuminah, M.Si, Ak. C.A., Dr. Sri Hartoko, M.Si, Ak. C.A. dan Dra. Sri Murni, S.E., M.Si., Ak. dari Akuntansi FEB, serta M. Rudianto, S.E., S.Sn., M.Sn. dari Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain.

    Prof. Rahmawati menjelaskan, UKM Batik Kartika di Kradenan menghadapi persoalan dalam manajemen usaha, khususnya pencatatan keuangan dan stok barang. Selain itu, produk batik yang ditawarkan dinilai kurang bervariasi sehingga memengaruhi daya saing.

    “Untuk menjawab permasalahan tersebut, Tim PKM HRG UNS menawarkan solusi berupa pendampingan pencatatan akuntansi usaha dan pengembangan variasi produk batik,” jelasnya.

     Prof Rahmawati menambahkan, mitra diajarkan menyusun laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

    Pendampingan juga mencakup pelatihan penggunaan software akuntansi guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan.

    “Dengan sistem pencatatan yang baik, pelaku usaha batik dapat mengukur kinerja keuangan, mempersiapkan diri untuk akses pembiayaan, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat,” jelasnya.

    Selain itu, Tim PKM HRG juga mendampingi dalam perancangan desain motif batik, penyediaan bahan dan peralatan batik, penyediaan sarana teknologi informasi, serta proses produksi batik.

    Termasuk pembuatan cap batik dengan material kertas dan batik tulis, serta inovasi eco tik dan ecoprint.

    “Terciptanya produk baru kain batik dengan inovasi desain motif untuk menambah keragaman atau variasi produk yang ditawarkan,” tandasnya.

    Kegiatan pengabdian ini secara umum dapat membantu perajin batik dalam mengembangkan usahanya secara lebih profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar yang lebih luas.

    Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini terutama bagi para perajin batik di UMKM Batik Kartika meliputi peningkatan kemampuan akuntansi, peningkatan daya saing dan pemasaran, pemberdayaan ekonomi lokal, serta kesadaran akan keberlanjutan dan pelestarian budaya, dimana terdapat peningkatan kesadaran perajin akan pentingnya bahan alami dan proses produksi yang ramah lingkungan.

    Program pendampingan ini mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas manajemen dan akuntansi UMKM. Inovasi desain batik dan diversifikasi produk selaras dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

    Penggunaan bahan alami, eco-batik, dan proses produksi ramah lingkungan berkaitan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Kegiatan ini juga memperkuat ekonomi kreatif lokal yang mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).

  • Selamat, Prodi MAKSI Terakreditasi Unggul  

    Program Studi (prodi) Magister Akuntansi (Maksi) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret berhasil meraih akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi (LAMEMBA). Keberhasilan ini ditandai dengan terbitnya sertifikat berdasarkan keputusan LAMEMBA No 2264/DE/A.5/AR.10/V/2025.

    Sertifikat akreditasi yang ditandatangani sejak 2 Mei 2025 ini berlaku 5 tahun sejak tangggal 2 Mei 2025 sampai dengan 2 Mei 2030.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D mengucapkan selamat untuk Prodi MAKSI atas pencapaian akreditasi Unggul dari LAMEMBA.

    “Terima kasih dan apresiasi untuk Kaprodi MAKSI, Bu Lulus dan untuk seluruhnya yang terkait, baik yang periode sekarang dan sebelumnya, seluruh task force serta kolega-kolega dosen, tendik dan mahasiswa yang telah berkontribusi, terima kasih atas kerja kerasnya, sama-sama membangun Prosi MAKSI dan akhirnya terbukti berhasil” ungkapnya.

    Melalui akreditasi ini, prodi dapat menunjukkan kualitasnya secara objektif, mendorong perbaikan berkelanjutan, meningkatkan daya saing, serta memperoleh pengakuan resmi yang penting untuk kepentingan lulusan, kerja sama institusional, dan berbagai program pendidikan lanjutan.

    Asesmen Lapangan Reakreditasi Prodi MAKSI telah terlaksana pada Senin-Selasa , 24-25 Februari 2025 lalu.

    Dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi  (LAMEMBA) yang melakukan asesmen yakni Prof. Aulia Fuad Rahman, S.E., M.Si., D.B.A., Ak., CA. dari Universitas Brawijaya dan Dr. Arie Pratama, SE, M.Ak. dari Universitas Padjajaran

    Dalam kunjungan di hari pertama, asesor diterima oleh Pejabat di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS, Dekanat dan Kepala Prodi MAKSI FEB. Selanjutnya menuju ke FEB untuk melakukan asesmen lapangan.

    Setelah Prodi MAKSI, akan menyusul asesmen untuk Prodi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) dan Magister Manajemen (MM). Harapannya dapat juga dipersiapkan lebih awal agar semua proses asesmen berjalan dengan baik.

    Pencapaian akreditasi Unggul Prodi MAKSI mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan mutu pendidikan tinggi, penguatan sistem penjaminan mutu, dan komitmen perbaikan berkelanjutan. Akreditasi ini juga berkontribusi pada SDG 17 (Partnerships for the Goals) karena memperkuat kepercayaan dan peluang kerja sama akademik serta institusional.

  • FEB UNS Receives Multiple Honors in the 2025 Academic Excellence Awards Night

    Celebrating the 49th Anniversary of Universitas Sebelas Maret (UNS) and National Education Day, Universitas Sebelas Maret hosted the 2025 Academic Excellence Awards Night on Friday, May 2, 2025. The event took place at the G.P.H. Haryo Mataram UNS Auditorium and was broadcasted on the UNS YouTube channel. This event served as a form of appreciation for lecturers, academic support staff, students, and all distinguished members of the UNS community who have brought pride to the university.

    During the awards ceremony, the Faculty of Economics and Business (FEB) UNS faculty members proudly celebrated a number of achievements. Among them were Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., awarded for having the highest Scopus h-index in the field of social sciences and humanities; Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., recognized for having the highest Scopus citation count in the same field; and Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D., honored as the third-best researcher in international publications.

    Additionally, FEB UNS earned recognition for its ranking in the QS World University Rankings by Subject, placing in the 301–350 band for both Economics and Econometrics and Accounting and Finance. Furthermore, the Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB) is acknowledged as the national journal at UNS with the highest impact factor.

    Awards were also presented to the FEB UNS lecturers who recently graduated from their Doctoral study: Arum Setyowati, S.E., M.Sc., Ph.D.; Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D.; Muh Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D.; Danur Condro Guritno, S.E., M.E., Ph.D.; and Dr. Arief Rahman Hakim, S.E., M.Ec.Dev., Ph.D.

    Dean of FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., expressed gratitude for the honors, both on an individual and institutional level. He emphasized that these awards should be seen not only as accolades but also as responsibilities that must be reflected in daily practices, particularly in providing services to students—by both academic support staff and lecturers in their Tridharma activities (teaching, research, and community service).

    “We are thankful for the recognition FEB has received—placed in the QS subject rankings for Economics and Econometrics and Accounting and Finance subject. However, what matters more is the responsibility that comes with it, especially our duty to serve the public. This presents a challenge—how we translate our daily responsibilities into quality service for students. For lecturers, this includes the impact of their teaching and research. We must also reflect on our commitment to the Integrity Zone: are we truly implementing the existing Standard Operating Procedures (SOPs), particularly in areas such as financial accountability? These are the more pressing concerns,” he explained.

  • Malam Anugerah Insan Berprestasi UNS 2025, FEB Raih Sejumlah Penghargaan

    Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke 49 Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Hari Pendidikan Nasional, UNS mempersembahkan Malam Anugerah Insan Berprestasi UNS 2025 Jumat 2 Mei 2025 di Auditorium G.P.H Haryo Mataram UNS dan disiarkan live streaming di Channel Youtube UNS.

    Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi untuk para dosen, tendik, mahasiswa dan seluruh insan terbaik UNS yang telah mengharumkan nama kampus.

    Pada ajang penganugerahan itu, Civitas Academica Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS berbangga atas berbagai capaian yang telah diraih yakni: Prof. Irwan Tri Nugroho, S.E, M.Sc, PhD., Dosen dengan h index Scopus tertinggi di bidang sosial humaniora;  Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., Dosen dengan sitasi Scopus tertinggi di bidang sosial humaniora;  Putra Pamungkas, S.E, M.Rech, PhD., Dosen dengan penelitian internasional ke-3 terbaik.

    Selain itu, FEB meraih penghargaan dengan peringkat QS by subject Economics and Econometrics (301-350), serta Accounting and Finance (301-350).  Jurnal Akuntansi dan Bisnis (JAB) sebagai Jurnal Nasional di UNS dengan impact factor tertinggi.

    Penghargaan juga diberikan kepada para doktotr baru FEB: Arum Setyowati, S.E, M.Sc, PhD, Yogi Pasca Pratama, S.E, ME, PhD, Muh Yusuf Indra Purnama, S.E, M.Rech, PhD, Danur Condro Guritno, SE, M.E, Ph.D, dan Dr. Arief Rakhman Hakim, SE, M.Ec.Dev, PhD.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D mengucapkan rasa syukur atas penghargaan yang telah diraih oleh FEB, baik yang diraih oleh personal maupun institusi.

    Dekan berharap, ada tanggung jawab atas penghargaan yang telah didapatkan yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari, seperti layanan kepada mahasiswa. Baik kinerja layanan tendik dan juga kinerja tridharma dosen.

    “Penghargaan FEB dengan peringkat QS by subject Economics and Econometrics (301-350), Accounting and Finance (301-350), ini kita syukuri, namun harapannya bukan hanya sekedar pemeringkatan, namun lebih kepada  tanggung jawab kita ke masyarakat. Ini tantangan juga, bagaimana tanggung jawab keseharian kita dalam layanan kepada mahasiswa. Juga bagi dosen, bagaimana dampak dari sisi pengajarannya, penelitiannya. Kaitannya dengan Zona Integritas, apakah SOP yang ada sudah benar-benar kita jalankan, terlebih dengan pertanggungjawaban keuangan dan lain-lain, ini yang lebih penting” jelasnya.