FEB

Blog

  • UNS and Pertamina Hulu Energi Presents ‘Career Day’

    UNS and Pertamina Hulu Energi Presents ‘Career Day’

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta held a Career Day in collaboration with Pertamina Hulu Energi (PHE) and Dealls Jobs. The event took place on Wednesday, 11 June 2025, at the Suhardi Hall, Faculty of Economics and Business (FEB) UNS.

    The event was attended by key university figures, including Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Director of the Directorate of Alumni and Student Entrepreneurship (DAKM) UNS; Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Dean of FEB UNS; Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., Dean of the Faculty of Engineering; and Johadi, S.E., M.Sc., Head of Partnership Office at FEB UNS.

    The Career Day attracted more than 600 participants from various academic backgrounds and disciplines, including fresh graduates, experienced job seekers, and internship candidates. The event featured three main segments: Inspiring Talks, Career Tips, and On-site Assessments. Attendees gained valuable career insights, motivation, and direct access to the recruitment process conducted by PHE, along with the opportunity to engage with professionals from the oil and gas industry.

    Dr. Dwi Prasetyani highlighted the importance of campus-based talent scouting initiatives. She noted that UNS continues to build partnerships with numerous national institutions. “In addition to Pertamina Hulu Energi, we have also welcomed institutions such as Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BRI, and others. The goal is to enhance the competencies of UNS students and graduates in preparing for the workforce,” she explained.

    During the Inspiring Talks session, two UNS alumni served as keynote speakers. Dewi Kurnia Salwa, VP of Human Capital at Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi, delivered a talk titled “Unlocking Career Opportunities in Oil & Gas.” She emphasized the broad career opportunities available in the energy sector for today’s youth. “Pertamina Hulu Energi is undergoing significant growth in upstream oil and gas and other energy business lines. We hope that UNS candidates can become part of PHE’s future talent pool,” she said. Dewi also expressed that the success of UNS alumni within PHE stands as a testament to the university’s quality of education. She encouraged students to embody the values of hard work, loyalty, and strong competence exemplified by their predecessors.

    The second talk was given by Sri Darmastuti, Officer for Safety Cepu & ADK HSSE Zone 11 Regional 4 PHE, under the title “Success Stories: Women in the Oil & Gas Industry.” She shared her personal experiences working in the oil and gas sector and discussed the various facilities and support systems provided by the company, particularly for women employees. These include equal career progression, maternity leave, and more. According to her, the energy sector today offers ample opportunities for women to contribute meaningfully.

    In addition to the talk show sessions, participants were also introduced to the corporate profile of PT Pertamina (Persero). The presentation highlighted the role of PHE as the Subholding for Upstream operations since 2021. PHE currently manages 40 domestic working areas and 27 international operations across 13 countries. As the upstream subholding, PHE is responsible for strategic planning and policy-making in the national oil and gas sector, while regional areas focus on operational management and resource development. By the end of 2021, PHE oversaw 68 subsidiaries and six joint ventures.

    Pertamina, as a State-Owned Enterprise (BUMN), upholds core values that include Integrity, Competence, Harmony, Loyalty, Adaptability, and Collaboration, collectively abbreviated as AKHLAK. These values serve as guiding principles for Pertamina Hulu Energi employees in their professional conduct.

    Andhika Sudarman, CEO of Dealls Jobs and Founder of Kantorku HRIS, also shared practical guidance on launching a successful career in his session titled “Guide to Your First Job & Navigating Career Path.” He emphasized three key areas: understanding personal values, continuous learning, and self-development.

  • Tingkatkan Kemampuan Pengelola Keuangan BLUD Puskesmas, Tim PKM HGR-UNS Dampingi Teknis Perpajakan BLUD Puskesmas di Lingkungan Kabupaten Karanganyar

    Tingkatkan Kemampuan Pengelola Keuangan BLUD Puskesmas, Tim PKM HGR-UNS Dampingi Teknis Perpajakan BLUD Puskesmas di Lingkungan Kabupaten Karanganyar

    Grup Riset Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan pendampingan teknis perpajakan berbasis aplikasi coretax bagi pengelola keuangan BLUD Puskesmas di Lingkungan Kabupaten Karanganyar. Kegiatan tersebut diadakan pada hari Selasa tanggal 10 Juni 2025.

    Grup Riset PKM HGR FEB UNS yang diketuai oleh Prof. Dra. Y Anni Aryani M.Prof.Acc., Ph.D., Ak., CA. bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar menggelar kegiatan pendampingan tersebut yang dihadiri oleh 21 peserta perwakilan puskesmas yang terdapat di lingkungan Kabupaten Karanganyar.

    Kegiatan pendampingan tersebut juga dihadiri oleh dosen FEB UNS, di antaranya Dr. Payamta, M.Si., Ak., CA., CPA., CFI., AseanCPA., CRA., CRP. dan Muhammad Alif Nur Irvan, S.Ak., M.Acc., Akt., CPA.

    Dalam pembukaan acara, Dr. Payamta menyampaikan bahwa pentingnya peran pengelola keuangan BLUD Puskesmas dalam memahami dan mengoperasikan aplikasi coretax guna memastikan kelancaran administrasi perpajakan BLUD Puskesmas.

    Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pajak BLUD Puskesmas, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan instansi terkait dalam hal administrasi keuangan dan perpajakan.

    Acara dilanjutkan dengan penyerahan secara simbolis kepada peserta pendampingan teknis perpajakan berupa buku saku untuk pedoman penggunaan teknis operasional aplikasi coretax.

    Kegiatan pendampingan teknis perpajakan berbasis aplikasi coretax ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Tujuan 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh serta Tujuan 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui peningkatan kapasitas pengelola keuangan BLUD Puskesmas, kegiatan ini mendorong terciptanya tata kelola keuangan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, serta memperkuat kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam membangun sistem administrasi publik yang berintegritas dan berkelanjutan.

  • UNS Bersama Pertamina Hulu Energi Gelar Career Day

    UNS Bersama Pertamina Hulu Energi Gelar Career Day

    Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar Career Day bekerja sama dengan Pertamina Hulu Energi (PHE) dan Dealls Jobs. Kegiatan ini bertempat di Aula Gedung Suhardi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS, Rabu 11 Juni 2025

    Turut hadir di kegiatan itu, Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa (DAKM) UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB,  Prof. Dr. Ir. Wahyudi Sutopo, S.T., M.Si., Dekan Fakultas Teknik dan Johadi, S.E., M.Sc., Ketua Kerja Sama FEB UNS.

    Career Day diikuti lebih dari 600 peserta dari berbagai jurusan dan latar belakang pendidikan. Mereka berasal dari kalangan fresh graduate, experience-hired, hingga pencari magang.

    Inspiring Talks, Career Tips, dan On-site Assessment merupakan tiga rangkaian acara utama yang dihadirkan. Peserta mendapatkan berbagai informasi karir, motivasi, serta kesempatan mengikuti proses seleksi langsung dari PHE. Selain itu, peserta juga mendapatkan pengalaman berinteraksi dengan profesional di bidang minyak dan gas.

    Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa (DAKM) UNS, Dr. Dwi Prasetyani, menyampaikan pentingnya kegiatan talent scouting seperti ini di lingkungan kampus. Menurutnya, UNS terus berupaya menjalin kerja sama dengan banyak instansi nasional.

    “Selain Pertamina Hulu Energi, sebelumnya telah hadir berbagai instansi seperti Pertamina Patra Niaga, Kilang Pertamina Internasional, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BRI, dan lainnya. Tujuannya tentu untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa dan lulusan UNS menghadapi dunia kerja,” jelasnya.

    Dalam sesi Inspiring Talks, hadir dua narasumber utama yang juga alumni UNS. Dewi Kurnia Salwa, VP Human Capital Subholding Upstream PT Pertamina Hulu Energi, membagikan materi “Unlocking Career Opportunities in Oil & Gas”. Ia menyampaikan peluang karier di sektor migas terbuka luas bagi generasi muda saat ini.

    “Pertamina Hulu Energi tengah berkembang pesat di sektor hulu migas dan lini bisnis energi lainnya. Kami berharap para kandidat dari UNS bisa menjadi bagian dari talent pool PHE ke depan,” ungkapnya.

    Dewi juga menyampaikan bahwa kehadiran alumni UNS di PHE menjadi bukti nyata keberhasilan pendidikan kampus. Ia berharap mahasiswa bisa meneladani semangat kerja keras, loyalitas, dan kompetensi alumni UNS di lingkungan profesional.

    Materi selanjutnya disampaikan Sri Darmastuti, Officer Safety Cepu & ADK HSSE Zona 11 Regional 4 PHE. Ia membawakan materi “Success Stories: Women in Oil & Gas Industry” yang menceritakan pengalamannya berkarier di industri Migas. Sri Darmastuti menjelaskan berbagai fasilitas yang mendukung pekerja, terutama bagi pegawai wanita. Fasilitas tersebut meliputi kesetaraan jenjang karier, cuti melahirkan, dan lain-lain. Menurutnya, sektor energi saat ini sangat terbuka bagi perempuan untuk berkontribusi.

    Selain sesi talkshow, peserta juga mendapatkan gambaran mengenai profil singkat PT Pertamina Persero. Materi disampaikan tentang peran PHE sebagai Subholding Upstream sejak tahun 2021. PHE saat ini mengelola 40 wilayah kerja domestik dan 27 wilayah kerja internasional di 13 negara. PHE Subholding Upstream berperan sebagai perencana dan penentu kebijakan hulu migas nasional. Sementara itu, wilayah regional berfokus pada pengelolaan operasional dan peningkatan cadangan Migas. Hingga akhir 2021, PHE memiliki 68 anak perusahaan dan enam perusahaan joint venture.

    Nilai-nilai perusahaan yang dipegang teguh Pertamina sebagai bagian dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diantaranya Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Nilai tersebut umum disingkat sebagai AKHLAK yang menjadi pedoman bagi pegawai Pertamina Hulu Energi dalam bekerja dan berkarya di lingkungan profesional.

    Andhika Sudarman selaku CEO Dealls Jobs yang juga Founder Kantorku HRIS menyampaikan tips penting dalam menyiapkan langkah awal dalam perjalanan karier seseorang. Ia menyampaikan materi “Guide to Your First Job & Navigating Career Path“. Tiga poin utama yang disampaikannya adalah pentingnya nilai-nilai diri, pembelajaran, serta perkembangan diri.

    Kegiatan Career Day ini mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas), Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan). Melalui kolaborasi dengan dunia industri, UNS membuka akses yang lebih luas bagi mahasiswa dan alumni untuk mengembangkan kompetensi dan memasuki dunia kerja secara profesional.

  • Kuliah Praktisi Prodi Ekonomi Pembangunan: Kupas Tuntas Makroprudensial dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia

    Kuliah Praktisi Prodi Ekonomi Pembangunan: Kupas Tuntas Makroprudensial dan Bauran Kebijakan Bank Indonesia

    Dalam upaya memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap praktik kebijakan ekonomi dan peran strategis bank sentral, Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan Kuliah Praktisi Industri bersama Bank Indonesia Kantor Perwakilan Solo.

    Kegiatan ini diberikan kepada mahasiswa yang mengikuti mata kuliah Kebanksentralan, yang diampu oleh Lukman Hakim SE., M.Si., Ph.D, Johadi, SE., M.Sc, dan Ayya Agmulia SE., ME.

    Kuliah praktisi ini dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama pada 22 Mei 2025 mengusung tema “Kebijakan Makroprudensial”, yang disampaikan langsung oleh Plh. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo, Aries Purnomohadi, bersama dengan Muhammad Reza Alif S dan Nuhaa Abiyyah.

    Materi membahas secara mendalam mengenai urgensi kebijakan makroprudensial dalam menjaga Stabilitas Sistem Keuangan (SSK), serta sinerginya dengan kebijakan moneter dan sistem pembayaran.

    Sesi kedua pada 5 Juni 2025 mengangkat tema “Bauran Kebijakan Bank Indonesia dan Stabilitas Ekonomi”, yang disampaikan oleh Yohan Agusta Harmawan, Hanita Fitriyani dan Khoirul Anwar.

    Dalam sesi ini dijelaskan bagaimana Bank Indonesia mengimplementasikan strategi bauran kebijakan (policy mix) untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

    Kegiatan kuliah praktisi ini berlangsung dengan sangat interaktif dan menarik. Selain penyampaian materi yang komprehensif, mahasiswa juga diajak mengikuti kuis interaktif terkait materi yang disampaikan. Kegiatan menjadi semakin semarak dengan adanya hadiah menarik dari Bank Indonesia bagi mahasiswa yang berhasil meraih nilai sempurna dalam kuis tersebut.

    Kepala Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap kolaborasi dengan Bank Indonesia.

    “Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang sangat bernilai bagi mahasiswa, karena mereka memperoleh wawasan langsung dari para praktisi yang memiliki otoritas dan kompetensi di bidangnya. Selain meningkatkan pemahaman konseptual, mahasiswa juga menjadi lebih aktif dan termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran. Kami sangat mengapresiasi kontribusi Bank Indonesia, dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut setiap semester. Ke depan, kami juga terbuka untuk menjajaki sinergi yang lebih strategis, termasuk kemungkinan kolaborasi dalam penyusunan kurikulum mata kuliah Kebanksentralan agar selalu kontekstual dan selaras dengan dinamika kebijakan ekonomi terkini,” ungkap beliau.

    Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih aplikatif dan kontekstual mengenai peran dan kebijakan bank sentral. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan praktik kebijakan, serta mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan nyata di sektor ekonomi dan keuangan.

     

     

     

     

     

     

     

  • RG Perpajakan dan Pelaporan Korporat Dorong Literasi Akademik di Pesantren

    Research Group (RG) Perpajakan dan Pelaporan Korporat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berfokus pada peningkatan keterampilan penulisan karya ilmiah bagi Mahasantri Pondok Pesantren Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Kharisma Haromain, Sukoharjo, Sabtu (24/5/2025).

    Program ini bertujuan untuk membekali mahasantri dengan kemampuan akademik yang dapat menjadi nilai tambah setelah mereka menyelesaikan pendidikan pesantren.

    Pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak. dan beranggotakan Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak., Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si.. Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, M.M., Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., Sulardi, S.E.,M.Si., Ak., Estetika Mutiaranisa Kurniawati, S.E., M.Acc., dan Nur Chayati, S.E., M.Sc.

    Dalam sambutan pembuka, Prof. Eko Arief Sudaryono, selaku Ketua Research Group menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan manfaat akademik jangka panjang.

    “Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasantri tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama tetapi juga memiliki keterampilan akademik yang dapat mendukung mereka dalam pendidikan lebih lanjut maupun dalam kontribusi keilmuan di masyarakat,” ujarnya.

    Selanjutnya, Mudirul Ma’had K.H. Ihsan Saifuddin, S.Ag., menambahkan bahwa sistem pendidikan di Pondok Pesantren Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Kharisma Haromain menetapkan target hafalan 30 juz dalam waktu empat semester bagi para mahasantri.

    Setelah menyelesaikan studi di pesantren, mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti D3 atau S1, sehingga penguasaan keterampilan menulis ilmiah menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan akademik mereka.

    “Pendampingan penulisan ini memberikan bekal tambahan agar mahasantri tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang dapat mendukung mereka di berbagai bidang,” jelasnya.

    Dalam kegiatan ini, mahasantri mendapatkan pelatihan intensif mengenai metodologi penelitian, teknik penulisan ilmiah yang sesuai dengan standar akademik, serta strategi dalam pencarian dan penggunaan referensi yang valid oleh Arif Lukman Santoso, M.M., M.Pro., Ak. selaku narasumber.

    Materi selanjutnya disampaikan oleh anggota pengabdi dengan berfokus pada penugasan dan pembimbingan dari tim RG Perpajakan dan Pelaporan Korporat guna meningkatkan keterampilan menulis mereka secara sistematis.

    Program ini dirancang agar mahasantri tidak hanya memahami konsep dasar penelitian, tetapi juga mampu menyusun artikel ilmiah sederhana yang sesuai dengan kaidah akademik. Dengan pelatihan ini, mereka dapat mengekspresikan gagasan dan pemikiran secara sistematis, baik dalam bentuk tulisan opini, analisis, maupun laporan akademik.

    RG Perpajakan dan Pelaporan Korporat berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini ke berbagai institusi pendidikan, sehingga semakin banyak santri dan mahasiswa yang memiliki keterampilan menulis sebagai bekal akademik dan profesional di masa depan.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan MM Universitas Saburai  

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Prodi Magister Manajemen FEB Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) Lampung, Kamis 15 Mei 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno FEB UNS.

    Ketua Program Studi MM, Dr. Lilik Wahyudi, S.E., M.Si. mengucapkan selamat datang kepada Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E, M.M,  Kaprodi MM FEB Universitas Saburai, Dr. Trisnowati Josiah, MM, sejumlah dosen dan juga mahasiswa atas kunjungannya ke FEB UNS.

    Lebih lanjut Dr. Lilik menyampaikan profil FEB UNS meliputi program studi, fasiltas dan berbagai capaian yang telah diraih oleh FEB UNS.

    Kaprodi MM FEB Universitas Saburai, Dr. Trisnowati Josiah, MM menghaturkan banyak terima kasih atas penerimaan yang ramah dari Kaprodi MM dan seluruh tim yang terlibat di penerimaan kunjungan.

    “Terima kasih atas penerimaannya, kami hari ini mau belajar belajar banyak dari UNS yang akreditasinya unggul, nasional juga internasional, terkhusus saat ini ke MM” tuturnya.

    Sementara itu, Dr. Sodirin, S.E, M.M, Rektor Universitas Saburai menyampaikan bahwa MM Universitas Saburai memiliki program yang setiap tahunnya melakukan kunjungan 2 kali ke pulau Jawa, ke industri dan ke universitas-universitas serta pemerintah kabupaten/kota.

    Kedatangannya ke UNS membawa 26 mahasiswa dari berbagai latar belakang pekerjaan yang berbeda bertujuan untuk penjajakan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam publikasi penelitian.

    “Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa kami harus mempublikasikan hasil penelitian dan untuk ini bisa kerja sama dengan MM UNS. Ke depan dosen dan mahasiswa bisa bekerja sama melakukan pengabdian dan penelitian” ungkapnya.

    Dikatakan, lulusan alumni S2 MM lebih dari 7 ribuan, dengan adanya S3 di FEB UNS, diharapkan alumni yang sudah lulus MM Saburai bisa melanjutlan kuliah di PDIE UNS.

    Dalam forum itu, Dr. Lilik mengenalkan Easy Paths MM, sebagai sebuah platform atau sistem pendukung yang memudahkan mahasiswa atau peneliti dalam proses penulisan dan publikasi artikel ilmiah.

    Kaprodi dan juga mahasiswa MM Universitas Saburai sangat tertarik dengan platform yang telah dijelaskan Dr. Lilik. Mahasiswa dapat mengakses secara langsung platform tersebut dan dapat dimanfaatkan untuk memudahkan proses penulisan dan publikasi artikel.

  • UPM FEB Sambut Tim Audit Mutu Internal Level 2

    UPM FEB Sambut Tim Audit Mutu Internal Level 2

    Tim Audit Mutu Internal (AMI) Level 2 melakukan audit selama satu hari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat 23 Mei 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kehadiran Tim AMI disambut oleh Dekan, Wakil Dekan, Tim Unit Penjaminan Mutu (UPM), Ketua P4M, Koordinator dan Sub Koordinator FEB UNS.

    Kegiatan AMI Level 2 ini merupakan lanjutan dari AMI Level 1 yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan bertujuan untuk mengevaluasi implementasi standar mutu yang telah ditetapkan serta memastikan kesesuaian antara kebijakan dan praktik di lapangan.

    Proses audit dilakukan oleh tim auditor internal yakni Dr. Ari Syahidul Shidiq , S.P., M.Pd sebagai Ketua, Dr. Dewi Gunawati, S.H., M.Hum., serta Dr. Binti Muchsini, S.Pd., M.Pd., M.Si., M.Si. sebagai anggota.

    Selama kegiatan, tim auditor melakukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan dokumen untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan penguatan.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa AMI yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya sangat baik sebagai proses yang konstruktif, bersifat membangun atau memberikan kontribusi positif untuk membantu memperbaiki, mengembangkan, atau meningkatkan apa yang telah dilakukan fakultas.

    “Temuan itu bagi kami konstruktif, bukan berarti tidak ada temuan itu adalah yang normal. Terlebih kami sedang berproses untuk menghadapi akreditasi AACSB. Proses  AMI sangat membantu. Kami sangat terbuka, masukan, konfirmasi, semua itu untuk kami mengevaluasi diri, celah-celah apa yang bisa kami perbaiki” ungkapnya.

    Dekan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim UPM yang mendukung Dekanat, terkait data dan informasi yang telah dientrikan sehingga Dekanat terbantu, dan juga dukungan dari Tendik.

    Dr. Evi Gantyowati, M.Si., Ak, Ketua UPM FEB menambahkan bahwa setiap tahun ada peninjauan terhadap mutu internal, tentunya perbaikan itu sifatnya selalu meningkat ke arah yang lebih baik.

    Dr. Evi memberikan juga masukan ke pusat terkait data agar sistemnya lebih terperinci supaya mempermudah dalam proses pelacakan dokumen.

    “Dalam pencarian data agak menyulitkan, sistem di IRIS menunya sudah ada tapi optimalisasi sistemnya masih kurang. Harapannya output dari sistemnya mudah diakses untuk kepentingan akreditasi dan juga lainnya” sarannya.

    Dr. Ari Syahidul, Ketua Tim AMI dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama prosesnya, Dr. Mulyanto dan Dr. Evi Gantyowati sudah mendiskusikan beberapa hal untuk menjadikan acuan perbaikan FEB ke depannya.

    Di kegiatan itu, ketiga auditor melalukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan dokumen terkait standar pendidikan yang meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tendik, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan pembelajaran dan standar pembiayaan. Sedangkan untuk P2M meliputi standar mutu penelitian dan standar mutu pengabdian.

  • Grup Riset Applied Economics UNS Gelar Workshop “UKM GO LIVE”, Tingkatkan Pemasaran Digital UMKM Batik Warna Alam di Klaten

    Grup Riset Applied Economics Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk UKM GO LIVE: Adopsi Pemasaran Kekinian UMKM Batik Warna Alam di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Sabtu (24/5/2025).

    Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM batik warna alam dan UMKM setempat.

    Workshop ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital UMKM lokal, khususnya dalam pemanfaatan platform live streaming TikTok Live. Kegiatan ini dirancang sebagai respon atas tantangan pemasaran yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM.

    Pengabdian ini ketua oleh Prof. Tri Mulyaningsih, dan beranggotakan Prof. Yunastiti Purwaningsih, Arif Rahman Hakim, Ph.D., Mulyadi,PhD., Malik Cahyadin, Ph.D., Lely Ratwianingsih, M.Sc., Selfia Bintariningtyas, M.Si, Ika Alicia Sasanti, M.E., Ayya Agmulia Asmarani Islam, M.E, dibantu oleh mahasiswa selaku asisten pelaksana, Intan Dewi Kurniawati, Syifa Rahmadila dan Isyana.

    Dalam sambutannya, Perwakilan dari Group Riset Applied Economics yaitu Arif Rahman Hakim, Ph.D. menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital UMKM batik warna alam,dapat menggunakan platform TikTok Live sebagai sarana berjualan online serta diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan penguatan industri serta inovasi (SDG 9).

    Peserta workshop mendapatkan pelatihan intensif dari para narasumber yaitu dosen ahli di bidang pemasaran digital yaitu Malik Cahyadin, Ph.D, Mulyadi, PhD, Ayya Agmulia A, ME dan Host Tiktok Live, Ananda Fitri.

    Didalamnya juga difasilitasi termasuk sesi praktik langsung mengenai teknik menarik perhatian audiens dalam belanja siaran langsung (live-shopping di platform TikTok), strategi penjualan real-time, dan penggunaan platform digital secara efektif. Selain itu, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan implementasi yang optimal di lapangan.

    “Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu UMKM memahami pentingnya adaptasi terhadap strategi pemasaran masa kini agar dapat meningkatkan jangkauan pasar dan pendapatan usaha mereka,” jelas  Malik Cahyadin, Ph.D., salah satu pemateri dan pendamping kegiatan pengabdian

    Kegiatan ini juga menggandeng UMKM Rumah Batik Fendy sebagai mitra strategis, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh batik warna alam sebagai produk unggulan dengan nilai budaya dan ekonomi tinggi di Klaten.

    Sebagai hasil jangka panjang, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya model pemasaran yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh UMKM lainnya di wilayah Klaten dan sekitarnya.

  • Working Paper Forum Bahas Topik Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective

    Pusat Pengembangan Penelitian, Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Working Paper Forum dengan topik bahasan Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective, Rabu, 21 Mei 2025 di Ruang Konimex, Gedung Bachtiar Effendi.

    Topik ini dibahas oleh  Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D dari Riset Grup Ekonomi Kerakyatan, Evolusi Institusi, dan Studi Dinamika Pembangunan.

    Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective merupakan penelitian Prof. Bhimo Rizky Samudro dkk yang membahas bagaimana aktivitas nelayan dan konflik sosial memengaruhi pembangunan daerah dari perspektif ekonomi politik.

    Dikatakan, pembangunan daerah sering kali dihadapkan pada tantangan yang timbul akibat interaksi antara sektor perikanan tradisional dan modern. Perubahan dalam teknologi penangkapan ikan, kebijakan pemerintah, dan alokasi sumber daya dapat memicu ketegangan sosial di kalangan nelayan.

    Latar belakang penelitiannya adalah upaya mengangkat potensi modal sosial dalam ranah kawasan dan sosioekonomi lokal yakni di pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang yang memiliki garis pantai terpanjang di pantai selatan Pulau Jawa dan memiliki potensi perikanan kedua terbesar setelah Cilacap, namun memiliki juga potensi jejaring dan konflik sosial akibat “keberagaman etnis nelayan” (Jawa, Madura dan Bugis),

    Selain itu juga merespon isu kebijakan nasional pemerintah yang fokus pada potensi Kemaritiman Indonesia, bukan sekedar Ekonomi Maritim (Marine Economy) tetapi Ekonomi Politik Maritim (Marine Political Economy).

    Dalam penelitiannya, Prof. Bhimo menggunakan perspektif dan madzab penelitian ekonomi politik kelembagaan. Prinsip penelitian: historis-specificity, circular and cumulative causation, kontradiksi, dan pendekatan penelitian: deskriptif analitis dan kualitatif.

    Sedangkan untuk jenis dan teknik pengumpulan data menggunakan data primer kualitatif dan kuantitatif didapatkan dengan dua cara, yaitu observasi dan wawancara. Data sekunder kualitatif didapatkan melalui proses diskusi Focus Group Discussion (FGD) dengan para pihak yang kompeten dan ahli untuk subjek penelitian ini. Sedangkan data sekunder kuantitatif diperoleh melalui instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur) dan Badan Pusat Statistik (BPS) (Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur).

    Hasil temuan dalam penelitiannya: Karakteristik Khas (Stylized Fact) Kelas Nelayan Sendang Biru: Kapitalis Minoritas vs Proletariat Mayoritas; Dinamika Kelas Sosial dan Produktivitas Tangkapan; Dinamika Kelas Sosial dan Produktivitas Tangkapan; Kontradiksi Konflik Sosial dan Eksploitasi Lingkungan Hidup.

    Beberapa kesimpulan penelitian Prof. Bhimo dkk itu dirumuskan sebagai berikut:

    Pertama, modal sosial dalam bentuk ketahanan terhadap kondisi alam dan kemampuan berperan aktif dalam struktur kelembagaan (jejaring sosial) di masyarakat dapat mendorong dampak kausa kumulatif (contoh: transformasi sosioekonomi ke arah yang lebih baik pada nelayan etnis Bugis).

    Kedua, modal sosial yang dimiliki nelayan etnis Bugis bukan saja mampu menciptakan transformasi sosioekonomi yang lebih baik bagi mereka, namun juga mampu menciptakan transformasi kondisi struktur sosial (contoh: nelayan etnis Bugis mampu menjadi kelas pemilik modal dan bahkan menciptakan ketergantungan (alat produksi, proses produksi, sumberdaya manusia dan keahlian) pada nelayan etnis lain, seperti Jawa dan Madura.

    Tiga, terdapat perbedaan proses kesadaran dan perjuangan kelas antara nelayan etnis Bugis dan etnis Jawa-Madura. Nelayan etnis Bugis memiliki kesadaran kelas (karena bridging dan linking social capital) sebagai minoritas dan pendatang untuk melakukan perjuangan kelas sehingga dapat menjadi kelas pemilik modal, sementara etnis Jawa dan Madura memiliki kesadaran kelas (karena bonding social capital) sebagai mayoritas dan “tuan rumah” untuk melakukan perjuangan kelas dan bahkan konflik sosial untuk keluar dari kelas buruh.

    Empat, konflik antar kelas terjadi manakala kelas core cenderung intimidatif membatasi akses sosioekonomi kelas periphery. Apabila proses konflik sosial ini berkelanjutan (akumulasi) dalam jangka waktu tertentu maka akan memicu kausa kumulatif berupa produktivitas tangkapan menurun (ekonomi), kualitas SDM menurun (sosial), ketidaknyaman sosioekonomi (sosial politik) dan penurunan kualitas lingkungan hidup.

    Lima, pola eksploitasi kelas core (nelayan etnis Bugis) terhadap ikan tuna kecil (sebagai dampak kumulatif dari konflik sosial) ternyata memicu dampak juga terhadap kualitas lingkungan dan ekosistem di Sendang Biru. Hal ini merupakan suatu kontradiksi terhadap lingkungan hidup, dimana perilaku ekonomi (eksploitasi ikan tuna kecil) disebabkan karena konflik sosial dan ternyata berdampak pada menurunnya regenerasi dari ikan tuna sendiri (karena ikan tuna kecil dieksplotasi).

    Di forum itu, beberapa dosen berdiskusi aktif membahas topik yang sudah dipaparkan oleh Prof. Bhimo sebelumnya.

     

  • FEB UNS Moves Forward Towards AACSB Accreditation

    What is AACSB?

    The Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) is an international accreditation body that recognizes business schools and accounting programs that meet exceptionally high standards in education quality. Established in 1916 in the United States, AACSB focuses on granting international accreditation to business schools and accounting programs worldwide. Its aim is to enhance the quality of business education through rigorous global standards.

    Earning AACSB accreditation provides numerous benefits, including global prestige—as only around 5% of business schools worldwide have received this accreditation. It also signifies high-quality standards, requiring institutions to demonstrate excellence in teaching, research, curriculum development, and faculty advancement. Additionally, graduates from AACSB-accredited institutions are often seen as more competitive in the global job market. Furthermore, AACSB accreditation facilitates broader opportunities for international collaboration and exchanges with other leading institutions.

    Several key processes must be undertaken by a faculty to achieve AACSB accreditation. These include submitting an eligibility application to AACSB outlining the institution’s structure, programs, and initial readiness; entering a mentoring phase where an AACSB-appointed mentor helps the institution prepare an initial self-evaluation report (iSER) and develop strategies to meet AACSB standards; compiling and submitting the iSER that outlines how the faculty meets the nine AACSB standards; implementing planned improvements and submitting periodic progress reports; undergoing a peer review visit by an external team to verify alignment with AACSB standards; and finally, receiving an accreditation decision from the AACSB committee, which may grant, postpone, or deny accreditation.

    FEB UNS Towards AACSB Accreditation

    The Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), remains committed to continuously improving the quality of higher education in the fields of economics and business. FEB UNS has been a registered member of AACSB for more than a decade. In line with this, FEB UNS must undertake more determined efforts to advance its transformation toward international standards in education, research, and community service. Under the current leadership of Dean Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., the faculty has made a firm commitment to begin the AACSB accreditation process.

    AACSB Eligibility Application Discussion (AACSB Team)

    “In this period, I believe we must take this seriously, especially since we have received full support from the university. This will indeed be a long process, possibly taking years, but it must be initiated and carried out immediately. Regardless of who leads the faculty or taskforce in the future, this process needs to begin now and continue moving forward,” stated the Dean during a Focus Group Discussion (FGD) on AACSB Eligibility.

    FEB UNS is now actively initiating the Eligibility Application process, which serves as the first step towards achieving AACSB accreditation. This phase marks the faculty’s institutional commitment to continuous development, aligning itself with international standards, and producing graduates capable of competing at the global level. With full support from the faculty members, FEB UNS is prepared to undertake this transformation gradually and systematically.

    AACSB Eligibility Application Discussion (AACSB Team)

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Vice Dean for Student and Alumni Affairs, emphasized that the AACSB accreditation process is highly selective and requires long-term commitment to improving overall quality. “Since 2010, we have been an AACSB member. Under the Dean’s directive, starting this year, we must begin the process. We need to intensify our efforts, follow the procedures closely, and hopefully the process will run as intended. Hopefully, by the end of this leadership period, we will have obtained the accreditation,” he stated.

    AACSB Eligibility Application Discussion with Mandra Lazuardi Kitri, MBA, from ITB

    According to him, AACSB differs from other accreditation schemes. Most accreditation processes involve reporting the faculty’s performance and submitting it to the accreditation body. However, AACSB begins with the eligibility application, and the path to full accreditation takes a minimum of five years. During this time, the faculty will undergo assessments by AACSB reviewers and complete several required stages. “We will prepare the eligibility documentation and accreditation report. If this stage is successful, the full accreditation process will commence next year and continue over the following five years. So even as the leadership changes, the accreditation process will remain ongoing. The key is that AACSB will introduce major institutional changes, even if the current Dean Office is not the one to report the final outcomes. It will require dedicated efforts,” he further explained.

    AACSB Team after Eligibility Application Discussion

    Several initial steps have been taken by the Dean Office, including issuing an official mandate to the AACSB Accreditation Document Team, chaired by Vice Dean for Academic and Research Affairs, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., with Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., as secretary, and supported by several other faculty members. FEB has also conducted various FGDs by inviting experts from AACSB-accredited universities, both domestic and international, as well as conducting regular internal discussions involving the Dean Office and taskforce team.

    Looking ahead, FEB UNS hopes to achieve AACSB accreditation as recognition of the quality of education it provides. This process is expected not only to enhance the faculty’s international reputation but also to encourage ongoing improvements in the curriculum, research activities, and human resource development. With full support from the academic community, FEB UNS remains optimistic about producing graduates who are prepared to compete globally. This process marks an important momentum in strengthening FEB UNS’s position in the global business education landscape, while also equipping its graduates with high competitiveness at both national and international levels.