FEB

Blog

  • Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Ngobrol Bareng Seputar Kelas Internasional FEB UNS

    Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Ngobrol Bareng seputar Kelas Internasional, Senin 28 April 2025 melalui media Instagram.

    Hadir sebagai narasumber,  Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D.; Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo; Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D.; dan dosen perwakilan Prodi S1 Akuntansi Nur Chayati, S.E., M.Sc.. Selain itu 3 mahasiswa kelas internasional turut dihadirkan, Muhammad Haidar Ashif, Muhammad Hisyam Asadul Haq dan Nurul Yantika.

    Di kegiatan itu Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan Program Kelas Internasional FEB UNS bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Program ini menjaring calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar secara Internasional.

    Lebih lanjut disampaikan apabila diterima di program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman internasional, diantaranya Joint Degree Program,  Program ini memungkinkan mahasiswa kuliah di dua universitas, UNS dan kampus mitra luar negeri;  Short-Term Academic Program (Summer/Winter Course), program ini berlangsung 3–4 minggu saat musim panas atau musim dingin; Digital Pathway Program,  belajar skill baru secara fleksibel lewat platform digital dan program sertifikasi dari berbagai universitas mitra internasional.

    Kelas internasional FEB UNS juga sudah ada kerja sama aktif dengan universitas luar negeri atau industri global, diantaranya dengan University of Malaya, Universiti Putra Malaysia, National Chung Hsing University, Australia: Curtin University, Saxion University of Applied Science dan RUDN University (Rusia).

    Dikatakan, ada perbedaan mentalitas dan kemampuan mahasiswa kelas internasional dibandingkan kelas reguler, pengalaman belajar di LN dapat membentuk kemampuan softskill seperti adaptasi, percaya diri, keluar dari zona nyaman, kemandirian, menyesuaikan diri dengan pembelajaran di universitas lain, negara lain dan budaya lain, dan lebih proaktif.

    Sementara itu, narasumber dari prodi menyampaikan keunikan dari kelas internasional di program studi masing-masing dan juga berbagai kesempatan berkarier bagi lulusannya. Sedangkan ketiga mahasiswa menceritakan pengalamannya belajar di program kelas internasional dan kesempatan international exposure yang telah mereka dapatkan.

    Acara yang dipandu oleh Nael Bara Laena berlangsung sekitar 90 menit.  Peserta yang mengikuti acara dan ingin banyak tahu tentang kelas internasional telah difasilitasi oleh pemandu acara untuk memperoleh penjelasan dari ke tujuh narasumber yang hadir, baik secara luring maupun daring.

    Harapannya, dengan kegiatan ini, akan banyak calon mahasiswa yang lebih mengenal dan berminat untuk bergabung di kelas internasional FEB UNS.

    Kegiatan Ngobrol Bareng terkait Kelas Internasional ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses informasi yang lebih luas mengenai pendidikan berstandar internasional serta kesempatan mobilitas akademik global bagi mahasiswa. Selain itu, kerja sama aktif FEB UNS dengan berbagai universitas luar negeri juga berkontribusi pada SDG 17: Partnerships for the Goals, yakni memperkuat kemitraan internasional dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas mahasiswa

  • Master of Accounting FEB UNS Explores Emerging Topics in Management Accounting

    Master of Accounting FEB UNS Explores Emerging Topics in Management Accounting

    The Master of Accounting (MAKSI) Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a guest lecture entitled “Top Trends in Management Accounting Research” on Wednesday, 19 March 2025. The event was conducted online and attended by MAKSI students.
    The guest lecture featured Dr. Yuni Yuningsih from Curtin University, Australia, who delivered a presentation on “Understanding Emerging Research Trends and Future Directions of Management Accounting Research.”
    In her opening remarks, Head of the Master of Accounting Program, Lulus Kurniasih, Ph.D., expressed appreciation to Dr. Yuni for sharing her insights in the field of management accounting. “We hope this session provides valuable insights and inspiration for research topics in management accounting,” she noted.
    In her presentation, Dr. Yuni highlighted the growing role of Artificial Intelligence (AI) in accounting research. She also noted that the landscape of research is rapidly evolving, especially with the emergence of generative AI, which may shift the relevance of current topics in the near future.
    “It is important not only to explore current hot topics, but also to look ahead to where the field is going. Topics that are relevant today might not be tomorrow. Research in accounting is evolving with changes in the external environment, particularly with the advent of generative AI,” she explained.
    Dr. Yuni also emphasized the changing definition of accounting, which has broadened from traditional bookkeeping functions to include quantifying the environmental impact of business activities. This expansion has given rise to topics such as green accounting. “Previously, budgeting was central. Now, even when budgeting is discussed, its scope has changed significantly,” she added.
    She further encouraged students to consider the contribution of their research, particularly in supporting the role of professional accountants and advancing the accounting discipline. She stressed that impactful research—especially in areas such as sustainability—often requires multidisciplinary collaboration to achieve meaningful academic, policy, and practical contributions.
    According to Dr. Yuni, future research in management accounting will likely focus on three key areas: Sustainable Development Goals (SDGs), Artificial Intelligence (AI), and Big Data. Potential research themes include the use of AI as a collaborative tool in accounting and auditing, as well as how managers and auditors perceive AI applications.
    Concluding her session, Dr. Yuni offered words of encouragement to the students: “Thank you for the opportunity to share this knowledge. I wish you success in your research journey. Please forgive any shortcomings in my delivery.”
    The event also featured an interactive session, allowing students to engage directly with Dr. Yuni and discussing questions related to their academic interests.

  • Magister Akuntansi FEB UNS Diskusikan Topik Terbaru di Bidang Akuntansi Manajemen

    Magister Akuntansi FEB UNS Diskusikan Topik Terbaru di Bidang Akuntansi Manajemen

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan gelaran Guest Lecture bertajuk “Top Trends in Management Accounting Research” secara daring pada Rabu, 19 Maret 2025.

    Gelaran kuliah tamu tersebut menghadirkan Dr. Yuni Yuningsih dari Curtin University Australia sebagai narasumber utama. Dalam agenda yang dihadiri oleh mahasiswa MAKSI FEB UNS tersebut, Dr. Yuni menyampaikan materi berjudul “Understanding Emerging Research Trends and Future Directions of Management Accounting Research.”

    Di hadapan peserta yang hadir, Lulus Kurniasih, PhD., Kepala Program Studi MAKSI FEB UNS, mengungkapkan rasa terimakasih kepada pembicara, Dr. Yuni yang telah bersedia membagikan ilmu di bidang akuntansi manajemen.

    Harapannya, materi yang disampaikan narasumber dapat memberikan gambaran, insight, dan ide, terkait topik riset di bidang akuntansi manajemen.

    “Semoga acara webinar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,” ungkap beliau menutup sambutannya.

    Dalam paparan materi yang disampaikan oleh Dr. Yuni juga dibahas mengenai perkembangan dalam penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam riset. Bahkan menurut Dr. Yuni, ada kemungkinan bahwa topik-topik yang akan beliau bahas dalam agenda kuliah tamu tersebut akan berubah di kemudian hari.

    “Saya akan membahas tidak hanya terkait top topik tapi juga future direction, karena topik saat ini mungkin tidak lagi relevan di masa depan. Riset di bidang akuntansi bergeser seiring dengan perubahan lingkungan termasuk adanya generative AI,” jelas Dr. Yuni.

    Poin lain yang menurut Dr. Yuni penting adalah perlunya memahami pergeseran definisi dari akuntansi yang kemudian juga akan merubah arah riset dari bidang akuntansi manajemen. Contohnya adalah riset-riset akuntansi terdahulu yang masih berfokus pada fungsi akuntansi sebagai kegiatan atau seni mencatat, mengukur, menganalisa, dan melaporkan transaksi keuangan, sementara saat ini akuntansi memiliki fungsi yang jauh lebih luas yaitu sebagai alat untuk mengkuantifikasi efek negatif dari kegiatan bisnis pada lingkungan yang biasa diangkat pada topik green accounting.

    “Dulu yang paling penting adalah budgeting, sementara saat ini sudah berubah, kalaupun masih terdapat riset di bidang budgeting maka cakupannya jauh berbeda dengan budgeting yang dulu ada,” ungkap Dr. Yuni.

    Lebih lanjut, Dr. Yuni menyampaikan bahwa ketika mahasiswa sudah memilih atau menentukan topik, maka hal pertama yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan riset adalah kontribusi. Dimana peneliti perlu menentukan peran/kontribusi riset dalam mendukung peran dari akuntan profesional dan bidang studi akuntansi. Untuk dapat mencapai kontribusi baik di level keilmuan, kebijakan, serta praktik profesional dibutuhkan mitra multidisiplin, khususnya untuk riset-riset di bidang sustainability. Dengan adanya mitra tersebut diharapkan riset yang dilakukan akan menjadi sebuah riset yang komprehensif.

    Terkait tema-tema riset di masa depan khususnya di bidang manajemen akuntansi, Dr. Yuni berpendapat bahwa riset yang menarik akan fokus ke 3 hal yaitu Sustainable Development Goals (SDG), AI, dan Big Data. Beberapa topik yang dapat diangkat dalam topik terkait AI di bidang akuntansi adalah penggunaan AI sebagai collaboration tools di bidang akuntansi dan audit, serta persepsi pengguna (manajer, auditor) terhadap penggunaan AI.

    Menutup paparan materinya, Dr. Yuni menyampaikan beberapa pesan kepada peserta yang hadir khususnya mahasiswa Prodi MAKSI FEB UNS yang akan melakukan riset. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbagi pengetahuan ini, semoga sukses, apabila ada salah kata mohon dimaafkan,” ungkap beliau.

    Selain menerima materi yang disampaikan oleh Dr. Yuni, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan dosen tamu dimana mereka dapat menyampaikan pertanyaan secara langsung.

    Kegiatan Guest Lecture ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan pemahaman tren riset terbaru di bidang akuntansi manajemen. Pembahasan mengenai AI, Big Data, dan green accounting juga relevan dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) karena mendorong inovasi dan praktik akuntansi berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi dengan narasumber internasional turut memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kerja sama akademik lintas negara

  • P4M FEB UNS Organizes Scientific Publication Webinar on Strategies for Publishing in Reputable Journals

    P4M FEB UNS Organizes Scientific Publication Webinar on Strategies for Publishing in Reputable Journals

    In an effort to improve the quality and competitiveness of scientific publications in reputable journals, the Center for Research and Community Engagement Development (P4M), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a Scientific Publication Webinar titled “Strategies for Publishing in Reputable Journals: Optimizing the Quality of Scientific Work to Be Indexed in Scopus and SINTA” on Thursday, 13 March 2025. The virtual event featured Dr. Widya Paramita, A.E., M.Sc., Ph.D., lecturer, researcher, and Editor-in-Chief of the Journal of Indonesian Economy and Business (Scopus Q3), Universitas Gadjah Mada, with an H-index of 15.

    The webinar discussed effective strategies for preparing high-quality scientific articles and understanding publication standards in reputable journals, covering writing structure, content development, and navigating the review process.

    In her opening remarks, Vice Dean for Academic and Research Affairs FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., emphasized that conducting research and ensuring its results benefit society is a fundamental responsibility of academics. She highlighted two crucial points to the speaker: the importance of conducting meaningful research and presenting it effectively.

    “We hope Dr. Widya will cover not only the substance of impactful research but also how to present it in an engaging manner. Good packaging alone is not enough without strong content, and vice versa—substantial research will struggle to be published if not presented attractively,” she noted.

    Dr. Widya pointed out that Indonesian researchers often present interesting topics, yet there is still room for refinement, particularly in how research topics are defined. “We’re not just talking about what we want to research, but how we can structure it in greater detail to give it clear direction and purpose. This is still a work in progress for many of us,” she explained.

    She shared that the Journal of Indonesian Economy and Business has a high rejection rate of around 90%, primarily due to insufficiently defined topics despite their relevance. Papers accepted in reputable journals, she added, generally meet several criteria: theoretical contribution, methodological rigor, managerial and practical relevance, strong empirical support, clarity and coherence, ethical standards and transparency, alignment with journal scope, engagement with recent literature, and a strong review and revision process.

    “As an editor, theoretical contribution is the foremost consideration when assessing a submission. While empirical and methodological contributions are important, in scientific publishing, theoretical advancement is non-negotiable,” she stated.

    Dr. Widya also shared practical tips on how to identify strong research ideas and approaches. Following her presentation, participants were given the opportunity to engage in an open discussion session.

  • P4M Gelar Webinar Publikasi Ilmiah Bertajuk Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA

    P4M Gelar Webinar Publikasi Ilmiah Bertajuk Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA

    Dalam rangka meningkatkan kualitas serta daya saing publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar Publikasi Ilmiah dengan tema Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA, Kamis, 13 Maret 2025

    Kegiatan yang di laksanakan secara daring menghadirkan narasumber  Widya Paramita, A.E., M.SC., Ph.D. dosen, peneliti, dan Editor in Chief Journal of Indonesian Economic and Business (Q3) UGM, dengan H-index 15.

    Webinar ini membahas strategi efektif dalam menyusun artikel ilmiah yang berkualitas serta memahami standar publikasi di jurnal bereputasi, termasuk aspek penulisan, substansi, dan teknik menghadapi proses review.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai akademisi, salah satu tanggung jawabnya adalah melakukan riset dan output dari riset itu harapannya bisa dibaca kemudian menjadi bermanfaat untuk pemecahan masalah-masalah di masyarakat.

    Prof. Tri menitipkan dua hal kepada narasumber yakni bagaimana melakukan riset yang berbobot dan bagaimana mengemas dalam bentuk artikel yang baik.

    “Mohon nanti kiranya Mbak Widya menyentuh banyak aspek pengemasan walaupun kita tidak boleh lupa bahwa kemasan yang baik tapi kalau isinya zonk juga tetap tidak diterima. Jadi tetap risetnya itu harusnya berbobot. Tetapi riset yang berbobot tanpa pengemasan yang menarik yang baik itu juga susah untuk kita selling” katanya menutup sambutan.

    Dr. Widya melihat bahwa topik peneliti-peneliti di Indonesia sebetulnya menarik, tetapi mungkin ada sedikit kesalahpahaman atau mungkin sedikit ruang yang masih perlu di-improve.

    “Ketika kita bicara topik penelitian sebetulnya kita tidak hanya bicara soal kita mau meneliti apa. tetapi topik penelitian itu harus bisa didetilkan lagi, itu supaya penelitian kita menjadi lebih terarah, supaya fungsi penelitiannya lebih jelas, nah ini yang masih menjadi PR ya bagi kita semua peneliti di Indonesia” ungkapnya.

    Dikatakan, Journal of Indonesian Economic and Business, rejection read-nya itu cukup tinggi sekitar 90%. Alasan utamanya editor me-reject adalah karena  topik penelitian kurang detil meski isunya menarik.

    Lebih lanjut disampaikan kriteria paper yang diterima di jurnal ilmiah yakni memiliki kontribusi teoritis, ketelitian metodologis, relevansi manajerial dan praktis, dukungan empiris yang kuat, kejelasan dan koherensi dalam penulisan, standar etika dan transparansi, kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, keterlibatan dengan penelitian terkini, proses tinjauan dan revisi yang kuat.

    Sebagai editor, untuk bisa menerima atau me-reject suatu paper, dia akan melihat banyak hal tetapi utamanya adalah kontribusi teori. Ketika lolos dari reject, potensi untuk diterima itu menjadi sangat besar.

    Dalam penelitian, penting untuk memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pengembangan teori yang ada. Ini mencakup pengenalan konsep, kerangka kerja, atau model baru yang dapat memperkaya pemahaman di bidang tersebut. Dengan membangun dan terlibat secara kritis dengan literatur yang ada, penelitian dapat menunjukkan kebaruan dan relevansi, yang merupakan faktor penting untuk diterima dalam jurnal ilmiah.

    “Jadi mungkin Bapak Ibu bisa berargumen bahwa saya ini punya kontribusi empiris, punya kontribusi metodologi, tetapi kalau kita bicara mengenai scientific publication atau paper ilmiah ya kontribusi teori itu tidak bisa kita abaikan itu karena itu adalah syarat utamanya” jelasnya kemudian.

    Di kegiatan itu, Dr. Widya juga memberikan tips praktis untuk penelitian dan sumber ide penelitian.

    Usai paparan materi, narasumber memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi.

  • Bunga Herlina Terima Penghargaan Alumni Berprestasi UNS  

    Bunga Herlina Terima Penghargaan Alumni Berprestasi UNS  

    Bunga Herlina Oktaviyanti menjadi salah satu Alumni Berprestasi Tahun 2025 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta .

    Bunga merupakan alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang saat ini menjabat sebagai Senior Vice President, Project Management Office Division PT. Bank Rakyat Indonesia.

    Penganugerahan Alumni Berprestasi Tahun 2025 UNS kepada 16 alumni diberikan oleh Rektor UNS Prof Dr Hartono dr M.Si dan dilaksanakan bersamaan dengan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Dies Natalis ke-49 UNS yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Selasa 11 Maret 2025.

    Kepada feb.uns.ac.id, Bunga menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan suatu kehormatan baginya.

    “Buat saya ini merupakan kehormatan, sebenarnya mungkin ada yang lebih hebat dari saya, mungkin beberapa pertimbangan, koneksi, komunikasi, networking, saya aktif di KAFEB UNS. Mungkin tahun ini adalah keberuntungan ada pada saya, perempuan, muda dan aktif di organisasi, beberapa kali diminta oleh Career Development menjadi narasumber terkait rekrutmen BUMN, bagaimana memilih pekerjaan atau karir dan lain sebagainya, mungkin itu yang menjadi pertimbangan sehingga dari beberapa kandidat yang dipilih untuk tahun ini saya yang terpilih” ungkapnya.

    Bunga memiliki pengalaman lebih dari 16 tahun di industri perbankan BUMN, dengan perjalanan karier yang terus berkembang dari Assistant Vice President hingga Senior Vice President.

    Pendidikannya di bidang bisnis dan ekonomi, ditambah dengan gelar MBA, telah memperkuat kemampuannya dalam memandang tantangan secara strategis. Pengalaman mengikuti program benchmarking di perusahaan global seperti Citibank dan JP Morgan Chase juga memberikan wawasan berharga yang membantunya menerapkan praktik terbaik di lingkungan lokal.

    Bunga percaya bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari proses, kolaborasi, dan dampak yang ditinggalkan. Dalam setiap peran, Ia berusaha membangun solusi yang relevan, memberdayakan tim, dan menciptakan nilai bagi organisasi dan masyarakat.

    “Bagi saya, karir adalah tentang terus belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi yang bermakna, bukan hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar saya terutama untuk almamater yang bisa menjadikan saya untuk sampai seperti ini” katanya.

    Usai menerima penghargaan, Bunga memberikan kuliah umum di FEB UNS yang diikuti oleh lebih dari 50 mahasiswa. Navigating the future, bagaimana caranya menyusun peta karir menuju kesuksesan menjadi bahasan yang diangkatnya untuk memotivasi.

    Di kesempatan itu, Bunga memotivasi mahasiswa melalui Buku karya Angela Duckworth, GRIT: Guts, Persistence, Resilience, dan Tenacity.

    Buku ini mengungkap bahwa orang-orang yang memiliki GRIT cenderung lebih sukses dalam mencapai tujuan jangka panjang mereka, baik dalam pendidikan, olahraga, karier, atau kehidupan pribadi. Buku ini juga menyelami bagaimana cara mengembangkan GRIT, serta peran penting ketekunan dan ketabahan dalam menghadapi kegagalan.

    Secara keseluruhan, buku ini mengajak pembacanya untuk melihat bahwa kesuksesan bukan hanya soal bakat alami, tetapi lebih pada kemampuan untuk terus berjuang dan bertahan dalam menghadapi rintangan.

    Bagaimana caranya orang bisa sukses, karena persisten. Untuk sukses tidak hanya sekedar mengandalkan nilai bagus, hanya sekedar mengandalkan bakat, keberuntungan tidak akan datang saat kita tidak siap ketika ada kesempatan.

    Harapannya kepada mahasiswa untuk lebih meningkatkan kepercayaan diri, berani menyampaikan kelebihan dirinya.

    “Sebenarnya semua orang itu marketing buat dirinya sendiri, kita harus jual diri kita, kita harus ngomong kelebihan kita, sifat dan keberanian untuk menyampaikan yang harus ditingkatkan oleh mahasiswa, harus lebih percaya diri, karena kalo materi akademik mungkin sudah banyak ya didapat di perkuliahan” jelasnya kemudian untuk mendorong mahasiswa membranding dirinya.

  • Bunga Herlina Receives UNS Distinguished Alumni Award 2025

    Bunga Herlina Receives UNS Distinguished Alumni Award 2025

    Bunga Herlina Oktaviyanti, an alumna of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), has been named one of the 2025 Distinguished Alumni of UNS. Bunga currently serves as the Senior Vice President of the Project Management Office Division at PT Bank Rakyat Indonesia.

    The award was presented by UNS Rector, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., to 16 alumni during the Open Senate Session commemorating the 49th Anniversary of UNS, held at the G.P.H. Haryo Mataram Auditorium on Tuesday, 11 March 2025.

    In an interview with feb.uns.ac.id, Bunga expressed her gratitude for the recognition. “For me, this is an honour. There are probably others who are more accomplished than I am. Perhaps some considerations—connections, communication, networking, and my active role in KAFEB UNS—played a role. I believe this year has been my moment — I’m young, a woman, and actively engaged in organisational activities. I’ve also been invited several times by the Career Development team to speak about recruitment in state-owned enterprises, career planning, and other topics. Perhaps those were the reasons I was selected among several candidates,” she stated.

    With over 16 years of experience in the state-owned banking industry, Bunga steadily rising through the ranks from Assistant Vice President to her current role as Senior Vice President. Her academic background in business and economics, further enhanced by an MBA, has equipped her with a strategic approach to addressing professional challenges. Her participation in benchmarking programs at global institutions such as Citibank and JP Morgan Chase has also enriched her with international insights, which she applies in the domestic context.

    Bunga believes that success should not be measured solely by outcomes, but also by the process, collaboration, and impact generated. In every role she assumes, she aims to deliver relevant solutions, empower her team, and create value for both the organisation and the wider community. “For me, a career is about lifelong learning, collaboration, and making meaningful contributions—not only to the organisation but also to the people around me, especially to the alma mater that helped shape who I am today,” she added.

    Following the award ceremony, Bunga delivered a public lecture at FEB UNS attended by more than 50 students. Delivering material entitled “Navigating the Future: Mapping Your Career Towards Success,” the session focused on career development strategies and personal growth.

    She shared insights from Angela Duckworth’s book GRIT: The Power of Passion and Perseverance, which explores how individuals with grit—defined as courage, persistence, resilience, and tenacity—are more likely to achieve their long-term goals across various fields. The book also provides practical guidance on developing grit and underscores the importance of perseverance in overcoming failure.

    Bunga emphasised that success is often the result of persistence, not just academic excellence or innate talent. She reminded students that luck comes only when one is prepared to seize opportunities.

    “Everyone is, in a way, their own marketer. We need to present ourselves—highlight our strengths. Students must build the confidence to speak about their qualities. Academic knowledge is abundant, but the courage to communicate and self-branding is equally vital,” she concluded, encouraging students to be more proactive in shaping their professional identity.

  • Dekan Resmikan Dua Ormawa Baru di FEB, Blue Eagles Basketball dan Artefac

    Dekan Resmikan Dua Ormawa Baru di FEB, Blue Eagles Basketball dan Artefac

    Dua Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Blue Eagles Basketball dan Artefac diresmikan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Rabu 5 Maret 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    “Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, pada hari ini Rabu tanggal 5 Maret Tahun 2025, saya selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis meresmikan dua ormawa baru yaitu Blue Eagles Basket Ball dan Artefac. Kedua Ormawa tersebut semoga memberikan manfaat yang optimal bagi pengembangan kompetensi mahasiswa serta meningkatkan capaian kinerja bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis”

    Demikian naskah peresmian kedua ormawa yang dibacakan oleh Dekan FEB.

    Seremoni peresmian juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Kasubbab Akademik dan Non Akademik, Tendik Kemahasiswaan, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Blue Eagles Basketball dan Artefac.

    Dekan mengatakan bahwa saat ini ada kecenderungan minat mahasiswa terhadap ormawa menurun sehingga pada semester baru nanti, saat PKKMB perlu ada inisiasi agar mahasiswa setidaknya mengikuti minimal satu ormawa.

    “Mahasiswa yang aktif di organisasi mungkin tidak mendapatkan keuntungan finansial namun akan mendapatkan lebih banyak manfaat seperti keterampilan berinteraksi, belajar berbicara dihadapan orang banyak, belajar kerja tim, dan pengalaman berorganisasi yang sangat berguna setelah lulus. Hal-hal seperti ini justru akan membantu mahasiswa saat mencari kerja dan bekerja nantinya. Jadi, sangat disayangkan jika mahasiswa tidak punya keinginan bergabung di kegiatan Ormawa” ungkapnya.

    Saya berharap ke depannya kita bisa mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam ormawa, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada yang mereka bayangkan.

    Sehingga harapannya nanti dengan terbentuknya 2 ormawa baru ini nanti bisa menghasilkan banyak prestasi dan capaian.

  • PDIE FEB UNS Discusses Semester Learning Plan, PMDSU Curriculum, and By-Research Track with Head of LPPMP UNS

    PDIE FEB UNS Discusses Semester Learning Plan, PMDSU Curriculum, and By-Research Track with Head of LPPMP UNS

    Doctoral Program in Economics (PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a curriculum discussion titled “Discussion on Semester Learning Plan (RPS), Curriculum for the Master’s Education Leading to Doctorate for Excellent Graduates (PMDSU), and By-Research Curriculum” on Thursday, 27 February 2025. The session is conducted at the Konimex Auditorium, Bachtiar Effendi Building, FEB UNS, and was attended by PDIE faculty members. The session featured Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si., Head of the Institute of Educational Quality Development and Assurance (LPPMP) UNS, as the invited speaker.

    Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA., Head of PDIE, stated in his opening remarks that the event was organised in response to Rector’s Regulation No. 22 of 2024 on the Management and Implementation of Master’s and Doctoral Programs.

    “This Rector’s Regulation will certainly brought out various new regulations, which then need to be implemented into PDIE’s curriculum structure. The presence of the Head of LPPMP in this particular occastion is intended to provide direction and foster a unified understanding among PDIE lecturers regarding how the Semester Learning Plan (RPS) should be developed,” he explained.

    Prof. Sarwanto elaborated on the implementation of an Outcome-Based Education (OBE) curriculum model at UNS. OBE is an educational approach that emphasises the learning outcomes students must achieve upon completing a course. The approach ensures graduates are equipped with skills relevant to current industry and societal needs.

    “In the OBE curriculum, learning outcomes—or Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL)—are the key. These outcomes are determined by the Study Program and then mapped to individual courses. Thus, lecturers no longer select CPLs independently, as they are already predefined by the Study Program. Faculty members are mandated to deliver these outcomes as assigned, and this is the central principle,” he explained.

    He also stated that each curriculum document must include a matrix linking each course with the CPLs, enabling proper distribution and ensuring that all CPLs are comprehensively addressed across courses.

    Following the issuance of Rector’s Regulations No. 21 and 22 of 2024, all curricula at UNS are required to be based on CPLs. Therefore, the Semester Learning Plan (RPS) must also reflect this orientation. Each RPS must contain the following components: Study Program name, course name and code, semester, credit load, and name of course instructors; CPLs assigned to the course; Targeted learning outcomes for each session; Topics relevant to the intended learning outcomes; Learning methods; Time allocation for each learning outcome; Student learning experiences described in the form of semester tasks; Assessment criteria, indicators, and weightings; and List of references used. In addition, each RPS must be regularly reviewed and updated in line with advancements in science and technology.

    Prof. Sarwanto also introduced new features in the Academic Information System (Siakad), where once a lecturer finalises their RPS, they simply need to click submit. The system will then forward the RPS to all instructors involved in the course, including the course coordinator. If adjustments are needed, the RPS will be returned to the drafter until it is approved by the Head of Study Program—making the process more streamlined.

    Concluding the session, Prof. Sarwanto also presented an overview of the By-Research Doctoral Track and the PMDSU curriculum model, expanding the discussion to align with national standards and institutional goals for graduate education.

  • Hadirkan Ketua LPPMP, PDIE Diskusikan Rencana Pembelajaran Semester, Kurikulum PMDSU dan by Research

    Hadirkan Ketua LPPMP, PDIE Diskusikan Rencana Pembelajaran Semester, Kurikulum PMDSU dan by Research

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan  Pembahasan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Kurikulum Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU), dan Kurikulum by Research, Kamis, 27 Februari 2025 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen PDIE menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sarwanto, S.Pd., M.Si., Ketua Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS.

    Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CFrA, Ketua PDIE dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini digelar menindaklanjuti Peraturan Rektor no 22 tahun 2024 tentang tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister dan Program Doktor.

    “Berdasarkan peraturan Rektor no 22 tahun 2024 tersebut terbit beberapa aturan dan kemudian kita breakdown menjadi kurikulum di PDIE FEB UNS. Kehadiran Ketua LPPM adalah untuk memberikan arahan agar ada persamaan persepsi Dosen pengampu di PDIE, terkait Rencana Pembelajaran Semester (RPS) ini seperti apa” paparnya.

    Prof. Dr. Sarwanto dalam penjelasannya menyampaikan bahwa UNS menerapkan kurikulum berbasis capaian atau Outcome-Based Education (OBE).

    OBE (Outcome-Based Education) adalah suatu pendekatan dalam sistem pendidikan yang berfokus pada hasil belajar (outcomes) yang harus dicapai oleh mahasiswa. Pendekatan ini menekankan pada apa yang mahasiswa harus ketahui, pahami, dan mampu lakukan setelah menyelesaikan matakuliahnya. Konsep ini digunakan untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat.

    “Dalam kurikulum OBE ini, learning outcome atau capaian pembelajaran menjadi kuncinya Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) disusun oleh prodi kemudian didistribusikan ke matakuliah, sehingga Bapak Ibu Dosen ketika membuat RPS, matakuliah dikunci oleh tim kurikulum, dosen tidak lagi memilih-milih CPL, CPLnya sudah ditentukan oleh prodi. Bapak Ibu pengampu matakuliah atau dosen adalah mandatori, dosen menjalankan mandat dari prodi, ini yang menjadi titik tekannya” paparnya.

    Lebih lanjut dikatakan, dalam dokumen kurikulum harus ada matrik hubungan MK dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), matrik ini digunakan untuk mengetahui distribusi yang dibebankan pada setiap MK dan memastikan CPL habis dibebankan pada seluruh MK.

    Pada Peraturan Rektor no 21 dan 22 tahun 2024, kurikulum UNS sudah berbasiskan capaian pembelajaran, maka Rencana Pembelajaran Semester (RPS) nya juga harus sesuai dengan capaian pembelajaran.

    Dalam RPS memuat: Nama program studi, nama kode MK, semester, SK, nama dosen pengampu; Capaian pembelajaran lulusan yang dibebankan pada MK; Kemampuan akhir yang direncanakan pada tiap pembelajaran untuk memenehi capaian pembelajaran lulusan; Bahan kajian yang terkait dengan kemampuan yang akan dicapai; Metode pembelajaran; waktu yang disesuaikan untuk mencapai kemampuan pada tiap pembelajaran; Pengalaman belajar mahasiswa yang diwujudkan dalam deskripsi tugas selama satu semester; Kriteria, indikator dan bobot penilaian; Daftar referensi yang digunakan.

    Dikatakan, RPS wajib ditinjau dan disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

    Di Sistem Informasi Akademik (Siakad), nantinya dosen setelah selesai membuat RPS tinggal klik ajukan, setelah diajukan akan masuk ke nama-nama pengampu, misal lebih dari 1 orang, termasuk juga koordinator matakuliah, jika tidak setuju kembali ke penyusun sampai terakhir ke Kaprodi, jadi lebih simpel.

    Lebih lanjut Prof. Sarwanto juga memaparkan terkait Doktor Jalur Penelitian dan juga PMDSU.