Kantor Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Ngobrol Bareng seputar Kelas Internasional, Senin 28 April 2025 melalui media Instagram.
Hadir sebagai narasumber, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D.; Kaprodi S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo; Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan, Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D.; dan dosen perwakilan Prodi S1 Akuntansi Nur Chayati, S.E., M.Sc.. Selain itu 3 mahasiswa kelas internasional turut dihadirkan, Muhammad Haidar Ashif, Muhammad Hisyam Asadul Haq dan Nurul Yantika.
Di kegiatan itu Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan Program Kelas Internasional FEB UNS bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, kompetitif, dan berkualitas tinggi sehingga mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Program ini menjaring calon mahasiswa yang ingin mendapatkan pengalaman belajar secara Internasional.

Lebih lanjut disampaikan apabila diterima di program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman internasional, diantaranya Joint Degree Program, Program ini memungkinkan mahasiswa kuliah di dua universitas, UNS dan kampus mitra luar negeri; Short-Term Academic Program (Summer/Winter Course), program ini berlangsung 3–4 minggu saat musim panas atau musim dingin; Digital Pathway Program, belajar skill baru secara fleksibel lewat platform digital dan program sertifikasi dari berbagai universitas mitra internasional.
Kelas internasional FEB UNS juga sudah ada kerja sama aktif dengan universitas luar negeri atau industri global, diantaranya dengan University of Malaya, Universiti Putra Malaysia, National Chung Hsing University, Australia: Curtin University, Saxion University of Applied Science dan RUDN University (Rusia).
Dikatakan, ada perbedaan mentalitas dan kemampuan mahasiswa kelas internasional dibandingkan kelas reguler, pengalaman belajar di LN dapat membentuk kemampuan softskill seperti adaptasi, percaya diri, keluar dari zona nyaman, kemandirian, menyesuaikan diri dengan pembelajaran di universitas lain, negara lain dan budaya lain, dan lebih proaktif.
Sementara itu, narasumber dari prodi menyampaikan keunikan dari kelas internasional di program studi masing-masing dan juga berbagai kesempatan berkarier bagi lulusannya. Sedangkan ketiga mahasiswa menceritakan pengalamannya belajar di program kelas internasional dan kesempatan international exposure yang telah mereka dapatkan.
Acara yang dipandu oleh Nael Bara Laena berlangsung sekitar 90 menit. Peserta yang mengikuti acara dan ingin banyak tahu tentang kelas internasional telah difasilitasi oleh pemandu acara untuk memperoleh penjelasan dari ke tujuh narasumber yang hadir, baik secara luring maupun daring.
Harapannya, dengan kegiatan ini, akan banyak calon mahasiswa yang lebih mengenal dan berminat untuk bergabung di kelas internasional FEB UNS.

Kegiatan Ngobrol Bareng terkait Kelas Internasional ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui penyediaan akses informasi yang lebih luas mengenai pendidikan berstandar internasional serta kesempatan mobilitas akademik global bagi mahasiswa. Selain itu, kerja sama aktif FEB UNS dengan berbagai universitas luar negeri juga berkontribusi pada SDG 17: Partnerships for the Goals, yakni memperkuat kemitraan internasional dalam peningkatan kualitas pembelajaran, pertukaran pengetahuan, dan pengembangan kapasitas mahasiswa



She further encouraged students to consider the contribution of their research, particularly in supporting the role of professional accountants and advancing the accounting discipline. She stressed that impactful research—especially in areas such as sustainability—often requires multidisciplinary collaboration to achieve meaningful academic, policy, and practical contributions.

The webinar discussed effective strategies for preparing high-quality scientific articles and understanding publication standards in reputable journals, covering writing structure, content development, and navigating the review process.
“We hope Dr. Widya will cover not only the substance of impactful research but also how to present it in an engaging manner. Good packaging alone is not enough without strong content, and vice versa—substantial research will struggle to be published if not presented attractively,” she noted.
She shared that the Journal of Indonesian Economy and Business has a high rejection rate of around 90%, primarily due to insufficiently defined topics despite their relevance. Papers accepted in reputable journals, she added, generally meet several criteria: theoretical contribution, methodological rigor, managerial and practical relevance, strong empirical support, clarity and coherence, ethical standards and transparency, alignment with journal scope, engagement with recent literature, and a strong review and revision process.








Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA., Head of PDIE, stated in his opening remarks that the event was organised in response to Rector’s Regulation No. 22 of 2024 on the Management and Implementation of Master’s and Doctoral Programs.
Prof. Sarwanto elaborated on the implementation of an Outcome-Based Education (OBE) curriculum model at UNS. OBE is an educational approach that emphasises the learning outcomes students must achieve upon completing a course. The approach ensures graduates are equipped with skills relevant to current industry and societal needs.
He also stated that each curriculum document must include a matrix linking each course with the CPLs, enabling proper distribution and ensuring that all CPLs are comprehensively addressed across courses.
Prof. Sarwanto also introduced new features in the Academic Information System (Siakad), where once a lecturer finalises their RPS, they simply need to click submit. The system will then forward the RPS to all instructors involved in the course, including the course coordinator. If adjustments are needed, the RPS will be returned to the drafter until it is approved by the Head of Study Program—making the process more streamlined.