FEB

Blog

  • P4M FEB Gelar Working Paper Forum, Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty

    P4M FEB Gelar Working Paper Forum, Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty

    Sejumlah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Working Paper Forum, forum akademik yang membahas proses penulisan hingga publikasi artikel ilmiah bereputasi, Rabu, 23 April 2025 di Ruang Koordinasi FEB UNS.

    Kegiatan yang diselenggarakan Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) kali ini mengangkat topik Optimalisasi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Novelty, dengan narasumber Ibrahim Fatwa Wijaya, S.E., M.Sc., Ph.D., Peneliti Kebanggaan FEB UNS, H-index 4 – Research Group Auditing & Sistem Informasi.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian memberikan apresiasi kepada P4M yang sudah mengoordinir acara ini. Poinnya adalah kita menumbuhkan ekosistem research supaya Bapak lbu Dosen dapat berbagi juga kepada yang lainnya.

    “Dengan kegiatan ini, kita ingin menularkan ilmu dari teman-teman yang menjadi narasumber kepada yang lainnya, kami mencoba atraktif, ke depan jika berkenan teman-teman lain dapat mengisi. Dan jika punya tamu dari luar atau universitas lain yang kerja bareng di research group jadwalnya kita kondisikan” tuturnya.

      Ada 4 hal yang didiskusikan oleh narasumber dalam forum itu, yakni apa itu desk rejection, tips dari para editor jurnal, contoh penerapan tips dari editor, novelty/kebaruan dan kontribusi.

    Ibrahim, Ph.D mengatakan sengaja memilih tema novelty, karena novelty menjadi masalah utama dalam research.

    Kenapa sebuah manuscript yang kita submit di-reject?  Ini menjadi pertanyaan yang sangat penting karena haril riset menunjukkan ternyata 51% paper itu ditolak masuk jurnal karena tidak ada novelty-nya, selanjutnya 17% karena diluar scope jurnal, 10 % karena desain metodologi lemah, 5,3% karena bahasa dan story masih lemah, dan lainnya seperti: wrong conclusion, error in data analysis.

    Dia juga  menjelaskan tips dari para editor jurnal, pentingnya menulis novelty sejak awal.

    “Jika paper tidak ada novelty akan ditolak, berarti ketika kita menulis sebuah paper, kita harus tahu betul kebaruan kita. Sesudah tahu bahwa paper kita ada novelty, maka kita harus menjual novelty itu sejak cover letter. Strategi yang oke menuliskan novelty kita sejak dicover letter, setelah itu kita tuliskan lagi di abstrak, kemudian kita tuliskan di introduction, sesibuk-sibuknya editor paling tidak akan baca cover letter dan abstrak. Ingat 51% paper ditolak karena tidak novelty, maka sejak awal sudah  dituliskan” terangnya.

     

    Selanjutnya, Ibrahim,Ph.D memaparkan  bagaimana penerapan tips dari para jurnal editor tersebut dan seperti apa novelty/kebaruan serta kontribusi research.

    Dalam forum itu, peserta berkesempatan  aktif bertanya kepada narasumber.

    Kegiatan Working Paper Forum ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui peningkatan kapasitas dosen dalam riset dan publikasi ilmiah. Selain itu, forum ini turut memperkuat SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure dengan mendorong lahirnya penelitian yang lebih inovatif dan berkualitas sebagai bagian dari pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi berkelanjutan.

    Link Materi: Materi Working Paper Forum FEB 23April2025.pdf

  • FEB UNS Menerima Kunjungan SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta Selatan

    FEB UNS Menerima Kunjungan SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta Selatan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta Selatan, Rabu 16 April 2025.

    Para guru dan siswa diterima oleh Dekan,  Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D,  Kaprodi S-1 Akuntansi, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak,,  Kaprodi S-1 Bisnis Digital. Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D. dan Dosen FEB, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si, mewakili Prodi S-1 Manajemen.

    Di awal sambutannya, Dekan mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para guru dan Islam Al Azhar 1 Jakarta Selatan yang telah mengunjungi FEB UNS.

    Dekan juga memperkenalkan Kaprodi yang turut hadir. Selanjutnya menyampaikan  sekilas terkait profil FEB UNS, terutama Prodi S-1 FEB, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi pembangunan dan Bisnis Digital.

    Dekan berharap para siswa akan mendapatkan banyak informasi dan pengetahuan di kunjungannya ke FEB dengan memanfaatkan sebaik-baiknya kesempatan untuk berdiskusi dengan para Kaprodi yang hadir.

    Muhammad Rohmat, SPd, Wakil Kepala Sekolah SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta Selatan dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pimpinan FEB UNS yang telah menerima kunjungan Kelas XI Sosial Humaniora SMA Islam Al Azhar 1 Jakarta Selatan.

    Alhamdulillah sudah mencapai ke tempat yang sudah direncanakan sejak awal. Dengan kunjungan ini, siswa bisa mendapatkan pengetahuan dan sharing terkait Prodi di FEB UNS, juga untuk mengetahui  bagaimana cara masuknya ke perguruan tinggi.

     “Salah satu kehormatan bagi kami bisa berkunjung ke salah satu fakultas terbaik di UNS. Tujuan utama kami ke sini sebenarnya adalah project research, sebagai kegiatan rutin setiap tahunnya untuk kelas XI. Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan informasi, inspirasi dan motivasi bagi siswa kami untuk masa depan pendidikan mereka. Dan bagi para siswa, manfaatkan kesempatan ini untuk belajar” tuturnya.

    Kegiatan diskusi berjalan sangat interaktif, para peserta banyak bertanya terkait capaian prestasi di FEB dan kerja sama yang dilakukan di FEB UNS.

    Kunjungan edukatif ini berkontribusi pada SDG 4: Quality Education dengan memberikan akses informasi, wawasan akademik, serta orientasi pendidikan tinggi kepada para siswa sebagai bekal perencanaan studi yang lebih baik. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 17: Partnerships for the Goals melalui penguatan kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dan literasi pendidikan bagi generasi muda.

  • Kunjungan SMAN 1 Surakarta ke FEB UNS: Wakil Dekan Akademik dan Penelitian Sosialisasikan Kelas Internasional  

    Kunjungan SMAN 1 Surakarta ke FEB UNS: Wakil Dekan Akademik dan Penelitian Sosialisasikan Kelas Internasional  

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  SMA Negeri 1 Surakarta, Kamis, 17 April 2025 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Para guru dan siswa diterima oleh Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Kaprodi S-1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP, Kaprodi S-1 Akuntansi, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak, Kaprodi S-1 Bisnis Digital, Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D. dan Muhammad Bagus Sistriatmaja, S.E., M.E, Dosen FEB mewakili Kaprodi S-1 Ekonomi Pembangunan.

    Di awal sambutannya, Prof Tri Mulyaningsih mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para guru dan siswa SMAN 1 Surakarta yang telah berkunjung ke FEB UNS.

     

    Lebih lanjut  Prof. Tri Mulyaningsih memaparkan profil FEB UNS.

    “Di FEB ada 4 Program Studi S1, Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan dan Bisnis Digital. Juga ada 3 Prodi S-2 dan 1 Prodi S-3. FEB ini cukup banyak prestasinya, tidak hanya di level nasional juga internasional. FEB mendapatkan penghargaan dengan peringkat QS by subject Economics and Econometrics (301-350), Accounting and Finance (301-350), detilnya silahkan follow medsos FEB ya” ungkapnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, FEB UNS selain punya kelas reguler, juga punya kelas internasional. Pembedanya dengan kelas reguler, untuk kelas internasional dalam pembelajarannya berbahasa Inggris. Secara tidak langsung kemampuan Bahasa Inggris akan meningkat.

    Apabila diterima di program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk merasakan pengalaman internasional, diantaranya Joint Degree Program,  Program ini memungkinkan mahasiswa kuliah di dua universitas, UNS dan kampus mitra luar negeri;  Short-Term Academic Program (Summer/Winter Course), program ini berlangsung 3–4 minggu saat musim panas atau musim dingin; Digital Pathway Program,  belajar skill baru secara fleksibel lewat platform digital dan program sertifikasi dari berbagai universitas mitra internasional.

    Terakhir disampaikan, FEB sangat produktif dari sisi riset. Dosen di FEB sering melakukan kegiatan penelitian, mengeksplor hal yang baru kemudian dikembangkan dalam bahan pembelajaran.  Mahasiswa S-3  bisa kerja bareng dengan Dosen dalam penelitiannya.

    Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Surakarta, Arni Ferra Sinatra, SPd, MPd. memperkenalkan sejumlah guru pendamping yang hadir dalam kunjungan ke FEB UNS  yang merupakan program OSIS.

    Disampaikan, pada Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun ini, total ada 11 siswa SMAN 1 yang diterima di FEB UNS, dengan rincian Akuntansi 3 orang, Bisnis Digital  2 orang, Ekonomi Pembangunan 2 orang dan Manajemen 4. Harapannya akan bertambah banyak yang lolos pada jalur SNBT.

    Kunjungan ini merupakan progam tahunan, tujuannya untuk memberikan gambaran yang realistis bagi siswa bagaimana nanti jurusan yang ada di perkuliahan, dan juga untuk, mengetahui tingkat persaingannya seperti apa, semoga bisa memberikan manfaat. Bagi para siswa bisa menanyakan dengan cara yang santun,

    Di sesi paparan prodi, Kaprodi menggambarkan profil dari masing-masing prodi dilanjutkan dengan diskusi. Para siswa juga berkesempatan untuk berkeliling  meninjau beberapa fasilitas perkuliahan di FEB UNS.

    Kegiatan kunjungan edukatif ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui pemberian informasi pendidikan tinggi yang komprehensif kepada siswa SMA sebagai bentuk perluasan akses dan pemahaman terhadap jenjang perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada SDG 17: Partnerships for the Goals dengan memperkuat kolaborasi dan hubungan antara sekolah dan perguruan tinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

  • Synergy of Indonesia–Australia Campus Presented Development of Batik Drying Tools, Fashion, and TikTok Shop Marketing for Batik Ciprat Karangpatihan

    Universitas Sebelas Maret (UNS), in collaboration with Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Swinburne University of Technology Australia, and Universitas Tidar (UNTIDAR) hosted skills development training for Batik Ciprat artisans in Karangpatihan on May 3, 2025. This initiative is conducted as part of the international community empowerment partnership program funded by Universitas Sebelas Maret in 2025.

    The training focuses on the use of batik drying equipment, fashion product development, and digital marketing strategies through TikTok Shop. The objective is to increase production volume and sales revenue of Batik Ciprat as a locally-sourced product. Specifically, the ready-to-wear production training aims to enhance participants’ skills in producing wearable clothing from batik ciprat, which can then be marketed via social media and online marketplaces.

    The program consists of several key stages, from fashion design, pattern making and cutting based on measurements, to the sewing process. Through this training, participants are expected to produce compelling batik ciprat garments that are competitive in the digital market, while also opening up new business opportunities in the digital economy era.

    Held at the Karangpatihan Village Hall in Balong Subdistrict, Ponorogo, the training is part of an international community service initiative developed by the four universities. It seeks to enhance artisans’ technical and managerial skills, and strengthen batik ciprat marketing capacity in the evolving creative industry landscape.

    Dr. Evi Gravitiani, program coordinator from UNS, stated that, “We hope this collaboration has a positive impact on Batik Ciprat artisans in Karangpatihan. One of the core aspects of this training is the introduction of a drying machine for batik fabric production. This technology accelerates the drying process without compromising batik quality and aesthetics, while also reducing dependence on weather conditions.”

    During the session, artisans receive direct guidance from UNS experts on the use and maintenance of the tools involved. “By using the drying machine, our production—especially at the drying stage—becomes faster, more consistent, and no longer dependent on sunlight,” says Samuji, one of the participating batik artisans.

    In addition to technical instruction, artisans are also equipped with knowledge on digital marketing strategies. These sessions are led by lecturers and supported by student technical teams from UNS, Swinburne University of Technology Australia, and Universitas Tidar (UNTIDAR).

    Participants are trained to use social media and TikTok Shop to expand the market for batik ciprat. The curriculum includes creative content creation, social media account management, and effective online marketing techniques.

    “We hope that through digital marketing, Batik Ciprat Karangpatihan becomes more widely recognized and attracts consumers from across regions,” states Aan, one of the training participants.

    The training not only aims to improve production capacity and sales revenue of batik ciprat but also seeks to enhance the overall well-being of the Karangpatihan community. By applying the newly acquired skills, artisans are expected to improve their quality of life through increased income.

    “UMPO is ready to support this initiative, and we hope it leads to a long-term collaborative program between UNS, UMPO, and UNTIDAR in advancing the creative economy in Karangpatihan, especially in the Ponorogo region,” adds Dr. Sudarno, Head of LPPM UMPO.

    Batik Ciprat Karangpatihan is more than a craft product—it symbolizes the independence, spirit, and resilience of individuals with disabilities in Karangpatihan. Therefore, the development of more efficient drying tools, fashion designs aligned with global trends, and creative marketing through TikTok Shop are strategic steps in responding to modern challenges and amplifying the socio-economic impact of batik ciprat. This program is aligned with the spirit of the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) initiative and higher education’s tri dharma values.

    Dr. Eny Boedi Orbawati, Head of LPPM Universitas Tidar, expresses, “I offer my highest appreciation to all parties involved, especially UNS, UMPO, Swinburne University of Technology Australia, and UNTIDAR, the Karangpatihan village government, the community for person with special needs, and the students, and lecturers who have worked together in perfect synergy. This program proves that sustainable community service is achievable through collaborative, cross-cultural, and solution-oriented efforts.”

    Through this program, Batik Ciprat Karangpatihan is expected to evolve and emerge as a leading local product with strong competitiveness in both national and international markets.

    Source: Dr. Evi Gravitiani, Faculty Member of FEB UNS

  • FEB UNS Initiates Risk Management Implementation

    FEB UNS Initiates Risk Management Implementation

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a ceremony for Signing of Integrity Pact and the Initiation of Risk Management Implementation. All leaders and faculty members within FEB UNS expressed their commitment to developing a risk management system to achieve effective and efficient performance processes in pursuit of good university governance.

    The entire leadership of FEB UNS is determined to implement a risk management system based on SNI ISO 31000:2018 in an integrated manner, aligned with good faculty governance principles; to enhance a culture of risk awareness in every work process; to utilize the outcomes of risk identification, analysis, evaluation, and mitigation as the foundation for audits, supervision, strategic decision-making, innovation, and investment; and to manage risks across all work units, regularly report on the implementation and mitigation of risks, and provide information on any risk incidents that may cause losses to FEB UNS.

    The Risk Management Integrity Pact was read by the Dean of FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro, and was followed in unison by all leaders present at the Signing of the Integrity Pact and Risk Management Implementation, which took place on Monday, 21 April 2025, in Meeting Room 1, Soeharno TS Building.

    In his remarks, UNS Secretary, Prof. Dr. Agus Riwanto, S.H., S.Ag., M.Ag., M.H., stated that with the Signing of the Integrity Pact and the Implementation of Risk Management, it is hoped that by this year UNS will already have formal Risk Management Procedures in place—both at the faculty level and across central administrative units, bodies, and university institutions. The aim is to eventually establish university-wide Risk Management Procedures.

    Risk Management, he noted, will serve as the basis for strategic decisions at the university level. Therefore, all university policies—including budgeting, faculty management, and even non-academic matters—should refer to Risk Management principles.

    He further explained that Risk Management is closely linked with the Integrity Zone. The ultimate goals of both Risk Management and the Integrity Zone are to ensure high-quality public services within the university, with its constituents being the students and all associated stakeholders.

    “That is why the Minister of Education is currently promoting the idea that Good Corporate Governance should also be reflected as Good University Governance. We cannot claim strong performance indicators while having poor governance structures. In fact, the function of Risk Management and the Integrity Zone is to organize and improve governance—not just for accreditation or rankings. For example, if bureaucracy remains complex, signatures take too long, or graduation processing is lengthy—those are the kinds of inefficiencies we aim to eliminate. The goal is to ensure excellent performance indicators, rankings, and governance,” he explained.

    He added that UNS will also initiate certification for all administrative personnel within the university. The hope is that anyone holding a leadership position at UNS will be certified in Risk Management, ensuring that their leadership qualifications are not in question—because they understand whom they serve and how to make strategic decisions.

    Lastly, Prof. Agus conveyed the Rector’s message, encouraging everyone to work with sincerity and integrity, to remain united, and to maintain harmony and collective spirit.

  • Sinergi Kampus Indonesia-Australia: Pengembangan Alat Pengering, Fashion dan Pemasaran Batik Ciprat Karangpatihan melalui TikTok Shop

    Universitas Sebelas Maret (UNS),Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO), Swinburne University of Technology Australia dan Universitas Tidar (UNTIDAR) berkolaborasi mengadakan pelatihan peningkatan keterampilan untuk para pengrajin Batik Ciprat Karangpatihan pada tanggal 3 Mei 2025.

    Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan kemitraan masyarakat internasional yang didukung pendanaan Universitas Sebelas Maret tahun 2025.

    Fokus pelatihan ini adalah penggunaan alat pengering batik ciprat, pengembangan produk fashion, serta strategi pemasaran digital melalui TikTok Shop, yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah produksi dan omzet penjualan Batik Ciprat sebagai salah satu produk unggulan lokal.

    Pelatihan produksi pakaian ready to wear dari bahan batik ciprat dengan tujuan meningkatkan keterampilan peserta dalam memproduksi pilihan produk siap pakai, untuk dipasarkan melalui media sosial dan marketplace.

    Kegiatan pelatihan mencakup berbagai tahapan penting, mulai dari desain fashion, pembuatan dan pemotongan pola sesuai ukuran, hingga proses penjahitan. Pelatihan ini, diharapkan para peserta mampu menghasilkan produk pakaian batik ciprat yang menarik dan siap bersaing di pasar digital, sekaligus membuka peluang usaha baru di era ekonomi digital.

    Pelatihan digelar di Balai Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Ponorogo, merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat internasional yang dirancang oleh empat universitas. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis, manajerial pengrajin, serta pemasaran batik ciprat agar mampu bersaing di tengah perkembangan industri kreatif modern.

    Dr. Evi Gravitiani, ketua program dari UNS menuturkan, “Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan dampak positif bagi pengrajin batik ciprat di Karangpatihan. Salah satu aspek utama dari pelatihan ini adalah pengenalan teknologi alat pengering batik ciprat. Teknologi tersebut dihadirkan untuk mempercepat proses pengeringan tanpa mengorbankan kualitas dan keindahan batik, serta mengurangi ketergantungan pada kondisi cuaca.”

    Dalam sesi ini, para pengrajin mendapatkan bimbingan langsung dari para ahli UNS mengenai penggunaan dan perawatan alat tersebut.

    “Menggunakan alat pengering, proses produksi kami, terutama pada tahap pengeringan, menjadi lebih cepat, hasilnya pun lebih merata, dan kami tidak lagi bergantung pada sinar matahari,” ungkap Samuji, salah satu pengrajin batik peserta pelatihan.

    Selain pelatihan teknis, para pengrajin juga dibekali dengan pengetahuan mengenai strategi pemasaran digital. Dalam sesi yang dipandu oleh dosen dan didampingi oleh  Mahasiswa sebagai tim teknis dari UNS, Swinburne University of Technology Australia,  dan Universitas Tidar (UNTIDAR).

    Peserta dilatih untuk memanfaatkan media sosial dan platform TikTok Shop guna memperluas pemasaran batik ciprat. Materi pelatihan mencakup pembuatan konten kreatif, pengelolaan akun media sosial, hingga teknik pemasaran online yang efektif.

    “Kami berharap melalui pemasaran digital, Batik Ciprat Karangpatihan dapat lebih dikenal luas dan diminati konsumen dari berbagai daerah,” kata Aan, salah satu peserta pelatihan.

    Pelatihan ini tidak hanya difokuskan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan omzet batik ciprat, tetapi juga diharapkan membawa dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Karangpatihan. Penerapan keterampilan baru yang diperoleh, para pengrajin batik diharapkan mampu memperbaiki kualitas hidup mereka melalui peningkatan pendapatan.

    “UMPO siap mendukung kegiatan ini dan semoga menjadi program keberlanjutan dari kolaborasi jangka panjang antara UNS, UMPO  dan UNTIDAR dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Karangpatihan khususnya di wilayah Ponorogo,” tambah Dr. Sudarno, ketua LPPM UMPO.

    Batik Ciprat Karangpatihan bukan sekadar produk kerajinan, tetapi simbol kemandirian, semangat, dan daya juang luar biasa dari para penyandang disabilitas di desa Karangpatihan. Oleh karena itu, pengembangan alat pengering batik yang lebih efisien, perancangan fashion yang adaptif terhadap tren global, serta strategi pemasaran kreatif melalui TikTok Shop merupakan langkah-langkah strategis untuk menjawab tantangan zaman dan memperluas dampak sosial-ekonomi dari batik ciprat.Program ini sejalan dengan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), serta nilai-nilai tridarma perguruan tinggi.

    Dr. Eny Boedi Orbawati ketua LPPM Universitas Tidar menyampaikan “Saya apresiasi setinggi-tingginya kepada semua pihak yang terlibat, terutama kepada UNS, UMPO,  Swinburne University of Technology Australia, dan Universitas Tidar (UNTIDAR) , pemerintah desa Karangpatihan, komunitas penyandang disabilitas, serta para mahasiswa dan dosen yang telah bekerja secara sinergis.

    Program ini menjadi bukti bahwa keberlanjutan pengabdian kepada masyarakat sangat mungkin dicapai bila dilakukan secara kolaboratif, lintas budaya, dan berbasis solusi nyata.”

    Melalui program ini, diharapkan Batik Ciprat Karangpatihan dapat terus berkembang dan menjadi produk unggulan lokal yang mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.

     

     

     

     

     

    Sumber: Dr. Evi Gravitiani, Dosen FEB UNS

  • Tendik dan Dharma Wanita FEB UNS Ikuti Pelatihan Public Speaking

    Tendik dan Dharma Wanita FEB UNS Ikuti Pelatihan Public Speaking

    Dalam rangka meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri, Tenaga Kependidikan (Tendik) dan Dharma Wanita Unit Persatuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti pelatihan Public Speaking “Membangun Keterampilan Komunikasi untuk Meningkatkan Kinerja Pegawai, Senin 21 April 2025 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kegiatan yang digelar bertepatan dengan Hari Kartini itu menghadirkan nara sumber Zahra Noor Eriza, S.I.Kom. MM, Director SPEAKING.id Communnication Trainign Center.

    Diharapkan, melalui pelatihan ini, para pegawai dapat meningkatkan kualitas komunikasi serta kemampuan dalam berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, dan juga pengguna layanan, guna mendukung kinerja organisasi secara keseluruhan.

    Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa dalam konteks organisasi apapun atau dalam entitas apapun, ketika berkumpul dengan banyak orang atau dengan komunitas, komunikasi adalah faktor kunci. Pesan akan menjadi bias dan berbeda permaknaannya atau penerimaanya jika dikomunikasikan secara tidak tepat.

    “Tugas pokok kita adalah sebagai pelayan. Ketika mengambil keputusan menjadi pegawai UNS maka kita telah menyatakan bahwa diri kita adalah sebagai pelayan. Salah satu yang dilayani adalah mahasiswa. Kita harus mempunyai cara berkomunikasi yang tepat. Sekali lagi, jika kita menyampaikan informasi, jasa atau layanan dan tujuannya itu baik, pada waktu yang baik tapi dengan cara komunikasinya kurang pas, jadinya kurang baik. Harapannya miskomunikasi bisa diminimalisir” ungkapnya.

    Sementara itu, selama pelatihan, Sara melibatkan peserta aktif untuk mempraktikkan cara berkomunikasi yang baik.

    Dikatakan, ada hambatan-hambatan saat kita berkomunikasi. Hambatan dalam komunikasi verbal diantaranya informasi tidak jelas, kurangnya empati, komunikator dan komunikan belum siap dan perbedaan persepsi. Sedangan untuk hambatan komunikasi Nonverbal diantaranya tidak konsisten, perbedaan persepsi, tidak ada konfirmasi dan perbedaan budaya.

    Adanya hambatan dalam pesan verbal dan non verbal dapat menyebabkan konflik karena pesan yang diterima tidak sesuai dengan maksud pengirim.

    Selanjutnya disampaikan bagaimana cara berkomunikasi dengan pimpinan agar efektif.

    Yang pertama adalah dengan mengidentifikasi potensi kepribadian diri sendiri dan juga pimpinan. Apakah memiliki potensi kepemimpinan yang Dominance Koleris (Sikuat), tegas, fokus pada tujuan; Influence Sanguinis (Si Gesit), ramah, suka berbicara, optimis, antusias, menyukai perhatian; Stediness Plegmatis (si Damai), tenang, penyabar, setia, senang mendukung orang lain; Compliance Melankolis (Si Rinci), analitis, perfeksionis, detail-oriented dan mematuhi aturan.

    Yang kedua dengan mengidentifikasi gaya kepemimpinan, apakah pasif, cenderung menghindari konflik; Aktif, mendominasi pembicara; Agresif pasif, menggunakan sindiran atau perilaku manipulati; atau asertif, menghargai diri sendiri sekaligus orang lain, berorientasi pada penyelesaian masalah.

    Atasan punya gaya komunikasi yang berbeda-ada, yang to the point, ada yang detail. Perhatikan dan sesuaikan cara kamu menyampaikan informasi.

    Yang ketiga adalah melatih skill komunikasi dengan mendengarkan aktif, bertanya secara efektif dan melatih komunikasi verbal.

    Dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang efektif dengan pimpinan dapat dicapai melalui pemahaman terhadap gaya komunikasi pimpinan, penyampaian informasi secara jelas dan terstruktur, penggunaan bahasa yang sopan dan profesional, serta kemampuan untuk mendengarkan secara aktif. Dengan menjaga sikap terbuka, memilih waktu dan media komunikasi yang tepat, serta memberikan umpan balik secara bijak, hubungan kerja akan menjadi lebih harmonis dan produktif.

    Komunikasi yang baik bukan hanya menyampaikan pesan, tetapi juga membangun kepercayaan dan kerja sama yang kuat.

    Pelatihan public speaking bagi Tendik dan Dharma Wanita FEB UNS ini mendukung SDG 4: Quality Education melalui peningkatan keterampilan dan kapasitas sumber daya manusia dalam aspek komunikasi profesional. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi pada SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions dengan memperkuat kualitas layanan, transparansi komunikasi, serta efektivitas interaksi dalam organisasi, sehingga menciptakan lingkungan kerja yang lebih responsif dan akuntabel.

  • FEB UNS Canangkan Penerapan Manajemen Risiko

    FEB UNS Canangkan Penerapan Manajemen Risiko

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Penandatangan Pakta Integritas dan Pencanangan Penerapan Manajemen Risiko.

    Seluruh jajaran pimpinan civitas akademik di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkomitmen untuk membangun sistem manajemen risiko, mencapai realisasi proses kinerja secara efektif dan efisien demi terwujudnya good university governance.

    Seluruh jajaran pimpinan civitas FEB UNS bertekad untuk menerapkan sistem manajemen risiko berbasis SNI ISO 31000:2018 secara terpadu sesuai dengan tata kelola fakultas yang baik; Meningkatkan budaya sadar risiko dalam setiap aktivitas proses kerja; Menjadikan hasil identifikasi, analisis, evaluasi dan penanganan risiko sebagai dasar pemeriksaan dan pengawasan serta sebagai dasar dalam pengambilan keputusan strategis, inovasi dan investasi; Mengelola risiko di seluruh unit kerja, melaporkan realisasi pengendalian dan penanganan risiko secara berkala serta menginformasi kejadian risiko yang menyebabkan kerugian bagi FEB UNS.

    Pakta Integritas Manajemen Risiko tersebut  dibacakan oleh Dekan FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro dan ditirukan oleh seluruh pimpinan yang hadir pada kegiatan Penandatanganan  Pakta Integritas dan Penerapan Manajemen Risiko FEB UNS, Senin, 21 April 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Sekretaris UNS, Prof. Dr. Agus Riwanto, S.H., S.Ag., M.Ag., M.H. dalam sambutannya  mengatakan dengan dihelatnya Penandatanganan Pakta Integritas dan Penerapan Manajemen Risiko, harapannya tahun ini UNS sudah memiliki Prosedur Manajemen Risiko, baik ditingkat fakultas, maupun unit-unit kerja di kantor pusat, badan, lembaga di universitas. Harapannya kita nantinya punya Prosedur Manajemen Risiko ditingkat universitas.

    Manajemen Risiko akan menjadi acuan putusan-putusan strategis di tingkat universitas, sehingga jika melakukan kebijakan universitas, baik itu anggaran, manajemen dosen sampai pada aspek-aspek non akademik, acuanya adalah Manajemen Risiko.

    Lebih lanjut dikatakan, Manajemen Risiko terkait dengan Zona Integritas. Ujung dari Manajemen Risiko dan Zona Integritas adalah Good Public Service Universitas pada konstituen, konstituennya adalah mahasiswa dan bagian yang berkaitan dengan kita.

    “Itu sebabnya sekarang Menteri Pendidikan mencanangkan supaya Good Coorporate itu sama dengan Good University juga. Kita nggak bisa ngomong IKU-ya bagus tapi tata kelolanya buruk, Sebenarnya Manajemen Risiko dan Zona Integritas itu fungsinya untuk menata agar manajemen tata kelolaannya baik, jadi bukan sekedar akreditasi, bukan sekedar rangking. Misal birokrasinya masih sulit, proses tanda tangan lama, mengurus wisuda panjang, dan lain-lain, yang begitu itu kita hindari. Supaya IKU-nya bagus, rangkingnya bagus,  tata kelolanya juga bagus” jelasnya.

    Selanjutnya, UNS juga akan melakukan sertifikasi bagi seluruh manajemen di UNS. Harapannya ketika orang memiliki jabatan di UNS sudah punya sertifikasi Manajemen Risiko, untuk memastikan jika dia memimpin, qualified kepemimpinannya tidak dipertanyakan lagi, karena tahu siapa yang dihadapi dan bagaimana cara mengambili keputusan strategis.

    Terakhir, Prof. Agus menyampaikan pesan dari Rektor agar kita semua bekerja dengan ikhlas dan tulus serta tetap solid, menjaga kebersamaan dan harmoni.

    Kegiatan penandatanganan Pakta Integritas dan penerapan Manajemen Risiko ini mendukung SDG 16: Peace, Justice and Strong Institutions melalui penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas di lingkungan FEB UNS. Upaya membangun budaya sadar risiko, meningkatkan integritas, serta memastikan proses pengambilan keputusan yang lebih efektif turut mendukung terciptanya institusi pendidikan yang responsif, profesional, dan berorientasi pada layanan publik yang baik.

  • Casual Conversation on International Class at FEB UNS

    Casual Conversation on International Class at FEB UNS

    UNS New Student Admission Selection Office (SPMB) in collaboration with the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), hosted “Ngobrol Bareng (Casual Conversation)” through Instagram on Monday, 28 April 2025, to introduce the International Class program at FEB UNS.

    The session featured several speakers including the Vice Dean for Academic and Research Affairs, Prof. Tri Mulyaningsih, Ph.D.; Head of the Management Study Program, Dr. Sinto Sunaryo; Head of the Development Economics Study Program, Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D.; and a faculty representative from the Accounting Study Program, Nur Chayati, S.E., M.Sc. In addition, three international class students—Muhammad Haidar Ashif, Muhammad Hisyam Asadul Haq, and Nurul Yantika—shared their perspectives and experiences.

    Prof. Tri Mulyaningsih explained that the International Class Program is designed to produce graduates who are adaptive, competitive, and highly qualified, equipped to succeed both nationally and globally. This program is targeted at students who seek an internationally oriented learning experience.

    Students admitted to the International Class will have the opportunity to engage in various global academic programs, including Joint Degree Program, which allows students to study at both UNS and a partner university abroad; Short-Term Academic Programs such as summer or winter courses lasting 3–4 weeks; Digital Pathway Program, offering flexible online learning and certifications from international partner institutions.

    FEB UNS has established collaborations with various global universities and industries, including the University of Malaya, Universiti Putra Malaysia, National Chung Hsing University, Curtin University (Australia), Saxion University of Applied Sciences, and RUDN University (Russia).

    The discussion also highlighted the distinctions between regular and international class programs, particularly in terms of student mindset and skills. International class students tend to develop stronger soft skills such as adaptability, confidence, independence, and cross-cultural communication, shaped through their learning experiences abroad.

    Faculty representatives also shared the specific features of the international class within their respective study programs, as well as the career opportunities available to graduates. Meanwhile, the participating students reflected on their experiences and the international exposure they had gained through the program.

    Moderated by Nael Bara Laena, the 90-minute session provided attendees with a comprehensive overview of the program. Both in-person and online participants had the opportunity to interact directly with the speakers. The session aimed to enhance prospective students’ understanding and interest in joining the International Class at FEB UNS.

  • Asesor Lomba Inklusi UNS Site Visit ke FEB

    Asesor Lomba Inklusi UNS Site Visit ke FEB

    Asesor Lomba Inklusi UNS yang terdiri atas Dr. Joko Yuwono, M.Pd., Dr. Dewi Indrapangastuti, M.Pd., ⁠Erma Kumala Sari, S.Psi., M.Psi. Psikolog melakukan site visit ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Rabu 30 April 2025.

    Kedatangan asesor diterima oleh Pimpinan dan juga Tim Inklusi FEB  di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS tersebut untuk mengonfirmasi Borang Inklusi yang sebelumnya telah dikirimkan FEB.

    Lomba Inklusi antar fakultas yang diinisasi oleh Pusat Studi Difabilitas (PSD) Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menjadi salah satu agenda dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-49.

    Lomba ini diikuti oleh fakultas dan sekolah di lingkungan UNS. Site visit ini penting untuk memastikan kevalidan isian dalam borang. Selain itu juga dimungkinkan ada tambahan data atau informasi untuk melengkapi borang yang telah tersusun.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D  menyambut baik kehadiran ketiga asesor.

    Terkait upaya FEB untuk ramah difabilitas, Wakil Dekan Non Akademik, Sutaryo, Ph.D. menyampaikan, dari yang sudah ada di tahun sebelumnya, telah ada peningkatan diantaranya pembangunan ram di Aula Konimex, penambahan ruang parkir bagi difabel, penambahan fasilitas-fasilitas tanda yang memudahkan bagi difabel, kursi priority, termasuk juga menyediakan kursi roda apabila sewaktu-waktu diperlukan.

    Selama hampir 2 jam, asesor melakukan konfirmasi borang. Ada 4 standar penilaian inklusi yang dikonfirmasi yakni standar kelembagaan, pembelajaran, dukungan sosial psikologi dan fasilitas fisik.

    Pada penilaian standar kelembagaan, indikatornya adalah adanya dokumen kebijakan fakultas tentang layanan khusus bagi mahasiswa disabilitas, adanya berbagai kegiatan publikasi tentang layanan disabilitas, adanya pelatihan bagi pendamping mahasiswa disabilitas,  adanya fasilitasi para dosen dan tenaga kependidikan dalam melayani mahasiswa disabilitas, adanya forum komunikasi antar mahasiswa disabilitas dengan para pendamping dan para dosen, adanya kegiatan survei kepada mahasiswa disabilitas, serta adanya upaya perbaikan kelembagaan agar menjadi Fakultas yang ramah disabilitas.

    Pada penilaian Standar Pembelajaran, indikatornya adalah adanya pendampingan khusus bagi mahasiswa disabilitas pada Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), adanya pedoman akademik dalam bentuk tulisan braille cetak atau soft file yang tersedia di web, dosen yang mengajar mahasiswa disabilitas pernah memperoleh orientasi materi tentang mengajar mahasiswa disabilitas, dosen melakukan modifikasi dalam pembelajaran bagi mahasiswa disabilitas, fakultas menyediakan fasilitas khusus berupa sarana pembelajaran yang dapat diakses oleh mahasiswa disabilitas meliputi  Sarana praktikum dan teknologi bantu, fakultas menyediakan mentor/ pendamping mahasiswa disabilitas, adanya perbaikan dalam pelayanan mahasiswa disabilitas melalui berbagai bentuk seperti pembekalan dosen, pembekalan tenaga kependidikan, serta peningkatan sarana belajar khusus.

    Pada penilaian standar dukungan psikologi, indikatornya adalah tersedianya dokumen kebijakan fakultas tentang pemberian layanan psikologis dan sosial/ layanan konseling bagi mahasiswa disabilitas, Adanya layanan psikologis/sosial/konseling khusus untuk  peningkatan motivasi bagi mahasiswa disabilitas, fakultas menyediakan/memfasilitasi mahasiswa disabilitas dalam bentuk pemberian beasiswa, layanan kesehatan, dan Pelatihan pra-kerja.

    Sedangkan untuk standar fasilitas fisik, indikatornya adalah tersedianya jalur pemandu (guiding block) menuju setiap ruang atau jalur penghubung antar gedung, adanya rambu dan marka bagi  penyandang disabilitas, sarana transportasi dalam kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas, tempat parkir khusus disabilitas di setiap gedung, adanya ramp (bidang miring) yang layak bagi penyandang disabilitas untuk menuju gedung dan fasilitas fakultas, adanya lift di gedung berlantai dua atau lebih, lebar dan tinggi pintu ruang dapat diakses dengan kursi roda, adanya label dalam huruf braille pada semua fasilitas, tersedia toilet khusus bagi penyandang disabilitas disetiap gedung, tempat duduk khusus (kursi prioritas) bagi penyandang disabilitas

    Konfirmasi isian borang oleh ketiga asesor berjalan dengan lancar. Dari hasil konfirmasi itu tim akan melakukan penilaian lebih lanjut.