FEB

Blog

  • Mahasiswa dan Dosen FEB UNS Raih Medali Perak dalam International Competition on Education for All 2024

    Mahasiswa dan Dosen FEB UNS Raih Medali Perak dalam International Competition on Education for All 2024

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh akademisi Indonesia dalam ajang internasional. Cheryl Marlitta Stefia, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama dengan Prof. Budhi Haryanto, dosen FEB UNS.

    Keduanya berhasil meraih Medali Perak dalam kategori esai pada International Competition on Education for All (ICEFA) 2024, yang diselenggarakan oleh Asia Institute of Education for All di  Kuala Lumpur, 27 Desember 2024 lalu.

    Esai mereka yang berjudul “Engaging Remote Learners: Applying Gamification and Customer Behavior Insights to Break Educational Barriers in Indonesia” berhasil menarik perhatian dewan juri karena mengangkat isu strategis dalam dunia pendidikan, terutama terkait dengan pemanfaatan gamifikasi dan wawasan perilaku pelanggan dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik jarak jauh.

    ICEFA merupakan ajang kompetisi akademik international yang diikuti oleh berbagai akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari seluruh dunia. Kompetisi ini bertujuan untuk mencari solusi inovatif dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua kalangan, sejalan dengan misi Education for All yang dicanangkan secara global.

    Dalam keterangannya, Cheryl mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi dalam meneliti metode inovatif yang dapat diterapkan di Indonesia.

    “Kami berharap penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia dalam menghadapi tantangan akses dan partisipasi pendidikan yang lebih inklusif,” ujarnya.

    Dengan penghargaan ini, Cheryl dan Prof. Budhi tidak hanya membawa nama baik institusi mereka tetapi juga berkontribusi pada pengembangan strategi pendidikan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.

    Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak akademisi dan mahasiswa Indonesia untuk aktif dalam kompetisi internasional dan terus berinovasi dalam bidang pendidikan.

  • Cheryl Marlitta Stefia, PDIE Student at FEB UNS, Selected as Recipient of Prestigious Australia Awards Fellowship

    Cheryl Marlitta Stefia, PDIE Student at FEB UNS, Selected as Recipient of Prestigious Australia Awards Fellowship

    A remarkable achievement was recently earned by Cheryl Marlitta Stefia, a doctoral student in the Doctoral Program in Economics (PDIE) at the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS). Specializing in marketing management under the supervision of Prof. Dr. Budhi Haryanto, Cheryl has been selected as one of only 15 awardees nationwide to receive the Australia Awards Fellowship, a highly competitive program funded by the Australian Government.

    This international recognition marks a significant milestone in Cheryl’s academic journey and signals her growing impact in the field of sustainable economic development. In an official letter from the Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Australia, Cheryl was notified of her successful selection: “The Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) is pleased to offer you an Australia Awards Fellowship to be hosted by Flinders University. The Fellowship titled ‘Women’s Economic Empowerment for Inclusive and Sustainable Development in Indonesia’ will be held from 01/04/2025 to 13/05/2025.”

    This fellowship is part of Australia’s commitment to strengthening international partnerships and supporting shared development priorities. It aims to enhance individual and institutional capacity to address key development challenges across the region. Cheryl stood out in a highly competitive selection process, being chosen from thousands of applicants across Indonesia. “I feel deeply honored and grateful to be selected among such outstanding candidates,” said Cheryl.

    She believes that her dissertation idea was the key factor in her acceptance. Her proposal focuses on economic empowerment of women through the lens of dynamic marketing management theory, a subject she finds highly relevant to the challenges faced by Small and Medium Enterprises (UMKM) in the digital era.

    “My dissertation idea about empowering women economically using dynamic marketing strategies resonated strongly with the theme of the fellowship,” she explained. She further added that, “In a time of rapid market and technological shifts, MSMEs must become more adaptive and responsive. The theory I use supports that agility and resilience.”

    Behind Cheryl’s success is the consistent guidance and mentorship of her supervisor, Prof. Dr. Budhi Haryanto, a senior lecturer at FEB UNS. “We are extremely proud of Cheryl’s achievement. Her research contributes not only to academic discourse but also to practical solutions for MSME development in Indonesia,” said Prof. Budhi. He further highlighted that “Her application of dynamic marketing management is innovative and relevant—empowering MSMEs to navigate the complexities of the global market.”

    During her fellowship at Flinders University, Cheryl will engage in an intensive research program focusing on women’s economic empowerment and inclusive marketing strategies. The project is expected to generate concrete insights and policy recommendations that can support Indonesia’s efforts to enhance the competitiveness and inclusivity of its MSME sector.

    Cheryl expressed deep appreciation for the support she’s received from her family, academic mentors, and fellow students. “I hope this research will not only benefit the academic community but also serve as a resource for policymakers and contribute to real, inclusive change for women in Indonesia,” she said.

    Her acceptance into the Australia Awards Fellowship stands as a powerful testament to her dedication, academic excellence, and leadership potential. Cheryl’s work on women’s economic empowerment and strategic innovative marketing is set to make a significant impact and contribution to the development of Indonesia’s economy, particularly for UMKM, while also enhancing international ties through her participation in this fellowship.

  • FEB UNS menerima Kunjungan Program Pascasarjana Magister Manajemen FEB UMAHA

    FEB UNS menerima Kunjungan Program Pascasarjana Magister Manajemen FEB UMAHA

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret menerima Kunjungan dari Program Pascasarjana (S2) Magister Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo, Kamis, 23 Januari 2025, di Aula Konimex  Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D,, Dekan FEB UNS menyampaikan selamat datang dan juga terima kasih kepada pimpinan dan mahasiswa MM UMAHA yang telah menjadikan FEB UNS sebagai tujuan kunjungan.

    Lebih lanjut Prof. Bhimo menyampaikan sekilas tentang profil FEB UNS dan juga capaian-capaian yang telah diraih.

    Prof. Bhimo juga menyambut baik adanya kolaborasi kerja sama antara FEB UNS dan FEB UMAHA khususnya pada Program MM.

    FEB UNS membuka kesempatan bagi para mahasiswa MM di FEB UMAHA untuk melanjutkan studi di Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS.

    Sementara itu, Darno, SE., MM., Ak., CA., CMA. Dekan FEB UMAHA berharap dengan kunjungan ke FEB UNS akan mendapatkan banyak ilmu dan wawasan sehingga bisa diimplementasikan untuk memperbaiki pengelolaan yang ada di UMAHA.

    Ketua Program Studi MM FEB UNS, Dr. Lilik Wahyudi, SE., M,Si dalam presentasinya menyampaikan bagaimana strategi menyusun tesis agar tepat, cepat dan berkualitas.

    Di kegiatan itu, juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi pada jenjang pendidikan pascasarjana antara FEB UNS dan FEB UMAHA.

    Kerja sama di bidang pendidikan, diantaranya sharing dosen dalam rangka kuliah tamu, kuliah pakar, dosen penguji, kolaborasi mengajar, dan rekognisi; penyusunan dan review kurikulum;  penyusunan bahan tutorial, penulisan, dan pemeriksaan soal ujian; penyusunan modul dan bahan ajar; kolaborasi implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Di bidang penelitian, meliputi kegiatan kolaborasi penelitian dan publikasi; pertukaran reviewer jurnal; publikasi bersama dosen dan mahasiswa; kolaborasi penyusunan buku monograf dan referensi; dan kepanitiaan bersama dalam melaksanakan kegiatan seminar internasional.

    Di bidang pengabdian kepada masyarakat, meliputi kegiatan kerja sama dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat; desiminasi hasil penelitian; pengisian materi pengabdian kepada Masyarakat; dan publikasi bersama hasil pengabdian kepada masyarakat.

  • Mahasiswa PDIE, Cheryl Marlitta Stefia Terpilih sebagai Penerima Australia Awards Fellowship

    Mahasiswa PDIE, Cheryl Marlitta Stefia Terpilih sebagai Penerima Australia Awards Fellowship

    Cheryl Marlitta Stefia, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan spesialisasi Marketing Management di bawah bimbingan Prof. Dr. Budhi Haryanto, berhasil meraih prestasi gemilang dengan terpilih sebagai salah satu dari 15 penerima beasiswa Australia Awards Fellowship melalui seleksi nasional Indonesia.

    Penghargaan ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan akademis Cheryl dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

    Dalam surat resmi yang diterimanya, Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menyatakan:

    “The Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) is pleased to offer you an Australia Awards Fellowship to be hosted by the Flinders University. The Fellowship titled ‘Women’s Economic Empowerment for Inclusive and Sustainable Development in Indonesia’ will be held from 01/04/2025 to 13/05/2025.”

    Fellowship ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Australia untuk mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan pembangunan yang menjadi prioritas bersama. Program ini bertujuan memperkuat kemitraan serta mengembangkan kapasitas individu dan institusi untuk mengatasi isu-isu pembangunan utama di tingkat nasional dan regional.

    Cheryl berhasil menonjol dalam proses seleksi yang kompetitif, terpilih sebagai salah satu dari 15 penerima beasiswa dari ribuan pelamar di seluruh Indonesia.

    “Saya merasa terhormat dan bersyukur bisa terpilih di antara banyak calon yang luar biasa,” ujar Cheryl.

    Prestasi ini tidak hanya mencerminkan dedikasi dan kualitas akademis Cheryl, tetapi juga potensi besar yang dimilikinya untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia.

    Menurut Cheryl, ide disertasinya adalah faktor utama yang membuatnya diterima dalam program fellowship ini.

    “Ide disertasi saya tentang pemberdayaan ekonomi perempuan melalui teori Dynamic Marketing Management sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital ini,” ujar Cheryl.

    Cheryl menambahkan, “Dynamic marketing management theory akan membantu UMKM bertahan dan berkembang di tengah gempuran perubahan pasar dan teknologi. Dengan pendekatan ini, UMKM dapat lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan konsumen yang terus berubah.”

    Keberhasilan Cheryl tidak lepas dari bimbingan intensif dari Prof. Dr. Budhi Haryanto, dosen senior di PDIE.

    Prof. Budhi menyatakan, “Kami sangat bangga dengan pencapaian Cheryl. Penelitiannya tidak hanya berkontribusi pada bidang akademis, tetapi juga memiliki dampak praktis yang signifikan bagi pengembangan UMKM di Indonesia.”

    Prof. Budhi juga menambahkan, “Dynamic marketing management yang diterapkan dalam penelitian Cheryl merupakan pendekatan inovatif yang dapat membantu UMKM untuk lebih fleksibel dan tangguh dalam menghadapi dinamika pasar global.”

    Selama menjalani fellowship di Flinders University, Cheryl akan fokus pada penelitian tentang pemberdayaan ekonomi perempuan dan bagaimana strategi marketing yang dinamis dapat mendorong inklusivitas serta keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi. Penelitiannya diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi UMKM di Indonesia untuk menghadapi tantangan global.

    Cheryl juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama keluarga, dosen pembimbing, dan rekan-rekannya di kampus.

    “Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia” ungkapnya.

    Penerimaan Cheryl Marlitta Stefia dalam Australia Awards Fellowship sebagai salah satu dari 15 penerima beasiswa nasional Indonesia adalah bukti nyata dari dedikasi dan kualitas akademis yang dimilikinya.

    Dengan penelitian yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan dan strategi marketing yang inovatif, Cheryl diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan UMKM di Indonesia, serta memperkuat hubungan internasional melalui program fellowship ini.

  • Nyareng 2 digelar di FEB UNS, Bentuk Kepengurusan KAFEB UNS Wilayah Jateng-DIY

    Nyareng 2 digelar di FEB UNS, Bentuk Kepengurusan KAFEB UNS Wilayah Jateng-DIY

    Berlari, Berkreatif, dan Berbagi Menuju Generasi Indonesia Emas 2045 merupakan Tema yang diangkat pada kegiatan Nyareng Episode 2, 25-26 Januari 2025 di FEB UNS.

    Serangkaian acara yang digelar oleh Keluarga Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) meliputi Musyawarah Daerah (Musda) Jawa Tengah dan DIY , KAFEB Run, KAFEB Talk dan Nyareng 2.

    Pada Musda Jateng dan DIY, Ketua Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono telah terpilih sebagai Ketua KAFEB UNS untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY. Dan Eko Sapto Purnomo juga terpilih sebagai sekretaris.

    Andiona Boedisoejoto Ketua Harian KAFEB UNS mengatakan bahwa kepengurusan wilayah Jateng-DIY ini merupakan yang pertama kali dibentuk.

    “Selama ini kepengurusan banyak di Jakarta, tapi kita harus kembali ke tempat FEB UNS berada yaitu di Solo dan Jawa Tengah,” ungkapnya.

    Usai acara, kepada feb.uns.ac.id, Budi Murtono menyampaikan fokus utama kepengurusannya adalah menyusun program kerja yang selaras dengan KAFEB UNS pusat.

    “Yang pertama, kita susun program kerja yang sinkron dengan pusat agar organisasi ini memberikan manfaat bagi alumni dan FEB UNS,” katanya.

    Dikatakan, KAFEB UNS berkomitmen untuk mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa FEB UNS.

    “Alumni FEB UNS tersebar di berbagai bidang pekerjaan, baik pemerintahan, perusahaan swasta, dan lainnya. Kita akan memberi fasilitas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan melalui fasilitas dari alumni,” katanya.

    Dia berharap dengan adanya kepengurusan wilayah, program-program KAFEB UNS akan semakin kuat dan memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat, mahasiswa, alumni, dan FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, menyambut baik terpilihnya Budi Murtono dan Eko Sapto Purnomo. Dia berharap sinergi dan komunikasi antara alumni dan FEB semakin intens.

    “Posisi mereka strategis. Pak Budi Murtono sebagai Sekda dan Mas Eko Sapto sebagai wakil bupati Sukoharjo terpilih. Kesuanya dekat dengan kampus dan FEB UNS,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Prof. Bhimo menyampaikan harapannya akan adanya kolaborasi antara pemerintah dengan akademisi di FEB UNS. Selain dukungan beasiswa dan pelatihan, KAFEB UNS akan mengembalikan rasa memiliki alumni terhadap FEB UNS.

    Prof. Bhimo berharap KAFEB UNS juga bisa memberikan beasiswa dengan klasifikasi yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga bagi mahasiswa yang kurang mampu dan alumni yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3.

    Di hari kedua diselenggarakan Kafeb Run yang diikuti lebih dari seribu peserta, alumni dan juga masyarakat.

    Siang harinya diadakan KAFEB Talk dengan menghadirkan Ubaidi S. Hamidi yang membahas strategi pencegahan judi online, Susiati Dewi tentang surveilans sistem pembayaran dan Subhan Adibroto membahas UMKM dan ekonomi kreatif. Dilanjutkan keseruan agenda KAFEB di malam harinya, Nyareng 2.

     

  • First Thesis Defense of the Undergraduate International Class in Development Economics Study Program UNS, Durham Graduate-Malaysian Lecturer Serves as External Examiner

    First Thesis Defense of the Undergraduate International Class in Development Economics Study Program UNS, Durham Graduate-Malaysian Lecturer Serves as External Examiner

    The Development Economics Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held its first undergraduate thesis defense for an International Class student, Alya Faiza, on Friday, January 24, 2025.

    Alya defended her undergraduate thesis titled “Does the Phillips Curve Occur in Indonesia? Evidence from Regional Data by Considering Uncertainty.” The panel of examiners consisted of Nur Fakhzan binti Marwan, Ph.D. (an alumna of the doctoral program at Durham University and currently the EMBA Program Coordinator and Senior Lecturer at UiTM Pahang, Malaysia), Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D., and Malik Cahyadin, Ph.D.

    The study presents an empirical estimation of the Phillips Curve model at the provincial level in Indonesia, covering the periods before, during, and after the COVID-19 pandemic. During the defense, the external examiner expressed strong appreciation for Alya’s research quality and delivery. She also commended the undergraduate thesis examination process for including an international external examiner, noting it as a positive indicator of academic recognition for the international class program, which is one of UNS’s pilot initiatives.

    With regard to the research findings, she provided several suggestions, including a deeper analysis of the provincial-level results and further elaboration on the non-significant effects of global economic indicators—such as trade openness—on inflation in Indonesia.

    Additional feedback was given by other examiners concerning the need for deeper exploration of inter-provincial inflation differences, to better reveal the heterogeneity across regions in Indonesia. This, they noted, would strengthen the uniqueness and contextual value of the research. At the conclusion of the session, the Head of the Undergraduate Development Economics Program—who also served as one of the examiners—encouraged Alya to pursue her next level of education abroad.

  • Ujian Skripsi Perdana Mahasiswa Kelas Internasional Prodi Ekonomi Pembangunan UNS, Dosen Malaysia Alumni Durham University Menguji

    Ujian Skripsi Perdana Mahasiswa Kelas Internasional Prodi Ekonomi Pembangunan UNS, Dosen Malaysia Alumni Durham University Menguji

    Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan ujian skripsi perdana mahasiswa Kelas Internasional, Alya Faiza,  Jumat 24 Januari 2025.

    Alya telah mempertahankan hasil peneltiannya dengan judul “Does the Phillips Curve Occur in Indonesia? Evidence from Regional Data by Considering Uncertainty”. Skripsi ini membahas estimasi empiris Model Phillips Curve pada tingkat provinsi di Indonesia selama periode sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19.

    Adapun susunan dosen penguji adalah Nur Fakhzan binti Marwan, Ph.D. (Alumni Doctoral Program, Durham University–Koordinator Program EMBA Pensyarah Kanan UiTM Pahang Malaysia), Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D., dan Malik Cahyadin, Ph.D.

    Dalam kesempatan ini, penguji eksternal memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Alya Faiza atas kualitas penelitian yang dipresentasikan. Selain itu beliau juga memberikan kredit tersendiri terhadap proses ujian pada level sarjana yang melibatkan penguji eksternal dari kampus luar negeri. Hal ini merupakan sinyal positif terkait pengakuan proses penyelenggaraan kelas internasional yang merupakan salah satu program rintisan di UNS.

    Terkait hasil penelitian, beliau memberi beberapa masukan diantaranya terkait pendalaman temuan penelitian pada tingkat provinsi; dan elaborasi dampak tidak signifikan indikator ekonomi global (seperti trade openness) terhadap inflasi di Indonesia.

    Masukan terkait pendalaman fenoma inflasi antar-provinsi juga disampaikan oleh penguji lainnya agar heterogenitas tingkat inflasi antar wilayah di Indonesia lebih terungkap secara jelas sehingga memperkuat keunikan dan konteks penelitian.

    Pada akhir sesi diskusi Kaprodi S-1 Ekonomi Pembangunan yang menjadi salah satu anggota penguji memotivasi Alya agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya di luar negeri.

  • ICMI Surakarta Hosted National Seminar at UNS: Highlighting the Role of Muslim Communities in Achieving Indonesia Emas 2045

    ICMI Surakarta Hosted National Seminar at UNS: Highlighting the Role of Muslim Communities in Achieving Indonesia Emas 2045

    The Indonesian Association of Muslim Intellectuals (ICMI) Surakarta, along with the wider Muslim community, holds a vital role in preparing for and achieving the vision of Indonesia Emas 2045. To ensure its impact is felt by the public, ICMI Surakarta must take an active role and be directly involved in addressing societal needs.

    This message was conveyed by Prof. Irwan Trinugroho, Ph.D., Chair of ICMI Surakarta, who is currently also serving as the Vice Rector for Planning, Partnership, Internationalization, and Information UNS, during his opening remarks for the National Seminar and official kickoff of ICMI Surakarta’s activities, on Tuesday, January 21, 2025, at the UNS Tower Ballroom, this national seminar marked the official kick-off of ICMI Surakarta’s programs under its newly appointed 2024–2029 leadership.

    Prof. Irwan further emphasized the significance of documenting and disseminating ICMI Surakarta’s ideas and contributions across various fields through online media, allowing broader access for both the public and key stakeholders. “We have a tremendous asset in the form of highly competent Muslim scholars in Solo. Instead of compiling their ideas into books—because not many people read books nowadays—we will publish their thoughts and ideas must be shared more broadly and published through digital media to reach both the public and policymakers. This is one of the work programs we intend to implement,” said Prof. Irwan.

    When it comes to community engagement, he pointed out that numerous local issues—though seemingly modest—can serve as valuable material for reflection and problem-solving among Muslim intellectuals in Solo. Topics like digital transformation, stunting, and other pressing challenges can become the starting point for impactful contributions to society. Prof. Irwan expressed his hope that the current ICMI leadership should focus on concrete and productive actions, ranging from academic forums to the formulation of public policy recommendations that can benefit the wider society.

    Discussing various topics under the grand theme of “Socio-Economic Outlook for Indonesia and the Role of Muslim Communities in Achieving Indonesia Emas 2045,” the seminar featured three key speakers offering diverse yet complementary insights. Prof. Mudhofir discussed the role of Muslims in environmental conservation. He argued that scholars need to create thematic interpretations of the Quran that highlight environmental values. This is crucial, considering that many Muslims today do not view environmental care and sustainability as integral to worship or spiritual life. He also stressed the importance of delivering sermons focused on environmental protection and sustainability, supported by environmental advocates who can help spread religious messages related to ecological stewardship.

    Prof. Muhammad Da’i highlighted the technological and scientific competitiveness gap still present among the Muslim community. He urged a shift in mindset, suggesting that worship should be understood not only as prayer, fasting, or recitation of scripture but also as working, innovating, and studying—activities that consume much of our daily lives. He emphasized the need to empower communities facing employment challenges as a step toward addressing human resource disparities.

    Third speaker, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D, Vice Dean for Student Affairs and Alumni at FEB UNS, shared actionable insights on reducing poverty and inequality, including solutions like free education, nutritious food programs, and community empowerment through mosques and Islamic financial institutions. He emphasized the critical role of the family as the primary setting for educating and nurturing future generations.

    This seminar followed a series of internal ICMI Surakarta discussions on various work programs, covering areas such as education, culture, national character building, collaboration, digital transformation, science, and faith. The event was a collaboration between ICMI Surakarta, UNS, and supported by Bank Syariah Indonesia.

  • ICMI Surakarta Gelar Seminar di UNS Bertajuk Peran Umat Islam mencapai Indonesia Emas 2045

    ICMI Surakarta Gelar Seminar di UNS Bertajuk Peran Umat Islam mencapai Indonesia Emas 2045

    Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Surakarta dan umat Islam memiliki peran yang sangat penting dalam menyongsong dan mencapai Indonesia Emas 2045. ICMI Surakarta perlu berperan aktif langsung terjun di tengah masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Irwan Trinugroho, Ph.D sebagai ketua ICMI Surakarta 2024-2029 yang saat ini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Seminar Nasional sekaligus kick off kegiatan ICMI Surakarta, Selasa, 21 Januari 2025 di Ballroom Tower UNS.

    Lebih lanjut disampaikan, pemikiran, ide dan gagasan ICMI Surakarta dalam berbagai bidang perlu ditulis dan disebarluaskan melalui media online agar bisa diakses oleh seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

    “Banyak cendikiawan muslim di Solo dan itu merupakan modal besar kita untuk memberikan sumbangsih. Jika tulisan-tulisan para cendikiawan itu kita tuangkan dalam sebuah buku, sekarang tidak banyak orang yang membaca, tapi tulisan itu akan kita publikasikan melalui media-media online yang memiliki keterjangkauan dan cakupan yang luas, ini merupakan salah satu program kerja yang akan kita lakukan” ungkapnya.

    Dalam hal pengabdian kepada masyarakat, banyak sekali isu-isu yang bisa digali yang mungkin lokal tapi bisa untuk menjadi bahan pemikiran para cendikiawan muslim di Solo untuk memberikan solusi, memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat. Misalnya terkait digitalisasi, stunting dan lain sebagainya.

    Prof. Irwan berharap kepengurusan ICMI Surakarta di periode ini bisa produktif yang berguna bagi kemaslahatan umat. Tidak hanya sebatas dalam kegiatan seperti ini, seminar tapi juga dalam bentuk memberikan  rekomendasi kebijakan dan hal-hal lain yang berguna bagi masyarakat.

    Tiga pembicara hadir di kegiatan yang bertema “Outlook Sosio-Ekonomi Indonesia dan Peran Ummat Islam mencapai Indonesia Emas 2045”.

    Prof. Mudhofir membahas bagaimana ummat Islam berperan dalam pelestarian lingkungan hidup. Pertama, pentingnya para Ulama membuat tafsir tematik tentang lingkungan hidup. Hal ini diperlukan karena kecenderungan ummat Islam saat ini tidak menjadikan lingkungan hidup dan kerusakannya sebagai sesuatu yang penting dan mendukung ibadah dan kehidupan akherat. Kedua, perlu juga disusun khutbah-khutbah yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, bahaya kerusakan lingkungan dan keberlanjutan. Oleh karena itu diperlukan pegiat-pegiat lingkungan yang mendukung diseminasi peran agama di bidang lingkungan  hidup.

    Prof. Muhammad Da’i menyinggung daya saing ummat Islam di bidang iptek yang masih tertinggal. Ummat Islam perlu merubah mindset bahwa yang namanya ibadah tidak hanya sholat, mengaji, dan puasa saja, akan tetapi bekerja, berinovasi dan belajar yang memakan porsi waktu lebih besar dalam hidup ini, perlu diartikan sebagai bagian dari ibadah. Selain itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Aset & Administrasi Umum UMS tersebut, menekankan untuk mengatasi daya saing SDM yang tertinggal di kalangan masyarakat, maka ummat Islam perlu memberdayakan masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan.

    Pembicara ketiga Tastaftiyan Risfandy, Ph.D  yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, menyebut bahwa kemiskinan dan ketimpangan di kalangan masyarakat Indonesia bisa diatasi dengan pendidikan gratis, program makan bergizi gratis, program-program di perbankan dan masjid dan dimulai dari keluarga sebagai tempat mendidik anggota keluarga.

    Seminar ini merupakan agenda kedua setelah diskusi mengenai program kerja bidang-bidang yang dimiliki oleh ICMI Surakarta yaitu Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Penguatan Karakter Bangsa, Kerja sama, Komunikasi dan Transformasi Digital, dan Iptek dan Imtaq. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama ICMI Surakarta, UNS dan juga dukungan Bank Syariah Indonesia.

  • FEB UNS Welcomes PT Bank HSBC Indonesia and Putera Sampoerna Foundation to Introduce HSBC Indonesia Business Case Competition 2025

    FEB UNS Welcomes PT Bank HSBC Indonesia and Putera Sampoerna Foundation to Introduce HSBC Indonesia Business Case Competition 2025

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), warmly welcomed representatives from PT Bank HSBC Indonesia and the Putera Sampoerna Foundation on Thursday, January 16, 2025. The visit focused on dissemination session to introduce the HSBC Indonesia Business Case Competition (BCC) 2025. The session took place in the Fiscal Corner Room of FEB UNS.

    Opening the event, Dr. Tastaftiyan Risfandy, Vice Dean for Student Affairs and Alumni FEB UNS, emphasized the value of case-based learning in today’s academic and professional landscape. “One of our Key Performance Indicators is student achievement. Through this discussion, we hope to gain insights and cultivate a stronger desire among students to compete at a higher level,” he noted.

    Representing PT Bank HSBC Indonesia, Dr. Ari Warokka from Universitas Negeri Jakarta presented the detailed framework of the HSBC Indonesia Business Case Competition 2025. Organized in collaboration with the Putera Sampoerna Foundation, this national competition invites students to take on real-world business challenges and develop strategic solutions through a simulated boardroom experience.

    Aimed at undergraduate students from top universities across Indonesia—including UNS—the competition provides a platform for applying business theory in practical scenarios. It’s more than a competition; it’s a hands-on training ground to develop critical soft skills like problem-solving, analytical thinking, leadership, and persuasive communication. A total of 24 universities in Indonesia have been invited to participate, each nominating two teams of four active undergraduate students from business or economics faculties. Initial rounds, including the team selection process, will be conducted virtually via Zoom.

    This initiative is part of HSBC’s commitment to nurturing Indonesia’s future business leaders, equipping them not just for national competitions, but for the global stage. Participants will have the opportunity to refine their presentations based on real-time feedback, ensuring that only the most competent teams move forward.

    Detailed information on the HSBC Indonesia Business Case Competition 2025 can be found here: [HSBC-Indonesia-BCC-2025.pdf]