FEB

Blog

  • FEB UNS Lecturer Discusses Indonesia’s 2025 Economic Outlook

    FEB UNS Lecturer Discusses Indonesia’s 2025 Economic Outlook

    Indonesia’s 2025 State Budget (RAPBN) is designed to be a healthy, accelerative, and supportive. It aims to propel economic growth while reinforcing key national development priorities. The country’s projected revenue in 2025 stands at IDR 2,996.9 trillion. This target is expected to be achieved through the implementation of core tax strategies, improvements in service delivery via digital technologies, enforcement of the Tax Regulation Harmonization Law (UU HPP), as well as strengthening human resource capacity and institutional governance.

    In terms of expenditure, the state plans to allocate IDR 3,613.1 trillion for various priority areas. These include improving the quality of human resources through nutritious food, access to quality education and healthcare, as well as infrastructure development, food and energy security, enhanced legal enforcement, and national defense. The budget deficit, projected at IDR 616.2 trillion or 2.53% of the Gross Domestic Product (GDP), will be maintained at a prudent level—within the country’s acceptable risk threshold. The financing approach remains sound, aimed at preserving fiscal health while supporting Indonesia’s sustainable development goals.

    This overview was presented by Dr. Malik Cahyadin, S.E., M.Si., Ph.D., a lecturer from the Faculty of Economics and Business at Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), during the “Indonesia Economic Outlook 2025” forum held on Tuesday, December 17, 2024. The event, which focused on the national outlook as well as the economic prospects of East Java—particularly the former Kediri Residency—was hosted by PT. Tulungagung Intermedia and attended by a number of journalists and stakeholders.

    Dr. Cahyadin explained that the direction of Indonesia’s revenue policy in 2025 will emphasize maintaining the momentum of tax reform while delivering more targeted and measurable incentives to accelerate economic transformation. At the same time, the government is committed to improving taxpayer compliance and expanding the tax base. Efforts will also be made to align Indonesia’s tax system with both its economic structure and international tax standards. Additionally, reforms in the management of natural resources and state assets will continue, accompanied by innovation in public services and stronger governance practices.

    Regarding government spending, the 2025 policy framework encourages a more efficient use of non-priority funds, especially operational expenses, which will be redirected toward more productive sectors. Capital expenditure will be strengthened to support the country’s economic transformation. Reforms in subsidy and social assistance programs are planned to ensure they are more targeted and equitable. Furthermore, the implementation of the Law on Fiscal Relations between the Central and Regional Governments (UU HKPD) will be optimized to create better synergy and policy alignment across all levels of government.

    On the financing side, the 2025 strategy is built on principles of prudence, innovation, and sustainability. It will support key areas of economic transformation such as digital infrastructure, energy, connectivity, and the development of industrial and economic zones. The government will also actively promote more widespread and sustainable public-private partnerships. Strengthening financial markets remains a priority, alongside enhancing the roles of State-Owned Enterprises (BUMN), Public Service Agencies (BLU), Special Mission Vehicles (SMV), and the Indonesia Investment Authority (INA), the nation’s sovereign wealth fund.

    Aside from the national outlook, Dr. Cahyadin also shared insights specific to East Java, including strategies and growth potential for the former Kediri Residency region. His insights provided valuable context for local development strategies tailored to a room of attentive participants—many of whom were journalists eager to grasp Indonesia’s economic trajectory for the coming year.

  • FEB UNS Gelar Review Kurikulum Program Magister dan Doktor

    FEB UNS Gelar Review Kurikulum Program Magister dan Doktor

    Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Lokakarya Review Kurikulum Program Magister dan Doktor, 19-20 Desember 2024 di Gedung Ki Hadjar Dewantara Tower UNS.

    Kegiatan diikuti seluruh dosen pengampu S-2 dan S-3 dibuka oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Dekan FEB UNS.

    Dekan mengucapkan terima kasih kepada pengelola program magister dan juga dosen pengampu yang telah hadir untuk mengikuti Lokakarya Kurikulum Magister dan Doktor.

    Sebelumnya, bidang akademik telah mengadakan pra lokakarya dengan mengundang pengelola S2 dan S3 untuk membahas adanya Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Peraturan Rektor UNS no 22 Tahun 2024 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister dan Program Doktor .

    Dalam forum ini, ada banyak hal yang perlu didiskusikan. Pertama terkait adanya penyesuaian jumlsh SKS dengan kurikulum yang baru. Berikutnya, dosen yang sudah selesai studinya perlu dipikirkan alokasinya. Dan juga membahas berbagai hal, misal perbaikan dalam  pengelolaan ujian.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu memfasilitasi program studi (prodi) untuk menyusun kurikulum yang baru menyikapi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Peraturan Rektor UNS no 22 Tahun 2024 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister dan Program Doktor.

    Dalam hal ini, program magister dan doktor harus menyesuaikan perubahan kurikulum sesuai dengan arahan Permendikbudristek dan Rektor UNS.

    Ada beberapa hal yang harus direkonstruksi, yang pertama adalah ada perubahan beban SKS. Di peraturan yang baru, SKS program magister menjadi lebih banyak 54 SKS sampai dengan 60 SKS. S3 minimal 60 SKS.

    “Dari peraturan rektor itu, kita sudah diberi arahan, perubahan-perubahannya bisa diadopsi dalam hal bobot untuk tahapan disertasi dan juga bobot tesis, dibuat lebih sederhana tapi bobotnya lebih banyak. Yang kedua, apabila prodi merasa perlu melakukan rekonstruksi dalam hal arah mata kuliah-matakuliah yang diberikan sehingga prodi magister dan doktor peminatnya bertambah. Ada perubahan arah kurikulum menjadi lebih tajam, lebih relevan dengan perkembangan masyarakat” paparnya.

    Diharapkan dengan penambahan SKS ini tidak menambah beban studi mahasiswa dan tidak menambah masa studi mahasiswa, sehingga lebih kepada penajaman.

    Lebih lanjut dijelaskan, kurikulum yang telah disesuaikan akan berlaku untuk mahasiswa baru tahun 2025, angkatan Februari 2025. Sedangkan mahasiswa exiting tetap menggunakan kurikulum exiting, dimungkinkan ada dua kurikulum. Jika mahasiswa exciting sudah selesai supaya transisinya lebih lancar.

    Terkait publikasi, persyaratan masih sama dengan sebelumnya, untuk publikasi sebagai syarat ujian, magister minimal sinta 3 atau jurnal internasional. Sedangkan untuk mahasiswa S3, jurnal internasional terindeks scopus.

    Permendikbudristek Nomor 53 ini, menurut Prof. Tri Mulyaningsih adalah bagus sebagai  kesempatan untuk prodi melakukan review kurikulum.

    Ini juga kesempatan untuk kita di prodi dan fakultas merevitalisasi kurikulum untuk selalu inline dengan perkembangan zaman.

    Tahapan disertasi dan tesis, tahap disertasi lebih simpel. Mahasiswa ujian proposal, seminar hasil, ujian tertutup dan terbuka, sebelumnya sampai 7 tahapan, harapannya bisa memperlancar disertasi mahasiswa.

  • Dosen FEB UNS Bahas Ekonomi Outlook Indonesia 2025

    Dosen FEB UNS Bahas Ekonomi Outlook Indonesia 2025

    RAPBN 2025 sehat, akseleratif dan suportif serta diarahkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional.

    Pendapatan negara pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp2.996,9 triliun. Pendapatan tersebut melalui penerapan core tax, perbaikan layanan melalui teknologi digital, penerapan UU HPP, penguatan SDM dan kelembagaan.

    Belanja negara direncanakan Rp3.613,1 triliun meliputi perbaikan kualitas SDM (makanan bergizi, pendidikan dan kesehatan), infrastruktur, ketahahanan pangan dan energi, perbaikan penegakan hukum, dan hankam.

    Rasio defisit anggaran Rp616,2 triliun (2,53%) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus dijaga dalam batas aman (prudent) dan berada dalam level selera risiko (risk appetite).

    Pembiayaan anggaran Rp616,2 triliun dilakukan dengan sehat untuk menjaga Indonesia dan pembangunan berkelanjutan.

    Pernyataan itu disampaikan Malik Cahyadin, S.E., M.Si.,Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret Universitas Sebelas Maret (UNS) saat menjadi narasumber di acara Ekonomi Outlook Indonesia 2025 pada umumnya dan Jawa Timur – ex Karesidenan Kediri yang diselenggarakan oleh PT. Tulungagung Intermedia, Selasa, 17 Desember 2024.

    Lebih lanjut disampaikan, arah kebijakan pendapatan negara tahun 2025 yakni menjaga efektivitas reformasi perpajakan; memberikan insentif perpajakan yang semakin terarah dan terukur untuk transformasi ekonomi; mendorong tingkat kepatuhan dan perluasan basis perpajakan; mendorong sistem perpajakan yang sejalan dengan struktur perekonomian dan kebijakan perpajakan internasional; reformasi pengelolaan SDA dan aset; serta inovasi layanan dan penguatan tata kelola.

    Arah kebijakan belanja negara tahun 2025: efisiensi belanja nonprioritas khususnya belanja barang dan dialihkan untuk belanja yang lebih produktif; penguatan belanja modal untuk mendukung transformasi ekonomi; reformasi subsidi dan perlinsos agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan; dan peningkatan efektivitas implementasi UU HKPD untuk sinergisitas dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah.

    Arah kebijakan pembiayaan anggaran tahun 2025 (pembiayaan prudent, inovatif, dan sustainable): mendukung transformasi ekonomi (infrastruktur TIK, energi, konektivitas, kawasan industri, dan kawasan ekonomi); mendorong Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnerships (PPP) yang sustainable dengan lebih masif; Pendalaman  pasar keuangan (financial deepening); serta penguatan peran BUMN, BLU, Special Mission Vehicle (SMV), dan Sovereign Wealth Fund (SWF)-Indonesia Investment Authority (INA).

    Selain menjelaskan Ekonomi Outlook Indonesia 2025 pada umumnya, dihadapan peserta yang sebagian besar adalah wartawan, Malik Cahyadin juga memaparkan arah pengembangan ekonomi Provinsi Jawa Timur dan wilayah Eks Karesidenan Kediri.

  • Three Professors from FEB Officially Inaugurated — A Year-End Milestone for 2024

    Three Professors from FEB Officially Inaugurated — A Year-End Milestone for 2024

    The Rector of Universitas Sebelas Maret (UNS) inaugurated three Professors from the Faculty of Economics and Business (FEB), alongside professors from the Faculty of Animal Science, Faculty of Law, and Faculty of Teacher Training and Education, during the Open Senate Session held on Tuesday, 17 December 2024, at the G.P.H. Haryo Mataram Auditorium, UNS.

    The conferment of professorships upon Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., and Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., marks a significant academic milestone for FEB UNS at the end of 2024. Their appointments are expected to further enhance the academic rigor, institutional strength, and research excellence in the faculty.

    The growing number of professors within FEB plays a strategic role in fostering a productive academic atmosphere, encouraging the advancement of high-quality research, and strengthening the engagement between academia and society at large.

    Prof. Anni Aryani, appointed as the 21st Professor at FEB and the 310th at UNS, was inaugurated in the field of Behavioral Accounting. Where she delivered an inaugural speech entitled “Women in Corporate Governance: Ethical Behavior in Financial Reporting.”

    Prof. Tri Mulyaningsih, the 22nd Professor at FEB and the 311th at UNS, was conferred the professorship in the field of Health Economics. Her inaugural speech carried the title “Malnutrition: Economic Losses and Policy Design to Improve Nutritional Status among Children and Adolescents.”

    Prof. Suryanto, the 23rd Professor at FEB and the 312th at UNS, was inaugurated in the field of Environmental Economics. His inaugural lecture was titled “Environmental Justice from a Development Economics Perspective.”

    In his remarks, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si., Rector of UNS, expressed his highest appreciation for the dedication, perseverance, and scholarly commitment demonstrated by the newly appointed professors in attaining the highest academic rank in the university system. He highlights the institution’s hope that the professors will continue to advance their respective fields through the implementation of the Tri Dharma of Higher Education—education, research, and community service.

    “The title of Professor entails a profound responsibility to continuously contribute to the progress of science, education, and national development. Professors also bear a moral obligation to actively contribute, participate, and produce scholarly work that benefits both the university and society,” stated Prof. Hartono.

  • Tiga Guru Besar FEB Dikukuhkan, Kado di Akhir Tahun 2024

    Tiga Guru Besar FEB Dikukuhkan, Kado di Akhir Tahun 2024

    Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) mengukuhkan tiga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama dengan Guru Besar dari Fakultas Peternakan, Fakultas Hukum dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Sidang Terbuka Senat Akademik UNS, Selasa (17/12/2024) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

    Pengukuhan ketiga Guru Besar baru FEB, Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. adalah kado di akhir tahun 2024 yang akan semakin memberikan kekuatan bagi FEB untuk semakin maju.

    Bertambahnya Guru Besar di FEB sangat penting dalam menciptakan atmosfer akademik yang produktif, mendorong penelitian berkualitas, serta membangun hubungan yang kuat antara dunia pendidikan dan masyarakat.

    Prof. Anni Aryani merupakan Guru Besar ke-21 pada FEB dan ke-310 UNS. Prof. Anni dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Kepakaran Akuntansi Keperilakuan. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Perempuan dalam Tata Kelola Perusahaan: Perilaku Etis dalam Pelaporan Akuntansi”.

    Prof. Tri Mulyaningsih merupakan Guru Besar ke-22 pada FEB dan ke-311 UNS. Prof. Tri Mulyaningsih dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Kepakaran Ekonomi Kesehatan. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Malnutrisi: Kerugian Ekonomi dan Desain Kebijakan untuk Meningkatkan Status Gizi Anak & Remaja”.

    Prof. Suryanto merupakan Guru Besar ke-23 pada FEB dan ke-312 UNS. Prof. Suryanto dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Kepakaran Ekonomi Lingkungan. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Keadilan Lingkungan dalam Perspektif Ekonomi Pembangunan”.

    Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan perjuangan para guru besar dalam mencapai jabatan fungsional tertinggi seorang dosen.

    Universitas sangat mengharapkan dengan dikukuhkannya Guru Besar tersebut nantinya yang bersangkutan dapat terus mengembangkan bidang ilmunya melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    “Gelar Guru Besar memiliki tanggung jawab besar untuk terus memberikan kontribusi kepada kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pembangunan bangsa. Guru Besar juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi, partisipasi, dan karya demi kemajuan perguruan tinggi dan masyarakat” tutur Prof. Hartono.

  • Sarasehan dan Penyambutan 3 Guru Besar FEB,  Dekanat Kulonuwun Mohon Doa Restu dan Dukungan  

    Sarasehan dan Penyambutan 3 Guru Besar FEB,  Dekanat Kulonuwun Mohon Doa Restu dan Dukungan  

    Sarasehan dan Penyambutan 3 Guru Besar Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) digelar dalam satu rangkaian acara di Aula Gedung Suhardi FEB, Selasa 17 Desember 2024.

    Ketiga Guru Besar FEB yang telah dikukuhkan Rektor UNS pada Selasa 17 Desember 2024 tersebut yakni Prof. Dra. Y Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Ak., Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si.

    Di kegiatan itu, Dekanat mengundang seluruh Dosen, seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik), Ketua Organisasi Kemahasiswaan, perwakilan Dharma Wanita  dan juga para Purnatugas FEB.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB, Bhimo Rizky Samudro, S.E. M.Si., Ph.D menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dalam acara yang  digelar tidak terlalu formal,  penuh dengan suasana kekeluargaan.

    “Di kegiatan sarasehan ini, adalah momen bagi saya pribadi dan juga teman-teman dari Dekanat untuk kulonuwun. Kami Dekanat berniat baik untuk bagaimana kita membangun FEB ini menjadi lebih baik, meskipun saat ini sudah baik, kita akan kembangkan. Nyuwun doa restu pada senior-senior, kita ingin menyampaikan beberapa poin-poin apa yang akan kita lakukan 4, 5 tahun ke depan untuk memajukan FEB ” ungkap Dekan.

    Dekan juga mengenalkan tagline baru FEB yang sudah bisa digunakan yakni Berfikir Bijak Santun Berkarya.

    Lebih lanjut, Dekan juga menyampaikan bahwa di setiap kepemimpinan pasti memiliki style yang berbeda-beda, namun sama tujuannya yakni untuk memajukan FEB.

    Dalam perjalanannya,  Dekanat juga mohon apabila ada masukan, bisa disampaikan ke kami.

    Dekan juga mengapresiasi kepada tiga guru besar FEB yang baru, harapannya kerja keras yang telah diikhtiarkan ketiga guru besar menjadi inspirasi bagi para dosen lainnya.

    Di sarasehan itu, seluruh hadirin diberikan kesempatan untuk memberikan arahan dan juga masukan kepada Dekanat untuk kemajuan FEB. Beberapa diantaranya adalah arahan terkait adanya kontribusi akademisi kepada negara atas beberapa permasalahan yang ada dan juga  perbaikan fasilitas serta kesejahteraan serta tetap menjaga hubungan dengan para purnatugas FEB.

     

     

  • Sarasehan and Welcoming Ceremony for Three New Professors at FEB UNS: Dean Office Seeks Support and Prayers

    Sarasehan and Welcoming Ceremony for Three New Professors at FEB UNS: Dean Office Seeks Support and Prayers

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a Sarasehan and welcoming ceremony for its three newly appointed Professors on Tuesday, 17 December 2024, at Suhardi Hall, FEB UNS. The three professors who were officially inaugurated by the Rector on the same day are Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Ak., Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., and Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si.

    The Dean Office invited all faculty members, academic support staff, Head of Student Organization (Ormawa), Dharma Wanita representatives, and retired lecturers of FEB UNS to attend the event, which was arranged in a warm and familial atmosphere.

    In his remarks, the Dean of FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., expressed his sincere gratitude to all guests in attendance and highlighted the informal nature of the event intended to strengthen internal ties.

    “This Sarasehan is a moment for me personally and for the Dean Office to humbly seek your blessing. We come with good intentions to continue improving FEB, which has already made excellent progress. With respect to our predecessors, we would like to share several points on what we aim to pursue over the next four to five years to advance the faculty. We kindly ask for your prayers and support,” said the Dean.

    The Dean also introduced the new official tagline of FEB UNS: Berfikir Bijak, Santun, Berkarya (Think Wisely, Act Gracefully, Contribute Meaningfully). He acknowledged that each leadership period brings its own unique style but emphasized that the common goal remains the same: the continuous advancement of FEB.

    He welcomed feedback from all members of the academic community and reiterated his openness to constructive suggestions. The Dean also extended his appreciation to the three newly inaugurated professors, expressing hope that their dedication and achievement would serve as an inspiration to other faculty members.

    During the Sarasehan, attendees were given the opportunity to offer guidance and input to the Dean Office regarding the faculty’s future development. Some of the points raised included the need for stronger academic contributions to address national issues, improvements to facilities and staff welfare, and the importance of maintaining close relations with retired FEB members.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan MAN 2 Cilacap

    FEB UNS Menerima Kunjungan MAN 2 Cilacap

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilacap di Aula Gedung Suhardi, Jumat, 13 Desember 2024.

    Para guru dan siswa yang dipimpin oleh Margiyati, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN 2 Cilacap diterima oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Kaprodi S-1 Manajemen. Dr. Sinto Sunaryo, SE, M.Si. SHRM.CP dan Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Ekonomi Pembangunan,  Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D yang diwakili oleh Andri Prasetyo, S.E. ME, Dosen EP FEB.

    Di awal sambutannya, Tastaftiyan, Ph.D mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para guru dan siswa MAN 2 Cilacap yang telah mengunjungi FEB UNS.

    “Terima kasih atas kunjungannya, kami sangat terbuka untuk bisa sharing dan bekerja sama, terbuka lebar karena sekarang kampus diminta untuk tidak ekslusif tapi diminta inklusif bagi pihak luar. Salah satu yang bisa dilakukan di kampus yaitu dengan kerja sama berupa pengabdian masyarakat, kampus mengajar di sekolah, bisa juga dengan penelitian dan lainnya, dilakukan di sekolah maupun di eksternal kampus lainnya. InsyaAllah kerja sama ini dan kunjungan Bapak Ibu serta adik-adik semua juga sangat bermanfaat bagi kami” ungkapnya.

    Tastaftiyan, Ph.D menekankan agar para siswa tidak perlu terlalu bingung untuk memilih program studi di FEB UNS, karena pada dasarnya semua program studi di FEB UNS akan berkaitan dengan bidang-bidang ekonomi yang lebih luas. Demikian, prospek pekerjaannya juga akan luas.

    Tastaftiyan menasihati bahwa ketika menjadi mahasiswa agar giat belajar dan juga mengikuti aktifitas organisasi agar berhasil.

    ‘’Untuk bisa sukses, tidak bisa diasah hanya dibangku kelas saja, perlu juga mengikuti organisasi mahasiswa yang ada di fakultas atau universitas” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa di kunjungan ini, dari perwakilan masing-masing program studi yang hadir bisa berbagi tentang prodi-prodi yang ada  di FEB UNS.

    Margiyati, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN 2 Cilacap  dalam penyampaian maksud dan tujuannya menyampaikan kunjungan ke FEB UNS diikuti oleh  120 siswa serta 6 guru pendamping. Diharapkan kunjungan ini membawa banyak pengetahuan tentang program studi dan proses pembelajaran di FEB serta  prospek kerja bagi lulusan FEB.

    Di sesi paparan prodi, Kaprodi S-1 Manajemen dan Dosen Ekonomi Pembangunan menjelaskan sekilas profil dari masing-masing prodi dilanjutkan dengan diskusi.

  • FEB UNS Welcomes Visit from MAN 2 Cilacap

    FEB UNS Welcomes Visit from MAN 2 Cilacap

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), welcomed a visit from Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilacap on Friday, 13 December 2024. The event took place at the Suhardi Hall, FEB UNS. The visiting delegation, consisting of teachers and students from MAN 2 Cilacap, was led by Margiyati, S.Pd., M.Pd., Vice Principal for Student Affairs. The group was welcomed by Vice Dean for Student and Alumni Affairs, Tastaftiyan Risfandy, PhD., the Head of the Management Study Program, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si., SHRM.CP., and a representative of the Head of the Development Economics Study Program, Andri Prasetyo, S.E., M.E., lecturer of the Development Economics Study Program.

    In his welcoming remarks, Tastaftiyan extended his appreciation to the teachers and students of MAN 2 Cilacap. “Thank you for your visit. We are always open to have any discussion and collaboration. Universities today are expected to be inclusive, not exclusive. We welcome various forms of collaboration, such as Community Engagement, the “Kampus Mengajar” program, joint research, and other initiatives carried out both at schools and external institutions. God willing, this visit and potential collaborations will also be meaningful for us,” he remarked.

    Tastaftiyan also encouraged students not to be overly concerned when choosing a Study Program at FEB UNS. He emphasized that all Study Programs within the faculty are closely linked to broader economic fields and thus offer diverse career prospects. He further advised the students to be diligent in their academic pursuits while also actively participating in student organizations to support personal development. “To be successful, in-class learning alone is not enough. It is also essential to engage in student organizations at the faculty or university level,” he added.

    The visit also included an introduction to the Study Programs at FEB UNS. Representatives from the respective Study Programs provided brief overviews.

    Representing MAN 2 Cilacap, Margiyati, S.Pd., M.Pd., stated that the visit was attended by 120 students and 6 accompanying teachers. She expressed her hope that the visit would offer valuable insights into the Study Programs, the learning process at FEB UNS, and future career opportunities for its graduates. During the Study Program presentation session, the Head of the Management Study Program and representative from the Development Economics Study Program shared the profiles of each program, followed by an interactive discussion with the visiting students.

  • Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Hadirkan Dua Narasumber FEB UNS

    Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Hadirkan Dua Narasumber FEB UNS

    Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim, S.E, M.Si., Ph.D. dan Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. menjadi narasumber Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Rabu 11 Desember 2024 di Aula Gedung Suhardi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

    Kegiatan yang digelar oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta itu dihari oleh lebih dari 100 peserta, diantaranya adalah Generasi Baru Indonesia atau yang akrab dengan sapaan GenBI.

    GenBi merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) yang diarahkan untuk menjadi role model dan agent of change untuk masyarakat, garda terdepan yang membantu menyampaikan informasi dari BI (front liner), serta mengambil bagian sebagai pemimpin.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D dalam paparannya menjelaskan bahwa buku Evolusi Ekonomi Kota Solo merupakan buku yang disusun bersama oleh Lukman Hakim, Hery Sulistyo JNS, Mulyanto, Soejatno Kartodirjo dkk.

    Buku ini membahas perjalanan ekonomi Solo dari masa ke masa, dan juga transformasi atau perubahan ekonomi berbasis tradisi dan modernitas.

    “Buku ini menerangkan pergerakan ekonomi kota Solo dari era kolonial kemudian pasca kemerdekaan dan masuk ke era globalisasi atau modernisasi, dan bisa kita lihat bagaimana dampak modernisasi terhadap sektor ekonomi lokalnya” ungkapnya.

    Sejarah ekonomi Solo dimasa kolonial, fokus pada pertanian diantaranya padi dan tebu. Batik menjadi komoditas penting dan pembangunan infrastuktur oleh Belanda (kereta api).

    Transformasi pasca kemerdekaan, tahun 1945 hingga 1980-an, ada kebangkitan UMKM di sektor batik dan tekstil serta adanya urbainisasi dan pertumbuhan industri kecil.

    Solo merupakan pusat ekonomi kreatif, ada festival budaya seperti Solo Batik Carnival. Demikian juga adanya revitalisasi kawasan heritage misalnya Pasar Gede dan kawasan Keraton.

    Lebih lanjut dikatakan adanya tantangan dan peluang di era modern. Tantangannya adalah urbanisasi cepat dan tekanan lingkungan akibat pembangunan. Sebagai peluang, digitalisasi UMKM dan pariwisata berbasis tradisi.

    Disimpulkan, Solo telah berhasil menyeimbangkan tradisi dan modernitas. Untuk itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha.

    Lukman Hakim, Ph.D menjelaskan buku ini menganalisis evolusi ekonomi kota Surakarta sejak masa kerajaan sampai pada era reformasi dewasa ini.

    Setidaknya ada dua alasan mengapa studi tentang evolusi ekonomi kota Solo perlu dilakukan, Pertama, kota Solo mempunyai kekhasan sebagai pusat kekuasaan Jawa tempo dulu. Solo atau Surakarta merupakan ibu kota Kerajaan Mataram Islam, sebuah kerajaan besar di Nusantara dimana hingga saat ini tetap menjadi salah satu pusat kebudayaan bangsa Indonesia dan pusat perdagangan kawasan.

    Kedua, studi evolusi kota Solo merupakan cara untuk melacak akar-akar sejarah perkembangan kota dari formasi awal yang telah bertransformasi dalam bentuk sekarang ini dan untuk memproyeksikan perkembangan pada masa yang akan datang.

    Lukman juga meminjam analisis Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (2000) bahwa sesungguhnya sejarah tidak berjalan ke belakang melainkan ke depan, maka tidak ada gunanya bernostalgia tentang masa lalu yang seolah-olah merupakan “zaman keemasan” ataupun menyesali masa lalu sebagai “zaman kegelapan” sehingga menghantui masa kini. Sikap yang benar adalah, berdasarkan pengalaman masa lalu, masyarakat harus selalu siap menghadapi masa depan dengan jalan meningkatkan kemampuan mengantisipasi perkembangan mendatang.

    Di acara itu juga sekaligus mendirikan ISEI Komisariat UNS yang diketuai Bhimo Rizky Samudro SE MSi PhD, Dekan FEB UNS.

    ISEI Surakarta juga membentuk ISEI Muda untuk mewadahi para sarjana-sarjana ekonomi muda. ISEI Muda diketuai Aprilian Tri Setyan Wijaya SAk.

    Dalam sambutannya, Aprilian memaparkan ISEI Muda merupakan bagian dan menginduk dari ISEI. Organisasi ISEI merupakan organisasi profesional yang besar. Peran ISEI memperkuat sinergi untuk ketahanan dan kebangkitan ekonomi indonesia maju.

    “Kami selaku ISEI Muda fokus pada pengembangan alumni sarjana ekonomi muda di Indonesia khususnya di kota Solo. Kami percaya bahwa generasi muda mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi bangsa, baik dari sisi teori, riset maupun implementasi kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat. Sebagai anggota muda yang baru, saya mewakili teman-teman ingin menyampaikan visi, misi dan tujuan yang akan kita tempuh bersama-sama ke depan” jelasnya.

    Yang pertama, memperkuat peran ISEI Muda sebagai wadah untuk mengasah kapasitas dan kompetensi anggota. Di era yang penuh perubahan cepat ini, tantangan dan peluang  ekonomi terus berkembang. Sebagai generasai muda harus siap dengan pengetahun yang relevan dan keterampilan yang adaptif. Melalui seminar, diskusi, pelatihan dan kolaborasi riset, kita akan memberikan ruang kesempatan bagi anggota ISIE dan intelektual muda untuk terus belajar dan berinovasi.

    Kedua, kita akan memperluas jejaring ISEI Muda dan berbagai pihak baik dengaa organisasi kepemudaan di kota Solo maupun dalam lingkup nasional. Sebagai sarjana ekonomi muda, kita harus memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi. Harapan kami bisa menjadi jembatan antar dunia akademisi, dunia kerja, kebijakan publik yang lebih terintegrasi.

    Ketiga, kita juga akan mendorong adanya kertelibatan aktif anggota ISEI Muda dalam berbagai isu sosial dan ekonomi yang tengah berkembang dari masalah ketimpangan ekonomi, digitasasi ekonomi hingga tantangan keberlanjutan. Kita akan menjadi bagian dari solusi dan memberikan perspektif baru yang lebih kreatif dan progresif.

    “Tidak ada perjalanan yang bisa sukses tanpa support serta dukungan  dari berbagai pihak, khususnya dari senior ISEI dan fakultas tercinta FEB UNS, oleh itu saya mengajak kita semua untuk mendukung dan memberikan yang terbaik untuk ISEI. Mengucapktan terima kasih kepada pengurus dan anggota cabang Solo yang telah memberikan ruang dan pondasi yang kokoh bagi kami ISIE Muda. Kami mohon doa restu dan support dari Bapak Ibu Senior dan Teman-Teman Muda, agar perjalanan ISEI Muda akan terus dapat bersinergi dan menjadi penyemangat baru, memberikan manfaat dampak positif bagi masyarakat khsususnya di kota Solo” pungkasnya.