Fiscal Corner of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), hosted a Workshop on Semester Learning Plans (RPS) Enrichment through Integration with the Ministry of Finance Learning Center (Kemenkeu Learning Center/KLC) on Wednesday, November 13, 2024, in Meeting Room 1, Soeharno TS Building, FEB UNS.
The workshop featured Puji Agus, SST., Ak., M.Ak., CA., from the Center for Education and Training in Budgeting and Treasury, Ministry of Finance, who delivered a presentation on Public Sector Accounting and Government Accounting. The session followed with a moderated discussion led by Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak., a lecturer at FEB UNS.
In the afternoon session, Risky Sulistyanto, S.E., M.M., from the Ministry of Finance’s General Bureau, presented material on the courses Development Planning and Budgeting (PPP) and Regional Financial Analysis (AKD). This session was moderated by Dr. Mulyanto, M.E.
In her opening remarks, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Vice Dean for Academic and Research Affairs at FEB UNS, expressed her appreciation to the Fiscal Corner team, chaired by Dr. Mulyanto, M.E. She emphasized that this workshop aims to ensure that teaching materials at FEB remain up to date and aligned with current developments in the financial sector, particularly those under the authority of the Ministry of Finance.
On this occasion, Prof. Tri expressed her belief that there is much to learn from the Ministry of Finance, which will help enhance the quality of learning materials at FEB. She also noted that the initiative seeks to introduce varied teaching methods to avoid monotonous approaches.
“The aim of this initiative is to diversify teaching methods. Traditionally, learning has been conducted in a classical format, where lecturers explain and students passively listen. Sometimes, the material delivered is no longer relevant. Today’s students learn differently. I believe that we can gain valuable knowledge from Mr. Puji and Mr. Risky so that we can enrich our teaching approaches. We want UNS to move beyond conventional methods toward more collaborative and participatory models,” she explained.
The university has also adopted Key Performance Indicators (IKU) that encourage project-based and case-based learning, with a strong emphasis on collaboration and participation in the classroom. The ultimate goal of this two-day event is for FEB UNS to develop RPS documents that integrate FEB’s existing curriculum with content provided by the Ministry of Finance Learning Center (KLC).
Meanwhile, Dr. Mulyanto, M.E., Chair of Fiscal Corner FEB UNS, reported the progress of ongoing collaboration between FEB UNS and the Ministry of Finance. Fiscal Corner FEB UNS is organizing a series of initiatives divided into two main activities. The first activity involves Focus Group Discussions (FGDs) for drafting RPS documents integrated with KLC content. These FGDs are planned to take place in three sessions. The first session was held on Wednesday, October 30, 2024, followed by the second on Tuesday, November 19, 2024, and the final session is scheduled for Tuesday, December 3, 2024.
The second activity is the RPS Enrichment Workshop for the Accounting Study Program, focusing on Public Sector Accounting and Government Accounting, and for the Undergraduate Development Economics Program, focusing on Regional Financial Analysis (AKD) and Development Planning and Budgeting (PPP).
“There is a significant amount of material in the KLC that we can adopt and disseminate. We will continue to coordinate with the Ministry of Finance to determine effective ways of transferring knowledge,” he stated.
Dr. Mulyanto further emphasized that the expected output from the RPS Enrichment Workshop for the Accounting and Development Economics Study Programs is a set of integrated RPS documents that can be implemented starting next semester. He also outlined Fiscal Corner’s future direction in collaboration with the Ministry of Finance.
First, there are strategic plans to build a finance-related database and secure access rights from the Ministry for the purpose of academic research, including undergraduate theses, master’s theses, and dissertations.
Second, as already outlined, is the development of integrated RPS content. Currently, four prototype courses are being developed: Regional Financial Analysis and Development Planning and Budgeting for the Development Economics Study Program, and Government Accounting and Public Accounting for the Accounting Study Program. In the future, similar efforts will be extended to the Management and Digital Business Programs.
Third, there will be activities such as Kemenkeu Goes to Campus, seminars, and workshops on specific themes, including events held in conjunction with UNS’s anniversary or other Ministry of Finance programs such as State Budget Simulations and research collaborations.
“We hope for the support of all colleagues so that together we can advance FEB by expanding external partnerships. This activity is only the beginning and not the end—there will be continuous improvements and positive developments, with benefits that extend to many parties,” he concluded.
The workshop was attended by lecturers involved in the Fiscal Corner team representing undergraduate study programs at FEB. The following day, further activities were scheduled, including a discussion at Fiscal Corner FEB UNS regarding the dynamics of program and activity planning within the Ministry of Finance, followed by Kemenkeu Corpu Goes to Campus (a guest lecture for the Development Planning and Budgeting course) held in the Soedarah Soepono Auditorium, FEB. The program concluded with a discussion between Ministry of Finance representatives and the FEB Dean’s Office concerning the coordination and harmonization of public financial management materials.
Blog
-

Fiscal Corner FEB UNS Hosted Workshop on Enriching Semester Learning Plans through Integration with the Ministry of Finance Learning Center
-

Fiscal Corner FEB UNS Gelar Workshop Pengayaan Rencana Pembelajaran Semester Integrasi Kemenkeu Learning Center
Fiscal Corner Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Pengayaan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) Integrasi Kemenkeu Learning Center (KLC), Rabu 13 November 2024 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB.
Workshop menghadirkan narasumber Puji Agus, SST.,Ak.,M.Ak.,CA dari Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang akan memaparkan terkait mata kuliah Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Pemerintahan. Dilanjutkan diskusi yang dipandu oleh Dr. Jaka Winarna, M.Si., Ak, Dosen FEB UNS sebagai moderator .

Disiang harinya, Risky Sulistyanto, S.E.,M.M., dari Biro Umum Kemenkeu mempresentasikan tentang Mata kuliah Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran (PPP) dan Analisis Keuangan Daerah (AKD). Dilanjutkan diskusi yang dipandu oleh Dr. Mulyanto, M.E.
Diawal sambutan, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tim Fiscal Corner FEB UNS yang diketuai oleh Dr. Mulyanto, M.E.

Lebih lanjut disampaikan workshop ini bertujuan agar bahan ajar yang ada di FEB supaya update, bahan ajar juga sinkron dengan kebutuhan yang ada di luar, dalam hal ini di Kemenkeu yang membidangi masalah fiskal.
Prof. Tri Mulyaningsih yakin dari Kemenkeu banyak sekali hal yang akan bisa pelajari, sehingga materi pembelajaran di FEB secara kualitas menjadi lebih baik.

Lebih lanjut disampaikan, arah dari kegiatan ini memperoleh variasi metode pembelajaran agar tidak monoton.
“Arah dari kegiatan ini supaya metode pembelajaran tidak monoton, biasanya klasikal, dosen menerangkan mahasiswa menyimak, kadang-kadang sudah tidak relevan, apalagi mahasiswa sekarang, generasi sekarang cara belajarnya sudah berbeda. Saya yakin hari ini kita bisa dapat lebih banyak ilmu dari Pak Puji dan Pak Risky supaya kita bisa pengayaan metode pembelajaran, supaya tidak hanya sekedar klasikal tapi bisa lebih kolaboratif dan partisipatif” ungkapnya.
Universitas juga memiliki Indikator Kinerja Utama (IKU) yang mendorong agar kelas lebih kolaboratif dan partisipatif, dengan pembelajaran project, pembelajaran berbasis kasus.
Hasil akhirnya semoga dalam dua hari ini FEB punya RPS yaitu integrasi antara pembelajaran, kurikulum yang sudah kita susun di FEB dengan Kementerian Keuangan Learning Center (KLC), materi yang dipunyai.
Sementara itu, Dr. Mulyanto, M.E, Ketua Fiscal Corner FEB UNS melaporkan tindak lanjut kerja sama antara FEB UNS dan Kemenkeu.
Fiscal Corner FEB UNS akan mengadakan serangkaian kegiatan yang secara umum terbagi dalam 2 kegiatan.
Kegiatan pertama adalah kegiatan FGD penyusunan RPS yang diintegrasikan dengan materi yang ada di KLC. FGD ini rencananya akan diadakan 3 kali, pertama sudah diselenggarakan Rabu 30 Oktober 2024, akan diadakan lagi Selasa 19 November 2024 dan terakhir Selasa, 3 Desember 2024.
Kegiatan yang kedua adalah Workshop Pengayaan RPS untuk Prodi S-1 Akuntansi untuk mata kuliah Akuntansi Sektor Publik dan Akuntansi Pemerintahan serta untuk Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan untuk mata kuliah Analisis Keuangan Daerah (AKD) dan Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran (PPP).
“FGD penyusunan RPS integrasi dengan KLC cukup banyak materinya yang bisa kita adopsi, kemudian kita ambil, kita sebarkan kemudian kira-kira seperti apa mediasi terhadap transfer keilmuan, lebih lanjut kami akan berkoordinasi dengan Kemenkeu” terangya
Dr. Mulyanto menegaskan kembali bahwa output dari Workshop Pengayaan RPS untuk Prodi S-1 Akuntansi dan Ekonomi Pembanguan yakni berupa RPS yang sudah terintegrasi sehingga semester depan sudah bisa diimplementasikan.

Dr. Mulyanto juga memberikan gambaran Fiscal Corner FEB ke depan kerja sama dengan Kemenkeu.
Yang pertama, adanya keinginan membuat database terkait dengan keuangan dan izin akses dari Kemenkeu untuk menyusun tugas-tugas akhir, baik skripsi, tesis maupun disertasi.
Kedua, sudah ditetapkan pengayaan RPS terintegrasi, yang masih direncanakan 4 prototipe mata kuliah yaitu Analisis Keuangan Daerah dan Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran (PPP) untuk Prodi Ekonomi Pembangunan serta mata kuliah Akuntansi Pemerintahan dan Akuntansi Publik untuk Prodi S-1 Akuntansi. Ke depan masih ada matakuliah untuk dua prodi lain yaitu Manajemen dan Bisnis Digital.

Ketiga, adanya program-program Kemenkeu Goes to Campus, seminar, workshop yang terkait tema-tema tertentu, baik dalam rangka dies natalis UNS ataupun kegiatan insidental dari Kemenkeu lainnya seperti Simulasi APBN, dan juga kajian penelitian.
“Harapannya ada supporting dari Bapak Ibu semua, bersama-sama bagaimana memajukan FEB dengan cara semakin banyak menjalin kerja sama dengan pihak luar. Kegiatan ini menjadi awal dan tidak berakhir, kegiatan akan semakin membaik dan baik, yang manfaatnya bisa dirasakan banyak pihak” pungkasnya.

Workshop berlangsung dari pagi hingga sore diikuti oleh dosen-dosen yang tergabung dalam Tim Fiscal Corner yang mewakili dari Prodi S-1 di FEB.
Esok harinya akan diadakan berbagai aktifitas lanjutan yakni diskusi di Fiscal Corner FEB UNS yang membahas tentang dinamika penyusunan program dan kegiatan di Kemenkeu RI, dilanjutkan dengan Kemenkeu Corpu Goes to Campus (Kuliah Praktisi Mata Kuliah Perencanaan Pembangunan dan Penganggaran) di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB.
Setelahnya diadakan pembahasan rencana kerja dan harmonisasi materi pengelolaan keuangan negara antara perwakilan Kemenkeu dengan Dekanat FEB.
-

Riset Grup Ekonomi dan Keuangan Islam FEB UNS Beri Materi Cara Mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah
Riset Grup (RG) Ekonomi dan Keuangan Islam, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan kegiatan Webinar Akuntansi, Sabtu, 9 November 2024.
Kegiatan RG Ekonomi dan Keuangan Islam ini bekerja sama dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) Cabang Surakarta, dan Asosiasi Dosen Akuntansi Indonesia (ADAI) Jawa Tengah, serta didukung oleh Pengurus Daerah (PD) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta, Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Ahli Ekonomi Islam (DPW IAEI) Propinsi Jawa Tengah, dan Pengurus Daerah Forum Alumni HMI Wati (PD Forhati) Solo Raya.
Webinar yang mengambil tema ”Bagaimanakah mendapatkan Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS)?” diikuti oleh dosen dan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia, dan peserta berjumlah 69 orang.
Dr. Falikhatun, M. Si., Ak., SAS, yang merupakan Ketua RG Ekonomi dan Keuangan Islam menjadi narasumber pada kegiatan tersebut.
Dalam paparan materinya, Dr. Falikhatun menjelaskan tentang pentingnya Sertifikasi Akuntansi Syariah bagi Akuntan, terutama bagi dosen dan mahasiswa yang berkeinginan untuk terjun dalam industri syariah, baik lembaga keuangan syariah, maupun Institusi Keuangan Non Bank (IKNB) syariah.
”Tujuan SAS adalah untuk mengukur kompetensi ilmu akuntansi syariah, alat ukur kualitas bagi akuntan yang ingin memahami ilmu akuntansi syariah, dan sebagai alat ukur kualitas lembaga yang ingin memiliki sumber daya manusia yang paham bidang akuntansi syariah, serta menjadi syarat untuk masuk profesi tertentu di bidang akuntansi syariah” jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Falikhatun menyatakan untuk mendapatkan gelar SAS, mulai tahun 2020, ada dua level ujian yang harus diikuti, yaitu level Dasar dan level Profesional.

Syarat untuk mengikuti ujian sertifikasi SAS level Dasar, minimal lulus S1 atau D IV dari prodi apa saja, yang penting bisa mengerjakan soal ujian.
Apabila telah lulus level Dasar, maka bisa mengikuti level Profesional, dan apabila sudah lulus level Profesional, baru bisa mendapatkan gelar atau sebutan SAS.
Untuk akuntan ber-Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) memiliki peluang pekerjaan yang berkaitan dengan bidang akuntansi syariah, misalnya Sharia Financial Analysist, Sharia Supervisory Board (SSB), Sharia Financial Planner, Sharia Auditor, dan Lecturer”. Namun, khusus untuk SSB atau Dewan Pengawas Syariah (DPS) ada sertifikasi tambahan yang harus diikuti dan lulus, yaitu pelatihan dan sertifikasi DPS yang biasanya diadakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Institute.
Kegiatan ini diharapkan memotivasi dosen dan mahasiswa, khususnya yang ingin berkecimpung dalam bisnis syariah.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan akan mendorong mahasiswa dan dosen untuk lebih memahami dan mendalami akuntansi syariah, sehingga dapat memanfaatkan peluang karir yang tersedia.
Selanjutnya untuk jangka panjang diharapkan akan banyak dosen dan akuntan yang memiliki Sertifikasi Akuntansi Syariah, sehingga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas institusi tempat pengabdian akuntan syariah tersebut.
-

FEB UNS Students Secure First Place in Essay Competition with a Focus on the Surakarta Empowerment Movement: A Gen Z Initiative with Darikita.Surakarta
A team of students from the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), achieved first place in the Essay Competition organized by UPN “Veteran” Jakarta. The team’s essay, titled “The Surakarta Empowerment Movement: A Gen Z Initiative with Darikita.Surakarta Toward Sustainable Policy,” stood out among the finalists and led them to victory in the virtual competition.
The FEB UNS team, led by Kenan Safara Nugroho from the Undergraduate Digital Business Program, included Oryza Sativa Heavenia from the same program and Aulia Herawati Rahma Putri from the Undergraduate Accounting Program as team members. Competing in the final round, they successfully outperformed nine other teams representing various leading institutions, including two teams from UPN “Veteran” Jakarta, two teams from Universitas Indonesia, and one team each from Universitas Airlangga, Universitas Jenderal Soedirman, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, and the STAN Polytechnic of State Finance.
The competition, which took place on October 27, 2024, with winners announced on November 2, 2024, aimed to encourage young generations—particularly Gen Z—to be more aware and proactive regarding public issues. Under the theme “Proactive Participation of Gen Z in Public Policy Formation,” participants were challenged to express their ideas, critiques, and constructive arguments in essay form. This theme is highly relevant as it encourages students, as part of Gen Z, to take an active role in public policy discussions that are often perceived as distant from daily life.Aulia Herawati Rahma Putri explained that their team focused on how Gen Z can contribute to policy development through concrete actions. “Our team chose the theme because we believe that before formulating a policy, there must be a concrete action as precedence. That is why we highlighted Darikita.Surakarta, a movement that we integrated with empowerment policies already in place in Surakarta,” she stated in an interview with feb.uns.ac.id.
The FEB UNS team was confident in their approach, as their idea was not merely theoretical but had already been implemented in real-world initiatives. Their hands-on experience in the field allowed them to gain deeper insights into the issues presented in the competition case study. In preparation for the competition, the team conducted in-depth research on public policy, focusing on topics relevant to Gen Z’s role in governance and community empowerment. They also engaged in small group discussions to refine their ideas before incorporating them into the essay. Additionally, they reviewed various literature sources and followed policy-related news in the media to strengthen their arguments and broaden their perspectives.
“One of the most memorable moments was presenting in front of the judging panel. We were nervous at first, but once we managed to convey our ideas smoothly and received positive feedback from the judges, it felt truly rewarding. Alhamdulillah, we were able to bring pride to FEB UNS by winning first place,” Aulia expressed enthusiastically.
Do not to hesitate to participate in any challenge, competitions like this provide opportunities to expand knowledge, develop new perspectives, and build connections with students from various universities. Take the opportunity and never be afraid to try!
-

Participating in a National Business Competition, FEB UNS Management Students Secure Third Place
Three students from the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), secured 3rd place at the Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024. In total, 140 teams from across Indonesia participated in this annual competition. Heavani Rahmawati, Niken Mar’atus Sholeha, and Justitio Yodha Wistara from the Management Study Program FEB UNS successfully advanced to the final round, competing against nine other finalist teams from top universities, including Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, and UPN Veteran Jakarta, before finally accomplishing the feat.
Speaking to feb.uns.ac.id, Heavani, the team leader, reveals that their motivation for joining the Business Case competition was to gain experience in solving real-world business problems and applying theoretical knowledge from their coursework to practical scenarios. Regarding preparation, the team received intensive guidance from faculty members, mentors, and their senior peers who had extensive experience in business case and business plan competitions. They dedicated extra time beyond their class schedules to refine their materials and presentations. During practice sessions, the team focused not only on the content but also on strengthening their mental resilience to ensure they were ready for any situation. Although they sacrificed a lot of time, they believed every moment of preparation would be worthwhile.
“We divided tasks within the team according to our respective expertise, such as finance, analysis, marketing, and design. During brainstorming sessions, we sometimes had differing opinions, but this actually improved our solutions by providing constructive feedback and alternative ideas. We usually discussed via Zoom or Google Meet due to our tight schedules of classes and extracurricular activities. However, we also made time for in-person brainstorming and group presentations,” she shared.She noted that SMBCC provided participants with valuable experiences, including the opportunity to interact with professionals from various companies, such as Sari Roti and Gojek, during the Private Q&A sessions and open discussions. Participants also gained profound insights into how businesses operate. “On the awarding day, when the name ‘Born to Win Team’ (BTW Team) was announced as the third-place winner for Best Presentation, we were so excited. All our efforts, time, and hard work had finally paid off. To our fellow FEB students, chase your dreams and never give up. We believe each one of you has incredible potential. Turn challenges into opportunities that push us to learn and grow,” she emphasized.
The Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024 is a national-level business competition that challenges teams of undergraduate and diploma students from across Indonesia to solve business cases from corporate partners, PT Nippon Indosari Corpindo and PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, focusing on the integration of technology in the digital economy.The competition consisted of three stages: the Preliminary Round featuring a case from Sari Roti, and the Semifinal and Final Rounds, with PT Goto Gojek Tokopedia Tbk., which took place from October 10–12, 2024, in an on-site in person session at FEB UNS. The SMBCC 2024 theme “Sustaining Innovative Business in Information Technology on Digital Marketing,” leading to a task for the FEB UNS team with finding solutions for business cases from Sari Roti and PT Goto Gojek related to sustainable digital marketing.
-

Mahasiswa FEB UNS Juara 1 Essay Competition, Angkat Topik Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta
Gerakan Pemberdayaan Kota Surakarta: Inisiatif Gen Z bersama Darikita.Surakarta menuju Kebijakan Berkelanjutan mengantarkan Tim Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menjadi Juara 1 Essay Competition yang diselenggarakan UPN “Veteran” Jakarta secara daring.
Tim FEB UNS yang diketuai Kenan Safara Nugroho dari Prodi S-1 Bisnis Digital serta beranggotakan Oryza Sativa Heavenia dari Prodi S-1 Bisnis Digital dan Aulia Herawati Rahma Putri dari Prodi S-1 Akuntansi berhasil mengungguli 9 tim lainnya di final.
Ke 9 tim tersebut yakni 2 tim UPN Veteran Jakarta, 2 tim Universitas Indonesia, dan 1 tim dari Universitas Airlangga, Universitas Jenderal Soedirman, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, serta Politeknik Keuangan Negara STAN.
Lomba yang dilaksanakan 27 Oktober 2024 dan pengumuman juara tanggal 2 November 2024 lalu merupakan ajang yang bertujuan untuk mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, agar lebih peka dan proaktif terhadap isu-isu publik.
Dengan tema kompetisi “Partisipasi Proaktif Gen Z Dalam Pembentukan Kebijakan Publik,” lomba ini mengajak mahasiswa untuk mengekspresikan ide, kritik, dan gagasan konstruktif dalam bentuk esai.
Tema ini sangat relevan karena menantang mahasiswa, sebagai bagian dari Gen Z, untuk lebih terlibat dalam isu kebijakan publik yang mungkin seringkali dianggap jauh dari keseharian.
“Melihat dari casenya sendiri adalah bagaimana peran Gen Z ini bergerak untuk kebijakan. Tim kita mengambil tema bahwa sebelum kita membentuk suatu kebijakan perlu ada aksi nyata. Jadi, tema yang kita ambil adalah Aksi Nyata melalui gerakan Darikita.Surakarta yang kita kombinasikan dengan kebijakan terkait pemberdayaan yang ada di Surakarta” tutur Aulia kepada feb.uns.ac.id.
Dikatakan, tim dari FEB UNS optimis untuk menang karena ide yang diambil adalah ide yang sudah bergerak secara nyata, bukan hanya suatu ide tanpa aksi. Optimis karena ketiganya sudah langsung turun kelapangan dan sangat mengetahui terkait problem dari kasus yang diberikan
Lebih lanjut dijelaskan, untuk persiapan, timnya melakukan riset yang mendalam tentang kebijakan publik, terutama yang melibatkan isu-isu yang relevan dengan Gen Z.

Tim juga melakukan diskusi-diskusi kecil untuk mengekstrak ide-ide yang bisa dituangkan dalam esai. Selain itu banyak membaca literatur dan mengikuti perkembangan terbaru tentang isu kebijakan di media massa agar lebih kaya referensi.
“Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat presentasi di depan dewan juri. Kami merasa gugup, tapi saat berhasil menjelaskan ide kami dengan lancar dan mendapat respons positif dari juri, rasanya luar biasa dan Alhamdulillah kami bisa mengharumkan nama FEB UNS, berhasil juara 1” ungkapnya gembira.
Jangan ragu untuk berprestasi, dimana kompetisi semacam ini juga bisa membuka peluang-peluang baru, menambah wawasan, dan tentunya menambah teman-teman dari berbagai universitas. Jadi, manfaatkan kesempatan dan jangan takut untuk mencoba!
-

Ikuti Kompetisi Bisnis Nasional, Mahasiswa Prodi S-1 Manajemen FEB UNS Raih Juara III
Tiga Mahasiswa Fakultas Ekonomi (FEB) dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil menjadi Juara III di Sebelas Maret Business Case Competition 2024.
Sebelumnya, Heavani Rahmawati, Niken Mar’atus Sholeha dan Justitio Yodha Wistara dari Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS berhasil melaju ke tahap final bersama dengan 9 tim lainnya dari universitas terkemuka, Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, UPN Veteran Jakarta. Sebelumnya, 140 tim berpartisipasi diajang itu.
Kepada feb.uns.ac. id, Heavani, ketua tim menyampaikan bahwa alasan mengikuti lomba Business Case ini adalah untuk menambah pengalaman dalam menyelesaikan kasus yang dihadapi oleh perusahaan, serta untuk mengaplikasikan ilmu yang kita peroleh di bangku perkuliahan ke kasus nyata.
Terkait persiapan, tim mendapatkan bimbingan intensif dari dosen dan mentor dan juga dari rekan senior yang sudah sering menjuarai perlombaan business case maupun business plan.

Ketiganya mempersiapkan materi dan presentasi sebaik mungkin dengan berlatih di luar jam kuliah.
Saat latihan, timnya tidak hanya fokus pada materi, tetapi juga pada penguatan mental agar siap menghadapi situasi apapun. Banyak waktu yang dikorbankan namun ketiganya percaya bahwa setiap detik persiapan ini akan terbayar.
“Kami membagi tugas dalam tim berdasarkan keahlian masing masing, ada yang di bagian keuangan, analisis, marketing maupun design. Dalam brainstorming ide, tentunya kita juga terdapat perbedaan pendapat, namun justru hal tersebut yang membuat solusi kita semakin baik karena saling memberi saran, masukan, dan alternatif ide. Biasanya kita berdiskusi melalui zoom atau gmeet karena jadwal kuliah dan kegiatan non akademik yang padat, namun kita juga menyempatkan untuk brainstorming secara tatap muka dan berlatih presentasi bersama” paparnya.
Menurutnya, banyak pengalaman baik yang diperoleh peserta SMBCC, bisa mengobrol dengan orang orang penting perusahaan seperti dari Sari Roti dan Gojek dalam sesi Privat QnA maupun saat diskusi terbuka.
Peserta juga memperoleh insight yang begitu mendalam mengenai bagaimana sebuah bisnis bekerja.
“Saat hari awarding nama “Born to Win Team” (BTW Team) diumumkan sebagai juara 3 Best Presentation, kami begitu senang. Semua usaha, waktu, dan kerja keras akhirnya terbayar. Dan tuk Sobat FEB, kejar mimpi kalian dan jangan mudah menyerah. Kami yakin setiap dari kalian memiliki kemampuan luar biasa. Jadikan kesulitan sebagai tantangan yang memacu kita untuk terus belajar dan berkembang”tegasnya.

Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2024 adalah kompetisi bisnis nasional yang menantang tim mahasiswa S1/D3 dari seluruh Indonesia untuk menyelesaikan kasus bisnis perusahaan mitra, yaitu PT Nippon Indosari Corpindo dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, dengan fokus pada integrasi teknologi dalam ekonomi digital.
Kompetisi ini terdiri dari tiga tahap yakni Preliminary Round dengan kasus dari Sari Roti, dan Semifinal serta Final Round secara offline bersama PT Goto Gojek Tokopedia Tbk di FEB UNS. Final Round diadakan pada tanggal 10-12 Oktober 2024.

Acara SMBCC 2024 mengangkat tema “Sustaining Innovative Business in Technology Information on a Digital Marketing”. Dari tema tersebut, Tim dari FEB UNS diharuskan mencari solusi kasus bisnis Sari Roti dan PT Goto Gojek terkait digital marketing yang berkelanjutan.
-

Dosen FEB UNS Bahas Kerugian Negara dalam Investasi Pemerintah: Perspektif Ekonomi dan Solusi
Investasi merupakan salah satu indikator pembentuk output (pertumbuhan) perekonomian. Investasi dapat dilakukan oleh swasta dan pemerintah.
Secara konseptual, investasi dielaborasi dalam teori makroekonomi dengan sebutan stok kapital sebagai salah satu input produksi. Stok kapital dapat ditentukan oleh tingkat investasi dan depresiasinya. Depresiasi akan menggerus nilai stok kapital. Selain itu, investasi berbanding terbalik dengan tingkat bunga.
Salah satu permasalahan investasi di negara berkembang adalah investasi yang tidak efisien dan tidak produktif, tingkat kebocoran (ICOR relatif tinggi), penyalahgunaan/korupsi, mitigasi risiko yang tidak tepat, dan social cost > social benefit (social welfare turun).
Pernyataan itu disampaikan Malik Cahyadin, S.E., M.Si., Ph.D., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) saat menjadi salah satu narasumber di seminar bertajuk Aspek Hukum dalam Pengelolaan Investasi Pemerintah: Mitigasi Kerugian Negara. Rabu, 6/11/2024 di Aula Gedung III Fakultas Hukum UNS.
Mengutip pernyataan dari Berg et al. (2018), investasi publik di negara berkembang cenderung menciptakan biaya yang relatif tinggi dibandingkan yang seharusnya.
“Sebagian investasi publik mungkin saja disalahgunakan atau dikorupsi. Proses seleksi dan penetapan investasi yang buruk karena berimplikasi terhadap penciptaan multiplier kapital yang relatif rendah. Oleh sebab itu, perlu pengukuran dampak investasi publik untuk mengelola investasi ini dengan tujuan memperoleh manfaat ekonomi, sosial, dan manfaat lainnya yang berdampak positif bagi masyarakat luas atau lingkungan” paparnya.
Dalam hal pengukuran, Malik Cahyadin juga memberikan contoh beberapa pengukuran terhadap kasus investasi pemerintah yang terindikasi merugikan keuangan negara. Contoh tersebut dirangkum dari berbagai berita media dan rilis lembaga penegak hukum.

Lebih lanjut dikatakan, mengantisipasi risiko dalam investasi pemerintah adalah langkah penting untuk memastikan bahwa dana publik yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan ekonomi secara keseluruhan.
Risiko investasi pemerintah diantaranya penurunan nilai investasi, kegagalan proyek, atau bahkan penyimpangan dalam pengelolaannya yang dapat mengakibatkan kerugian finansial.
Penurunan nilai investasi diakibatkan oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kondisi pasar, fluktuasi nilai aset, dan ketidakpastian ekonomi. Risiko ini mempengaruhi efektivitas dan pengembalian dari dana yang telah diinvestasikan oleh pemerintah.
Kegagalan proyek bisa disebabkan oleh perencanaan yang buruk, ketidakmampuan manajemen, atau faktor-faktor eksternal yang tidak terduga. Kegagalan ini dapat menyebabkan pembengkakan biaya dan hilangnya manfaat yang seharusnya diperoleh dari proyek tersebut.
Penyimpangan dalam pengelolaan seperti korupsi dan penyalahgunaan dana merupakan salah satu risiko utama dalam investasi pemerintah yang dapat merugikan anggaran negara.
Dikatakan, fokus investasi pemerintah yakni pada produktivitas, efisiensi, dan crowding-in effect. Ini merupakan strategi untuk memastikan bahwa dana publik memberikan dampak yang maksimal bagi ekonomi.
Produktivitas memastikan manfaat jangka panjang, efisiensi memastikan bahwa setiap rupiah yang diinvestasikan memiliki hasil yang optimal, dan crowding-in effect menciptakan daya tarik bagi sektor swasta untuk turut serta berinvestasi, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar.
Di akhir materinya, Malik Cahyadin memberikan mitigasi dan solusi terhadap kerugian negara dalam investasi pemerintah.
Mitigasi dapat melalui investasi permanen (jangka panjang dan berkelanjutan) dengan penyertaan modal kepada badan usaha. Dan untuk investasi non permanen (jangka panjang dan tidak berkelanjutan) yakni dengan surat utang dan modal pada suatu proyek.
Dan untuk solusi terhadap permasalahan di atas yakni dengan digitalisasi proses bisnis (e-public investment). Selanjutnya adanya perencanaan, pengawasan dan pengukuran proses bisnis investasi publik dengan melibatkan Kemenkeu, Bappenas, Kementerian BUMN, BPKP, BPK dan penegak hukum.
Target akhir dari investasi publik yakni efisien, produktif, good governance, risk management, crowding-in effect dan hilirisasi, social welfare, sustainability (green invest.), Incremental Capital Output Ratio (ICOR) turun dan national competitiveness.
-

Tim Pengabdian Masyarakat FEB UNS Kenalkan Arabian Food kepada UMKM di Kota Barat
Grup Riset Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak. adakan pengabdian masyarakat kepada UMKM Kuliner Mangkubumen, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.
Tim memberikan pelatihan Arabian Food bertema Inovasi Kuliner melalui Diversifikasi Produk Arabian Food yang juga melibatkan mahasiswa.

Di kegiatan itu, tim menghadirkan tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Libya, Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan menjadi narasumber pada pengabdian masyarakat internasional tersebut.
Ketiganya mengenalkan makanan khas Libya yakni Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia kepada lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen yang diketuai oleh Mientansih.

Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.
Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh PDIE FEB sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.
Sementara itu, Dr. Setyaningtyas menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar hari ini merupakan bagian dari pengabdian dosen FEB kepada kelompok kuliner yang ada di Kota Barat Surakarta.

“Awalnya kita memulai dari permasalahan apa yang mereka butuhkan, dan kita sudah melaksanakan pengabdian secara tutorial. Nampak mereka mengharapkan yang lain, dan itu sudah kami lakukan, misalnya dengan memberikan pelatihan digital marketing, memperkenalkan dengan pendanaan, penguatan-penguatan keberlanjutan. Dan saat ini dilanjutkan dengan inovasi, karena mereka bekerja dibidang kuliner maka kami mencarikan sumber-sumber yang berkaitan dengan bidangnya yaitu kuliner dan kita masuk ke internasional kuliner khususnya Arabian Food” ungkapnya.

Harapannya, ini dapat dicontoh untuk lebih mendiversifikasi menu agar tidak sama dengan yang lain, bisa menambah pangsa pasar juga.
Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelasaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.
“Kegiatan ini untuk pengembangan kewirausahan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya tidak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu” jelasnya kemudian.

Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

“Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.
-

Bahas Corporate Social Responsibility, Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan Undang Praktisi
Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kuliah praktisi yang membahas Corporate Social Responsibility (CSR), Selasa 5 November 2024 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi.
Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa semester 5 Program Studi (Prodi) S-1 Ekonomi Pembangunan menghadirkan Bobby Derrick Andre Joris, Group Head HCCS PT Eagle High Plantations Tbk (Rajawali Group).

Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., dosen pengampu mata kuliah Bisnis dan Masyarakat FEB dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kuliah praktisi ini membahas seputar ruang lingkup bisnis dan masyarakat (business and society) dan penerapan praktis oleh entitas bisnis, salah satunya melalui program CSR.
Selain itu, di kegiatan ini juga dibahas peluang kerja dan magang pada perusahaan.
“Harapannya apa yang disampaikan narasumber di kuliah praktisi ini, para mahasiswa bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan terkait CSR. Mahasiswa juga akan mendapatkan wawasan terkait peluang kerja dan magang perusahaan. Kami sangat beruntung karena dari praktisi akan dapat cerita tentang CSR yang lebih lengkap dan lebih update. Mahasiswa harus menggunakan kesempatan ini untuk banyak bertanya” ungkapnya.
Kepada narasumber, Dr. Dwi Prasetyani melaporkan bahwa mata kuliah Bisnis dan Masyarakat yang diampunya merupakan mata kuliah pilihan wajib yang ditawarkan kepada mahasiswa. Di dalam perkuliahan ini, pengampu mendesain agar mahasiswa mengubah mindset-nya menjadi mindset orang bisnis.

Bobby Derrick dalam paparan materinya menjelaskan bahwa CSR merupakan fenomena strategi perusahaan yang mengakomodasi kebutuhan dan kepentingan stakeholdernya. CSR timbul sejak era dimana kesadaran akan sustainability perusahaan dalam jangka panjang adalah lebih penting daripada sekedar probability.

“CSR merupakan satu hal yang memiliki peranan cukup penting dalam hal keberlangsungan hidup suatu perusahaan. Apabila perusahaan mengabaikan tanggung jawab sosialnya maka hal tersebut dapat mengganggu perusahaan yang berupa tuntutan dari lingkungan internal dan eksternal perusahaan” jelasnya.
Untuk mengantisipasi terganggunya kegiatan perusahaan maka perlu sikap yang tegas dan komitmen yang tinggi dari pihak perusahaan untuk menjaga hubungan baik dan berkesinambungan terhadap stakeholdernya.
Dikatakan, dalam melaksanakan kegiatannya, CSR harus memperhatikan 3 elemen yang menjadi kunci pembangunan berkelanjutan yaitu people, plant dan profit.
CSR pada dasarnya adalah menyatukan dan menggerakan elemen people, planet dan profit. Artinya setiap isu yang terkait CSR harus dikaji dari perspekif people, planet dan profit dalam satu kesatuan.
Perusahaan harus mendasarkan keputusannya tidak hanya berdasarkan dampaknya dalam aspek ekonomi, misalnya tingkat keuntungan, melainkan juga harus menimbang dampak sosial dan lingkungan yang timbul dari keputusannya itu, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Selanjutnya dijelaskan prinsip-prinsip CSR yakni voluntarism, merupakan kegiatan yang bersifat suka rela; fluidity, konsep yang mengalir, berubah sesuai dengan perkembangan dalam ide dan inisiatif baru; flexibility, kegiatan dapat disesuaikan terhadap perubahan keadaan serta harapan dari pemangku kepentingan; responsibility, mempunyai rencana kerja yang dapat dipertanggungjawabkan; communication, kegiatan ini mengomunikasikan nilai kepercayaan dan etika perusahaan kepada pemangku kepentingan.

Di kegiatan itu, narasumber juga berbagi tentang capaian karirnya hingga saat ini serta pengalamannya dalam memimpin dan mengoordinasikan berbagai tim atau departemen dalam bidang HCCS, memastikan strategi dan kebijakan yang relevan diimplementasikan dengan baik untuk mendukung tujuan perusahaan.
Usai paparan materi, Bobby Derrick memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk aktif di sesi diskusi.

Di penghujung acara, Ia juga menyemangati mahasiswa untuk berjuang keras dalam menggapai cita-citanya.
“Mahasiswa harus punya daya juang yang tinggi, pantang menyerah dan semangat, pasti bisa!” pungkasnya.