FEB

Blog

  • BEM FEB Adakan Bincang-Bincang Fakultas, Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi

    BEM FEB Adakan Bincang-Bincang Fakultas, Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi

    Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi merupakan tema yang diangkat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di audiensi yang dikemas dalam Bincang-Bincang Fakultas (BBF), Kamis 31 Oktober 2024 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dekanat, Kepala Program Studi S-1, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian. Tendik Kemahasiswaan dan Perwakilan Organisasi Kemahasiswaan FEB merupakan sarana untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa FEB kepada pimpinan fakultas.

    Evaluasi BEM yang disampaikan melalui Bincang-Bincang Fakultas sangat diperlukan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan mahasiswa FEB UNS dan menjadi pertimbangan Dekanat dalam menentukan arah kebijakan di FEB UNS.

    Sebelum mengadakan audiensi, BEM telah melakukan survei kepuasan pelayanan terhadap empat aspek yaitu aspek layanan akademik, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, dan keuangan.

    Survei telah dilaksanakan pada tanggal 29 September – 13 Oktober 2024 melalui Google Form  dengan jumlah responden sebanyak 126 mahasiswa FEB UNS dengan metode Simple Random Sampling dari seluruh mahasiswa FEB UNS.

    Surya Azhar, Ketua BEM dalam sambutannnya menyampaikan Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi merupakan tema besar yang diangkat di BBF kedua di tahun ini.

    Hal ini dikarenakan ada kepentingan-kepentingan yang harus disampaikan mahasiswa ke pihak dekanat atau program studi sehingga dapat terlaksana sinkronisasi serta sinergitas mahasiswa dan fakultas. Sinergitas yang terjalin akan membawa kenyamanan dalam menjalankan aktifitas di FEB.

    “BBF ini menjadi sebuah ajang untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran teman-teman  atau apa saja yang diperlukan sehingga harapannya mahasiswa dapat turut serta aktif menyampaikan pendapat kepada pihak fakultas” ungkapnya.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni mengapresiasi kegiatan BBF yang diinisiasi oleh BEM karena pimpinan fakultas juga memerlukan masukan dari mahasiswa.

    Diharapkan sebelum survei dilakukan, BEM bisa konsultasi terlebih dahulu kepada pimpinan agar hasil survei benar-benar mewakili seluruh aspirasi dari mahasiswa FEB. BBF juga bisa dilaksanakan sore hari agar lebih banyak mahasiswa yang tergabung di BBF ini.

    Sementara itu, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, usai menjawab beberapa hasil survei, berpesan kepada mahasiswa dalam hal penyampaian aspirasi.

    “Mahasiswa memang harus speak up, tapi ketika menyampaikan aspirasi harus dengan santun, etis, dengan kalimat yang baik.  Mahasiswa itu kepalanya harus dingin, ketika menyikapi masalah harus menggunakan batas-batasan etika yang baik, carikan solusi. Kalian harus bisa menjaga marwah Anda sebagai mahasiswa. Bukan dalam arti mengkritik itu harus marah-marah atau emosi ya” katanya menasihati.

    Lebih lanjut dikatakan, sebagai kaum intelektual, maka jika mengkritik dengan cara yang intelektual , misalnya dengan membuat riset atau membuat tulisan di media-media yang memang pas, pasti aspirasinya didengar.

    Kegiatan BBF berjalan lancar, mahasiswa berkesempatan untuk menyampaikan pendapat dan masukan serta langsung mendapatkan respon dan arahan dari pimpinan yang hadir.

  • RG Kelembagaan dan SDM FEB UNS bersama Mahasiswa KKN Dampingi BUMDes di Kecamatan Cepogo

    RG Kelembagaan dan SDM FEB UNS bersama Mahasiswa KKN Dampingi BUMDes di Kecamatan Cepogo

    Research Group (RG) Kelembagaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali pada Januari 2024.

    Tim pengabdian yang diketuai Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si. dan beranggotakan Dr. Vinc Hadi Wiyono WS, M.A., Dr. Akhmad Daerobi, M.S.,  Dr. Guntur Riyanto, M.Si.,  Vita Kartika Sari, S.E., M.Sc., Aulia Hapsari Juwita, S.E.,M.E. dan Ratna Malisa Indriawati, S.E., M.E. melakukan pendampingan BUMDes yang ada di Kecamatan Cepogo.

    Tim pengabdian dan KKN  Tematik UNS Membangun Desa membantu mengatasi permasalahan yang muncul di Cepogo untuk meningkatkan kapasitas dan efektivitas BUMDes melalui program-program kerja yang telah dicanangkan.

    Salah satu programnya adalah pendampingan Forum BUMDes di Kecamatan Cepogo dengan fokus pada sosialisasi digital marketing untuk BUMDes yang lebih informatif dan dikenal masyarakat luas.

    Kegiatan ini dilatarbelakangi hasil survei yang telah dilaksanakan sebelumnya terhadap kondisi BUMdes di Kecamatan Cepogo.

    Kecamatan Cepogo Boyolali memiliki 15 Desa dan semua desa memiliki BUMDes masing-masing. Namun, dari seluruh total BUMDes hanya beberapa saja yang masih aktif hingga sekarang, yaitu BUMDes Tumang, BUMDes Paras, BUMDes Gedangan, dan BUMDes Bakulan.

    Permasalahan yang muncul dalam BUMDes yang saat ini masih kurang aktif berada pada struktur organisasi yang belum jelas. Keorganisasian pada beberapa BUMDes yang tidak terstruktur menjadi salah satu faktor BUMDes tidak terlalu aktif. Banyak program kerja yang telah dicanangkan namun tidak terlaksana dengan baik.

    Pendampingan forum BUMDES di Kecamatan Cepogo berfokus pada sosialisasi digital marketing untuk BUMDes yang lebih informatif dan dikenal masyarakat luas.

    Antusias masyarakat di kegiatan ini dapat berdampak baik terhadap pengembangan BUMDes kedepan. Para pengurus juga menyadari jika dalam menjalankan BUMDes perlu adanya sinergi program Pembangunan antara pemerintah dengan desa sehingga hasil yang ditempuh akan optimal.

    Kegiatan sosialisasi digital marketing ini dapat memberikan anggota BUMDes pemahaman mendalam tentang konsep digital marketing, termasuk pengaruhnya terhadap    citra dan interaksi BUMDes di platform digital.

    Setiap BUMDes akan memiliki identitas yang kuat dan nilai-nilai yang dapat diidentifikasi oleh masyarakat melalui peningkatan pemanfaatan elemen digital marketing pada sosial media.

    BUMDes dapat membentuk dan memperluas komunitas online yang terlibat aktif, menciptakan ruang untuk diskusi, umpan balik, dan kolaborasi antara BUMDes dan masyarakat.

  • Working Paper Series 2 Invited Prof. Amine Tarazi

    Working Paper Series 2 Invited Prof. Amine Tarazi

    The Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), hosted a Working Paper Series at the Royal Heritage Hotel Solo, Monday, October 28, 2024. The activity, which was attended by FEB lecturers and students, invited a discussant, Prof. Amine Tarazi, Professor of Economics and Finance, University of Limoges.

    On this occasion, three FEB UNS lecturers presented the results of their research. Putra Pamungkas, Ph.D., delivered a research entitled ‘Small Business Loans and Repayment Sustainability’; Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., with the title ‘The Performance of Micro-Financial Institutions: Islamic VS Conventional Cooperatives’; and Arum Setyowati, Ph.D., with the title ‘The Role of Directors’ experiences on the Relationship between Corporate Responsibility toward Employees Practices and Firm Efficiency.’

    Regarding the Working Paper Series , the Vice-Rector for Planning, Partnership, Internationalization, and Information Affairs UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., said that this activity has become a tradition in FEB.

    Lecturers, especially young lecturers as well as graduate and postgraduate students, should be encouraged to actively participate. “This activity is a good initiative, this is a tradition that needs to be built in FEB, both for lecturers, S-2, S-3 students who have research that needs to be stimulated or presented, and to get input from many people. This will make the research results better,” he said.

    Prof. Irwan emphasized that the faculty always encourages graduate and postgraduate students as well as lecturers, especially young lecturers, both those who have not yet earned a doctoral degree and those who already hold a doctoral degree, to actively participate in activities like this. For those who are not yet holding a doctoral degree, they can learn to prepare proposals, and for those who already hold a doctoral degree, they must update their knowledge.

    Prof. Tarazi considered that the three articles presented are strong and have shown good contributions. He further stated that research is a long-term process, and even senior researchers need to present their articles. This is important because when we present our research results in the form of articles both in workshops and scientific conferences, we will get new input/feedback that will improve the quality of the articles we write.

    “This step can certainly feel fun and at the same time burdensome, but keep in mind that we should not think of criticism as something that is burdensome. This criticism can actually be a lesson for new graduates because after graduation, there are no more supervisors who will guide us in the research process. Once again, today’s agenda is very interesting, and thank you for inviting me on today’s occasion,” he said at the end of the event.

  • Working Paper Series 2 Hadirkan Prof. Amine Tarazi

    Working Paper Series 2 Hadirkan Prof. Amine Tarazi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Working Paper Series di Royal Heritage Hotel Solo, Senin 28 Oktober 2024.

    Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan mahasiswa FEB menghadirkan discussant, Prof. Amine Tarazi, Professor of Economics and Finance University of Limoges.

    Dalam kegiatan itu, tiga dosen FEB UNS mempresentasikan hasil penelitiannya, Putra Pamungkas Ph.D dengan topik Small Business Loans and Repayment Sustainability; Tastaftiyan Risfandy, Ph.D. dengan topik  The Performance of Micro-Financial Institutions: Islamic VS Conventional Cooperatives; serta Arum Setyowati, Ph.D, dengan topik The Role of Directors experiences  on the Relationship between Corporate Rensponsibility toward Employees Practices and Firm Efficiency.

    Terkait kegiatan Working Paper Series, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D, mengatakan agar kegiatan seperti ini dijadikan tradisi di FEB.

    Para dosen terutama dosen-dosen muda serta mahasiswa S-2 dan S-3 harus didorong untuk aktif mengikuti.

    “Kegiatan ini bagus, ini tradisi yang perlu dibangun di FEB, baik bagi dosen, mahasiswa S-2, S-3 yang punya riset perlu didesiminasikan atau dipresentasikan dan mendapatkan masukan dari banyak orang. Ini akan membuat hasil risetnya akan lebih bagus,” ungkapnya.

    Prof. Irwan menekankan agar fakultas selalu mendorong para mahasiswa S-2 dan S-3 serta dosen terutama dosen-dosen muda, baik yang belum S3 dan juga yang sudah S-3 untuk bisa aktif di kegiatan-kegiatan seperti ini. Bagi yang belum S-3 bisa belajar untuk menyiapkan proposal dan bagi yang sudah S-3 harus meng-update keilmuannya.

    Prof. Tarazi menilai ketiga artikel yang dipresentasikan sudah sangat kuat serta telah menunjukkan kontribusi yang baik.

    Selanjutnya disampaikan bahwa riset adalah penjalanan jangka panjang dan bahkan peneliti yang telah senior juga perlu untuk mempresentasikan artikelnya. Hal ini penting, karena ketika kita mempresentasikan hasil riset kita dalam bentuk artikel baik dalam workshop maupun konferensi ilmiah, kita akan mendapatkan masukan/feedback baru yang akan memperbaiki kualitas artikel yang kita tulis.

    “Langkah ini tentunya bisa terasa menyenangkan dan pada saat yang sama memberatkan, tapi perlu diingat bahwa sebaiknya kita tidak menganggap sebuah kritik sebagai sesuatu yang menjatuhkan. Kritik tersebut justru bisa menjadi pelajaran bagi lulusan baru karena setelah lulus sudah tidak ada lagi pembimbing yang akan membimbing kita dalam proses penelitian. Sekali lagi agenda hari ini sangat menarik dan terima kasih telah mengundang saya pada kesempatan hari ini” ungkapnya di penghujung acara.

  • FEB UNS Welcomes a Visit from SMA Kristen 7 Penabur

    FEB UNS Welcomes a Visit from SMA Kristen 7 Penabur

    Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), welcomed a visit from SMA Kristen 7 Penabur Jakarta, at the Suhardi Auditorium Building on Thursday, October 24, 2024. The entourage consisting of teachers and students of SMA Kristen 7 Penabur Jakarta, led by coordinator Very Silalahi, S.Sos., was welcomed by the Vice Dean of Student and Alumni Affairs, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., the Head of the Development Economics Program, Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech., Ph.D., and the Head of the Digital Business Program, Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech., Ph.D.
    In his opening remarks, Tastaftiyan expressed appreciation and welcomed the teachers and students of SMA Kristen 7 Penabur to FEB UNS. “Thank you for visiting. We are very open to sharing knowledge and working in collaboration. FEB UNS is committed to be inclusive university, as universities today are encouraged not to be exclusive but to engage more broadly with external parties. One of the strategies available to achieve this objective is through community service programs, university teaching programs conducted at schools, as well as research or other academic activities that may take place either in schools or on other campuses. God willing, this collaboration and your visit will also be beneficial for us,” he stated.
    He further highlighted that during this visit, representatives from each study program present would share information about their respective academic programs at FEB UNS.
    Regarding the purpose of the visit, Very Silalahi, S.Pd., stated that the group consisted of 72 students accompanied by 12 teachers and the Principal of SMA Kristen 7 Penabur Jakarta. The visit was expected to provide valuable insights into the study programs and learning processes at FEB, as well as the career prospects for its graduates.
    Tastaftiyan also encouraged students not to feel overwhelmed when choosing a study program at FEB UNS, as all programs are connected to the broader field of economics. Therefore, graduates will have access to a wide range of career opportunities. During the academic program presentation session, the Heads of the Development Economics and Digital Business undergraduate programs provided an overview of their respective departments, followed by a discussion session.

  • Head of Quality Assurance Unit Submits UPM Activity Report to FEB UNS

    Head of Quality Assurance Unit Submits UPM Activity Report to FEB UNS

    The Quality Assurance Unit (UPM) of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), held a performance improvement gathering on Friday, 25 October 2024. The event was attended by the faculty leadership, members of UPM, the Quality Control Task Force (GKM), as well as faculty leaders serving in the 2019–2024 term.

    In his remarks, Prof. Dr. Budhi Haryanto, M.M., Head of UPM FEB UNS, shared the accomplishments of UPM FEB UNS during his term from 2019 to 2024. On this occasion, Prof. Budhi officially submitted the UPM Activity Report to the faculty leadership, represented by Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA., Head of the Doctoral Program in Economics (PDIE) at FEB UNS. “This is an opportunity for UPM to deliver a report of its activities over the past four years. The quality assurance documents we have compiled are now handed over to the new leadership. We also wish to apologise to the Study Program Heads for any shortcomings in our work over this period. We hope this report will help the faculty leadership provide input to improve the performance of the next UPM management,” stated Prof. Budhi.

    The submitted report summarised UPM’s key activities, including results from the Internal Quality Audit (AMI) from 2022 to 2024, tracer studies of alumni users, and benchmarking visits to various institutions, including the Quality Assurance Units of FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) and Universitas Indonesia (UI). These benchmarking efforts provided valuable insights into how other universities manage quality assurance and support teaching improvement.

    Benchmarking visits to UGM and UI contributed significantly to enhancing the quality of learning processes at FEB UNS. UPM FEB UNS also undertook an international benchmarking activity at Universiti Sains Malaysia, which further expanded its quality assurance perspectives.

    Looking ahead, the next UPM FEB UNS leadership is encouraged to expand its international benchmarking activities, ideally targeting universities in Europe or the United States. Benchmarking is no longer optional—it has become a necessity in maintaining and advancing educational quality.
    Concluding the event on a lighter note, a series of indoor games were organized to strengthen camaraderie among participants. The activities were met with enthusiastic participation from all attendees.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan SMA Kristen 7 Penabur

    FEB UNS Menerima Kunjungan SMA Kristen 7 Penabur

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  SMA Kristen 7 Penabur Jakarta di Aula Gedung Suhardi, Kamis, 24 Oktober 2024.

    Para guru dan siswa dengan koordinator Very Silalahi, S.Sos diterima oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Ekonomi Pembangunan,  Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D dan Kaprodi S-1 Bisnis Digital. Aldy Fariz Achsanta, S.E., M.Rech.,Ph.D.

    Di awal sambutannya, Tastaftiyan, Ph.D mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para guru dan siswa SMA Kristen 7 Penabur yang telah mengunjungi FEB UNS.

    “Terima kasih atas kunjungannya, kami sangat terbuka untuk bisa sharing dan bekerja sama, terbuka lebar karena sekarang kampus diminta untuk tidak ekslusif tapi diminta inklusif bagi pihak luar. Salah satu yang bisa dilakukan di kampus yaitu dengan kerja sama berupa pengabdian masyarakat, kampus mengajar di sekolah, bisa juga dengan penelitian dan lainnya, dilakukan di sekolah maupun di eksternal kampus lainnya. InsyaAllah kerja sama ini dan kunjungan Bapak Ibu serta adik-adik semua juga sangat bermanfaat bagi kami” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa di kunjungan ini, dari perwakilan masing-masing program studi yang hadir bisa berbagi tentang prodi-prodi yang ada  di FEB UNS.

    Very Silalahi, S.Pd dalam penyampaian maksud dan tujuannya menyampaikan kunjungan ke FEB UNS diikuti oleh  72 siswa serta 12 guru pendamping dan kepala sekolah SMA Kristen 7 Penabur Jakarta.  Diharapkan kunjungan ini membawa banyak pengetahuan tentang program studi dan proses pembelajaran di FEB serta  prospek kerja bagi lulusan FEB.

    Tastaftiyan, Ph.D menekankan agar para siswa tidak perlu terlalu bingung untuk memilih program studi di FEB UNS, karena pada dasarnya semua program studi di FEB UNS akan berkaitan dengan bidang-bidang ekonomi yang lebih luas. Demikian, prospek pekerjaannya juga akan luas.

    Di sesi paparan prodi, Kaprodi S-1 EP dan Bisnis Digital menjelaskan sekilas profil dari masing-masing prodi dilanjutkan dengan diskusi.

  • Ketua Unit Penjaminan Mutu FEB Serahkan Laporan Kegiatan UPM

    Ketua Unit Penjaminan Mutu FEB Serahkan Laporan Kegiatan UPM

    Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Gathering Peningkatan Kinerja UPM, Jumat 25 Oktober 2024 di Tawangmangu.

    Kegiatan diikuti Pimpinan, UPM dan Gugus Kendali Mutu (GKM) FEB serta pimpinan periode 2019-2024.

    Prof. Dr. Budhi Haryanto, M.M., Ketua UPM dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal yang telah dilakukan oleh UPM selama bertugas tahun 2019 hingga 2024.

    Pada kesempatan itu, Prof. Budhi menyerahkan Laporan Kegiatan UPM FEB UNS kepada Pimpinan FEB yang diwakili oleh Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CFrA. Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) FEB .

    “Pada kesempatan ini UPM akan memberikan laporan aktifitas yang dilakukan UPM selama 4 tahun. Dokumen mutu yang telah disusun diserahkan kepada pimpinan yang baru. Kami juga minta maaf kepada rekan-rekan Kaprodi, jika apa yang sudah kami lakukan dalam waktu 4 tahun banyak kekurangannya. Dengan laporan ini, pimpinan FEB sekiranya bisa memberikan koreksi untuk pengelola UPM berikutnya” ungkapnya.

    Laporan tersebut merupakan rangkuman aktifitas UPM, diantaranya berisi hasil Audit Mutu Internal (AMI) tahun 2022-2024,  hasil survei pengguna lulusan, benchmarking ke beberapa universitas, Unit Jaminan Mutu FEB UGM dan UI.

    Dari benchmarking yang dilakukan, UPM FEB bisa belajar dari universitas lain bagaimana UPM berperan serta untuk membantu peningkatan proses pengajaran.

    Benchmarking ke UGM  dan UI juga banyak memberikan wawasan, memberikan peningkatan mutu pembelajaran yang telah dilaksanakan dari kedua universitas tersebut.

    Selain itu, juga telah dilaksanakan benchmarking internasional ke Universiti Sains Malaysia.

    Harapannya, untuk pengelola UPM berikutnya, kegiatan benchmarking internasional lebih diperluas lagi ke Eropa atau Amerika karena benchmarking tidak lagi sebagai kebutuhan tapi tuntutan, jadi harus dilakukan.

    Untuk lebih mengakrabkan seluruh undangan yang hadir, di penutup kegiatan diadakan permainan di dalam ruangan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan semangat.

  • Establishing a Financial Planner Platform for Gen Z: FEB Students Secure Third Place in Business Plan Competition

    Establishing a Financial Planner Platform for Gen Z: FEB Students Secure Third Place in Business Plan Competition

    Three students from the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), awarded with third place in the Business Plan Competition at the 2024 Festival Ilmiah Syariah (FALAH). This event was organized by the Islamic Economics Study Group of FEB UNAIR on September 13–14, 2024. The students—Kharisma Mayang Puspita, Zida Fauziya Kamala from the Undergraduate Development Economics Program, and Abdilah Adib Had Farhan from the Undergraduate Accounting Program—successfully represented FEB UNS with their innovative business plan.

    “Our team chose the Islamic Finance sub-theme, focusing on financial planning. The goal was to address the financial planning needs of Gen Z, particularly those from middle-income families who are part of the ‘sandwich generation,” Kharisma explained to feb.uns.ac.id.

    She elaborated that the challenges faced by the sandwich generation, where young individuals bear financial responsibilities for their families, have become a significant topic among the youth. A survey conducted by CNBC Indonesia in 2021 revealed that 48.7% of the productive population aged 15–45 years belongs to this category.

    Based on this problem, the team developed a business idea entitled: “zyfin.id (Zoya Fintech of Sharia): A Financial Planner Companion Platform with the Wakalah Method for Gen Z, Preparing the Sandwich Generation for a Financially Literate Future.”

    The business idea aims to equip Gen Z with better financial planning skills, enabling them to prepare for their future while addressing the unique challenges faced by the sandwich generation within middle-income families.

    In the competition, ten teams comprising three members each advanced to the final round. These teams represented universities such as Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Politeknik Pembangunan Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, and Universitas Sebelas Maret.

    The competition stages included an initial selection where participants submitted a Business Model Canvas (BMC), a full business plan proposal, and a final pitching session before a panel of judges.

    The FEB UNS team’s strategy began with thorough preparation, starting from selecting a relevant and pressing business topic—financial planning for youth. Following discussions, the team created their BMC and proposal by analyzing materials from previous winning submissions.

    “In preparation for the finals, we worked on creating an engaging business PowerPoint presentation and practiced delivering our pitch to inspire the judges about our business plan. Alhamdulillah, our team secured third place in the FALAH 2024 Business Plan Competition,” Kharisma shared.

    The competition presented numerous benefits Kharisma and her team. Besides gaining new insights into developing business ideas, they also learned from the creative business plans presented by other finalists.

    Additionally, the questions posed by judges—experts in industrial engineering and management—provided valuable insights for refining future business plans.

    “This competition taught us to be more creative in generating realistic business ideas. We also expanded our network by connecting with participants from other universities. Moreover, the excellent support and hospitality from the event organizers enhanced our experience,” she concluded.

  • Bangun Platform Pendamping Financial Planner bagi Gen Z, Mahasiswa FEB Raih Juara III Business Plan Competition

    Bangun Platform Pendamping Financial Planner bagi Gen Z, Mahasiswa FEB Raih Juara III Business Plan Competition

    Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil meraih juara  3 Business Plan Competition dalam Festival Ilmiah Syariah (FALAH) 2024 yang diselenggarakan oleh Kelompok Studi Ekonomi Islam FEB UNAIR, 13 – 14 September 2024 lalu.

    Ketiga mahasiswa tersebut Kharisma Mayang Puspita, Zida Fauziya Kamala dari Program Studi (Prodi) S-1 Ekonomi Pembangunan dan Abdilah Adib Had Farhan dari Prodi S-1 Akuntansi.

    “Tim kami mengambil subtema Islamic Finance dengan topik mengenai financial planner dengan tujuan untuk membantu dalam proses perencanaan keuangan bagi gen z yang menjadi generasi sandwich dan berada di kalangan keluarga middle income” ungkap Kharisma kepada feb.uns.ac.id.

    Menurutnya, permasalahan mengenai generasi sandwich banyak dibahas oleh para generasi muda.

    Berdasarkan data survei CBNC Indonesia tahun 2021 sebanyak 48,7% masyarakat produktif usia 15-45 tahun merupakan generasi sandwich yang memiliki tanggungan financial atas keluarganya.

    Sehingga memunculkan sebuah ide bisnis dengan judul: “zyfin.id (Zoya Fintech of Sharia): Platform Pendamping Financial Planner dengan Metode Wakalah Bagi Gen Z dalam Membangun Kesiapan Masa Depan Generasi Sandwich yang Melek terhadap Literasi Keuangan.

    Harapannya dengan adanya rancangan ide bisnis ini gen z dapat lebih siap dalam mempersiapkan perencanaan keuangannya untuk masa depan khususnya pada generasi sandwich yang berada di middle income.

    Dalam kompetisi itu, 10 tim yang masing-masing tim terdiri dari 3 orang lolos ke babak yakni dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Institut Agama Islam Tazkia Bogor, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Yogyakarta, Politeknik Pembangunan Malang, UIN Sunan Ampel Surabaya, dan Universitas Sebelas Maret.

    Tahapan dalam mengikuti lomba Business Plan Competition FALAH 2024 terdiri dari seleksi awal yaitu membuat BMC (Business Model Canvas), seleksi full proposal business plan, dan seleksi final yaitu pitching di depan dewan juri.

    Strategi yang dilakukan oleh tim yaitu membuat sebuah perencanaan di awal dari mulai pemilihan topik bisnis yang saat ini sedang dibutuhkan oleh banyak orang dan menjadi kendala bagi anak muda yaitu tentang Financial Planning.

    Lalu setelah berdiskusi mengenai topik kami membuat BMC dan Proposal dengan mempelajari berkas-berkas dari tahun sebelumnya yang sudah pernah menang.

    “Ketika menuju final, kami juga mempersiapkan proses pembuatan PPT bisnis yang menarik dan cara presentasi yang dapat membangun semangat juri terhadap rencana bisnis yang kita rancang. Alhamdulillah Tim kami masih menjadi Juara 3 Business Plan Competition dalam FALAH 2024″ jelasnya kemudian.

    Kharisma dan tim memperoleh banyak manfaat yang didapatkan dari perlombaan ini.  Selain mendapatkan begitu banyak insight baru khususnya proses pembuatan ide bisnis yang dipresentasikan  kampus lain yang masuk final.

    Selain itu pertanyaan dari dewan juri yang memiliki background dari teknik industri dan manajemen  memberikan insight baru kepada peserta untuk lebih mendalam lagi ketika ingin membuat rencana bisnis untuk business plan.

    “Di lomba ini, kami banyak belajar untuk lebih kreatif lagi dalam pembuatan ide bisnis yang realistis. Selain itu, kami juga mendapatkan relasi baru dari kampus lain dan pelayanan yang diberikan oleh panitia sangat bagus” pungkasnya.