Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi merupakan tema yang diangkat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) di audiensi yang dikemas dalam Bincang-Bincang Fakultas (BBF), Kamis 31 Oktober 2024 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.
Kegiatan yang diikuti oleh Dekanat, Kepala Program Studi S-1, Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian. Tendik Kemahasiswaan dan Perwakilan Organisasi Kemahasiswaan FEB merupakan sarana untuk menyampaikan aspirasi mahasiswa FEB kepada pimpinan fakultas.
Evaluasi BEM yang disampaikan melalui Bincang-Bincang Fakultas sangat diperlukan untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas serta kuantitas pelayanan mahasiswa FEB UNS dan menjadi pertimbangan Dekanat dalam menentukan arah kebijakan di FEB UNS.
Sebelum mengadakan audiensi, BEM telah melakukan survei kepuasan pelayanan terhadap empat aspek yaitu aspek layanan akademik, kemahasiswaan, sarana dan prasarana, dan keuangan.
Survei telah dilaksanakan pada tanggal 29 September – 13 Oktober 2024 melalui Google Form dengan jumlah responden sebanyak 126 mahasiswa FEB UNS dengan metode Simple Random Sampling dari seluruh mahasiswa FEB UNS.
Surya Azhar, Ketua BEM dalam sambutannnya menyampaikan Ruang Ekspresi Wadah Aspirasi merupakan tema besar yang diangkat di BBF kedua di tahun ini.
Hal ini dikarenakan ada kepentingan-kepentingan yang harus disampaikan mahasiswa ke pihak dekanat atau program studi sehingga dapat terlaksana sinkronisasi serta sinergitas mahasiswa dan fakultas. Sinergitas yang terjalin akan membawa kenyamanan dalam menjalankan aktifitas di FEB.

“BBF ini menjadi sebuah ajang untuk menyampaikan aspirasi dan pemikiran teman-teman atau apa saja yang diperlukan sehingga harapannya mahasiswa dapat turut serta aktif menyampaikan pendapat kepada pihak fakultas” ungkapnya.
Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni mengapresiasi kegiatan BBF yang diinisiasi oleh BEM karena pimpinan fakultas juga memerlukan masukan dari mahasiswa.
Diharapkan sebelum survei dilakukan, BEM bisa konsultasi terlebih dahulu kepada pimpinan agar hasil survei benar-benar mewakili seluruh aspirasi dari mahasiswa FEB. BBF juga bisa dilaksanakan sore hari agar lebih banyak mahasiswa yang tergabung di BBF ini.

Sementara itu, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, usai menjawab beberapa hasil survei, berpesan kepada mahasiswa dalam hal penyampaian aspirasi.
“Mahasiswa memang harus speak up, tapi ketika menyampaikan aspirasi harus dengan santun, etis, dengan kalimat yang baik. Mahasiswa itu kepalanya harus dingin, ketika menyikapi masalah harus menggunakan batas-batasan etika yang baik, carikan solusi. Kalian harus bisa menjaga marwah Anda sebagai mahasiswa. Bukan dalam arti mengkritik itu harus marah-marah atau emosi ya” katanya menasihati.
Lebih lanjut dikatakan, sebagai kaum intelektual, maka jika mengkritik dengan cara yang intelektual , misalnya dengan membuat riset atau membuat tulisan di media-media yang memang pas, pasti aspirasinya didengar.

Kegiatan BBF berjalan lancar, mahasiswa berkesempatan untuk menyampaikan pendapat dan masukan serta langsung mendapatkan respon dan arahan dari pimpinan yang hadir.



Kecamatan Cepogo Boyolali memiliki 15 Desa dan semua desa memiliki BUMDes masing-masing. Namun, dari seluruh total BUMDes hanya beberapa saja yang masih aktif hingga sekarang, yaitu BUMDes Tumang, BUMDes Paras, BUMDes Gedangan, dan BUMDes Bakulan.

On this occasion, three FEB UNS lecturers presented the results of their research. Putra Pamungkas, Ph.D., delivered a research entitled ‘Small Business Loans and Repayment Sustainability’; Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., with the title ‘The Performance of Micro-Financial Institutions: Islamic VS Conventional Cooperatives’; and Arum Setyowati, Ph.D., with the title ‘The Role of Directors’ experiences on the Relationship between Corporate Responsibility toward Employees Practices and Firm Efficiency.’
Regarding the Working Paper Series , the Vice-Rector for Planning, Partnership, Internationalization, and Information Affairs UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc., Ph.D., said that this activity has become a tradition in FEB.
Lecturers, especially young lecturers as well as graduate and postgraduate students, should be encouraged to actively participate. “This activity is a good initiative, this is a tradition that needs to be built in FEB, both for lecturers, S-2, S-3 students who have research that needs to be stimulated or presented, and to get input from many people. This will make the research results better,” he said.
Prof. Tarazi considered that the three articles presented are strong and have shown good contributions. He further stated that research is a long-term process, and even senior researchers need to present their articles. This is important because when we present our research results in the form of articles both in workshops and scientific conferences, we will get new input/feedback that will improve the quality of the articles we write.


In his opening remarks, Tastaftiyan expressed appreciation and welcomed the teachers and students of SMA Kristen 7 Penabur to FEB UNS. “Thank you for visiting. We are very open to sharing knowledge and working in collaboration. FEB UNS is committed to be inclusive university, as universities today are encouraged not to be exclusive but to engage more broadly with external parties. One of the strategies available to achieve this objective is through community service programs, university teaching programs conducted at schools, as well as research or other academic activities that may take place either in schools or on other campuses. God willing, this collaboration and your visit will also be beneficial for us,” he stated.
He further highlighted that during this visit, representatives from each study program present would share information about their respective academic programs at FEB UNS.
The submitted report summarised UPM’s key activities, including results from the Internal Quality Audit (AMI) from 2022 to 2024, tracer studies of alumni users, and benchmarking visits to various institutions, including the Quality Assurance Units of FEB Universitas Gadjah Mada (UGM) and Universitas Indonesia (UI). These benchmarking efforts provided valuable insights into how other universities manage quality assurance and support teaching improvement.

