FEB

Blog

  • Alumni Talk, Berikan Motivasi kepada Mahasiswa PDIE

    Alumni Talk, Berikan Motivasi kepada Mahasiswa PDIE

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Alumni Talk di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS, Selasa 24 September 2024

    Alumni Talk yang diikuti oleh alumni dan juga mahasiswa PDIE itu menghadirkan tiga pembicara, Dr. Erna Setiany, M.Si, Ak. Wakil Rektor Universitas Mercu Buana,Dr. Anto Prabowo, MBA, Depkom-Advisor Senior OJK, Dr. Rochmat Aldy Purnomo, M.Si, Univeristas Muhammadiyah Ponorogo.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Plt. Kepala Program Studi (Kaprodi) PDIE dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar sekali dalam setahun.

    Di tahun ini, PDIE menghadirkan tiga narasumber yang mewakili alumni peminatan di PDIE, Dr. Erna, dari peminatan Akuntansi, Dr. Anto dari Manajemen dan Dr. Rochmat Aldi dari minat Ekonomi Pembangunan.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa peran alumni PDIE sangat penting sekali untuk akreditasi PDIE.  Sudah ada lebih dari 155 alumni PDIE dan sudah terdata sehingga jika nanti ada acara, bisa digiatkan alumninya. Tahun 2026 nanti akan reakreditasi dengan instrumen Lamemba.

    Prof. Rahma juga menyampaikan saran dari asesor di Tahun 2022 lalu, hendaknya program doktor dibuat terpisah, PDIE, Program Doktor Ilmu Akuntansi (PDIA), dan Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM).

    “Otomatis yang PDIE ini untuk Ekonomi Pembangunan, kemudian yang manajemen dan akuntansi nanti bisa membuat proposalnya sendiri, itu saran dari asesor kemarin karena linieritas itu penting” katanya kemudian.

    Lebih lanjut disampaikan rata-rata lama studi di PDIE Itu 4,2 tahun, idealnya 3 sampai 4 tahun. Jika mendapatkan beasiswa studi  untuk 3 tahun dan bisa diperpanjang 1 tahun.

    “Mahasiswa yang ada di sini semangat ya, nanti mendengarkan ulasan dari tiga pembicara alumni menjadi semangat, termotivasi untuk menyelesaikan tepat waktu diwaktu yang tepat 3 sampai 4 tahun aja karena kalau 4 tahun lebih 5 tahun 6 tahun jadi jelek reratanya” ungkapnya menyemangati.

    Berbagai kegiatan yang melibatkan narasumber dari luar negeri juga sudah banyak dilakukan, demikian juga kerja sama dalam penelitian dan supervisi.

    Sementara itu,  Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari,S.E., M.Si., AKT., CA., Ketua Alumni PDIE mengatakan akan selalu siap membantu PDIE.

    “Dari awal kami menjadi pengurus alumni PDIE berharap sekali agar PDIE semakin lebih baik kualitasnya dari kami sebagai angkatan pertama. Jadi kami berharap sekali para pengelola untuk tidak mentolerir turunnya kualitas PDIE. Kalau perlu dinaikkan terus, kami siap bantu untuk untuk mewujudkan itu sehingga nanti PDIE juga tidak kalah dengan program doktor dari kampus-kampus yang sudah lebih maju. Kami siap untuk bekerja sama membantu untuk menyukseskan seluruh program PDIE yang melibatkan alumni” jelasnya.

    Mudah-mudahan dengan makin banyaknya alumni dari berbagai disiplin ilmu dari berbagai tempat kerja akan semakin membuat PDIE UNS diperhitungkan.

    Ketiga narasumber, Dr. Erna, Dr. Anto dan Dr. Aldy memberikan banyak wawasan dan motivasi kepada peserta yang hadir yang sebagai besar merupakan mahasiswa PDIE.

  • DDTC, Mitra Strategis FEB UNS Menangkan 2 Penghargaan Pajak dari Lembaga Internasional

    DDTC, Mitra Strategis FEB UNS Menangkan 2 Penghargaan Pajak dari Lembaga Internasional

    Mitra strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Danny Darussalam Tax Center (DDTC) meraih 2 penghargaan bidang pajak dalam ajang ITR Asia-Pacific (APAC) Tax Awards 2024. Penghargaan diberikan oleh International Tax Review (ITR), lembaga internasional yang berbasis di London, UK.

    Penghargaan pertama adalah Pro Bono Firm of the Year kelompok Regional Awards (Asia-Pasifik). Penghargaan kedua adalah Tax Dispute Firm of the Year kelompok Jurisdiction Awards (Indonesia).

    Berdasarkan keterangan tertulis dari DDTC, Managing Partner DDTC Consulting David Hamzah Damian, mewakili  Founder DDTC Darussalam dan Danny Septriadi menerima secara langsung kedua penghargaan pada malam puncak ITR APAC Tax Awards 2024 di Leonardo Royal Hotel Tower Bridge London, UK, Rabu, 18 September 2024.

    Editor ITR at Legal Benchmarking Group Thomas Baker mengatakan kemenangan atas Tax Dispute Firm of the Year dilihat dari tingkat keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan sengketa pajak di berbagai sektor dengan pendekatan yang inovatif.

    “Proses penilaian atau penelitian dari ITR ini sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak pihak,” kata Baker.

    Kemudian, Editor ITR at Legal Benchmarking Group Sam Sholli mengatakan kemenangan atas Pro bono Firm of the Year dilihat dari komitmen perusahaan dalam memaksimalkan peran profesi di bidang perpajakan bagi publik secara luas.

    “Dengan berkontribusi untuk sistem perpajakan yang ideal dan mengeliminasi asimetri informasi dalam masyarakat perpajakan,” ujar Sholli.

    Founder DDTC Darussalam mengatakan kemenangan atas penghargaan ini menjadi pengakuan dunia internasional atas konsistensi DDTC yang sudah 17 tahun menghidupi visi, menjalankan misi, serta menerapkan nilai perusahaan. Visi, misi dan nilai DDTC merupakan hasil racikan yang seimbang antara aspek komersial dan nonkomersial.

    Terlebih, lanjut Darussalam, seluruh kegiatan perusahaan berangkat dari realitas belum terbentuknya masyarakat melek pajak, masih rendahnya kepatuhan dan kesadaran pajak, terbatasnya jumlah basis pajak, serta belum banyaknya ahli pajak.

    Alhasil, sebagian besar perolehan dari klien atas jasa profesional juga DDTC kembalikan lagi kepada masyarakat serta pemangku kepentingan di sektor perpajakan, terutama Indonesia. Kedua penghargaan tersebut menjadi bukti aspek komersial dan nonkomersial justru saling memperkuat.

    “Kami percaya siklus yang tidak berhenti pada aspek komersial belaka justru akan menciptakan ekosistem pajak lebih baik karena profesi konsultan pajak bersifat mulia atau terhormat (officium nobile). Penghargaan ini akan memacu DDTC untuk tetap konsisten di jalur ini,” ujarnya.

    Konsep officium nobile, sambungnya, berangkat dari anggapan bahwa pada hakikatnya suatu profesi tidak hanya berorientasi bagi keuntungan, tetapi juga bagaimana memberikan atau mendedikasikan keahliannya bagi kepentingan pajak.

    Founder DDTC Danny Septriadi mengatakan seluruh pihak eksternal DDTC merupakan klien. Oleh karena itu, DDTC memiliki tanggung jawab profesi kepada komunitas perpajakan. Berbagai produk, jasa, atau kegiatan selalu berfokus untuk memenuhi tanggung jawab tersebut.

    “Semoga penghargaan ini dapat memacu para profesional DDTC untuk terus berkontribusi mewarnai dunia perpajakan Indonesia,” kata Danny

  • UNS Community Service Team Supports Corn Processing Entrepreneurs in Boyolali

    UNS Community Service Team Supports Corn Processing Entrepreneurs in Boyolali

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Dr. Rita Noviani, S.Si., M.Sc., Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D., and a group of students from Universitas Sebelas Maret (UNS) have conducted a community service program supporting Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Boyolali District.

    The team is assisting two local MSMEs engaged in corn processing in Boyolali: “Snack Kupu“ and “Keripik Jagung Bu Parni“. The support began in May 2024 and is ongoing.

    “Snack Kupu” specializes in a corn snack called “Marning” with their flagship product, “Marning Cornerz“, under the tagline “Marning Enak Gak Bikin Gigi Retak” (t/n Delicious Marning that Won’t Break Your Teeth). Founded by Siti Nurhasanah in 2019, the business offers two initial flavors, savory (original) and sweet-spicy, and has since expanded its range to five flavors: chocolate, cappuccino, vanilla, lemon, and strawberry.

    One of the business owner’s planned innovations includes offering a 20g sachet size to make the product more affordable for middle- and lower-income communities. However, due to a lack of sachet packaging equipment, this innovation has yet to be realized.

    “Keripik Jagung Bu Parni,” also founded in 2019, specializes in corn chips. Unlike “Snack Kupu,” Bu Parni’s chips remain less modern and more conventional, including in the production process, business management, financial systems, packaging, and marketing.

    The primary focus of the community service for these two businesses is to enhance the marketing of Marning as a flagship product for Boyolali, using a triple helix method encouraging collaboration between universities, business owners, and the Regional Government of Boyolali to create competitive, sustainable, and high-quality MSMEs.

    The overall approach to these activities includes technology provision, education, hands-on support, and direct engagement with the business partners. The planning phase of this initiative began with problem identification, conducting surveys of the partners’ conditions, discussions, followed by the signing of cooperation agreements, which will serve as the foundation foundation for proposal development.

  • Tim Pengabdian Masyarakat UNS Dampingi Pelaku Usaha Pengolahan Jagung di Kabupaten Boyolali

    Tim Pengabdian Masyarakat UNS Dampingi Pelaku Usaha Pengolahan Jagung di Kabupaten Boyolali

    Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Dr. Rita Noviani, S.Si., M.Sc, Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D. dan juga sejumlah mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Boyolali.

    Tim melakukan pendampingan kepada dua pelaku UMKM yang memiliki usaha olahan jagung di Kabupaten Boyolali yakni  Snack Kupu dan Keripik Jagung Bu Parni yang dimulai sejak Mei 2024 dan saat ini masih dalam pendampingan.

    Snack Kupu bergerak pada olahan marning dengan produk unggulannya adalah “Marning cornerz” dengan tagline” Marning Enak Gak Bikin Gigi Retak”.

    Snack Kupu didirikan oleh oleh Ibu Siti Nurhasanah sejak tahun 2019 dengan dua varian rasa yaitu rasa gurih (original) dan pedas manis dan terus berinovasi dengan mengembangkan varian rasa dan kemasan yang modern. Saat ini “Marning Cornerz” memiliki lima varian rasa marning yaitu coklat, capucino, vanilla, lemon, dan strawberry.

    Inovasi yang direncanakan oleh pelaku usaha saat ini adalah dengan melakukan variasi ukuran produk dalam bentuk sachet 20 gr agar harga terjangkau oleh masyarakat tingkat menengah ke bawah. Karena ketidaktersediaan alat pengemas sachet, inovasi yang direncanakan belum terealisasi.

    Keripik Jagung Bu Parni di dirikan pada tahun 2019 dan hanya fokus pada produk olahan keripik jagung. Dibandingkan dengan Snack Kupu, keripik singkong Bu Parni tidak cukup modern dan masih konvensional mulai dari proses produksi, manajemen usaha dan keuangan, proses pengemasan, dan proses pemasaran.

    Fokus utama pengabdian kepada dua pelaku usaha tersebut adalah meningkatkan pemasaran UMKM marning sebagai produk unggulan Kabupaten Boyolali dengan metode triple helix melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, serta pemerintah daerah Kabupaten Boyolali demi terwujudnya UMKM berkualitas, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

    Secara umum metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui pengadaan teknologi, edukasi, pendampingan serta keterlibatan langsung dengan mitra.

    Kegiatan perencanaan dimulai dari tahap identifikasi masalah, survei kondisi mitra, serta diskusi dan penandatanganan kerja sama dengan mitra untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan penyusunan proposal kegiatan.

  • MM Program Sharing Session: Gratitude Toward Alumni Support in Making FEB UNS Better

    MM Program Sharing Session: Gratitude Toward Alumni Support in Making FEB UNS Better

    The amicable relationship between the Faculty of Economics and Business, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), and its alumni has been notably strong, especially over the past two years. This bond is reflected in the establishment of the KAFEB Foundation and the initiation of an endowment fund known as ‘Watu Abadi’. Numerous alumni, including the 1989 cohort, have actively contributed at the Watu Abadi.

    This statement was made by Dr. Dwi Prasetyani, SE. M.Si., Director of the Directorate of Alumni and Student Entrepreneurship at UNS, during the opening remarks of the Sharing Session titled “Balancing Corporate, Business, and People Development.” The event was hosted by the Master of Management (MM) Program FEB UNS on Saturday, September 21, 2024, in the Konimex Hall, Bachtiar Effendi Building.

    Dr. Prasetyani further explained that scholarships provided by KAFEB have shown remarkable growth over the past two years. In its first year, the fund allocation stood at around IDR 24 million, which then increased significantly to IDR 184 million in the second year. These scholarships are awarded based on three criteria: financial need, academic achievement, and active involvement in campus activities.

    In addition to KAFEB scholarships, there is also the “Bakti Almamater” program, which provides support for students through mentorship, job placements in state-owned enterprises, and opportunities in the banking sector. KAFEB provides mentoring and assistance starting from application to interview stages. Additionally, Bakti Almamater KAFEB also offers financial support for students participating in achievement-oriented activities.

    “The Faculty highly appreciates and looks forward to further support from alumni. This support needs to be effectively communicated, thus, it can truly elevate FEB’s achievements, ultimately enhancing the faculty’s reputation nationally and internationally,” she explained.

    Moreover, there is an additional fundraising initiative outside of KAFEB called “Gerbang Pitulungan,” donations specifically established by the alumni for student scholarships.

    Dr. Prasetyani expressed her sincere gratitude and appreciation for the efforts of FEB UNS and KAFEB. “KAFEB UNS is a source of pride for us all. FEB is the only faculty at UNS with a dedicated foundation and endowment fund. Nationally, very few faculties have such resources. FEB UNS serves as a benchmark within UNS, setting an example for other faculties. Thank you to our alumni, who have shown exceptional commitment and integrity in supporting the advancement of FEB and UNS,” she concluded.

    Meanwhile, the Dean of FEB UNS emphasized the importance of fostering a sense of belonging among alumni. Alumni who maintain a strong connection to their alma mater, and feel pride and respect for it, contribute to its enduring value.

    “When alumni reach a certain point of success, our hope is that they remember their institution and recognize that it played a role in shaping them. The values and lessons learned at UNS hold lasting significance,” he added.

    The Sharing Session featured three guest speakers from the 1989 alumni cohort: Heri Purnomo, Director of HR and General Affairs at PT Alumni; Eko Ariantoro, Chief Commissioner of PT. Elnusa; and Danang Andriyanto from Bank Mandiri. The event was moderated by Retno Tanding Suryandari, Ph.D., Head of the MM Program, and attended by undergraduate, master’s, and doctoral students, as well as the alumni from 1989 cohort. The session was engaging and featured many door prizes for active participants.

  • Sharing Session Prodi MM, Terima Kasih Alumni Turut Memajukan FEB UNS

    Sharing Session Prodi MM, Terima Kasih Alumni Turut Memajukan FEB UNS

    Kedekatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan alumninya memang sangat baik sekali, terutama dalam 2 tahun ini.

    Hal ini ditandai dengan telah berdirinya Yayasan KAFEB dan sudah ada endowment fund. Di Watu Abadi sudah banyak alumni yang berkontribusi, termasuk juga angkatan 89.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Dwi Prasetyani, SE. M.Si., Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UNS saat memberikan sambutan di Sharing Session: Balancing Corporate, Business and People Development yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) FEB UNS, Sabtu 21 September 2024 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB.

    Lebih lanjut dijelaskan, beasiswa yang diberikan oleh KAFEB selama 2 tahun ini mengalami perkembangan yang luar biasa.

    Dari tahun pertama yang hanya mengalokasikan sekitar 24 juta, tahun kedua 184 juta. Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa dengan 3 kriteria yakni prasejahtera, prestasi dan beasiswa untuk aktifis.

    Selain beasiswa KAFEB, juga ada Bakti Almamater yakni pendampingan untuk mahasiswa, mentoring untuk lowongan pekerjaan yang ada di BUMN dan di perbankan. KAFEB memberikan pendampingan dari pendaftaran hingga tahap wawancara.

    Bakti Almamater yang dilakukan oleh KAFEB juga memberikan pembiayaan tambahan untuk mahasiswa yang melakukan kegiatan-kegiatan prestasi mahasiswa.

    “Fakultas akan sangat berterima kasih sekali dan sangat menunggu support dan bantuan dari alumni. Support alumni tersebut juga perlu dikomunikasikan agar support tersebut betul-betul meningkatkan atau mengakselerasi prestasi FEB. Sehingga bantuan dari alumni bisa meningkatkan reputasi FEB baik nasional maupun internasional” terangnya.

    Selain itu, juga ada penggalangan dana lain diluar KAFEB yakni Gerbang Pitulungan yang khusus diamanahkan dari para alumni hanya untuk beasiswa mahasiswa.

    Dr. Dwi Prasetyani sangat menghargai dan sangat mengapresiasi kepada FEB UNS dan KAFEB.

    “KAFEB UNS merupakan kebanggaan kita bersama. Satu-satunya fakultas di UNS yang memiliki yayasan dan memiliki endowment fund hanya di FEB. Secara nasional juga tidak banyak yang memiliki endowment fund di level fakultas. Apa yang dilakukan FEB UNS bisa menjadi benchmarking di UNS, kita sebarkan ke fakultas-fakultas lain. Terima kasih kepada alumni yang sudah sangat punya komitmen dan integritas untuk bersama-sama memajukan FEB dan UNS” tutupnya.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS dalam sambutannya juga menekankan perlunya sense of belonging atau rasa memiliki yang tertanam bagi setiap alumni. Alumni yang tidak melupakan institusinya, bahkan bangga dan menghargai kepada institusinya.

    “Ketika dia berhasil, ketika dia pada titik tertentu keberhasilannya, harapan kami adalah ingat kepada institusinya, menyadari, dia terbentuk karena padepokan saat dia belajar, masa hidupnya adalah bernilai saat studi di UNS” tuturnya kemudian.

    Di Sharing Session, Prodi MM menghadirkan tiga pembicara yang juga merupakan alumni FEB UNS angkatan 89 yakni Heri Purnomo, Direktur SDM dan Umum PT Alumni, dan Eko Ariantoro, Komisaris Utama PT. Elnusa, Danang Andriyanto dari Bank Mandiri.

    Retno Tanding Suryandari, Ph,D., Kepala Program Studi MM menjadi moderator di acara yang diikuti oleh para mahasiswa S-1, S-2 , S-3 dan juga oleh alumni angkatan 89.

    Kegiatan berjalan lancar dan banyak doorprize dibagi-bagikan untuk peserta yang aktif selama acara berlangsung.

  • Hundreds Attend BINS Goes to Campus: Research Workshop, Dissemination of Research Findings, and Promotion of Bank Indonesia Institute Research Center Programs

    Hundreds Attend BINS Goes to Campus: Research Workshop, Dissemination of Research Findings, and Promotion of Bank Indonesia Institute Research Center Programs

    Bank Indonesia Institute (BINS), in collaboration with Universitas Sebelas Maret (UNS), hosted “BINS Goes to Campus: Research Workshop, Dissemination of Research Findings, and Promotion of Bank Indonesia Institute Research Center Programs (PRBI).” The event, spanning from Thursday to Saturday, September 19–21, 2024, at the UNS Inn Convention Hall, was attended by academics, lecturers, students, practitioners, and researchers.

    On the first day, Thursday, September 19, 2024, the program began with a lecture delivered by Prof. Irwan Trinugroho, Vice-Rector for Planning, Collaboration, Internationalization, and Information Affairs UNS, with material entitled “Industrial Policy Directions and Downstreaming Strategies to Support Sustainable Growth in Indonesia.”

    Prof. Irwan highlighted that the “National Industrial Development Master Plan (RIPIN) 2015–2035” prioritizes 21 commodities for downstream processing in Indonesia. These commodities span sectors such as mining, agriculture, and plantations, including palm oil. He explained that much of Indonesia’s palm oil exports currently consist of crude palm oil (CPO). Transforming CPO into refined palm oil, which holds greater market value, exemplifies the downstreaming concept—shifting from raw material exports to finished goods.

    “Downstreaming must not be generalized across all commodities but rather approached selectively, based on market analysis and cost-benefit reviews. It should not be influenced by political agendas or image-building efforts,” he explained.

    Downstreaming, he emphasized, must deliver clear added value when transitioning from raw materials to processed goods. Without robust market analysis and cost-benefit evaluations, it may fail to provide economic advantages. Furthermore, successful downstreaming requires strong national policies, such as Indonesia’s export ban on nickel ore and progressive export tariffs on cocoa beans.

    Prof. Irwan also recommended integrating renewable energy into downstreaming processes, empowering local communities through engagement, and enhancing oversight and law enforcement. He highlighted the positive outcomes of downstreaming, citing Indonesia’s nickel product exports reaching a record high of USD 4.5 billion during January–November 2023, driven by active government policies.

    Following the lecture, a “Research Dissemination session was led by Dr. Danny Hermawan from BINS, on the topic of “Climate Change Implications on the Growth at Risk Framework: Some Evidence from Indonesia.” The day concluded with a podcast by Prof. Noer Azam Achsani from IPB University, focusing on “The Role of Generation Z in Economic Development in the Digital Era.”

    On the second day, Friday, September 20, 2024, the program continued with lectures by Prof. Iwan Jaya Azis, Research Scholar at Bank Indonesia–Cornell University, discussing “Regional Productivity Development in Indonesia,” and Prof. Hermanto Siregar from Perbanas Institute, covering “The Readiness and Challenges of Indonesia’s Human Resources in Supporting Sustainable Economic Growth in the Digital Era.”

    The agenda also included a Research Workshop led by Prof. Paresh Narayan from Monash University, Australia, discussing the topics on “Publication-Worthy Manuscripts,” and a session promoting journals and programs under PRBI by Bank Indonesia Institute.

    On the final day, Saturday, September 21, 2024, the event featured a lecture on “Quantitative Methods for Research” by Prof. M. Firdaus from IPB University. Additionally, BINS conducted a parallel Research Clinic sessions, offering research consultations by internal and external Bank Indonesia researchers for undergraduate and master’s students.

  • Cybersecurity in Banking Talk Show: Collaboration Among Infobank Media, FEB UNS, and ISEI

    Cybersecurity in Banking Talk Show: Collaboration Among Infobank Media, FEB UNS, and ISEI

    Infobank Media Group, in collaboration with the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), and the Indonesian Economists Association (ISEI), hosted a Talk Show and Book Launch on Bank Cybersecurity on Wednesday, September 18, 2024. The event took place in the Suhardi Building Auditorium at FEB UNS.

    With over 200 participants in attendance, the talk show was part of the broader activities of the 22nd ISEI Congress. The event invited two prominent speakers: Zuwin Adriano, Business Development Manager at Privy, and Roberto Akyuwen, author and Head of the Financial Services Authority (OJK) for Jabodetabek and Banten Province.

    Several distinguished guests attended the event, including Bhimo Rizky Samudro, SE, M.Si., Ph.D., Dean of FEB UNS; Apriyani Kurniasih, Director of Infobank; Eko B Supriyanto, Chairman of Infobank; and Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D., Chairman of ISEI Surakarta.

    The Dean of FEB UNS extended his gratitude and appreciation for the talk show, emphasizing its relevance to academics and students. “This topic is highly beneficial, especially for us in academia and our students. It is essential for them to develop their knowledge, particularly those in the Digital Business program, one of FEB’s highly sought-after majors. I hope the students pay close attention to today’s topic, Cybersecurity in Banking, as it is incredibly important,” he stated.

    The Dean also appreciated the collaboration with ISEI, describing the talk show as an excellent initiative that brought together various stakeholders. He expressed hope for continued partnerships and future joint activities beyond this event.

    In his opening remarks, Eko B Supriyanto, Chairman of Infobank Media Group, highlighted the remarkable contribution of The Cybersecurity in Banking Book by Roberto Akyuwen. “In a country like Indonesia, where financial, digital, and cybercrime literacy remains low, this book by Mr. Roberto stands out with over 600 pages of rich content. It integrates theories, regulations, real-world practices, and research findings. Such comprehensive resources are rare, making this book an extraordinary contribution,” he remarked.

    As the book’s editor, Eko noted its engaging content and emphasized its central theme: strategies to mitigate cybercrime risks in the banking sector.

    The book offers a clear definition of cybercrime, describing it as illegal or fraudulent activities carried out using digital technology and the internet. The initial chapters detail various types of cybercrime, including phishing, malware, ransomware, and internal threats. It provides real-world examples from global incidents, illustrating the diverse nature of cyber threats. Financial institutions, in particular, face a rising trend of cyberattacks, with occurrences happening almost every minute worldwide.

    Eko stressed the importance of a strong leadership commitment to cybersecurity, calling for a balance between security measures and operational convenience. “Top management must prioritize cybersecurity. Leaders at the highest levels need to be aware, as it cannot be relegated to just one department. This is an ongoing process, requiring consistent attention beyond initial investments in IT. This book underscores that lesson,” he explained.

    The book also offers a detailed guide on crisis protocols and actionable steps to take in the event of a cyberattack. Its final chapter emphasizes the development of a cybersecurity culture, identifying three critical elements: safety, vigilance, and preparedness, which should form the foundation of workplace practices.

  • Ratusan Peserta Ikuti BINS Goes to Campus: Research Workshop, Diseminasi Hasil Riset dan Promosi Program Pusat Riset Bank Indonesia Institute

    Ratusan Peserta Ikuti BINS Goes to Campus: Research Workshop, Diseminasi Hasil Riset dan Promosi Program Pusat Riset Bank Indonesia Institute

    Bank Indonesia Institute (BINS) bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Adakan BINS Goes to Campus: Research Workshop, Diseminasi Hasil Riset dan Promosi Program Pusat Riset Bank Indonesia Institute (PRBI).

    Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis – Sabtu, 19 – 21 September 2024 di Convention Hall, UNS Inn dan diikuti oleh para akademisi, dosen dan mahasiswa juga para praktisi dan peneliti.

    Kegiatan di hari ke-1, Kamis, 19 September 2024 sesi Lecture menghadirkan pembicara Prof. Irwan Tri Nugroho, Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS dengan topik Arah Kebijakan Industrialisasi dan Hilirisasi yang Dapat Mendukung Pertumbuhan Indonesia yang Berkelanjutan.

    Prof. Irwan menyampaikan bahwa dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035 terdapat 21 komoditas yang menjadi prioritas hilirisasi di Indonesia.

    Komoditas ini mencakup sektor-sektor pertambangan, pertanian, perkebunan dan seterusnya, contoh dari perkebunan adalah sawit.

    Dikatakan, selama ini yang diekspor kebanyakan adalah Crude Palm Oil (CPO) atau minyak kelapa sawit. Ini harus dihilirisasi, diolah menjadi minyak sawit yang sudah disuling, harganya lebih tinggi daripada mengekspor CPO.

    “Begitulah konsepnya hilirisasi, tidak mengekspor barang yang mentah tapi mengekspor barang yang jadi” jelasnya.

    Menurutnya, hilirirasi tidak bisa digebyah-uyah untuk semua jenis komoditas, jadi harus selektif berdasarkan analisis market dan juga cost benefit review-nya dan seharusnya tidak dipengaruhi atau didorong oleh faktor-faktor politik apalagi pencitraan.

    Hilirisasi harus betul-betul clear,  berapa added value ketika berpindah dari raw material export ke dalam produk olahan, jika market analisis dan cost benefit review-nya tidak bagus, maka jangan dilakukan karena bisa jadi tidak akan mendapat nilai tambah.

    Hilirisasi juga harus didukung oleh policy yang kuat dari negara. Contohnya adalah larangan mengekspor bijih nikel. Kebijakan bea keluar ekspor untuk biji kakao dibuat tarif progresif.

    Terkait hilirasi ini, Prof. Irwan memberikan rekomendasi yakni adanya renewable energi dalam proses hilirasi;  memberdayakan masyarakat lokal, banyak melibatkan masyarakat, berdiskusi dengan mereka serta memperkuat pengawasan dan penegakkan hukum.

    Lebih lanjut dijelaskan, dampak positif hilirisasi selama periode Januari-November 2023, ekspor produk nikel Indonesia mencetak rekor tertinggi sebesar USD 4,5 miliar seiring gencarnya kebijakan hilirisasi yang dilakukan pemerintah.

    Usai sesi lecture, dilanjutkan sesi Research Dissemination oleh Dr. Danny Hermawan dari BINS dengan topik Climate Change Implications on the Growth at Risk Framework: Some Evidence from Indonesia dan diakhiri dengan podcast oleh Prof. Noer Azam Achsani dari IPB  dengan topik Peran Generasi Z dalam Pembangunan Ekonomi pada Era Digital.

    Hari ke-2, Jum’at, 20 September 2024 sesi Lecture oleh  Prof. Iwan Jaya Azis dari Research Scholar Bank Indonesia – Cornell University dengan topik Perkembangan dan Pembangunan Produktivitas Regional di Indonesia serta Prof. Hermanto Siregar dari Perbanas Institute dengan topik topik Kesiapan dan Tantangan Human Resource Indonesia untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan pada Era Digital.

    Selanjutnya Research Workshop (conducted in english) pembicara Prof. Paresh Narayan dari Monash University, Australia dengan topik Publication-Worthy Manuscript. Promosi Jurnal dan Program PRBI oleh Bank Indonesia Institute.

    Di hari 3,  Sabtu, 21 September 2024 sesi Lecture dengan topik Metode Kuantitatif untuk Penelitian oleh Prof. M. Firdaus, IPB University,

    Selain rangkaian kegiatan di atas, BINS juga menyelenggarakan Research Clinic secara paralel yang merupakan kegiatan konsultasi riset/penelitian oleh para peneliti internal dan eksternal Bank Indonesia untuk mahasiswa S1 dan S2.

  • Usai Pelantikan Wakil Dekan oleh Rektor UNS, FEB Langung Adakan Sertijab   

    Usai Pelantikan Wakil Dekan oleh Rektor UNS, FEB Langung Adakan Sertijab   

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)  Universitas Sebelas Maret (UNS) mengelar acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Wakil Dekan FEB UNS di Ruang Sidang I Gedung Soeharno TS, Kamis 12 September 2024.

    Sertijab Wakil Dekan FEB digelar usai pelantikan para Wakil Dekan oleh Rektor UNS yang dilaksanakan di Ballroom UNS Inn.

    Periode sebelumnya, Wakil Dekan FEB dijabat oleh  Dr. Djuminah, M.Si., Ak sebagai Wakil Dekan Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Logistik,  Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si sebagai Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan serta Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. sebagai Wakil Dekan Perencanaan, Kerja Sama  Bisnis dan Informasi.

    Sedangkan Wakil Dekan FEB untuk periode 2024-2029 dijabat oleh Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian; Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Wakil Dekan Bidang Non Akademik; serta Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.

    Rangkaian acara yang diikuti oleh seluruh pimpinan FEB UNS serta perwakilan dosen dan tendik tersebut diantaranya penandatanganan Berita Acara Serah Terima Jabatan Wakil Dekan, penyerahan simbolis Laporan Akhir Jabatan, sambutan Dekan serta diakhiri dengan ucapan selamat dan foto bersama.

    Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB UNS di awal sambutannya menyampaikan bahwa dalam fase pergantian kepemimpinan pasti banyak dinamika, itu adalah hal yang wajar dan alhamdulillah itu bisa dilalui dengan baik.

    Dekan juga mengucapkan terima kasih kepada para pimpinan periode sebelumnnya dan akan melanjutkan apa yang menjadi arahan karena tantangan ke depan lebih berat.

    “Temen-temen terima kasih atas inspirasinya, arahan dan nasihatnya, saya masih harus belajar. Kami yang melanjutkan sangat menghormati dan terinspirasi dari pimpinan sebelumnya, terhadap apa yang sudah dilakukan kepada fakultas ini. Mudah-mudahan kita bisa melanjutkan meski tantangan tidak mudah, lebih challenging, lebih berat, tapi dengan berkolaborasi dengan komponen yang ada maka akan berjalan dengan baik, itulah hidup pasti ada tantangan, itu yang saya pegang,” paparnya

    Lebih lanjut disampaikan, setiap orang punya style yang tidak sama, setiap fase kepimpinan punya kekhasan sendiri yang harus dihormati, tidak bisa dibanding-bandingkan karena semua punya gaya sendiri. Ambil yang baik dan kita lanjutkan ke depannya. Yang terpenting adalah semua yang dilakukan untuk kemajuan FEB UNS.