Infobank Media Group kerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) serta Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menggelar Talkshow dan Launching Buku Keamanan Siber Bank, Rabu, 18 September 2024 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.
Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 200 peserta ini merupakan salah satu kegiatan dari rangkaian Kongres ISEI XXII.

Dalam talkshow tersebut menghadirkan dua pembicara yakni Zuwin Adriano, Business Development Manager Privy dan Roberto Akyuwen, penulis buku sekaligus Kepala OJK Jabodebek dan Provinsi Banten.
Turut hadir di kegiatan itu Bhimo Rizky Samudro, SE, M.Si., Ph.D. Dekan FEB UNS; Apriyani Kurniasih, Direktur Infobank; Eko B Supriyanto, Chairman Infobank; dan Lukman Hakim, S.E., M.Si., Ph.D, Ketua ISEI Surakarta.

Dekan FEB UNS sangat mengapresiasi terselenggaranya talkshow yang mengangkat tema keamanan siber perbankan.
“Ini sangat bermanfaat sekali terutama bagi kami kalangan akademisi, bagi para mahasiswa untuk selalu improve terutama bagi mahasiswa program studi Bisnis Digital yang merupakan salah satu prodi di FEB yang peminatnya cukup banyak. Saya harap teman-teman mahasiswa bisa memperhatikan terhadap topik kali ini, Keamanan Siber Bank, ini sangat sangat penting” terangnya.
Dekan juga mengapresiasi kerja sama dengan ISEI, talkshow ini merupakan satu rangkaian kolaborasi yang sangat baik dari seluruh elemen dan stakeholder. Ke depan semoga ini tidak hanya berhenti sampai di sini, namun berlanjut dengan kerja sama lainnya.
Sementara itu Eko B Supriyanto, Chairman Infobank Media Group dalam catatan pembuka menyampaikan ungkapan yang luar biasa dengan hadirnya Buku Keamanan Siber Perbankan karya Roberto Akyuwen.
“Di tengah Indonesia yang rendah literasi keuangan, rendah literasi digital, rendah literasi cyber crime, hadir buku yang luar biasa karya Bapak Roberto dengan 600 halaman lebih. Kaya teori, kaya regulasi, ada praktek yang terjadi, dan jarang buku seperti itu, ada hasil risetnya, jadi ini luar biasa untuk kita” ungkapnya.

Sebagai editor buku, Eko melihat buku ini sangat menarik. Satu benang merah dalam buku ini adalah bagaimana upaya pencegahan risiko kejahatan siber khususnya di perbankan.
Buku ini menyebutkan apa sebenarnya definisi dari kejahatan siber. Kejahatan atau cyber crime mengacu pada kegiatan ilegal atau penipuan yang dilakukan dengan menggunakan teknologi digital dan internet.
Dalam bab awal dijelaskan jenis-jenis cyber crime yang sering terjadi, diantaranya phising, malware, ransomware dan juga jenis-jenis kejahatan yang merupakan ancaman dari dalam.
Kasus-kasus yang pernah terjadi yang digambarkan merupakan kasus yang terjadi di seluruh dunia dengan berbagai macam ragam kejahatan siber. Lembaga keuangan mengalami peningkatan tentang adanya kejahatan, trennya naik, hampir setiap hari, setiap menit ada orang menjebol dan jumlahnya adalah jutaan kali.
Lebih lanjut dijelaskan, perlu ada komitmen dari manajemen puncak tertinggi untuk keamanan siber. Ada keseimbangan antara keamanan dan kenyamanan.

“Harus ada prioritas keamanan siber untuk manajemen tingkat tertinggi, bosnya harus aware, bukan hanya satu bagian saja. Dan ini proses harus berkelanjutan, tidak berhenti cukup hari ini beli IT, tapi proses keamanannya perlu terus menerus dijaga, itu adalah pembelajaran dari membaca buku ini” paparnya kemudian.

Lebih lanjut disampaikan, dalam buku itu juga menjelaskan secara jelas protokol krisis, apa yang harus dilakukan jika terkena cyber crime dan yang paling penting di bab akhir buku itu adalah pengembangan budaya tentang cyber crime. Setidaknya ada tiga unsur yaitu keamanan kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus menjadi budaya kerja.










This cooperation agreement, which focuses on the Implementation of Tri Dharma of Higher Education, was signed by Prof. Dr. Dudi Rudianto, S.E., M.Sc., Ph.D., Dean of FEIS UBakrie, and Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Dean of FEB UNS.
The scope of the agreement includes cooperation in research development, seminars, guest lectures, student exchange programs, and student internships.
The Dean of FEB UNS warmly welcomed the FEIS UBakrie delegation, expressing the faculty’s enthusiasm for partnerships across education, research, and community engagement. He emphasized that such collaborations offer valuable insights and benefits to both institutions involved.

The event, attended by all FEB UNS leadership, included the reading and signing of the handover document and the submission of the final report from the previous Dean’s term for 2019-2024.
Excitement filled the air as the Academic Support Staff warmly welcomed the new Dean in the lobby of the Soeharno TS Building following the inauguration.
“Our undergraduate, master’s, and doctoral programs have all achieved top-tier accreditation, with the exception of the Digital Business program, which is currently in the accreditation process. Regarding international accreditation, we were previously accredited by AQAS, which is no longer recognized. I encourage Mr. Bhimo to pursue AACSB accreditation, the international standard recognized by the Ministry of Education, which requires everyone’s support,” he explained.



Speakers included Tri Mulyaningsih, Ph.D., and Dr. Nuryakin, who discussed academic writing techniques; Dr. Mulyanto and Dr. Roderikus Agus Trihatmoko, who focused on popular science writing; Suwarmin, MM., who covered Managerial Challenges; and Vika Laretha Dyahsasanti, S.E., who presented on Digital Literacy.

Launched by the Indonesian Ministry of Education, Culture, Research, and Technology (Kemendikbudristek), MBKM Wirausaha enables students to gain practical experience outside their academic courses through hands-on entrepreneurship activities.
Moreover, students have a unique chance to present their startup products or services to potential investors, business partners, and prospective customers.