FEB

Blog

  • Mahasiswa FEB Asal Libya Latih Memasak di Pengabdian Masyarakat Internasional Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan

    Mahasiswa FEB Asal Libya Latih Memasak di Pengabdian Masyarakat Internasional Program Studi S-1 Ekonomi Pembangunan

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Libya yakni Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, dan Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan memberikan pelatihan memasak kepada lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Ketiganya melatih cara memasak masakan asal Libya, Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia.

    Pelatihan memasak ini merupakan agenda kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi)  S-1 Ekonomi Pembangunan FEB UNS.

    Mientansih, Ketua PKK Mangkubumen dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada FEB UNS,  yang telah memberikan pengetahuan kepada para Ibu-Ibu tentang masakan dari luar negeri, Libya.

    “Harapannya, dengan demo masakan dari Libya, Ibu-Ibu bisa mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya, nanti melihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa, bisa meniru dan kalo bisa juga untuk dijual. Ini dari unit PKK juga ada dapur masak semoga saling bertukar pengetahuan, terima kasih kepada mahasiswa UNS juga telah membantu” ungkap Ibu yang telah berusia  81 tahun itu.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

    Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi S-1 Ekonomi Pembangunan sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

    Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

    “Kegiatan ini untuk pengembangan kewiurausahan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

    Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S-1, S-2 dan S-3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

    Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

    “Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.

  • Pengabdian Masyarakat Internasional, Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS Kenalkan Masakan dari Libya

    Pengabdian Masyarakat Internasional, Program Studi S-1 Manajemen FEB UNS Kenalkan Masakan dari Libya

    Lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Tiga mahasiswa dari Libya, Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan menyuguhkan cara memasak masakan asal Libya yakni Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia.

    Mientansih, Ketua PKK Mangkubumen dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FEB UNS,  yang telah memberikan pengetahuan kepada para Ibu-Ibu tentang masakan dari luar negeri, Libya.

    “Harapannya, dengan demo masakan dari Libya, Ibu-Ibu bisa mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya, nanti melihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa, bisa meniru dan kalo bisa juga untuk dijual. Ini dari unit PKK juga ada dapur masak semoga saling bertukar pengetahuan, terima kasih kepada mahasiswa UNS juga telah membantu” ungkap Ibu yang telah berusia  81 tahun itu.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

    Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi S-1 Manajemen sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

    Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelasaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

    “Kegiatan ini untuk pengembangan kewirausahaan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

    Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S-1, S-2 dan S-3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

    Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

    “Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.

  • Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional, MAKSI FEB UNS Hadirkan 3 Mahasiswa FEB Asal Libya

    Gelar Pengabdian Masyarakat Internasional, MAKSI FEB UNS Hadirkan 3 Mahasiswa FEB Asal Libya

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Asal Libya, Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan menjadi narasumber pada pengabdian masyarakat internasional, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) FEB UNS mengangkat tema Pelatihan Arabian Food: Inovasi Kuliner melalui Diversifikasi Produk Arabian Food untuk UMKM Kuliner Mangkubumen.

    Lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen yang diketuai oleh Mientansih mengikuti kegiatan tersebut.

    Kepala Prodi MAKSI, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si. sangat mengapresiasi kegiatan ini sebagai wujud pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

    Dikatakan, pengabdian masyarakat ini merupakan pengabdian masyarakat internasional karena melibatkan narasumber dari luar negeri, khususnya dari Libya.

    “Kami sangat senang dan semoga memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat di Mangkubumen dalam rangka mengenalkan masakan dari Libya” ungkapnya.

    Dosen-dosen di prodi ikut serta dalam pengabdian masyarakat dan sudah terpenuhi dengan baik.

    Para dosen berkontribusi dalam memberikan ilmu dari kampus bersama rekan kerja mitra dari luar negeri dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.

    Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas.

  • Hosted an International Community Service, Master in Accounting (MAKSI) Invited Three International Students from Libya

    Hosted an International Community Service, Master in Accounting (MAKSI) Invited Three International Students from Libya

    Three  students of the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) from Libya—Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, and Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan—served as speakers at an international community service event held on Tuesday, August 27, 2024, in Karanganyar.

    Initiated by the Master in Accounting Study Program (MAKSI) FEB UNS, the event featured a training session entitled “Arabian Food Training: Culinary Innovation through Arabian Food Product Diversification for Mangkubumen Culinary MSMEs.”

    Over twenty members of the Mangkubumen PKK (Family Welfare Program), led by Mientansih, participated in the event. The Head of Master in Accounting Study Program, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., expresses his appreciation to this agenda as part of community engagement activities. According to him, this community service is an international-level event as they invited trainer/speakers from Libya.

    “We are delighted and feeling hopeful that this event will be beneficial to the community, especially in Mangkubumen, to introduce them to Libyan cuisine,” he said.

    The event also involves lecturers of FEB UNS, who contribute to the accomplishment of the excellent community service. The lecturers contribution through disseminating knowledge along with international partner strive to meet community’s demand.  Hopefully, this event can introduce Arabian cuisines, by teaching how to cook Libyan food, to wider community members.

  • Kenalkan Arabian Food, Prodi S-1 Akuntansi Adakan Pengabdian Masyarakat Internasional

    Kenalkan Arabian Food, Prodi S-1 Akuntansi Adakan Pengabdian Masyarakat Internasional

    Program Studi (Prodi) S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan pengabdian masyarakat dengan tema Pelatihan Arabian Food: Inovasi Kuliner melalui Diversifikasi Produk Arabian Food untuk UMKM Kuliner Mangkubumen, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Tiga mahasiswa FEB UNS dari Libya yakni Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, dan Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan menjadi narasumber pada pengabdian masyarakat internasional tersebut.

    Ketiganya mengenalkan makanan khas Libya yakni Mahlabia, Brack, Almubatana dan Rashtah Musqia kepada lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen yang diketuai oleh Mientansih.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

    Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Prodi S-1 Akuntansi sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

    Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CFrA, Kepala Prodi S-1 Akuntansi menyampaikan kegiatan ini merupakan ajang  silaturahmi antara dosen dan mahasiswa FEB UNS dan juga masyarakat dari Mangkubumen.

    “Di kegiatan pengabdian ini, beberapa mahasiswa FEB dari Libya memberikan pelatihan cara memasak masakan Libya kepada Ibu-Ibu yang memiliki usaha kuliner di Mangkubumen, diharapkan nantinya bisa menambah kemajemukan atau keragaman cita rasa yang ada di Kota Surakarta, khususnya di Mangkubumen” ungkapnya.

    Dosen-dosen prodi S-1 Akuntansi juga terlibat di kegiatan ini, ikut mengarahkan Ibu-Ibu khususnya para pengusaha kuliner di kota Surakarta.

    Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

    “Kegiatan ini untuk pengembangan kewirausahan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

    Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S-1,S-2 dan S-3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

    Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

    “Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.

  • 10 Accounting Students Participate in Summer Program at UiTM Sarawak

    10 Accounting Students Participate in Summer Program at UiTM Sarawak

    Accounting Study Program, Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) provides an opportunity for 10 students to take part in the Summer Program at Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sarawak, 12-17 August 2024. The Summer Program at UiTM was also attended by students from several countries, such as Malaysia, Indonesia, Cambodia, and China.

    Four students of the International Accounting Undergraduate Study Program in 2023 and 6 (six) students in 2021 who participated in the program were accompanied by Risca Dwi Jayanti, SE., M.Ak., Lecturer of FEB UNS. The 10 students are Muhammad Hisham Asadul Haq, Nabila Syaharani Selima, Naufal Sadewa, Michelle Chin Lee Yan, Sandi Bimasena, Alwan Faiz Raditiyo Utomo, Muhammad Haidar Ashif, Muhammad Daffif Abyan Rusydi, Nurul Yantika, and Syeda Seerat Fatma.

    To feb.uns.ac.id, Hisyam recounted that his arrival at the venue, along with the team and also other students from various countries, was welcomed warmly by Local Buddies from UiTM, which added a positive impression to the program. On the first day, the participants learned the Sarawak language, starting from vocabulary, how to spell, and how to make sentences. Then practice conversations with random interlocutors from several other universities, to help better understand the local culture.

    On the second and third days, participants learned about leadership in Sumiran. This is a favorite experience for participants through various competitions that hone leadership skills, while also gaining knowledge about nature. On the fourth day, participants visited Sarawak Culture Village, where we were able to get a first-hand look at traditional houses and traditions in Malaysia, providing an in-depth insight into the local culture.

    Photo of the Opening Ceremony of ‘Come Discover Bumi Kenyalang’ 2024

    The next day, participants were invited to practice Malaysian batik, which is a very valuable and in-depth experience of their traditional art. During the program, participants train intensively in the evening to prepare for a performance at the closing event, which is held at the Riverside Hotel, attended by the Permanent Secretary of the Ministry of Tourism Malaysia, Datu Sherrina Hussain.

    The event consisted of dinners and performances from various universities, where the UNS group performed a medley of Indonesian regional songs arranged with attractive movements while wearing traditional clothing from various regions in Indonesia. “Alhamdulillah, we won the Best Group Performance Award, which was presented directly by Datu Sherrina Hussain,” said the student who was appointed as the person in charge of the closing ceremony.

    Best Group Performance Trophy Handover

    According to him, the experience of attending this Summer Program not only enriches the participants’ knowledge but also opens insight into other cultures and strengthens leadership and teamwork skills. “We are so grateful to participate in this program and look forward to applying everything we’ve learned,” he says.

    Hisyam said, with this activity, students get a deeper insight into Malaysian culture, especially in Sarawak. Direct interaction with the local community, learning their language and traditions, as well as involvement in activities such as making batik and baking lapis Sarawak, provides invaluable new perspectives.

    In addition, this program also improves our leadership and teamwork skills. Activities in Sumiran, for example, are very effective in honing leadership skills through challenging competitions and simulations. “This experience taught us how to work together in a team under pressure, which is an important skill in the professional world. We all feel more confident in communicating across cultures, which is important in this era of globalization,” he said later.

    In addition, the opportunity to perform at the closing ceremony also strengthened our pride in Indonesian culture, while improving our ability to compile and display programs professionally. The whole experience, while brief, is very enriching both academically and personally.

  • 10 Mahasiswa Akuntansi Ikuti Summer Program di UiTM Sarawak

    10 Mahasiswa Akuntansi Ikuti Summer Program di UiTM Sarawak

    Program Studi (Prodi) S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memberikan kesempatan bagi 10 mahasiswa untuk mengikuti Summer Program di Universiti Teknologi MARA (UiTM) Sarawak, 12-17 Agustus 2024.

    Summer Program di UiTM juga diikuti oleh mahasiswa dari beberapa negara yakni Malaysia, Indonesia, Cambodia dan Tiongkok.

    4 mahasiswa Prodi S-1 Akuntansi Kelas Internasional angkatan 2023 dan 6 mahasiswa angkatan 2021 yang mengikuti program tersebut didampingi Risca Dwi Jayanti SE, M.Ak, Dosen FEB UNS.

    Ke 10 mahasiswa tersebut yakni Muhammad Hisyam Asadul Haq, ⁠Nabila Syaharani Selima, ⁠Naufal Sadewa, ⁠Michelle Chin Lee Yan, ⁠Sandi Bimasena dan Alwan Faiz raditiyo utomo, Muhammad Haidar Ashif, ⁠Muhammad Daffif Abyan Rusydi, ⁠Nurul Yantika serta ⁠Syeda Seerat Fatma.

    Kepada feb.uns.ac.id, Hisyam menceritakan kehadirannya bersama tim dan juga mahasiswa lainnya dari berbagai negara disambut dengan sangat hangat oleh Local Buddies dari UiTM, yang menambah kesan positif pada program ini.

    Pada hari pertama, peserta belajar bahasa Sarawak, mulai dari kosakata, cara mengeja, hingga membuat kalimat. Kemudian berlatih percakapan dengan lawan bicara yang acak dari beberapa universitas lain, untuk membantu agar lebih memahami budaya setempat.

    Hari kedua dan ketiga, peserta belajar leadership di Sumiran. Ini adalah pengalaman favorit bagi peserta melalui berbagai lomba yang mengasah kemampuan leadership, sambil juga mendapatkan pengetahuan tentang alam.

    Pada hari keempat, peserta mengunjungi Sarawak Culture Village, tempat kami dapat melihat langsung rumah adat dan tradisi yang ada di Malaysia, memberikan wawasan mendalam tentang budaya lokal.

    Hari berikutnya mempraktekkan cara membatik khas Malaysia, yang merupakan pengalaman sangat berharga dan mendalam tentang seni tradisional mereka.

    Selama mengikuti program ini, peserta berlatih secara intensif pada malam hari untuk mempersiapkan penampilan di acara penutupan.

    Acara penutupan diadakan di Riverside Hotel, dihadiri oleh Permanent Secretary Kementerian Pariwisata Malaysia, Datu Sherrina Hussain.

    Foto Saat Pembukaan Acara Come Discover Bumi Kenyalang 2024

    Acara ini diisi dengan makan malam dan pertunjukan dari berbagai universitas. UNS  menampilkan medley lagu daerah Indonesia dengan gerakan atraktif dan mengenakan busana adat dari berbagai daerah di Indonesia.

    “Alhamdulillah, kami berhasil meraih Piala Best Group Performance yang diserahkan langsung oleh Datu Sherrina Hussain” ungkap mahasiswa yang ditunjuk sebagai penanggung jawab closing ceremony.

    Penyerahan Piala Best Group Performance

    Menurutnya, pengalaman mengikuti Summer Program ini tidak hanya memperkaya pengetahuan peserta, tetapi juga membuka wawasan tentang budaya lain dan memperkuat kemampuan leadership serta teamwork.

    “Kami sangat bersyukur bisa berpartisipasi dalam program ini dan berharap bisa menerapkan semua yang kami pelajari” katanya.

    Hisyam mengatakan, dengan kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan wawasan yang lebih dalam tentang budaya Malaysia, khususnya di Sarawak. Interaksi langsung dengan masyarakat setempat, belajar bahasa dan tradisi mereka, serta keterlibatan dalam kegiatan seperti membatik dan membuat kue lapis Sarawak memberikan perspektif baru yang sangat berharga.

    Selain itu, program ini juga meningkatkan kemampuan leadership dan teamwork kami. Kegiatan di Sumiran, misalnya, sangat efektif dalam mengasah keterampilan kepemimpinan melalui lomba-lomba dan simulasi yang menantang.

    “Pengalaman ini mengajarkan kami bagaimana bekerja sama dalam tim di bawah tekanan, yang merupakan keterampilan penting di dunia profesional. Kami semua merasa lebih percaya diri dalam berkomunikasi lintas budaya, yang penting di era globalisasi ini”  katanya kemudian.

    Selain itu, kesempatan untuk tampil dalam closing ceremony juga memperkuat rasa bangga terhadap budaya Indonesia, sekaligus meningkatkan kemampuan kami dalam menyusun dan menampilkan program secara profesional. Keseluruhan pengalaman ini, meski singkat, sangat memperkaya baik secara akademis maupun pribadi.

  • PDIE Hosts International Community Service, Introduces Mangkubumen Culinary MSMEs to Arabian Food

    PDIE Hosts International Community Service, Introduces Mangkubumen Culinary MSMEs to Arabian Food

    Three international students studying at the Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) hailing from Libya—Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban, and Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan—served as speakers and trainers at an international community service activity held on Tuesday, August 27, 2024, in Karanganyar.

    Initiated by the Doctoral Program in Economics (PDIE) at FEB UNS, the community engagement event takes on the topic of “Arabian Food Training: Culinary Innovation through Arabian Food Product Diversification for Mangkubumen Culinary MSMEs.”

    Over twenty members of the Mangkubumen PKK (Family Welfare Program), led by Mientansih, participated in the event. Mientansih expressed gratitude to FEB UNS, particularly PDIE FEB UNS, for introducing the attendees to Libyan cuisine.

    “Through this Libyan cooking demonstration, I hope the participants will gain as much knowledge as possible. They will see the process and results, and hopefully replicate it or even start selling it. We also have a cooking kitchen in the PKK unit, so we hope to exchange knowledge with the speakers. Thank you to the UNS students for their assistance,” said the 81-year-old Mientansih.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Vice Dean for Academic Affairs, Research, and Student Affairs, thanked all participants for attending the agenda. Such community service activities are a routine endeavor for PDIE FEB, representing a collaboration between faculty members and students to benefit the community.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Head of the PDIE Program, stated that this activity served as a networking opportunity between FEB UNS faculty members and the Mangkubumen community. She noted that the event qualifies as international community service because it involved not only UNS team members but also international participants.

    “This activity focuses on the development of culinary MSMEs, with Libyan student speakers and participants from the PKK group. It empowers women who were previously unaware of foreign cuisines and now have the opportunity to learn and potentially start side businesses,” she explained.

    The community service involved students from undergraduate, master’s, and doctoral programs. The outcomes of the event will be disseminated through YouTube videos, printed media, the FEB UNS website, and publications in community service journals.

    Concluding the event, Dean of FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak., expressed gratitude to all attendees, including PKK members, leadership, FEB UNS lecturers, and students.

    “I hope this activity introduces Libyan cuisine and cooking methods to a wider audience, and that participants enjoy the dishes. If they align with our culture, they might be incorporated into our cuisine. Thank you, Middle Eastern food is truly delicious,” he concluded.

  • PDIE Adakan Pengabdian Masyarakat Internasional, Kenalkan Arabian Food kepada UMKM Kuliner Mangkubumen

    PDIE Adakan Pengabdian Masyarakat Internasional, Kenalkan Arabian Food kepada UMKM Kuliner Mangkubumen

    Tiga mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dari Libya, Nadia Mustafa Sulayman Shenghir, Marwa Abdulgader Abdulsalam Ashaiban dan Ahlaam Jarullah Ibrahim Alshoushan menjadi narasumber pada pengabdian masyarakat internasional, Selasa 27 Agustus 2024 di Karanganyar.

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengangkat tema Pelatihan Arabian Food: Inovasi Kuliner melalui Diversifikasi Produk Arabian Food untuk UMKM Kuliner Mangkubumen.

    Lebih dari dua puluh Pengurus PKK Mangkubumen yang diketuai oleh Mientansih mengikuti kegiatan tersebut.

    Mientansih dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada FEB UNS, khususnya PDIE yang telah memberikan pengetahuan kepada para Ibu-Ibu tentang masakan dari luar negeri, Libya.

    “Harapannya, dengan demo masakan dari Libya, Ibu-Ibu bisa mengambil manfaat yang sebanyak-banyaknya, nanti melihat bagaimana prosesnya dan hasilnya seperti apa, bisa meniru dan kalo bisa juga untuk dijual. Ini dari unit PKK juga ada dapur masak semoga saling bertukar pengetahuan, terima kasih kepada mahasiswa UNS juga telah membantu” ungkap Ibu yang telah berusia  81 tahun itu.

    Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan mengucapkan terima kasih kepada semua yang hadir.

    Kegiatan pengabdian seperti ini merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh PDIE FEB sebagai bentuk pengabdian dari dosen-dosen FEB yang berkolaborasi dengan para mahasiswa untuk memberikan kemanfaatan bagi masyarakat.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak, Plt. Kepala Program Studi PDIE menyampaikan kegiatan ini merupakan ajang silaturahmi antara dosen dan mahasiswa FEB UNS dan juga masyarakat dari Mangkubumen.

    Dikatakan, kegiatan ini masuk ke dalam pengabdian masyarakat internasional, karena dalam pelaksanaannya tim yang terlibat bukan hanya dari UNS tapi juga dari luar negeri.

    “Kegiatan ini untuk pengembangan kewiurausahan UMKM kuliner, dengan narasumber mahasiswa FEB yang berasal dari Libya, pesertanya ibu-ibu. Ini merupakan pemberdayaan ibu-ibu yang dulunya nggak tahu tentang masakan dari luar negeri sekarang menjadi tahu, bisa juga menjadi usaha sampingan” ungkapnya.

    Di pengabdian masyarakat ini juga melibatkan mahasiswa S1-S2 dan S3. Untuk luaran dari kegiatan ini dalam bentuk tayangan di youtube, media cetak, website FEB UNS, publikasi, jurnal pengabdian, sebagai bentuk diseminasi.

    Di penutup acara, Dekan FEB UNS, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com.(Hons)., Ph.D., Ak mengucapkan terima kasih atas partisipasi semua yang hadir di pengabdian masyarakat, Ibu-Ibu PKK, pimpinan para dosen dan juga mahasiswa.

    “Semoga dengan kegiatan ini, memperkenalkan masakan dan cara mengolah masakan dari Libya dapat diketahui banyak oleh masyarakat luas, semoga bisa menikmati dan jika itu cocok dengan budaya kita bisa disajikan, terima kasih, masakan dari Timur Tengah enak sekali” tuturnya menutup acara.

  • PDIE Organizes Joint Supervision Program to Improve the Quality of Student Publications

    PDIE Organizes Joint Supervision Program to Improve the Quality of Student Publications

    The Doctoral Program in Economics (PDIE), Faculty of Economics and Business (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), continues to demonstrate its commitment to supporting UNS’s vision of becoming a World Class University. In a written statement, the Head of PDIE, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., explained that the joint supervision program is designed to help improve the quality of academic publications produced by PDIE FEB UNS students.

    Aside from enhancing publication quality, the joint supervision program also aims to provide international exposure for PDIE students, maintain established international partnerships between UNS and overseas higher education institution partners, and expand international research networks through direct academic activities in the form of examination and supervision by external co-supervisors. The program also contributes to accelerating UNS’s global academic reputation in line with its World Class University agenda. In 2024, the Study Program selected three doctoral students—Faris Shalahuddin Zaky, Siti Nurlaela, and Kiswanto—to participate in the joint supervision program.

    Faris Shalahuddin Zaky is conducting research on the role of intellectual capital and Sharia governance in zakat performance. He has published an article entitled “Sharia Governance and Organizational Performance in Zakat Management Organization: Evidence from Indonesia,” while his three additional articles are currently under review and revision. His upcoming publications include studies on the role of Sharia Supervisory Board diversity in zakat performance and customer capital efficiency in zakat performance.

    Siti Nurlaela is pursuing research on corporate social responsibility (CSR) research interests. She has one article currently undergoing review and revision, with upcoming publications focusing on the effect of political connections and CSR on financial performance, as well as studies on good corporate governance and environmental, social, and governance (ESG) factors in relation to financial performance.

    Meanwhile, Kiswanto’s research focuses on corporate internet reporting. He has two articles under review and revision, with planned publications entitled “Corporate Internet Reporting in the ASEAN Banking Sector” and “A Comparison of Corporate Internet Reporting in Asian Countries.”

    Furthermore, she reveals that joint supervision is most effective when conducted with professors who have published in top-tier international journals or journals ranked ABS 4; have published ABS 4–ranked articles with their former doctoral supervisors and former doctoral students; and have collaborated with leading scholars in specific fields. Invited professors are also expected to have managerial experience at universities holding triple crown accreditation.

    Prof. Andrea Moro from Cranfield University, United Kingdom, was selected to take part in the joint supervision program as the co-supervisor for Faris Shalahuddin Zaky, while Prof. Dr. Corina Joseph serves as co-supervisor for Siti Nurlaela and Kiswanto. The joint supervision activities were conducted virtually via Zoom to provide feedback on article drafts, as well as through email correspondence. In addition, the Study Program invited Prof. Andrea Moro and Prof. Dr. Corina Joseph for a four-day visit to deliver workshops and provide direct academic supervision.