FEB

Kategori: fakultas

  • Mahasiswa FEB UNS Raih Best Favorite Video Presentation di Ajang Internasional TICEMBA 2025

    Mahasiswa FEB UNS Raih Best Favorite Video Presentation di Ajang Internasional TICEMBA 2025

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS). Siti Marlina, mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS, berhasil meraih penghargaan Best Favorite Video Presentation dalam ajang Tidar International Conference on Economics, Management, Business, and Accounting (TICEMBA) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Tidar (FE Untidar) pada Kamis, 30 Oktober 2025.

    Konferensi internasional yang digelar secara hybrid di Gedung Kuliah Umum (GKU) dr. H.R. Suparsono tersebut diikuti oleh 269 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, terdiri atas 200 peserta luring dan 69 peserta daring.

    Dengan mengusung tema “Sustainable Development in Changing World: Challenges, Solutions, and Collaborations,” TICEMBA 2025 menjadi wadah penting bagi kolaborasi akademik lintas bidang dalam menghadapi tantangan ekonomi global di era perubahan.

    Dalam ajang ini, Marlin, sapaan akrabnya, mempresentasikan karya ilmiah berjudul “Do AI and FinTech Drive Sustainable Finance in Indonesia? A Systematic Literature Review Insight.” Artikel tersebut mengulas peran Artificial Intelligence (AI) dan Financial Technology (FinTech) dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan (sustainable finance) di Indonesia melalui pendekatan Systematic Literature Review yang dilengkapi analisis bibliometrik menggunakan VOSviewer dan metode PRISMA.

    Kepada feb.uns.ac.id,  Marlin menjelaskan bahwa risetnya berupaya menyoroti kontribusi teknologi terhadap penguatan ekonomi hijau.

    “AI dan FinTech memiliki peran besar dalam mempercepat inklusi keuangan dan mendorong praktik ekonomi yang berkelanjutan. Melalui teknologi, proses penyaluran dana, penilaian risiko, hingga pengelolaan investasi hijau bisa dilakukan lebih efisien dan transparan,” terangnya.

    Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa integrasi teknologi dan keberlanjutan menjadi kunci dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional serta mempercepat transisi Indonesia menuju sistem keuangan digital yang inklusif dan ramah lingkungan.

    Dalam proses presentasi, Marlin mengusung konsep video yang komunikatif dan menarik (link: https://www.youtube.com/watch?v=9rzWl3P7Q_Y).

    “Konsep video saya dibuat dengan tata bahasa ringan dan gaya storytelling agar tidak membosankan. Saya ingin audiens merasa seperti diajak bercerita, bukan sekadar mendengarkan presentasi formal. Saya juga menambahkan subtitle agar penonton lebih mudah memahami pesan yang saya sampaikan,” ungkapnya.

    Ajang TICEMBA 2025 menjadi pengalaman berharga bagi Siti Marlina karena merupakan konferensi internasional pertamanya.

    “Saya sangat senang bisa bertemu banyak orang luar biasa dari berbagai latar belakang. Meskipun banyak peserta dari kalangan dosen dan pascasarjana, saya justru semakin termotivasi untuk belajar dan berani tampil,” ujarnya.

    Keberhasilan ini juga didukung oleh bimbingan dosen FEB UNS, Ayya Agmulia Asmarani Islam, S.E., M.E.

    “Saya mendapat banyak arahan dan bimbingan dari Bu Ayya sejak awal menulis paper hingga persiapan konferensi. Bimbingan beliau sangat berarti dalam memperdalam pemahaman riset dan mempersiapkan diri sebagai presenter,” tambahnya.

    Bagi Marlin, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus berkembang di bidang akademik.

    “Penghargaan ini saya anggap sebagai apresiasi sekaligus dorongan untuk terus berkontribusi melalui riset. Ke depan, saya ingin meneliti lebih jauh tentang keterkaitan antara ekonomi, teknologi, inklusi keuangan, dan keberlanjutan,” tuturnya.

    Prestasi ini menunjukkan semangat riset mahasiswa FEB UNS dalam menjawab isu-isu ekonomi global dengan pendekatan ilmiah dan berbasis data.

    Melalui ajang TICEMBA 2025, Marlin tidak hanya membawa nama baik FEB UNS, tetapi juga memperkuat reputasi akademik Universitas Sebelas Maret di bidang riset ekonomi digital, keuangan berkelanjutan, dan teknologi keuangan.

    Pencapaian ini juga sejalan dengan komitmen UNS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam mendukung ekonomi inklusif, inovasi teknologi, dan pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan.

  • Kontribusi Tim Pakar dalam Pra Uji Kelayakan Hilirisasi Teknologi Batik Ulu Bengkulu

    Kontribusi Tim Pakar dalam Pra Uji Kelayakan Hilirisasi Teknologi Batik Ulu Bengkulu

    Batik Ulu sebagai warisan budaya Bengkulu terus dikembangkan melalui kajian komprehensif yang dilakukan Tim Pakar Program Hilirisasi Riset Prioritas – Dorongan Teknologi. Kajian ini menilai kesiapan teknologi, potensi pasar, kepatuhan regulasi, kelayakan finansial, serta model bisnis untuk memperkuat peluang komersialisasi Batik Ulu di masa mendatang. Program hilirisasi dilaksanakan selama 3 bulan, September hingga Desember 2025

    Kegiatan yang digelar ini melibatkan para peneliti lintas disiplin dari berbagai perguruan tinggi, dengan peran signifikan dari masing-masing pakar dan Universitas Bengkulu sebagai mitra.

    Salah satu kontributor utama, Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) memegang peranan strategis pada aspek keuangan, investasi, dan manajemen risiko. Kepakaran Prof. Rahmawati sangat dibutuhkan untuk menganalisis struktur biaya produksi, estimasi kebutuhan investasi, proyeksi kelayakan finansial, hingga mitigasi risiko usaha UMKM batik.

    Pengalamannya dalam kajian keuangan UMKM dan kepemilikan berbagai karya HKI terkait batik memperkuat kualitas metodologi dan rekomendasi yang dihasilkan tim.

    Selain Prof. Rahmawati, tim pakar juga terdiri dari Dr. Siti Nurlaela, M.Si., Ak., CA. (Ketua), kepakaran model bisnis dan pasar batik, Dr. Ismiyanto, SH., MH., kepakaran legal, regulasi, dan HKI; Ratna Endah Santosa, S.Sn., M.Sn., kepakaran desain batik dan seni tekstil, Prof. Endang Dwi Amperawati, M.M., kepakaran pemasaran dan komersialisasi produk

    Dalam kajian ini, Prof. Rahmawati terutama terlibat pada analisis kelayakan finansial dan perumusan struktur biaya dalam pengembangan teknologi baru Batik Ulu, kajian risiko finansial terkait penggunaan teknologi pewarna dan pemanas baru, termasuk pemanfaatan pewarna alami bubuk tulang sapi, penguatan manajemen keuangan UMKM, khususnya melalui pelatihan digitalisasi akuntansi dan penyusunan dashboard penjualan, evaluasi hasil uji lapangan terbatas dan uji lapangan luas, untuk memastikan efisiensi biaya dan potensi peningkatan margin bagi perajin.

    Rangkaian kegiatan tim juga meliputi FGD, pemetaan masalah, pengembangan teknologi produksi, pelatihan HKI dan merek dagang, hingga penyusunan motif baru. Semua proses dilaksanakan bersama Bappeda Kabupaten Bengkulu dan UKM Batik Ulu guna memastikan solusi yang ditawarkan dapat diimplementasikan langsung di lapangan.

    Kajian ini diharapkan menghasilkan model hilirisasi Batik Ulu yang inovatif, layak secara finansial, dan mampu meningkatkan daya saing UMKM, dengan kontribusi analitis dari Prof. Rahmawati yang memastikan setiap rekomendasi memiliki dasar keuangan yang kuat dan berkelanjutan.

    Kegiatan ini mendukung SDG 8 (Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), serta SDG 12 (Produksi Berkelanjutan) melalui penguatan UMKM, inovasi teknologi, dan pelestarian budaya.

  • FEB UNS Terima Kunjungan FEB Universitas Cenderawasih Jayapura

    FEB UNS Terima Kunjungan FEB Universitas Cenderawasih Jayapura

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan studi banding dari FEB Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura.

    Pertemuan yang berlangsung di Ruang Sidang I Gedung Soeharno TS, 6 November 2025 ini disambut langsung oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. dan jajaran pimpinan yang lain serta staf.

    Kunjungan tersebut bertujuan memperkuat kerja sama dalam pengembangan akademik, kemahasiswaan, dan tata kelola fakultas. Acara diawali dengan pemaparan profil program studi FEB UNS, dilanjutkan diskusi terbuka yang dipandu jajaran pimpinan fakultas.

    Dalam sambutannya, Prof. Bhimo menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga. Ia menyampaikan bahwa setiap fakultas memiliki kekhasan riset yang dapat saling melengkapi.

    Kami sangat terbuka untuk berdiskusi dan bekerja sama. Tanpa kolaborasi, perkembangan akan sulit dicapai. Silaturahmi dan kerja sama sangat dibutuhkan, apalagi banyak topik riset di wilayah timur yang unik dan tidak kami temui di sini ujarnya.

    Sementara itu, Dr. Agustinus Numberi, S.E., M.M., Wakil Dekan I FEB Universitas Cenderawasih, menyampaikan bahwa pihaknya datang untuk mempelajari praktik akademik, kemahasiswaan, hingga layanan keuangan di FEB UNS.

    Kami juga sedang membangun zona integritas, sehingga ingin belajar bagaimana UNS menerapkan pelayanan satu pintu dan pengelolaan administrasi yang efektif. Selain itu, kami melihat banyak peluang kolaborasi penelitian, terutama yang terkait budaya dan pengembangan SDM terangnya.

    Ia juga menjelaskan bahwa FEB UNCEN memiliki tiga jurusan dengan delapan program studi, mencakup jenjang S1, S2, dan S3, yang saat ini seluruhnya berakreditasi “Baik Sekali”, serta tengah mempersiapkan akreditasi lanjutan untuk beberapa program studi.

    Diskusi berlangsung hangat dan membuka peluang kerja sama lebih luas antara kedua fakultas, baik dalam pendidikan, penelitian, maupun pengembangan kapasitas institusi.

    Pertemuan ini juga berkontribusi pada upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait pendidikan berkualitas dan kemitraan dalam pembangunan.

  • FEB UNS Kolaborasi dengan Brida Jateng Lakukan Riset Program Makan Bergizi Gratis di Tiga Wilayah Jawa Tengah

    FEB UNS Kolaborasi dengan Brida Jateng Lakukan Riset Program Makan Bergizi Gratis di Tiga Wilayah Jawa Tengah

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan kontribusi nyata dalam penelitian kebijakan publik melalui kolaborasinya dengan Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) Jawa Tengah.

    Kerja sama ini menghasilkan riset mendalam terkait implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah program strategis yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendukung pendidikan, mengurangi beban ekonomi keluarga, dan memperkuat pemanfaatan pangan lokal.

    Tim peneliti FEB UNS dipimpin oleh Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si, bersama Dewi Ismoyowati, S.E., M.Ec.Dev, Dr. Nurul Istiqomah, S.E., M.Si, serta beberapa mahasiswa.

    Dalam penelitian ini, tiga wilayah dipilih sebagai sampel, yaitu Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, dan Kota Pekalongan.

    Melalui pendekatan akademik yang komprehensif, FEB UNS mengkaji bagaimana program MBG berjalan di lapangan, khususnya terkait ketersediaan bahan pangan lokal dan dinamika pemenuhan kebutuhan gizi sasaran.

    Temuan FEB UNS mengungkap bahwa pelibatan produsen lokal dalam penyediaan pangan untuk program MBG masih belum optimal, sehingga perlu didorong melalui perbaikan efisiensi distribusi bahan pangan dan penguatan kemitraan antara pemerintah daerah, penyedia pangan, dan pemangku kepentingan terkait.

    Selain itu, rekomendasi penelitian juga menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pendukung, pembinaan stakeholder, pengelolaan limbah organik dan anorganik, serta edukasi gizi dan kesehatan, sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN).

    Riset ini memperlihatkan kondisi pelaksanaan MBG di Jawa Tengah yang terus berkembang. Hingga Oktober 2025, telah terbentuk 1.596 Satuan Penyediaan Pangan dan Gizi (SPPG), atau 49,4 persen dari total kabupaten/kota. Data tersebut menjadi landasan penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat strategi pelaksanaan MBG, terutama dalam meningkatkan kemandirian daerah dalam pemenuhan pangan bergizi.

    Melalui keikutsertaan dalam riset ini, FEB UNS menegaskan peran aktifnya sebagai mitra strategis pemerintah dalam penyusunan kebijakan berbasis data. Kontribusi ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan mengenai pengentasan kelaparan, peningkatan kesehatan dan kesejahteraan, serta penguatan kemitraan dalam pembangunan.

     

  • FEB UNS Perluas Jejaring Riset: Hadirkan Akademisi Malaysia

    FEB UNS Perluas Jejaring Riset: Hadirkan Akademisi Malaysia

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret UNS) menghadirkan empat akademisi dari universitas terkemuka di Malaysia dalam rangka memperkuat kolaborasi penelitian dan pengembangan jejaring internasional, Jumat 31 Oktober 2025.

    Para akademisi Malaysia tersebut yakni Prof. Law Siong Hook (School of Business and Economics, Universiti Putra Malaysia), Prof. Mohamad Fazli Sabri (Fakulti Teknologi Manusia, Universiti Putra Malaysia), Dr. Fakarudin Bin Kamarudin (School of Business and Economics, Universiti Putra Malaysia) dan Dr. Nazratul Aina binti Mohd Anwar (Universiti Sains Islam Malaysia).

    Kehadiran akademisi Malaysia disambut baik oleh Dekan FEB UNS Prof. Bhimo Rizky Samudro, Wakil Dekan Nonakademik, Sutaryo, Ph.D, Putra Pamungkas, Ph.D. Kepala PUI Center for Fintech and Banking, Arum Setyowati, Ph.D., serta Linggar Ikhsan Nugroho, M.Ec.Dev.

    Kepada feb.uns.ac.id, Prof. Bhimo menjelaskan bahwa hubungan FEB UNS dengan para akademisi Malaysia sebenarnya telah terjalin cukup lama, baik melalui kegiatan riset bersama, pendampingan mahasiswa, hingga interaksi personal antar dosen.

    “Beberapa kolega dari Malaysia ini sudah lama berkolaborasi dengan kami, terutama melalui PUI Fintech. Bahkan beberapa di antaranya menjadi pembimbing mahasiswa S2 dan S3. Pertemuan kemarin lebih untuk memperkuat jejaring yang sudah ada dan mendorongnya agar semakin terlembagakan,” ujar Prof. Bhimo.

    Ia menambahkan bahwa Universiti Putra Malaysia (UPM)  telah terakreditasi AACSB di bidang bisnis. UPM menjadi universitas pertama di Malaysia yang mendapatkan akreditasi ini untuk Fakulti Ekonomi dan Pengurusan (sekarang menjadi Putra Business School), dan hal ini menjadi momentum penting bagi FEB UNS yang sedang mengajukan Eligibility Application sebagai langkah awal menuju akreditasi internasional tersebut.

    Dalam proses persiapan AACSB, FEB UNS membutuhkan mitra internasional yang dapat memberikan masukan, pendampingan informal, dan review dokumen. Kehadiran akademisi UPM yang telah berulang kali berinteraksi dengan FEB UNS membuka peluang tersebut.

    “Mereka sudah sering hadir, sudah terlibat riset bersama, secara informal kami mendapatkan masukan terhadap penyusunan dokumen AACSB hingga review proses yang sedang kami jalankan,” jelas Prof. Bhimo.

    Selain pertemuan resmi, para akademisi Malaysia juga menjadi pengisi kuliah umum dan workshop, yang mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa dan dosen. Diskusi intens terjadi khususnya di kelas S2 dan S3 ketika membahas metodologi riset.

    “Mahasiswa sangat antusias. Banyak diskusi muncul, dan itu membuka peluang kolaborasi riset baru. Kolega dari Malaysia sendiri juga membutuhkan publikasi kolaboratif, dan Indonesia menjadi mitra yang sangat terbuka,” tambahnya.

    Dalam waktu dekat, FEB UNS akan melanjutkan tahapan penyempurnaan dokumen AACSB. Tim kini menargetkan penyelesaian dokumen kelengkapan pada pertengahan November, disusul dengan review menyeluruh sebelum kembali diajukan pada April mendatang.

    Selain itu, kerja sama riset yang selama ini berjalan secara personal akan mulai diformalkan dalam database institusi, sehingga seluruh aktivitas kolaboratif terdokumentasi dan dapat mendukung akreditasi maupun pengembangan fakultas ke depan.

    Pertemuan ini menegaskan komitmen FEB UNS untuk memperluas jejaring riset internasional, mendorong kualitas pendidikan, serta memperkuat kerja sama lintas negara. Upaya ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek Pendidikan Berkualitas (SDG 4) dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17).

  • FEB UNS dan FEB Universitas Jember Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

    FEB UNS dan FEB Universitas Jember Jalin Kerja Sama Strategis untuk Penguatan Tridharma Perguruan Tinggi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan resmi dari FEB Universitas Jember (UNEJ) dalam rangka pertemuan dan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Senin 27 Oktober 2025.

    Acara berlangsung di Ruang Sidang Dekan FEB UNS dan dihadiri oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, serta Dekan FEB UNEJ, Prof. Istifada. Turut hadir pula Ketua Program Studi (Kaprodi) S1 Manajemen, Dr. Sinto Sunaryo dan Kaprodi S1 Akuntansi Prof. Doddy Setiawan.

    Penandatanganan PKS ini menjadi tonggak baru bagi kedua fakultas untuk memperkuat sinergi dalam pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Dari pihak UNS, fokus utama kolaborasi diarahkan pada penelitian, pengembangan kolaborasi akademik, dan pengabdian kepada masyarakat.

    Prof. Bhimo mengungkapkan bahwa kerja sama antara FEB UNS dan FEB UNEJ sebenarnya telah terjalin sejak lama, namun sifatnya masih personal, seperti kegiatan pengujian eksternal maupun undangan mengisi seminar.

    Melalui PKS ini, seluruh kolaborasi tersebut akan dilembagakan, sejalan dengan kebijakan baru rektorat yang menekankan pentingnya penertiban rekam jejak kegiatan kolaboratif antara dosen UNS dan pihak eksternal.

    Sebelumnya, kedua fakultas juga pernah melaksanakan pertukaran mahasiswa pada masa program MBKM, terutama ketika perkuliahan masih berlangsung secara daring. Seiring kondisi yang berubah, fokus kolaborasi kini lebih diarahkan pada riset bersama dan pengabdian masyarakat yang dinilai lebih relevan dan berkelanjutan.

    Menurut Prof. Bhimo, FEB UNEJ memiliki keunggulan akademik yang dapat memperkaya kerja sama, khususnya dalam bidang ilmu ekonomi. FEB UNEJ memiliki spesialisasi pada ekonomi perkebunan, sebuah bidang keilmuan yang belum tersedia di FEB UNS dan menjadi ciri khas riset dan pengajaran di UNEJ.

    “Dari pengalaman saya bekerja sama dengan mereka, FEB UNEJ memiliki kekhasan riset di bidang ekonomi perkebunan. Ini tentu dapat saling melengkapi dan membuka peluang kolaborasi topik-topik yang lebih spesifik,” jelasnya.

    Saat ini UNEJ berstatus PTN BLU dan sedang dalam proses menuju PTN-BH. Pada kesempatan ini, pihak UNEJ menyampaikan ketertarikan untuk belajar dari pengalaman UNS dalam pengelolaan organisasi, tata kelola perguruan tinggi, serta model transformasi menuju institusi berbadan hukum.

    Selain itu, diskusi yang berlangsung juga membuka peluang munculnya gagasan riset baru. Prof. Bhimo mencontohkan bahwa isu-isu seperti ekonomi petani garam yang dibahas saat pertemuan mampu memberi inspirasi riset yang bisa digarap bersama.

    Kedua fakultas sepakat bahwa kerja sama terstruktur ini akan memberikan manfaat besar bagi penguatan kualitas pendidikan, riset, serta kontribusi sosial masyarakat.

    Kerja sama ini sekaligus mendukung komitmen kedua institusi dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan pembangunan berkelanjutan, yang selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, kemitraan untuk mencapai tujuan, dan penguatan kapasitas institusi.

  • Bahas Data Envelopment Analysis, GRISKA dan P4M Hadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin dari Universiti Putra Malaysia

    Bahas Data Envelopment Analysis, GRISKA dan P4M Hadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin dari Universiti Putra Malaysia

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) berkolaborasi dengan Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Advancing Research Capacity: From Data Envelopment Analysis to Reputable Publications.”

    Workshop and Talk Session tersebut menghadirkan Assoc. Prof. Fakarudin Kamarudin, PhD., dari Universiti Putra Malaysia yang merupakan pakar dalam analisis data menggunakan metode Data Envelopment Analysis (DEA).

    Membuka paparan materinya, Assoc. Prof. Fakarudin menjelaskan terkait konsep produktivitas dan efisiensi, dimana sebuah perusahaan yang memiliki output dengan kuantitas yang lebih besar bisa saja tidak efektif. “Jika kita diberikan informasi lebih, yaitu data terkait sumberdaya (input) yang digunakan, maka kita bisa melihat bahwa perusahaan yang memiliki input lebih kecil dengan output tertentu bisa jadi lebih efisien dibandingkan dengan perusahaan dengan output yang besar dan input yang besar pula,” jelas Dr. Faka.

    Oleh karena itu, menurut Dr. Faka, DEA adalah tools yang cocok digunakan untuk mengukur efisiensi dimana terdapat multiple input dan output. Meskipun begitu, penggunaan DEA tidak hanya terbatas pada sektor keuangan.

    Hal ini kemudian dikuatkan dengan paparan menyeluruh terkait sejarah perkembangan DEA dari awal dicetuskan oleh W. Cooper di tahun 1978. Seiring perkembangannya DEA mulai diterapkan di berbagai sektor seperti penilaian efisiensi sekolah (pendidikan), rumah sakit (kesehatan), dan pengadilan (hukum).

    “Sehingga DEA ini tidak hanya digunakan di sektor keuangan saja, dia bisa digunakan di multidisiplin ilmu selama kita bisa menentukan input, output, dan decision making unit dari subjek riset kita,” jelas Dr. Faka.

    Lebih lanjut, Dr. Faka menjelaskan bahwa DEA dikembangkan sebagai metode untuk menilai komparasi efisiensi dari unit organisasi contohnya kantor cabang bank, sekolah, rumah sakit, dll. Efisiensi tersebut menunjukkan penurunan penggunaan sumber daya (input) tanpa mengurangi atau menurunkan kuantitas output, atau sebaliknya peningkatan output tanpa adanya penambahan sumberdaya.

    Lebih jauh lagi, dalam penggunaan DEA, peneliti biasanya menganalisis lebih dari sekedar penilaian efisiensi, contohnya penelitian yang dilakukan biasanya akan meneliti praktik operasi seperti apa yang kemudian dapat diterapkan untuk meningkatkan performa perusahaan/unit.

    “Dalam menggunakan DEA terdapat dua pendekatan yaitu pendekatan input dan output. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa DEA ini tidak menguji pengaruh dari satu variabel ke variabel lain. Sehingga kita perlu mengingat bahwa tidak ada metode analisis yang bisa digunakan untuk semua tujuan, kita perlu menyesuaikan alat analisis yang digunakan dengan tujuan kita,” ungkap Dr. Faka.

    Sesi Guest Lecture yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut dihadiri oleh dosen FEB UNS dari berbagai jurusan baik secara daring melalui Zoom Cloud Meeting maupun secara langsung di Ruang 5503 Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Workshop berlangsung interaktif, peserta yang hadir dengan aktif mendiskusikan berbagai topik terkait penerapan DEA pada proses penelitian yang sedang ataupun akan dilakukan.

  • Orasi Purnabakti: Prof. Dr. Tulus Haryono Tekankan Pentingnya Citra Positif ASN

    Orasi Purnabakti: Prof. Dr. Tulus Haryono Tekankan Pentingnya Citra Positif ASN

    “Nyambut gawe sing penting jeneng, mengko jenang teko dewe,” artinya bekerja yang penting nama baik, nanti rezeki akan datang sendiri. Pepatah Jawa ini menjadi pesan yang disampaikan oleh Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek., Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) dalam orasi kehormatan purnabakti profesor, Selasa 4 November 2025.

    Dalam orasinya yang berjudul Membangun Citra Positif Pelayanan Publik Berdasarkan Pelayanan Prima di Era Digital, Prof. Tulus menegaskan bahwa integritas dan citra positif merupakan fondasi utama bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan publik yang bermartabat dan dipercaya masyarakat.

    Menurutnya, membangun citra positif bukan sekadar persoalan penampilan, tetapi refleksi dari tanggung jawab moral dan profesional seorang ASN.

    “Citra positif yang kita miliki akan memengaruhi cara orang lain memandang dan berinteraksi dengan kita. Jika kita bekerja dengan baik dan penuh tanggung jawab, kepercayaan publik akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Prof. Tulus.

    Dalam paparannya, Prof. Tulus menjelaskan lima langkah efektif dalam membangun citra positif, yaitu mengenali persepsi diri, meningkatkan kualitas komunikasi, memperhatikan penampilan fisik dan profesionalitas, menyadari kekuatan serta batas diri, dan mampu mengelola kesalahan serta kegagalan dengan bijak.

    Ia menekankan bahwa ASN harus menanamkan nilai-nilai pelayanan prima, ramah, sopan, tanggap, dan penuh kepedulian dalam setiap bentuk pelayanan kepada masyarakat.

    Memasuki era digital, Prof. Tulus menilai kecepatan dan efisiensi pelayanan publik harus diimbangi dengan human touch yang menjaga rasa empati. Di dunia pendidikan, penerapan sistem digital seperti SIAKAD, SISTER, serta komunikasi melalui email, WhatsApp, dan Zoom perlu diiringi dengan etika dan tanggung jawab profesional.

    “Teknologi memang mempercepat pelayanan, tetapi jangan sampai menghilangkan sentuhan manusiawi. ASN tetap harus hadir dengan keramahan dan integritas,” tegas guru besar telah mengabdi di UNS selama lebih dari empat dekade..

    “Saya bersyukur dapat menuntaskan pengabdian ini dengan baik. Semoga apa yang telah saya lakukan menjadi bagian kecil dari perjalanan besar UNS menuju universitas berkelas dunia,” tutup Prof. Tulus dalam orasinya.

    Pesan dalam orasi Prof. Tulus sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-16: Peace, Justice, and Strong Institutions. Upaya membangun citra positif, profesionalisme, dan pelayanan publik yang prima mencerminkan komitmen terhadap tata kelola yang transparan, berintegritas, dan berkeadilan, fondasi bagi lembaga yang tangguh dan berkelanjutan.

    Perjalanan dan Pengabdian Panjang

    Prof. Dr. Tulus Haryono dikenal sebagai salah satu arsitek sistem jaminan mutu UNS dan berperan besar dalam peningkatan akreditasi institusi hingga meraih peringkat “Unggul.”

    Sepanjang kariernya, Prof. Tulus telah membimbing lebih dari 200 mahasiswa S1, 125 mahasiswa S2, dan 50 mahasiswa S3, serta menulis 26 buku dan puluhan publikasi ilmiah. Ia juga aktif sebagai asesor BAN-PT.

    Apresiasi dari Dekan FEB UNS

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya terhadap kiprah panjang Prof. Tulus yang disebut sebagai salah satu figur penting dalam sejarah fakultas.

    “Prof. Tulus bukan hanya senior dan guru bagi kami, tetapi juga fondasi bagi berkembangnya FEB UNS hingga seperti sekarang. Banyak nilai dan sistem yang beliau bangun, terutama dalam jaminan mutu, menjadi tonggak penting bagi kemajuan fakultas,” ujarnya.

    Prof. Bhimo juga menekankan bahwa keteladanan Prof. Tulus menjadi inspirasi bagi generasi muda dosen dalam menegakkan profesionalisme dan integritas akademik.

    “Beliau mengajarkan bahwa bekerja di dunia pendidikan bukan sekadar memenuhi kewajiban, tetapi bentuk pengabdian yang luhur. Semangat itu yang ingin terus kami warisi,” tambahnya.

    Ketua Dewan Profesor UNS Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D. turut memberikan apresiasi, menyebut Prof. Tulus sebagai sosok yang “tulus, tekun, dan visioner” dalam mengabdi kepada universitas.

    Di acara yang digelar oleh Dewan Profesor UNS tersebut, dilaksanakan pula prosesi simbolis penyerahan tongkat estafet dari Prof. Tulus kepada kolega muda Pram Suryanadi, S.E., M.Si., sebagai simbol penerusan semangat pengabdian dan regenerasi akademik.

  • Analisis Spasial Dalam Ekonometri: FEB UNS Hadirkan Prof. Siong Hook Law

    Analisis Spasial Dalam Ekonometri: FEB UNS Hadirkan Prof. Siong Hook Law

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi bersama Center for Fintech and Banking (UNS Fintech Center) menyelenggarakan Guest Lecture bertajuk “Spatial Durbin Model and Spatial Autoregressive Model” dengan menghadirkan Prof. Siong Hook Law, dari Universiti Putra Malaysia.

    Gelaran yang dilaksanakan pada hari Jum’at, 31 Oktober 2025 tersebut dihadiri oleh lebih dari 20 mahasiswa dari program magister, doktoral, serta dosen FEB UNS.

    Diskusi terkait analisis spasial tersebut bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada para mahasiswa yang mungkin akan menggunakan alat analisis tersebut dalam tesis dan disertasi mereka.

    Bertempat di Ruang 4103 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS, Prof. Law mengawali pembahasan dengan penjelasan terkait heterogenitas dan ketergantungan spasial.

    Kedua aspek tersebut menjadi titik awal mengapa analisis berbasis spasial menjadi penting.

    “Ketika kita melakukan analisis data yang mencakup data lokasi, terdapat teori yang menyatakan bahwa kota/region yang berdekatan sebenarnya lebih terkait (dependent) dibandingkan dua region yang jaraknya lebih jauh,” jelas Prof. Law.

    Lebih lanjut jarak lokasi antar dua region memiliki dua implikasi. Pertama tiap region bisa memiliki karakteristik berbeda (heterogenitas) dan juga ketergantungan. Dalam konteks ini, ekonometri spasial bertujuan untuk menghitung estimasi dan menguji model ekonometri yang mencakup beberapa daerah region. Analisis ini lalu berkembang setelah munculnya GIS.

    Pembahasan terkait analisis spasial dalam workshop kali ini mencakup beberapa sub-topik seperti perbedaan antara Spatial Autoregressive (SAR), Spatial Durbin Model (SDM), dan Spatial Error Model (SER).

    Prof. Law juga mengajarkan cara interpretasi hasil dari efek langsung, tidak langsung, dan efek total, diagnostics test, dan penyusunan implikasi kebijakan.

    “Dalam menginterpretasi hasil, efek langsung menunjukkan efek regional, efek tidak langsung menunjukkan efek spill-over, yaitu efek turunan dari region terdekat, sementara efek total merujuk pada efek gabungan dari efek langsung dan tidak langsung,” jelas Prof. Law.

    Selain menyampaikan materi, Prof. Law juga menunjukkan latihan (hand-ons training) dalam penggunaan analisis spasial menggunakan program STATA.

    Dalam hal ini implikasi riset spasial dapat digunakan untuk mengidentifikasi dan menyusun saran untuk targeted intervensi, menentukan dukungan pembangunan inklusif yang berkelanjutan berdasarkan lokasi, serta membimbing koordinasi pada tingkat nasional dan regional.

    Sesi workshop tersebut ditutup dengan diskusi antara Prof. Law dan peserta yang tertarik untuk menggunakan analisis tersebut dalam tesis dan diseminasinya.

    Kegiatan ini sejalan dengan upaya FEB UNS dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada tujuan ke-9 (Inovasi dan Infrastruktur), tujuan ke-11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta tujuan ke-17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi akademik lintas negara dan peningkatan kapasitas riset berbasis data spasial

  • FEB UNS Hadirkan Prof. Mohamad Fazli Sabri Bahas Financial Literacy, Financial Behaviour, dan Financial Well-Being

    FEB UNS Hadirkan Prof. Mohamad Fazli Sabri Bahas Financial Literacy, Financial Behaviour, dan Financial Well-Being

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan UNS Fintech Center menyelenggarakan kuliah tamu bertajuk “Sustaining Financial Well-Being: Do Financial Literacy, Financial Behaviour, and Financial Education Matter?” dengan menghadirkan Prof. Mohamad Fazli Sabri dari Universiti Putra Malaysia (UPM).

    Acara yang berlangsung di Ruang 4202 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS ini dihadiri oleh mahasiswa program magister, doktoral, serta para dosen. Kuliah tamu ini bertujuan memperluas wawasan sivitas akademika mengenai pentingnya literasi keuangan, perilaku keuangan, dan pendidikan keuangan dalam membentuk kesejahteraan finansial berkelanjutan.

    Dalam paparannya, Prof. Fazli Sabri menjelaskan bahwa kesejahteraan finansial tidak hanya diukur dari tingkat pendapatan, tetapi juga kemampuan seseorang dalam mengelola keuangan, menghadapi tekanan ekonomi, serta mencapai tujuan finansial jangka panjang.

    “Financial well-being is not just about having enough money, but about having control, confidence, and the freedom to make sound financial decisions,” ujarnya.

    Berdasarkan hasil riset di Malaysia, indeks literasi keuangan masyarakat (MYFLIC Index) mengalami peningkatan dari 56,5 pada 2015 menjadi 59,1 pada 2024. Meski demikian, tingkat perilaku keuangan dan sikap terhadap pengelolaan keuangan cenderung menurun, menunjukkan masih adanya kesenjangan antara pengetahuan dan praktik.

    Prof. Fazli juga menyoroti bahwa sekitar 1 dari 4 masyarakat Malaysia mengalami kekurangan dana akibat meningkatnya biaya hidup, serta tingginya kasus kebangkrutan yang didominasi oleh kelompok usia produktif. Dalam konteks ini, literasi dan perilaku keuangan yang baik berperan penting dalam membangun daya tahan ekonomi individu dan keluarga.

    Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya pendekatan perilaku (behavioural approach) dalam pendidikan keuangan agar masyarakat tidak hanya tahu, tetapi juga mampu bertindak secara finansial bijak.

    “Financial literacy must be activated through behaviour. Knowledge alone is not enough without good financial habits,” jelasnya.

    Melalui kuliah tamu ini, peserta diajak memahami hubungan antara pendidikan keuangan, perilaku keuangan, dan kesejahteraan finansial, serta bagaimana literasi digital dan inovasi teknologi keuangan dapat memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat di era modern.

    Kegiatan ini juga menjadi wujud komitmen FEB UNS dalam mendukung capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui peningkatan literasi keuangan, perilaku keuangan yang bertanggung jawab, dan inklusi finansial yang berkelanjutan.