FEB

Kategori: fakultas

  • Tingkatkan Publikasi Internasional, P4M FEB UNS Adakan Webinar dan Pendampingan

    Tingkatkan Publikasi Internasional, P4M FEB UNS Adakan Webinar dan Pendampingan

    Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan “Webinar dan Pendampingan: Accelerating Research Visibility, Pendampingan Publikasi pada Jurnal Internasional Bereputasi untuk Dosen FEB UNS”.

    Kegiatan ini merupakan upaya strategis fakultas dalam meningkatkan kualitas dan visibilitas riset sivitas akademika di kancah nasional maupun internasional.

    Webinar yang mengangkat tema “Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA” ini menghadirkan dua narasumber berkompeten, yaitu Dr. Widya P., S.E., M.Sc. (Bidang Bisnis dan Manajemen) dan Novat Pugo S., S.E., MIDEC., Ph.D. (Bidang Ekonomi). Keduanya berbagi pengalaman dan strategi publikasi yang efektif untuk memperkuat kualitas artikel ilmiah dosen dan mahasiswa FEB UNS.

    Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 10 Oktober 2025 melalui Zoom Meeting terbagi dalam beberapa ruang zoom agar diskusi lebih interaksi aktif antara peserta dengan mentor, baik dalam bentuk presentasi, diskusi kelompok, maupun sesi pendampingan langsung terhadap draft artikel peserta.

    Melalui pembagian kelompok pendampingan yang terdiri atas dosen dan mahasiswa dari program studi Ekonomi Pembangunan, Manajemen, dan Akuntansi, peserta memperoleh kesempatan untuk mendapatkan review, masukan teknis, serta arahan publikasi ke jurnal bereputasi.

    Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen FEB UNS untuk memperkuat budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan akademik, sekaligus menyiapkan dosen agar lebih adaptif terhadap tuntutan World Class University.

    Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat SDGs (Sustainable Development Goals), khususnya Tujuan 4: Pendidikan Berkualitas dan Tujuan 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui peningkatan kapasitas penelitian dan penyebaran ilmu pengetahuan yang berdaya saing global.

  • FEB UNS Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing BNSP: Wujudkan Lulusan Siap Kerja dan Kompeten di Era Digital

    FEB UNS Selenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Digital Marketing BNSP: Wujudkan Lulusan Siap Kerja dan Kompeten di Era Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Pelatihan dan Sertifikasi Nasional BNSP Skema Digital Marketing bekerja sama dengan Data Academy sebagai upaya memperkuat kompetensi profesional mahasiswa sebelum terjun ke dunia kerja.

    Kegiatan ini diselenggarakan pada 13–15 Oktober 2025 di Ruang Teleconference FEB UNS, Gedung Soedarah Soepono dan diikuti oleh 30 mahasiswa dari Program Studi S1 Manajemen, Ekonomi Pembangunan, serta Bisnis Digital angkatan 2022.

    Pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan dua hari pelatihan intensif pada 13–14 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan asesmen sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pada hari ketiga, 15 Oktober 2025.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., mengharapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah strategis fakultas dalam mendukung visi FEB UNS menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki sertifikasi kompetensi profesional yang diakui secara nasional.

    “Kami ingin mahasiswa FEB UNS memiliki bekal nyata untuk bersaing di dunia kerja. Melalui pelatihan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga sertifikat kompetensi BNSP yang membuktikan keterampilan mereka di bidang digital marketing,” jelasnya.

    Selama pelatihan, peserta mendapatkan pendalaman materi dari praktisi digital marketing profesional, dengan fokus pada strategi pemasaran digital, manajemen konten media sosial, optimasi SEO, serta analisis data pemasaran digital.

    Pelatihan ini dirancang agar mahasiswa memahami aspek strategis dan teknis dalam merancang kampanye digital yang efektif sesuai kebutuhan industri.

    Ketua Laboratorium Teknologi dan Informasi Terpadu, Dr. Mulyadi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pelatihan dan sertifikasi ini merupakan bagian dari kebijakan fakultas untuk membekali mahasiswa dengan sertifikat kompetensi pendamping ijazah (SKPI).

    “Fakultas sudah mencanangkan bahwa sebelum lulus, mahasiswa FEB UNS diharapkan memiliki sertifikat kompetensi. Salah satu skema yang difasilitasi adalah Digital Marketing. Jadi mahasiswa tidak hanya mendapatkan pelatihan, tapi juga sertifikat kompetensi dari BNSP yang dapat digunakan saat melamar kerja,” ungkapnya.

    Dr. Mulyadi menjelaskan bahwa pelatihan ini dilaksanakan secara intensif selama dua hari dengan metode hands-on training agar mahasiswa memperoleh keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan. Pada hari ketiga, peserta mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan oleh asesor dari BNSP.

    “Harapannya semua peserta lulus asesmen dan mendapatkan sertifikat BNSP. Namun tentu saja hasilnya bergantung pada keseriusan dan kesiapan masing-masing mahasiswa,” tambahnya.

    Lebih lanjut, Dr. Mulyadi menegaskan bahwa pelatihan ini dirancang agar memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh mahasiswa, tidak hanya mereka yang sudah memiliki usaha atau pengalaman bisnis.

    “Di pelatihan pertama dulu, kami mensyaratkan peserta yang sudah punya rintisan bisnis. Tapi kali ini berbeda, semua mahasiswa semester 7 bisa mendaftar agar mendapatkan kesempatan yang sama. Justru pelatihan ini menjadi ruang belajar bagi mereka yang baru ingin memulai dan mengenal dunia digital marketing,” jelasnya.

    Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan praktisi industri dalam proses pembelajaran. Menurutnya, meskipun banyak sumber belajar digital marketing yang tersedia secara gratis di internet, pendampingan langsung dari praktisi memberikan nilai tambah yang signifikan.

    “Sekarang memang banyak anak muda belajar lewat YouTube atau platform daring lainnya. Tapi belajar langsung dari praktisi akan memberikan wawasan berbeda, terutama trik dan strategi yang tidak selalu dibuka di platform gratis. Di sinilah nilai tambah dari pelatihan ini,” tegasnya.

    Sebagai tindak lanjut, Dr. Mulyadi berharap mahasiswa dapat memanfaatkan ilmu dan sertifikasi ini untuk mengembangkan potensi mereka di dunia kerja maupun wirausaha.

    “Ujung dari pelatihan ini bukan hanya sertifikat, tapi bagaimana mahasiswa bisa mengembangkan kompetensinya. Kami berharap mereka tidak berhenti setelah mendapatkan sertifikat, tetapi terus mengasah kemampuan agar menjadi profesional muda yang unggul di era ekonomi digital,” pungkasnya.

    Pelatihan ini menjadi bukti nyata komitmen FEB UNS dalam mengintegrasikan pendidikan akademik dan pengembangan kompetensi profesional mahasiswa. Lebih dari itu, kegiatan ini juga berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), melalui upaya peningkatan kapasitas mahasiswa agar siap bersaing di pasar kerja global dan berkontribusi dalam pembangunan ekonomi digital Indonesia.

  • Pelatihan Bahasa Inggris Tendik FEB UNS: Langkah Awal Menuju Layanan Akademik Profesional dan Adaptif

    Pelatihan Bahasa Inggris Tendik FEB UNS: Langkah Awal Menuju Layanan Akademik Profesional dan Adaptif

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Pelatihan Bahasa Inggris bagi Tenaga Kependidikan (Tendik) sebagai langkah awal penguatan kompetensi komunikasi dan peningkatan kualitas layanan akademik di lingkungan fakultas.

    Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari pada tanggal 7, 9 dan 14 Oktober 2025 di Ruang Sidang 2 Gedung Soeharno TS Lantai 1 FEB UNS.

    Pelatihan yang diikuti oleh tenaga kependidikan dari berbagai unit di lingkungan FEB UNS berlangsung dalam dua sesi.

    Di temui feb.uns.ac.id di ruang kerjanya, Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA mengatakan bahwa kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting dalam mendukung pelayanan akademik yang efektif dan profesional, terutama dalam konteks internasionalisasi pendidikan tinggi dan pencapaian akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business).

    Dr. Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA

    Menurutnya, proses FEB UNS menuju AACSB bukan hanya menilai capaian akademik dosen dan penelitian, tetapi juga mencakup peran tenaga kependidikan (tendik) sebagai garda depan layanan fakultas.

    “AACSB itu tidak hanya berbicara tentang dosen dan riset, tetapi juga bagaimana tenaga kependidikan memberikan layanan yang berorientasi pada kualitas dan perbaikan berkelanjutan. Jadi, peningkatan kompetensi bahasa Inggris adalah langkah dasar untuk mewujudkan budaya kerja yang lebih siap menghadapi tuntutan global,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Dr. Sutaryo menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa asing bukan semata keterampilan linguistik, melainkan juga bentuk pembiasaan dan perubahan pola pikir (mindset shifting).

    “Langkah kecil seperti menyapa, membalas pesan, atau membuat surat dalam bahasa Inggris merupakan bagian dari proses membangun kebiasaan baru. Tidak masalah jika di awal masih campur-campur atau bilingual, yang penting ada usaha ke arah sana. Bahkan ke depan, kita ingin memiliki hari tertentu di mana seluruh komunikasi internal dilakukan dalam bahasa Inggris,” jelasnya.

    Ia juga mengajak seluruh Tendik untuk menggunakan teknologi sebagai pendukung dalam proses belajar bahasa, seperti memanfaatkan aplikasi terjemahan dan asisten digital.

    “Sekarang banyak alat bantu yang bisa digunakan, mulai dari penerjemah hingga AI tools. Yang paling penting adalah kemauan untuk mencoba dan membiasakan diri, karena tanpa praktik, kemampuan itu akan hilang,” tambahnya.

    Selain peningkatan kemampuan bahasa, Dr. Sutaryo menegaskan pentingnya membangun kembali semangat profesionalisme dan tanggung jawab dalam bekerja.

    “Kita semua memiliki kontrak dan tanggung jawab. Maka kontribusi sekecil apapun adalah bentuk nyata dari kompensasi yang kita terima setiap bulan. Rasa tanggung jawab itu seharusnya tumbuh dari kesadaran diri, bukan karena diminta,” tuturnya.

    Ia juga menyampaikan rencana berkelanjutan untuk menyelenggarakan pelatihan bagi tenaga kependidikan setiap triwulan dengan tema yang beragam, mulai dari public speaking, pengembangan etika kerja, hingga penguatan pelayanan public sebagai wujud komitmen fakultas dalam mendukung peningkatan kapasitas SDM.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS meneguhkan komitmen untuk menciptakan ekosistem kerja yang profesional, adaptif, dan berorientasi global. Upaya ini juga sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dengan menghadirkan tenaga kependidikan yang berdaya saing, kompeten, dan siap mendukung layanan pendidikan yang unggul dan berkelanjutan.

  • Pre Job Training Batch 1, FEB UNS Bekali Mahasiswa Siap Kerja

    Pre Job Training Batch 1, FEB UNS Bekali Mahasiswa Siap Kerja

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar kegiatan Pre Job Training (PJT) Batch 1, Kamis, 9 Oktober 2025 di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kegiatan ini diikuti oleh 300 mahasiswa semester 7 sebagai bagian dari pembekalan menjelang masa akhir studi, dengan tema “Menjadi Generasi Siap Kerja: Membangun Kompetensi, Karakter, dan Karier.”

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. dalam sambutannya menekankan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

    “Anda semua saat ini berada di masa-masa akhir di kampus. Perasaan pasti bercampur, antara ingin segera lulus tapi juga mulai memikirkan dunia kerja. Nah, mencari kerja itu tidak mudah, semuanya butuh proses. Hari ini, kita belajar langsung dari praktisi tentang apa sebenarnya yang diharapkan perusahaan dari para lulusan baru,” ungkapnya.

    Ia juga menegaskan bahwa mahasiswa perlu menyiapkan diri secara utuh, tidak hanya dengan pengetahuan akademik, tetapi juga dengan keterampilan dan karakter yang selaras dengan kebutuhan dunia industri.

    “Jangan sampai kita sibuk menjual diri ke perusahaan, tapi justru tidak memiliki kemampuan yang dibutuhkan. Karena perusahaan tidak membutuhkan Anda semata, tetapi mencari talenta yang bisa memberi nilai tambah,” pesannya.

    Sebagai narasumber utama, M. Roby Hervindo, CSR Manager PT Pertamina (Persero), membagikan wawasan mengenai tantangan dunia kerja masa kini dan kompetensi yang dibutuhkan agar mahasiswa dapat bertransformasi dari student mindset menuju professional mindset.

    Roby membagikan pandangan strategis mengenai tantangan dunia kerja masa depan serta keterampilan yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu bersaing di pasar tenaga kerja global.

    Dalam paparannya, Roby menyoroti perubahan besar di dunia kerja berdasarkan Future Jobs Report 2025 yang menunjukkan bahwa 92 juta pekerjaan akan hilang, namun 170 juta pekerjaan baru akan tercipta. Perubahan ini didorong oleh kemajuan teknologi dan transformasi industri, yang menuntut generasi muda untuk memiliki kemampuan adaptasi, kolaborasi, dan pembelajaran berkelanjutan.

    Selain itu, Roby juga menyinggung fenomena ketidaksesuaian antara bidang studi dan pekerjaan. Berdasarkan data Indonesia Career Center Network (ICCN) dan Kemdikbud Ristek, 87% mahasiswa salah jurusan dan 80% pekerja bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Hal ini menunjukkan perlunya kesadaran mahasiswa untuk mengembangkan transferable skills agar tetap relevan di dunia kerja lintas bidang.

    Melalui sesi bertema Preparing You, peserta diajak memahami perbedaan mendasar antara kehidupan sebagai mahasiswa dan profesional. Dunia kerja menuntut efisiensi, ketahanan terhadap kegagalan, kemampuan menghadapi ketidakpastian, serta kemampuan bekerja dalam struktur organisasi yang hierarkis.

    Roby juga berbagi konsep yang telah diimplementasikan di Pertamina yakni PERTAMINA BEST (Behavior Skills for The Future) yang berfokus pada tujuh kompetensi utama: kolaborasi, kemampuan analisis, manajemen kerja, perbaikan berkelanjutan, kesadaran teknologi, orientasi kualitas, dan adaptabilitas. Di samping itu, ia menegaskan pentingnya potensi individu seperti kecerdasan emosional, mental, kognitif, integritas, serta learning agility dalam menunjang kinerja profesional.

    Lebih lanjut, Roby memaparkan komitmen Pertamina dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusif melalui penerapan Respectful Workplace Policy, kebijakan yang menjamin tempat kerja bebas dari diskriminasi, kekerasan, dan pelecehan.

    Pertamina juga menjadi BUMN pertama yang meluncurkan panduan resmi tentang keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI), dengan rasio 20% pekerja perempuan dan 19,24% pemimpin perempuan di kuartal I 2024.

    Kegiatan Pre Job Training ini tidak hanya menjadi sarana pembekalan karier, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi dunia profesional dengan karakter yang kuat, kompetensi unggul, dan semangat long-life learning.

    Selaras dengan komitmen FEB UNS terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), kegiatan ini berkontribusi pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui peningkatan keterampilan dan kesiapan karier mahasiswa, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong terciptanya sumber daya manusia yang kompeten, berdaya saing, dan berintegritas di dunia kerja.

  • Finalisasi BuA, FEB UNS Perkuat Persiapan Menuju Akreditasi Internasional AACSB

    Finalisasi BuA, FEB UNS Perkuat Persiapan Menuju Akreditasi Internasional AACSB

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pendidikan berstandar global melalui proses akreditasi internasional AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business).

    Untuk menuju tahapan pencapaian tersebut, FEB UNS menyelenggarakan kegiatan Finalisasi Business Accreditation (BuA) AACSB, Jumat 26 September 2025  di Ruang Mangkunegara Lounge UNS Inn.

    Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh jajaran dekanat, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Dekan; Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian yang juga Ketua AACSB; Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni) serta Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, Wakil Dekan Bidang Non Akademik. Turut hadir pula tim taskforce AACSB yang berperan sebagai penggerak utama dalam penyusunan dokumen akreditasi.

    Di kegiatan tersebut, jajaran dekanat memberikan arahan strategis mengenai finalisasi dokumen Business Accreditation (BuA), yang menjadi bagian penting dari proses pemenuhan kriteria mutu AACSB. Arahan tersebut menegaskan pentingnya konsistensi antara praktik akademik, data pendukung, dan capaian fakultas agar selaras dengan standar internasional.

    Acara dilanjutkan dengan presentasi oleh Putra Pamungkas, S.E., M.Rech., Ph.D., yang menjabarkan perkembangan dan penyempurnaan dokumen BuA AACSB.

    Sebelum tahap finalisasi ini, tim AACSB FEB UNS juga telah melakukan berbagai rangkaian persiapan intensif, diantaranya Focus Group Discussion (FGD) dengan menghadirkan pakar dari universitas yang telah terakreditasi AACSB, baik dari dalam maupun luar negeri, untuk memperdalam pemahaman terkait implementasi standar akreditasi global.

    Selain itu, diskusi rutin internal bersama jajaran dekanat dan tim taskforce terus dilakukan untuk menyelaraskan strategi, indikator kinerja, serta arah pengembangan materi yang mendukung proses akreditasi.

    Komitmen FEB UNS dalam proses ini juga sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kualitas dan relevansi pembelajaran di pendidikan tinggi, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui pengembangan sumber daya manusia yang unggul, kompetitif, dan berdaya saing internasional.

  • Dukung Pembelajaran Berstandar Global, Laboratorium Project Based Learning FEB UNS Susun Modul English for Economic and Business

    Dukung Pembelajaran Berstandar Global, Laboratorium Project Based Learning FEB UNS Susun Modul English for Economic and Business

    Laboratorium Project Based Learning (PBL) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kembali melaksanakan Koordinasi Penyusunan Modul English for Economic and Business, Jumat 26 September 2025.

    Kegiatan ini merupakan  tindak lanjut dari kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Materi Ajar Bahasa Inggris Bidang Ekonomi dan Bisnis yang diselenggarakan pada 19 September 2025 lalu.

    Kegiatan yang diselenggarakan di Ruang Sidang 2 Gedung Soeharno FEB UNS dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. serta dosen perwakilan dari masing-masing program studi di FEB UNS.

    Rapat ini merupakan langkah konkret dalam penyusunan modul English for Economic and Business, sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di setiap program studi.

    Dalam arahannya, Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan bahwa penyusunan modul ini merupakan tindak lanjut penting dari workshop sebelumnya, dengan tujuan memperkuat implementasi hasil rancangan RPS agar lebih aplikatif dan sesuai dengan capaian pembelajaran lulusan (CPL).

    Ia juga menegaskan bahwa kemampuan bahasa Inggris mahasiswa FEB UNS perlu terus ditingkatkan agar dapat memenuhi tuntutan dunia kerja dan kebutuhan akademik internasional.

    Rapat penyusunan modul ini diikuti oleh tiga kelompok kerja yang telah dibentuk. Masing-masing kelompok beranggotakan perwakilan dosen lintas program studi dengan pembagian tugas penyusunan modul berdasarkan jenis teks dan tema ekonomi bisnis.

    Dari hasil koordinasi, disepakati beberapa poin penting, antara lain setiap kelompok mencari dan menyusun teks dengan karakteristik berbeda sesuai jenis chapter (explanation, report, recount, dan sebagainya); Setiap chapter wajib menyertakan satu teks maksimal satu halaman dan satu audio podcast berdurasi maksimal lima menit; Seluruh materi dikembangkan menggunakan template modul yang telah disediakan oleh Laboratorium PBL. Dan batas waktu pengumpulan modul ditetapkan hingga 10 Oktober 2025, dengan seluruh dokumen dikompilasi melalui tautan resmi penyusunan RPS dan modul pembelajaran.

    Kegiatan berlangsung secara aktif dan kolaboratif. Para dosen saling berbagi ide dan pengalaman dalam menentukan pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris yang tepat bagi mahasiswa di bidang ekonomi dan bisnis.

    Melalui diskusi ini, diharapkan FEB UNS memiliki modul Bahasa Inggris yang tidak hanya meningkatkan kemampuan linguistik mahasiswa, tetapi juga memperkuat kemampuan analitis dan komunikasi mereka dalam konteks profesional.

    Kegiatan ini juga sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan mutu pembelajaran, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing internasional.

  • Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS

    Siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Ikuti Program Sit In University di FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan 18 peserta didik kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat dalam kegiatan Sit In University pada Senin, 6 Oktober 2025.

    18 siswa tersebut akan mengikuti perkuliahan selama dua pekan di FEB UNS, 12 siswa di Prodi S1 Manajemen dan di Prodi Akuntansi, Ekonomi Pembangunan serta Bisnis Digital masing-masing 2 siswa.

    Acara berlangsung di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS dan dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas serta perwakilan sekolah.

    Kegiatan ini diawali dengan seremoni serah terima siswa yang diwakili oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., dan diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Dr. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

    Dalam sambutannya, Prof. Tri menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FEB UNS sebagai mitra pembelajaran bagi siswa SMA Muhammadiyah PK Kottabarat.

    “Kami berterima kasih kepada Pak Hendro dan jajaran sekolah atas kepercayaannya menitipkan siswa untuk belajar dan mengenal lebih dekat kehidupan akademik di FEB UNS,” ujar Prof. Tri.

    Lebih lanjut Prof. Tri Beliau memberikan penjelasan mengenai berbagai program studi di FEB UNS, antara lain Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, dan Bisnis Digital yang menjadi pilihan minat peserta. Ia menekankan pentingnya memahami syarat akademik setiap program studi sesuai kurikulum Merdeka yang berlaku di sekolah.

    Dalam kesempatan tersebut, Prof. Tri juga memperkenalkan berbagai jalur masuk ke UNS, seperti Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT), serta jalur mandiri.

    Ia mengingatkan agar para siswa sejak dini mempersiapkan diri, baik melalui prestasi akademik maupun kemampuan mengerjakan soal-soal ujian.

    “Beberapa program studi di FEB, seperti Bisnis Digital dan Manajemen, memiliki tingkat keketatan yang tinggi, sehingga dibutuhkan persiapan yang matang,” jelasnya.

    Lebih lanjut, Prof. Tri mengenalkan program Kelas Internasional di FEB UNS yang memberikan kesempatan belajar 100% menggunakan bahasa Inggris serta pengalaman internasional melalui program UNS Global Challenge.

    “Mahasiswa yang mengikuti kelas internasional berpeluang mendapat dukungan dari UNS untuk mengikuti program UNS Global Challenge di luar negeri,” tambahnya.

    Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Kottabarat, Hendro Susilo, S.Pd., menyampaikan bahwa program Sit In University bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam mengenal karakteristik pembelajaran di perguruan tinggi.

    “Kami ingin anak-anak kami memiliki kesiapan mental dan kompetensi yang baik agar mampu bersaing masuk ke program studi impian mereka. Melalui kegiatan ini, para siswa memperoleh wawasan tentang lingkungan akademik, proses pembelajaran, dan peluang pengembangan diri di dunia perkuliahan” tuturnya.

    Ia juga berharap kegiatan ini dapat memperkuat kerja sama dengan FEB UNS dalam mempersiapkan generasi muda yang beriman, berkompeten, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

    Program Sit In University menjadi salah satu langkah nyata FEB UNS dalam memperkuat kolaborasi dengan sekolah menengah dalam rangka menumbuhkan semangat belajar dan kesiapan melanjutkan pendidikan tinggi, sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas.

  • Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS Selenggarakan bluChamp 2025: Bangun Personal Branding dan Literasi Keuangan Mahasiswa

    Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS Selenggarakan bluChamp 2025: Bangun Personal Branding dan Literasi Keuangan Mahasiswa

    Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M.,LSS.Cp bekerja sama dengan MarkPlus Institute dan blu by BCA Digital menggelar kegiatan bertajuk bluChamp 2025: Unlocking Your Future – Building Your Personal Branding and Financial Management for Career Success.

    Acara yang diikuti oleh lebih dari 50 mahasiswa ini berlangsung di Aula Konimex Lt. 3 Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS, Rabu, 1 Oktober 2025.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian bluChamp Joglosemar Edition, sebuah roadshow pengembangan diri dan kompetisi bisnis untuk mahasiswa.

    Melalui seminar interaktif ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi membangun personal branding, pengelolaan keuangan digital (digital cash stuffing), serta informasi mengenai bluChamp Business Case Competition, ajang kompetisi analisis kasus bisnis tingkat mahasiswa yang akan datang.

    Dua pembicara inspiratif hadir dalam acara ini, yaitu Cintya Auricasita, Growth and Acquisition BCA Digital serta Kintan Himawati (Senior Business Analyst MarkPlus Institute). Keduanya berbagi pengalaman praktis dalam dunia bisnis digital dan pengembangan karier, memberikan wawasan nyata bagi mahasiswa untuk siap menghadapi dunia profesional.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya kegiatan semacam ini dalam mendukung proses aktualisasi diri mahasiswa.

    “Acara semacam ini sangat penting bagi mahasiswa karena saat ini mereka berada pada tahap aktualisasi diri. Mahasiswa perlu mengeksplorasi dan memaksimalkan potensi masing-masing. Saya sering mengatakan, jangan hanya menjadi mahasiswa “kupu-kupu”, kuliah pulang, kuliah pulang. Namun, juga jangan berlebihan. Kita di fakultas memastikan mahasiswa tetap dalam koridor yang baik dan aman,” ujarnya.

    Dikatakan, kegiatan seperti bluChamp tidak hanya memperkaya wawasan kewirausahaan, tetapi juga memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan analisis bisnis melalui kompetisi berbasis kasus.

    “Kegiatan ini sangat bagus untuk mengaktualisasikan diri. Melalui business case competition, mahasiswa bisa mengasah skill analisis terhadap kasus nyata di dunia bisnis. Saat ini, Kemdiktisaintek juga tengah menggaungkan pembelajaran berbasis kasus. Jadi, acara ini sejalan dengan arah kebijakan tersebut,” tutupnya.

    Peserta bluChamp memperoleh E-Certificate, insight untuk calon lulusan baru, serta kesempatan khusus untuk mengikuti bluChamp Business Case Competition di tingkat regional dan nasional.

    Acara ini diharapkan menjadi wadah mahasiswa FEB UNS untuk menyiapkan diri menjadi profesional muda yang unggul dalam branding pribadi dan cerdas dalam mengelola keuangan.

    Kegiatan bluChamp 2025 berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education, melalui peningkatan kualitas pembelajaran berbasis praktik dan pengembangan kompetensi non-akademik; SDG 8: Decent Work and Economic Growth, dengan mendorong literasi keuangan dan semangat kewirausahaan di kalangan mahasiswa; SDG 17: Partnerships for the Goals, karena melibatkan kolaborasi antara universitas, institusi pelatihan, dan sektor industri digital.

  • Satgas PPK UNS Kunjungi FEB, Sosialisasikan Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2025

    Satgas PPK UNS Kunjungi FEB, Sosialisasikan Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2025

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (PPK) UNS, Kamis 25 September 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kunjungan Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si., Ketua Satgas PPK UNS, dan Sakroni, S.Kom., M.Pd., Sekretaris Satgas PPK UNS beserta tim dengan agenda sosialisasi Peraturan Rektor UNS Nomor 7 Tahun 2025 tentang PPK, sekaligus pendampingan pengisian instrumen Survei PPK UNS 2025.

    Kunjungan Satgas PPK diterima oleh Dekanat, Kepala Bagian dan Kasubbag FEB UNS serta Tim Teknis.

    Dalam pemaparannya, Prof. Ismi menjelaskan pentingnya Peraturan Rektor Nomor 7 Tahun 2025 sebagai dasar hukum untuk menciptakan UNS yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Ia menekankan perlunya pemahaman bersama terkait definisi, bentuk-bentuk, serta mekanisme pencegahan kekerasan.

    “Satgas PPK hadir sebagai garda depan untuk melindungi warga kampus sekaligus menciptakan suasana belajar yang sehat dan produktif,” tegasnya.

    Sementara itu, Sakroni memaparkan secara rinci materi Satgas PPK melalui presentasi. Ia menjelaskan definisi kekerasan yang mencakup fisik, psikis, seksual, perundungan, diskriminasi, intoleransi, hingga kebijakan yang bersifat eksploitatif. Lebih jauh, ia memaparkan faktor penyebab kekerasan, di antaranya budaya patriarki, relasi kuasa yang timpang, pengaruh lingkungan, lemahnya pengawasan keluarga, hingga stereotip dan mitos di masyarakat.

    Berdasarkan data Satgas, sejak 2022 hingga Agustus 2025 tercatat 70 laporan kekerasan, terdiri atas 55 kasus di luar kampus dan 15 kasus di dalam kampus. Bentuk kekerasan yang paling sering dilaporkan adalah kekerasan seksual, psikis, fisik, serta kekerasan berbasis gender online (KBGO).

    Sakroni juga menjelaskan alur pelaporan dan penanganan kasus yang dapat dilakukan melalui kanal resmi uns.id/LaporSatgasPPK, email satgasppk@unit.uns.ac.id, WhatsApp, maupun langsung ke sekretariat Satgas. Setiap laporan ditangani maksimal dalam waktu 30 hari kerja dengan jaminan perlindungan dan pendampingan korban.

    Selain itu, ia menegaskan bahwa korban dan saksi berhak mendapatkan layanan psikologis, kesehatan, advokasi hukum, perlindungan identitas, serta jaminan keberlanjutan pendidikan maupun pekerjaan. Adapun sanksi bagi pelaku dapat berupa teguran tertulis, pembinaan khusus, hingga pemberhentian tetap, tergantung tingkat pelanggaran.

    Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pendampingan pengisian Survei PPK UNS 2025. Survei ini wajib diikuti oleh mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta unit fakultas sebagai bagian dari pemetaan kondisi riil terkait kekerasan di kampus

    Melalui kunjungan ini, FEB UNS memperkuat komitmennya untuk mendukung implementasi kebijakan pencegahan kekerasan di lingkungan perguruan tinggi, sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan sesuai dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-5 (Gender Equality) dan tujuan ke-16 (Peace, Justice and Strong Institutions).

  • Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT

    Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pembangunan Desa, Lab Bina Desa FEB UNS Gandeng Kemendes PDTT

    Laboratorium Bina Desa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Pengumpulan dan Verifikasi Data pada Indeks Pembangunan Kawasan Perdesaan (IPKP) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDTT), Rabu, 24 September 2025.

    Acara yang berlangsung secara hybrid di Aula Lantai 5 Gedung Soedarah Soepono FEB UNS dan melalui Zoom Meeting ini menghadirkan narasumber utama Dr. Dwi Rudi Hartoyo, S.Sos., M.Si., Direktur Advokasi & Kerjasama Desa dan Perdesaan Kemendes PDTT.

    Workshop ini dibuka dengan sambutan oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS.

    Dalam arahannya, Prof. Tri menekankan pentingnya mahasiswa memperoleh wawasan baru terkait survei dan pengelolaan data desa. Ia juga mengapresiasi inisiasi kerja sama antara Lab Bina Desa dan Kemendes dalam mengkaji berbagai isu riset dan kebijakan desa.

    “Proyek pembangunan di Indonesia saat ini memang diarahkan untuk memberdayakan desa agar mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, mahasiswa perlu menguasai keterampilan yang berkaitan dengan pembangunan desa agar dapat berkontribusi nyata setelah lulus,” ujarnya.

    Kepala Lab Bina Desa, Dr. Yogi Pasca Pratama, S.E., M.E., Ph.D., menambahkan bahwa kerja sama dengan Kemendes bertujuan mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan pembangunan desa dengan bekal sertifikasi, pengetahuan, dan keterampilan khusus. Hal ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi lulusan untuk berkiprah di bidang pembangunan perdesaan.

    Dalam pemaparan materinya, Dr. Dwi Rudi Hartoyo menguraikan arah kebijakan pembangunan kawasan perdesaan sesuai RPJMN 2025–2029.

    Pembangunan desa ke depan menekankan transformasi ekonomi, sosial, dan ekologi desa berbasis potensi lokal, dengan strategi utama berupa penyediaan layanan dasar dan infrastruktur, penguatan kapasitas SDM dan tata kelola digital, transformasi ekonomi lokal melalui pertanian, pariwisata, dan BUMDes, serta pengembangan kawasan tematik berbasis keterhubungan desa–kota.

    Lebih lanjut, Dr. Dwi Rudi menekankan pentingnya pendekatan kolaborasi antar-desa untuk meningkatkan efisiensi, memperluas pasar, dan menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat kabupaten. Dengan demikian, pembangunan desa dapat menjadi motor penggerak ekonomi nasional sekaligus menjaga ketahanan sosial dan ekologi.

    Melalui workshop ini, Lab Bina Desa FEB UNS berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan perdesaan yang berkelanjutan serta menyiapkan mahasiswa untuk menjadi bagian dari penggerak pembangunan desa di masa depan.

    Kegiatan ini juga sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education) dan tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas generasi muda dalam pembangunan berbasis potensi lokal.