FEB

Kategori: fakultas

  • FEB UNS Terima Kunjungan SMA Islam Al Azhar 15 Semarang

    FEB UNS Terima Kunjungan SMA Islam Al Azhar 15 Semarang

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menerima kunjungan dari SMA Islam Al Azhar 15 Semarang pada Selasa, 30 September 2025 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Rombongan dari SMA Islam Al Azhar terdiri dari 52 siswa serta 6 guru pendamping diterima oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan juga Ketua Program Studi S1 FEB UNS.

    Prof. Tri Mulyaningsih, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan SMA Islam Al Azhar 15 Semarang serta menekankan pentingnya mengenalkan dunia kampus sejak dini kepada siswa SMA sebagai bekal menentukan masa depan pendidikan.

    Prof. Tri juga menegaskan posisi FEB UNS sebagai salah satu fakultas terkemuka yang memiliki kualitas pendidikan bertaraf internasional. Hal ini dibuktikan dengan capaian akreditasi internasional AQAS, selain akreditasi nasional dari LAMEMBA yang menempatkan Prodi Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan pada peringkat Unggul, serta Prodi Bisnis Digital pada peringkat Baik Sekali, prestasi yang sangat membanggakan mengingat prodi tersebut baru berjalan tiga tahun.

    Prof. Tri  juga menjelaskan bahwa tingkat keketatan seleksi di Prodi Bisnis Digital termasuk yang tertinggi di UNS, yakni berada pada peringkat kedua di antara program studi rumpun sosial dan humaniora. Antusiasme siswa SMA untuk masuk UNS pun sangat tinggi, terlihat dari jumlah pendaftar yang menempatkan UNS pada posisi nomor dua secara nasional.

    Secara global, FEB UNS juga memiliki posisi yang kompetitif. Dalam pemeringkatan internasional, bidang Ekonomi dan Akuntansi menempati kisaran peringkat 300-an dunia, sedangkan Bisnis dan Manajemen berada di kisaran peringkat 600-an.

    “Jadi tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri, karena kualitas pendidikan di FEB UNS sudah mampu bersaing secara global,” ungkap Prof. Tri.

    Prof. Tri menambahkan, FEB UNS memiliki empat program studi reguler yaitu Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen, dan Bisnis Digital, serta membuka kelas internasional untuk tiga program studi, yakni Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi Pembangunan. Kelas internasional ini turut diperkenalkan melalui tayangan video yang dipersiapkan khusus untuk para peserta kunjungan.

    Dari pihak sekolah, tujuan kunjungan disampaikan oleh Ainun Jariyati, S.Pd., Gr., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kemuridan.

    Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari masing-masing Ketua Program Studi S1 di lingkungan FEB UNS, serta sesi diskusi dan tanya jawab interaktif dengan para siswa.

    Sebagai bentuk interaksi yang lebih menarik, para siswa juga diajak mengikuti kuis menggunakan platform Kahoot! yang memantik antusiasme tinggi. Melalui permainan edukatif ini, siswa dapat menguji pengetahuan sekaligus memperdalam wawasan tentang FEB UNS secara menyenangkan.

    Sebagai bentuk interaksi yang lebih menarik, para siswa juga diajak mengikuti permainan edukatif yang dapat menguji pengetahuan sekaligus memperdalam wawasan tentang FEB UNS secara menyenangkan. Tidak hanya itu, siswa dengan nilai tertinggi dalam kuis ini mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat belajar mereka.

    Harapannya, kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antar lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi sarana bagi siswa SMA untuk mengenal lebih dekat kehidupan akademik di perguruan tinggi, khususnya di FEB UNS.

    Kegiatan ini sejalan dengan komitmen UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Quality Education melalui peningkatan akses dan mutu pendidikan bagi generasi muda.

  • FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor

    FEB UNS Luncurkan Buku Pedoman Akademik untuk Sarjana, Magister, dan Doktor

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) resmi meluncurkan Buku Pedoman Akademik untuk program Sarjana, Magister, dan Doktor pada Jumat, 3 Oktober 2025.

    Acara ini berlangsung secara daring dihadiri oleh seluruh mahasiswa jenjang S1, S2, dan S3 serta Dosen FEB UNS

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya kegiatan ini bagi mahasiswa.

    Pedoman akademik berfungsi sebagai panduan utama agar mahasiswa dapat menjalani perjalanan akademiknya dengan lebih terarah.

    “Ada dua tujuan utama dari kegiatan ini, yakni peningkatan kualitas lulusan serta peningkatan kualitas kurikulum dan pembelajaran. Informasi akademik dan kurikulum yang terangkum di dalam buku pedoman ini akan membantu mahasiswa untuk lulus tepat waktu, menguasai pengetahuan dan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja, sekaligus memastikan proses belajar yang menyenangkan dan memuaskan di FEB UNS,” terangnya.

    Lebih lanjut, Prof. Tri menambahkan bahwa buku pedoman juga berfungsi untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai aturan-aturan akademik, mulai dari tata cara perkuliahan, penyusunan karya ilmiah, hingga tahapan penyelesaian tugas akhir.

    Dengan bekal informasi ini, mahasiswa diharapkan mampu merancang strategi belajar yang lebih efektif, sehingga tidak hanya mencapai kelulusan tetapi juga memperoleh kompetensi yang benar-benar siap digunakan di dunia profesional.

    Buku pedoman yang diluncurkan mencakup berbagai aspek penting, mulai dari visi dan misi UNS serta FEB, tata kelola organisasi, peraturan akademik, kurikulum, hingga fasilitas pendukung. Secara rinci, pedoman ini terbagi menjadi tiga kategori, yakni Program Sarjana: Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Bisnis Digital; Program Magister: Magister Akuntansi (Maksi), Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), dan Magister Manajemen (MM); Program Doktor: Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) dengan minat Akuntansi, Manajemen, dan Ekonomi.

    Selain peluncuran buku pedoman, acara ini juga membahas regulasi terbaru mengenai magang mahasiswa.

    Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menjelaskan bahwa magang di FEB UNS terbagi menjadi dua jenis, yakni magang wajib dan magang mandiri. Magang wajib merupakan bagian dari kurikulum dengan bobot 3 SKS dan wajib dilaporkan hasilnya. Sementara itu, magang mandiri bersifat inisiatif mahasiswa, tidak berbobot SKS, dan tanpa kewajiban laporan. Detil informasi ada di Buku Pedoman Akademik.

    Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, mahasiswa juga mengikuti sesi breakout room yang dipandu langsung oleh masing-masing Ketua Program Studi. Dalam sesi ini, mahasiswa memperoleh penjelasan lebih mendalam mengenai kurikulum, peraturan akademik, serta strategi pembelajaran sesuai program studinya. Interaksi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bertanya secara langsung dan mendapatkan informasi yang lebih spesifik sesuai kebutuhan akademik mereka.

    Melalui peluncuran Buku Pedoman Akademik ini, FEB UNS berharap seluruh mahasiswa dapat lebih terarah dalam perjalanan akademiknya, memahami hak dan kewajiban, serta mampu mengoptimalkan berbagai fasilitas pembelajaran yang tersedia.

    Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan sistem pembelajaran, poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui regulasi magang, serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur) dengan penyediaan fasilitas pendukung yang modern.

  • Magister Akuntansi FEB UNS Siapkan Skema RPL bagi Profesional

    Magister Akuntansi FEB UNS Siapkan Skema RPL bagi Profesional

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan kegiatan penyusunan draf Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi Magister Akuntansi (Maksi) pada Kamis, 2 Oktober 2025 di UNS Tower.

    Kegiatan ini dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Ketua Prodi Maksi, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D.,  Dr. Budi Legowo, S.Si., M.Si., Kepala Unit Pengembangan Sistem Pembelajaran LPPMP  serta dosen pengampu.

    Dalam sambutannya, Prof. Tri menjelaskan bahwa program RPL memiliki dasar hukum melalui Peraturan Rektor UNS No. 12 Tahun 2025. RPL memungkinkan pengakuan capaian pembelajaran dari pendidikan formal maupun pengalaman kerja.

    “Untuk jenjang S1, RPL telah kita jalankan dalam bentuk transfer kredit. Sedangkan untuk S2, RPL dapat berupa pengakuan kredit dari portofolio pekerjaan yang relevan dengan kurikulum prodi. Namun, RPL tidak berlaku untuk jenjang S3,” tegasnya.

    Prof. Tri menambahkan bahwa program RPL di FEB UNS, khususnya pada Prodi Maksi dan Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) dihadirkan untuk mengoptimalkan penerimaan mahasiswa baru.

    “Sejak 2024 jumlah mahasiswa mengalami penurunan. Karena itu, fakultas perlu membuka peluang baru agar program studi lebih optimal. Harapannya, RPL bersama dengan program percepatan (fast track) dapat menarik lebih banyak mahasiswa dan memberikan fleksibilitas yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” imbuhnya.

    Sementara itu, Lulus Kurniasih, Ph.D menjelaskan bahwa kurikulum RPL dirancang untuk mendukung mahasiswa dengan pengalaman kerja relevan agar dapat menyelesaikan studi secara lebih efisien.

    “Dari total 56 SKS yang harus ditempuh untuk meraih gelar Magister Akuntansi, maksimal 21 SKS dapat direkognisi melalui RPL. Dengan demikian, mahasiswa hanya perlu menempuh 35 SKS, terdiri atas 9 SKS mata kuliah inti dan 26 SKS tesis” ungkapnya.

    Proses asesmen RPL mencakup penilaian portofolio oleh tim asesor, asesmen tambahan berupa wawancara atau ujian bila diperlukan, hingga keputusan akhir oleh Komite RPL. Pembelajaran nantinya dilakukan secara hybrid, baik luring maupun daring, bahkan dengan penjadwalan yang fleksibel di luar jam kerja.

    Calon mahasiswa yang berminat mengikuti program RPL wajib menyiapkan dokumen administrasi, seperti ijazah pendidikan terakhir, portofolio pekerjaan, hasil tes bahasa Inggris, TPA, serta formulir aplikasi RPL. Setelah proses asesmen selesai, pendaftaran dilakukan melalui laman resmi SPMB UNS. Adapun biaya yang ditetapkan meliputi biaya pendaftaran, sumbangan pengembangan institusi serta biaya rekognisi.

    Dalam kesempatan tersebut, Dr. Budi Legowo memberikan arahan terkait mekanisme RPL agar penyusunan kurikulum dan prosedur asesmen selaras dengan standar mutu akademik yang berlaku di UNS. Masukan ini menjadi penguatan penting dalam penyusunan draf RPL di tingkat fakultas maupun program studi.

    Dengan adanya penyusunan draf ini, FEB UNS menegaskan komitmennya menghadirkan inovasi akademik yang adaptif terhadap perkembangan dunia kerja sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi.

    Langkah ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur).

  • Laboratorium Teknologi dan Informasi Bekali Mahasiswa FEB UNS dengan Pelatihan Sosial Media Marketing

    Laboratorium Teknologi dan Informasi Bekali Mahasiswa FEB UNS dengan Pelatihan Sosial Media Marketing

    Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pelatihan bertajuk Modern Marketing dengan Social Media Selasa, 30 September 2025. Kegiatan berlangsung di Lab Komputer E, Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Pelatihan ini menghadirkan narasumber Zahra Noor Eriza, S.I.Kom., M.M., seorang praktisi sekaligus akademisi di bidang komunikasi dan manajemen pemasaran.

    Peserta dibekali dengan wawasan sekaligus keterampilan terbaru dalam strategi pemasaran digital, khususnya pemanfaatan media sosial.

    Kepala Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS, Mulyadi, S.E., M.Ec.Dev., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk memahami dunia digital marketing secara lebih komprehensif.

    Kami memfasilitasi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi. Fokus kita kali ini adalah media sosial dan digital ads yang akan dikupas tuntas oleh Kak Zahra. Antusiasme peserta sangat tinggi, lebih dari 50 peserta yang mendaftar. 30 peserta dapat mengikuti sesi pertama ini. Peserta lain akan difasilitasi pada agenda kedua, terangnya.

    Melalui pelatihan ini, diharapkan mahasiswa FEB UNS maupun peserta lainnya dapat memahami konsep pemasaran digital modern sekaligus mampu mengaplikasikannya dalam dunia bisnis maupun pengembangan karier profesional.

    Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FEB UNS menegaskan komitmennya dalam menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif, inovatif, serta mampu bersaing di era transformasi digital yang serba cepat.

    Dalam sambutannya, Zahra menekankan bahwa materi yang ia bawakan bukan sekadar teori, melainkan pengalaman nyata yang telah ia jalani.

    Materi yang disampaikan meliputi strategi sosial media marketing untuk membangun brand awareness sekaligus meningkatkan interaksi dengan audiens, pemanfaatan iklan berbayar (paid social ads) sebagai sarana efektif menjangkau target pasar yang lebih luas dan tepat sasaran, serta praktik terbaik pemasaran digital yang relevan dengan tren industri terkini.

    “Saya sudah menguji strategi ini dengan biaya yang tidak sedikit, mulai dari membuat iklan, membayar karyawan, hingga menghadapi hate speech dan komentar netizen. Itu semua menjadi bagian dari proses yang tidak akan ditemukan hanya di buku teks. Karena itu, saya ingin sesi ini tidak hanya berupa penjelasan, tetapi juga brainstorming dan praktik langsung, baik untuk kebutuhan personal branding maupun bisnis,” jelasnya.

    Selain itu, Zahra juga menyinggung aspek komunikasi yang kerap disepelekan dalam digital marketing. Ia membagikan tips sederhana, seperti teknik memegang mikrofon hingga cara merespon komentar audiens, sebagai bagian dari keterampilan praktis yang menunjang keberhasilan pemasaran digital.

    Kegiatan pelatihan ini berlangsung interaktif dengan peserta yang sangat aktif berdiskusi, bertanya, dan terlibat dalam praktik langsung yang difasilitasi oleh narasumber. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat mahasiswa FEB UNS untuk mengembangkan keterampilan digital marketing secara mendalam.

    Pelaksanaan kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 (Pendidikan Berkualitas), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta poin 9 (Inovasi dan Infrastruktur), melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar lebih siap menghadapi tantangan era digital.

  • Mahasiswa FEB UNS Ikuti Kuliah Umum Literasi dan Investasi Keuangan Digital

    Mahasiswa FEB UNS Ikuti Kuliah Umum Literasi dan Investasi Keuangan Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas mahasiswa melalui penyelenggaraan kuliah umum bertajuk “Literasi dan Investasi Keuangan Digital”.

    Acara ini berlangsung secara daring pada Kamis, 25 September 2025 melalui Zoom Meeting dan diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa FEB UNS dari berbagai program studi.

    Kuliah umum ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya, yakni Fennicia Auliantika, S.E., M.M., CFP®, perencana keuangan tersertifikasi sekaligus Duta Penggerak Literasi Keuangan OJK Tahun 2025, serta Assoc. Prof. Dr. Dodik Siswantoro, S.E., Ak., CA., CACP., MSc., ACC. dari Universitas Indonesia.

    Kehadiran keduanya diharapkan mampu memperkaya pemahaman mahasiswa terkait pengelolaan keuangan dan investasi di era digital.

    Dalam arahannya, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi mahasiswa agar lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja dan dinamika ekonomi global.

    “Untuk hari ini ada dua laboratorium yang bersinergi memberikan pelatihan terkait perencanaan keuangan personal maupun investasi, yaitu Lab Fintech di bawah koordinasi Ibu Wahyu Trinarningsih serta Lab Logistik dan Pasar Modal yang dipimpin Bapak Arif Lukman Santoso . Kedua lab ini aktif dalam mengembangkan program pelatihan yang nantinya mengarah pada sertifikasi kompetensi melalui LSP UNS bekerja sama dengan BNSP,” jelasnya.

    Prof. Tri juga menekankan bahwa mahasiswa FEB UNS diharapkan tidak hanya lulus dengan ijazah dan transkrip nilai, tetapi juga membawa sertifikat kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

    “Mohon teman-teman mahasiswa memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk memperkaya ilmu investasi. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi kita semua,” pungkasnya.

    Sesi pertama menghadirkan Fennicia Auliantika dengan materi “Go Digital, Go Financially Wise: Optimalisasi Fintech untuk Perencanaan Keuangan Mahasiswa”.

    Dalam paparannya, Fennicia mengangkat fenomena generasi Z yang rentan terjebak dalam gaya hidup berbasis FOMO (Fear of Missing Out), YOLO (You Only Live Once), dan FOPO (Fear of Other People’s Opinions). Kebiasaan ini sering mendorong perilaku doom spending, yaitu berbelanja impulsif tanpa perencanaan yang semakin diperparah dengan kemudahan akses paylater dan pinjaman online.

    “Bukan seberapa besar uangmu, tapi seberapa cerdas kamu mengaturnya,” tegas Fennicia.

    Ia memberikan panduan praktis bagi mahasiswa untuk mulai berlatih perencanaan keuangan sejak dini, meliputi Pengelolaan cashflow agar pendapatan selalu lebih besar dari pengeluaran; Menyediakan dana darurat, meskipun kecil, untuk menghindari utang saat kebutuhan mendesak; Membedakan antara utang sehat (produktif) dengan utang konsumtif; Mindful spending menggunakan formula 40-30-20-10: kebutuhan hidup, cicilan sehat, tabungan/investasi, dan hiburan.

    Selain itu, Fennicia memperkenalkan pemanfaatan teknologi keuangan seperti aplikasi digital banking, platform investasi, dan aplikasi budgeting otomatis yang terintegrasi dengan rekening bank. Namun, ia mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap keamanan data, hanya menggunakan aplikasi resmi terdaftar di OJK, serta menghindari investasi ilegal yang menawarkan keuntungan tidak realistis.

    Pada sesi kedua, Assoc. Prof. Dr. Dodik Siswantoro membawakan materi “Investasi Personal di Indonesia: Memahami Risiko dan Cara Menghadapinya”. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi membawa kemudahan dalam berinvestasi, namun sekaligus menghadirkan risiko baru seperti peretasan platform, maraknya penjualan emas palsu secara daring, hingga berbagai modus penipuan investasi ilegal.

    “Memahami profil risiko pribadi adalah langkah pertama dalam membangun portofolio investasi yang sehat dan berkelanjutan,” ungkap Dodik.

    Lebih lanjut, ia menjelaskan profil risiko investor yang terbagi menjadi konservatif, moderat, dan agresif. Investor konservatif biasanya memilih instrumen aman dengan risiko rendah, sedangkan investor moderat mencari keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, dan investor agresif berani mengambil risiko tinggi demi potensi keuntungan besar.

    Dodik juga menekankan pentingnya diversifikasi portofolio ke berbagai instrumen seperti obligasi, sukuk, saham, hingga emas. Tips keamanan juga ia bagikan, mulai dari membeli emas bersertifikat resmi, menggunakan aplikasi investasi dengan sistem keamanan berlapis, hingga tidak sembarangan mengakses aplikasi finansial melalui perangkat umum. “Investasi bukan hanya soal mengejar return tinggi, tetapi bagaimana menjadikannya jalan menuju kebebasan finansial yang aman dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Rangkaian kuliah umum ini tidak hanya menambah wawasan mahasiswa FEB UNS mengenai pengelolaan keuangan, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi risiko investasi di era digital. Materi yang disampaikan kedua narasumber diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk membentuk pola pikir finansial yang cerdas, kritis, dan bijak.

    Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mencetak generasi muda yang unggul, melek finansial, serta mampu mengoptimalkan teknologi secara produktif. Lebih jauh, program ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui penguatan literasi keuangan, serta SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif melalui praktik investasi yang sehat.

  • Working Paper Forum FEB UNS: Peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Berbagi Menulis Studi Kasus Bisnis

    Working Paper Forum FEB UNS: Peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition Berbagi Menulis Studi Kasus Bisnis

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) kembali menyelenggarakan Working Paper Forum (WPF) sebagai bagian dari upaya penguatan budaya akademik di lingkungan fakultas.

    Forum yang berlangsung pada Rabu, 24 September 2025 di Ruang Sidang 2 FEB UNS ini mengangkat tema “From Local Flavor to Global Future: Lessons from nDalem Indonesia – Insights into Writing Case Studies for Publication and Recognition.”

    Hadir sebagai narasumber utama, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Ph.D., Dosen yang saat ini menjabat sebagai Ketua P4M FEB UNS sekaligus peraih Juara 3 EMERALD/CEEMAN Case Writing Competition. Penghargaan bergengsi ini menjadi bukti bahwa karya akademik dosen FEB UNS mampu mendapat pengakuan di tingkat internasional.

    Melalui forum ini, Dr. Dila berbagi pengalaman menulis studi kasus bisnis yang tidak hanya memiliki kedalaman akademis, tetapi juga relevan dengan praktik manajerial nyata dan memiliki daya tarik global.

    Dalam pemaparannya, Dr. Dila menjelaskan sejumlah prinsip penting dalam penulisan studi kasus. Beberapa di antaranya adalah penyusunan narasi berdasarkan praktik nyata dengan dilema manajerial autentik, penekanan pada sudut pandang protagonis agar pembaca dapat merasakan posisi pengambil keputusan, serta penyusunan alur cerita yang menarik mulai dari hook, konflik, hingga klimaks dengan dilema terbuka.

    Tidak hanya itu, Ia juga menegaskan pentingnya integrasi data kualitatif dan kuantitatif untuk memperkuat kredibilitas karya, serta bagaimana konteks lokal dapat dikaitkan dengan teori manajemen agar pembelajaran yang dihasilkan relevan secara global.

    Kegiatan ini juga menegaskan komitmen FEB UNS dalam mendukung dosen dan peneliti untuk terus berkarya secara produktif. Melalui WPF, fakultas berupaya menciptakan ekosistem akademik yang mendorong kolaborasi, peningkatan kapasitas, serta pengakuan internasional.

    Harapannya, forum semacam ini dapat menginspirasi lebih banyak peneliti untuk menghasilkan studi kasus yang tidak hanya mendokumentasikan kearifan lokal, tetapi juga mampu menjawab tantangan global.

    Kegiatan ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-4 (Quality Education), melalui peningkatan kapasitas dosen dalam menulis karya akademik yang inovatif, serta tujuan ke-17 (Partnerships for the Goals), dengan mendorong keterhubungan hasil penelitian lokal ke dalam jejaring publikasi dan pengakuan global.

  • Laboratorium Perpajakan FEB UNS Perkuat Literasi Pajak Digital Mahasiswa melalui Pelatihan Coretax

    Laboratorium Perpajakan FEB UNS Perkuat Literasi Pajak Digital Mahasiswa melalui Pelatihan Coretax

    Laboratorium Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) menyelenggarakan Pelatihan Komputer Pajak: Coretax pada Jumat, 26 September 2025 di Laboratorium D Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan ini menjadi bagian dari program penguatan kesiapan kerja lulusan, khususnya bagi mahasiswa S1 Akuntansi yang telah atau sedang menempuh mata kuliah Perpajakan.

    Pelatihan ini menghadirkan narasumber Rika Arindina Wati, S.Ak., BKP., CTA. (MNCo), yang membimbing mahasiswa dalam penguasaan aplikasi Coretax.

    Materi yang diberikan meliputi pengenalan dan praktik langsung penggunaan Coretax, simulasi pengisian serta pelaporan SPT elektronik, pembuatan e-faktur, hingga pemahaman fitur administrasi perpajakan digital lainnya.

    Melalui metode praktik di laboratorium komputer, peserta memperoleh pengalaman yang mengintegrasikan teori perpajakan dengan keterampilan teknis yang dibutuhkan di dunia kerja.

    Dalam sambutannya, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., menekankan pentingnya penguasaan teknologi perpajakan bagi mahasiswa akuntansi.

    “Pelaporan pajak saat ini menggunakan aplikasi Coretax, sehingga akuntan harus memahami cara pelaporannya. Kami mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti pelatihan agar memperoleh ilmu sekaligus sertifikat kompetensi,” ujarnya.

    Selain itu, Prof. Tri juga menyampaikan bahwa fakultas akan terus memperkuat peran laboratorium sebagai pusat aktivitas pembelajaran praktis.

    “Mulai tahun ini akan banyak pelatihan berbasis laboratorium, tidak hanya di bidang perpajakan, tetapi juga logistik dan pasar modal dan lain sebagainya. Ini bagian dari komitmen fakultas untuk memberikan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri,” tambahnya.

    Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam mengoperasikan perangkat lunak perpajakan, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri untuk menghadapi praktik profesional di masa depan.

    Pelatihan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 (Quality Education) melalui peningkatan keterampilan mahasiswa berbasis teknologi, serta tujuan ke-8 (Decent Work and Economic Growth) dengan mempersiapkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi kebutuhan industri perpajakan digital.

  • Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya: Talkshow Inspiratif, Kolaborasi Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS bersama Kamar Entrepreneur Indonesia

    Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya: Talkshow Inspiratif, Kolaborasi Laboratorium Kewirausahaan FEB UNS bersama Kamar Entrepreneur Indonesia

    Laboratorium Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Kamar Entrepreneur Indonesia (KEIND) menyelenggarakan Talkshow Idea Generation bertema “Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya”.

    Acara berlangsung di Gedung Suhardi FEB UNS pada Senin (29/9) dan menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IV KEIND tahun 2025.

    Hadir dalam kegiatan ini, Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, serta Ketua Umum KEIND Jawa Tengah sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani.

    Talkshow menghadirkan tiga narasumber inspiratif dari berbagai sektor industri, yakni Hendy Setiono (WKU Bidang Kewirausahaan KEIND – CEO & Founder Baba Rafi Enterprise), Dini Fronitasari (WKU Bidang Teknologi Digital KEIND – Founder Goritna Tech) dan Redita Aliyah (WKU Bidang Industri Pariwisata KEIND – CEO Merapi Park Group). Miftachul Ma’Arif, S.E.I., M.M.,LSS.Cp, Kepala Laboratoium Kewirausahaan FEB UNS memandu langsung jalannya talskhow.

    Dalam sambutannya, Astrid Widayani menegaskan bahwa tema “Mahasiswa Berdaya, Entrepreneur Berjaya” bukan hanya slogan, melainkan peluang sekaligus tantangan generasi muda untuk mengambil peran besar dalam menentukan arah bangsa.

    Ketua Umum KEIND Jawa Tengah sekaligus Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani

    “Indonesia sedang memasuki bonus demografi, di mana penduduk usia produktif akan mencapai lebih dari 60% dari total populasi. Pertanyaannya, apakah ini hadiah otomatis atau justru tantangan? Jawabannya ada pada Anda semua, para mahasiswa. Bonus demografi bisa menjadi pedang bermata dua, tetapi jika generasi muda berdaya, berjiwa kepemimpinan, memiliki mentalitas entrepreneur dan berani berinovasi, maka bonus demografi akan menjadi lompatan emas menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

    Astrid juga mengajak mahasiswa untuk berani memulai langkah kecil sejak dini, membangun jejaring, dan tidak takut gagal.

    “Banyak pengusaha besar yang memulai dari garasi rumah atau kamar kos dengan ide sederhana yang awalnya ditertawakan. Kuncinya adalah berani melangkah ketika yang lain masih ragu. Jangan tunggu sempurna untuk memulai, karena gagal adalah bagian dari proses menuju kesuksesan,” tambahnya.

    Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Surakarta sejalan dengan Asta Cita Nasional tengah memprioritaskan penguatan ekonomi kreatif, digital, serta pemberdayaan UMKM. Program seperti Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Surakarta hadir untuk mendukung wirausaha muda, mulai dari pengemasan produk, branding, kelas startup, hingga akses permodalan.

    “Kesempatan ini terbuka lebar, apalagi UNS adalah tetangga dekat PLUT. Saya ajak mahasiswa untuk memanfaatkan fasilitas ini agar mampu mencetak lebih banyak entrepreneur muda,” jelasnya.

    Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita

    Sementara itu, Ketua Umum KEIND, Afda Rizal Armashita, menegaskan bahwa KEIND dengan 30 ribu anggotanya berkomitmen melahirkan wirausaha muda melalui program KEIND GOES to Campus.

    “Kami ingin mahasiswa tidak hanya mencari pekerjaan setelah lulus, tetapi justru menciptakan lapangan kerja baru. Hari ini kami hadirkan tokoh-tokoh inspiratif yang namanya sudah dikenal dunia sebagai bukti nyata,” ungkapnya.

    Sementara itu, Prof. Tri Mulyaningsih, Wakil Dekan Akademik FEB UNS  menekankan pentingnya sinergi dalam menumbuhkan jiwa wirausaha mahasiswa.

    Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih,

    “Kegiatan ini meningkatkan kapasitas pengetahuan mahasiswa terkait kewirausahaan. Ke depan, kami siap bersinergi untuk membekali mahasiswa, dengan sertifikasi kompetensi pendamping UMKM,” tuturnya.

    Melalui talkshow ini, mahasiswa FEB UNS diharapkan tidak hanya mendapatkan inspirasi dari para entrepreneur nasional, tetapi juga siap menjadi motor penggerak kewirausahaan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

    Kegiatan ini juga selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi), SDG 9 (Industri, Inovasi & Infrastruktur), SDG 11 (Kota & Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).

  • Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture

    Positioning Business Sustainability, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Hadirkan Prof. Hooy Chee Wooi dalam General Lecture

    Sustainability (keberlanjutan) merujuk pada kemampuan sebuah bisnis untuk dapat mempertahankan kegiatan bisnis dalam menghasilkan keuntungan ekonomis. Topik terkait sustainability menjadi topik yang banyak dibahas, terlebih terkait dengan Sustainable Development Goals (SDG).

    Hal tersebut mendorong Program Studi S1 Akuntansi dalam menyelenggarakan kuliah umum dibidang keberlanjutan.

    Menghadirkan Prof. Hooy Chee Wooi, dari Universiti Sains Malaysia (USM), General Lecture bertajuk “Positioning Business Sustainability” digelar secara daring pada Rabu, 3 September 2025.

    Dalam paparannya, Prof. Hooy membahas secara detail terkait tujuan aktivitas bisnis, langkah yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan dari sebuah usaha/bisnis, serta bagaimana memposisikan konsep terkait keberlanjutan.

    Membuka jalannya acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB UNS menyambut hangat pelaksanaan general lecture tersebut.

    Menurut Prof. Tri diskusi terkait sustainability (keberlanjutan) sangatlah penting mengingat saat ini banyak sektor baik bisnis, ekonomi, ataupun keuangan yang diharuskan untuk melaporkan keberlanjutannya.

    “Topik ini sangat menarik dan penting, bagi mahasiswa untuk dapat mempelajari bagaimana caranya memposisikan keberlanjutan bisnis. Kami mengucapkan terima kasih kepada Prof. Hooy yang sudah bersedia hadir dan membagikan pengetahuan terkait business sustainability, semoga diskusi yang berlangsung dapat bermanfaat bagi para peserta yang hadir,” jelas Prof. Tri.

    Tidak hanya membahas terkait keberlanjutan bisnis, Prof. Hooy juga menjelaskan terkait kegiatan dalam aktivitas bisnis dimana, bisnis diartikan sebagai sebuah kegiatan dengan tujuan untuk menghasilkan keuntungan ekonomis, yang meliputi proses produksi, penjualan, ataupun pertukaran barang dan/atau jasa yang memenuhi kebutuhan pelanggan.

    “Bisnis yang kita kenal ternyata melibatkan banyak bagian dan peran, sehingga untuk dapat mencapai kesuksesan bisnis diperlukan perencanaan, manajemen yang efektif, pengetahuan pasar, serta kemampuan untuk beradaptasi,” ungkap Prof. Hooy.

    Secara teroritis, strategi yang diperlukan oleh sebuah bisnis untuk dapat terus eksis secara berkelanjutan meliputi adanya strategi bisnis yang jelas, fokus pada manajemen keuangan, pemahaman pasar dan reputasi yang baik, kemampuan untuk beradaptasi dan menjadi fleksibel, serta investasi untuk menumbuhkan talenta dan budaya perusahaan. Lebih lanjut dengan adanya kemajuan teknologi, sebuah bisnis perlu memanfaatkan teknologi dan data seperti penggunaan otomatisasi dan pengambilan keputusan berbasis data.

    Selain itu, bisnis juga perlu melakukan risk management, menjaga basis konsumen basis konsumen dan pertumbuhan pasar, memastikan kondisi governance yang kuat, dan kerjasama strategis.

    Dalam memposisikan keberlanjutan bisnis, menurut Prof. Hooy, profit menjadi bottom line dari bisnis, sehingga keuntungan atau laba menjadi dasar keberlanjutan. Setelah memastikan profitabilitas bisnis, level selanjutnya dari usaha untuk memastikan keberlanjutan bisnis adalah kepatuhan, karena apabila sebuah bisnis tidak mematuhi hukum maka keberadaan atau legitimasinya akan dipertanyakan. Setelah kepatuhan hukum terpenuhi, posisi selanjutnya yang diperlukan adalah kepatuhan atau pencapaian ESG (environmental, social, and governance), CSR (corporate social responsibility), SDG (sustainable development goals), dan etika.

    “Dari sisi produsen, keberlanjutan bisnis berarti bahwa bisnis dapat bertahan dalam jangka panjang. Sementara dari sisi pelanggan, hal ini merujuk pada bisnis yang memberikan nilai dalam jangka panjang. Sehingga untuk menyeimbangkan dua hal ini maka bisnis perlu memberikan nilai jangka panjang untuk stakeholder, komunitas, dan lingkungan secara keseluruhan. Hal ini melibatkan integrasi pertimbangan lingkungan, sosial, dan governance ke dalam strategi perusahaan, operasi, dan proses pengambilan keputusan,” jelas Prof. Hooy.

    Menutup jalannya guest lecture, Prof. Hooy menyampaikan bahwa bisnis saat ini dituntut untuk tidak lagi “doing good by doing well” (berbuat baik karena mendapatkan keuntungan) tetapi “doing well by doing good.”

    Dengan menghadirkan pembahasan mendalam tentang positioning business sustainability, kuliah umum ini secara langsung mendukung upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Keberlanjutan bisnis yang tidak hanya berfokus pada profit semata, tetapi juga mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), selaras dengan tujuan SDGs untuk memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, perlindungan lingkungan, dan kesejahteraan sosial.

    Melalui pemahaman dan penerapan konsep-konsep tersebut, para mahasiswa dan pelaku bisnis diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang seimbang antara keuntungan bisnis dan tanggung jawab sosial serta lingkungan, sebagaimana yang dicanangkan dalam SDGs.

  • Kolaborasi Peneliti UNS dan Malaysia Bahas Inovasi dan Kewirausahaan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Malaysia

    Kolaborasi Peneliti UNS dan Malaysia Bahas Inovasi dan Kewirausahaan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas di Indonesia dan Malaysia

    Tim peneliti Universitas Sebelas maret (UNS) menyelenggarakan Guest Lecture bertema “Innovation Ecosystem for Disabled Entrepreneurs in Indonesia and Malaysia”, Selasa 23 September 2025 di Aula Konimex FEB UNS.

    Guest lecture menghadirkan dua narasumber dari Universiti Malaya, yaitu Prof. Dr. Ismawati binti Jaafar dan Dr. Farzana Parveen Tajudeen, sebagai bagian dari kolaborasi riset internasional yang sedang berlangsung antara Universiti Malaya (UM), Universitas Sebelas Maret (UNS), dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPO).

    Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan riset bertajuk “Inclusive Innovation: Co-Creating Digital Entrepreneurship with the Disabled Community and its Ecosystem” yang berfokus pada pengembangan inovasi inklusif dan kewirausahaan digital bagi penyandang disabilitas (PwD) di Indonesia dan Malaysia.

    Penelitian ini tidak hanya memetakan tantangan yang dihadapi komunitas disabilitas seperti stigma sosial, diskriminasi, keterbatasan akses pendidikan, pekerjaan, dan modal, namun juga menawarkan solusi berbasis model ekosistem inovasi inklusif dan penggunaan teknologi digital untuk memperkuat kapasitas usaha para penyandang disabilitas.

    Dalam studinya, tim peneliti mengeksplorasi dua studi kasus utama: Batik Ciprat di Desa Karangpatihan (Indonesia) dan inisiatif batik yang dipimpin penyandang disabilitas di Malaysia, seperti Rumah Harapan dan Batik Kuala Lumpur. Temuan awal dari 51 responden menunjukkan bahwa kepercayaan diri (self-efficacy), hambatan, dan niat berwirausaha memainkan peran penting dalam keberhasilan bisnis digital yang digerakkan oleh PwD.

    Hasil analisis juga menekankan pentingnya penggunaan alat digital dalam membuka akses ke pasar yang lebih luas, menurunkan biaya operasional, serta memperkuat identitas sosial dan peran komunitas difabel dalam ekonomi lokal.

    Kegiatan ini mencerminkan komitmen UNS dalam memperkuat jejaring internasional serta memajukan penelitian yang berdampak langsung pada masyarakat, khususnya dalam mendukung inklusi sosial dan ekonomi bagi kelompok rentan.

    Guest lecture ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 10: Mengurangi Ketimpangan, dan SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, dengan mendorong ekosistem inovasi inklusif yang memberdayakan penyandang disabilitas sebagai pelaku ekonomi yang setara dan berdaya saing.