FEB

Kategori: fakultas

  • Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Life Cycle Assessment Seri 2

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan FEB UNS Gelar Workshop Life Cycle Assessment Seri 2

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Life Cycle Assessment (LCA) Seri ke-2 pada Selasa, 23 September 2025, di Ruang Telekonferen Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Workshop  diikuti oleh mahasiswa Program Magister MESP dan menghadirkan narasumber Akmilatul Maghfiroh, M.Sc., selaku Executive Director Decarbonomics Center. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari seri sebelumnya dan dirancang untuk memperdalam pemahaman serta pengaplikasian metode LCA dalam konteks ekonomi berkelanjutan.

    LCA adalah metode analisis yang digunakan untuk menilai dampak lingkungan dari suatu produk, jasa, atau aktivitas mulai dari tahap produksi hingga akhir siklus hidupnya. Dalam konteks ekonomi hijau, LCA berperan penting dalam mengukur efisiensi energi dan sumber daya, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan berbasis green economy dan circular economy.

    Ketua Program Studi MESP, Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.S., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momen penting bagi mahasiswa untuk menggali lebih dalam mengenai aplikasi LCA dalam bidang ekonomi.

    Ini merupakan kali kedua kita membahas LCA secara lebih praktis. Harapannya, mahasiswa dapat memahami bagaimana LCA dapat diterapkan di bidang ekonomi, serta memanfaatkan berbagai perangkat LCA yang bersifat open source” ujar Prof. Suryanto.

    Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif mahasiswa dalam workshop ini untuk memperoleh wawasan baru mengenai ekonomi lingkungan. Prof. Suryanto mengapresiasi kehadiran narasumber dan berharap agar dapat mendampingi mahasiswa dalam memahami teknik dan strategi penggunaan LCA secara lebih efektif.

    Kegiatan workshop ini sejalan dengan komitmen terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim, dengan mendorong pemahaman dan penerapan LCA sebagai alat untuk mendukung praktik ekonomi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

  • FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs

    FEB UNS Koordinasikan Pemanfaatan Learning Management System Green Jobs

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Koordinasi Pemanfaatan Learning Management System (LMS) Green Jobs dalam rangka mendukung pembelajaran mata kuliah Sumber Daya Manusia (SDM) dan Ketenagakerjaan yang lebih kontekstual dan berkelanjutan.

    Koordinasi dilakukan oleh Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni,  Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. serta Kepala Program Studi S1 Manajemen dan Ekonomi Pembangunan, dan juga dosen pengampu FEB UNS mata kuliah terkait, Senin 22 September 2025 secara daring melalui Zoom Meeting.

    Dalam arahanya kepada kaprodi dan juga dosen pengampu, Prof. Tri menyampaikan bahwa LMS Green Jobs merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara FEB UNS, Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), dan Coca-Cola Europacific Partners (CCEP), serta mitra internasional “Skills for Impact” dengan tujuan mengintegrasikan pendekatan Green Jobs ke dalam kurikulum perkuliahan.

    Di FEB UNS, LMS Green Jobs direncanakan akan diterapkan secara terintegrasi dalam mata kuliah Manajemen SDM dan Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan. Materi yang disesuaikan mencakup topik-topik seperti analisis isu ketenagakerjaan terkini, studi kasus perusahaan, hingga pembahasan tentang migrasi tenaga kerja dan serikat pekerja.

    Pemanfaatan LMS Green Jobs dinilai mampu menjawab tantangan global terkait ketenagakerjaan, ekonomi hijau, dan keberlanjutan lingkungan. Melalui LMS ini, mahasiswa dapat mengakses berbagai materi pembelajaran yang disusun secara daring, interaktif, dan fleksibel.

    “Integrasi Green Jobs dalam perkuliahan merupakan langkah penting untuk menyiapkan mahasiswa menghadapi pasar kerja masa depan yang semakin menekankan aspek keberlanjutan, Kegiatan ini akan berlangsung pada 6 Oktober hingga 1 November, jadi sifatnya menggantikan perkuliahan direntang waktu tersebut dan dari hasil koordinasi, Bapak Ibu Dosen Pengampu dapat menjelaskan kepada para mahasiswa dan ini bersifat wajib diikuti. Teknis presensi akan diatur oleh Kasubbag Akademik” terangnya kemudian.

    Materi pelatihan Green Jobs terdiri dari lima modul utama, yaitu Dasar-Dasar Pekerjaan Hijau dan Konteks Global, Pemikiran Sistemik dan Desain Solusi, Keterampilan Teknis dan Digital untuk Ekonomi Sirkular, Keterlibatan Pemangku Kepentingan dan Perubahan Perilaku, Jalur Karir Hijau dan Kewirausahaan.

    Setiap modul dirancang dengan durasi belajar 60–90 menit, termasuk pre-test, materi inti, bacaan pendukung, aktivitas individu opsional, dan post-test.

    Lebih lanjut Prof Tri menjelaskan keikutsertaan mahasiswa FEB UNS di pembelajaran ini juga mendukung pencapaian beberapa Indikator Kinerja Utama (IKU) UNS, antara lain IKU 1, Lulusan Mendapatkan Pekerjaan yang Layak, melalui penyertaan materi sertifikasi dan kompetensi Green Jobs; IKU 6, Kemitraan Program Studi, dengan kolaborasi bersama mitra industri dan akademisi internasional; IKU 7, Pembelajaran dalam Kelas, melalui pemanfaatan MOOC dan metode daring yang inovatif.

    Tastaftiyan Risfandy, Ph.D menambahkan bahwa LMS Green Jobs terbuka untuk mahasiswa seluruh Indonesia.

    “Jadi kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiswa Indonesia. Nantinya mahasiswa FEB yang mengikuti matakuliah Manajemen SDM serta Ekonomi SDM dan Ketenagakerjaan akan bergabung di pembelajaran ini. Teknisnya mahasiswa melakukan pendaftaran secara mandiri melalui link ugm.id/PendaftaranGreenJobs. Seluruh informasi terkait kegiatan tersebut akan diinformasikan langsung kepada mahasiswa dalam Grup WA” ungkapnya.

    Lebih lanjut dijelaskan bahwa peserta akan mendapatkan sertifikat internasional dari CCEP, akses gratis ke 5 modul pelatihan, fleksibilitas belajar secara daring dan kesempatan memenangkan hadiah uang tunai hingga Rp5.000.000.

    Di sesi diskusi, Kaprodi S1 Ekonomi Pembangunan. Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D memberikan masukan agar pembelajaran mandiri ini tetap ada pengawasan agar mahasiswa dapat disiplin mengikuti prosesnya hingga usai.

    Pemanfaatan LMSGreen Jobs oleh FEB UNS sejalan dengan upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada target pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta aksi terhadap perubahan iklim.

    Dengan mengintegrasikan pendidikan berbasis keberlanjutan dan ekonomi hijau ke dalam kurikulum, FEB UNS berkontribusi nyata dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

  • Laboratorium Project Based Learning FEB UNS Gelar Workshop Penyusunan RPS dan Materi Ajar Bahasa Inggris Bidang Ekonomi dan Bisnis

    Laboratorium Project Based Learning FEB UNS Gelar Workshop Penyusunan RPS dan Materi Ajar Bahasa Inggris Bidang Ekonomi dan Bisnis

    Laboratorium Project Based Learning (PBL) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dan Materi Ajar Bahasa Inggris Bidang Ekonomi dan Bisnis, Jumat, 19 September 2025 di Laboratorium PBL FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh dosen perwakilan program studi di FEB UNS menghadirkan Dr. B. Yuniar Diyanti, S.Pd., M.Hum., staf pengajar Departemen Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai narasumber utama.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan dosen dalam menyusun RPS dan materi ajar Bahasa Inggris yang kontekstual dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran di bidang ekonomi dan bisnis. Diharapkan hasil dari workshop ini dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa serta meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan di FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS, menyampaikan bahwa pihak fakultas menyadari kemampuan bahasa Inggris para alumni masih perlu didorong lagi. Hal ini berdasarkan masukan dari pengguna lulusan dan berbagai stakeholder yang menilai kemampuan bahasa Inggris lulusan perlu diperkuat.

    “Inilah salah satu motivasi utama diadakannya kegiatan ini,” ujarnya.

    Prof. Tri juga menjelaskan bahwa selama ini pengajaran bahasa Inggris di fakultas hanya bergantung pada UPT P2B dengan sistem tes bagi mahasiswa baru. Nilai ujian kemudian dikonversi menjadi nilai A-E, dan mahasiswa yang nilainya di bawah 60 hanya diberi kesempatan mengikuti satu kali pelatihan. Akibatnya, banyak mahasiswa yang merasa cukup dengan nilai “C” dan kurang termotivasi untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.

    Sesuai Peraturan Rektor, setiap program studi diwajibkan memiliki satu mata kuliah bahasa Inggris yang dirancang khusus sesuai kebutuhan program studi masing-masing.

    Fakultas perlu merancang mata kuliah English for Economy and Business yang mencakup seluruh program studi di FEB.

    “Lebih mudah jika kita punya modul pembelajaran bahasa Inggris yang sesuai kebutuhan prodi,” tambah Prof. Tri.

    Sementara itu, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si., Kepala Laboratorium PBL menekankan pentingnya penguatan materi ajar Bahasa Inggris dalam mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL).

    “Bahasa Inggris sangat penting dalam mendukung kompetensi mahasiswa kita. Karena itu, RPS dan materi ajar perlu disusun sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan prodi dan CPL yang telah diformulasikan,” ujarnya.

    Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Lab PBL FEB UNS yang aktif mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Sebelumnya, Lab PBL telah menyelenggarakan workshop penyusunan modul pembelajaran berbasis kasus dan proyek, dan pada triwulan keempat tahun ini, akan melanjutkan dengan program pendampingan penyusunan modul berbasis kasus dan proyek tersebut.

    Sebagai salah satu dari tujuh laboratorium yang ada di FEB UNS, Lab PBL memiliki fokus untuk mengembangkan inovasi pembelajaran yang kolaboratif dan aplikatif.

    Workshop yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari tersebut berjalan dengan sangat dinamis. Para peserta aktif berpartisipasi dalam diskusi, tanya jawab, serta sesi praktik penyusunan RPS dan materi ajar.

    Antusiasme dan keterlibatan peserta selama kegiatan menunjukkan komitmen yang tinggi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan fakultas.

    Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, dengan memperkuat kapasitas tenaga pengajar dalam menyediakan materi ajar yang relevan dan berkualitas internasional. Selain itu, kegiatan ini juga mendukung SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui peningkatan kualitas lulusan di bidang ekonomi dan bisnis yang siap bersaing di pasar global.

  • PKM UNS Dorong Transformasi UKM Batik Manggar Blora Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Berdaya Saing

    PKM UNS Dorong Transformasi UKM Batik Manggar Blora Jadi Pelaku Ekonomi Kreatif Berdaya Saing

    Upaya pemberdayaan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terus diperkuat oleh Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Kali ini, Grup Riset Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) UNS menggandeng UKM Batik Manggar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dalam program pendampingan yang bertujuan meningkatkan tata kelola usaha secara menyeluruh.

    Grup Riset dipimpin oleh Dr. Sri Hartoko, MBA., Ak., CACP., bersama Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS dan M. Rudianto, S.E., S.Sn., M.Sn., Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain UNS.

    Di kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari FEB UNS, Salma Nadia Putri dan Tsabita Widya Waskito. Program ini tidak hanya sekadar pelatihan, tetapi lebih jauh mengusung transformasi UKM menuju usaha berkelanjutan.

    Kegiatan bertajuk “Penerapan Sistem Akuntansi dan Peningkatan Kualitas Produk Marketable untuk Menciptakan Keberlanjutan Usaha pada UKM Batik Manggar,” dengan narasumber Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak dan Prof. Dr. Dra. Hj. Endang Dwi Amperawati, MM.

    Sasaran kegiatan meliputi  tiga aspek utama: perbaikan sistem akuntansi usaha, inovasi produk batik, dan perluasan kanal pemasaran.

    Menurut Dr. Hartoko, pasar Batik Manggar saat ini masih terfokus pada konsumen lokal di wilayah Blora. Karena itu, diperlukan langkah-langkah inovatif agar produknya bisa bersaing di pasar yang lebih luas.

    “Untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas, kami mengenalkan teknik paper stamp dalam pembuatan motif, mengembangkan prototipe produk baru, dan memperkenalkan alat feeder guna mempercepat proses produksi,” jelasnya.

    Tak hanya berhenti di lini produksi, tim juga turut memperkuat aspek pemasaran dan identitas merek (branding). Beberapa inisiatif yang dilakukan antara lain: pembuatan video profil usaha, pengembangan website resmi, pengelolaan media sosial, hingga pembukaan kanal e-commerce. Hal ini bertujuan agar UKM Batik Manggar dapat menjangkau pasar regional bahkan nasional.

    Program ini juga membuka peluang kerja baru dengan melibatkan masyarakat sekitar dalam proses produksi, menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif. Tak kalah penting, kolaborasi ini juga menjadi wadah transfer pengetahuan dari perguruan tinggi ke pelaku usaha, khususnya di bidang manajemen, keuangan, digital marketing, dan pengelolaan SDM.

    “UKM Batik Manggar punya potensi besar. Dengan tata kelola yang lebih tertata dan produk yang inovatif, kami berharap UKM ini bisa menjadi role model pengembangan ekonomi kreatif daerah,” imbuh Dr. Hartoko.

    Didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun 2025, program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek pengurangan kemiskinan (Goal 1) serta pengembangan industri, inovasi, dan infrastruktur (Goal 9). Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi terhadap capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi, yakni pelibatan mahasiswa dalam aktivitas di luar kampus dan penerapan hasil riset dosen secara langsung di masyarakat.

    Dengan pendekatan yang komprehensif, UNS berharap Batik Manggar dapat melangkah lebih jauh sebagai ikon ekonomi kreatif Blora yang mampu bersaing di pasar nasional.

  • FEB UNS Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Mahasiswa dengan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

    FEB UNS Fasilitasi Pengembangan Keterampilan Mahasiswa dengan Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Sosialisasi Program Pelatihan dan Sertifikasi yang ditawarkan oleh masing-masing laboratorium di lingkungan FEB UNS.

    Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui Zoom Meeting ini diwajibkan bagi seluruh mahasiswa Angkatan 2022, 2023, dan 2024, Rabu 17 September 2025.

    Dalam paparan pembuka, Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. mengutip sejumlah hasil survei dan pemberitaan yang menyoroti tantangan besar di pasar tenaga kerja Indonesia. Pertumbuhan lapangan kerja di Indonesia masih didominasi oleh kuantitas tanpa diikuti peningkatan kualitas, sehingga banyak pencari kerja mengalami kesulitan mendapatkan pekerjaan karena kesenjangan keterampilan dengan kebutuhan industri.

    Survei Bank Indonesia menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja nasional melemah, dengan sekitar 44 juta pemuda yang mengalami kesulitan masuk ke dunia kerja akibat ketidaksesuaian keterampilan dengan tuntutan pasar. Fenomena ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kompetensi yang relevan dan berdaya saing.

    “Kami berupaya keras untuk memberikan beragam kegiatan pelatihan di luar proses belajar mengajar yang dapat memperkuat keterampilan mahasiswa. Hal ini sangat penting mengingat tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif. Sertifikasi pelatihan juga sebagai syarat untuk mengikuti ujian skripsi, mahasiswa wajib mengikuti salah satu atau salah dua atau bahkan mengikut semua, tergantung pada ketertarikan teman-teman bidang apa yang Teman-Teman mahasiswa tertarik untuk mengeksplor lebih lanjut” ujar Prof. Tri.

    Prof. Tri menyampaikan harapannya agar sosialisasi ini dapat memberikan informasi yang lengkap kepada mahasiswa, sehingga partisipasi mereka dalam berbagai kegiatan pelatihan dan sertifikasi semakin meningkat dan berkualitas.

    Lebih lanjut, Prof. Tri menyampaikan, saat ini, terdapat sembilan laboratorium aktif di FEB UNS yang menawarkan berbagai pelatihan dan sertifikasi kompetensi yang diakui oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), antara lain: Laboratorium Ekspor Impor (Ketua: Arif Rahman Hakim, SE., M.Ec.Dev., Ph.D); Laboratorium Perpajakan (Ketua: Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, SE., MM); Laboratorium Simulasi Kewirausahaan (Ketua: Miftachul Ma’Arif, SEI., MM., LSS,Cp.); Laboratorium Financial Technology (Fintech) (Ketua: Wahyu Trinarningsih, SE., MM., MA); Laboratorium Logistik dan Pasar Modal atau Investasi (Ketua: Arif Lukman Santoso, SE., MM., M.Pro., Ak); Laboratorium Project Based Learning (Ketua: Siti Khoiriyah, SE., M.Si); Laboratorium Teknologi Informasi (Ketua: Mulyadi, SE., M.Ec.Dev); Laboratorium Bina Desa (Ketua: Yogi Pasca Pratama, SE., ME., Ph.D) serta Laboratorium Fiscal Corner (Ketua: Dr. Mulyanto, M.E).

    Setiap laboratorium menyediakan pelatihan dan sertifikasi yang menjadi salah satu syarat wajib bagi mahasiswa dalam mengikuti ujian tugas akhir atau skripsi. Sertifikasi kompetensi ini berlaku selama tiga tahun dan diakui secara nasional oleh BNSP, sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing mahasiswa di pasar kerja.

    “Kami berharap pelatihan dan sertifikasi ini bukan hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar memberikan bekal keterampilan yang dapat digunakan mahasiswa dalam mencari dan mendapatkan pekerjaan yang berkualitas,” tutup Prof. Tri.

    Mahasiswa dapat mengakses informasi lebih lengkap mengenai jadwal, jenis pelatihan, serta prosedur pendaftaran melalui website resmi FEB UNS.

    Sementara itu, Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa mahasiswa semester 7 diwajibkan mengikuti Pre Job Training (PJT) sebagai bagian dari program pelatihan.

    Dalam kesempatan tersebut, Ia juga menginformasikan adanya kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) terkait materi Green Jobs Skills for Impact.

    Green Jobs bukan sekadar pekerjaan yang ramah lingkungan, tetapi juga pekerjaan yang memberikan dampak positif secara sosial, ekonomi, dan ekologis. Konsep ini mengintegrasikan ketenagakerjaan, kualitas lingkungan, dan keberlanjutan ekonomi dalam satu kerangka.

    “Pelatihan Green Jobs sangat penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan daya saing di pasar kerja, membuka akses peluang kerja baru, mengembangkan kompetensi lintas disiplin, membangun kredibilitas profesional, serta memberi kesempatan berwirausaha,” ungkapnya.

    Sesi berikutnya adalah paparan dari para kepala laboratorium FEB UNS. Pada sesi ini, masing-masing kepala laboratorium menjelaskan secara detail berbagai macam pelatihan dan sertifikasi yang ditawarkan kepada mahasiswa berikut dengan jadwal pelaksanaannya, sehingga mereka dapat memilih program yang paling sesuai dengan minat dan kebutuhan pengembangan keterampilan mereka.

    Program Pelatihan dan Sertifikasi Laboratorium FEB UNS ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) nomor 4 yaitu Quality Education yang menekankan pentingnya pendidikan berkualitas dan peningkatan keterampilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, dengan penekanan pada pelatihan Green Jobs dan pemberdayaan desa, program ini turut mendukung SDGs nomor 8, Decent Work and Economic Growth, serta SDGs nomor 11, Sustainable Cities and Communities, melalui pengembangan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

  • Laboratorium Ekspor Impor FEB UNS Gandeng PPEJP Kemendag Gelar Pelatihan Persiapan Ekspor

    Laboratorium Ekspor Impor FEB UNS Gandeng PPEJP Kemendag Gelar Pelatihan Persiapan Ekspor

    Laboratorium Ekspor Impor Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekspor dan Jasa Perdagangan (PPEJP), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, menyelenggarakan Pelatihan Persiapan Ekspor di Laboratorium Teleconference, Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan ini diselenggarakan selama tiga hari, dari tanggal 16 hingga 18 September 2025, dan akan ditutup dengan ujian sertifikasi pada hari keempat, 19 September 2025. Ujian tersebut merupakan bagian dari skema sertifikasi kompetensi ekspor, yang bertujuan untuk memastikan kesiapan peserta dalam menghadapi dunia ekspor secara profesional dan terstandarisasi.

    Pelatihan menghadirkan para narasumber ahli dan berpengalaman di bidang perdagangan internasional, antara lain Fernandes, Eriklex D., dan Lukman Nurjaman. Narasumber menyampaikan materi-materi krusial terkait prosedur ekspor, dokumen ekspor, mekanisme pembayaran internasional, serta tata niaga ekspor.

    Mulyana, Tim PPEJP Kementerian Perdagangan menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai bekal untuk mengikuti uji kompetensi sertifikasi. Ia berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan dengan serius dan memahami materi yang diberikan.

    “Kami berharap para peserta dapat fokus dan memahami materi-materi yang diberikan oleh para pengajar. Semoga semuanya bisa lulus uji kompetensi dan menjadi insan-insan yang sukses, kompeten, serta mampu bersaing di bidang ekonomi dan bisnis, khususnya dalam pengembangan ekspor-impor Indonesia,” ujarnya.

    Sementara itu, Kepala Laboratorium Ekspor Impor FEB UNS, Dr. Arif Rahman Hakim, S.E., M.Ec.Dev., menyampaikan bahwa kerja sama antara FEB UNS dan PPEJP telah terjalin sejak tahun 2001. Salah satu wujud nyata dari kerja sama ini adalah pendirian Laboratorium Ekspor Impor sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi di bidang perdagangan internasional.

    Dr. Arif juga menyampaikan bahwa pelatihan ini diikuti oleh 30 peserta dari berbagai jenjang, mulai dari mahasiswa S1, S2, S3 hingga dosen. Menurutnya, kegiatan ini merupakan upaya nyata untuk menciptakan SDM unggul yang siap berperan dalam mendukung peningkatan kinerja ekspor nasional.

    Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 17 (Kemitraan untuk Tujuan).

    Melalui pelatihan ini, FEB UNS berkontribusi mencetak SDM kompeten yang siap mendukung pertumbuhan ekspor dan pembangunan ekonomi berkelanjutan.

  • Working Paper Forum P4M FEB UNS Bahas Peran Voucher dalam Pola Konsumsi Makanan Remaja

    Working Paper Forum P4M FEB UNS Bahas Peran Voucher dalam Pola Konsumsi Makanan Remaja

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (FEB UNS) bersama Research Group for Applied Microeconomics menggelar Working Paper Forum, Rabu, 10 September 2025, di Ruang Sidang 2 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Forum ini diikuti oleh civitas akademika FEB UNS, termasuk dosen, peneliti, dan mahasiswa.

    Working Paper Forum mengangkat topik Studi Eksperimen Sosial Ekonomi: Peranan Voucher & Agency dalam Preferensi Konsumsi Makanan pada Remaja yang dipaparkan oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.

    Dalam paparannya, Prof. Tri menjelaskan fenomena double burden of malnutrition yang terjadi di Indonesia, yakni meningkatnya konsumsi makanan tinggi kalori dan gula di tengah tingginya angka stunting dan anemia, khususnya pada remaja.

    Fenomena ini ditandai oleh peningkatan konsumsi makanan olahan tinggi kalori dan gula, sementara angka stunting dan anemia masih menjadi persoalan serius, terutama di kalangan remaja.

    Penelitian yang melibatkan 1.011 siswa berusia 12-16 tahun dari lima sekolah di Kota Solo ini membagi partisipan dalam tiga kelompok eksperimen, yaitu kelompok kontrol yang menerima voucher alat tulis, kelompok voucher makanan sehat, dan kelompok voucher pilihan (makanan sehat atau tidak sehat).

    Intervensi selama tiga minggu ini juga disertai edukasi gizi dengan pengukuran perilaku makan, konsumsi harian, serta faktor psikologis sebelum dan sesudah intervensi.

    Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian voucher memang mampu meningkatkan konsumsi makanan sehat dalam jangka pendek, namun pola konsumsi kembali ke kondisi awal setelah intervensi selesai.

    Lebih menarik, pemberian pilihan (agency) terbukti meningkatkan preferensi makanan sehat, terutama pada siswa yang lebih muda dengan karakter psikologis tertentu, seperti tingkat kepatuhan dan kebutuhan akan otonomi yang tinggi.

    “Kesimpulan kami, kebijakan berbasis pemberian pilihan ini berpotensi menjadi strategi efektif untuk mendorong pola makan sehat pada remaja, namun intervensi harus berkelanjutan dan disesuaikan dengan usia agar dampaknya dapat bertahan dalam jangka panjang,” ungkap Prof. Tri.

    Melalui forum ini, FEB UNS menunjukkan komitmennya dalam mendukung riset yang tidak hanya inovatif tapi juga aplikatif untuk perbaikan kualitas hidup masyarakat, terutama generasi muda.

    Sebagai bagian dari visi pembangunan berkelanjutan, penelitian ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3 tentang kesehatan dan kesejahteraan yang menargetkan penurunan stunting dan malnutrisi, serta SDG 4 yang mendukung pendidikan berkualitas melalui penyebaran ilmu pengetahuan dan edukasi kesehatan.

    Upaya kolaboratif ini menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi berperan aktif dalam menciptakan solusi yang berdampak positif bagi masyarakat dan pembangunan bangsa secara berkelanjutan.

  • MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan

    MAKSI FEB UNS Sosialisasikan Akselerasi Studi Lewat Program Percepatan dan Beasiswa Unggulan

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Sosialisasi bertajuk Shaping The Future in Academic Opportunity, Jumat, 23 Mei 2025 secara hybrid di Ruang Kelas Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS dan Zoom Meeting.

    Acara ini menghadirkan dua pembicara utama, yaitu Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., Ketua Program Studi S-1 Akuntansi FEB UNS, dan Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., Ketua Program Studi MAKSI Akuntansi FEB UNS.

    Dalam sosialisasi tersebut, diperkenalkan program percepatan yang dirancang khusus untuk membuka peluang bagi mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke jenjang MAKSI dengan waktu lebih singkat dan biaya yang lebih efisien. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendorong mahasiswa berprestasi melanjutkan studi tanpa jeda panjang.

    Prof. Doddy Setiawan menyampaikan bahwa inti dari program percepatan ini adalah mahasiswa akan mengikuti jenjang S1 dan S2 secara bersamaan. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat menyelesaikan studi S1 dan S2 dalam waktu lima tahun.

    Selain efisiensi waktu, peserta program juga mendapatkan potongan biaya kuliah sebesar 50% pada semester pertama dan kedua.

    “Kita ingin mahasiswa tidak hanya selesai S1, tapi langsung bisa lanjut S2 dengan kualitas akademik yang terjaga. Program percepatan adalah jalur terbaik untuk itu. Yang paling penting, sejak semester pertama mahasiswa sudah mendapatkan pendampingan intensif agar dapat mengikuti program ini dengan baik” tegasnya.

    Dengan demikian, FEB UNS memberikan kesempatan bagi mahasiswa berprestasi untuk mengembangkan karier akademik dan profesional secara lebih cepat melalui program yang terintegrasi dan terstruktur dengan baik ini.

    Lebih lanjut, Lulus Kurniasih, Ph.D menjelaskan jalur percepatan studi dari sarjana ke magister terbuka bagi mahasiswa aktif program S1, khususnya dari jurusan Akuntansi, sejak mereka berada di semester enam.

    “Mahasiswa bisa mulai mengambil mata kuliah magister saat masih di S1. Ini memberi mereka kesempatan untuk lulus S2 lebih cepat, dengan biaya yang jauh lebih ringan, karena di dua semester awal mereka hanya membayar 50% UKT,” jelasnya.

    Program percepatan terbuka bagi mahasiswa dengan IPK minimal 3,50, memiliki TOEFL minimal 450, nilai TPA minimal 425 atau lolos Tes Bakat Skolastik dari Fakultas Psikologi UNS, serta mendapatkan satu rekomendasi dari dosen bergelar doktor. Selain seleksi administrasi, calon peserta juga harus melalui wawancara akademik untuk memastikan kesiapan dan motivasi mereka mengikuti program ini.

    Tidak hanya memperkenalkan jalur percepatan, acara ini juga menyoroti berbagai peluang beasiswa yang bisa diakses oleh mahasiswa program percepatan maupun reguler.

    “Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa unggul tidak terhambat oleh kendala biaya. Ada beasiswa Scopus, LPDP, hingga Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang bisa mereka manfaatkan,” tambahnya.

    Beasiswa Scopus UNS, misalnya, diberikan kepada dua mahasiswa setiap semester yang memiliki publikasi ilmiah bereputasi. Sementara itu, Beasiswa LPDP dari Kementerian Keuangan RI memberikan pendanaan penuh bagi mahasiswa magister berprestasi. Bagi mereka yang ingin langsung melanjutkan ke jenjang doktor, tersedia pula Beasiswa PMDSU yang memungkinkan mahasiswa menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 dalam waktu yang terintegrasi.

    Penerimaan program percepatan hanya di bulan April-Agustus dengan terlebih dahulu menghubungi admisi atau Kaprodi MAKSI.

    Dengan menghadirkan program percepatan studi dan berbagai peluang beasiswa, Program Studi MAKSI FEB UNS turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam memastikan akses pendidikan berkualitas dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat (SDG 4).

    Program ini juga mendukung pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berdaya saing, yang menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, pekerjaan layak, dan inovasi (SDG 8 dan 9).

    Dengan demikian, MAKSI FEB UNS tidak hanya mencetak lulusan unggul, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masa depan yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan bagi Indonesia dan dunia.

  • Serah Terima Jabatan Ketua Senat Akademik FEB UNS: Estafet Kepemimpinan dari Prof. Tulus ke Prof. Hunik

    Serah Terima Jabatan Ketua Senat Akademik FEB UNS: Estafet Kepemimpinan dari Prof. Tulus ke Prof. Hunik

    Senat Akademik Fakultas (SAF) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan acara serah terima jabatan Ketua SAF pada Rabu 10 September 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Acara ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek. sebagai Ketua SAF FEB UNS sejak 2021 hingga 2025, dan sekaligus penyerahan amanah kepemimpinan kepada Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, M.Si. dalam masa Pergantian Antar Waktu periode 2025–2028.

    Penandatanganan berita acara serah terima jabatan dilakukan secara resmi dan disaksikan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dan Sekretaris SAF FEB UNS, Reza Rahardian, S.E., M.Si. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para anggota Senat Akademik FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Prof. Tulus menyampaikan rasa terima kasih atas kerja sama dan dukungan yang telah Ia terima selama menjabat. Prof. Tulus menyatakan bahwa per 1 September 2025, dirinya resmi memasuki masa purna tugas.

    “Terima kasih atas semua dukungannya. Saya mungkin tidak memberikan banyak kontribusi di FEB UNS, mohon maaf jika selama ini ada kesalahan,” ujar Prof. Tulus dengan rendah hati.

    Sebagai Ketua SAF baru, Prof. Hunik menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan peran penting SAF dalam menjaga tata kelola akademik yang baik serta mengharapkan dukungan dari seluruh anggota senat.

    “Saya mohon dukungan dari Ibu dan Bapak semuanya, supaya bisa melaksanakan tugas ini dengan baik,” tuturnya.

    Atas nama Ketua Komisi Profesor dan seluruh anggota senat, disampaikan apresiasi yang tinggi kepada Prof. Tulus atas kepemimpinan yang konsisten, kontribusi nyata, serta semangat menjaga fungsi SAF sebagai lembaga pengawasan internal yang berperan strategis dalam kebijakan akademik fakultas.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, juga menyampaikan ucapan terima kasih baik secara pribadi maupun institusional kepada Prof. Tulus atas dedikasi dan inspirasi yang telah diberikan selama masa jabatannya.

    “Prof. Tulus telah memberikan banyak masukan bermanfaat bagi fakultas. Semoga Prof. Hunik dapat meneruskan estafet ini dan terus berkontribusi terhadap kebijakan yang lebih baik di lingkungan FEB,” ungkapnya.

    Pergantian kepemimpinan ini mencerminkan komitmen FEB UNS terhadap prinsip Good Governance dan Quality Education, yang sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya Goal 4: Quality Education dan Goal 16: Peace, Justice and Strong Institutions.

    Melalui peran aktif Senat Akademik sebagai lembaga pengawasan, FEB UNS terus berupaya memastikan proses pendidikan yang inklusif, adil, dan berkualitas, serta memperkuat institusi akademik yang transparan dan akuntabel.

  • Pelatihan Software STATA Tingkatkan Kemampuan Analisis Data Kuantitatif Dosen Prodi Akuntansi FEB UNS

    Pelatihan Software STATA Tingkatkan Kemampuan Analisis Data Kuantitatif Dosen Prodi Akuntansi FEB UNS

    Program Studi S-1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menggelar Pelatihan Software STATA selama dua hari, Kamis dan Jumat, 8-9 Agustus 2025 di Laboratorium Project Based Learning, Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh dosen Program Studi Akuntansi menghadirkan narasumber Hamidah Dwi Nita, S.Stat., Statistician Officer di Center for Environmental, Social, and Governance Studies (CESGS).

    Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dosen dalam menggunakan software STATA sebagai alat bantu analisis data kuantitatif, khususnya dalam mendukung riset dan publikasi ilmiah.

    Ketua Prodi Akuntansi, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penguasaan software statistik modern untuk menghasilkan penelitian berkualitas yang dapat diterima di jurnal nasional maupun internasional.

    Selama dua hari pelatihan, para peserta mendapatkan materi mendalam mengenai berbagai konsep dan teknik analisis data menggunakan STATA, khususnya pada data panel.

    Beberapa topik yang dibahas antara lain: pengenalan cepat penggunaan STATA dan pengaturan direktori kerja, membuka data, serta pencatatan aktivitas analisis (log); Dasar-dasar analisis regresi, mulai dari Ordinary Least Squares (OLS), regresi logit/probit, hingga model regresi panel; Penggunaan model Fixed Effects (FE) dan Random Effects (RE) serta pemilihan model yang tepat menggunakan uji statistik seperti F-Test, LM Test, dan Hausman Test; Penanganan masalah endogenitas dan robusteness check dengan metode Instrumental Variables (IV) dan Generalized Method of Moments (GMM) serta Analisis model panel dinamis dengan estimator Arellano-Bond dan Arellano-Bover untuk menangani variabel dependen lagged.

    Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoritis tetapi juga praktik langsung dalam menggunakan STATA, sehingga dosen-dosen diharapkan dapat menerapkan teknik analisis tersebut dalam riset-risetnya.

    Dengan adanya pelatihan ini, Prodi Akuntansi FEB UNS terus berkomitmen meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah dosennya, sekaligus mendukung pengembangan akademik yang inovatif dan berbasis data.

    Kegiatan pelatihan ini sejalan dengan upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, dengan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui penguasaan teknologi analisis data.

    Dengan kompetensi yang lebih baik, dosen Prodi Akuntansi FEB UNS dapat menghasilkan riset berkualitas yang mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.