FEB

Kategori: fakultas

  • UNS Bersama 13 Universitas Mitra Deklarasikan Konsorsium International Association of Studies on Economic Growth and Development in Emerging Markets Pada SMICDE 2025

    UNS Bersama 13 Universitas Mitra Deklarasikan Konsorsium International Association of Studies on Economic Growth and Development in Emerging Markets Pada SMICDE 2025

    Gelaran konferensi tahunan Sebelas Maret International Conference on Digital Economy (SMICDE) kembali hadir di tahun 2025. Pada tahun ini SMICDE diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), bekerja sama dengan UNS Fintech Center dan didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, menghadirkan dua keynote speaker dan lima pembicara tamu.

    SMICDE 2025 yang mengangkat tema “Towards Digital Future: New Challenges in Global Economics” juga menjadi venue pembacaan Declaration of Consortium on SDG 8: “International Association of Studies on Economic Growth and Development in Emerging Markets” yang ditandatangani oleh perwakilan dari UNS, University of Akron (USA), Harvard University & University of Messina, Universiti Putra Malaysia, Universiti Utara Malaysia, Universiti Sains Malaysia, Universiti Malaysia Sarawak, Chung Hua University Taiwan, Asia Pacific University Malaysia, University of Malaya Malaysia, Taylor’s University Malaysia, University of Buckingham UK, dan Ostim Technical University Turki.

    Deklarasi tersebut menjadi awal dari komitmen institusi perguruan tinggi dalam memajukan penelitian kolaboratif, pertukaran pengetahuan, dan pertukaran akademis, meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif selaras dengan SDG 8, serta membangun kerja sama antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.

    Dengan ditandatanganinya deklarasi tersebut, ke-14 perguruan tinggi berikrar untuk memperkuat kerja sama dan mendorong aksi kolektif untuk masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

    Ikrar tersebut juga disoroti oleh Prof. Dr. Fitria Rahmawati, SSi., MSi., Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, dalam pidato sambutannya mewakili Rektor UNS.

    “Semoga deklarasi ini tidak hanya menjadi sebuah pernyataan seremonial, namun juga komitmen konkrit dalam memajukan SDG 8, memajukan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, lapangan kerja yang produktif, dan pekerjaan yang layak bagi semua. UNS dengan akan mengambil peran aktif kepemimpinan, sehingga UNS tidak sebatas menjadi anggota, tetapi akan mengkoordinasikan dan memimpin kegiatan dalam network ini. Memastikan bahwa kolaborasi ini akan menghasilkan dampak yang bernilai. Mari kita bersama memajukan pencapaian SDG pada negara berkembang” tegasnya.

    Peran aktif akademisi untuk dapat menyumbangkan hasil konkrit, bukan hanya keilmuan, juga ditekankan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., dalam sambutannya pada event tersebut.

    “Adalah kebanggaan bagi kami untuk dapat menyelenggarakan sebuah pertemuan yang mempertemukan akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, serta pemuka industri dari seluruh dunia. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas disiplin dan institusi ini sangatlah penting dalam menghadapi tantangan digital saat ini. Melalui konferensi ini kami berharap untuk dapat mendorong pertukaran pengetahuan, best practices, dan membangun kemitraan yang akan berkontribusi untuk memajukan inovasi digital demi kemakmuran global,” tuturnya.

    Bertempat di Swiss-Belhotel Solo, Rabu-Kamis, 3-4 September 2025, SMICDE 2025 menjadi gelaran special dengan dilaksanakannya Sebelas Maret International Workshop on Economic Growth and Development in Emerging Markets di hari pertama konferensi. Pada sesi International Workshop, hadir 9 (sembilan) pembicara dan 5 (lima) pembahas (discussants) yang menyajikan diskusi akademis yang interaktif.

    Pelaksanaan Sebelas Maret International Workshop on Economic Growth and Development in Emerging Markets dan SMICDE ini menjadi wujud peran serta Universitas Sebelas Maret dalam proses percepatan pencapaian SDG 8: lapangan kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi, sebagaimana disampaikan dalam sambutan Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS, Prof. Irwan Trinugroho, S.E., MSc., PhD., QCRO.

    “UNS menjadi salah satu universitas yang ditargetkan untuk melakukan percepatan SDG 8. Harapannya adalah agar asosiasi dapat menjadi Hub untuk peneliti, khususnya mereka yang berfokus pada studi terkait pertumbuhan ekonomi dan emerging market. Semoga konferensi yang berlangsung selama dua hari ini akan menjadi sesi yang produktif dan bermanfaat, baik bagi peserta maupun speaker yang hadir” ungkapnya.

    Di hari kedua, Prof. John W. Goodell, University of Akron (USA) dan Prof. Bruno S. Sergi (University of Messina & Harvard University), menyampaikan keynote speech (pidato utama) dengan judul “the New Belief Finance” dan “DESI and the Progress on Digital Development in Europe.” Selain keynote speech dan materi pembicara tamu yang disampaikan dalam sesi plenary, SMICDE 2025 juga menjadi platform bagi lebih dari 70 artikel terpilih untuk dapat dipresentasikan pada sesi paralel session.

    Penghargaan bagi artikel terbaik (best paper) juga diberikan pada 5 (lima) artikel terpilih yang terbagi dalam 3 kategori. Artikel terbaik untuk kategori mahasiswa Master (S2) diberikan kepada Bimo Saktiawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan artikel berjudul “ When Diversity is High, Can it Avoid Ethical Breaches? The Impact of Board Gender Inclusion on Green Washing Practices,” sementara pada kategori mahasiswa Doktoral (S3), penghargaan ini diberikan kepada Ika Swasti Putri dari Universitas Sebelas Maret dengan artikel berjudul “CEO Characteristics, Popularity Level, and Climate Change Disclosure, Evidence from the Energy & Basic Materials Sectors in Indonesia.”   jelasnya.

    Tiga artikel yang mendapatkan penghargaan di kategori Faculty Member and Researcher adalah, “Asymmetric Risk premium in the Digital Asset Market” oleh Berlian Karlina dari Universitas Indonesia (UI) yang memperoleh predikat Best Paper 3, “Does Islamic Financial Development Drive Energy Transition in OIC Countries: the Role of Institutional Quality” oleh Rahmat Heru Setianto dari Universitas Airlangga dengan predikat Best Paper 2, dan “Does Playing by the Rules Pay-off? Market Conduct & Performance in Indonesia’s Life Insurance Sector” oleh Ahmad Danu Prasetyo dari OJK Institute yang terpilih sebagai best paper pertama.

  • FEB UNS Adakan Pelatihan Digisign untuk Tingkatkan Kompetensi Tendik dalam Administrasi Digital

    FEB UNS Adakan Pelatihan Digisign untuk Tingkatkan Kompetensi Tendik dalam Administrasi Digital

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Pelatihan Digisign bagi Tenaga Kependidikan (Tendik), Jumat 25 Juli 2025 di Laboratorium Komputer E, Lantai 3, Gedung Soedarah Soepono FEB UNS.

    Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., ACPA, selaku Wakil Dekan Bidang Non Akademik.

    Dalam sambutannya, Ia menyampaikan bahwa pelatihan Digisign sebelumnya telah dilakukan, namun terbatas hanya pada beberapa person in charge (PIC), seperti drafter dan signer.

    Di pelatihan ini diperluas untuk seluruh tenaga kependidikan FEB UNS, guna memastikan kesiapan dan kelancaran proses administrasi apabila sewaktu-waktu terjadi perubahan tugas atau alih peran di lingkungan fakultas.

    “Mohon Bapak Ibu dapat mengikuti pelatihan ini dengan serius, sehingga memperoleh pemahaman dan keterampilan yang maksimal terkait penggunaan Digisign. Perlu kami tegaskan bahwa penandatanganan digital saat ini telah menjadi kebijakan wajib dari universitas. Maka, seluruh surat keluar, baik dari universitas, fakultas, maupun prodi sudah tidak diperkenankan lagi menggunakan tanda tangan manual” tegasnya.

    Dikatakan, meskipun beberapa waktu lalu masih terdapat surat yang ditandatangani secara manual, ke depan seluruh dokumen resmi harus menggunakan tanda tangan digital. Apabila suatu unit belum memiliki akses sebagai drafter, maka dapat mengajukan permohonan, dan pihak fakultas akan memfasilitasi.

    “Jika Bapak Ibu menghadapi kendala dalam proses ini, mohon disampaikan terlebih dahulu kepada atasan langsung, bisa melalui koordinator, kemudian kepada wakil dekan, dan bila perlu sampai ke tingkat dekan. Jangan mengambil keputusan sendiri. Karena apa pun bentuk keputusan itu, jika salah akan menimbulkan masalah, sementara jika benar pun belum tentu mendapat penghargaan. Maka, mari kita jaga prosesnya bersama,” pungkasnya memberikan arahan.

    Lebih lanjut, penggunaan Digisign ini tidak hanya bertujuan untuk keseragaman administrasi, tetapi juga sebagai bagian dari sistem pengendalian internal agar seluruh dokumen resmi yang diterbitkan dapat dipertanggungjawabkan secara lebih baik.

    Pelatihan ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh), dengan memperkuat kapasitas kelembagaan dan meningkatkan efisiensi tata kelola administrasi yang transparan dan akuntabel.

     

  • FEB UNS Gelar Kuliah Tamu Sambut Mahasiswa Baru Prodi S1 Ekonomi Pembangunan

    FEB UNS Gelar Kuliah Tamu Sambut Mahasiswa Baru Prodi S1 Ekonomi Pembangunan

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Kuliah Tamu Menyambut Mahasiswa Baru Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan, Jumat, 29 Agustus 2025, bertempat di Aula Gedung Soedarah Soepono FEB UNS. Acara ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa baru mengenai isu-isu strategis dalam bidang ekonomi.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini merupakan  sebuah forum penting yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan wawasan mendalam, informasi, serta data terkini terutama mengenai perekonomian domestik dan global. Kegiatan ini sangat strategis dan bermanfaat bagi mahasiswa, khususnya mereka yang memasuki semester 7.

     “Acara ini menjadi momen yang tepat bagi mahasiswa untuk bertanya, berdiskusi, serta mengkaji perkembangan perekonomian terkini,” ujar Prof. Bhimo.

    Ia menambahkan, melalui forum ini, mahasiswa tidak hanya sekadar mengikuti workshop atau pelatihan pengolahan data, tetapi juga mendapatkan dasar teoretik yang kuat serta pemahaman data yang mendasari analisis ekonomi. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat melakukan estimasi dan prediksi yang lebih akurat dalam riset mereka.

    Sementara itu, Ferry Ardiyanto,Plt Asisten Deputi Ekonomi Makro dan Fiskal dalam sambutannya kepada mahasiswa baru Ekonomi Pembangunan mengingatkan pentingnya keteguhan dan keyakinan mahasiswa dalam memilih jurusan Ekonomi Pembangunan, yang menurutnya memiliki prospek cerah di berbagai sektor, baik di pemerintahan maupun swasta. Mahasiswa pun didorong untuk memilih jalur yang paling sesuai dengan passion mereka agar dapat berkembang maksimal.

    “Kuliah di jurusan ekonomi sangat menarik karena banyak yang bisa dipelajari dan diaplikasikan, mulai dari teori, metodologi, hingga penggunaan berbagai software analisis Percayalah, jurusan ekonomi sangat menjanjikan dan banyak dibutuhkan, terutama di bidang ekonomi pembangunan,” ujarnya.

    Kemenko Bidang Perekonomian juga membuka peluang magang bagi mahasiswa. Magang ini tidak hanya memberikan pengalaman praktis, tetapi juga membuka peluang jaringan dan pemahaman lebih dalam tentang formulasi kebijakan publik.

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS berharap mahasiswa tidak hanya mendapatkan wawasan akademik, tetapi juga motivasi dan kesiapan dalam menapaki karier di bidang ekonomi serta berkontribusi dalam pembangunan nasional.

    Hadir sebagai pembicara pertama, Siti Wahyuningrum, S.ST, M.Si, Analis Kebijakan Ahli Madya,  Asisten Deputi Ekonomi Makro dan Fiskal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Ia menyampaikan materi mengenai Dinamika Perekonomian Global dan Domestik, Kebijakan Struktural untuk Menjaga Keberlanjutan Ketahanan Ekonomi.

    Sementara itu, pembicara kedua, Dr. Sarjiyanto, S.E., MBA., dosen FEB UNS, mengupas topik Aspek Pembangunan Ekonomi Kewilayahan dalam Menciptakan Ketahanan dan Keberlanjutan Ekonomi Nasional.

    Kegiatan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui penyediaan pembelajaran yang berbasis data, analisis, dan kebijakan publik terkini, serta SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dengan mendorong mahasiswa menjadi lulusan yang siap berkontribusi pada pembangunan ekonomi nasional melalui pemahaman yang kuat terhadap dinamika ekonomi global dan kebijakan fiskal. Melalui forum ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikan ilmunya secara nyata di berbagai sektor strategis.

  • Kaprodi MM FEB UNS Rancang Strategi Kurikulum Terstruktur, Targetkan Mahasiswa Lulus 2 Tahun

    Kaprodi MM FEB UNS Rancang Strategi Kurikulum Terstruktur, Targetkan Mahasiswa Lulus 2 Tahun

    Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Orientasi Mahasiswa Baru, Sabtu, 30 Agustus 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh 36 Mahasiswa Baru MM itu menjadi wadah pengenalan kurikulum, sistem pembelajaran, dan arah akademik bagi mahasiswa baru MM.

    Dalam kegiatan tersebut, Dr. Lilik Wahyudi, S.E., M.Si., Ketua Program Studi (Prodi) MM memaparkan implementasi Peraturan Rektor No. 20 Tahun 2024, yang menegaskan bahwa mahasiswa MM menempuh 56 SKS selama 4 semester, dengan bobot 26 SKS thesis. Selain ujian thesis, mahasiswa juga diwajibkan menghasilkan publikasi di jurnal bereputasi nasional maupun internasional dengan tingkat kemiripan maksimal 25 persen (Turnitin).

    Salah satu strategi yang diusung Kaprodi MM adalah percepatan publikasi ilmiah. Mahasiswa sudah diarahkan sejak semester pertama melalui penulisan proposal individu. Di semester berikutnya, riset mulai dikembangkan menjadi laporan penelitian, lalu disusun menjadi naskah publikasi di semester ketiga, hingga dipresentasikan dalam seminar hasil riset pada semester keempat.

    “Kami tidak ingin kalian berlama-lama di sini, targetkan maksimal 2 tahun selesai.” tegasnya.

    Untuk mendukung hal tersebut, mahasiswa difasilitasi dengan platform digital EasyStudy MM UNS. Standar thesis bertingkat juga dikenalkan, mulai dari replikasi sederhana di jurnal Sinta hingga penelitian kompleks yang ditargetkan ke jurnal internasional Q1–Q2.

    Kaprodi MM menegaskan, orientasi ini bukan hanya pengenalan awal, tetapi juga arahan strategis.

    “Kami ingin mahasiswa MM sejak awal menyadari bahwa perjalanan studinya tidak berhenti pada penyusunan thesis. Kalian harus siap melahirkan karya ilmiah yang bisa dipublikasikan dan berdampak luas, baik di level nasional maupun internasional” ujarnya.

    Dengan strategi penataan mata kuliah untuk mempercepat riset dan publikasi mahasiswa, Magister Manajemen UNS berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya lulus tepat waktu, tetapi juga produktif dalam menghasilkan karya ilmiah yang diakui secara nasional maupun internasional.

    Setelah penyampaian arahan strategis oleh Kaprodi MM, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi Strategi Lulus Tepat Waktu S-2 oleh Dr. I Made Bayu Dirgantara, S.E., M.M., dosen Universitas Diponegoro. Materi ini bertujuan memberikan panduan kepada mahasiswa baru dalam merancang strategi akademik yang efektif.

    Berikutnya, penyampaian informasi akademik oleh Kepala Subbagian Akademik FEB UNS, Dyah Wasita Winahyu, S.E., yang menjelaskan berbagai ketentuan administratif dan akademik yang perlu dipahami mahasiswa selama masa studi.

    Aktifitas ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang inklusif dan merata (SDG 4), serta mendorong inovasi dan riset yang dapat berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan (SDG 8). Dengan demikian, lulusan Magister Manajemen FEB UNS diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang mendukung pembangunan yang berkelanjutan di tingkat nasional maupun global.

  • FEB UNS Terima Kunjungan Tim UPT Kearsipan untuk Penguatan Pengelolaan Arsip

    FEB UNS Terima Kunjungan Tim UPT Kearsipan untuk Penguatan Pengelolaan Arsip

    Tim dari Unit Pelayanan Teknis (UPT)  Kearsipan Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan kunjungan ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS untuk melakukan pembinaan kearsipan, Rabu 27 Agustus 2025.

    Tim Kearsipan diterima oleh  Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CRA., CRP., Wakil Dekan bidang Non Akademik FEB UNS, Arsiparis dan staf pelaksana Arsip FEB UNS di Ruang Fiscal Corner.

    Yani Maryudiasti, S.Sos., M.Si., Kepala UPT Kearsipan UNS menyampaikan bahwa UPT Kearsipan sebagai pembina kearsipan di UNS menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai bagian dari upaya berkelanjutan dalam peningkatan tata kelola arsip yang sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan efisiensi.

    Dikatakan, upaya ini juga dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang efektif dan efisien di lingkungan UNS.

    Sebelumnya,  untuk persiapan, UPT Kearsipan UNS telah mendistribusikan sejumlah dokumen kepada seluruh unit kerja termasuk FEB, yang terdiri dari instrumen pengawasan kearsipan internal uns tahun 2025, contoh bukti dukung pengawasan kearsipan internal UNS tahun 2025 serta jadwal pelaksanaan pengawasan kearsipan internal UNS tahun 2025.

    Arsiparis FEB melakukan aktifitas pengisian borang secara mandiri dilengkapi dengan bukti dukung.

    Sutaryo, Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa  kegiatan pengawasan dan pembinaan arsip oleh UPT Kearsipan UNS ini sangat penting.

    “Arsip sangat diperlukan terlebih jika dokumen itu sangat diperlukan kembali. Kegiatan ini penting, agar kerja kita bisa ada yang ngontrol. Tata kelola arsip juga merupakan tugas dan kewajiban kita, menyangkut kinerja juga, jika dalam pengelolaan itu sangat baik dan dapat juara itu adalah bonus” tegasnya.

    Usai seremoni penyambutan dan penjelasan terkait hasil penilaian dari isian borang secara mandiri, tim kearsipan melakukan peninjauan langsung ke beberapa ruang penyusun arsip akademik maupun non akademik, serta ruang pengelola arsip di FEB UNS.

  • FEB UNS Terima Kunjungan Departemen Ilmu Ekonomi FEB Universitas Brawijaya, Inisiasi Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

    FEB UNS Terima Kunjungan Departemen Ilmu Ekonomi FEB Universitas Brawijaya, Inisiasi Kerja Sama Tri Dharma Perguruan Tinggi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan  Departemen Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB), Kamis, 17 Juli 2025, di Ruang Sidang 1, Gedung Soeharno TS, FEB UNS. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka inisiasi kerja sama pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    Rombongan FEB UB disambut oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D.,Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian; Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA., Ketua Program Doktor Ilmu Ekonomi; Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si., Ketua Program Studi Magister Ekonomi Pembangunan, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E., M.Si. Ketua Peminatan di Program Doktor Ilmu Ekonomi, serta Pram Suryanadi, S.E., M.Si., Dosen FEB UNS.

    Dalam sambutannya, Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan terima kasih atas kunjungan pimpinan dan tim dari FEB UB. Beliau juga memaparkan profil dan berbagai pencapaian FEB UNS dalam bidang akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

    “Dalam upaya internasionalisasi, kami terus meningkatkan kerja sama, riset, pengabdian kepada masyarakat, serta publikasi ilmiah. Peringkat universitas dan fakultas, khususnya pada bidang Economics, Econometrics, Accounting, dan Management, menunjukkan tren peningkatan,” ungkap Prof. Tri.

    FEB UNS saat ini memiliki empat program studi di jenjang sarjana, yaitu S1 Akuntansi, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Manajemen, dan S1 Bisnis Digital. Pada jenjang magister, terdapat Magister Akuntansi, Magister Ekonomi Studi Pembangunan, dan Magister Manajemen. Sedangkan pada jenjang doktoral, FEB UNS memiliki Program Doktor Ilmu Ekonomi dengan tiga peminatan: Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, dan Manajemen.

    Untuk mendukung proses pembelajaran dan riset, FEB UNS dilengkapi delapan laboratorium yang terbagi dalam tiga kategori: laboratorium data, laboratorium bisnis, dan laboratorium pembelajaran. Laboratorium ini tidak hanya dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen, tetapi juga diharapkan dapat memberikan layanan bagi pihak eksternal.

    Selain itu, terdapat 20 kelompok riset (research group) interdisipliner yang menjadi wadah pengembangan penelitian dan publikasi internasional. Ekosistem riset juga diperkuat melalui forum-forum rutin seperti Working Paper Forum yang diselenggarakan setiap bulan.

    Prof. Tri juga menambahkan bahwa arah riset FEB UNS lima tahun ke depan difokuskan pada isu-isu strategis seperti perubahan iklim, energi terbarukan, ketahanan pangan, industri kreatif, pengentasan kemiskinan, pembangunan modal manusia, keuangan dan perbankan, serta otonomi dan desentralisasi.

    Berbagai potensi kerja sama yang dapat dikembangkan antara FEB UNS dan FEB UB meliputi: pengembangan kurikulum, penerapan metode pembelajaran berbasis kasus dan proyek, peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang data dan kewirausahaan, pelatihan riset, pengabdian masyarakat, penelitian kolaboratif, publikasi bersama, serta kegiatan akademik lainnya.

    “Semoga kerja sama antara kita dapat terjalin dengan baik dan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak,” pungkas Prof. Tri.

    Sementara itu, Dr. rer. pol. Ferry Prasetyia, S.E., M.App.Ec., selaku Ketua Departemen Ilmu Ekonomi FEB UB, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari jajaran pimpinan FEB UNS.

    “Terima kasih kepada Prof. Tri dan seluruh jajaran atas sambutan dan keramahtamahannya. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dari FEB UNS ke UB pada tahun 2023 lalu. Semoga melalui kunjungan ini, kita dapat bersinergi dan berkolaborasi ke depan,” ujar Dr. Ferry.

    Usai diskusi, sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan penandatanganan kerja sama antara FEB UB dan FEB UNS. Ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta pengembangan kurikulum.

    Kerja sama ini bertujuan untuk menyelaraskan program kegiatan bersama dalam rangka mengembangkan potensi sumber daya masing-masing institusi demi terwujudnya visi dan misi kedua belah pihak.

    Kegiatan ini juga selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada SDG 4: Pendidikan Berkualitas, SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur sertaSDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

    Melalui kerja sama strategis ini, diharapkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan dapat semakin diperkuat.

  • Mahasiswa FEB UNS Raih 2nd Best Paper di Conference International – ICMEM 2025 di Bandung

    Mahasiswa FEB UNS Raih 2nd Best Paper di Conference International – ICMEM 2025 di Bandung

    Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi internasional. Siti Maysarah, mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital, berhasil meraih penghargaan 2nd Best Paper Award pada The 9th International Conference on Management in Emerging Markets (ICMEM) 2025 yang digelar di Bandung.

    International Konferensi ini juga diikuti oleh tiga mahasiswa FEB UNS lainnya yaitu Sabrina Najwa, Rahayu Trisnawati, dan Soni Elenia yang turut mempresentasikan riset mereka di forum ilmiah internasional tersebut. Dari keempat mahasiswa, Siti Maysarah berhasil meraih predikat Best Paper (2nd place), sebuah capaian yang membanggakan bagi UNS.

    Paper yang dipresentasikan berjudul: “Gender Diversity on Corporate Boards and ESG Controversies: A Sector-Sensitive Analysis of Women in Governance.” Riset ini menyoroti keterkaitan keragaman gender di dewan direksi dengan kontroversi Environmental, Social, and Governance (ESG) di Indonesia. Dengan pendekatan Upper Echelons Theory dan Resource-Based View (RBV), penelitian ini mengkaji empat sektor sensitif yaitu energi (PT Pertamina), pertambangan (PT Adaro Energy), agribisnis (PT Astra Agro Lestari), dan perbankan (Bank Rakyat Indonesia).

    Hasil studi menunjukkan bahwa semakin tinggi keterwakilan perempuan di jajaran direksi, semakin rendah risiko perusahaan mengalami kontroversi ESG. Temuan ini sejalan dengan agenda global keberlanjutan, khususnya Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain: SDG 5 (Gender Equality): mendorong kesetaraan gender di posisi pengambilan keputusan strategi; SDG 8 (Decent Work and Economic Growth): memperkuat tata kelola bisnis yang inklusif; SDG 12 (Responsible Consumption and Production): mengurangi praktik bisnis yang merugikan lingkungan dan sosial dan SDG 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions): mendukung tata kelola perusahaan yang transparan dan akuntabel.

    “Prestasi ini menjadi bukti nyata kualitas mahasiswa Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS yang mampu bersaing di kancah internasional. Kami bangga bahwa mahasiswa kami tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan riset yang relevan dengan isu global, khususnya mendukung agenda SDGs,” ujar Aldy Fariz Achsanta, PhD selaku Ketua Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS. Kegiatan partisipasi mahasiswa FEB UNS dalam konferensi ini mendapat dukungan penuh dari Bidang III Kemahasiswaan FEB UNS, yang secara konsisten mendorong pengembangan potensi, kreativitas, dan prestasi mahasiswa di tingkat nasional maupun internasional.

    Ajang kompetisi internasional ini merupakan pengalaman kali pertama Siti Maysarah. Ia sangat senang dan bersyukur atas capaian yang telah diraihnya. Untuk Ke depannya, Maysarah berencana untuk mengikuti beberapa kompetisi lainnya guna terus mengasah kemampuan dan memperluas pengalaman.

    “Saya sangat tertarik untuk mencoba hal-hal baru dan tantangan yang lebih besar. Dalam kompetisi ini, saya juga mendapatkan bimbingan dari Dosen FEB, Ibu Ayya Agmulia Asmarani Islam. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur atas capaian ini,” ungkapnya.

    Maysarah berpesan kepada teman-teman FEB agar tidak takut untuk mencoba sesuatu yang baru. Menurutnya, yang terpenting adalah niat dan keberanian untuk memulai. Soal bagaimana prosesnya nanti, akan selalu ada dosen-dosen yang dengan senang hati siap membimbing dan mengarahkan.

    ICMEM 2025 merupakan forum ilmiah internasional yang mempertemukan akademisi, praktisi, dan peneliti dari berbagai negara untuk membahas tantangan bisnis dan manajemen di pasar negara berkembang. Prestasi ini semakin mempertegas komitmen UNS dalam menghasilkan riset yang relevan dengan tantangan global, inklusif, dan berkelanjutan.

    Prestasi ini tidak hanya mengharumkan nama Universitas Sebelas Maret di kancah internasional, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata civitas akademika UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Melalui penelitian yang fokus pada keragaman gender dan tata kelola perusahaan yang bertanggung jawab, riset ini selaras dengan upaya global untuk mewujudkan kesetaraan gender (SDG 5), mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan (SDG 8), serta memastikan praktek bisnis yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat (SDG 12). Selain itu, penelitian ini juga menguatkan komitmen UNS dalam memperkuat institusi yang adil dan transparan (SDG 16), yang menjadi fondasi penting bagi pembangunan berkelanjutan. Dengan demikian, prestasi ini menggambarkan bagaimana pengembangan ilmu pengetahuan di FEB UNS tidak hanya berorientasi pada keunggulan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang menjadi tantangan dan kebutuhan dunia saat ini.

  • FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi

    FEB UNS Gelar Lokakarya Integrasi MBKM, Magang, dan KKN, Perkuat Tata Kelola Program di Tingkat Prodi

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Lokakarya Integrasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), Magang, dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada Kamis, 10 Juli 2025, di UNS Inn.

    Kegiatan diikuti oleh Ketua Program Studi S-1, Kepala Sub Bagian Akademik, Staf dan Operator Akademik serta PIC magang Prodi.

    Lokakarya bertujuan untuk menyamakan persepsi dan menyusun pedoman pelaksanaan magang dan KKN di lingkungan FEB UNS, sejalan dengan kebijakan terbaru Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

    Dalam pembukaan acara, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Akademik dan Penelitian menyampaikan bahwa magang merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan MBKM, namun saat ini masih terdapat berbagai interpretasi dan informasi yang belum seragam. Perubahan terminologi dan skema, seperti dari “Magang MBKM” menjadi “Magang Berdampak”, menuntut adanya penyesuaian dalam tata kelola dan kebijakan di tingkat fakultas maupun program studi.

    Inisiatif penyelenggaraan lokakarya ini diambil oleh Bidang Akademik (Bidang 1) dan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni (Bidang 3). Dalam pemaparannya, Bidang 3 menyoroti pentingnya penataan magang wajib, yakni magang yang berlaku secara umum untuk seluruh program studi dan wajib dilaporkan ke prodi masing-masing. Di sisi lain, terdapat juga magang yang dikelola secara mandiri oleh mahasiswa dalam kerangka program MBKM, yang kini dikenal sebagai Magang Berdampak.

    “Dengan adanya lokakarya ini, kami berharap akan terbangun kesamaan pemahaman di kalangan dosen dan pengelola prodi terkait bentuk, prosedur, dan tata kelola magang dan KKN. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal untuk menyusun dokumen pedoman pelaksanaan magang yang sesuai dengan regulasi terbaru,” ujar Prof. Tri.

    Perlu diketahui, pelaksanaan magang saat ini mengacu pada Permendikbudristek No. 63 Tahun 2024 tentang Penyelenggaran Magang Mahasiswa. FEB UNS melalui Bidang 3 berkomitmen untuk menyusun dan meluncurkan Buku Pedoman Magang dalam waktu dekat. Salah satu pembahasan utama adalah posisi dan hubungan antara Magang Wajib, Magang MBKM, dan Magang Berdampak dalam struktur kurikulum dan kebijakan akademik.

    Dari diskusi yang berkembang, diketahui bahwa meskipun istilah dan platform pelaksanaan mengalami perubahan, secara prinsip Magang MBKM dan Magang Berdampak memiliki kemiripan, terutama dalam memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berkegiatan di luar kampus selama maksimal dua semester.

    Melalui lokakarya ini, FEB UNS berupaya memastikan bahwa implementasi magang dan KKN di masa mendatang dapat terlaksana secara terintegrasi, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan pembelajaran mahasiswa serta dinamika kebijakan nasional.

    Penyelenggaraan lokakarya ini juga sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4, Pendidikan Berkualitas, melalui penguatan kurikulum berbasis pengalaman langsung di dunia kerja dan masyarakat; SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan mendorong mahasiswa untuk memiliki kesiapan kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri; serta SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dalam pelaksanaan magang, KKN, serta program MBKM lainnya.

    Dengan integrasi program MBKM, magang, dan KKN yang lebih terstruktur dan berdampak, FEB UNS berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif, kolaboratif, dan berkontribusi nyata terhadap pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, maupun global.

  • RG Kearifan Lokal FEB Angkat Konsep “Komodifikasi Budaya” dalam Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

    RG Kearifan Lokal FEB Angkat Konsep “Komodifikasi Budaya” dalam Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat

    Tim Pengabdian Kepada Masyarakat dari Riset Grup (RG) Kearifan Lokal Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah melakukan pendampingan perintisan lahirnya DEWI JAGUAR di Desa Bagor Miri Sragen sejak tahun 2022 dengan menciptakan komodifikasi budaya melalui sebagai even budaya dan daya tarik wisatawan.

    DEWI JAGUAR (Desa Wisata Jagung Kampung Bagor) adalah sebuah rintisan desa wisata di Desa Bagor Kecamatan Miri Kabupaten Sragen yang berbasis keunggulan kearifan lokal. Potensi Desa Bagor sebagai penghasil tanaman jagung terbesar di Kabupaten Sragen, merupakan salah satu budaya kearifan lokal masyarakat. DEWI JAGUAR dibangun dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat (Community-Based Tourism, CBT).

    Tim Pengabdi RG Kearifan Lokal Beserta Muspika Miri-Sragen

    Komodifikasi budaya adalah transaksi jual beli benda budaya melalui proses industri yang lahir seiring dengan era globalisasi. Komodifikasi adalah proses terjadinya perubahan barang atau layanan yang sebelumnya mengikuti aturan sosial non-pasar menjadi suatu subjek yang mengikuti aturan pasar.

    Kemeriahan Penampilan Kreasi Budaya dan Gunungan dalam Festival Grebeg Klobot ke-2

    Kekhasan masyarakat Desa Bagor yang memiliki eksotis tersendiri bagi masyarakat lokal maupun nasional sebagai daerah penghasil komoditas jagung terbesar di Sragen, hal ini menjadi sasaran RG Kearifan Lokal untuk mengeksprorasi kearifan lokal masyarakat petani jagung sebagai daya tarik wisata pedesaan.

    Berangkat dari permasalahan Mitra sebagai destinasi wisata baru, maka DEWI JAGUAR harus memiliki tradisi budaya masyarakat lokal yang bisa dijual kepada wisatawan sebagai event pariwisata budaya secara rutin.

     Tim Pengabdi RG Kearifan Lokal memiliki asumsi bahwa nilai-nilai tersebut menjadi sumber aset komoditas yang dapat dijadikan alih fungsi misalnya dengan membuat event budaya berbasis kearifan lokal tersebut merupakan strategi daya tarik wisatawan untuk datang ke Desa Bagor, yang telah memiliki DEWI JAGUAR.

    Sambutan Ketua Tim Pengabdian, Sarjiyanto, SE., MBA., Ph.D
    Penyerahan SK Rektor No.2985/UN27/HK.02/2025 tentang Penetapan Desa Binaan UNS oleh Sarjiyanto, SE., MBA., Ph.D kepada Kepala Desa Bagor,  Kukuh Riyanto, S.Pd.

    Dengan teori komodifikasi dapat dianalisis bahwa tradisi kearifan lokal pertanian jagung menjadi suatu komoditas yang bernilai jual tinggi di Desa Bagor dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap daya tarik untuk datang ke Desa Wisata Bagor.

    Hal ini sejalan dengan berbagai pandangan ahli, tradisi dan adat budaya lokal masyarakat, dalam hal ini pertanian jagung melalui acara “Grebeg Klobot” dari sekedar budaya pertanian, dengan sentuhan alih funsi dapat menjadi event budaya yang memiliki nilai finansial dan pada akhirnya dapat menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung. Konsep komodifikasi budaya “Grebeg Klobot” mengikuti alur konsep yang dibangun.

    Pada tanggal 24 Agustus 2025 telah diselenggarakanya “Grebeg Klobot” yang ke-2, gelaran ini dari sisi jumlah gunungan dan kreasi yang disajikan mengalami kemajuan yang cukup signifikan, jika tahun lalu hanya 13 gunungan yang diperlombakan, tahuan ke-2 ini menjadi 17 gunungan dan dengan kreatifitas yang semakin menarik dan beragam.

    “Kemeriahan ini merupakan bentuk komitmen warga telah menerima konsep komodifikasi budaya grebeg klobot sebagai identitas masyarakat Desa Bagor yang akan terus dilestarikan dan diselenggarakan secara rutin sebagai agenda pariwisata di Kabupaten Sragen” ungkap Ketua Tim Pengabdian, Sarjiyanto, Ph.D.

    Dalam kesempatan itu juga diserahkanya SK Rektor No.2985/UN27/HK.02/2025 tentang Penetapan Desa Binaan Universitas Sebelas Maret, Hal ini menguatkan dan mengesahkan bahwa Desa Bagor adalah salah sutu yang menjadi Desa Binaan oleh UNS melalui RG Kearifan Lokal FEB pungkasnya.

    Tim Penilai Lomba Gunungan “Grebeg Klobot Ke-2”

    Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pengembangan DEWI JAGUAR dan komodifikasi budaya “Grebeg Klobot” di Desa Bagor Miri ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-8 tentang Decent Work and Economic Growth dan tujuan ke-11 tentang Sustainable Cities and Communities.

    Dengan mengoptimalkan kearifan lokal sebagai potensi ekonomi kreatif berbasis masyarakat, program ini tidak hanya mendukung pemberdayaan ekonomi lokal dan penciptaan lapangan kerja, tetapi juga menjaga pelestarian budaya dan tradisi sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan. Inisiatif ini memperlihatkan bagaimana inovasi berbasis kearifan lokal dapat menjadi solusi cerdas dalam mendorong kemajuan sosial ekonomi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dan budaya setempat.

  • Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Gelar FGD Review Kurikulum

    Prodi S1 Akuntansi FEB UNS Gelar FGD Review Kurikulum

    Program Studi (Prodi) S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan Focus Group Discussion dalam rangka Review Kurikulum Prodi S1 Akuntansi, Jumat, 18 Juli 2025, di UNS Tower.

    Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber  Dr. Luluk Widyawati, S.E., M.Bus., Ph.D., , CSRA., CSRS., Ketua Program Studi (Kaparodi) S1 Akuntansi di FEB Universitas Indonesia dan Rayenda Khresna Brahmana, Ph.D. Coventry University, UK.

    Kepala Program Studi S1 Akuntansi FEB UNS, Prof. Doddy Setiawan, S.E., M.Si., Ph.D., menyampaikan sambutan sekaligus mengucapkan selamat datang kepada seluruh dosen Akuntansi yang hadir serta menyampaikan apresiasi kepada kedua narasumber atas kesediaannya menjadi pembicara dalam forum tersebut.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan oleh kedua narasumber untuk berbagi ilmu dan pengalaman. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua,” ujarnya.

    Isna Putri Rahmawati, S.E., M.Sc., Ak., dosen Program Studi Akuntansi FEB UNS yang memandu jalannya acara menjelaskan bahwa review kurikulum ini merupakan kegiatan berkala yang bertujuan menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan kebutuhan stakeholder serta kemajuan ilmu akuntansi itu sendiri.

    “Kami mengharapkan masukan dari narasumber dan juga dari seluruh peserta lokakarya terkait bagaimana menyusun kurikulum yang relevan dengan kondisi saat ini dan bermanfaat bagi para lulusan kami. Oleh karena itu, kami mohon partisipasi dalam melakukan reviu terhadap kurikulum yang telah berjalan di Program Studi Akuntansi UNS, sekaligus memperoleh insight dari pengalaman terbaik yang diterapkan di Program Studi Akuntansi Universitas Indonesia,” jelasnya.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Luluk Widyawati. Ia memaparkan bahwa review kurikulum dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu penetapan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penerjemahan CPL ke dalam mata kuliah dan penentuan bobot SKS serta perincian CPL dan mata kuliah ke dalam proses pembelajaran yang lebih detail di setiap pertemuan.

    “Ketiga tahapan ini kami gunakan untuk mengevaluasi kurikulum yang ada serta mengembangkan kurikulum S1 Akuntansi yang kami terapkan di Universitas Indonesia,” ujar Dr. Luluk.

    Selanjutnya Rayenda Khresna Brahmana mereview kurikulum Prodi S1 Akuntansi.

    Usai review dari kedua narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber untuk memperdalam pemahaman serta mendapatkan masukan yang konstruktif dalam penyusunan kurikulum.

    Review kurikulum ini juga sejalan dengan komitmen UNS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Quality Education (Pendidikan Berkualitas). Dengan mengembangkan kurikulum yang relevan dan adaptif terhadap kebutuhan zaman, Prodi S1 Akuntansi FEB UNS berkontribusi dalam menyiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing secara global, sekaligus memperkuat peran pendidikan tinggi dalam pembangunan berkelanjutan.