FEB

Kategori: fakultas

  • RG Perpajakan dan Pelaporan Korporat Dorong Literasi Akademik di Pesantren

    Research Group (RG) Perpajakan dan Pelaporan Korporat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang berfokus pada peningkatan keterampilan penulisan karya ilmiah bagi Mahasantri Pondok Pesantren Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Kharisma Haromain, Sukoharjo, Sabtu (24/5/2025).

    Program ini bertujuan untuk membekali mahasantri dengan kemampuan akademik yang dapat menjadi nilai tambah setelah mereka menyelesaikan pendidikan pesantren.

    Pengabdian ini diketuai oleh Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak. dan beranggotakan Prof. Dr. Bambang Sutopo, M.Com., Ak., Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si.. Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E, M.M., Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., Sulardi, S.E.,M.Si., Ak., Estetika Mutiaranisa Kurniawati, S.E., M.Acc., dan Nur Chayati, S.E., M.Sc.

    Dalam sambutan pembuka, Prof. Eko Arief Sudaryono, selaku Ketua Research Group menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan manfaat akademik jangka panjang.

    “Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasantri tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu agama tetapi juga memiliki keterampilan akademik yang dapat mendukung mereka dalam pendidikan lebih lanjut maupun dalam kontribusi keilmuan di masyarakat,” ujarnya.

    Selanjutnya, Mudirul Ma’had K.H. Ihsan Saifuddin, S.Ag., menambahkan bahwa sistem pendidikan di Pondok Pesantren Ma’had ‘Aly Tahfizhul Qur’an Kharisma Haromain menetapkan target hafalan 30 juz dalam waktu empat semester bagi para mahasantri.

    Setelah menyelesaikan studi di pesantren, mereka dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi seperti D3 atau S1, sehingga penguasaan keterampilan menulis ilmiah menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan akademik mereka.

    “Pendampingan penulisan ini memberikan bekal tambahan agar mahasantri tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang kuat, tetapi juga memiliki kemampuan akademik yang dapat mendukung mereka di berbagai bidang,” jelasnya.

    Dalam kegiatan ini, mahasantri mendapatkan pelatihan intensif mengenai metodologi penelitian, teknik penulisan ilmiah yang sesuai dengan standar akademik, serta strategi dalam pencarian dan penggunaan referensi yang valid oleh Arif Lukman Santoso, M.M., M.Pro., Ak. selaku narasumber.

    Materi selanjutnya disampaikan oleh anggota pengabdi dengan berfokus pada penugasan dan pembimbingan dari tim RG Perpajakan dan Pelaporan Korporat guna meningkatkan keterampilan menulis mereka secara sistematis.

    Program ini dirancang agar mahasantri tidak hanya memahami konsep dasar penelitian, tetapi juga mampu menyusun artikel ilmiah sederhana yang sesuai dengan kaidah akademik. Dengan pelatihan ini, mereka dapat mengekspresikan gagasan dan pemikiran secara sistematis, baik dalam bentuk tulisan opini, analisis, maupun laporan akademik.

    RG Perpajakan dan Pelaporan Korporat berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini ke berbagai institusi pendidikan, sehingga semakin banyak santri dan mahasiswa yang memiliki keterampilan menulis sebagai bekal akademik dan profesional di masa depan.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan MM Universitas Saburai  

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Prodi Magister Manajemen FEB Universitas Sang Bumi Ruwa Jurai (Saburai) Lampung, Kamis 15 Mei 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno FEB UNS.

    Ketua Program Studi MM, Dr. Lilik Wahyudi, S.E., M.Si. mengucapkan selamat datang kepada Rektor Universitas Saburai, Dr. Sodirin, S.E, M.M,  Kaprodi MM FEB Universitas Saburai, Dr. Trisnowati Josiah, MM, sejumlah dosen dan juga mahasiswa atas kunjungannya ke FEB UNS.

    Lebih lanjut Dr. Lilik menyampaikan profil FEB UNS meliputi program studi, fasiltas dan berbagai capaian yang telah diraih oleh FEB UNS.

    Kaprodi MM FEB Universitas Saburai, Dr. Trisnowati Josiah, MM menghaturkan banyak terima kasih atas penerimaan yang ramah dari Kaprodi MM dan seluruh tim yang terlibat di penerimaan kunjungan.

    “Terima kasih atas penerimaannya, kami hari ini mau belajar belajar banyak dari UNS yang akreditasinya unggul, nasional juga internasional, terkhusus saat ini ke MM” tuturnya.

    Sementara itu, Dr. Sodirin, S.E, M.M, Rektor Universitas Saburai menyampaikan bahwa MM Universitas Saburai memiliki program yang setiap tahunnya melakukan kunjungan 2 kali ke pulau Jawa, ke industri dan ke universitas-universitas serta pemerintah kabupaten/kota.

    Kedatangannya ke UNS membawa 26 mahasiswa dari berbagai latar belakang pekerjaan yang berbeda bertujuan untuk penjajakan kerja sama Tri Dharma Perguruan Tinggi, terutama dalam publikasi penelitian.

    “Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa kami harus mempublikasikan hasil penelitian dan untuk ini bisa kerja sama dengan MM UNS. Ke depan dosen dan mahasiswa bisa bekerja sama melakukan pengabdian dan penelitian” ungkapnya.

    Dikatakan, lulusan alumni S2 MM lebih dari 7 ribuan, dengan adanya S3 di FEB UNS, diharapkan alumni yang sudah lulus MM Saburai bisa melanjutlan kuliah di PDIE UNS.

    Dalam forum itu, Dr. Lilik mengenalkan Easy Paths MM, sebagai sebuah platform atau sistem pendukung yang memudahkan mahasiswa atau peneliti dalam proses penulisan dan publikasi artikel ilmiah.

    Kaprodi dan juga mahasiswa MM Universitas Saburai sangat tertarik dengan platform yang telah dijelaskan Dr. Lilik. Mahasiswa dapat mengakses secara langsung platform tersebut dan dapat dimanfaatkan untuk memudahkan proses penulisan dan publikasi artikel.

  • UPM FEB Sambut Tim Audit Mutu Internal Level 2

    UPM FEB Sambut Tim Audit Mutu Internal Level 2

    Tim Audit Mutu Internal (AMI) Level 2 melakukan audit selama satu hari di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Jumat 23 Mei 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    Kehadiran Tim AMI disambut oleh Dekan, Wakil Dekan, Tim Unit Penjaminan Mutu (UPM), Ketua P4M, Koordinator dan Sub Koordinator FEB UNS.

    Kegiatan AMI Level 2 ini merupakan lanjutan dari AMI Level 1 yang telah dilaksanakan sebelumnya, dan bertujuan untuk mengevaluasi implementasi standar mutu yang telah ditetapkan serta memastikan kesesuaian antara kebijakan dan praktik di lapangan.

    Proses audit dilakukan oleh tim auditor internal yakni Dr. Ari Syahidul Shidiq , S.P., M.Pd sebagai Ketua, Dr. Dewi Gunawati, S.H., M.Hum., serta Dr. Binti Muchsini, S.Pd., M.Pd., M.Si., M.Si. sebagai anggota.

    Selama kegiatan, tim auditor melakukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan dokumen untuk mengidentifikasi area yang memerlukan perbaikan dan penguatan.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa AMI yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya sangat baik sebagai proses yang konstruktif, bersifat membangun atau memberikan kontribusi positif untuk membantu memperbaiki, mengembangkan, atau meningkatkan apa yang telah dilakukan fakultas.

    “Temuan itu bagi kami konstruktif, bukan berarti tidak ada temuan itu adalah yang normal. Terlebih kami sedang berproses untuk menghadapi akreditasi AACSB. Proses  AMI sangat membantu. Kami sangat terbuka, masukan, konfirmasi, semua itu untuk kami mengevaluasi diri, celah-celah apa yang bisa kami perbaiki” ungkapnya.

    Dekan juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim UPM yang mendukung Dekanat, terkait data dan informasi yang telah dientrikan sehingga Dekanat terbantu, dan juga dukungan dari Tendik.

    Dr. Evi Gantyowati, M.Si., Ak, Ketua UPM FEB menambahkan bahwa setiap tahun ada peninjauan terhadap mutu internal, tentunya perbaikan itu sifatnya selalu meningkat ke arah yang lebih baik.

    Dr. Evi memberikan juga masukan ke pusat terkait data agar sistemnya lebih terperinci supaya mempermudah dalam proses pelacakan dokumen.

    “Dalam pencarian data agak menyulitkan, sistem di IRIS menunya sudah ada tapi optimalisasi sistemnya masih kurang. Harapannya output dari sistemnya mudah diakses untuk kepentingan akreditasi dan juga lainnya” sarannya.

    Dr. Ari Syahidul, Ketua Tim AMI dalam sambutannya menyampaikan bahwa selama prosesnya, Dr. Mulyanto dan Dr. Evi Gantyowati sudah mendiskusikan beberapa hal untuk menjadikan acuan perbaikan FEB ke depannya.

    Di kegiatan itu, ketiga auditor melalukan wawancara, observasi, dan pemeriksaan dokumen terkait standar pendidikan yang meliputi standar kompetensi lulusan, standar isi pembelajaran, standar proses pembelajaran, standar penilaian pembelajaran, standar dosen dan tendik, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan pembelajaran dan standar pembiayaan. Sedangkan untuk P2M meliputi standar mutu penelitian dan standar mutu pengabdian.

  • Grup Riset Applied Economics UNS Gelar Workshop “UKM GO LIVE”, Tingkatkan Pemasaran Digital UMKM Batik Warna Alam di Klaten

    Grup Riset Applied Economics Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sukses menyelenggarakan workshop bertajuk UKM GO LIVE: Adopsi Pemasaran Kekinian UMKM Batik Warna Alam di Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Sabtu (24/5/2025).

    Kegiatan ini berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.00 WIB dan dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM batik warna alam dan UMKM setempat.

    Workshop ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HGR-UNS) yang bertujuan meningkatkan kapasitas pemasaran digital UMKM lokal, khususnya dalam pemanfaatan platform live streaming TikTok Live. Kegiatan ini dirancang sebagai respon atas tantangan pemasaran yang masih dihadapi oleh pelaku UMKM.

    Pengabdian ini ketua oleh Prof. Tri Mulyaningsih, dan beranggotakan Prof. Yunastiti Purwaningsih, Arif Rahman Hakim, Ph.D., Mulyadi,PhD., Malik Cahyadin, Ph.D., Lely Ratwianingsih, M.Sc., Selfia Bintariningtyas, M.Si, Ika Alicia Sasanti, M.E., Ayya Agmulia Asmarani Islam, M.E, dibantu oleh mahasiswa selaku asisten pelaksana, Intan Dewi Kurniawati, Syifa Rahmadila dan Isyana.

    Dalam sambutannya, Perwakilan dari Group Riset Applied Economics yaitu Arif Rahman Hakim, Ph.D. menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu mendorong transformasi digital UMKM batik warna alam,dapat menggunakan platform TikTok Live sebagai sarana berjualan online serta diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam pengentasan kemiskinan (SDG 1) dan penguatan industri serta inovasi (SDG 9).

    Peserta workshop mendapatkan pelatihan intensif dari para narasumber yaitu dosen ahli di bidang pemasaran digital yaitu Malik Cahyadin, Ph.D, Mulyadi, PhD, Ayya Agmulia A, ME dan Host Tiktok Live, Ananda Fitri.

    Didalamnya juga difasilitasi termasuk sesi praktik langsung mengenai teknik menarik perhatian audiens dalam belanja siaran langsung (live-shopping di platform TikTok), strategi penjualan real-time, dan penggunaan platform digital secara efektif. Selain itu, kegiatan ini akan dilanjutkan dengan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan implementasi yang optimal di lapangan.

    “Melalui pelatihan ini, kami ingin membantu UMKM memahami pentingnya adaptasi terhadap strategi pemasaran masa kini agar dapat meningkatkan jangkauan pasar dan pendapatan usaha mereka,” jelas  Malik Cahyadin, Ph.D., salah satu pemateri dan pendamping kegiatan pengabdian

    Kegiatan ini juga menggandeng UMKM Rumah Batik Fendy sebagai mitra strategis, mengingat potensi besar yang dimiliki oleh batik warna alam sebagai produk unggulan dengan nilai budaya dan ekonomi tinggi di Klaten.

    Sebagai hasil jangka panjang, program ini diharapkan mampu mendorong lahirnya model pemasaran yang berkelanjutan dan dapat direplikasi oleh UMKM lainnya di wilayah Klaten dan sekitarnya.

  • Working Paper Forum Bahas Topik Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective

    Pusat Pengembangan Penelitian, Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Working Paper Forum dengan topik bahasan Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective, Rabu, 21 Mei 2025 di Ruang Konimex, Gedung Bachtiar Effendi.

    Topik ini dibahas oleh  Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D dari Riset Grup Ekonomi Kerakyatan, Evolusi Institusi, dan Studi Dinamika Pembangunan.

    Fishermen Activities and Social Conflict on Regional Development: A Political Economy Perspective merupakan penelitian Prof. Bhimo Rizky Samudro dkk yang membahas bagaimana aktivitas nelayan dan konflik sosial memengaruhi pembangunan daerah dari perspektif ekonomi politik.

    Dikatakan, pembangunan daerah sering kali dihadapkan pada tantangan yang timbul akibat interaksi antara sektor perikanan tradisional dan modern. Perubahan dalam teknologi penangkapan ikan, kebijakan pemerintah, dan alokasi sumber daya dapat memicu ketegangan sosial di kalangan nelayan.

    Latar belakang penelitiannya adalah upaya mengangkat potensi modal sosial dalam ranah kawasan dan sosioekonomi lokal yakni di pantai Sendangbiru, Kabupaten Malang yang memiliki garis pantai terpanjang di pantai selatan Pulau Jawa dan memiliki potensi perikanan kedua terbesar setelah Cilacap, namun memiliki juga potensi jejaring dan konflik sosial akibat “keberagaman etnis nelayan” (Jawa, Madura dan Bugis),

    Selain itu juga merespon isu kebijakan nasional pemerintah yang fokus pada potensi Kemaritiman Indonesia, bukan sekedar Ekonomi Maritim (Marine Economy) tetapi Ekonomi Politik Maritim (Marine Political Economy).

    Dalam penelitiannya, Prof. Bhimo menggunakan perspektif dan madzab penelitian ekonomi politik kelembagaan. Prinsip penelitian: historis-specificity, circular and cumulative causation, kontradiksi, dan pendekatan penelitian: deskriptif analitis dan kualitatif.

    Sedangkan untuk jenis dan teknik pengumpulan data menggunakan data primer kualitatif dan kuantitatif didapatkan dengan dua cara, yaitu observasi dan wawancara. Data sekunder kualitatif didapatkan melalui proses diskusi Focus Group Discussion (FGD) dengan para pihak yang kompeten dan ahli untuk subjek penelitian ini. Sedangkan data sekunder kuantitatif diperoleh melalui instansi terkait seperti Dinas Kelautan dan Perikanan (Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur) dan Badan Pusat Statistik (BPS) (Kabupaten Malang dan Provinsi Jawa Timur).

    Hasil temuan dalam penelitiannya: Karakteristik Khas (Stylized Fact) Kelas Nelayan Sendang Biru: Kapitalis Minoritas vs Proletariat Mayoritas; Dinamika Kelas Sosial dan Produktivitas Tangkapan; Dinamika Kelas Sosial dan Produktivitas Tangkapan; Kontradiksi Konflik Sosial dan Eksploitasi Lingkungan Hidup.

    Beberapa kesimpulan penelitian Prof. Bhimo dkk itu dirumuskan sebagai berikut:

    Pertama, modal sosial dalam bentuk ketahanan terhadap kondisi alam dan kemampuan berperan aktif dalam struktur kelembagaan (jejaring sosial) di masyarakat dapat mendorong dampak kausa kumulatif (contoh: transformasi sosioekonomi ke arah yang lebih baik pada nelayan etnis Bugis).

    Kedua, modal sosial yang dimiliki nelayan etnis Bugis bukan saja mampu menciptakan transformasi sosioekonomi yang lebih baik bagi mereka, namun juga mampu menciptakan transformasi kondisi struktur sosial (contoh: nelayan etnis Bugis mampu menjadi kelas pemilik modal dan bahkan menciptakan ketergantungan (alat produksi, proses produksi, sumberdaya manusia dan keahlian) pada nelayan etnis lain, seperti Jawa dan Madura.

    Tiga, terdapat perbedaan proses kesadaran dan perjuangan kelas antara nelayan etnis Bugis dan etnis Jawa-Madura. Nelayan etnis Bugis memiliki kesadaran kelas (karena bridging dan linking social capital) sebagai minoritas dan pendatang untuk melakukan perjuangan kelas sehingga dapat menjadi kelas pemilik modal, sementara etnis Jawa dan Madura memiliki kesadaran kelas (karena bonding social capital) sebagai mayoritas dan “tuan rumah” untuk melakukan perjuangan kelas dan bahkan konflik sosial untuk keluar dari kelas buruh.

    Empat, konflik antar kelas terjadi manakala kelas core cenderung intimidatif membatasi akses sosioekonomi kelas periphery. Apabila proses konflik sosial ini berkelanjutan (akumulasi) dalam jangka waktu tertentu maka akan memicu kausa kumulatif berupa produktivitas tangkapan menurun (ekonomi), kualitas SDM menurun (sosial), ketidaknyaman sosioekonomi (sosial politik) dan penurunan kualitas lingkungan hidup.

    Lima, pola eksploitasi kelas core (nelayan etnis Bugis) terhadap ikan tuna kecil (sebagai dampak kumulatif dari konflik sosial) ternyata memicu dampak juga terhadap kualitas lingkungan dan ekosistem di Sendang Biru. Hal ini merupakan suatu kontradiksi terhadap lingkungan hidup, dimana perilaku ekonomi (eksploitasi ikan tuna kecil) disebabkan karena konflik sosial dan ternyata berdampak pada menurunnya regenerasi dari ikan tuna sendiri (karena ikan tuna kecil dieksplotasi).

    Di forum itu, beberapa dosen berdiskusi aktif membahas topik yang sudah dipaparkan oleh Prof. Bhimo sebelumnya.

     

  • FEB UNS Bergerak Menuju Akreditasi AACSB

    Apakah AACSB ?

    Association to Advance Collegiate Schools of Business (AACSB) adalah sebuah organisasi akreditasi internasional yang memberikan pengakuan kepada sekolah-sekolah bisnis dan program-program akuntansi yang memenuhi standar kualitas pendidikan yang sangat tinggi.

    AACSB didirikan tahun 1916 di Amerika Serikat dengan fokus untuk memberikan akreditasi internasional kepada sekolah bisnis dan program akuntansi di seluruh dunia. Tujuannya meningkatkan kualitas pendidikan bisnis melalui standar global yang ketat.

    Akreditasi AACSB memiliki banyak manfaat diantaranya: prestise global, hanya sekitar 5% sekolah bisnis di dunia yang berhasil mendapatkan akreditasi ini; Standar mutu tinggi, sekolah harus menunjukkan keunggulan dalam pengajaran, penelitian, kurikulum, dan pengembangan fakultas; Peningkatan reputasi lulusan, lulusan dari sekolah bisnis yang diakreditasi AACSB sering dipandang lebih kompetitif di pasar kerja global; Peluang kolaborasi internasional, lebih banyak kesempatan kerja sama dan pertukaran dengan institusi terkemuka lainnya.

    Beberapa proses utama yang harus dilalui fakultas untuk mendapatkan akreditasi AACSB: Pengajuan kelayakan (eligibility) dengan mengirim aplikasi ke AACSB dan menunjukkan struktur, program, dan kesiapan awal; Tahap bimbingan (mentoring), ditunjuk mentor AACSB, menyusun laporan awal (iSER), merancang strategi agar memenuhi standar AACSB; Menyusun evaluasi diri (iSER), mengirimkan laporan evaluasi awal, menjelaskan bagaimana fakultas memenuhi 9 standar AACSB, harus disetujui untuk lanjut ke tahap berikutnya; Implementasi dan laporan kemajuan, terapkan rencana perbaikan dan kirim laporan perkembangan secara berkala; Kunjungan tim penilai (peer review visit), tim eksternal mengunjungi kampus, verifikasi kesesuaian praktik dengan standar AACSB; Keputusan akreditasi, komite AACSB menilai dan memutuskan apakah akreditasi diberikan, ditunda, atau ditolak.

    FEB Menuju Akreditasi AACSB

    FEB UNS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di bidang ekonomi dan bisnis.

    FEB UNS telah menjadi anggota resmi AACSB lebih dari 10 tahun. Untuk itu, FEB UNS perlu upaya yang lebih gigih untuk tercapainya transformasi menuju standar global dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

    Di periode kepemimpinan Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, tahun ini, FEB bertekad kuat untuk mulai maju melakukan proses akreditasi.

    “Untuk periode ini, saya kira kita harus serius dalam mengerjakan ini, apalagi kita sudah mendapatkan dukungan penuh dari universitas. Memang ini akan menjadi proses yang lama dan bertahun-tahun, tapi memang harus dikerjakan dan harus segera dikerjakan, jadi siapapun besok yang akan menjadi pimpinan fakultas maupun taskforce, saya kira tidak masalah karena proses ini harus segera dimulai dan harus berjalan”, tegas Dekan yang disampaikan saat Focus Group Discussion (FGD) Eligible AACSB.

    Diskusi Eligibility Application AACSB (Tim AACSB)

    Memasuki tahap lanjutan, FEB UNS kini secara aktif memulai proses Eligibility Application sebagai langkah awal dalam meraih akreditasi AACSB. Proses ini menandai komitmen institusional FEB UNS untuk terus berkembang, menyesuaikan diri dengan standar internasional, dan menghasilkan lulusan yang mampu bersaing di tingkat global.

    Dengan dukungan seluruh civitas akademika, FEB UNS siap menjalani proses transformasi ini secara bertahap dan terukur.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menyampaikan bahwa untuk proses akreditasi AACSB ini sangat selektif dan membutuhkan komitmen jangka panjang terhadap peningkatan kualitas secara menyeluruh.

    “Sejak 2010 kita menjadi member AACSB, atas arahan dari Pak Dekan, mulai tahun ini, kita harus start untuk kita kerjakan prosesnya. Kita perlu usaha lebih gigih, kita follow prosesnya, dan nanti harapannya bisa berjalan sesuai dengan yang seharusnya. Semoga saja di akhir kepemimpinan periode ini, kita sudah dapatkan akreditasinya, harapannya seperti itu”, ungkapnya.

    Diskusi Eligibility Application AACSB (Tim AACSB)

    Dikatakan, AACSB ini berbeda dengan akreditasi pada umumnya. Kalau akreditasi yang pada umumnya itu, kinerja yang ada di fakultas dilaporkan kemudian di submit ke lembaga akreditasi. Sedangkan tahap pertama AACSB itu adalah eligibility application dan proses hingga terakreditasi paling cepat 5 tahun. Sehingga selama 5 tahun itu, nanti akan ada visitasi dari asesor AACSB dan beberapa proses lainnya yang harus dilakukan.

    “Ini kan kita akan susun dokumen eligibility, kemudian  kita akan bikin borangnya, dan ini nanti jika lolos, maka proses akreditasi itu akan berlangsung mulai tahun depan sampai 5 tahun ke depan. Jadi sampai pergantian pimpinan nanti itu prosesnya masih berjalan. Intinya adalah AACSB itu adalah akreditasi yang kita tidak melaporkan, tapi kita membuat perubahan besar yang ada di fakultas, memang kita perlu kerja keras ” jelasnya kemudian.

    Beberapa langkah telah ditempuh oleh Dekanat FEB diantaranya penerbitan Surat Tugas Tim Borang Akreditasi AACSB, diketuai oleh Wakil Dekan Akademik dan Penelitian, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., sekretaris Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., dan beberapa dosen FEB lainnya. Selain itu, FEB juga adakan beberapa FGD dengan mengundang beberapa pakar dari universitas yang telah terakreditasi AACSB, dalam dan luar negeri. Juga secara rutin berdiskusi di lingkup internal, Dekanat dan juga dengan tim taskforce.

    Diskusi Eligibility Application AACSB dengan Mandra Lazuardi Kitri, MBA dari ITB

    Ke depan, FEB UNS berharap dapat meraih akreditasi AACSB sebagai pengakuan atas kualitas pendidikan yang diberikan. Proses ini diharapkan tidak hanya meningkatkan reputasi internasional, tetapi juga mendorong perbaikan berkelanjutan dalam kurikulum, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

    Dengan dukungan penuh dari seluruh civitas akademika, FEB UNS optimis dapat mencetak lulusan yang siap bersaing di dunia global.

    Proses ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi FEB UNS di kancah pendidikan bisnis global, sekaligus menghadirkan lulusan yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

    Foto bersama usai Diskusi Eligibility Application AACSB
  • Kerja Sama Lecture Exchange antara FEB UNS dan Faculty of Business and Management UiTM

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengundang sejumlah dosen dari Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia untuk mengisi kegiatan kuliah tamu di beberapa kelas pada Senin, 28 April 2025.

    Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara FEB UNS dan Faculty of Business and Management, UiTM, Malaysia.

    Dosen-Dosen dari UiTM tersebut antara lain: Dr. Faridah Pardi, Hilwana Abd Karim, Nur Alia Amirnordin, Dr. Nurazilah Zainal, Nur Fadhlina Zainal Abedin, dan Tengku Sharifeleani Ratul Maknu.

    Dr. Faridah Pardi mengisi pada kelas Ekonometrika I (Prodi Ekonomi Pembangunan) dengan materi mengenai “Regression Analysis: Simple Linear Regression & Multivariate Regression”.

    Sementara Hilwana Abd Karim dan Nur Alia Amirnordin mengisi di kelas Manajemen (Prodi Ekonomi Pembangunan). Berikutnya Dr. Nurazilah Zainal dan Nur Fadhlina Zainal Abedin mengisi di kelas Manajemen Keuangan II (Prodi Manajemen) dan Tengku Sharifeleani Ratul Maknu mengisi di kelas Prinsip Pemasaran (Prodi Bisnis Digital) dengan materi “Business Model Canvas”.

    Pada mata kuliah prinsip pemasaran, Tengku Sharifeleani menjelaskan bagaimana melakukan analisis BMC dari brand tertentu, kemudian meminta mahasiswa yang pernah mengikuti lomba BMC untuk presentasi.

    Kegiatan kuliah tamu berlangsung mulai pukul 10.30 – 12.00 WIB di Gedung Soeharno TS dan Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS secara terpisah.

    Kuliah dosen tamu tersebut terlaksana dengan lancar dan ditutup dengan pemberian hadiah bagi mahasiswa yang aktif berpartisipasi.

    Kegiatan ini tentunya menarik dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan terkait ekonomi dan dunia bisnis.

    Kegiatan ini diharapkan dapat berperan dalam mengembangkan kurikulum yang adaptif bagi FEB UNS dan juga meningkatkan kerja sama dalam bidang akademik dengan Faculty of Business and Management, Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.

     

     

  • Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Gelar Pengabdian Masyarakat: Santri Melek Finansial

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Gelar Pengabdian Masyarakat: Santri Melek Finansial

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat di Pondok Pesantren Menara Qur’an Hidayatullah, Kopen, Karangturi, Gondangrejo, Karanganyar, Jawa Tengah pada hari Selasa, 29 April 2025.

    “Santri Melek Finansial: Menata Masa Depan dengan Bijak” menjadi topik utama dalam kegiatan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat kali ini menghadirkan narasumber dari Dosen FEB UNS dan Faculty of Business and Management UiTM Malaysia.

    Dosen-Dosen yang mengisi acara antara lain: Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Aldy Fariz Achsanta, Ph.D, Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M.,M.A., Nasyiah Hasanah Purnowowati, MSi., Dr. Nurazilah Zainal, Dr. Faridah Pardi, Hilwana Abd Karim, Nur Alia Amirnordin, Nur Fadhlina Zainal Abidin, dan Tengku Sharifeleani Ratul Maknu. Dibantu oleh para mahasiswa selaku asisten pelaksana, yaitu Inas Nurfadia Futri, Vira Amalia Putri, Toifsa Rosita Dewi, Desti Indah Pratiwi dan Bimo Saktiawan.

     

    Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 08.30 sampai 11.30 WIB secara terpisah, yaitu Santri Putra di Masjid Pondok Pesantren, sementara Santri Putri di Aula Pondok Pesantren.

    Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 70 santri. Acara di Masjid Pondok Pesantren dibuka dengan sambutan oleh Tastaftiyan Risfandy, Ph.D. selaku Ketua Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan sekaligus Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS. Dilanjutkan sambutan oleh Ustadz Nur Islam selaku Mudir Ma’had ‘Aly Menara Qur’an.

    Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kepada santriwan mengenai pentingnya perencanaan keuangan untuk menghadapi masa depan. Materi pertama mengenai dasar-dasar manajemen keuangan pribadi disampaikan oleh Tastaftiyan Risfandy, Ph.D. Dilanjutkan materi mengenai literasi keuangan oleh Aldy Fariz Achsanta, Ph.D.

    Sementara itu, di Aula Pondok Pesantren, acara dibuka dengan tilawah lalu disampaikan materi mengenai “Cara Mengelola Keuangan” oleh Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M.,M.A. dan Nasyiah Hasanah Purnowowati, MSi.

    Beliau memaparkan tentang bagaimana mengakumulasikan pemasukan dan pengeluaran, menentukan tujuan keuangan, membuat tabungan khusus, dan mengevaluasi keuangan secara berkala.

    Acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan perkenalan/profil kampus UiTM Malaysia dan materi terkait “Mensyukuri Nikmat, Merangkai Semangat” yang diisi oleh Ibu-Ibu Dosen dari Faculty of Business and Management UiTM Malaysia.

    Dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, games seru, dan ditutup dengan pemberian doorprize serta kesan pesan oleh Santri Putri. Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para santri di Pondok Pesantren Menara Qur’an Hidayatullah untuk dapat mengatur keuangannya saat ini hingga masa depan, agar kelak sukses baik didunia maupun akhirat.

    Kegiatan pengabdian masyarakat “Santri Melek Finansial” ini turut berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Quality Education melalui peningkatan literasi keuangan bagi para santri. Selain itu, program ini juga mendukung SDG 8: Decent Work and Economic Growth dengan membekali generasi muda kemampuan perencanaan keuangan yang bijak sebagai dasar kemandirian ekonomi di masa depan.

    Kegiatan ini menjadi langkah nyata FEB UNS dalam mendorong pembangunan berkelanjutan melalui edukasi dan pemberdayaan komunitas pesantren.

  • Grup Riset Kelembagaan dan SDM UNS Dorong UMKM Djasmine Bordir Kudus Naik Kelas, Bersaing di Pasar Nasional dan Global

    Grup Riset Kelembagaan dan SDM UNS Dorong UMKM Djasmine Bordir Kudus Naik Kelas, Bersaing di Pasar Nasional dan Global

    Grup Riset Kelembagaan dan SDM melalui Hibah Program Kemitraan Masyarakat Universitas Sebelas Maret (PKM-UNS) Surakarta melakukan pengabdian masyarakat pada UMKM Djasmine Bordir di Kabupaten Kudus.

    Pengabdian ini dipimpin oleh Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., CRA., CRP. Bersama anggota tim yaitu Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak., Dr. Sri Hartoko, MBA., Ak., CACP., dan Sri Murni, S.E., M.Si., Ak.

    Salah satu progam pengabdian mereka adalah workshop bertajuk “Pemberdayaan UMKM Djasmine Bordir: Peningkatan Kapasitas Produksi dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Saing Industri Kreatif Lokal” pada Sabtu (26/4/2025).

     

    Tim ini juga diperkuat Prof. Dr. Dra. Hj. Endang Dwi Amperawati, M.M., Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., CA., dan Dr. Sri Mulyani, M.Si, Ak. sebagai narasumber dalam pelatihan tersebut.

    Ketua tim Dr. Dwi Prasetyani menjelaskan, UMKM Djasmine Bordir masih menghadapi berbagai kendala.

    Terutama dalam hal kualitas dan kuantitas produksi, serta pemasaran yang masih bersifat konvensional.

    “Permasalahan utama yang dihadapi UMKM ini adalah keterbatasan alat dan teknologi untuk meningkatkan kapasitas produksi, serta pemasaran yang masih terbatas pada pasar lokal,” jelas Dr. Dwi, Rabu (7/5/2025).

    Untuk mengatasi masalah tersebut, Grup Riset Kelembagaan dan SDM menawarkan sejumlah solusi. Di aspek teknologi, mereka memberikan mesin bordir komputer untuk menggantikan proses manual.

    Perajin juga dilatih menggunakan mesin tersebut agar lebih cepat, efisien, dan menghasilkan desain yang presisi.

    “Dengan mesin bordir komputer, pengrajin bisa menghasilkan desain yang lebih kompleks dan akurat. Ini akan sangat membantu meningkatkan kapasitas produksi,” kata Dr. Dwi.

    Dari sisi produksi, upaya peningkatan kualitas dilakukan melalui standarisasi proses, dari pemilihan bahan hingga tahap finishing.

    Inovasi juga dilakukan lewat pelatihan desain dan diversifikasi produk, seperti aksesori rumah tangga dan produk fashion lainnya.

    Pada aspek pemasaran, tim memberikan pelatihan pemasaran digital, termasuk cara membuat konten menarik di media sosial serta berjualan melalui e-commerce dan sosial media.

    Tim juga mendampingi pembuatan toko online agar produk bordir Kudus bisa menjangkau pasar yang lebih luas.

    “Pelatihan ini tidak hanya soal teknis digital, tapi juga bagaimana pelaku UMKM memahami strategi pemasaran yang tepat sasaran,” imbuhnya.

    Dari aspek keuangan, UMKM ini dikenalkan dengan aplikasi Lamikro untuk mencatat arus keuangan secara digital.

    Para pelaku usaha pun mendapatkan pelatihan penggunaan aplikasi tersebut.

    “Selama ini pencatatan keuangan masih dilakukan secara manual, sehingga rawan kesalahan. Aplikasi Lamikro membantu mereka mencatat pemasukan dan pengeluaran secara sistematis dan akurat,” kata dia.

    Melalui pelatihan ini, tim Grup Riset Kelembagaan dan SDM berharap UMKM Djasmine Bordir mampu naik kelas dan bersaing di pasar nasional maupun global.

    Program pengabdian masyarakat ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yakni SDG 8: Decent Work and Economic Growth melalui peningkatan kapasitas produksi, digitalisasi pemasaran, serta penguatan daya saing UMKM agar mampu bertumbuh secara berkelanjutan.

    Selain itu, pelatihan penguasaan teknologi dan pencatatan keuangan digital juga mendukung SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure dengan mendorong adopsi inovasi dalam proses produksi industri kreatif lokal.

    Pendampingan manajemen dan peningkatan kompetensi pelaku usaha turut memperkuat SDG 4: Quality Education, khususnya pada aspek pelatihan keterampilan (lifelong learning).

    Upaya ini menjadi langkah konkret UNS dalam memperkuat pemberdayaan UMKM dan pembangunan ekonomi berkelanjutan di tingkat lokal.

  • Tingkatkan Manajemen dan Inovasi Produk, Tim PKM HRG UNS Dampingi Batik Kartika Blora

    Tingkatkan Manajemen dan Inovasi Produk, Tim PKM HRG UNS Dampingi Batik Kartika Blora

    Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Hibah Grup Riset (PKM HRG) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan pendampingan terhadap UKM Batik Kartika di Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Sabtu,  22/2/2025.

    Tim diketuai oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., CA. dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Beranggotaan Dr. Djuminah, M.Si, Ak. C.A., Dr. Sri Hartoko, M.Si, Ak. C.A. dan Dra. Sri Murni, S.E., M.Si., Ak. dari Akuntansi FEB, serta M. Rudianto, S.E., S.Sn., M.Sn. dari Program Studi Desain Mode Fakultas Seni Rupa dan Desain.

    Prof. Rahmawati menjelaskan, UKM Batik Kartika di Kradenan menghadapi persoalan dalam manajemen usaha, khususnya pencatatan keuangan dan stok barang. Selain itu, produk batik yang ditawarkan dinilai kurang bervariasi sehingga memengaruhi daya saing.

    “Untuk menjawab permasalahan tersebut, Tim PKM HRG UNS menawarkan solusi berupa pendampingan pencatatan akuntansi usaha dan pengembangan variasi produk batik,” jelasnya.

     Prof Rahmawati menambahkan, mitra diajarkan menyusun laporan keuangan seperti laporan laba rugi, neraca, dan laporan arus kas.

    Pendampingan juga mencakup pelatihan penggunaan software akuntansi guna meningkatkan efisiensi dan akurasi pencatatan.

    “Dengan sistem pencatatan yang baik, pelaku usaha batik dapat mengukur kinerja keuangan, mempersiapkan diri untuk akses pembiayaan, dan mengambil keputusan bisnis yang lebih tepat,” jelasnya.

    Selain itu, Tim PKM HRG juga mendampingi dalam perancangan desain motif batik, penyediaan bahan dan peralatan batik, penyediaan sarana teknologi informasi, serta proses produksi batik.

    Termasuk pembuatan cap batik dengan material kertas dan batik tulis, serta inovasi eco tik dan ecoprint.

    “Terciptanya produk baru kain batik dengan inovasi desain motif untuk menambah keragaman atau variasi produk yang ditawarkan,” tandasnya.

    Kegiatan pengabdian ini secara umum dapat membantu perajin batik dalam mengembangkan usahanya secara lebih profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada pasar yang lebih luas.

    Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian masyarakat ini terutama bagi para perajin batik di UMKM Batik Kartika meliputi peningkatan kemampuan akuntansi, peningkatan daya saing dan pemasaran, pemberdayaan ekonomi lokal, serta kesadaran akan keberlanjutan dan pelestarian budaya, dimana terdapat peningkatan kesadaran perajin akan pentingnya bahan alami dan proses produksi yang ramah lingkungan.

    Program pendampingan ini mendukung SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas manajemen dan akuntansi UMKM. Inovasi desain batik dan diversifikasi produk selaras dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure).

    Penggunaan bahan alami, eco-batik, dan proses produksi ramah lingkungan berkaitan dengan SDG 12 (Responsible Consumption and Production). Kegiatan ini juga memperkuat ekonomi kreatif lokal yang mendukung SDG 11 (Sustainable Cities and Communities).