FEB

Kategori: fakultas

  • RG Ekonomi Kreatif Dorong UMKM Kulit Maju: Edukasi Pajak dan Bantu Alat Produksi

    RG Ekonomi Kreatif Dorong UMKM Kulit Maju: Edukasi Pajak dan Bantu Alat Produksi

    Riset Grup Ekonomi Kreatif Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan pelatihan perpajakan untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kulit di Desa Mojopurna, Magetan, Jawa Timur,  Rabu, 23 April 2025.

    Tim diketuai oleh Prof. Dr. Hunik Sri Runing Sawitri, S.E., M.Si, dan beranggotakan Prof. Dr. Asri Laksmi Riani, MS, Prof. Dr. Salamah Wahyuni, SU, Dr. Anastasia Riani Suprapti, M.Si, Suryandari Istiqomah, SE, MSc, Dr. Intan Novela Qurrotul Aini, S.E., M.Si., serta Dr. Mugi Harsono, SE, M.Si

    Program ini melanjutkan program yang telah diadakan di tahun 2024 dengan memberikan pelatihan pembukuan dan pencatatan keuangan untuk UMKM,

    Hal ini dilakukan karena adanya kebutuhan lanjutan dari UMKM sebagai langkah awal untuk menyiapkan diri untuk dapat mematuhi ketentuan perpajakan bagi UMKM. Hal ini didorong semakin meningkatnya pesanan dan pasar yang terus meningkat pasca Covid-19.

    Pelatihan ini diawali dengan pemberian materi tentang kewajiban pajak bagi UMKM serta manfaat yang dapat diterima dengan tertib menjadi wajib pajak dan dilanjutkan dengan praktik penghitungan pajak UMKM merujuk pada PP 23 Tahun 2018. Pelatihan ini memberikan gambaran yang lebih jelas dan menghilangkan ketakutan tentang besaran pajak yang harus dibayarkan oleh UMKM.

    Selain pelatihan perpajakan, kegiatan pengabdian ini juga memberikan bantuan berupa alat press yang digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi. Alat press menjadi salah satu apresiasi kepada UMKM yang telah mau dan mampu melakukan inovasi produk baru sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar. Mesin press ini telah digunakan dan membantu menyelesaikan pesanan-pesanan produk baru yang mulai diluncurkan oleh UKM Binaan.

    RG Ekonomi kreatif FEB UNS melalui kegiatan pengabdian masyarakat senantiasa mendorong inovasi baru untuk semakin majunya UKM-UKM kreatif di Indonesia.

    Kegiatan pelatihan perpajakan dan dukungan alat produksi bagi UMKM kulit ini berkontribusi nyata terhadap SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, khususnya target 8.3 yang mendorong penciptaan usaha produktif dan pengembangan kewirausahaan; sekaligus mendukung SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui sinergi antara institusi akademik dan pelaku UMKM dalam memperkuat kapasitas lokal.

  • Riset Group Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik

    Riset Group Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS Adakan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik

    Riset Group Green Economy dan Sustainable Development memberikan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik untuk warga masyarakat Jogoyudan RW 11 Gowongan Yogyakarta.

    Kegiatan pelatihan pengolahan sampah organik dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Mei 2025 dengan Narasumber Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. & Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si.

    Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Kesadaran ini menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

    Saat ini, sampah rumah tangga merupakan jenis sampah yang paling mendominasi di Kota Yogyakarta. Kondisi tersebut menuntut peran aktif masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Dengan demikian, upaya pemerintah dalam menangani permasalahan sampah akan menjadi lebih efektif dan berkelanjutan.

    Prof. Dr. Izza Mafruhah, S.E., M.Si. memberikan pelatihan terkait pengolahan sampah organic (sampah rumah tangga) dengan menggunakan maggot sebagai pengurai sampah organic tersebut pelatihan dimulai dengan cara budidaya maggot, pembesaran maggot, serta cara memanen dan mensortir maggot, dimana maggot yang dibudidaya dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan seperti pakan ternak, umpan memancing ikan dan berbagai kegiatan lainnya yang bersifat komersial. Budidaya maggot bukan hanya menyelesaikan masalah persampahan yang ada di Kota Yogyakarta namun juga meningkatkan perekonomian warga masyarakat secara massif dikarenakan maggot memiliki nilai ekonomis yang cukup baik sehingga dapat memberikan pendapatan sampingan dari masyarakat yang membudidayakannya, sehingga dapat menyelesaikan permasalahan persampahan yang ada di kota Yogyakarta.

    Di akhir pelatihan Riset Group Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS

    Memberikan bantuan berupa maggot untuk dapat dibudidayakan secara mandiri oleh warga masyarakat Jogoyudan RW 11 Gowongan Yogyakarta sebagai pengungkit awal pengelolaan sampah rumah tangga yang ada di Kota Yogyakarta.

    Pelatihan pengolahan sampah organik menggunakan maggot ini merupakan langkah nyata mendukung SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, dengan mengurangi volume sampah dan menerapkan model ekonomi sirkular; serta selaras dengan SDG 11: Kota dan Komunitas yang Berkelanjutan, melalui partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan urban.

  • Laboratorium Perpajakan FEB UNS Adakan Kuliah Umum   

    Laboratorium Perpajakan FEB UNS Adakan Kuliah Umum   

    Laboratorium Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Kuliah Umum Perpajakan: Pajak dan Keuangan dalam Era Digital, Tantangan dan Peluang, Jumat, 13 Juni 2025 di  Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh dosen dan juga mahasiswa tersebut mengundang pembicara Jafar Shodiq, S.Akt., M.Ak, Managing Partner MNCo Juara.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan bidang Akademik dan Penelitian dalam sambutannya mengatakan FEB UNS memiliki delapan laboratorium, yakni Laboratorium Logistik dan Pasar Modal, Ekspor Impor, Financial Technology, Project Based Learning (PBL), Bina Desa, Teknologi Informasi Terpadu, Kewirausahaan dan Perpajakan.

    Dikatakan, laboratorium tidak identik kuliah di eksak. Tujuannya untuk memfasilitasi mahasiswa, jadi mahasiswa tidak hanya belajar di kelas tapi juga meningkatkan keterampilannya.

    “Semua pilihan keterampilan kita sediakan agar lulus tidak hanya mendapatkan ijazah, karena ijazah saja tidak cukup untuk daya jual Temen-Temen, jadi perlu ditambah keterampilan-keterampilan lainnya” ujarnya.

    Sementara itu,  Jafar Shodiq di awal presentasinya mengatakan bahwa karier di bidang perpajakan dianggap prestisius dan menarik, memiliki peluang karier luas, penghasilan menarik, beragam pilihan pekerjaan, dan kesempatan berkarir internasional.

    Posisi yang tersedia di bidang perpajakan diantaranya staf/ manager pajak, akuntan pajak, dosen/pengajar/narasumber pajak, pegawai pajak di Ditjen Pajak, penulis bidang pajak (buku, majalah, koran), perencana pajak (tax planner), konsultan pajak dan pengacara pajak (kuasa hukum wajib pajak).

    Lebih lanjut dikatakan, di era ekonomi yang terus berkembang, semakin banyak individu yang memilih untuk mengejar karir sebagai konsultan pajak. Dengan permintaan yang tinggi untuk profesional pajak, gaji yang kompetitif, dan tantangan yang menarik, bidang ini menawarkan peluang yang signifikan bagi mereka yang ingin membangun karir yang sukses.

    Konsultan pajak memainkan peran penting dalam membantu bisnis dan individu memahami dan mematuhi peraturan perpajakan yang kompleks. Dengan keterampilan yang tepat, mereka dapat memberikan solusi yang efektif dan strategis, serta berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

    “Karir di bidang pajak tidak hanya menjanjikan dari segi finansial, tetapi juga memberikan kesempatan untuk terus belajar dan berkembang. Setiap kasus pajak adalah unik, dan ini membuat pekerjaan kami selalu menarik,” ungkapnya.

    Dengan semakin banyaknya peluang di sektor ini, individu yang tertarik untuk berkarir di bidang pajak didorong untuk mengeksplorasi pendidikan dan pelatihan yang relevan.

    Mempersiapkan karir di bidang pajak menawarkan berbagai peluang dan tantangan yang perlu dipahami. Analisis SWOT menunjukkan bahwa kekuatan termasuk permintaan tinggi dan gaji kompetitif, sementara kelemahan mencakup persaingan ketat dan kebutuhan untuk pembaruan pengetahuan. Peluang pertumbuhan ekonomi dan layanan perpajakan yang meningkat harus diimbangi dengan ancaman perubahan regulasi dan stigma negatif terhadap profesi ini.

    Lebih lanjut disampaikan terkait manfaat pemahaman perpajakan bagi pengusaha.

    Pemahaman perpajakan memberikan manfaat tidak langsung yang signifikan bagi pengusaha. Dengan analisis keuangan yang mendalam, pengusaha dapat mengidentifikasi peluang dan masalah, serta membuat keputusan bisnis yang lebih strategis. Selain itu, kepatuhan terhadap peraturan perpajakan meningkatkan kredibilitas perusahaan di mata investor, membuka peluang untuk pertumbuhan yang lebih besar.

    Kuliah Umum “Pajak dan Keuangan dalam Era Digital” yang diselenggarakan oleh Laboratorium Perpajakan FEB UNS tidak hanya menjadi ruang pembelajaran akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

    Melalui kegiatan ini, FEB UNS mendukung SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dengan memberikan akses pembelajaran kontekstual dan keterampilan praktis kepada mahasiswa agar siap menghadapi dunia kerja. Topik perpajakan yang diangkat juga berkaitan erat dengan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), karena mendorong pemahaman tentang pentingnya kepatuhan pajak dalam pembangunan ekonomi, sekaligus membuka wawasan karier yang luas di bidang ini.

    Laboratorium perpajakan, sebagai bagian dari inovasi pendidikan di FEB UNS, juga berkontribusi pada SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pengembangan SDM yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan regulasi keuangan digital.

    Kolaborasi dengan praktisi perpajakan profesional seperti Jafar Shodiq mencerminkan semangat SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), di mana sinergi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam mencetak lulusan berkualitas dan berdaya saing global.

  • Fiscal Corner FEB UNS Gelar Workshop Bertajuk Tata Kelola APBN untuk Percepatan Pembangunan di Indonesia Pasca Kebijakan Efisiensi Anggaran

    Fiscal Corner FEB UNS Gelar Workshop Bertajuk Tata Kelola APBN untuk Percepatan Pembangunan di Indonesia Pasca Kebijakan Efisiensi Anggaran

    Esensi kebijakan fiskal adalah kebijakan yang dibuat oleh pemerintah untuk mempengaruhi ekonomi agar ekonomi bisa stabil, tumbuh pada level tinggi dan berhasil secara adil. Ultimate goal-nya adalah kesejahteraan. Kesejahteraan yang dimaksud adalah berkeadilan lintas. Tidak hanya keadilan antara kelompok pendapatan, tapi keadilan antar wilayah dan termasuk keadilan antar generasi. Kita harus siapkan fondasi bahwa APBN itu membangun fondasi yang kuat untuk generasi berikutnya.

    Maka APBN sebagai instrumen kebijakan fiskal itu harus didesain agar mampu merespon dinamika perekonomian, menjawab tantangan dan mendukung agenda pembangunan secara optimal, sehingga APBNnya harus sehat. APBN itu instrumen. Kalau APBNnya tidak sehat, mustahil kita bisa menstimulus ekonomi secara kuat, mustahil untuk menumbuhkan kesejahteraan. Oleh karena itu, APBN mempunyai tiga fungsi yaitu stabilisasi, alokasi dan distribusi.

    Penyataan itu disampaikan Wahyu Utomo, S.Sos., M.Si., Direktur Strategi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Kementerian Keuangan Republik Indonesia pada Workshop Fiscal Corner “Tata Kelola APBN Untuk Percepatan Pembangunan di Indonesia Pasca Kebijakan Efisiensi Anggaran”, Sabtu 21 Juni 2025 di  UNS Tower Classroom 3 lantai 5.

    “Di tengah ruang fiskal yang terbatas, bagaimana caranya agar kita tetap mampu menstimulus ekonomi, tetap mampu mendukung berbagai agenda pembangunan untuk kesejahteraan, APBN harus sehat. Memang saat ini harus ada inovasi, adaptasi dengan pola kerja baru. Kerja sama dengan badan usaha, memanfaatkan peran BLU, peran BUMN,” ujarnya.

    Kepada  Dosen dan Mahasiswa FEB UNS yang hadir di workshop, Wahyu Utomo menyampaikan bahwa untuk membuat kebijakan fiskal itu efektif, intinya ada tiga prinsip yang harus dipegang. Yang pertama adalah kebijakan fiskal itu harus proporsional. Artinya, kebijakan fiskal itu prinsipnya menjaga makro ekonomi. Hal-hal yang sifatnya publik itu drivernya APBN, lainnya, serahkan swasta, serahkan BUMN. Sehingga ada simbiosis mutualisme antara APBN, Swasta, BUMN, BLU. Mereka perlu bersama-sama membesarkan ekonomi kita. Itu prinsip keseimbangan makro.

    Prinsip kedua adalah bahwa kebijakan fiskal itu sebagai instrumen pengawasan (kontrol) untuk menjaga policy konsistensi agar kebijakan jangka pendek, menengah, panjang dapat berjalan baik. Jangan sampai kebijakan jangka pendek, karena pragmatisme justru mereduksi kebijakan jangka panjang.

    Kemudian yang ketiga adalah prinsip connecting the dots, harus tetap ada koneksi antara kebijakan makro fiskal, makro ekonomi,  dan sektor lain. Itu harus ada benang merahnya. Jika tidak, itu nanti justru akan membuat ekonominya tidak produktif.

    Lebih lanjut dikatakan dalam menghadapi tantangan seperti ketegangan geopolitik dan perubahan iklim, pemerintah juga akan memperkuat reformasi struktural dan transformasi ekonomi. Ini termasuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan infrastruktur, dan adopsi teknologi digital untuk meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

    Reformasi perpajakan dan penguatan sistem keuangan juga menjadi fokus utama, dengan tujuan memperluas basis perpajakan dan meningkatkan kepatuhan pajak. Selain itu, pemerintah akan mengembangkan skema pembiayaan yang inovatif dan berkelanjutan untuk mendukung program-program prioritas.

    Pemerintah menargetkan pendapatan negara sebesar 11,71% hingga 12,22% dari PDB, dengan belanja negara diproyeksikan antara 14,19% hingga 14,75% dari PDB. Defisit anggaran akan dijaga dalam kisaran 2,48% hingga 2,53% dari PDB, untuk memastikan keberlanjutan fiskal dan stabilitas ekonomi.

    Dengan langkah-langkah strategis ini, pemerintah optimis bahwa Indonesia akan mampu mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok tanah air.

    Kebijakan fiskal yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan seperti yang dikemukakan dalam workshop ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam mendukung pencapaian SDGs, khususnya tujuan ke-8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), tujuan ke-10 (Mengurangi Kesenjangan), dan tujuan ke-13 (Penanganan Perubahan Iklim), demi mewujudkan kesejahteraan lintas generasi dan pembangunan yang adil bagi seluruh wilayah.

  • Working Paper Forum P4M FEB Diskusikan Pengembangan Startup Energi Terbarukan di Indonesia

    Working Paper Forum P4M FEB Diskusikan Pengembangan Startup Energi Terbarukan di Indonesia

    Dalam rangka mendorong atmosfer akademik yang kolaboratif dan produktif, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P4M) FEB UNS bekerja sama dengan Research Group for Digital Economic, Marketing, and Consumer Insight (DEMCI) Working Paper Forum, Selasa, 10 Juni 2025, di  Ruang Koordinasi Tendik, Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa menghadirkan narasumber Dr. Catur Sugiarto, S.E., M.SM., M.Rech., Ph.D., CDMP., CPM (Asia), Dosen dan Peneliti dari RG Digital Economic, Marketing, and Consumer Insight (DEMCI).

    Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc.,Ph.D, Ketua P4M menyampaikan forum ini merupakan bagian dari diseminasi hasil riset akademik untuk memperluas wawasan sivitas akademika, khususnya terkait pengembangan kewirausahaan berkelanjutan, inovasi ramah lingkungan (eco-innovation), dan pertumbuhan startup energi terbarukan di Indonesia.

    Lebih lanjut dikatakan, hasil penelitian yang akan disampaikan oleh narasumber hari ini bukan sekedar penelitian, namun merupakan project yang mendapat pendanaan oleh Bank Indonesia, yang  berkontribusi nyata bagi masyarakat.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS dalam sambutannya berharap peserta yang sebagian besar adalah mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk aktif berdiskusi, mampu menyerap dengan baik wawasan dari narasumber.

    Di Working Paper Forum yang digelar P4M, Dr. Catur Sugiarto memaparkan hasil penelitiannya bertajuk Business Incubation, Eco-innovation, and Startup Growth: A Study of Renewable Energy Entrepreneurship in Indonesia.

    “Indonesia memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT yang sangat melimpah, mencapai 3.686 gigawatt, yang berasal dari berbagai sumber seperti energi surya, bayu, hidro, bioenergi, panas bumi, dan laut. Meskipun memiliki potensi besar, Indonesia masih bergantung pada energi fosil, terutama batubara, yang menghasilkan emisi tinggi. Hal ini menimbulkan urgensi untuk beralih ke sumber energi yang lebih bersih dan berkelanjutan” jelasnya.

    Lebih lanjut disampaikan , startup EBT di Indonesia menghadapi berbagai tantangan, termasuk regulasi yang kompleks, kebutuhan modal yang besar, dan rendahnya kesadaran pasar tentang pentingnya energi terbarukan. Di tingkat global, banyak perusahaan seperti Proterra dan Britishvolt mengalami kebangkrutan akibat masalah rantai pasok dan kekurangan pendanaan. Di Indonesia, perusahaan seperti Xurya dan Surya Power juga menghadapi ketidakpastian kebijakan dan hambatan regulasi yang menghambat pertumbuhan mereka.

    Inkubator bisnis berperan penting dalam mengatasi ketergantungan pada satu jenis energi dan mempercepat pencapaian kesejahteraan masyarakat di daerah yang memiliki potensi EBT. Melalui pengembangan perusahaan rintisan (startup) di bidang EBT dan penguatan perusahaan yang sudah ada, inkubator dapat memberikan dukungan berkelanjutan yang diperlukan untuk mendorong inovasi dan pertumbuhan. Dengan demikian, inkubator bisnis dapat menjadi solusi strategis untuk memanfaatkan potensi EBT yang ada di Indonesia.

    Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Catur Sugiarto dkk menggunakan metode campuran untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan inkubator bisnis di sektor EBT. Pendekatan ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana inkubator dapat berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan di Indonesia.

    Melalui kegiatan ini, P4M FEB UNS menegaskan komitmennya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur).

    Forum ini menjadi wadah strategis dalam memperkuat kolaborasi akademik, mendorong inovasi berkelanjutan, dan membangun ekosistem kewirausahaan yang mampu memberikan solusi nyata bagi tantangan energi di Indonesia.

  • Dosen FEB UNS Ikuti Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran Berbasis Kasus dan Proyek

    Dosen FEB UNS Ikuti Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran Berbasis Kasus dan Proyek

    Laboratorium Project Based Learning (PBL) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Pelatihan Penyusunan Modul Pembelajaran Berbasis Kasus dan Proyek, Kamis  26 Juni 2025 di Laboratoriun PBL FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh 20 Dosen FEB menghadirkan narasumber Prof. Nurul Indarti, Sivilokonom., Cand.Merc., Ph.D.

    Pelatihan ini dilaksanakan dalam satu hari dengan materi Pengenalan Pembelajaran Berbasis Kasus dan Berbasis Projek, Desain dan Penyusunan Kasus, Mengembangkan Modul Pembelajaran Berbasis Kasus dan Berbasis Projek. Implementasi Pembelajaran Berbasis Kasus di Kelas. Menyesuaikan Pembelajaran Berbasis Kasus dengan Berbagai Disiplin Ilmu, serta Tantangan dan Solusi dalam Pembelajaran Berbasis Kasus dan Berbasis Projek.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan kegiatan ini dapat membekali dosen dengan teknik dan strategi pengajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di FEB.

    “Kegiatan ini merupakan awalan untuk kegiatan yang kontinyu. Alhamdulillah dalam pelatihan ini antusiasme Teman-Teman Dosen cukup tinggi untuk mendapatkan wawasan apa sih sebenarnya pembelajaran berbasis kasus dan proyek. Kedepannya sebisa mungkin, untuk mata kuliah kita sendiri, kita kembangkan, jika ada dosen yang mengampu bareng bisa bikin kasus atau proyeknya bareng, jadi tidak hanya berhenti di konsep” ungkapnya.

    Prof. Tri berharap FEB punya modul pembelajaran berbasis kasus dan berbasis proyek. Dengan  wawasan baru dari Prof. Nurul, ke depan pembelajaran di FEB semakin beragam untuk pencapaian CPL mahasiswa. Sehingga ketika mereka lulus, punya karir yang kita titipkan di masing-masing matakuliah.

    Kepada feb.uns.ac.id, Ketua Laboratorium Project Based Learning, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si menyampaikan, di kegiatan ini peserta memperoleh manfaat secara komprehensif dalam pengembangan bahan ajar melalui pendampingan langsung dari narasumber yang kompeten. Modul pembelajaran tersebut akan dapat digunakan dalam menunjang proses pembelajaran di kelas. Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan kualitas pengajaran di FEB UNS, dengan memberikan alat dan keterampilan kepada dosen dalam menyusun modul pembelajaran yang berbasis pada kasus dan projek, sehingga dapat menciptakan pengalaman pembelajaran yang lebih aplikatif dan relevan bagi mahasiswa. 

    Pelatihan ini sejalan dengan komitmen FEB UNS dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya pada aspek pendidikan berkualitas (SDG 4), dengan memperkuat kapasitas dosen dalam merancang pembelajaran yang inovatif, aplikatif, dan relevan bagi dunia nyata.

  • Mahasiswa FEB Ikuti Sosialisasi Program Mobilitas Kelas Internasional

    Mahasiswa FEB Ikuti Sosialisasi Program Mobilitas Kelas Internasional

    Program Mobilitas Internasional (International Exposure) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNS bertujuan untuk memperluas wawasan global mahasiswa, meningkatkan kompetensi lintas budaya serta meningkatkan daya saing lulusan melalui pengalaman belajar di lingkungan akademik internasional.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan saat membuka koordinasi  Mobilisasi kelas internasional di Ruangan Koordinasi lantai 1 Gedung Seeharno TS FEB UNS.

    Selanjutnya disampaikan, mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk mengikuti berbagai kegiatan internasional,yakni Short Term Programs di universitas mitra yakni Universiti Teknologi Mara (UiTM) Malayasia dan Osaka Metropolitan University Japan; Program Pertukaran pelajar (Credit Transfer) di Universiti Putra Malaysia dan Universiti Malaya, National Chung Hsing University Taiwan; Double Degree dan Kredit Transfer di Saxion University Netherland serta Curtin University, Australi.

    Waktu dan Durasi untuk Short Term Program: 1-2 minggu selama libur semester (Desember-Januari). Sedangkan untuk Credit Transfer: Dilaksanakan pada semester genap/ganjil dengan durasi yang bervariasi.

    Sementara itu,  UNS Global Challenge merupakan Program pendanaan untuk mahasiswa yang ingin mengikuti program akademik di universitas top 100 dunia. Persyaratannya adalah mahasiswa aktif, telah menempuh kuliah selama 4 semester, dan memiliki nilai akademis baik. Skema pendanaan: Fully funded dan co-funding, di mana peserta mendapatkan tiket pesawat tetapi harus menyiapkan dana untuk kebutuhan selama program.

    Terkait persiapan keberangkatan, mahasiswa akan mengikuti workshop intercultural readiness dan briefing persiapan keberangkatan. Juga pendampingan dalam pengurusan dokumen penting seperti paspor, visa, dan asuransi perjalanan. Serta koordinasi logistik dan kesiapan akademik untuk memastikan kelancaran program.

    Program mobilitas internasional ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), dengan memperkuat kompetensi global mahasiswa serta mendorong kolaborasi internasional demi menciptakan lulusan yang unggul dan berdaya saing global.

     

  • Kolaborasi BPKH dan FEB UNS Gelar Mastering Class: Mendalami Konsep Transaksi Keuangan Islami

    Kolaborasi BPKH dan FEB UNS Gelar Mastering Class: Mendalami Konsep Transaksi Keuangan Islami

    Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) berkolaborasi dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar “BPKH Mastering Class: Mendalami Konsep Transaksi Keuangan Islami” di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS, Sabtu 21 Juni 2025.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan forum yang baik. Terlebih kegiatan ini memberikan banyak manfaat bagi mahasiswa untuk memberikan pengetahuan terkait literasi keuangan syariah.

    Terselenggaranya BPKH Mastering Class ini juga menjadi bentuk kerja sama yang sangat bermanfaat bagi kedua belah pihak, sehingga Prof. Bhimo berharap bahwa kerja sama  ini dapat semakin dikembangkan.

    Dr. Sulistyowati, M.E., CPF, Pimpinan Badan Pelaksana BPKH, memberikan sambutan  sekaligus menyampaikan sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan haji.

    Dalam paparannya, Ia menekankan pentingnya transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan dana umat agar sesuai prinsip syariah. Dr. Sulistyani juga memaparkan peta jalan terbentuknya BPKH hingga perannya yang saat ini mengemban tugas sebagai pengelola dana haji di Indonesia.

    Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi ZISWAF oleh Sasti Nugroho, M.Ikom dari Baitulmaal Muamalat, dan Sosialisasi Produk Perbankan Syariah oleh Sahlan dari Bank Muamalat.  Pemaparan materi Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah oleh Ibrahim Fatwa Wijaya, M.Sc., Ph.D, Ketua MES Surakarta, juga Direktur Perencanaan, Kerja Sama Internasionalisasi, dan Reputasi UNS.

    Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dengan mendorong peningkatan literasi keuangan syariah serta memperkuat transparansi dan tata kelola dana umat yang berkelanjutan.

  • P4M FEB UNS Selenggarakan Workshop Pemutakhiran Data SINTA

    P4M FEB UNS Selenggarakan Workshop Pemutakhiran Data SINTA

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Pemutakhiran Data, Kamis, 19 Juni 2025, Ruang Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D.,CPDS.,CSRS mewakili LPPM UNS, diundang untuk menyajikan materi utama, dengan Zakir membantu dalam verifikasi Sinta untuk dosen UNS.

    Sarjiyanto dalam materinya membahas pentingnya memperbarui data dalam Sinta (Science and Technology Index) untuk dosen dan institusi individu.

    SINTA adalah platform daring yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia. Platform ini berfungsi sebagai basis data untuk mengelola dan menyajikan informasi mengenai jurnal ilmiah nasional yang terakreditasi.

    Penggunaan data Sinta digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk klasterisasi penelitian/pengabdian masyarakat, Penilaian Angka Kredit (PAK) Dosen,  Anjungan Integritas Akademik (ANJANI),  penilaian kinerja institusional.

    Pembicara menekankan perlunya dosen untuk secara teratur memperbarui akun Sinta mereka dengan publikasi, penelitian, dan kegiatan akademik lainnya. Dosen baru harus membuat akun Sinta segera dan aktif mengisi.

    Ia juga memberikan instruksi rinci tentang cara memperbarui dan menyinkronkan data publikasi dalam sistem Sinta, termasuk panduan mengelola profil penulis, memverifikasi publikasi, dan menangani berbagai jenis output akademik.

    Di akhir paparanya, Sarjiyanto berharap dengan workshop atau penjelasan dari tim LPPM semakin meningkatkan kesadaran kita semua untuk meningkatkan penggunaan SINTA yang akan berguna bagi individu dan lembaga dalam rangka meningkatkan pemeringkatan dan reputasi institusional, nasional dan internasional.

    Selanjutnya, pembicara kedua, Mudzakir informasi praktis tentang proses pendaftaran, prosedur verifikasi, dan sumber daya pendukung yang tersedia untuk mempertahankan catatan akademik yang akurat dalam SINTA.

    Ia juga memberikan instruksi tentang cara memperbarui dan menyinkronkan data publikasi dalam sistem SINTA. Bagaimana proses untuk masuk, mengakses berbagai jenis publikasi (Scopus, Google Scholar, Garuda), dan menyinkronkan data. Ringkasan ini juga mencakup cara menambahkan buku, mengklaim hak kekayaan intelektual (IPR/HAKI), dan menambahkan produk atau prototipe.

    Mudzakir menekankan pentingnya memverifikasi akurasi data dan menghindari entri duplikat. Selain itu, ini memberikan panduan tentang pengaturan Google Scholar untuk mencegah pembaruan otomatis dan cara menemukan ID Garuda untuk penulis yang telah menerbitkan artikel yang diindeks oleh Garuda.

  • P4M FEB UNS Hadirkan Managing Editor Jurnal Akuntansi dan Bisnis di Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA

    P4M FEB UNS Hadirkan Managing Editor Jurnal Akuntansi dan Bisnis di Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) FEB UNS menyelenggarakan kegiatan Workshop Penulisan Artikel Ilmiah untuk Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA, Kamis, 19 Juni 2025, Ruang Konimex, Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti lebih dari 40 mahasiswa dan juga dosen, menghadirkan Isna Putri Rahmawati, S.E., M.Sc., Ak., Managing Editor Jurnal Akuntansi dan Bisnis, Akademisi,  Dosen Pembimbing untuk masuk di Jurnal Terakreditasi Sinta 2.

    Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc.,Ph.D, Ketua P4M menyampaikan bahwa agenda ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan peserta dalam menyusun karya tulis ilmiah yang berkualitas dan memenuhi standar akreditasi jurnal SINTA (Science and Technology Index).

    Workshop ini juga bertujuan untuk membekali peserta dengan strategi publikasi yang efektif agar karya ilmiah mereka dapat diterima di jurnal terindeks SINTA.

    “Alhamdulillah hari ini kita menghadirkan Bu Isna yang dalam setiap tahunnya berhasil mempublikasikan skripsi atau tugas akhir mahasiswanya, sehingga bisa memberikan impact bagi sesama karena diterbitkan di jurnal, bisa dibaca masyarakat. Setiap tahunnya ada luaran mahasiswa yang terpublikasikan. Silakan nanti Teman-Teman dapat ambil ilmu yang banyak dari narasumber hari ini” tegasnya.

    Di awal pemaparan materinya, Isna mendorong kepada peserta workshop yang sebagian besar adalah mahasiswa untuk dapat mempublikasikan karya ilmiahnya di Jurnal Nasional Terakreditasi SINTA.

    Menurutnya publikasi di Jurnal SINTA itu penting. Bagi dosen sebagai syarat BKD, jabatan fungsional dan sertifikasi dosen. Juga untuk peningktaan reputasi akademik pribadi dan institusi serta mendukung akreditasi prodi/universitas.

    Sedangkan untuk mahasiswa agar artikel yang disusun tidak hanya disimpan dilaptop/repository UNS, berguna sebagai portofolio.

    “Kebanyakan portofolionya Teman-Teman S1 itu magang, saya sarankan jadikan publikasi sebagai  salah satu portofolio Teman-Teman. Mahasiswa harus punya luaran mengenai tulisan dan itu menjadi salah satu portofolio kalian sehingga ketika lulus dari kuliah akan memudahkan dalam mencari kerja. Beberapa kali mahasiwa yang akan masuk PNS atau kerja di instansi BUMN, saat wawancara juga ditanyakan apa karyamu apa yang pernah dibuat?” paparnya memotivasi.

    Isna juga menceritakan bahwa dalam setahun membimbing 5 hingga 8 mahasiswa, biasanya 2 yang masuk jurnal Sinta 2, yang lain pasti dipublikasikan semua di sinta 3, 4 atau 5. Hal itu dengan tujuan agar apa yang telah dituliskan tidak hanya menumpuk di repository maupun di laptopnya mahasiswa.

    Lebih lanjut, Isna menjelaskan adanya kriteria artikel publikasi menurut pedoman akreditasi yang baru, memang lebih kompetitif. Saat ini, jurnal mempertimbangkan diversitas asal penulis,  keberagamannya. Penulisan harus sesuai dengan petunjuk penulisan bagi penulis (author guidelines). Selain itu artikel yang dipublikasi oleh suatu jurnal konsisten sesuai dengan fokus jurnalnya. Serta judul artikel dalam jurnal ilmiah seharusnya memuat informasi temuan penting pada artikelnya.

    Isna juga memberikan tips khusus publikasi jurnal SINTA: Pilih topik yang update dan relevan dengan fokus dan cakupan jurnal, perhatikan novelty yang eksplisit di pendahaulam dan kesimpulan; Gunakan data update, metode robust serta hasil uji statistik yang memamai; ikuti template dan author guidline jurnal target secara ketat dan perhatikan etika penulisan: anti plagiasi dan penggunakan AI.

    Workshop ini mendukung pencapaian SDGs, terutama SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 9 (Inovasi dan Infrastruktur), dengan meningkatkan kapasitas akademik mahasiswa dan dosen dalam menghasilkan karya ilmiah berkualitas yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di tingkat nasional maupun internasional.