FEB

Kategori: fakultas

  • Magister Akuntansi FEB UNS Diskusikan Topik Terbaru di Bidang Akuntansi Manajemen

    Magister Akuntansi FEB UNS Diskusikan Topik Terbaru di Bidang Akuntansi Manajemen

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan gelaran Guest Lecture bertajuk “Top Trends in Management Accounting Research” secara daring pada Rabu, 19 Maret 2025.

    Gelaran kuliah tamu tersebut menghadirkan Dr. Yuni Yuningsih dari Curtin University Australia sebagai narasumber utama. Dalam agenda yang dihadiri oleh mahasiswa MAKSI FEB UNS tersebut, Dr. Yuni menyampaikan materi berjudul “Understanding Emerging Research Trends and Future Directions of Management Accounting Research.”

    Di hadapan peserta yang hadir, Lulus Kurniasih, PhD., Kepala Program Studi MAKSI FEB UNS, mengungkapkan rasa terimakasih kepada pembicara, Dr. Yuni yang telah bersedia membagikan ilmu di bidang akuntansi manajemen.

    Harapannya, materi yang disampaikan narasumber dapat memberikan gambaran, insight, dan ide, terkait topik riset di bidang akuntansi manajemen.

    “Semoga acara webinar ini dapat memberikan manfaat untuk kita semua,” ungkap beliau menutup sambutannya.

    Dalam paparan materi yang disampaikan oleh Dr. Yuni juga dibahas mengenai perkembangan dalam penggunaan kecerdasan artifisial (AI) dalam riset. Bahkan menurut Dr. Yuni, ada kemungkinan bahwa topik-topik yang akan beliau bahas dalam agenda kuliah tamu tersebut akan berubah di kemudian hari.

    “Saya akan membahas tidak hanya terkait top topik tapi juga future direction, karena topik saat ini mungkin tidak lagi relevan di masa depan. Riset di bidang akuntansi bergeser seiring dengan perubahan lingkungan termasuk adanya generative AI,” jelas Dr. Yuni.

    Poin lain yang menurut Dr. Yuni penting adalah perlunya memahami pergeseran definisi dari akuntansi yang kemudian juga akan merubah arah riset dari bidang akuntansi manajemen. Contohnya adalah riset-riset akuntansi terdahulu yang masih berfokus pada fungsi akuntansi sebagai kegiatan atau seni mencatat, mengukur, menganalisa, dan melaporkan transaksi keuangan, sementara saat ini akuntansi memiliki fungsi yang jauh lebih luas yaitu sebagai alat untuk mengkuantifikasi efek negatif dari kegiatan bisnis pada lingkungan yang biasa diangkat pada topik green accounting.

    “Dulu yang paling penting adalah budgeting, sementara saat ini sudah berubah, kalaupun masih terdapat riset di bidang budgeting maka cakupannya jauh berbeda dengan budgeting yang dulu ada,” ungkap Dr. Yuni.

    Lebih lanjut, Dr. Yuni menyampaikan bahwa ketika mahasiswa sudah memilih atau menentukan topik, maka hal pertama yang perlu diperhatikan dalam melaksanakan riset adalah kontribusi. Dimana peneliti perlu menentukan peran/kontribusi riset dalam mendukung peran dari akuntan profesional dan bidang studi akuntansi. Untuk dapat mencapai kontribusi baik di level keilmuan, kebijakan, serta praktik profesional dibutuhkan mitra multidisiplin, khususnya untuk riset-riset di bidang sustainability. Dengan adanya mitra tersebut diharapkan riset yang dilakukan akan menjadi sebuah riset yang komprehensif.

    Terkait tema-tema riset di masa depan khususnya di bidang manajemen akuntansi, Dr. Yuni berpendapat bahwa riset yang menarik akan fokus ke 3 hal yaitu Sustainable Development Goals (SDG), AI, dan Big Data. Beberapa topik yang dapat diangkat dalam topik terkait AI di bidang akuntansi adalah penggunaan AI sebagai collaboration tools di bidang akuntansi dan audit, serta persepsi pengguna (manajer, auditor) terhadap penggunaan AI.

    Menutup paparan materinya, Dr. Yuni menyampaikan beberapa pesan kepada peserta yang hadir khususnya mahasiswa Prodi MAKSI FEB UNS yang akan melakukan riset. “Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk berbagi pengetahuan ini, semoga sukses, apabila ada salah kata mohon dimaafkan,” ungkap beliau.

    Selain menerima materi yang disampaikan oleh Dr. Yuni, mahasiswa juga diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan dosen tamu dimana mereka dapat menyampaikan pertanyaan secara langsung.

    Kegiatan Guest Lecture ini mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui peningkatan kualitas pembelajaran dan pemahaman tren riset terbaru di bidang akuntansi manajemen. Pembahasan mengenai AI, Big Data, dan green accounting juga relevan dengan SDG 9 (Industry, Innovation, and Infrastructure) serta SDG 12 (Responsible Consumption and Production) karena mendorong inovasi dan praktik akuntansi berkelanjutan. Selain itu, kolaborasi dengan narasumber internasional turut memperkuat SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kerja sama akademik lintas negara

  • P4M Gelar Webinar Publikasi Ilmiah Bertajuk Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA

    P4M Gelar Webinar Publikasi Ilmiah Bertajuk Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA

    Dalam rangka meningkatkan kualitas serta daya saing publikasi ilmiah di jurnal bereputasi, Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Webinar Publikasi Ilmiah dengan tema Strategi Publikasi di Jurnal Bereputasi: Optimalisasi Kualitas Karya Ilmiah untuk Menembus Scopus dan SINTA, Kamis, 13 Maret 2025

    Kegiatan yang di laksanakan secara daring menghadirkan narasumber  Widya Paramita, A.E., M.SC., Ph.D. dosen, peneliti, dan Editor in Chief Journal of Indonesian Economic and Business (Q3) UGM, dengan H-index 15.

    Webinar ini membahas strategi efektif dalam menyusun artikel ilmiah yang berkualitas serta memahami standar publikasi di jurnal bereputasi, termasuk aspek penulisan, substansi, dan teknik menghadapi proses review.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB dalam sambutannya menyampaikan bahwa sebagai akademisi, salah satu tanggung jawabnya adalah melakukan riset dan output dari riset itu harapannya bisa dibaca kemudian menjadi bermanfaat untuk pemecahan masalah-masalah di masyarakat.

    Prof. Tri menitipkan dua hal kepada narasumber yakni bagaimana melakukan riset yang berbobot dan bagaimana mengemas dalam bentuk artikel yang baik.

    “Mohon nanti kiranya Mbak Widya menyentuh banyak aspek pengemasan walaupun kita tidak boleh lupa bahwa kemasan yang baik tapi kalau isinya zonk juga tetap tidak diterima. Jadi tetap risetnya itu harusnya berbobot. Tetapi riset yang berbobot tanpa pengemasan yang menarik yang baik itu juga susah untuk kita selling” katanya menutup sambutan.

    Dr. Widya melihat bahwa topik peneliti-peneliti di Indonesia sebetulnya menarik, tetapi mungkin ada sedikit kesalahpahaman atau mungkin sedikit ruang yang masih perlu di-improve.

    “Ketika kita bicara topik penelitian sebetulnya kita tidak hanya bicara soal kita mau meneliti apa. tetapi topik penelitian itu harus bisa didetilkan lagi, itu supaya penelitian kita menjadi lebih terarah, supaya fungsi penelitiannya lebih jelas, nah ini yang masih menjadi PR ya bagi kita semua peneliti di Indonesia” ungkapnya.

    Dikatakan, Journal of Indonesian Economic and Business, rejection read-nya itu cukup tinggi sekitar 90%. Alasan utamanya editor me-reject adalah karena  topik penelitian kurang detil meski isunya menarik.

    Lebih lanjut disampaikan kriteria paper yang diterima di jurnal ilmiah yakni memiliki kontribusi teoritis, ketelitian metodologis, relevansi manajerial dan praktis, dukungan empiris yang kuat, kejelasan dan koherensi dalam penulisan, standar etika dan transparansi, kesesuaian dengan ruang lingkup jurnal, keterlibatan dengan penelitian terkini, proses tinjauan dan revisi yang kuat.

    Sebagai editor, untuk bisa menerima atau me-reject suatu paper, dia akan melihat banyak hal tetapi utamanya adalah kontribusi teori. Ketika lolos dari reject, potensi untuk diterima itu menjadi sangat besar.

    Dalam penelitian, penting untuk memberikan sumbangan yang signifikan terhadap pengembangan teori yang ada. Ini mencakup pengenalan konsep, kerangka kerja, atau model baru yang dapat memperkaya pemahaman di bidang tersebut. Dengan membangun dan terlibat secara kritis dengan literatur yang ada, penelitian dapat menunjukkan kebaruan dan relevansi, yang merupakan faktor penting untuk diterima dalam jurnal ilmiah.

    “Jadi mungkin Bapak Ibu bisa berargumen bahwa saya ini punya kontribusi empiris, punya kontribusi metodologi, tetapi kalau kita bicara mengenai scientific publication atau paper ilmiah ya kontribusi teori itu tidak bisa kita abaikan itu karena itu adalah syarat utamanya” jelasnya kemudian.

    Di kegiatan itu, Dr. Widya juga memberikan tips praktis untuk penelitian dan sumber ide penelitian.

    Usai paparan materi, narasumber memberikan ruang kepada peserta untuk berdiskusi.

  • Bunga Herlina Terima Penghargaan Alumni Berprestasi UNS  

    Bunga Herlina Terima Penghargaan Alumni Berprestasi UNS  

    Bunga Herlina Oktaviyanti menjadi salah satu Alumni Berprestasi Tahun 2025 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta .

    Bunga merupakan alumni dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS yang saat ini menjabat sebagai Senior Vice President, Project Management Office Division PT. Bank Rakyat Indonesia.

    Penganugerahan Alumni Berprestasi Tahun 2025 UNS kepada 16 alumni diberikan oleh Rektor UNS Prof Dr Hartono dr M.Si dan dilaksanakan bersamaan dengan Sidang Terbuka Senat Akademik dalam rangka Dies Natalis ke-49 UNS yang digelar di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Selasa 11 Maret 2025.

    Kepada feb.uns.ac.id, Bunga menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan suatu kehormatan baginya.

    “Buat saya ini merupakan kehormatan, sebenarnya mungkin ada yang lebih hebat dari saya, mungkin beberapa pertimbangan, koneksi, komunikasi, networking, saya aktif di KAFEB UNS. Mungkin tahun ini adalah keberuntungan ada pada saya, perempuan, muda dan aktif di organisasi, beberapa kali diminta oleh Career Development menjadi narasumber terkait rekrutmen BUMN, bagaimana memilih pekerjaan atau karir dan lain sebagainya, mungkin itu yang menjadi pertimbangan sehingga dari beberapa kandidat yang dipilih untuk tahun ini saya yang terpilih” ungkapnya.

    Bunga memiliki pengalaman lebih dari 16 tahun di industri perbankan BUMN, dengan perjalanan karier yang terus berkembang dari Assistant Vice President hingga Senior Vice President.

    Pendidikannya di bidang bisnis dan ekonomi, ditambah dengan gelar MBA, telah memperkuat kemampuannya dalam memandang tantangan secara strategis. Pengalaman mengikuti program benchmarking di perusahaan global seperti Citibank dan JP Morgan Chase juga memberikan wawasan berharga yang membantunya menerapkan praktik terbaik di lingkungan lokal.

    Bunga percaya bahwa kesuksesan tidak hanya diukur dari hasil, tetapi juga dari proses, kolaborasi, dan dampak yang ditinggalkan. Dalam setiap peran, Ia berusaha membangun solusi yang relevan, memberdayakan tim, dan menciptakan nilai bagi organisasi dan masyarakat.

    “Bagi saya, karir adalah tentang terus belajar, bekerja sama, dan memberikan kontribusi yang bermakna, bukan hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar saya terutama untuk almamater yang bisa menjadikan saya untuk sampai seperti ini” katanya.

    Usai menerima penghargaan, Bunga memberikan kuliah umum di FEB UNS yang diikuti oleh lebih dari 50 mahasiswa. Navigating the future, bagaimana caranya menyusun peta karir menuju kesuksesan menjadi bahasan yang diangkatnya untuk memotivasi.

    Di kesempatan itu, Bunga memotivasi mahasiswa melalui Buku karya Angela Duckworth, GRIT: Guts, Persistence, Resilience, dan Tenacity.

    Buku ini mengungkap bahwa orang-orang yang memiliki GRIT cenderung lebih sukses dalam mencapai tujuan jangka panjang mereka, baik dalam pendidikan, olahraga, karier, atau kehidupan pribadi. Buku ini juga menyelami bagaimana cara mengembangkan GRIT, serta peran penting ketekunan dan ketabahan dalam menghadapi kegagalan.

    Secara keseluruhan, buku ini mengajak pembacanya untuk melihat bahwa kesuksesan bukan hanya soal bakat alami, tetapi lebih pada kemampuan untuk terus berjuang dan bertahan dalam menghadapi rintangan.

    Bagaimana caranya orang bisa sukses, karena persisten. Untuk sukses tidak hanya sekedar mengandalkan nilai bagus, hanya sekedar mengandalkan bakat, keberuntungan tidak akan datang saat kita tidak siap ketika ada kesempatan.

    Harapannya kepada mahasiswa untuk lebih meningkatkan kepercayaan diri, berani menyampaikan kelebihan dirinya.

    “Sebenarnya semua orang itu marketing buat dirinya sendiri, kita harus jual diri kita, kita harus ngomong kelebihan kita, sifat dan keberanian untuk menyampaikan yang harus ditingkatkan oleh mahasiswa, harus lebih percaya diri, karena kalo materi akademik mungkin sudah banyak ya didapat di perkuliahan” jelasnya kemudian untuk mendorong mahasiswa membranding dirinya.

  • Dekan Resmikan Dua Ormawa Baru di FEB, Blue Eagles Basketball dan Artefac

    Dekan Resmikan Dua Ormawa Baru di FEB, Blue Eagles Basketball dan Artefac

    Dua Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Blue Eagles Basketball dan Artefac diresmikan oleh Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Rabu 5 Maret 2025 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS.

    “Dengan mengucap Bismillahirahmanirahim, pada hari ini Rabu tanggal 5 Maret Tahun 2025, saya selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis meresmikan dua ormawa baru yaitu Blue Eagles Basket Ball dan Artefac. Kedua Ormawa tersebut semoga memberikan manfaat yang optimal bagi pengembangan kompetensi mahasiswa serta meningkatkan capaian kinerja bagi Fakultas Ekonomi dan Bisnis”

    Demikian naskah peresmian kedua ormawa yang dibacakan oleh Dekan FEB.

    Seremoni peresmian juga dihadiri oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Kasubbab Akademik dan Non Akademik, Tendik Kemahasiswaan, Ketua, Sekretaris dan Bendahara Blue Eagles Basketball dan Artefac.

    Dekan mengatakan bahwa saat ini ada kecenderungan minat mahasiswa terhadap ormawa menurun sehingga pada semester baru nanti, saat PKKMB perlu ada inisiasi agar mahasiswa setidaknya mengikuti minimal satu ormawa.

    “Mahasiswa yang aktif di organisasi mungkin tidak mendapatkan keuntungan finansial namun akan mendapatkan lebih banyak manfaat seperti keterampilan berinteraksi, belajar berbicara dihadapan orang banyak, belajar kerja tim, dan pengalaman berorganisasi yang sangat berguna setelah lulus. Hal-hal seperti ini justru akan membantu mahasiswa saat mencari kerja dan bekerja nantinya. Jadi, sangat disayangkan jika mahasiswa tidak punya keinginan bergabung di kegiatan Ormawa” ungkapnya.

    Saya berharap ke depannya kita bisa mendorong mahasiswa untuk lebih aktif dalam ormawa, karena manfaatnya jauh lebih besar daripada yang mereka bayangkan.

    Sehingga harapannya nanti dengan terbentuknya 2 ormawa baru ini nanti bisa menghasilkan banyak prestasi dan capaian.

  • Tim DEB UNS Gelar Sosialisasi Program Desa Energi Berdikari di Desa Sobokerto Boyolali         

    Tim DEB UNS Gelar Sosialisasi Program Desa Energi Berdikari di Desa Sobokerto Boyolali         

    Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) dari berbagai program studi (prodi) yang tergabung dalam Tim Desa Energi Berdikari (DEB) menyelenggarakan Sosialisasi Program Desa Energi Berdikari Berkelanjutan Tahun Kedua. Minggu 16/2/2025 di Balai Desa Sobokerto, Ngemplak, Boyolali.

    Program DEB merupakan program yang diinsiasikan oleh Pertamina Foundation untuk dijalankan oleh Awardee dari Beasiswa Sobat Bumi. Salah satu Awardeenya dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS adalah Kharisma Mayang Puspita dan Sephia Aryning Tyas, dari Prodi Ekonomi Pembangunan. Keduanya merupakan angkatan Beasiswa Sobat Bumi tahun 2023. Sedangkan awardee Beasiswa Sobat Bumi angkatan tahun 2024 yaitu Yusron Nawawi dari Prodi Akuntansi dan Narotama dari Prodi Manajemen.

    Acara ini bertujuan untuk menginformasikan adanya program DEB pada tahun kedua sebagai langkah pengembangan dan keberlanjutan atas suksesnya program DEB di Desa Sobokerto di tahun pertama.

    Sosialisasi dihadiri dari berbagai kalangan, akademisi, unsur masyarakat, dan pemerintah setempat, seperti Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni UNS, mentor DEB, Kepala dan Jajaran Desa Sobokerto,  Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali, kelompok masyarakat, dan aktivis lingkungan.

    Sosialisasi dimulai dengan penyampaian oleh ketua DEB tahun 2024  Muhammad Tegar Hidayat yang menjelaskan terkait ranah dan pengembangan program DEB di tahun kedua.

    “Di tahun ini, program DEB bertransformasi dan bergerak progresif yang mencakup 3 bidang, diantaranya bidang Energi Baru dan Terbarukan dengan menyasar pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang dilakukan untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik dengan target mengurangi biaya operasional listrik di kandang ayam tempat untuk biogas, dan kandang maggot” paparnya.

    Sesi diskusi dengan warga

    Selain itu, dilakukan pula perbaikan pada digester kotoran sapi dan ayam, termasuk penambahan alat mixer pada bak inlet digester untuk mempermudah pengadukan dan pencampuran kotoran hewan dengan air.

    Upaya ini juga diikuti dengan perluasan pemanfaatan biogas digester dengan menyalurkan biogas ke rumah tangga di sekitar area kandang, sehingga energi terbarukan ini dapat dimanfaatkan secara lebih luas dan efisien oleh warga setempat.

    Pemaparan PLTS kepada Warga Setempat

    Selanjutnya, aspek pemberdayaan ekonomi yang berfokus pada upaya perluasan tempat budidaya maggot dilakukan dengan menambahkan kandang khusus untuk telur Black Soldier Fly (BSF), sementara itu legalisasi kelompok digiatkan agar memiliki status hukum yang diakui secara sah atas nama Pokdakan Tunas Muda Sejahtera I.

    Produksi pupuk organik padat kaya NPK dan maggot juga terus ditingkatkan, dengan melibatkan komunitas pertanian lokal serta dipasarkan secara luas melalui kegiatan bazar di Boyolali dan promosi di media sosial, memperluas jangkauan pemasaran dan mendukung perekonomian masyarakat setempat.

    Aspek yang tidak kalah untuk digencarkan adalah bidang edukasi yang diharapkan dapat meningkatkan wawasan masyarakat melalui berbagai aktivitas, diantaranya pengenalan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi bersih dilakukan untuk mendorong penghematan listrik, meningkatkan keterampilan pengelolaan Energi Baru Terbarukan (EBT), serta menciptakan peternakan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

    Program pemberdayaan masyarakat juga difokuskan pada pengolahan limbah slurry biogas, kotoran ayam, dan kasgot menjadi pupuk organik yang aman dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

    Selain itu, upaya menciptakan gaya hidup ramah lingkungan terus digalakkan dengan mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan mengolah sampah menjadi barang bernilai ekonomis, sehingga mendukung keberlanjutan lingkungan dan perekonomian lokal.

    Foto Bersama Tim Desa Energi Berdikari UNS 2024

    Sosialisasi ditutup dengan kuis seputar materi sosialisasi dan pembagian hadiah bagi para partisipan yang bertanya dan hadir di acara tersebut.

    Kepala Desa Sobokerto berharap agar program DEB menjadi program yang berkelanjutan dan terus dilakukan di tahun selanjutnya yang nantinya mampu memberikan kontribusi dan manfaat untuk masyarakat.

  • Reakreditasi Prodi Magister Akuntansi FEB UNS, Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan

    Reakreditasi Prodi Magister Akuntansi FEB UNS, Asesor LAMEMBA Lakukan Asesmen Lapangan

    Asesmen Lapangan Reakreditasi Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi (MAKSI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berlangsung pada Senin-Selasa , 24-25 Februari 2025.

    Dua asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi Manajemen Bisnis dan Akuntansi  (LAMEMBA) yang melakukan asesmen yakni Prof. Aulia Fuad Rahman, S.E., M.Si., D.B.A., Ak., CA. dari Universitas Brawijaya dan Dr. Arie Pratama, SE, M.Ak. dari Universitas Padjajaran

    Dalam kunjungan di hari pertama, asesor diterima oleh Pejabat di Lembaga Pengembangan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (LPPMP) UNS, Dekanat dan Kepala Prodi MAKSI FEB. Selanjutnya menuju ke FEB untuk melakukan asesmen lapangan.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., Dekan FEB dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada kedua asesor. Harapannya dengan asesmen lapangan reakreditasi prodi Maksi diharapkan meningkatkan kualitas prodi.

    “Kami ucapkan selamat datang kepada Prof. Aulia dan Dr. Arie. Dengan asesmen ini kami sangat mengharapkan masukan dari asesor, khususnya untuk Prodi MAKSI agar dapat berkembang lebih maju. Dari asesmen ini kita bisa mendapatkan manfaat bukan hanya bagi pengelola tetapi juga bagi mahasiswa MAKSI” ujarnya.

    Sementara itu, Prof. Aulia menyampaikan bahwa kehadiran asesor adalah hanya untuk mengonfirmasi dokumen Evaluasi Diri (DED) dan Dokumen Kinerja Program Studi (DKPS) yang telah disampaikan oleh tim akreditasi MAKSI kepada LAMEMBA.

    “Kami sudah menerima banyak sekali informasi dari DED, DKPS sumber-sumber lain seperti website dan lainnya. Pada saat ini sifatnya hanya mengonfirmasi saja yang sudah diberikan Bapak Ibu kepada LAMEMBA. Pada dasarnya asesmen lapangan merupakan hal yang rutin yang kita lakukan sehari-hari, merupakan sebagian dari proses penjaminan mutu yakni penjamin mutu eskternal.  Dari penjaminan mutu internal sudah berjalan dengan baik dari data DED yang kami terima” jelasnya.

    Di hari pertama pelaksanaan asesmen berlangsung sesi konfirmasi dengan Pimpinan Unit Pengelola Program Studi (UPPS), Pelaksana Penjaminan Mutu Internal, Pemeriksaan  Dokumen Pendukung, Dosen, Alumni dan Pengguna Eksternal serta mahasiswa.

    Di hari kedua, asesor melakukan peninjauan ke beberapa fasilitas di UNS dan FEB, diantaranya Perpustakaan, UNS Fintech Center, International Office UNS, Ruang P4M, International Office FEB, Ruang Fiscal Corner, Ruang Profesor, beberapa ruang Laboratorium dan Kelas MAKSI.

    Dilanjutkan kerja mandiri asesor dan penyampaian rekomendasi hasil visitasi serta penyerahan berita acara.

  • Dosen dan Mahasiswa FEB Ikuti Data Training with Refinitiv LSEG

    Dosen dan Mahasiswa FEB Ikuti Data Training with Refinitiv LSEG

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Fintech Center UNS adakan Data Training with Refinitiv LSEG,  Selasa, 18 Februari 2025.

    Pelatihan diadakan di Ruang Koordinasi Gedung Soeharno TS FEB dan diikuti oleh dosen dan mahasiswa FEB UNS.

    London Stock Exchange Group (LSEG) merupakan penyedia informasi dan infrastruktur pasar keuangan global. LSEG merupakan perusahaan yang menggabungkan layanan data keuangan dan teknologi melalui platform-platformnya, termasuk penyediaan data pasar, analisis, trading, serta solusi untuk investasi dan pengelolaan risiko. Refinitiv sendiri adalah salah satu anak perusahaan dari LSEG, yang sebelumnya dikenal dengan nama Thomson Reuters.

    Refinitiv LSG berfokus pada menawarkan layanan data dan teknologi untuk pasar keuangan dan sektor-sektor terkait, menyediakan informasi yang mendalam, analitik, serta perangkat yang digunakan oleh investor, bank, lembaga keuangan, dan profesional pasar global.

    Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc.,Ph.D, Ketua P4M menyampaikan dengan adanya pelatihan ini, peserta diharapkan menguasai cara mendapatkan dan menganalisis data keuangan serta non-keuangan secara cepat dan akurat.

    Di kegiatan ini Tim dari Refinitif memberikan tutorial cara menggunakan Workspace untuk mendapatkan data finansial dan non-finansial serta teknik download data real-time dan historis di Workspace Excel.

     

  • Susun Roadmap Penelitian, P4M Libatkan Seluruh Riset Grup di FEB

    Susun Roadmap Penelitian, P4M Libatkan Seluruh Riset Grup di FEB

    Penyusunan roadmap penelitian fakultas merupakan salah satu program dari 6 program yang telah dicanangkan Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) di tahun 2025 ini.

    P4M menggelar Penyusunan Roadmap FEB UNS yang diikuti oleh Ketua dan Sekretaris Riset Grup, Kamis, 13 Pebruari 2025 di Ruang Koordinasi, Gedung 1 Lantai 1.

    Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc.,Ph.D, Ketua P4M menyampaikan bahwa Rancangan Road Map FEB UNS disusun berdasarkan Panduan Pelaksanaan Penelitian dan Pengabdian UNS tahun 2025.

    Dikatakan, Roadmap Grup Riset perlu disesuaikan dengan Peraturan Presiden No 38 tahun 2018 tentang Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017-2045. Penyusunan Roadmap Penelitian Fakultas untuk mendukung arah penelitian dan pengabdian masyarakat.

    Lebih lanjut dijelaskan Rancangan Road Map FEB UNS meliputi 7 bidang utama yaitu:

    Pertama, Perubahan Iklim: inovasi dan adaptasi sektor bisnis, kajian dampak ekonomi perubahan iklim, pengelolaan risiko bencana alam, adaptasi dan mitigas pelaku ekonomi akibat perubahan iklim,  tata kelola dan akuntabilitas.

    Kedua, Energi Terbaharukan:  ekonomi hijau, implementasi dan feasibility pengembangan energi terbaharukan, tata kelola dalam mendukung inisiatif keberlanjutan, strategi bisnis dan keberlanjutan lingkungan, ekonomi sirkuler

    Ketiga, Ketahanan Pangan: ketahanan pangan rumah tangga, perubahan iklim dan ketahanan pangan, lingkungan makanan dan malnutrisi, diversifikasi pangan, transisi nutrisi dan kualitas pangan,

    Keempat, Industri Kreatif: transformasi digital sektor bisnis, pengembangan bisnis model industri kreatif berbasis kearifan lokal dan warisan budaya, penguatan UMKM, kewirausahaan, – inovasi produk keuangan syariah, tata kelola dan akuntabilitas mendukung pengembangan industri kreatif, tata kelola perusahaan yang baik.

    Kelima, Pembangunan Modal Manusia dan Pengentasan Kemiskinan: pengembangan modal manusia, pendidikan yang inklusif, pembangunan yang inklusif, pengentasan kemiskinan, kajian pengembangan SDM.

    Keenam, Finance and Banking: digital transformation in banking, fintech adoption and financial inclusion, blockchain and cryptocurrency in banking, open banking and API integration, cybersecurity in digital banking.

    Lebih lanjut disampaikan  Main goal yang dirumuskan diharapkan berpartisipasi dalam pengembangan 16 (enam belas) tema penelitian UNS yang disesuaikan dengan tema penelitian yang dirumuskan RISTEK dan Sistem Inovasi Nasional (SINAS) dan mendukung Visi Universitas, yakni Pengentasan kemiskinan; Perubahan iklim dan keanekaragaman hayati; Energi baru dan terbarukan; Ketahanan dan keamanan pangan; Kesehatan, penyakit tropis, gizi dan obat-obatan; Pengelolaan dan mitigasi bencana; Integrasi nasional dan harmoni sosial; Otonomi daerah dan desentralisasi; Seni dan budaya/industri kreatif; Infrastruktur, transportasi dan teknologi pertahanan; Teknologi informasi dan komunikasi; Pembangunan manusia dan daya saing bangsa; Javanologi; Finance dan Banking; Pancasila dan Nilai-Nilai Kebangsaan;  dan Teknologi Fasilitas Kesehatan.

  • FEB UNS Menerima Visitasi Tim Green Campus UNS

    FEB UNS Menerima Visitasi Tim Green Campus UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima visitasi dari Tim Green Campus UNS pada Selasa, 18 Februari 2024 di Ruang Fiscal Corner FEB UNS.

    Tim yang diketuai oleh Dr. Ir. Murtanti Jani Rahayu, S.T., M.T., Kepala Subdirektorat Green Campus and Sustainable Development Goals UNS disambut oleh Dekanat dan Tim Green Campus Fakultas.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS menyampaikan ucapan selamat datang kepada Tim Green Campus UNS dan harapannya FEB mendapatkan edukasi dari Tim Green Campus UNS untuk hal-hal yang perlu perbaikan.

    “Selamat datang kepada Tim Green Campus UNS. Bulan Januari lalu ada pengumuman dan kali FEB divisitasi. Harapannya bagi kami ini sebagai konstruksi positif, apa yang baik yang sudah kita lakukan bisa dilanjutkan dan yang kurang bisa kita evaluasi bersama. Untuk perbaikan  mohon Tim Green Campus untuk support-nya mengedukasi apa yang harus dilakukan” paparnya.

    Dr. Murtanti menyampaikan, visitasi yang dilaksanakan dalam rangka Lomba Green Campus UNS hari ini merupakan upaya UNS mendorong partisipasi di setiap fakultas yang ada di UNS untuk dapat mengelola kampus yang ramah lingkungan.

    Pelaksanaan lomba Green Campus UNS diselenggarakan melalui 2 tahapan/penilaian capaian yaitu tahap pertama, penilaian kelengkapan data dan tingkat capaian yang direkam melalui pengisian borang Green Campus oleh wakil fakultas. Tahap kedua, penilaian kesesuaian  dan kevalidan data yang telah disampaikan fakultas.

    “Kami sowan ke sini sebenarmya ingin mendorong akselerasi penerapan program-program Green Campus di beberapa fakultas yang salah satunya adalah FEB.  Dari 6 bidang nanti, kami mohon wakil Green Campus FEB bisa menyampaikan paparannya, bagaimana kondisi di FEB, akan kami lihat korelasinya dengan data yang disampaikan. Ada saja hal-hal yang mungkin belum sama persepsinya sehingga data yang dirapot benar adanya dan akan dilaporkan ke Rektor, Tujuan kami untuk meng-encourage fakultas-fakultas menyelenggarakan akselerasi program-program Green Campus secara serentak yang bisa mendukung Green Campus secara keseluruhan” ungkapnya.

    Arif Rahman Hakim, S.E.,M.Ec.Dev.,Ph.D, PIC Green Campus FEB mempresentasikan over view atau gambaran umum perkembangan Green  Campus di FEB UNS.

    PIC Green Campus UNS per bidang mengonfirmasi kevalidan data kepada PIC Green Campus FEB lalu melakukan pengecekan kondisi riil di lapangan.

  • Rapat Dewan Dosen, FEB Siapkan Perkuliahan semester Februari-Juli 2025

    Rapat Dewan Dosen, FEB Siapkan Perkuliahan semester Februari-Juli 2025

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan Rapat Dewan Dosen untuk mempersiapkan perkuliahan semester Februari-Juli 2025, Jumat 14 Februari 2025 di Aula Gedung Suhardi FEB UNS.

    Dekan FEB,  Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan beberapa informasi. Dikatakan, FEB saat ini sedang proses eligibility report AACSB. Ini telah dirancang Dekanat sejak Desember 2024 dan akan diterapkan pada Februari 2025.

    Eligibility report AACSB memerlukan persiapan intensif yang dikomandoi oleh Bu Tri dan Pak Andi, meskipun nanti ada task force yang secara teknis untuk membantu” jelas Dekan.

    Beberapa informasi lain yakni ada 2 program studi (prodi) pascasarjana dan 1 prodi S1 akan mempersiapkan untuk visitasi Lamemba. MAKSI sudah ada jadwal visitasi, MESP sudah submit dan menunggu penjadwalan, Prodi Bisnis Digital proses submit.

    Untuk Pembimbingan Akademik (PA) perlu adanya interaksi offline dosen dan mahasiswa.

    Penataan ruang kelas akan disesuaikan dengan kebutuhan prodi, serta optimalisasi penggunaan dosen tetap dan pengurangan dosen tidak tetap untuk efisiensi anggaran.

    Dalam bidang akademik, Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian menyampaikan Kalender Akademik UNS sebagai acuan dalam Proses Belajar  Mengajar (PBM).

    Perkuliahan hingga ujian akan berlangsung 19 minggu meliputi masa pembelajaran, uji kompetensi, remidial teaching, Ujian Tengah Semester (UTS), dan Ujian Akhir Semester. Perkuliahan pertama setelah libur semester  dimulai pada Senin 17 Februari 2025.

    Selanjutnya Prof. Tri memaparkan terkait penyusunan kurikulum, metode pembelajaran hingga kelas internasional.

    Dalam forum itu, para dosen berkesempatan untuk berdiskusi, memberikan saran dan masukan kepada Dekanat.

    Wakil Dekan Bidang Nonakademik, Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA. dan Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D turut memberikan tanggapan dan arahan dalam Rapat Dewan Dosen tersebut.