FEB

Kategori: fakultas

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Kerja Sama FEB UT

    FEB UNS Menerima Kunjungan Kerja Sama FEB UT

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari FEB Universitas Terbuka (UT) untuk melakukan diskusi dan juga sekaligus penandatanganan kerja sama, Kamis, 13 Februari 2025 di Ruang Sidang Dekan FEB UNS.

    Kehadiran Pimpinan UT dan dosen disambut oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS dan juga Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS.

    Pimpinan FEB UT yang hadir yakni Dr. Meirani Harsasi, M.Si., Dekan; Olivia Idrus, S.E., M.Sc., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Layanan Pembelajaran dan Kerjasama; Akhmad Syafaat, S.Kom., M.TI, Kasubbag Akademik; Ratih Paramitasari, S.E., M.Si., Manajer Marketing dan Registrasi; serta dosen Halim Dedy Perdana, S.E., M.SM., M.Rech., PhD., Ak., CFrA.

    Dalam sambutannya, Dekan dan Wakil Dekan FEB UNS menyampaikan terima kasih atas kehadiran pimpinan FEB UT dan menyambut baik adanya kerja sama dari UT terutama terkait tutor pembelajaran daring.

    Sementara itu, Dekan FEB UT, Dr. Meirani sangat berterima kasih bisa menjalin kerja sama dengan FEB UNS, sebelumnya juga telah menemui Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja sama, Internasionalisasi, dan Informasi UNS dan ada beberapa yang bisa dikerjasamakan.

    Terkait tutor Karil (Karya Ilmiah) di UT, Dr. Meirani mengatakan bahwa UT memerlukan banyak tutor matakuliah tersebut, karena 1 kelas virtual ada 15 mahasiswa dan matakuliah biasa ada 50 mahasiswa.

    “Sebagai syarat kelulusan, mahasiswa harus lulus tugas akhir dan juga Karil. Karil merupakan matakuliah tambahan, bukan skripsi karena di UT tidak ada skripsi. Karil seperti mini riset, harapannya mahasiswa punya experience menulis karya ilmiah, kami butuh pembimbing (tutor). Di Karil ada 4 kali tutorial webinar dengan mahasiswa, waktunya diserahkan ke tutor masing-masing, karena kebanyakan mahasiswa bekerja, biasanya dilakukan malam hari dan mudah-mudahan tidak mengganggu jam kerja”, paparnya.

    Usai berdiskusi, acara dilanjutkan dengan penandatanganan kerja sama antara FEB UNS dan FEB UT.

    Adapun kerja sama tersebut meliputi, kegiatan bersama dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat; Kegiatan pembelajaran di luar kampus (Merdeka Belajar Kampus Merdeka); sharing artikel jurnal penelitian; Kerja sama aktivitas akademis (seminar, workshop, kuliah umum, diskusi, dialog, dan lain-lain); Bantuan tenaga pengajar/dosen; Bantuan tenaga ahli/professional; Studi banding dalam rangka kegiatan akademik, kegiatan kemahasiswaan dan pengembangan kurikulum; Pertukaran mahasiswa.

  • Sambut Mahasiswa Baru, MAKSI FEB UNS Hadirkan Dua Pembicara dalam Webinar “Where A Scientific Writing Journey Begins”

    Sambut Mahasiswa Baru, MAKSI FEB UNS Hadirkan Dua Pembicara dalam Webinar “Where A Scientific Writing Journey Begins”

    Program Studi Magister Akuntansi (MAKSI), Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Sebelas Maret (FEB UNS), menyelenggarakan Webinar secara hybrid yang terselenggara pada Kamis, 13 Februari 2025, dalam rangka orientasi mahasiswa baru. Gelaran tersebut dilaksanakan di Ruang Aula Konimex, Gedung Bachtiar Effendi, FEB UNS dan secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting.

    Kedua pembicara yang hadir pada Webinar yang juga merupakan sesi orientasi bagi mahasiswa baru tersebut adalah Dr. Rabiatul Munirah Alpandi dari Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia dan Nadifa Salsabila Nizar, S.Ak., M.Ak., alumni MAKSI FEB UNS yang saat ini bertugas sebagai Direktur Bidang Umum dan Keuangan pada RS Ortopedi Siaga Utama.

    Diawali dengan doa dan lagu kebangsaan Indonesia Raya, gelaran webinar dibuka dengan sambutan dari Kaprodi MAKSI FEB UNS, Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D., yang menyampaikan ucapan terimakasih dan harapan beliau. “Saya berharap agar diskusi pada hari ini dapat memberikan wawasan mendalam bagi mahasiswa baru MAKSI FEB UNS. Karena seperti yang kita ketahui, mahasiswa MAKSI diwajibkan untuk melakukan riset dan publikasi, oleh karena itu pembicara yang hadir pada hari ini akan berbagi ilmu tentang bagaimana melakukan riset dan publikasi yang baik,” jelas Lulus Kurniasih, S.E., M.S.Ak., Ph.D.

    Dr. Rabiatul Munirah Alpandi, mengawali paparannya menyampaikan bahwa mahasiswa program magister berbeda dengan program sarjana. Dimana menurut beliau, pada tingkat magister mahasiswa akan belajar lebih mendalam tentang sebuah topik khusus. “Anda perlu mengetahui topik/bidang apa yang ingin anda perdalam/kuasai. Kalau di jenjang sarjana, kita belajar pondasi dari ilmu akuntansi sehingga terdapat banyak matakuliah yang perlu dipelajari, tetapi di jenjang magister, anda akan lebih berfokus satu bidang dan kemudian melakukan riset di bidang tersebut. Oleh karena itu, anda perlu memiliki tujuan yang jelas,” ungkap Dr. Rabiatul.

    Terkait proses riset dan publikasi, Dr. Rabiatul menyebutkan bahwa setelah mengetahui subjek ataupun bidang yang diminati mahasiswa kemudian perlu menemukan permasalahan yang ingin diselesaikan. Permasalahan ini dapat ditemukan melalui review literatur. Sehingga selain menemukan rumusan masalah (problem statement), mahasiswa juga kemudian dapat menemukan research gap dari studi terdahulu. Barulah setelah itu mahasiswa kemudian dapat merumuskan tujuan dari riset dan juga kontribusi dari riset yang akan dilakukan.

    Tak kalah penting, menurut Dr. Rabiatul, mahasiswa juga perlu tahu tentang ketersediaan data, karena jika tidak maka mereka akan kesulitan dalam melakukan pengumpulan data serta analisis. Dalam hal ini, metode penelitian juga menjadi salah satu aspek penting yang kemudian menunjukkan bagaimana mahasiswa akan menyelesaikan rumusan masalah yang telah diajukan hingga mencapai tujuan dari riset.

    “Anda juga perlu mengumpulkan data dan mengolahnya secara beretika. Apabila kemudian anda mendapatkan hasil yang tidak signifikan, cukup anda jelaskan secara jelas beserta justifikasi dari hasil yang diperoleh. Jangan sampai melakukan manipulasi data hanya untuk mendapatkan hasil yang signifikan,” jelas Dr. Rabiatul.

    Di akhir paparan materinya, Dr. Rabiatul, membahas tentang penggunaan AI dalam publikasi. “Kita bisa menggunakan AI untuk mempermudah proses riset dan publikasi, tapi kita perlu menggunakannya secara cermat dan pandai. Karena pada akhirnya pada saat ujian disertasi anda-lah yang harus menjawab pertanyaan dari penguji. Sebagai latihan cobalah menulis setiap hari walaupun hanya dua paragraf, tidak masalah jika anda beristirahat, tapi jangan sampai beristirahat terlalu lama karena akan sulit bagi anda untuk memulai lagi,” ungkap Dr. Rabiatul.

    Berbeda dengan materi yang disampaikan oleh Dr. Rabiatul, pembicara kedua Nadifa Salsabila Nizar, S.Ak., M.Ak., menceritakan perjalanan studi magister-nya di MAKSI FEB UNS. Nadifa membagikan bagaimana awal dari proses studi-nya di MAKSI FEB UNS, dimana beliau berhasil mendapatkan beasiswa alumni serta kesulitan yang dihadapi pada proses publikasi hingga beliau perlu melakukan perpanjangan studi. Selain membagikan pengalaman studi-nya, Nadifa juga memberikan motivasi dan saran kepada mahasiswa MAKSI.

    “Kita perlu ingat alasan atau motivasi awal kita untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister, ini penting terlebih saat kita mulai mempertanyakan apakah sebaiknya kita berhenti atau bertahan dan melanjutkan proses studi. Jika memang dibutuhkan kalian bisa rehat sejenak, tapi perlu diingat jangan sampai kita tidak menghubungi pembimbing sama sekali,” ujar Nadifa.

    Selain pemaparan materi, peserta webinar diberikan kesempatan untuk langsung bertanya pada pembicara, dimana setiap mahasiswa yang bertanya diberikan hadiah. Gelaran webinar dan orientasi mahasiswa baru tersebut kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

  • Prof. Supriyono, Guru Besar Ekonomi Konservasi:  Kepedulian Konservasi Stakeholder Sebagai Fondamen Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

    Prof. Supriyono, Guru Besar Ekonomi Konservasi: Kepedulian Konservasi Stakeholder Sebagai Fondamen Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan

    Prof. Dr. Supriyono, M.Si., dikukuhkan pada tanggal 11 Februari 2025 sebagai Guru Besar ke-25 pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan ke-347 di UNS, Selasa 11 Februari 2025 di Auditorium GPH Haryo Mataram, SH UNS.

    Prof. Supriyono dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ekonomi Konservasi dengan pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Kepedulian Konservasi Stakeholder Sebagai Fondamen Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan”.

    Disampaikan, konservasi menjadi elemen kunci dalam mendukung pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi sosial dan lingkungan. Eksploitasi sumber daya alam yang tidak terkendali telah mengancam keberlanjutan ekosistem dan mempengaruhi kesejahteraan manusia. Pembangunan berkelanjutan tidak hanya bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.

    “Keberhasilan konservasi tergantung pada keterlibatan berbagai pihak termasuk pemerintah, sektor swasta, masyarakat dan lembaga internasional.  Kolaborasi multi-stakeholder diperlukan untuk menciptakan kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan. Pemerintah memegang peran utama dalam merumuskan regulasi dan mengalokasikan sumber daya,  sementara sektor swasta berkontribusi melalui Inovasi dan tanggung jawab sosial perusahaan” jelasnya.

    Pembangunan berkelanjutan melibatkan tiga pilar utama yaitu ekonomi, sosial dan lingkungan.  Dimensi ekonomi menekankan efisiensi sumber daya dan pengembangan teknologi hijau sedangkan dimensi sosial mencakup keadilan dan kesejahteraan masyarakat, dimensi lingkungan menitikberatkan pada pelestarian ekosistem melalui pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana.

    Konservasi tanah dan air menjadi prioritas dalam pembangunan berkelanjutan. Praktik seperti terasering, rehabilitasi DAS, dan teknologi irigasi efisien terbukti efektif dalam mengurangi degradasi lahan dan krisis air bersih. Studi kasus di Indonesia menunjukkan keberhasilan program rehabilitasi lahan dan pengelolaan air berbasis partisipasi masyarakat.

    Konservasi ekosistem seperti hutan dan lahan basah berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim ekosistem yang terjaga mampu menyerap karbondioksida dan mengurangi dampak pemanasan global.  Upaya ini mendukung pencapaian tujuan global seperti SDG 13 (Aksi Iklim).

  • Pidato Inaugurasi Pengukuhan Guru Besar, Prof. Bhimo Rizky Samudro Angkat Tema Fenomena Peradaban Semu

    Pidato Inaugurasi Pengukuhan Guru Besar, Prof. Bhimo Rizky Samudro Angkat Tema Fenomena Peradaban Semu

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D., telah dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Kepakaran Ekonomi Politik pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret, Rabu 12 Februari 2025 di Auditorium GPH Haryo Mataram, SH UNS.

    Pidato pengukuhan berjudul: Peradaban Semu (Pseudo Civilization) dan Kedaulatan Ekonomi Negara.

    Orasi Prof. Bhimo mengangkat tema krusial tentang fenomena beradaban semu dan dampaknya terhadap kedaulatan ekonomi negara.

    Dikatakan, peradaban semu terjadi ketika peradaban hanya menjadi rancangan dan konstruksi sistem dan kelembagaan bersama.

    Bagi negara Indonesia, peradaban semu telah menciptakan ketergantungan struktural pada hutang luar negeri, investasi asing dan lembaga konsultan asing. Kondisi ini berdampak pada berkurangnnya kedaulatan dalam pengambilan kebijakan ekonomi dan meningkatnya ketidakpastian ekonomi akibat tekanan global.

    Indonesia juga mengalami kesulitan dalam mengembangkan potensi lokalitasnya. Elit negara lebih menerima konsensus ekonomi daripada menegakkan kedaulatan ekonomi terutama dalam interaksi ekonomi antar negara.

    Dari pidato inaugurasinya, Prof. Bhimo memberikan kesimpulan bahwa peradaban semu telah menciptakan ketergantungan dan ketidakpastian ekonomi yang signifikan bagi negara berkembang seperti Indonesia.

    Hal ini diperlukan langkah strategis untuk mereduksi dampak negatifnya sambil memperkuat kedaulatan ekonomi nasional.

    Transformasi ideologi, pemikiran dan langkah teknis ini membutuhkan peran aktif dari level individu hingga negara, dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara dimensi ekonomi dan non-ekonomi untuk mencapai kesejahteraan yang lebih adil.

  • Civitas Academica FEB Sambut Tiga Guru Besar Baru

    Civitas Academica FEB Sambut Tiga Guru Besar Baru

    Civitas Academica Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali berbangga atas pengukuhan tiga Guru Besar baru FEB, Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak., CA., BKP, Prof. Dr. Supriyono, M.Si., dan Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D.

    Penyambutan ketiga Guru Besar baru digelar di Aula Gedung Suhardi, 12 Februari 2025 yang dihadiri oleh Dosen, Tendik, Purnatugas, Dharma Wanita dan juga Ormawa FEB.

    Prof. Dr. Tulus Haryono, M. Ek, Ketua Senat Akademik FEB UNS dalam sambutannya bersyukur bahwa telah digelar lagi penyambutan 3 Guru Besar FEB.

    Lebih lanjut Prof. Tulus menyampaikan bahwa FEB sampai saat ini mempunyai 26 profesor termasuk ketiga Guru Besar yang disambut hari ini. Komposisinya, Manajemen 8 orang, Ekonomi Pembangunan 9 orang, Akuntansi 9 orang. 

    “Untuk generasi muda atau dosen muda tolong kejarlah karir Anda untuk mencapai jabatan akademik yang tertinggi karena itu adalah hak setiap dosen untuk bisa meraih jabatan tertinggi. Karena itu, di samping menjadi  kebanggaan lembaga  juga kebanggaan yang bersangkutan. Maka saya sarankan untuk generasi muda tolong urus jabatan akademik hingga akhirnya bisa mengejar jabatan tertinggi” katanya menyemangati.

    Dikatakan, untuk seorang dosen, profesor itu jabatan yang selalu melekat karena meskipun sudah pensiun masih disebut profesor, sedangkan jabatan, misal Dekan akan disebut hanya selama aktif menjabat saja.

    Prof. Irwan Tri Nugroho, Wakil Rektor Perencanaan, Kerja Sama dan Internasionalisasi mengucapkan selamat kepada ketiga Guru Besar FEB yang telah dikukuhkan.

    Lebih lanjut, Prof. Irwan memberikan apresiasi kepada Dekanat FEB yang telah menyusun Eligibility Application AACSB.

    “Kami mengharapkan kemajuan UNS terutama FEB. Apresiasi kepada Dekanat FEB yang sudah menyusun Eligibility Application AACSB karena di 2025 ini kita harus bergerak dan sudah disediakan anggaran universitas untuk AACSB. Jadi mudah-mudahkan dalam 3 atau 4 tahun ini bisa segera dapat AACSB-nya, FEB yang benar-benar diakui oleh dunia” paparnya.

    Setelah sambutan dari ketiga guru besar, di acara penyambutan guru besar itu, para pendahulu FEB diberikan kesempatan untuk menyampaikan kilas balik dan sejarah FEB UNS, Dra. GAA Susilowati C, SU, Drs. Kasiman Tjilik Suwito, MM dan Prof. Dr. Wisnu Untoro.

    Harapannya dengan penyampaian sejarah FEB oleh ketiga pendahulu, tantangan, pencapaian, dan pelajaran yang diperoleh dapat memberi semangat bagi civitas academica FEB untuk berusaha lebih keras. Juga dapat belajar tentang perjalanan panjang yang telah dilalui fakultas, serta pelajaran yang bisa diambil dari setiap perubahan.

  • Pelantikan Pengurus BEM, DEMA dan Ormawa FEB Tahun 2025

    Pelantikan Pengurus BEM, DEMA dan Ormawa FEB Tahun 2025

    Pelantikan Pengurus BEM, DEMA dan Organisasi Kemahasiswan (Ormawa) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Periode 2025 digelar pada Kamis 6 Februari 2025  di Aula Konimex FEB UNS. Kegiatan dihadiri oleh Pengurus BEM, DEMA dan Ormawa 2024 dan Tahun 2025, serta Pimpinan dan  Pendamping Ormawa.

    Dalam rangkaian pelantikan, juga dilaksanakan serah terima Pengurus BEM,  DEMA dan ORMAWA tahun 2024 kepada pengurus Tahun 2025. Sekaligus juga perkenalan dengan para pendamping Ormawa.

    Dekan FEB,  Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. mengucapkan selamat kepada pengurus baru BEM, DEMA dan Ormawa yang telah terpilih dan dilantik. Prof. Bhimo juga mengapresiasi kepada para pengurus BEM, DEMA dan Ormawa tahun 2024 yang telah turut aktif berkegiatan untuk memajukan FEB.

    Prof. Bhimo juga mengajak agar pengurus membangun kemajuan FEB bersama-sama.

    “Tetaplah berorganisasi, ajaklah adik-adik kelas kalian untuk berorganisasi, tidak hanya kuliah pulang kuliah pulang, pengalaman akan dapat banyak didapat selama Anda berorganisasi” ajaknya memotivasi.

    Adapun Ketua BEM, DEMA dan Ormawa tahun 2025 yang dilantik sebagai berikut: Ratu Amanda Mahaputri, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM); Rafky Saputra Wijaya. Ketua Dewan Mahasiswa (DEMA); Abraham Wira Cendikia, Ketua HMJ EP, Muhammad Haidar Ashif, Ketua HMJ Akuntansi; Rafi Rizky Ramadhan, Ketua HMJ Manajemen; Wirayuda Aditya Jaya, Ketua HMJ Bisnis Digital; RR. Chandrina Rahmantya Putri, Ketua Kelompok Studi Bengawan;  Aifa Rahadatul ‘Aisyi; Ketua Kajian Ekonomi Islam (KEI); Muhammad Ali Ahmadi, Ketua Badan Pengkajian Pengamalan Islam (BPPI), Anggara Kunta Wibisana, Ketua Investor Club; Maria Nofa Dwi Prasiwi, Ketua Keluarga Mahasiswa Khatolik (KMK); Tamariska Charis Obaja Putri, Persekutuan Mahasiswa Kristen (PMK); Adara Wiritanaya, Ketua Teater Gadhang, Nur Eka Widaningtyas; Ketua Masyarakat Ekonomi Pecinta Alam (MEPA); Davi Ra Sanjaya Sugiarto, Ketua Bola/Futsal; dan Fajrina Annisa Rahmadani, Ketua English Club “EXCEL”

  • Pidato Pengukuhan Guru Besar, Prof. Eko Arief Sudaryono Angkat Isu Penghindaran Pajak dalam Perspektif Etis

    Pidato Pengukuhan Guru Besar, Prof. Eko Arief Sudaryono Angkat Isu Penghindaran Pajak dalam Perspektif Etis

    Prof. Dr. Eko Arief Sudaryono, M.Si., Ak., CA., BKP dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepakaran Perpajakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam Sidang Terbuka Senat Akademik UNS, Senin 10 Februari 2025 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram.

    Prof. Eko merupakan Guru Besar ke-24 di FEB dan ke-333 di UNS.

    Pada pidato pengukuhan Guru Besar, Prof. Eko menyampaikan salah satu isu yang sangat mendasar bagi keberlanjutan pembangunan ekonomi dan sosial Indonesia yakni penghindaran pajak dalam perspektif etis. Pidato pengukuhannya berjudul Penghindaran Pajak dan Etika: Menjawab Tantangan Moral dalam Sistem Perpajakan Modern.

    Dikatakan, pajak adalah pondasi pembangunan yang mendukung kesejahteraan melalui pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Tanpa pajak yang cukup, kesejahteraan sosial sulit tercapai. Lebih dari sekedar kewajiban, hukum pajak juga tanggung jawab orang untuk menciptakan keadilan sosial dan stabilitas ekonomi.

    “Penghindaraan pajak yang marak mengalihkan beban secara tidak adil, menciptakan ketidakkesetaraan dan merusak kepercayaan terhadap sistem perpajakan. Ini bukan hanya masalah hukum tetapi tantangan etis yang berdampak luas pada kebersamaan dan masa depan bangsa kita” ungkapnya.

    Penghindaran pajak menjadi tantangan besar bagi pemerintah di seluruh dunia khususnya di negara berkembang yang sangat bergantung pada pajak sebagai sumber pendapatan negara. Pemerintah terus berupaya memperbaiki sistem perpajakan melalui digitalisasi, perluasan basis pajak dan peningkatan literasi pajak guna menciptakan kemandirian fiskal dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

    Salah satu implikasi etika utama dari penghindaraan pajak adalah berkurangnya pendapatan negara yang dapat digunakan untuk pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan dan infrastruktur.

    Pemangku kepentingan terkait terutama pemegang saham mungkin mendukung praktek ini karena dapat meningkatkan laba perusahaan dan memberikan keuntungan yang lebih besar, tetapi pemerintah dan masyarakat umum akan melihatnya sebagai tindakan yang mengabaikan tanggung jawab sosial perusahaan.

    Fenomena penghindaran pajak di Indonesia juga menjadi tantangan besar yang merugikan perimaaan negara. Perusahaan besar baik lokal maupun asing sering memanfaatkan Tax Haven untuk mengalihkan pendapatan atau menyembunyikan laba perusahaan.

    Strategi lain yang dilakukan dalam penghindaran pajak adalah perusahaan menggunakan Thin Capitalization dimana perusahaan menggunakan utang dari anak perusahan yang berada di tax Haven untuk mengurangi kewajiban pajaknya di Indonesia dan terakhir beberapa perusahaan yang memanfaatkan struktur korporasi yang kompleks untuk memindahkan keuntungan ke negara dengan tarif pajak yang lebih rendah yang menyebabkan pajak yang seharusnya diterima oleh Indonesia tidak dapat dipungut dengan optimal.

    Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah tegas dan untuk mengatasi masalah ini salah satunya adalah melalui reformasi kebijakan perpajakan yang lebih cerdas dan penguatan sistem pengawasan yang semakin efektif.

    Salah satu terobosan besar adalah penerapan Automatic Exchange of Information (AeOi) yang memungkinkan pertukaran data keuangan antar negara secara otomatis. Dengan kebijakan ini praktek penghindaran pajak lintas negara semakin sulit dilakukan karena kini otoritas pajak Indonesia dapat mengakses data keuangan perusahaan yang sebelumnya berada di luar negeri.

    Lebih lanjut dikatakan, penghindaran pajak adalah fenomena yang sangat kompleks, berdiri di persimpangan antara legalitas hukum dan pertimbangan etika moral. dalam konteks global maupun lokal, praktik penghindaran pajak telah menjadi isu krusial yang mempertanyakan tanggung jawab sosial perusahaan dan prinsip keadilan dalam sistem perpajakan. Secara hukum penghindaran tidak ada pajak tidak selalu dianggap sebagai pelanggaran. Namun kita tidak boleh mengabaikan sisi etisnya.

    Prof. Eko memberikan beberapa rekomendasi strategis untuk mengatasi persoalan penghindaran pajak. Pertama, pentingnya menanamkan nilai etika perpajakan sejak dini; Kedua, informasi kebijakan pajak yang komprehensif diperlukan untuk menutup celah regulasi didukung oleh sistem akulturasi modern; Ketiga, transparansi keuangan perusahaan dapat didorong melalui pelaporan pajak berbasis negara sehingga setiap korporasi berkontribusi secara proporsional; dan terakhir adalah membangun kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sipil untuk menciptakan sistem perpajakan yang adil dan bermartabat

  • P4M FEB UNS Canangkan 6 Program di Tahun 2025

    P4M FEB UNS Canangkan 6 Program di Tahun 2025

    Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Koordinasi dan Komunikasi dengan seluruh Riset Grup (RG) FEB UNS, Kamis 30 Januari 2025 di Ruang Koordinasi FEB.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB dalam arahannya menyampaikan bahwa tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk  mengomunikasikan banyak hal terkait aktifitas penelitian dan pengabdian masyarakat kepada dosen di FEB. Untuk hal ini, sebelumnya Prof. Tri telah melakukan analisis situasi.

    Tujuan kegiatan ini, yang pertama untuk memberikan informasi terutama bagi dosen baru di FEB bahwa riset dan pengabdian masyarakat merupakan kewajiban sebagai dosen selain mengajar, minimal satu kegiatan penelitian atau pengabdian dalam satu semester, baik sebagai ketua maupun sebagai anggota. Di UNS diwadahi dengan RG untuk menfasilitasi para dosen melakukan riset; Kedua, UNS memang mau mengarah pada universitas berbasis riset, kegiatan yang ada di UNS baik mengajar maupun lainnya basisnya adalah riset; Ketiga, untuk dosen yang masih S2 dan akan S3 agar memiliki pengalaman penelitian sebagai anggota RG dikampus. Dan yang keempat, UNS sudah banyak memberikan insentif bagi dosen untuk melakukan riset sehingga aktifitas penelitian sangat perlu untuk didorong.

    “Bidang 1 dan P4M bersinergi, harapannya dapat mendorong dosen untuk bagaimana mengembangkan aspek riset. Yang coba kita lakukan adalah membuat sistem riset yang ada di fakultas yang nantinya bisa membuat proses dalam melakukan kegiatan penelitian lebih mudah dan lebih berkualitas. Intinya kita buat ekosistem yang lebih efektif. Harapannya 6 program kegiatan yang disusun P4M ini akan mendorong kualitas input, kegiatan sampai dengan luarannya’’ tegas Prof. Tri.

    Sementara itu, Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc.,Ph.D, Ketua P4M memaparkan 6 program utama P4M yang telah dicanangkan bersama dengan Dekanat.

    “Di tahun 2025, ada 6 program yang telah dicanangkan P4M FEB UNS yakni working paper forum, penyusunan roadmap penelitian fakultas, klinik pendampingan penulisan dan publikasi, database funding eksternal, penguatan proposal penelitian serta pengelolaan mahasiswa riset magang” jelasnya.

    Working paper forum merupakan kegiatan akademik fakultas yang direncanakan pelaksanaannya rutin bulanan secara luring untuk meningkatkan kualitas riset. Setiap RG akan menjadi PIC di kegiatan itu dan dalam pelaksanaannya mengundang pembicara internal maupun eksternal FEB. Pelaksanaannya dapat berupa hasil diseminasi penelitian atau terkait luaran publikasi dosen atau sharing dan diskusi perkembangan keilmuan.

    Penyusunan roadmap penelitian fakultas untuk mendukung arah penelitian dan pengabdian masyarakat.

    Klinik pendampingan penulisan dan publikasi dengan fokus dosen Tugas Belajar (TB) dan hutang luaran FEB serta sharing discussion pada dosen muda untuk bersekolah terutama ke luar negeri dengan beasiswa. Kegiatan ini berfokus pada hasil, durasi 1-3 bulan hingga submit jurnal.

    Penyusunan database pendanaan eksternal yang komunikatif dan tersosialisasi melalui WAG RG, web P4M, media sosial maupun pesan WA personal.

    Penguatan proposal penelitian dengan kolaborasi antara RG dan KaLab untuk menyusun proposal, mencari pendanaan eksternal, dan melibatkan lintas riset grup.

    Pengelolaan mahasiswa riset magang, integrasi mahasiswa magang ke dalam riset grup fakultas. Setiap RG dapat mengajukan kebutuhan mahasiswa untuk membantu dalam pelaksanaan kegiatan P4M yang bersifat administratif.

    “P4M memfasilitasi pelaksanaan kegiatan sehingga dosen lebih terbantu, tujuannya menciptakan sebuah kegiatan riset yang berkualitas. Keenam program yang telah disusun tersebut tentunya perlu masukan dan diskusi lebih lanjut sehingga program yang dicanangkan tepat untuk dilaksanakan” katanya kemudian.

    Di kegiatan itu juga disosialisasikan panduan pelaksanaan P4M.

    Peserta berdiskusi aktif memberikan masukan dari program-program yang direncanakan P4M.

  • FEB UNS Bentuk Organisasi Kemahasiswaan English Club “Excel”

    FEB UNS Bentuk Organisasi Kemahasiswaan English Club “Excel”

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah membentuk Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) baru yakni English Club “Excel” melalui Surat Keputusan Dekan FEB UNS no 569/UN27.04/KM.04.00/2025 tertanggal 30 Januari 2025.

    Penguasaan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan utama bagi mahasiswa yang dibutuhkan untuk berkomunikasi. Oleh karena itu, pembentukan Ormawa English Club “Excel” di FEB bertujuan untuk menyediakan wadah bagi pengembangan kemampuan berbahasa Inggris di luar ruang kelas formal.

    Organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat latihan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris, tetapi juga sebagai sarana untuk memperluas wawasan budaya global, meningkatkan keterampilan interpersonal, serta mendorong kerja sama antar mahasiswa dengan latar belakang yang beragam.

    Melalui kegiatan seperti diskusi, debat, workshop, dan kegiatan sosial lainnya, anggota English Club “Excel” dapat belajar bersama, berbagi pengetahuan, serta mengasah kemampuan berbahasa Inggris secara praktis.

    Dengan demikian, tujuan utama dari pembentukan English Club adalah untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pengembangan keterampilan berbahasa Inggris yang efektif, meningkatkan rasa percaya diri anggota.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni melaporkan inisiasi terbentuknya English Club “Excel”.

    “Saya dan beberapa mahasiswa telah berdiskusi dan berinisiatif, melakukan proses bagaimana mencari formula agar mahasiswa FEB ketika berkompetisi terutama yang terkait Bahasa Inggris bisa terfasilitasi. Demikian juga untuk mahasiswa berprestasi (mawapres), salah satu poinnya adalah Bahasa Inggris. Penguasaan Bahasa Inggris adalah sangat penting. Harapan kedepannya dengan terbentuknya Ormawa English Club “Excel” ini akan menjadi jembatan agar sebelum mahasiswa berkompetisi, bisa bertemu dengan komunitasnya terlebih dahulu agar skill terkait speaking dan sebagainya bisa terasah. Terima kasih kepada Pak Dekan yang telah memfasilitasi terbentuknya English Club “Excel” bagi mahasiswa terutama untuk  meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris” paparnya.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D, Dekan FEB UNS mengapresiasi inisiasi dari bidang 3 dengan terbentuknya English Club “Excel” yang dapat mengasah kemampuan anggotanya dalam berbahasa Inggris sehingga lebih siap dalam berkompetisi.

    Menurut Dekan, selain dalam rangka berbagai kompetisi ataupun pemilihan mawapres, terbentuknya ormawa ini juga untuk kepentingan akreditasi internasional AACSB yang sedang dicapai FEB. Di akreditasi ini akan melibatkan semua civitas akademika, dosen, tenaga kependidikan (tendik) dan juga mahasiswa.

  • Tim FEB UNS Raih Prestasi Gemilang di Karya Tulis Ilmiah Bank Indonesia Papua Barat

    Tim FEB UNS Raih Prestasi Gemilang di Karya Tulis Ilmiah Bank Indonesia Papua Barat

    Tim Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional dengan meraih posisi Juara 3 dalam ajang bergengsi PAPEDANOMICS 2024, Pekan Perekonomian Daerah Papua Barat.

    Acara yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Papua Barat ini menjadi wadah kompetisi ilmiah bagi akademisi dan praktisi ekonomi dari seluruh Indonesia.

    Dalam kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 350 peserta, tim terdiri dari Prof. Dr. Budhi Haryanto, M.M.,  Dosen FEB UNS serta Afif Hadi Susanto, M.M., dan Cheryl Marlitta Stefia, S.T., M.B.A., QRMA, CDM., mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) berhasil masuk dalam lima besar finalis terbaik. Mereka kemudian mempresentasikan penelitian inovatif mereka di hadapan dewan juri pada 10 September 2024 di Manokwari, Papua Barat.

    Kompetisi Ilmiah Bergengsi PAPEDANOMICS 2024 bukan sekadar ajang akademik biasa. Kompetisi ini mempertemukan para akademisi, peneliti, dan praktisi ekonomi terbaik di Indonesia untuk membahas isu-isu strategis dalam perekonomian daerah.

    Dengan proses seleksi ketat, hanya karya ilmiah dengan kontribusi nyata terhadap perkembangan ekonomi regional yang berhasil lolos ke tahap final.

    Keberhasilan tim FEB UNS dalam meraih posisi Juara 3 menjadi bukti nyata kualitas riset dan inovasi yang dihasilkan oleh akademisi FEB UNS. Prestasi ini juga mengukuhkan posisi UNS sebagai salah satu universitas unggulan dalam bidang ekonomi dan bisnis di Indonesia.

    Kontribusi dan dampak akademik prestasi ini bukan hanya kemenangan bagi tim FEB UNS, tetapi juga bagi seluruh civitas academica UNS. Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam penelitian akademik yang berdampak bagi masyarakat dan perekonomian nasional.

    Dengan pencapaian ini, FEB UNS semakin memperkuat eksistensinya di kancah nasional dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai institusi penting di Indonesia. Ke depan, FEB UNS berkomitmen untuk terus menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah dan nasional.