FEB

Kategori: fakultas

  • Mahasiswa dan Dosen FEB UNS Raih Medali Perak dalam International Competition on Education for All 2024

    Mahasiswa dan Dosen FEB UNS Raih Medali Perak dalam International Competition on Education for All 2024

    Prestasi membanggakan kembali diraih oleh akademisi Indonesia dalam ajang internasional. Cheryl Marlitta Stefia, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama dengan Prof. Budhi Haryanto, dosen FEB UNS.

    Keduanya berhasil meraih Medali Perak dalam kategori esai pada International Competition on Education for All (ICEFA) 2024, yang diselenggarakan oleh Asia Institute of Education for All di  Kuala Lumpur, 27 Desember 2024 lalu.

    Esai mereka yang berjudul “Engaging Remote Learners: Applying Gamification and Customer Behavior Insights to Break Educational Barriers in Indonesia” berhasil menarik perhatian dewan juri karena mengangkat isu strategis dalam dunia pendidikan, terutama terkait dengan pemanfaatan gamifikasi dan wawasan perilaku pelanggan dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik jarak jauh.

    ICEFA merupakan ajang kompetisi akademik international yang diikuti oleh berbagai akademisi, peneliti, dan mahasiswa dari seluruh dunia. Kompetisi ini bertujuan untuk mencari solusi inovatif dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua kalangan, sejalan dengan misi Education for All yang dicanangkan secara global.

    Dalam keterangannya, Cheryl mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dan dedikasi dalam meneliti metode inovatif yang dapat diterapkan di Indonesia.

    “Kami berharap penelitian ini dapat menjadi inspirasi bagi dunia pendidikan Indonesia dalam menghadapi tantangan akses dan partisipasi pendidikan yang lebih inklusif,” ujarnya.

    Dengan penghargaan ini, Cheryl dan Prof. Budhi tidak hanya membawa nama baik institusi mereka tetapi juga berkontribusi pada pengembangan strategi pendidikan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.

    Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak akademisi dan mahasiswa Indonesia untuk aktif dalam kompetisi internasional dan terus berinovasi dalam bidang pendidikan.

  • FEB UNS menerima Kunjungan Program Pascasarjana Magister Manajemen FEB UMAHA

    FEB UNS menerima Kunjungan Program Pascasarjana Magister Manajemen FEB UMAHA

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret menerima Kunjungan dari Program Pascasarjana (S2) Magister Manajemen Fakultas Ekonomi & Bisnis (FEB) Universitas Maarif Hasyim Latif (UMAHA) Sidoarjo, Kamis, 23 Januari 2025, di Aula Konimex  Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D,, Dekan FEB UNS menyampaikan selamat datang dan juga terima kasih kepada pimpinan dan mahasiswa MM UMAHA yang telah menjadikan FEB UNS sebagai tujuan kunjungan.

    Lebih lanjut Prof. Bhimo menyampaikan sekilas tentang profil FEB UNS dan juga capaian-capaian yang telah diraih.

    Prof. Bhimo juga menyambut baik adanya kolaborasi kerja sama antara FEB UNS dan FEB UMAHA khususnya pada Program MM.

    FEB UNS membuka kesempatan bagi para mahasiswa MM di FEB UMAHA untuk melanjutkan studi di Program Doktor Ilmu Ekonomi FEB UNS.

    Sementara itu, Darno, SE., MM., Ak., CA., CMA. Dekan FEB UMAHA berharap dengan kunjungan ke FEB UNS akan mendapatkan banyak ilmu dan wawasan sehingga bisa diimplementasikan untuk memperbaiki pengelolaan yang ada di UMAHA.

    Ketua Program Studi MM FEB UNS, Dr. Lilik Wahyudi, SE., M,Si dalam presentasinya menyampaikan bagaimana strategi menyusun tesis agar tepat, cepat dan berkualitas.

    Di kegiatan itu, juga dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi pada jenjang pendidikan pascasarjana antara FEB UNS dan FEB UMAHA.

    Kerja sama di bidang pendidikan, diantaranya sharing dosen dalam rangka kuliah tamu, kuliah pakar, dosen penguji, kolaborasi mengajar, dan rekognisi; penyusunan dan review kurikulum;  penyusunan bahan tutorial, penulisan, dan pemeriksaan soal ujian; penyusunan modul dan bahan ajar; kolaborasi implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Di bidang penelitian, meliputi kegiatan kolaborasi penelitian dan publikasi; pertukaran reviewer jurnal; publikasi bersama dosen dan mahasiswa; kolaborasi penyusunan buku monograf dan referensi; dan kepanitiaan bersama dalam melaksanakan kegiatan seminar internasional.

    Di bidang pengabdian kepada masyarakat, meliputi kegiatan kerja sama dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat; desiminasi hasil penelitian; pengisian materi pengabdian kepada Masyarakat; dan publikasi bersama hasil pengabdian kepada masyarakat.

  • Mahasiswa PDIE, Cheryl Marlitta Stefia Terpilih sebagai Penerima Australia Awards Fellowship

    Mahasiswa PDIE, Cheryl Marlitta Stefia Terpilih sebagai Penerima Australia Awards Fellowship

    Cheryl Marlitta Stefia, mahasiswa Program Doktor Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan spesialisasi Marketing Management di bawah bimbingan Prof. Dr. Budhi Haryanto, berhasil meraih prestasi gemilang dengan terpilih sebagai salah satu dari 15 penerima beasiswa Australia Awards Fellowship melalui seleksi nasional Indonesia.

    Penghargaan ini merupakan tonggak penting dalam perjalanan akademis Cheryl dan diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan ekonomi berkelanjutan di Indonesia.

    Dalam surat resmi yang diterimanya, Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia menyatakan:

    “The Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) is pleased to offer you an Australia Awards Fellowship to be hosted by the Flinders University. The Fellowship titled ‘Women’s Economic Empowerment for Inclusive and Sustainable Development in Indonesia’ will be held from 01/04/2025 to 13/05/2025.”

    Fellowship ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Australia untuk mendukung tujuan kebijakan luar negeri dan pembangunan yang menjadi prioritas bersama. Program ini bertujuan memperkuat kemitraan serta mengembangkan kapasitas individu dan institusi untuk mengatasi isu-isu pembangunan utama di tingkat nasional dan regional.

    Cheryl berhasil menonjol dalam proses seleksi yang kompetitif, terpilih sebagai salah satu dari 15 penerima beasiswa dari ribuan pelamar di seluruh Indonesia.

    “Saya merasa terhormat dan bersyukur bisa terpilih di antara banyak calon yang luar biasa,” ujar Cheryl.

    Prestasi ini tidak hanya mencerminkan dedikasi dan kualitas akademis Cheryl, tetapi juga potensi besar yang dimilikinya untuk berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia.

    Menurut Cheryl, ide disertasinya adalah faktor utama yang membuatnya diterima dalam program fellowship ini.

    “Ide disertasi saya tentang pemberdayaan ekonomi perempuan melalui teori Dynamic Marketing Management sangat relevan dengan tantangan yang dihadapi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di era digital ini,” ujar Cheryl.

    Cheryl menambahkan, “Dynamic marketing management theory akan membantu UMKM bertahan dan berkembang di tengah gempuran perubahan pasar dan teknologi. Dengan pendekatan ini, UMKM dapat lebih adaptif dan responsif terhadap kebutuhan konsumen yang terus berubah.”

    Keberhasilan Cheryl tidak lepas dari bimbingan intensif dari Prof. Dr. Budhi Haryanto, dosen senior di PDIE.

    Prof. Budhi menyatakan, “Kami sangat bangga dengan pencapaian Cheryl. Penelitiannya tidak hanya berkontribusi pada bidang akademis, tetapi juga memiliki dampak praktis yang signifikan bagi pengembangan UMKM di Indonesia.”

    Prof. Budhi juga menambahkan, “Dynamic marketing management yang diterapkan dalam penelitian Cheryl merupakan pendekatan inovatif yang dapat membantu UMKM untuk lebih fleksibel dan tangguh dalam menghadapi dinamika pasar global.”

    Selama menjalani fellowship di Flinders University, Cheryl akan fokus pada penelitian tentang pemberdayaan ekonomi perempuan dan bagaimana strategi marketing yang dinamis dapat mendorong inklusivitas serta keberlanjutan dalam pengembangan ekonomi. Penelitiannya diharapkan dapat memberikan solusi konkret bagi UMKM di Indonesia untuk menghadapi tantangan global.

    Cheryl juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah mendukung, terutama keluarga, dosen pembimbing, dan rekan-rekannya di kampus.

    “Saya berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi referensi bagi pengambil kebijakan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi perempuan di Indonesia” ungkapnya.

    Penerimaan Cheryl Marlitta Stefia dalam Australia Awards Fellowship sebagai salah satu dari 15 penerima beasiswa nasional Indonesia adalah bukti nyata dari dedikasi dan kualitas akademis yang dimilikinya.

    Dengan penelitian yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi perempuan dan strategi marketing yang inovatif, Cheryl diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi pengembangan UMKM di Indonesia, serta memperkuat hubungan internasional melalui program fellowship ini.

  • Nyareng 2 digelar di FEB UNS, Bentuk Kepengurusan KAFEB UNS Wilayah Jateng-DIY

    Nyareng 2 digelar di FEB UNS, Bentuk Kepengurusan KAFEB UNS Wilayah Jateng-DIY

    Berlari, Berkreatif, dan Berbagi Menuju Generasi Indonesia Emas 2045 merupakan Tema yang diangkat pada kegiatan Nyareng Episode 2, 25-26 Januari 2025 di FEB UNS.

    Serangkaian acara yang digelar oleh Keluarga Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) meliputi Musyawarah Daerah (Musda) Jawa Tengah dan DIY , KAFEB Run, KAFEB Talk dan Nyareng 2.

    Pada Musda Jateng dan DIY, Ketua Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Solo, Budi Murtono telah terpilih sebagai Ketua KAFEB UNS untuk wilayah Jawa Tengah dan DIY. Dan Eko Sapto Purnomo juga terpilih sebagai sekretaris.

    Andiona Boedisoejoto Ketua Harian KAFEB UNS mengatakan bahwa kepengurusan wilayah Jateng-DIY ini merupakan yang pertama kali dibentuk.

    “Selama ini kepengurusan banyak di Jakarta, tapi kita harus kembali ke tempat FEB UNS berada yaitu di Solo dan Jawa Tengah,” ungkapnya.

    Usai acara, kepada feb.uns.ac.id, Budi Murtono menyampaikan fokus utama kepengurusannya adalah menyusun program kerja yang selaras dengan KAFEB UNS pusat.

    “Yang pertama, kita susun program kerja yang sinkron dengan pusat agar organisasi ini memberikan manfaat bagi alumni dan FEB UNS,” katanya.

    Dikatakan, KAFEB UNS berkomitmen untuk mendampingi dan memfasilitasi mahasiswa FEB UNS.

    “Alumni FEB UNS tersebar di berbagai bidang pekerjaan, baik pemerintahan, perusahaan swasta, dan lainnya. Kita akan memberi fasilitas bagi mahasiswa untuk mendapatkan pekerjaan yang diharapkan melalui fasilitas dari alumni,” katanya.

    Dia berharap dengan adanya kepengurusan wilayah, program-program KAFEB UNS akan semakin kuat dan memberikan kontribusi lebih besar bagi masyarakat, mahasiswa, alumni, dan FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Prof. Bhimo Rizky Samudro, menyambut baik terpilihnya Budi Murtono dan Eko Sapto Purnomo. Dia berharap sinergi dan komunikasi antara alumni dan FEB semakin intens.

    “Posisi mereka strategis. Pak Budi Murtono sebagai Sekda dan Mas Eko Sapto sebagai wakil bupati Sukoharjo terpilih. Kesuanya dekat dengan kampus dan FEB UNS,” ujarnya.

    Lebih lanjut, Prof. Bhimo menyampaikan harapannya akan adanya kolaborasi antara pemerintah dengan akademisi di FEB UNS. Selain dukungan beasiswa dan pelatihan, KAFEB UNS akan mengembalikan rasa memiliki alumni terhadap FEB UNS.

    Prof. Bhimo berharap KAFEB UNS juga bisa memberikan beasiswa dengan klasifikasi yang lebih menyeluruh, tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga bagi mahasiswa yang kurang mampu dan alumni yang ingin melanjutkan studi S2 dan S3.

    Di hari kedua diselenggarakan Kafeb Run yang diikuti lebih dari seribu peserta, alumni dan juga masyarakat.

    Siang harinya diadakan KAFEB Talk dengan menghadirkan Ubaidi S. Hamidi yang membahas strategi pencegahan judi online, Susiati Dewi tentang surveilans sistem pembayaran dan Subhan Adibroto membahas UMKM dan ekonomi kreatif. Dilanjutkan keseruan agenda KAFEB di malam harinya, Nyareng 2.

     

  • Ujian Skripsi Perdana Mahasiswa Kelas Internasional Prodi Ekonomi Pembangunan UNS, Dosen Malaysia Alumni Durham University Menguji

    Ujian Skripsi Perdana Mahasiswa Kelas Internasional Prodi Ekonomi Pembangunan UNS, Dosen Malaysia Alumni Durham University Menguji

    Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan ujian skripsi perdana mahasiswa Kelas Internasional, Alya Faiza,  Jumat 24 Januari 2025.

    Alya telah mempertahankan hasil peneltiannya dengan judul “Does the Phillips Curve Occur in Indonesia? Evidence from Regional Data by Considering Uncertainty”. Skripsi ini membahas estimasi empiris Model Phillips Curve pada tingkat provinsi di Indonesia selama periode sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19.

    Adapun susunan dosen penguji adalah Nur Fakhzan binti Marwan, Ph.D. (Alumni Doctoral Program, Durham University–Koordinator Program EMBA Pensyarah Kanan UiTM Pahang Malaysia), Muhammad Yusuf Indra Purnama, Ph.D., dan Malik Cahyadin, Ph.D.

    Dalam kesempatan ini, penguji eksternal memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Alya Faiza atas kualitas penelitian yang dipresentasikan. Selain itu beliau juga memberikan kredit tersendiri terhadap proses ujian pada level sarjana yang melibatkan penguji eksternal dari kampus luar negeri. Hal ini merupakan sinyal positif terkait pengakuan proses penyelenggaraan kelas internasional yang merupakan salah satu program rintisan di UNS.

    Terkait hasil penelitian, beliau memberi beberapa masukan diantaranya terkait pendalaman temuan penelitian pada tingkat provinsi; dan elaborasi dampak tidak signifikan indikator ekonomi global (seperti trade openness) terhadap inflasi di Indonesia.

    Masukan terkait pendalaman fenoma inflasi antar-provinsi juga disampaikan oleh penguji lainnya agar heterogenitas tingkat inflasi antar wilayah di Indonesia lebih terungkap secara jelas sehingga memperkuat keunikan dan konteks penelitian.

    Pada akhir sesi diskusi Kaprodi S-1 Ekonomi Pembangunan yang menjadi salah satu anggota penguji memotivasi Alya agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya di luar negeri.

  • ICMI Surakarta Gelar Seminar di UNS Bertajuk Peran Umat Islam mencapai Indonesia Emas 2045

    ICMI Surakarta Gelar Seminar di UNS Bertajuk Peran Umat Islam mencapai Indonesia Emas 2045

    Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Surakarta dan umat Islam memiliki peran yang sangat penting dalam menyongsong dan mencapai Indonesia Emas 2045. ICMI Surakarta perlu berperan aktif langsung terjun di tengah masyarakat agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat.

    Pernyataan itu disampaikan Prof. Irwan Trinugroho, Ph.D sebagai ketua ICMI Surakarta 2024-2029 yang saat ini menjabat Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, Internasionalisasi, dan Informasi Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Seminar Nasional sekaligus kick off kegiatan ICMI Surakarta, Selasa, 21 Januari 2025 di Ballroom Tower UNS.

    Lebih lanjut disampaikan, pemikiran, ide dan gagasan ICMI Surakarta dalam berbagai bidang perlu ditulis dan disebarluaskan melalui media online agar bisa diakses oleh seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

    “Banyak cendikiawan muslim di Solo dan itu merupakan modal besar kita untuk memberikan sumbangsih. Jika tulisan-tulisan para cendikiawan itu kita tuangkan dalam sebuah buku, sekarang tidak banyak orang yang membaca, tapi tulisan itu akan kita publikasikan melalui media-media online yang memiliki keterjangkauan dan cakupan yang luas, ini merupakan salah satu program kerja yang akan kita lakukan” ungkapnya.

    Dalam hal pengabdian kepada masyarakat, banyak sekali isu-isu yang bisa digali yang mungkin lokal tapi bisa untuk menjadi bahan pemikiran para cendikiawan muslim di Solo untuk memberikan solusi, memecahkan berbagai permasalahan di masyarakat. Misalnya terkait digitalisasi, stunting dan lain sebagainya.

    Prof. Irwan berharap kepengurusan ICMI Surakarta di periode ini bisa produktif yang berguna bagi kemaslahatan umat. Tidak hanya sebatas dalam kegiatan seperti ini, seminar tapi juga dalam bentuk memberikan  rekomendasi kebijakan dan hal-hal lain yang berguna bagi masyarakat.

    Tiga pembicara hadir di kegiatan yang bertema “Outlook Sosio-Ekonomi Indonesia dan Peran Ummat Islam mencapai Indonesia Emas 2045”.

    Prof. Mudhofir membahas bagaimana ummat Islam berperan dalam pelestarian lingkungan hidup. Pertama, pentingnya para Ulama membuat tafsir tematik tentang lingkungan hidup. Hal ini diperlukan karena kecenderungan ummat Islam saat ini tidak menjadikan lingkungan hidup dan kerusakannya sebagai sesuatu yang penting dan mendukung ibadah dan kehidupan akherat. Kedua, perlu juga disusun khutbah-khutbah yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan, bahaya kerusakan lingkungan dan keberlanjutan. Oleh karena itu diperlukan pegiat-pegiat lingkungan yang mendukung diseminasi peran agama di bidang lingkungan  hidup.

    Prof. Muhammad Da’i menyinggung daya saing ummat Islam di bidang iptek yang masih tertinggal. Ummat Islam perlu merubah mindset bahwa yang namanya ibadah tidak hanya sholat, mengaji, dan puasa saja, akan tetapi bekerja, berinovasi dan belajar yang memakan porsi waktu lebih besar dalam hidup ini, perlu diartikan sebagai bagian dari ibadah. Selain itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Aset & Administrasi Umum UMS tersebut, menekankan untuk mengatasi daya saing SDM yang tertinggal di kalangan masyarakat, maka ummat Islam perlu memberdayakan masyarakat yang kesulitan mencari pekerjaan.

    Pembicara ketiga Tastaftiyan Risfandy, Ph.D  yang juga Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS, menyebut bahwa kemiskinan dan ketimpangan di kalangan masyarakat Indonesia bisa diatasi dengan pendidikan gratis, program makan bergizi gratis, program-program di perbankan dan masjid dan dimulai dari keluarga sebagai tempat mendidik anggota keluarga.

    Seminar ini merupakan agenda kedua setelah diskusi mengenai program kerja bidang-bidang yang dimiliki oleh ICMI Surakarta yaitu Bidang Pendidikan, Kebudayaan, Penguatan Karakter Bangsa, Kerja sama, Komunikasi dan Transformasi Digital, dan Iptek dan Imtaq. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama ICMI Surakarta, UNS dan juga dukungan Bank Syariah Indonesia.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan PT Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation, Sosialisasikan Program HSBC Indonesia Business Case Competition 2025

    FEB UNS Menerima Kunjungan PT Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation, Sosialisasikan Program HSBC Indonesia Business Case Competition 2025

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan dari  PT Bank HSBC Indonesia dan Putera Sampoerna Foundation dalam rangka Sosialisasi Program HSBC Indonesia Business Case Competition (BCC) 2025, Kamis 16 Januari 2025 di Ruang Fiscal Corner FEB UNS.

    Di kunjungan ini, Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS menyampaikan bahwa pembelajaran berbasis case ini sangat penting bagi mahasiswa,

    “Salah satu Key Performance Indicator (KPI) yang menjadi tugas kami di bidang 3 adalah mahasiswa berprestasi. Harapannya dari hasil diskusi ini mendapatkan insight. Keinginan yang kuat dari mahasiswa untuk berkompetisi masih perlu diasah” ungkapnya.

    Ari Warokka, Ph.D., dari Universitas Negeri Jakarta, perwakilan PT Bank HSBC Indonesia memaparkan detil terkait program HSBC Indonesia BCC 2025.

    HSBC Indonesia BCC merupakan kompetisi yang diikuti oleh mahasiswa, bersaing untuk memecahkan studi kasus bisnis yang kompleks. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Bank HSBC Indonesia dengan Putera Sampoerna Foundation.

    Kompetisi bisnis ini diperuntukkan bagi mahasiswa S-1 dari perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Ada 24 universitas di Indonesia yang diundang untuk berpartisipasi dalam HSBC Project, termasuk UNS.

    Tujuan utama dari Business Case Competition adalah untuk menemukan bakat bisnis terbaik di Indonesia dan mempersiapkan mereka untuk bersaing di tingkat internasional.

    Selain itu, kompetisi ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada tim untuk memperbaiki presentasi mereka berdasarkan umpan balik dan memastikan hanya tim yang paling kompeten yang maju ke tahap berikutnya.

    Lomba ini memberikan pengalaman praktis kepada mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan bisnis dalam situasi nyata, meningkatkan keterampilan analisis, pemecahan masalah, kepemimpinan, dan presentasi, serta memperluas jaringan professional.

    Dalam lomba ini, setiap universitas akan mengirimkan 2 tim, masing-masing terdiri dari 4 mahasiswa aktif dari fakultas bisnis atau ekonomi. Seleksi akan dilakukan secara online (melalui Zoom Meeting).

    Berikut materi program  HSBC Indonesia Business Case Competition 2025:  [HSBC-Indonesia-BCC-2025.pdf”]

     

     

     

     

     

  • Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti UNS Global Challenge

    Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS Dorong Mahasiswa Ikuti UNS Global Challenge

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Paparan dan Diskusi UNS Global Challenge 2025, Senin 13 Januari 2025 melaui daring.

    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 30 peserta itu menghadirkan narasumber Elisa Herawati, S.Si., M.Eng., Ph.D, Kepala Subdirektorat Layanan Internasional UNS.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menfasilitasi mahasiswa agar ikut aktif berpartisipasi di UNS Global Challenge .

    “Kami telah memberikan beberapa arahan dan juga rekomendasi kepada Ketua Program Studi (Kaprodi) maupun mahasiswa secara umummya yang di semester ini sudah semester 4 ke atas untuk ikut serta di kegiatan ini. Kegiatan ini memang tidak wajib tapi kita akan sangat mengapresiasi ketika teman-teman ada intention untuk ikut di kegiatan ini, secara umum kalo saya melihat kegiatan ini tidak susah” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan UNS Global Challenge ini menjadi salah satu pengalaman bagi mahasiswa untuk bisa beraktifitas di luar kampus, khususnya di luar negeri. Ini akan menjadi experience yang bagus sekali bagi mahasiswa.

    FEB mengundang Kepala Subdirektorat Layanan Internasional UNS untuk menjelaskan terkait UNS Global Challenge agar mahasiswa dalam memilih kampus di luar negeri bisa terarah dan pada saat mengisi rencana kegiatan dan sebagainya Itu bisa sesuai dengan apa yang disyaratkan oleh IO.

    Setelah paparan dari narasumber, WD Kemahasiswaan dan Alumni juga menyampaikan informasi mitra-mitra FEB di luar negeri. Fakultas akan membantu mahasiswa dalam proses korespondensi dengan mitra-mitra FEB tersebut.

  • Ramah Tamah Dekanat dan Tendik FEB UNS: Menyamakan Persepsi untuk Maju Bersama

    Ramah Tamah Dekanat dan Tendik FEB UNS: Menyamakan Persepsi untuk Maju Bersama

    Menyamakan persepsi sangat penting dalam berbagai konteks, terutama dalam komunikasi, kerja tim, atau pengambilan keputusan. Menyamakan persepsi membantu memastikan bahwa semua pihak memahami informasi atau situasi dengan cara yang sama, sehingga mengurangi risiko kesalahpahaman.

    Dalam tim atau kelompok, persepsi yang sama akan memudahkan kolaborasi karena semua anggota memiliki pandangan yang seragam tentang tujuan atau langkah yang harus diambil.

    Menyamakan persepsi memastikan bahwa semua orang bergerak dalam arah yang sama, meminimalisir kebingungannya dan meningkatkan efisiensi dalam mencapai tujuan bersama.

    Dengan persepsi yang sama, keputusan yang diambil lebih terarah dan lebih tepat, karena semua pihak mempertimbangkan faktor yang sama.

    Menyamakan persepsi juga membantu membangun hubungan yang lebih baik antara individu atau kelompok, karena menciptakan rasa saling pengertian dan mengurangi konflik.

    Secara keseluruhan, menyamakan persepsi memungkinkan komunikasi yang lebih efektif, kerja sama yang lebih baik, dan pencapaian tujuan yang lebih optimal.

    Sehubungan dengan hal tersebut, Dekanat menggelar kegiatan ramah tamah dengan Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS),  Rabu 8 Januari 2025 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    “Di kegiatan ini, kami ingin menyamakan persepsi. Kami berusaha untuk friendly atau bisa dikatakan membumi, itu yang menjadi pilihan kami. Secara usia mungkin kami lebih muda dari beberapa rekan tendik dan juga dosen dan kami berusaha menghormati semuanya. Ketika bekerja bersama, jika ada kritikan silahkan disampaikan dengan cara yang prosedural. Terima kasih dan kami nyuwun bantuannya, kerjasamanya. Siapapun pimpinannya yang penting bagi kami adalah sistemnya, kinerjanya, bukan orangnya. Kami polanya seperti ini, pada saat ini kami menjadi pimpinan dan pada saat kapanpun kami bisa digantikan, kapanpun kami bisa menjadi dosen biasa lagi, dan itu tidak akan mengubah hubungan interaksi kami dengan panjenengan semua serta bapak ibu dosen yang lain” urai Dekan FEB, Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D.

    Ditegaskan kembali oleh Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA, Wakil Dekan Nonakademik bahwa inti dari yang disampaikan Pak Dekan adalah setiap era itu ada pimpinan dan setiap pimpinan punya gayanya masing-masing, yang pasti apapun gayanya tujuannya adalah ingin memajukan FEB baik secara institusi maupun individu, maju bersama-sama, dari hari ke hari dan dari waktu ke waktu.

    “Pasti kami berempat punya gaya yang berbeda-beda karena latar belakangnya yang berbeda-beda, Dekan tadi menyampaikan gaya beliau. Hanya saja yang perlu ditekankan adalah kami maupun rekan-rekan semuanya bisa empan papan, tahu tempat, tahu waktu dan tahu konteksnya, jika niatnya baik tapi jika tidak pada tempat waktunya dan tidak pada konteksnya, pasti akan menimbulkan masalah” ungkapnya.

    WD Nonakademik juga menyampaikan bahwa adanya rotasi internal di FEB yang dilakukan terhadap beberapa Tendik bukan berdasarkan suka atau tidak suka pada orangnya tetapi lebih karena kebutuhan dan juga kompetensi, agar FEB berjalan lebih baik.

    Lebih lanjut disampaikan perlunya regenerasi agar fakultas tidak bergantung kepada satu orang atau satu personal untuk kompetensi tertentu.

    “Semestinya ada proses regenerasi, selama ini yang punya kemampuan masih orang itu-itu saja, dalam jangka panjang ini akan tidak sehat, mulai sekarang harus menyiapkan kader-kadernya sehingga ada keberlanjutan” tegasnya.

    Berikutnya disampaikan pula penjelasan oleh Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian dan juga dari Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FEB UNS.

    Dalam kegiatan itu, Dekanat juga mengadakan seremoni pelepasan 3 purnatugas Tendik FEB  yakni Adi Nugroho, S.IP.,  Darsono, Sundoro.  Dekanat mengucapkan terima kasih kepada ketiga Tendik yang telah mengabdikan diri, bekerja di FEB UNS hingga masa purnatugasnya.

  • Silaturahmi Awal Tahun 2025 UNS: Prof. Tri Mulyaningsih Bahas Kebijakan Publik di Sektor Kesehatan dan Pendidikan

    Silaturahmi Awal Tahun 2025 UNS: Prof. Tri Mulyaningsih Bahas Kebijakan Publik di Sektor Kesehatan dan Pendidikan

    Analisis dan Desain Kebijakan Publik Aplikasi pada Bidang Kesehatan dan Pendidikan menjadi tajuk materi yang disampaikan Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) pada acara Silaturahmi Awal Tahun 2025 di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram, Kamis (2/1/2025).

    Di kesempatan itu, Prof. Tri Mulyaningsih berbagi pemikiran hasil risetnya kepada seluruh undangan silaturahmi awal tahun 2025 yang dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota Majelis Wali Amanat (MWA); Pimpinan dan Anggota Senat Akademik; Pimpinan dan Anggota Dewan Profesor; para Wakil Rektor; Sekretaris UNS; Rektor Periode 2011-2019; Rektor Periode 2019-2024; Dekan dan seluruh jajaran Pimpinan di lingkungan UNS; Dharma Wanita Persatuan UNS; Pimpinan Bank Mitra; serta seluruh sivitas akademika UNS.

    Mengawali materinya, Prof. Tri Mulyaningsih menyampaikan beberapa masalah pembangunan di Indonesia yang meliputi ketimpangan pendapatan, kemiskinan dan malnutrisi.

    Ketimpangan pendapatan terlihat dari Gini Index yang mencerminkan pembangunan tidak inklusif. Kemiskinan multidimensi di Indonesia juga mempengaruhi kesehatan dan akses pendidikan.

    “Terkait dengan malnutrisi, efek jangka panjang malnutrisi (hipotesis Baker 1997) mempengaruhi kemampuan, performa akademik dan mobilitas sosial. Data survei kesehatan tahun 2022, prevalensi stunting hingga 21,5% pada balita, status double burden malnutririon atau kekurangan dan kelebihan gizi menjadi perhatian nasional” ungkapnya.

    Adanya ketimpangan akses pendidikan tinggi di Indonesia juga menjadi permasalahan pembangunan, kelompok kaya 35% terakses ke universitas vs hanya 5% dari kelompok termiskin (UNESCO 2012).

    Pendidikan tinggi hanya diraih <10% tenaga kerja di Indonesia, jauh tertinggal dari negara tetangga seperti Malayasia (23,4%) dan Singapura (50%).

    Ketimpangan upah (skills premium 3,32) menunjukkan penghargaan lebih tinggi pada pekerja terdidik yang memperlebar kesenjangan ekonomi.

    Malnutrisi mengurangi potensi produktifitas tenaga kerja hingga 2-3% PDB, peningkatan beban fiskal akibat penyakit terkait (stunting, anemia diabetes,dll)

    Estimasi ekonomi menunjukkan kerugian mencapai USD 3,5 triliun/tahun menurut Global Nutrition Report.

    Lebih lanjut Prof. Tri Mulyaningsih memaparkan tiga desain kebijakan publik.

    Desain yang pertama, kebijakan progesif, fokus pada individu dan lingkungan, ini merupakan pendekatan baru dengan fokus pada intervensi berbasis perilaku (nudge) untuk mengubah kebiasaan, tetapi tetap memberikan kebebasan pilihan. Juga kebijakan berbasis sekolah dengan menyediakan makanan sehat, mempromosikan pola hidup sehat dan edukasi gizi sejak dini.

    Desain Kedua, pendekatan ekonomi perilalu (Behavioural Economics). Konsep “Nugge” (Thalker & Sunstein 209): struktur pilihan yang dirancang untuk mempengaruhi pilihan individu tanpa memaksa, contohnya voucher makanan sehat di kantin sekolah melalui Randomized Control Trials (RCT) membuktikan peningkatan konsumsi sayur dan buah pada siswa.

    Ketiga, kebijakan efektif untuk kelompok rentan, intervensi khusus pada remaja perempuan. Nutrisi pada masa remaja berpengaruh pada perkembangan reproduksi dan kualitas generasi berikutnya. Adanya program gratis (makan bergizi, sanitasi, dsb) untuk meningkatkan status gizi remaja usia sekolah.

    Selain itu, kebijakan bidik misi dan perbaikan informasi. Penelitian menunjukkan siswa miskin enggan mendapat beasiswa akibat kurangnya informasi dan absennya role model. Solusinya adalah dengan memberikan informasi dan model panutan untuk meningkatkan partisipasi pendaftaran.

    Di penutup materinya, Guru Besar yang saat ini menjabat sebagai Wakil Dekan Akademik dan Penelitian FEB UNS itu memberikan simpulan diantaranya pembangunan harus mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan akses masyarakat pada pengembangkan kapasitasnya;  Akan tetapi, pembangunan yang tidak inklusif memunculkan banyak masalah; Masalah pembangunan tersebut dapat diatasi dengan kebijakan publik; Akan tetapi, banyak kebijakan yang tidak efektif dalam menyelesaikan masalah di masyarakat; atau kalaupun berhasil belanja pemerintah terlalu besar, sehingga tidak efisien; Intervensi kebijakan sebaiknya menyasar individu dan lingkungan (fisik dan non-fisik seperti sekolah dan rumah tangga); Pendekatan ekonomi perilaku dengan “nudge” bermanfaat dalam desain kebijakan yang dapat mengubah perilaku masyarakat dengan tetap memberikan hak pilihan.

    Sementara itu,  Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. mengatakan seperti halnya yang disorot dalam penelitian Prof. Tri Mulyaningsih, pembangunan ekonomi yang tidak inklusif menjadi salah satu akar permasalahan ketimpangan sosial di Indonesia. Ketimpangan ini berdampak pada akses terhadap pendidikan berkualitas dan layanan kesehatan yang memadai.

    UNS berkomitmen untuk menjadi bagian dari solusi baik melalui program-program inovatif seperti pengabdian kepada masyarakat berbasis penelitian, pemberian beasiswa bagi mahasiswa dari kelompok kurang mampu maupun kerja sama dengan mitra strategis untuk meningkatkan inklusifitas.