FEB

Kategori: fakultas

  • Tendik FEB Ikuti Sosialisasi Pengajuan Anggaran dan Pembuatan SPJ

    Tendik FEB Ikuti Sosialisasi Pengajuan Anggaran dan Pembuatan SPJ

    Tenaga Kependidikan (Tendik) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti Sosialisasi Pengajuan Anggaran dan Pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ), Selasa 31 Desember 2024 di Gedung Ki Hadjar Dewantara, Tower UNS.

    Kegiatan diikuti oleh Tendik yang memiliki tugas di administrasi non akademik, khususnya terkait pembuatan SPJ dan juga beberapa Tendik yang belum pernah melakukan peng-SPJ-an.

    Arif Farida Tri Rejeki, S.Pd., M.Si., Kepala Bagian Tata usaha FEB dalam pengantarnya menyampaikan kegiatan ini dalam rangka memberikan pengetahuan kepada Tendik FEB agar dapat membuat Surat Pertanggungjawaban (SPJ) yang baik dan benar.

    Dikatakan, pelatihan yang diikuti oleh 26 Tendik FEB itu, pimpinan telah menugaskan Christina Yulia Puspita Dewanti, S.IP., Pengelola Keuangan FEB UNS untuk menjadi instruktur.

    Sutaryo, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., Wakil Dekan Bidang Nonakademik FEB UNS dalam arahannya menyampaikan bahwa Dekanat selama tiga bulan terakhir melakukan beberapa proses identifikasi, pengamatan atas operasional yang ada di fakultas.

    Dari hasil identifikasi itu, ada beberapa hal harus dilakukan penyegaran, tujuannya untuk mengoptimalisasi proses dan operasional yang ada di FEB dalam rangka menyelaraskan layanan kepada stakeholder, mahasiswa, dosen maupun yang lain, terkhusus dalam hal pelaksanaan anggaran dan pertanggungjawabannya.

    Lebih lanjut disampaikan, terhitung mulai tanggal 2 Januari 2025, beberapa tendik ada yang mendapat penugasan baru  untuk melakukan administrasi SPJ, selain administrasi non SPJ di masing-masing program studi (prodi) S-1, S-2, S-3 dan bidang-bidang di Dekanat.

    Harapannya di prodi tetap akan ada operator siakad dan juga admin prodi yang tidak hanya membantu dalam hal persuratan, juga membantu administrasi SPJ.

    Lebih lanjut dikatakan untuk mencapai akreditasi internasional AACSB, kompetensi tendik menjadi perhatian yang sama besar dengan dosen dan juga mahasiswa.

    “Dekanat sudah memastikan bahwa dosen dan tendik punya kontribusi yang sama dan punya peluang yang sama untuk kompetensinya. Kami sangat mendorong bagi Tendik untuk meningkatkan kompetensi, baik yang sifatnya sertifikasi, pelatihan maupun program Degree. Peningkatan kompetensi selain untuk peningkatan karir Tendik tetapi bagi institusi FEB menjadi penting. Kami membuka ruang dan kesempatan, Januari ada proses revisi anggaran” ungkapnya.

    Sebelum sesi paparan materi oleh Christina Yulia Puspita Dewanti, peserta memperoleh pengenalan aplikasi Sistem Perencanaan dan Evaluasi Anggaran (SIREVA) oleh Runi Nuvianti, S.E, Ak., Tendik FEB.

    Dilanjutkan dengan latihan soal untuk mengetahui sejauhmana Tendik memahami materi yang telah disampaikan.

  • FEB UNS Gelar Review Kurikulum Program Magister dan Doktor

    FEB UNS Gelar Review Kurikulum Program Magister dan Doktor

    Bidang Akademik Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Lokakarya Review Kurikulum Program Magister dan Doktor, 19-20 Desember 2024 di Gedung Ki Hadjar Dewantara Tower UNS.

    Kegiatan diikuti seluruh dosen pengampu S-2 dan S-3 dibuka oleh Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D., Dekan FEB UNS.

    Dekan mengucapkan terima kasih kepada pengelola program magister dan juga dosen pengampu yang telah hadir untuk mengikuti Lokakarya Kurikulum Magister dan Doktor.

    Sebelumnya, bidang akademik telah mengadakan pra lokakarya dengan mengundang pengelola S2 dan S3 untuk membahas adanya Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Peraturan Rektor UNS no 22 Tahun 2024 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister dan Program Doktor .

    Dalam forum ini, ada banyak hal yang perlu didiskusikan. Pertama terkait adanya penyesuaian jumlsh SKS dengan kurikulum yang baru. Berikutnya, dosen yang sudah selesai studinya perlu dipikirkan alokasinya. Dan juga membahas berbagai hal, misal perbaikan dalam  pengelolaan ujian.

    Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D Wakil Dekan Bidang Akademik dan Penelitian FEB menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu memfasilitasi program studi (prodi) untuk menyusun kurikulum yang baru menyikapi Permendikbudristek Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi dan Peraturan Rektor UNS no 22 Tahun 2024 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan Program Magister dan Program Doktor.

    Dalam hal ini, program magister dan doktor harus menyesuaikan perubahan kurikulum sesuai dengan arahan Permendikbudristek dan Rektor UNS.

    Ada beberapa hal yang harus direkonstruksi, yang pertama adalah ada perubahan beban SKS. Di peraturan yang baru, SKS program magister menjadi lebih banyak 54 SKS sampai dengan 60 SKS. S3 minimal 60 SKS.

    “Dari peraturan rektor itu, kita sudah diberi arahan, perubahan-perubahannya bisa diadopsi dalam hal bobot untuk tahapan disertasi dan juga bobot tesis, dibuat lebih sederhana tapi bobotnya lebih banyak. Yang kedua, apabila prodi merasa perlu melakukan rekonstruksi dalam hal arah mata kuliah-matakuliah yang diberikan sehingga prodi magister dan doktor peminatnya bertambah. Ada perubahan arah kurikulum menjadi lebih tajam, lebih relevan dengan perkembangan masyarakat” paparnya.

    Diharapkan dengan penambahan SKS ini tidak menambah beban studi mahasiswa dan tidak menambah masa studi mahasiswa, sehingga lebih kepada penajaman.

    Lebih lanjut dijelaskan, kurikulum yang telah disesuaikan akan berlaku untuk mahasiswa baru tahun 2025, angkatan Februari 2025. Sedangkan mahasiswa exiting tetap menggunakan kurikulum exiting, dimungkinkan ada dua kurikulum. Jika mahasiswa exciting sudah selesai supaya transisinya lebih lancar.

    Terkait publikasi, persyaratan masih sama dengan sebelumnya, untuk publikasi sebagai syarat ujian, magister minimal sinta 3 atau jurnal internasional. Sedangkan untuk mahasiswa S3, jurnal internasional terindeks scopus.

    Permendikbudristek Nomor 53 ini, menurut Prof. Tri Mulyaningsih adalah bagus sebagai  kesempatan untuk prodi melakukan review kurikulum.

    Ini juga kesempatan untuk kita di prodi dan fakultas merevitalisasi kurikulum untuk selalu inline dengan perkembangan zaman.

    Tahapan disertasi dan tesis, tahap disertasi lebih simpel. Mahasiswa ujian proposal, seminar hasil, ujian tertutup dan terbuka, sebelumnya sampai 7 tahapan, harapannya bisa memperlancar disertasi mahasiswa.

  • Dosen FEB UNS Bahas Ekonomi Outlook Indonesia 2025

    Dosen FEB UNS Bahas Ekonomi Outlook Indonesia 2025

    RAPBN 2025 sehat, akseleratif dan suportif serta diarahkan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional.

    Pendapatan negara pada tahun 2025 diproyeksikan mencapai Rp2.996,9 triliun. Pendapatan tersebut melalui penerapan core tax, perbaikan layanan melalui teknologi digital, penerapan UU HPP, penguatan SDM dan kelembagaan.

    Belanja negara direncanakan Rp3.613,1 triliun meliputi perbaikan kualitas SDM (makanan bergizi, pendidikan dan kesehatan), infrastruktur, ketahahanan pangan dan energi, perbaikan penegakan hukum, dan hankam.

    Rasio defisit anggaran Rp616,2 triliun (2,53%) terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus dijaga dalam batas aman (prudent) dan berada dalam level selera risiko (risk appetite).

    Pembiayaan anggaran Rp616,2 triliun dilakukan dengan sehat untuk menjaga Indonesia dan pembangunan berkelanjutan.

    Pernyataan itu disampaikan Malik Cahyadin, S.E., M.Si.,Ph.D, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret Universitas Sebelas Maret (UNS) saat menjadi narasumber di acara Ekonomi Outlook Indonesia 2025 pada umumnya dan Jawa Timur – ex Karesidenan Kediri yang diselenggarakan oleh PT. Tulungagung Intermedia, Selasa, 17 Desember 2024.

    Lebih lanjut disampaikan, arah kebijakan pendapatan negara tahun 2025 yakni menjaga efektivitas reformasi perpajakan; memberikan insentif perpajakan yang semakin terarah dan terukur untuk transformasi ekonomi; mendorong tingkat kepatuhan dan perluasan basis perpajakan; mendorong sistem perpajakan yang sejalan dengan struktur perekonomian dan kebijakan perpajakan internasional; reformasi pengelolaan SDA dan aset; serta inovasi layanan dan penguatan tata kelola.

    Arah kebijakan belanja negara tahun 2025: efisiensi belanja nonprioritas khususnya belanja barang dan dialihkan untuk belanja yang lebih produktif; penguatan belanja modal untuk mendukung transformasi ekonomi; reformasi subsidi dan perlinsos agar lebih tepat sasaran dan berkeadilan; dan peningkatan efektivitas implementasi UU HKPD untuk sinergisitas dan harmonisasi kebijakan pusat dan daerah.

    Arah kebijakan pembiayaan anggaran tahun 2025 (pembiayaan prudent, inovatif, dan sustainable): mendukung transformasi ekonomi (infrastruktur TIK, energi, konektivitas, kawasan industri, dan kawasan ekonomi); mendorong Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atau Public Private Partnerships (PPP) yang sustainable dengan lebih masif; Pendalaman  pasar keuangan (financial deepening); serta penguatan peran BUMN, BLU, Special Mission Vehicle (SMV), dan Sovereign Wealth Fund (SWF)-Indonesia Investment Authority (INA).

    Selain menjelaskan Ekonomi Outlook Indonesia 2025 pada umumnya, dihadapan peserta yang sebagian besar adalah wartawan, Malik Cahyadin juga memaparkan arah pengembangan ekonomi Provinsi Jawa Timur dan wilayah Eks Karesidenan Kediri.

  • Tiga Guru Besar FEB Dikukuhkan, Kado di Akhir Tahun 2024

    Tiga Guru Besar FEB Dikukuhkan, Kado di Akhir Tahun 2024

    Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) mengukuhkan tiga Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) bersama dengan Guru Besar dari Fakultas Peternakan, Fakultas Hukum dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan pada Sidang Terbuka Senat Akademik UNS, Selasa (17/12/2024) di Auditorium G.P.H. Haryo Mataram UNS.

    Pengukuhan ketiga Guru Besar baru FEB, Prof. Dra. Y. Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. adalah kado di akhir tahun 2024 yang akan semakin memberikan kekuatan bagi FEB untuk semakin maju.

    Bertambahnya Guru Besar di FEB sangat penting dalam menciptakan atmosfer akademik yang produktif, mendorong penelitian berkualitas, serta membangun hubungan yang kuat antara dunia pendidikan dan masyarakat.

    Prof. Anni Aryani merupakan Guru Besar ke-21 pada FEB dan ke-310 UNS. Prof. Anni dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Kepakaran Akuntansi Keperilakuan. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Perempuan dalam Tata Kelola Perusahaan: Perilaku Etis dalam Pelaporan Akuntansi”.

    Prof. Tri Mulyaningsih merupakan Guru Besar ke-22 pada FEB dan ke-311 UNS. Prof. Tri Mulyaningsih dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Kepakaran Ekonomi Kesehatan. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Malnutrisi: Kerugian Ekonomi dan Desain Kebijakan untuk Meningkatkan Status Gizi Anak & Remaja”.

    Prof. Suryanto merupakan Guru Besar ke-23 pada FEB dan ke-312 UNS. Prof. Suryanto dikukuhkan menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Kepakaran Ekonomi Lingkungan. Pidato inaugurasi yang disampaikan mengangkat judul “Keadilan Lingkungan dalam Perspektif Ekonomi Pembangunan”.

    Rektor UNS, Prof. Dr. Hartono, dr., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi, komitmen, dan perjuangan para guru besar dalam mencapai jabatan fungsional tertinggi seorang dosen.

    Universitas sangat mengharapkan dengan dikukuhkannya Guru Besar tersebut nantinya yang bersangkutan dapat terus mengembangkan bidang ilmunya melalui kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

    “Gelar Guru Besar memiliki tanggung jawab besar untuk terus memberikan kontribusi kepada kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, dan pembangunan bangsa. Guru Besar juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan kontribusi, partisipasi, dan karya demi kemajuan perguruan tinggi dan masyarakat” tutur Prof. Hartono.

  • Sarasehan dan Penyambutan 3 Guru Besar FEB,  Dekanat Kulonuwun Mohon Doa Restu dan Dukungan  

    Sarasehan dan Penyambutan 3 Guru Besar FEB,  Dekanat Kulonuwun Mohon Doa Restu dan Dukungan  

    Sarasehan dan Penyambutan 3 Guru Besar Baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) digelar dalam satu rangkaian acara di Aula Gedung Suhardi FEB, Selasa 17 Desember 2024.

    Ketiga Guru Besar FEB yang telah dikukuhkan Rektor UNS pada Selasa 17 Desember 2024 tersebut yakni Prof. Dra. Y Anni Aryani, M.Prof.Acc., Ph.D., Ak., Prof. Tri Mulyaningsih, S.E., M.Si., Ph.D. dan Prof. Dr. Suryanto, S.E., M.Si.

    Di kegiatan itu, Dekanat mengundang seluruh Dosen, seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik), Ketua Organisasi Kemahasiswaan, perwakilan Dharma Wanita  dan juga para Purnatugas FEB.

    Dalam sambutannya, Dekan FEB, Bhimo Rizky Samudro, S.E. M.Si., Ph.D menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh undangan dalam acara yang  digelar tidak terlalu formal,  penuh dengan suasana kekeluargaan.

    “Di kegiatan sarasehan ini, adalah momen bagi saya pribadi dan juga teman-teman dari Dekanat untuk kulonuwun. Kami Dekanat berniat baik untuk bagaimana kita membangun FEB ini menjadi lebih baik, meskipun saat ini sudah baik, kita akan kembangkan. Nyuwun doa restu pada senior-senior, kita ingin menyampaikan beberapa poin-poin apa yang akan kita lakukan 4, 5 tahun ke depan untuk memajukan FEB ” ungkap Dekan.

    Dekan juga mengenalkan tagline baru FEB yang sudah bisa digunakan yakni Berfikir Bijak Santun Berkarya.

    Lebih lanjut, Dekan juga menyampaikan bahwa di setiap kepemimpinan pasti memiliki style yang berbeda-beda, namun sama tujuannya yakni untuk memajukan FEB.

    Dalam perjalanannya,  Dekanat juga mohon apabila ada masukan, bisa disampaikan ke kami.

    Dekan juga mengapresiasi kepada tiga guru besar FEB yang baru, harapannya kerja keras yang telah diikhtiarkan ketiga guru besar menjadi inspirasi bagi para dosen lainnya.

    Di sarasehan itu, seluruh hadirin diberikan kesempatan untuk memberikan arahan dan juga masukan kepada Dekanat untuk kemajuan FEB. Beberapa diantaranya adalah arahan terkait adanya kontribusi akademisi kepada negara atas beberapa permasalahan yang ada dan juga  perbaikan fasilitas serta kesejahteraan serta tetap menjaga hubungan dengan para purnatugas FEB.

     

     

  • FEB UNS Menerima Kunjungan MAN 2 Cilacap

    FEB UNS Menerima Kunjungan MAN 2 Cilacap

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Cilacap di Aula Gedung Suhardi, Jumat, 13 Desember 2024.

    Para guru dan siswa yang dipimpin oleh Margiyati, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN 2 Cilacap diterima oleh Wakil Dekan Kemahasiswaan dan Alumni, Tastaftiyan Risfandy, Ph.D., Kaprodi S-1 Manajemen. Dr. Sinto Sunaryo, SE, M.Si. SHRM.CP dan Kepala Program Studi (Kaprodi) S-1 Ekonomi Pembangunan,  Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D yang diwakili oleh Andri Prasetyo, S.E. ME, Dosen EP FEB.

    Di awal sambutannya, Tastaftiyan, Ph.D mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada para guru dan siswa MAN 2 Cilacap yang telah mengunjungi FEB UNS.

    “Terima kasih atas kunjungannya, kami sangat terbuka untuk bisa sharing dan bekerja sama, terbuka lebar karena sekarang kampus diminta untuk tidak ekslusif tapi diminta inklusif bagi pihak luar. Salah satu yang bisa dilakukan di kampus yaitu dengan kerja sama berupa pengabdian masyarakat, kampus mengajar di sekolah, bisa juga dengan penelitian dan lainnya, dilakukan di sekolah maupun di eksternal kampus lainnya. InsyaAllah kerja sama ini dan kunjungan Bapak Ibu serta adik-adik semua juga sangat bermanfaat bagi kami” ungkapnya.

    Tastaftiyan, Ph.D menekankan agar para siswa tidak perlu terlalu bingung untuk memilih program studi di FEB UNS, karena pada dasarnya semua program studi di FEB UNS akan berkaitan dengan bidang-bidang ekonomi yang lebih luas. Demikian, prospek pekerjaannya juga akan luas.

    Tastaftiyan menasihati bahwa ketika menjadi mahasiswa agar giat belajar dan juga mengikuti aktifitas organisasi agar berhasil.

    ‘’Untuk bisa sukses, tidak bisa diasah hanya dibangku kelas saja, perlu juga mengikuti organisasi mahasiswa yang ada di fakultas atau universitas” ungkapnya.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa di kunjungan ini, dari perwakilan masing-masing program studi yang hadir bisa berbagi tentang prodi-prodi yang ada  di FEB UNS.

    Margiyati, S.Pd., M.Pd., Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan MAN 2 Cilacap  dalam penyampaian maksud dan tujuannya menyampaikan kunjungan ke FEB UNS diikuti oleh  120 siswa serta 6 guru pendamping. Diharapkan kunjungan ini membawa banyak pengetahuan tentang program studi dan proses pembelajaran di FEB serta  prospek kerja bagi lulusan FEB.

    Di sesi paparan prodi, Kaprodi S-1 Manajemen dan Dosen Ekonomi Pembangunan menjelaskan sekilas profil dari masing-masing prodi dilanjutkan dengan diskusi.

  • Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Hadirkan Dua Narasumber FEB UNS

    Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Hadirkan Dua Narasumber FEB UNS

    Peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Lukman Hakim, S.E, M.Si., Ph.D. dan Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D. menjadi narasumber Book Talk: Evolusi Ekonomi Kota Solo, Rabu 11 Desember 2024 di Aula Gedung Suhardi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

    Kegiatan yang digelar oleh Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta itu dihari oleh lebih dari 100 peserta, diantaranya adalah Generasi Baru Indonesia atau yang akrab dengan sapaan GenBI.

    GenBi merupakan komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia (BI) yang diarahkan untuk menjadi role model dan agent of change untuk masyarakat, garda terdepan yang membantu menyampaikan informasi dari BI (front liner), serta mengambil bagian sebagai pemimpin.

    Bhimo Rizky Samudro, Ph.D dalam paparannya menjelaskan bahwa buku Evolusi Ekonomi Kota Solo merupakan buku yang disusun bersama oleh Lukman Hakim, Hery Sulistyo JNS, Mulyanto, Soejatno Kartodirjo dkk.

    Buku ini membahas perjalanan ekonomi Solo dari masa ke masa, dan juga transformasi atau perubahan ekonomi berbasis tradisi dan modernitas.

    “Buku ini menerangkan pergerakan ekonomi kota Solo dari era kolonial kemudian pasca kemerdekaan dan masuk ke era globalisasi atau modernisasi, dan bisa kita lihat bagaimana dampak modernisasi terhadap sektor ekonomi lokalnya” ungkapnya.

    Sejarah ekonomi Solo dimasa kolonial, fokus pada pertanian diantaranya padi dan tebu. Batik menjadi komoditas penting dan pembangunan infrastuktur oleh Belanda (kereta api).

    Transformasi pasca kemerdekaan, tahun 1945 hingga 1980-an, ada kebangkitan UMKM di sektor batik dan tekstil serta adanya urbainisasi dan pertumbuhan industri kecil.

    Solo merupakan pusat ekonomi kreatif, ada festival budaya seperti Solo Batik Carnival. Demikian juga adanya revitalisasi kawasan heritage misalnya Pasar Gede dan kawasan Keraton.

    Lebih lanjut dikatakan adanya tantangan dan peluang di era modern. Tantangannya adalah urbanisasi cepat dan tekanan lingkungan akibat pembangunan. Sebagai peluang, digitalisasi UMKM dan pariwisata berbasis tradisi.

    Disimpulkan, Solo telah berhasil menyeimbangkan tradisi dan modernitas. Untuk itu, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat dan pelaku usaha.

    Lukman Hakim, Ph.D menjelaskan buku ini menganalisis evolusi ekonomi kota Surakarta sejak masa kerajaan sampai pada era reformasi dewasa ini.

    Setidaknya ada dua alasan mengapa studi tentang evolusi ekonomi kota Solo perlu dilakukan, Pertama, kota Solo mempunyai kekhasan sebagai pusat kekuasaan Jawa tempo dulu. Solo atau Surakarta merupakan ibu kota Kerajaan Mataram Islam, sebuah kerajaan besar di Nusantara dimana hingga saat ini tetap menjadi salah satu pusat kebudayaan bangsa Indonesia dan pusat perdagangan kawasan.

    Kedua, studi evolusi kota Solo merupakan cara untuk melacak akar-akar sejarah perkembangan kota dari formasi awal yang telah bertransformasi dalam bentuk sekarang ini dan untuk memproyeksikan perkembangan pada masa yang akan datang.

    Lukman juga meminjam analisis Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (2000) bahwa sesungguhnya sejarah tidak berjalan ke belakang melainkan ke depan, maka tidak ada gunanya bernostalgia tentang masa lalu yang seolah-olah merupakan “zaman keemasan” ataupun menyesali masa lalu sebagai “zaman kegelapan” sehingga menghantui masa kini. Sikap yang benar adalah, berdasarkan pengalaman masa lalu, masyarakat harus selalu siap menghadapi masa depan dengan jalan meningkatkan kemampuan mengantisipasi perkembangan mendatang.

    Di acara itu juga sekaligus mendirikan ISEI Komisariat UNS yang diketuai Bhimo Rizky Samudro SE MSi PhD, Dekan FEB UNS.

    ISEI Surakarta juga membentuk ISEI Muda untuk mewadahi para sarjana-sarjana ekonomi muda. ISEI Muda diketuai Aprilian Tri Setyan Wijaya SAk.

    Dalam sambutannya, Aprilian memaparkan ISEI Muda merupakan bagian dan menginduk dari ISEI. Organisasi ISEI merupakan organisasi profesional yang besar. Peran ISEI memperkuat sinergi untuk ketahanan dan kebangkitan ekonomi indonesia maju.

    “Kami selaku ISEI Muda fokus pada pengembangan alumni sarjana ekonomi muda di Indonesia khususnya di kota Solo. Kami percaya bahwa generasi muda mempunyai peran yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi bangsa, baik dari sisi teori, riset maupun implementasi kebijakan ekonomi yang berdampak langsung pada masyarakat. Sebagai anggota muda yang baru, saya mewakili teman-teman ingin menyampaikan visi, misi dan tujuan yang akan kita tempuh bersama-sama ke depan” jelasnya.

    Yang pertama, memperkuat peran ISEI Muda sebagai wadah untuk mengasah kapasitas dan kompetensi anggota. Di era yang penuh perubahan cepat ini, tantangan dan peluang  ekonomi terus berkembang. Sebagai generasai muda harus siap dengan pengetahun yang relevan dan keterampilan yang adaptif. Melalui seminar, diskusi, pelatihan dan kolaborasi riset, kita akan memberikan ruang kesempatan bagi anggota ISIE dan intelektual muda untuk terus belajar dan berinovasi.

    Kedua, kita akan memperluas jejaring ISEI Muda dan berbagai pihak baik dengaa organisasi kepemudaan di kota Solo maupun dalam lingkup nasional. Sebagai sarjana ekonomi muda, kita harus memiliki akses yang lebih luas terhadap informasi. Harapan kami bisa menjadi jembatan antar dunia akademisi, dunia kerja, kebijakan publik yang lebih terintegrasi.

    Ketiga, kita juga akan mendorong adanya kertelibatan aktif anggota ISEI Muda dalam berbagai isu sosial dan ekonomi yang tengah berkembang dari masalah ketimpangan ekonomi, digitasasi ekonomi hingga tantangan keberlanjutan. Kita akan menjadi bagian dari solusi dan memberikan perspektif baru yang lebih kreatif dan progresif.

    “Tidak ada perjalanan yang bisa sukses tanpa support serta dukungan  dari berbagai pihak, khususnya dari senior ISEI dan fakultas tercinta FEB UNS, oleh itu saya mengajak kita semua untuk mendukung dan memberikan yang terbaik untuk ISEI. Mengucapktan terima kasih kepada pengurus dan anggota cabang Solo yang telah memberikan ruang dan pondasi yang kokoh bagi kami ISIE Muda. Kami mohon doa restu dan support dari Bapak Ibu Senior dan Teman-Teman Muda, agar perjalanan ISEI Muda akan terus dapat bersinergi dan menjadi penyemangat baru, memberikan manfaat dampak positif bagi masyarakat khsususnya di kota Solo” pungkasnya.

  • Lebih dari 50 Startup Mahasiswa Ikuti Workshop dan FGD Peningkatan Bisnis Startup

    Lebih dari 50 Startup Mahasiswa Ikuti Workshop dan FGD Peningkatan Bisnis Startup

    Bisnis startup yang dikelola mahasiswa mempunyai peran penting bagi munculnya bisnis unggulan yang mempunyai daya inovasi tinggi. Oleh karena itu peran perguruan tinggi (PT) dalam mendukung perkembangan bisnis startup yang diinisiasi mahasiswa sangat penting bagi peningkatan pertumbuhan bisnis di Indonesia.

    Masih sedikit sekali jumlah bisnis startup mahasiswa yang mampu mengembangkan usahanya sampai menjadi perusahaan dan menghasilkan penjualan yang secara ekonomi menguntungkan.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Ahmad Ikhwan Setiawan S.E., M.T., ketua Riset Grup (RG) Pemasaran Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dalam sambutannya di acara Workshop dan FGD Peningkatan Bisnis Startup UNS, Kamis, 12 Desember 2024 di Solo.

    Lebih lanjut, Dr. Ikhwan menyemangati mahasiswa untuk optimis dalam berwirausaha.

    “Banyak sekali pelaku bisnis yang sukses karena mengawali usaha sejak dari mahasiswa. Dalam perjalanannya, mahasiswa yang berwirausaha memang terkadang ada kendala. Kami akan membersamai teman-teman, akan memberikan rekomendasi kepada stakeholder terkait usaha yang telah dibangun mahasiswa. Melalui upaya ini diharapkan terjadi percepatan startup mahasiswa dalam mencapai kinerja bisnis.” ungkapnya.

    Kegiatan yang diikuti oleh lebih dari 50 startup mahasiswa itu merupakan rangkaian penelitian  tim divisi startup dari konsorsium lima perguruan tinggi yaitu Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, Universitas Pancasakti (UPANCA) Tegal, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Sahid Surakarta dan Universitas Islam Negeri Raden Massaid Surakarta.

    Peluang dan Tantangan Eksplorasi Bisnis Startup di Bidang Energi menjadi topik workshop dengan menghadirkan Dr Dina Nurul Fitria.,S.E.,M.T., Anggota Pemangku Kepentingan Unsur Konsumen Dewan Energi Nasional RI

    Di kesempatan itu, hadir pula memberikan arahan, Dr. Dwi Prasetyani, S.E. M.Si, Direktur Alumni dan Kemahasiswaan UNS.

    Usai workshop, Tim RG Pemasaran keperilakuan dan seluruh peserta melakukan FGD untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi oleh startup mahasiswa. Faktor-faktor penting yang belum dijalankan dengan baik yang mengganggu pencapaian keberhasilan bisnis startup. Hal itu agar dapat menentukan rekomendasi untuk perbaikan manajemen bisnis dalam upaya mengidentifikasi faktor-faktor penentu keberhasilan bisnis startup.

    Sebelumnya, workshop juga telah digelar  di UII pada 13 November 2024 lalu untuk mengadakan kerja sama bagi peningkatan startup bagi mahasiswa di UNS melalui program riset dan pengabdian dan dihadiri oleh 25 startup binaan Inkubasi Bisnis dan Inovasi Bersama (IBISMA) UII.

  • Dekan: FEB Mendukung Seluruh Program Satgas PPKS UNS

    Dekan: FEB Mendukung Seluruh Program Satgas PPKS UNS

    Satgas Pencegahan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Sosialisasikan Permendikbudristek no 55 tahun 2024 tentang Pencegahan  dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi, Kamis 5 Desember 2024 di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNS.

    Kehadiran Satgas PPKS yang diketuai oleh  Prof. Dr. Ismi Dwi Astuti Nurhaeni, M.Si disambut baik oleh civitas akademika FEB UNS.

    Dekan FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si,. Ph.D menyampaikan terima kasih atas kedatangan Satgas PPKS UNS dan sangat men-support seluruh program dari Satgas PPKS UNS.

    “Ini sangat relevan sekali dengan perkembangan dinamika kampus sekarang, kita harus cegah segala bentuk kekerasan terutama kekerasan seksual dan berbagai kekerasan lain di kampus. Khususnya di FEB sangat men-support apabila nanti akan ada progam dan peran dari  Satgas PPKS UNS yang dikoordinasikan dengan FEB UNS. Yang penting kita mulai dari awal dengan sesuatu yang baik nanti akan berakhir dengan baik pula” ungkapnya

    Terkait dengan dukungan dan komitmen sebagai Dekan dan pimpinan  FEB, Bhimo Rizky Samudro, Ph.D menegaskan bahwa pimpinan FEB memiliki kewajiban untuk men-support. Yang pertama membuka kerja sama dalam rangka preventif mencegah kekerasan seksual dari awal, memberikan edukasi kepada rekan-rekan mahasiswa, dosen dan tendik. Kegiatan yang terintegrasi yang cukup perlu, dan kami sangat membutuhkan peran dari Satgas PPKS UNS.

    Yang kedua, proses pada saat penanganan kasus kami tahu harus kemana melapor, dan  bagaimana kita menyelesaikan secara bijak, mencegah agar tidak terjadi penanganan-penanganan yang diluar batas. Karena kita ada di kampus, bagaimana menangani sesuatu dengan bijak.

    Terkait  tindakan kekerasan,  Prof. Ismi menjelaskan secara khusus kekerasan seksual. Kekerasan seksual merupakan tindakan pelecehan pemaksaan dan segala bentuk perlakuan tidak pantas yang melibatkan unsur seksual.

    Pencegahan yang dilakukan melalui pembelajaran, penguatan tata kelola, penguatan budaya komunitas mahasiswa dosen dan tendik serta penataan dan peningkatan sarana prasarana di lingkungan kampus UNS. UNS melakukan penanganan kekerasan melalui pendampingan, perlindungan, penanganan, sanksi administratif dan pemulihan korban.

    Universitas menjamin pemulihan nama baik berupa permintaan maaf dari perguruan tinggi serta pemulihan hak-hak yang hilang atau ditangguhkan akibat proses pemeriksaan kekerasan seksual.

    Satgas PPKS UNS menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan kekerasan, termasuk kekerasan seksual di perguruan tinggi yang memihak kepentingan terbaik korban.

    Pencegahan dan penanganan kekerasan dilaksanakan dengan prinsip: kepentingan yang terbaik bagi korban, non diskriminasi, keadilan dan kesetaraan gender, kesetaraan hak dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas, akuntabilitas, independen, kehati-hatian, kerahasiaan, konsisten, jaminan perlindungan identitas dan jaminan ketidakberulangan.

    Mandatori satgas  PPKS sebagai lembaga bertanggung jawab untuk mendukung perwujudan kampus merdeka bebas kekerasan dan tidak mentolerir terjadinya kekerasan.

    “Jadi mari kita bersama-sama melawan kekerasan apapun termasuk kekerasan seksual, jangan ragu untuk melapor jika Anda atau teman Anda mengalami situasi yang tidak pantas, bersama kita bisa menciptakan kampus yang aman dan ramah bagi semua” pungkasnya

  • Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen

    Prodi S1 Manajemen Adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen

    Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) adakan Workshop Pendekatan Applied Research dalam Manajemen, Rabu, 4 Desember 2024 di Ruang Sidang I Gedung Prof. Suharno TS FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen Prodi Manajemen menghadirkan narasumber Prof. Drs. B.M. Purwanto, M.B.A., Ph.D.

    Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Prof. B.M. Purwanto yang telah berkenan hadir untuk sharing terkait pendekatan applied research.

    “Terima kasih kepada Prof. B.M yang telah meluangkan waktu untuk hadir di FEB UNS, kita akan bersama-sama diskusi mengenai salah satu pendekatan riset, applied research yang juga kita inginkan untuk dapat dikembangkan di Prodi Manajemen” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan, selama ini, riset yang dilakukan oleh Dosen Manajemen sebagian besar adalah adalah pure research, sehingga sharing dari pendekatan yang berbeda akan semakin memberi warna pada pendekatan riset yang dilakukan dosen.

    Applied research juga akan memberi warna, bukan hanya pada riset yang dilakukan oleh dosen tetapi juga dilakukan oleh mahasiswa.

    “Disamping pure research, kita bisa juga menggunakan applied research dan terlebih lagi mahasiswa kita sudah mulai tertarik untuk menggunakan applied research terutama mahasiswa-mahasiswa FEB yang mengambil MBKM” tuturnya.

    Harapannya, semoga diskusi ini bisa memberikan pendalaman, bagaimana kita bisa mulai dan mengembangkan pendekatan penelitian lain, salah satunya adalah applied research.

    Dari hasil perbincangan dengan Prof. B.M, hasil dari diskusi ini, bukan hanya pada konteks penelitian yang dilakukan sebagai dosen, tapi juga apa arah yang sedang dituju fakultas dalam rangka eligibility menuju akreditasi internasiona AACSB.

    “Pendekatan-pendekatan riset yang dilakukan menjadi salah sau poin yang dipertimbangkan dalam AACSB. Kehadiran Prof. B.M akan dioptimalkan untuk pengembangan wawasan dan kesiapan kita untuk menuju AACSB “ paparnya,

    Ini adalah kegiatan awal, ke depan Prodi Manajemen bersama Prof BM akan lanjut diskusi yang lebih dalam terkait pendekatan penelitian.

    Di kegiatan itu, Siti Khoiriyah, S.E., M.Si memandu jalannya sesi paparan narasumber dan juga diskusi.