FEB

Kategori: fakultas

  • 9 Tim Lolos Final Sebelas Maret Investment Champhionship (SMIC) 2024

    9 Tim Lolos Final Sebelas Maret Investment Champhionship (SMIC) 2024

    Sebelas Maret Investment Festival (SMARTVEST) adalah program kerja tahunan dari Investor Club Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    SMARTVEST merupakan ajang perlombaan untuk tingkat mahasiswa bagi mahasiswa Diploma dan Strata 1 seluruh Indonesia yang menguji pengetahuan tentang dunia investasi yang terdiri dalam beberapa rangkaian perlombaan.

    Diharapkan dengan terselenggaranya SMARTVEST 2024 ini mahasiswa dapat mengevaluasi sejauh mana mahasiswa tersebut paham mengenai dunia pasar modal, khususnya saham, dan untuk meningkatkan wawasan mahasiswa di dunia pasar modal, seperti teori-teori mengenai saham, analisis saham, baik analisis fundamental dan teknikal, dan lainnya.

    Pernyataan itu disampaikan Abel Rizky Agustian,  Direktur Investor Club FEB UNS saat sambutan di pembukaan Final Sebelas Maret Investment Champhionship (SMIC) 2024, Jumat 4 Oktober 2024 di Aula Lantai 5 Gedung Soedarah Soepono.

    Lebih lanjut dijelaskan, dalam ajang ini ada 3 rangkaian acara yaitu lomba investasi SMIC, Field trip, dan Seminar yang bernama Investalk.

    SMIC 2024 merupakan salah satu dari rangkaian Sebelas Maret Investment Festival (SMARTVEST) 2024 yang mengusung tema, “The Future Prospect of Indonesia’s Capital Market: Taking Advantage of Economy Distrust”.

    SMIC diikuti peserta yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

    Sembilan tim berhasil masuk dalam final dan akan melaksanakan 3 tahapan kompetisi yang dilaksanakan 4 – 6 Oktober 2024 meliputi post test, presentasi paper dan stocklab.

    Kesembilan tim tersebut yakni 1 tim dari Politeknik Negeri Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Mataram, Universitas Negeri Semarang, Universitas Brawijaya, Universitas Terbuka Surakarta, dan 3 tim dari UNS.

    Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendorong pengembangan strategi investasi, mengembangkan minat generasi muda terhadap dunia pasar modal, serta mendorong jiwa kompetitif dalam persaingan pasar saham.

  • Lebih dari 300 Peserta Ikuti Seminar Nasional Optimalisasi Potensi Generasi Muda dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkular melalui Media Sosial dan Budaya

    Lebih dari 300 Peserta Ikuti Seminar Nasional Optimalisasi Potensi Generasi Muda dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkular melalui Media Sosial dan Budaya

    Himpunan Mahasiswa Jurusan S-1 Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Annual Conference of Economics Forum 2024 (18th ALCOFE), Rabu 2 Oktober 2024 di Aula Gedung Suhardi.

    Seminar Nasional bertema Optimalisasi Potensi Generasi Muda dalam Mewujudkan Ekonomi Sirkular melalui Media Sosial dan Budaya diikuti lebih 300 peserta.

    Hadir sebagai narasumber Dr. Anto Prabowo, MBA, Deputi Komisioner Advisor Senior Direktorat Operasional Sumber daya Manusia Otoritas Jasa Keuangan; Anindytha Arsa, Edu-Content Creator Special Advisor Team at Kemenpora RI, serta Rifal Afandi, President GenBI Solo.

    Muhammad Yusuf Indra Purnama, S.E., M.Rech.,Ph.D. Ketua Program Studi S1 Ekonomi Pembangunan dalam sambutannya menyampaikan  topik seminar ini sangat relevan untuk didiskusikan pada hari ini.

    “Kita berbicara tentang ekonomi yang berkelanjutan, ada peran anak muda, disini juga ada bagaimana sosial media, dan juga ada bagaimana budaya yang itu sebenarnya menjadi kekuatan kita, kekuatan sebagai bangsa yang secara kultural salah satu negara yang sangat beragam, seringkali keragaman budaya ini menjadi poin penting untuk melakukan inovasi” terangnya.

    Dikatakan, topik ekonomi sirkular banyak yang telah mendiskusikan dan hari ini para mahasiswa akan banyak belajar dari para narasumber.

    Berbeda dengan pemikiran ekonomi linier yang beranggapan bahwa proses jalannya perekonomian seperti proses konvensional, memproduksi, menggunakan dan kemudian terdapat sisa hasil produksi yang terkenal dengan limbah. Berbicara tentang ekonomi sirkular, harapannya membawa dampak keberlanjutan, maka poin penting adalah adanya inovasi.

    Lebih lanjut disampaikan kita punya modal penting terkait kekayaan budaya kita. Dan tidak kalah penting, peran sosial media, bagaimana campaign, menyuarakan ekonomi sirkular sampai ke semua lapisan masyarakat. Para mahasiswa yang diharapkan menjadi agen perubahan dengan mengoptimalkan beberapa kanal informasi, sosial media.

     “Terakhir saya mengajak kepada para peserta untuk manfaatkan forum untuk saling bertukar pikiran, bertanya apapun yang sangat relevan dengan pembicara-pembiara yang akan hadir hari ini, semoga acara hari ini tidak hanya berhenti di gedung ini, kalian masing-masing bisa menerapkan, karena bicara ekonomi berkelanjutan tidak hanya berhenti di kelas, tidak hanya berhenti di seminar, bagaimana peran kita masing-masing sekecil apapun itu, misalkan  bagaimana sampah itu dikelola, bagaimana mengusahakan rantai produksi itu sepanjang mungkin sehingga pemanfaatan sumber daya itu bisa berkelanjutan” pungkasnya.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni menambahkan untuk mewujudkan ekonomi sirkular tidak mudah karena perlu kerja sama dari semua pihak, pemerintah, industri, dan para generasi muda sebagai agen yang mempromosikannya.

    “Semakin kita menggaungkan hal-hal yang positif seperti ekonomi sirkular ini, kedepannya harapan kita bisa masuk ke pemangku kebijakan, para pimpinan, anggota  DPR, menteri dan presiden, akan jadi kebijakan yang sustain” pungkasnya.

  • FEB UNS Menerima Kunjungan Badan Pertimbangan Fakultas FEB UNAIR

    FEB UNS Menerima Kunjungan Badan Pertimbangan Fakultas FEB UNAIR

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menerima kunjungan Badan Pertimbangan Fakultas (BFP) FEB Universitas Airlangga melakukan kunjungan balasan, Rabu 2 Oktober 2024.

    Kunjungan yang dipimpin oleh Dekan FEB UNAIR disambut oleh Pimpinan dan Senat Akademik Fakultas (SAF) FEB UNS di Aula Lantai 5 Gedung Soedarah Soepono.

    Dekan FEB UNS, Bhimo Rizky Samudro, S.E, M.Si, Ph.D dalam sambutannya melalui daring menyampaikam terima kasih atas kunjungan balasan dari BPF FEB UNAIR.

    “Terima kasih atas kunjungan balasan ini, kami merasa tersanjung dan kami berusaha akan memberikan sambutan sebaik-baiknya. Semoga kunjungan kerja ini dapat memberikan manfaat kedepannya agar kita bisa meningkatkan kerja sama, meningkatkan kolaborasi dari berbagai bidang, baik pendidikan pengajaran maupun penelitian untuk lebih baik ke depannya” terangnya.

    Dihadapan 23 delegasi dari BFF UNAIR, Dekan FEB UNS mengucapkan selamat datang di kota Solo dengan segala kekhasannya. Semoga merasa nyaman, mendapatkan inspirasi yang baru selama berkunjung di kota Solo.

    Dekan juga meminta maaf tidak dapat membersamai secara offline di tanggal 2 Oktober ini karena mendapatkan penugasan dari bapak Rektor untuk berkunjung ke Universitas Hasanuddin Makasar.

    Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak., Dekan FEB UNAIR menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dari FEB UNS yang begitu hangat, diawali dengan jamuan serta hiburan keroncong.

    “Terima kasih kepada Prof. Tulus dan semua pimpinan di FEB UNS atas sambutannya yang hangat dengan jamuan makan siang dan musik keroncongnya. Kami dan rombongan ke FEB UNS adalah utamanya dalam rangka kunjungan balasan dari BPF FEB UNAIR  ke FEB UNS, anggota dari BPF terdiri dari guru besar, perwakilan departemen serta perwakilan dosen” ungkapnya.

     

     

    Prof. Dian menekankan kembali apa yang disampaikan Dekan FEB UNS bahwa antara FEB UNS dan FEB UNAIR harus selalu berkolaborasi untuk bersama-sama meningkatkan mutu pendidikan tinggi masing-masing.

    Sebelum sesi diskusi Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek., Ketua SAF FEB memaparkan tentang   SOTK SAF UNS serta menjelaskan tentang wewenang dan pengenalan nama komisi dan tim

    Acara dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Wakil SAF FEB UNS, Dr. Sinto Sunaryo, S.E., M.Si.,SHRM.CP.

  • Workshop Pengembangan Kurikulum Prodi MM Bahas Permendikbudristek No 53 Tahun 2023

    Workshop Pengembangan Kurikulum Prodi MM Bahas Permendikbudristek No 53 Tahun 2023

    Program Studi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Pengembangan Kurikulum Program Studi S2 Magister Manajemen, 27-28 September 2024 di Bandungan.

    Hadir sebagai narasumber, Mirwan Surya Perdhana, S.E., M.M., Ph,.D., Kepala Program Studi MM Universitas Diponegoro dan Prof. Dr. sc. Agr.Ir. Adi Ratriyanto, S.Pt., M.P., IPU., ASEAN Eng, Tim Penyusun Draft Peraturan Rektor UNS turunan Permendikbudristek No 53 Tahun 2023.

    Kegiatan yang diikuti oleh Dosen Prodi MM dimoderatori Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A.

    Penanggungjawab kegiatan,  Retno Tanding Suryandari, S.E., M.E., Ph.D. menyampaikan saat ini kita menghadapi salah satu peraturan baru terkait perubahan kurikulum yang memang harus ditindaklanjuti karena peraturan baru Permendikbud nomor 53 Tahun 2023 ini harus sudah diimplementasikan pada tahun 2025.

    Dikatakan, saat ini memang dari universitas belum ditetapkan peraturan turunannya, sehingga selain mengundang Kaprodi MM UNDIP karena diundip sudah melaksanakan, di kegiatan ini juga menghadirkan Prof. Adi Ratriyanto sebagai salah satu anggota tim yang menyusun peraturan universitas sebagai turunan dari Permenristekdikti nomor 53 Tahun 2023.

    “Urgensinya lebih pada untuk MM ada penambahan SKS yang harus dicapai, dari saat ini 36 nantinya akan menjadi 54 minimal sampai 72 maksimal. Salah satu yang di highlight adalah publikasi sudah tidak menjadi wajib lagi diseminasinya, akan tetapi beberapa diskusi yang saya ikuti di universitas, untuk UNS itu masih akan tetap diwajibkan pada titik tertentu sehingga dengan penambahan SKS ini tentu saja kita perlu diskusikan”jelasnya.

    Lebih lanjut disampaikan,  dari hasil diskusi ini nanti harapannya akan menjadi bekal karena tahun depan MM sudah menghadapi reakreditasi. Akreditasi MM berakhir di bulan November 2025.

    Dr. Retno juga menyampaikan hingga saat ini untuk mempersiapkan akreditasi memang sudah ada pengumpulan-pengumpulan data awal yang tentu saja akan ditindaklanjuti oleh Dr. Lilik Wahyudi sebagai Kaprodi MM yang baru.

    Prof. Adi Ratriyanto memaparkan materi Arah Kebijakan Peraturan Rektor (draf) tentang Program Magister dan Doktor, sedangkan menjelaskan implementasi Permendikbudristek no 53 tahun 2023 di UNDIP.

    Dalam workshop tersebut, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dengan kedua narasumber.

    Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan pembahasan kurikulum Prodi MM yang dipandu oleh Kaprodi MM periode 2024-2029, Dr. Lilik Wahyudi, S.E., M.Si.

  • KEI FEB UNS Gelar Webinar  Nasional, Angkat Tema Langkah Mudah menjadi Investor Muda Melalui Investasi Saham Syariah

    KEI FEB UNS Gelar Webinar  Nasional, Angkat Tema Langkah Mudah menjadi Investor Muda Melalui Investasi Saham Syariah

    Unit Kegiatan Mahasiswa Kajian Ekonomi Islam (KEI) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) berkolaborasi dengan IDX Syariah serta  Korean Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) sukses menggelar webinar nasional yang bertema Langkah Mudah menjadi Investor Muda Melalui Investasi Saham Syariah.

    Kegiatan yang digelar Sabtu 21 September 2024 menghadirkan  Deri Yustria selaku Divisi Pasar Modal Syariah, Asep Saepul Milah dari Korea Investasi Sekuritas, serta Mohammad Rofiul Azka Nahdi sebagai Duta Literasi Syariah pada rangkaian kegiatan

    Lebih dari 50 mahasiswa dari berbagai universitas mengikuti kegiatan tersebut secara daring.

    Materi pertama dibuka oleh Mohammad Rofiul Azka Nahdi sebagai Duta Literasi Syariah.

    Azka menyampakan materinya yang bertemakan bagaimana membuat Financial Planning terutama bagi mahasiswa. Ia menjelaskan perlunya membuat perencanaan keuangan dan investasi saat ini.

    “Untuk memastikan orang yang kita cintai hidup sejahtera, hasrat mewujudkan cita-cita dan tujuan hidup, serta untuk mengantisipasi adanya pengeluaran yang mendadak, itu semua dapat dicapai dengan membuat rencana keuangan yang tepat dan terstruktur” ungkapnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, langkah-langkah perencanaan keuangan dapat dimulai dengan menganalisis kebutuhan seperti, rumah sebagai tempat tinggal, menempuh pendidikan yang tinggi, dan membuat tabungan untuk masa pensiun.

    Kedua, mencatat seluruh pendapatan dan pengeluaran secara terperinci. Kebiasaan mencatat semua pendapatan dan pengeluaran sehari-hari berguna agar kita dapat mengetahui darimana saja dan kemanakah uang kita mengalir.

    Ketiga, membuat perencanaan alokasi dana dari penghasilan yang kita peroleh. Tentukan proporsi dana mana yang akan dialokasikan pada pos kebutuhan pokokl, tabungan, investasi, dan zakat.

    Keempat adalah mengevaluasi dan menyesuaikan kembali rencana keuangan secara berkala untuk memastikannya agar tetap relevan dan efektif.

    Narasumber webinar yang kedua  Derry Yustria SE., MBA., CFP yang merupakan pejabat di  lingkungan IDX Syariah sejak tahun 2008 sampai sekarang.

    Ia menjelaskan manfaat berinvestasi di saham syariah untuk masyarakat umum, seperti  saham yang sifatnya dapat diwariskan, dihibahkan, dan dijadikan mahar untuk menikah.

    Pembicara yang ketiga adalah Asep Muhamad Saepul Milah, S.Pd., RTA. seorang spesialis investasi berpengalaman yang saat ini bekerja Korean Investment di sebagai spesialis investasi.

    Asep menjelaskan betapa pentingnya berinvestasi sebagai mahasiswa apalagi mahasiswa rantau tentu memiliki pengeluaran besar dan terkadangan terdapat pengeluaran mendadak dalam jumlah yang besar.

    “Sebagai mahasiswa apalagi mahasiswa rantau tentu memiliki pengeluaran yang besar dan terkadang terdapat pengeluaran mendadak dalam jumlah yang besar. Jika mengalami keadaan seperti itu, kita semua pasti sadar bahwa investasi dalam menyelamatkan kondisi finansial khususnya pada masa krisis finansial atau ketika uang kita sudah habis sebelum akhir bulan” terangnya.

    Dari ketiga narasumber, mahasiswa banyak mendapatkan wawasan tentang investasi syariah.

  • HMJ EP Gelar LKTI Tingkat Nasional, 9 Tim Adu Gagasan di Final

    HMJ EP Gelar LKTI Tingkat Nasional, 9 Tim Adu Gagasan di Final

    Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) Tingkat Nasional.

    Karya tulis yang masuk sejumlah 37 tim, dinilai berdasarkan mekanisme penilaian tim juri dan akan dipilih 10 tim untuk mengikuti tahap presentasi. Kesepuluh karya ini akan disaring kembali untuk mencari 3 karya tulis terbaik.

    Pada tahap final, dari kesepuluh tim yang lolos, hanya 9 tim yang dapat mengikuti presentasi, adu gagasan ilmiahnya pada Selasa, 24 September 2024 di Aula Perpustakaan UNS.

    Kesembilan tim tersebut berasal dari berbagai perguruan tinggi yakni Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Sebelas Maret, Politeknik Negeri Semarang Universitas Linggabuana PGRI Sukabumi, dan Universitas Negeri Yogyakarta.

    Ketua LKTI, Alya Angelica Kusuma menyampaikan LKTI Tingkat Nasional merupakan satu dari rangkaian acara Annual Conference of Economics Forum 2024 (18th ALCOFE) dengan tema “Towards Sustainable Futures: Unveiling Creative and Innovative Pathways within the Framework of Circular Economy”.

    Tema utama yang diangkat dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Tingkat Nasional tahun ini adalah “Sinergi Antarsektor untuk Mengatasi Tantangan Ekonomi Sirkular di Era Modern”.

    Kegiatan ini bertujuan menggali potensi mahasiswa untuk meningkatkan pemahaman dan kepekaan tentang potensi ekonomi sirkular dengan ekonomi kreatif dalam mengatasi berbagai masalah dan tantangan global.

    “Ini merupakan ajang kompetisi bagi mahasiswa Program Studi Ekonomi maupun non- Ekonomi yang berasal dari berbagai universitas di Indonesia. Dalam kompetisi ini peserta diajak untuk menuangkan pemikiran dan kreativitasnya dalam sebuah karya tulis” jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskan rangkaian acara ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi terciptanya masa depan yang lebih lestari dan sejahtera bagi semua.

    Tidak hanya akan mengurangi tekanan terhadap sumber daya alam dan lingkungan, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi yang dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan ekonomi.

    Melalui sinergi ini, kita dapat membangun sebuah ekosistem ekonomi yang tidak hanya produktif dan efisien, tetapi juga berkelanjutan.

    Sementara itu, Ratna Malisa Indriawati, S.E., M.E., Dosen FEB mewakili Prodi Ekonomi Pembangunan menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan LKTI Tingkat Nasional.

    Dikatakan, dari apa yang ditulis oleh para mahasiswa, tidak hanya memiliki kemanfaatan di saat ini, tapi juga untuk 5 atau 10 tahun mendatang .

    “Apa yang kalian tuliskan tidak hanya dibicarakan hari ini tapi juga untuk 5 atau 10 tahun mendatang.  Kalian adalah bagian dari generasi emas, yang akan menjadi tonggak bangsa, selamat datang dan selamat berkompetisi” ungkapnya.

    Tim juri terdiri menjadi 3 orang yakni Muhammad Nur Hikmat, S.E. M.E., Akademisi UNS; Dari lembaga eksternal yakni Dr.(c). Ghulam Fathul Amri, SH, SST, ME, MESy, MKn, MM, MT, dari Pemkot Surakarta,  dan Rony Widjanarko, Sh, MH, Kepala UPTD Balitbangda Kota Surakarta

     

  • Alumni Talk, Berikan Motivasi kepada Mahasiswa PDIE

    Alumni Talk, Berikan Motivasi kepada Mahasiswa PDIE

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Alumni Talk di Gedung Ki Hadjar Dewantara UNS, Selasa 24 September 2024

    Alumni Talk yang diikuti oleh alumni dan juga mahasiswa PDIE itu menghadirkan tiga pembicara, Dr. Erna Setiany, M.Si, Ak. Wakil Rektor Universitas Mercu Buana,Dr. Anto Prabowo, MBA, Depkom-Advisor Senior OJK, Dr. Rochmat Aldy Purnomo, M.Si, Univeristas Muhammadiyah Ponorogo.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Plt. Kepala Program Studi (Kaprodi) PDIE dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin yang digelar sekali dalam setahun.

    Di tahun ini, PDIE menghadirkan tiga narasumber yang mewakili alumni peminatan di PDIE, Dr. Erna, dari peminatan Akuntansi, Dr. Anto dari Manajemen dan Dr. Rochmat Aldi dari minat Ekonomi Pembangunan.

    Lebih lanjut disampaikan bahwa peran alumni PDIE sangat penting sekali untuk akreditasi PDIE.  Sudah ada lebih dari 155 alumni PDIE dan sudah terdata sehingga jika nanti ada acara, bisa digiatkan alumninya. Tahun 2026 nanti akan reakreditasi dengan instrumen Lamemba.

    Prof. Rahma juga menyampaikan saran dari asesor di Tahun 2022 lalu, hendaknya program doktor dibuat terpisah, PDIE, Program Doktor Ilmu Akuntansi (PDIA), dan Program Doktor Ilmu Manajemen (PDIM).

    “Otomatis yang PDIE ini untuk Ekonomi Pembangunan, kemudian yang manajemen dan akuntansi nanti bisa membuat proposalnya sendiri, itu saran dari asesor kemarin karena linieritas itu penting” katanya kemudian.

    Lebih lanjut disampaikan rata-rata lama studi di PDIE Itu 4,2 tahun, idealnya 3 sampai 4 tahun. Jika mendapatkan beasiswa studi  untuk 3 tahun dan bisa diperpanjang 1 tahun.

    “Mahasiswa yang ada di sini semangat ya, nanti mendengarkan ulasan dari tiga pembicara alumni menjadi semangat, termotivasi untuk menyelesaikan tepat waktu diwaktu yang tepat 3 sampai 4 tahun aja karena kalau 4 tahun lebih 5 tahun 6 tahun jadi jelek reratanya” ungkapnya menyemangati.

    Berbagai kegiatan yang melibatkan narasumber dari luar negeri juga sudah banyak dilakukan, demikian juga kerja sama dalam penelitian dan supervisi.

    Sementara itu,  Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari,S.E., M.Si., AKT., CA., Ketua Alumni PDIE mengatakan akan selalu siap membantu PDIE.

    “Dari awal kami menjadi pengurus alumni PDIE berharap sekali agar PDIE semakin lebih baik kualitasnya dari kami sebagai angkatan pertama. Jadi kami berharap sekali para pengelola untuk tidak mentolerir turunnya kualitas PDIE. Kalau perlu dinaikkan terus, kami siap bantu untuk untuk mewujudkan itu sehingga nanti PDIE juga tidak kalah dengan program doktor dari kampus-kampus yang sudah lebih maju. Kami siap untuk bekerja sama membantu untuk menyukseskan seluruh program PDIE yang melibatkan alumni” jelasnya.

    Mudah-mudahan dengan makin banyaknya alumni dari berbagai disiplin ilmu dari berbagai tempat kerja akan semakin membuat PDIE UNS diperhitungkan.

    Ketiga narasumber, Dr. Erna, Dr. Anto dan Dr. Aldy memberikan banyak wawasan dan motivasi kepada peserta yang hadir yang sebagai besar merupakan mahasiswa PDIE.

  • DDTC, Mitra Strategis FEB UNS Menangkan 2 Penghargaan Pajak dari Lembaga Internasional

    DDTC, Mitra Strategis FEB UNS Menangkan 2 Penghargaan Pajak dari Lembaga Internasional

    Mitra strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Danny Darussalam Tax Center (DDTC) meraih 2 penghargaan bidang pajak dalam ajang ITR Asia-Pacific (APAC) Tax Awards 2024. Penghargaan diberikan oleh International Tax Review (ITR), lembaga internasional yang berbasis di London, UK.

    Penghargaan pertama adalah Pro Bono Firm of the Year kelompok Regional Awards (Asia-Pasifik). Penghargaan kedua adalah Tax Dispute Firm of the Year kelompok Jurisdiction Awards (Indonesia).

    Berdasarkan keterangan tertulis dari DDTC, Managing Partner DDTC Consulting David Hamzah Damian, mewakili  Founder DDTC Darussalam dan Danny Septriadi menerima secara langsung kedua penghargaan pada malam puncak ITR APAC Tax Awards 2024 di Leonardo Royal Hotel Tower Bridge London, UK, Rabu, 18 September 2024.

    Editor ITR at Legal Benchmarking Group Thomas Baker mengatakan kemenangan atas Tax Dispute Firm of the Year dilihat dari tingkat keberhasilan perusahaan dalam menyelesaikan sengketa pajak di berbagai sektor dengan pendekatan yang inovatif.

    “Proses penilaian atau penelitian dari ITR ini sudah berlangsung cukup lama dan melibatkan banyak pihak,” kata Baker.

    Kemudian, Editor ITR at Legal Benchmarking Group Sam Sholli mengatakan kemenangan atas Pro bono Firm of the Year dilihat dari komitmen perusahaan dalam memaksimalkan peran profesi di bidang perpajakan bagi publik secara luas.

    “Dengan berkontribusi untuk sistem perpajakan yang ideal dan mengeliminasi asimetri informasi dalam masyarakat perpajakan,” ujar Sholli.

    Founder DDTC Darussalam mengatakan kemenangan atas penghargaan ini menjadi pengakuan dunia internasional atas konsistensi DDTC yang sudah 17 tahun menghidupi visi, menjalankan misi, serta menerapkan nilai perusahaan. Visi, misi dan nilai DDTC merupakan hasil racikan yang seimbang antara aspek komersial dan nonkomersial.

    Terlebih, lanjut Darussalam, seluruh kegiatan perusahaan berangkat dari realitas belum terbentuknya masyarakat melek pajak, masih rendahnya kepatuhan dan kesadaran pajak, terbatasnya jumlah basis pajak, serta belum banyaknya ahli pajak.

    Alhasil, sebagian besar perolehan dari klien atas jasa profesional juga DDTC kembalikan lagi kepada masyarakat serta pemangku kepentingan di sektor perpajakan, terutama Indonesia. Kedua penghargaan tersebut menjadi bukti aspek komersial dan nonkomersial justru saling memperkuat.

    “Kami percaya siklus yang tidak berhenti pada aspek komersial belaka justru akan menciptakan ekosistem pajak lebih baik karena profesi konsultan pajak bersifat mulia atau terhormat (officium nobile). Penghargaan ini akan memacu DDTC untuk tetap konsisten di jalur ini,” ujarnya.

    Konsep officium nobile, sambungnya, berangkat dari anggapan bahwa pada hakikatnya suatu profesi tidak hanya berorientasi bagi keuntungan, tetapi juga bagaimana memberikan atau mendedikasikan keahliannya bagi kepentingan pajak.

    Founder DDTC Danny Septriadi mengatakan seluruh pihak eksternal DDTC merupakan klien. Oleh karena itu, DDTC memiliki tanggung jawab profesi kepada komunitas perpajakan. Berbagai produk, jasa, atau kegiatan selalu berfokus untuk memenuhi tanggung jawab tersebut.

    “Semoga penghargaan ini dapat memacu para profesional DDTC untuk terus berkontribusi mewarnai dunia perpajakan Indonesia,” kata Danny

  • Tim Pengabdian Masyarakat UNS Dampingi Pelaku Usaha Pengolahan Jagung di Kabupaten Boyolali

    Tim Pengabdian Masyarakat UNS Dampingi Pelaku Usaha Pengolahan Jagung di Kabupaten Boyolali

    Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Dr. Rita Noviani, S.Si., M.Sc, Prof. Ir. Ubaidillah, S.T., M.Sc., Ph.D. dan juga sejumlah mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Kabupaten Boyolali.

    Tim melakukan pendampingan kepada dua pelaku UMKM yang memiliki usaha olahan jagung di Kabupaten Boyolali yakni  Snack Kupu dan Keripik Jagung Bu Parni yang dimulai sejak Mei 2024 dan saat ini masih dalam pendampingan.

    Snack Kupu bergerak pada olahan marning dengan produk unggulannya adalah “Marning cornerz” dengan tagline” Marning Enak Gak Bikin Gigi Retak”.

    Snack Kupu didirikan oleh oleh Ibu Siti Nurhasanah sejak tahun 2019 dengan dua varian rasa yaitu rasa gurih (original) dan pedas manis dan terus berinovasi dengan mengembangkan varian rasa dan kemasan yang modern. Saat ini “Marning Cornerz” memiliki lima varian rasa marning yaitu coklat, capucino, vanilla, lemon, dan strawberry.

    Inovasi yang direncanakan oleh pelaku usaha saat ini adalah dengan melakukan variasi ukuran produk dalam bentuk sachet 20 gr agar harga terjangkau oleh masyarakat tingkat menengah ke bawah. Karena ketidaktersediaan alat pengemas sachet, inovasi yang direncanakan belum terealisasi.

    Keripik Jagung Bu Parni di dirikan pada tahun 2019 dan hanya fokus pada produk olahan keripik jagung. Dibandingkan dengan Snack Kupu, keripik singkong Bu Parni tidak cukup modern dan masih konvensional mulai dari proses produksi, manajemen usaha dan keuangan, proses pengemasan, dan proses pemasaran.

    Fokus utama pengabdian kepada dua pelaku usaha tersebut adalah meningkatkan pemasaran UMKM marning sebagai produk unggulan Kabupaten Boyolali dengan metode triple helix melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, serta pemerintah daerah Kabupaten Boyolali demi terwujudnya UMKM berkualitas, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

    Secara umum metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui pengadaan teknologi, edukasi, pendampingan serta keterlibatan langsung dengan mitra.

    Kegiatan perencanaan dimulai dari tahap identifikasi masalah, survei kondisi mitra, serta diskusi dan penandatanganan kerja sama dengan mitra untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan penyusunan proposal kegiatan.

  • Sharing Session Prodi MM, Terima Kasih Alumni Turut Memajukan FEB UNS

    Sharing Session Prodi MM, Terima Kasih Alumni Turut Memajukan FEB UNS

    Kedekatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) dengan alumninya memang sangat baik sekali, terutama dalam 2 tahun ini.

    Hal ini ditandai dengan telah berdirinya Yayasan KAFEB dan sudah ada endowment fund. Di Watu Abadi sudah banyak alumni yang berkontribusi, termasuk juga angkatan 89.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Dwi Prasetyani, SE. M.Si., Direktur Direktorat Alumni dan Kewirausahaan Mahasiswa UNS saat memberikan sambutan di Sharing Session: Balancing Corporate, Business and People Development yang diselenggarakan oleh Program Studi (Prodi) Magister Manajemen (MM) FEB UNS, Sabtu 21 September 2024 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB.

    Lebih lanjut dijelaskan, beasiswa yang diberikan oleh KAFEB selama 2 tahun ini mengalami perkembangan yang luar biasa.

    Dari tahun pertama yang hanya mengalokasikan sekitar 24 juta, tahun kedua 184 juta. Beasiswa tersebut diberikan kepada mahasiswa dengan 3 kriteria yakni prasejahtera, prestasi dan beasiswa untuk aktifis.

    Selain beasiswa KAFEB, juga ada Bakti Almamater yakni pendampingan untuk mahasiswa, mentoring untuk lowongan pekerjaan yang ada di BUMN dan di perbankan. KAFEB memberikan pendampingan dari pendaftaran hingga tahap wawancara.

    Bakti Almamater yang dilakukan oleh KAFEB juga memberikan pembiayaan tambahan untuk mahasiswa yang melakukan kegiatan-kegiatan prestasi mahasiswa.

    “Fakultas akan sangat berterima kasih sekali dan sangat menunggu support dan bantuan dari alumni. Support alumni tersebut juga perlu dikomunikasikan agar support tersebut betul-betul meningkatkan atau mengakselerasi prestasi FEB. Sehingga bantuan dari alumni bisa meningkatkan reputasi FEB baik nasional maupun internasional” terangnya.

    Selain itu, juga ada penggalangan dana lain diluar KAFEB yakni Gerbang Pitulungan yang khusus diamanahkan dari para alumni hanya untuk beasiswa mahasiswa.

    Dr. Dwi Prasetyani sangat menghargai dan sangat mengapresiasi kepada FEB UNS dan KAFEB.

    “KAFEB UNS merupakan kebanggaan kita bersama. Satu-satunya fakultas di UNS yang memiliki yayasan dan memiliki endowment fund hanya di FEB. Secara nasional juga tidak banyak yang memiliki endowment fund di level fakultas. Apa yang dilakukan FEB UNS bisa menjadi benchmarking di UNS, kita sebarkan ke fakultas-fakultas lain. Terima kasih kepada alumni yang sudah sangat punya komitmen dan integritas untuk bersama-sama memajukan FEB dan UNS” tutupnya.

    Sementara itu, Dekan FEB UNS dalam sambutannya juga menekankan perlunya sense of belonging atau rasa memiliki yang tertanam bagi setiap alumni. Alumni yang tidak melupakan institusinya, bahkan bangga dan menghargai kepada institusinya.

    “Ketika dia berhasil, ketika dia pada titik tertentu keberhasilannya, harapan kami adalah ingat kepada institusinya, menyadari, dia terbentuk karena padepokan saat dia belajar, masa hidupnya adalah bernilai saat studi di UNS” tuturnya kemudian.

    Di Sharing Session, Prodi MM menghadirkan tiga pembicara yang juga merupakan alumni FEB UNS angkatan 89 yakni Heri Purnomo, Direktur SDM dan Umum PT Alumni, dan Eko Ariantoro, Komisaris Utama PT. Elnusa, Danang Andriyanto dari Bank Mandiri.

    Retno Tanding Suryandari, Ph,D., Kepala Program Studi MM menjadi moderator di acara yang diikuti oleh para mahasiswa S-1, S-2 , S-3 dan juga oleh alumni angkatan 89.

    Kegiatan berjalan lancar dan banyak doorprize dibagi-bagikan untuk peserta yang aktif selama acara berlangsung.