FEB

Kategori: fakultas

  • Prodi Magister Akuntansi FEB UNS Adakan Scientific Paper Writing Workshop, Hadirkan Prof. Andrea Moro,

    Prodi Magister Akuntansi FEB UNS Adakan Scientific Paper Writing Workshop, Hadirkan Prof. Andrea Moro,

    Program Studi (Prodi) Magister Akuntansi adakan Scientific Paper Writing Workshop dengan tema How to become a Scholarly Writer of Scientific Papers, Kamis 19 Oktober 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS.

    Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa Magister Akuntansi tersebut menghadirkan Prof. Andrea Moro, Professor of Entrepreneurial Finance, Cranfield University, UK

    Dalam sambutannya, Kepala Program Studi (Kaprodi) Magister Akuntansi, Dr. Wahyu Widarjo, S.E., M.Si., CRP., CFrA. mengucapkan  terima kasih atas kehadiran Prof. Andrea Moro atas kesediaannya menjadi dosen tamu untuk Program Studi Magister Akuntansi, FEB UNS.

    Dr. Wahyu mengatakan Prodi Magister Akuntansi memiliki visi “Menjadi program studi magister akuntansi yang unggul dan berkelanjutan di tingkat nasional dan internasional berdasarkan nilai-nilai luhur budaya nasional”. Oleh karena itu, Program Studi Magister Akuntansi berkomitmen untuk menyelenggarakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dapat bersaing secara internasional.

     

    Tahun ini, Program Studi Magister Akuntansi menginisiasi kegiatan terkait tujuan ini, untuk meningkatkan daya saing internasional. Salah satunya adalah meningkatkan kualitas publikasi mahasiswa.

    “Oleh karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Prof. Moro yang akan memberikan materi tentang cara menulis artikel untuk publikasi di jurnal internasional terkemuka. Saya berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Magister Akuntansi untuk menulis karya ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal internasional terkemuka’ ungkapnya.

    Di dalam sesi penyampaian materi, Prof. Moro memberikan beberapa point penting terkait bagaimana cara menulis artikel untuk dipublikasikan di jurnal bereputasi internasional. Ia menjelaskan tentang komponen-komponen penting dalam sebuah paper, termasuk pada bagian literatur review dan methodology and data yang bisa kita sebut dengan the research tools. Prof. Moro juga memberikan beberapa tips terkait pencarian data di AI dan juga terkait pure marketing.

    Harapannya dengan adanya seminar ini, dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa Program Studi Magister Akuntansi dalam menulis karya ilmiah dan mempublikasikannya di jurnal bereputasi internasional.

  • RG Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Sragen, Pemanfaatan dan Pengelolaan Bunga Telang

    RG Green Economy dan Sustainable Development FEB UNS melaksanakan Pengabdian Masyarakat di Sragen, Pemanfaatan dan Pengelolaan Bunga Telang

    Riset Group Green Economy dan Sustainable Development Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan pengabdian masyarakat di Boyolayar Kecamatan Sumberlawang Kabupaten Sragen pada Agustus 2023 lalu.

    Di pengabdian masyarakat tersebut, RG yang diketuai Prof. Dr. Izza Mafruhah S.E., M.Si., mengangkat tema Pengembangan Potensi Bunga Telang dan Angkung untuk Pasar Herbal berbasis Pemberdayaan di Kecamatan Sumberlawang. Masyarakat setempat diberikan pelatihan tentang pemanfaatan dan pengolahan bunga telang.

    Prof. Izza dalam sambutannya menjelaskan dengan kondisi Boyolayar sebagai salah satu tempat wisata terdapat satu kekurangan yaitu lokasinya yang panas sehingga diperlukan tanaman peneduh seperti bunga telang.

    Selain dimanfaatkan sebagai tanaman peneduh, bunga telang juga dapat dimanfaatkan sebagai teh bunga telang, sirup bunga telang dan selai bunga telang yang dapat digunakan sebagai pengungkit perekonomian masyarakat setempat.

    Pada pelatihan pemanfaatan dan pengolahan bunga telang turut dihadirkan Fatimah, A.Ma.Pd.SD sebagai instruktur pada pelatihan tersebut.

    Ia menjelaskan terkait manfaat dan keutamaan bunga telang bagi kesehatan, juga mengajarkan kepada peserta pelatihan untuk membuat selai dan sirup yang berbahan dasar bunga telang yang kelak dapat diimplementasikan agar menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat setempat.

    Selain itu Riset Group Green Economy dan Sustainable Development juga memfasilitasi marketplace bagi produk-produk hasil olahan bunga telang yang diproduksi masyarakat Boyolayar. Hal itu dilakukan agar produk olahan bunga telang buatan masyarakat boyolayar dapat menjangkau konsumen lebih banyak dan tentunya dapat meningkatka perekonomian masyarakat.

    “Tim RG Green Economy and Sustainable Development FEB UNS akan terus mensupport kegiatan tersebut agar dapat terus berlangsung secara berkesinambungan. Pemberian bibit bunga telang dilakukan agar masyarakat dapat secara mandiri melakukan segala proses produksi bunga telang mulai dari pemeliharaan,proses pemanenan bunga, pengeringan, pengolahan sampai dengan pemasaran” tutur Prof. Dr. Izza Mafruhah S.E., M.Si.

    Peserta pelatihan dibekali dengan praktik pengolahan bunga telang menjadi selai dan sirup. Para peserta dilibatkan langsung pada praktik pembuatan sirup dan selai bunga telang dari awal sampai akhirnya sirup dan selai bisa dikonsumsi. Selain itu mereka juga dibekali teknik pengemasan dan pelabelan produk olahan bunga telang sampai akhirnya siap untuk dipasarkan.

    Di akhir sesi ,masyarakat juga dibekali ilmu untuk dapat membuka toko online yang kelak dapat mereka manfaatkan sebagai wadah jual beli produk olahan bunga telang.

  • Prodi S1 Manajemen Angkat Materi Risiko Keuangan dalam Guest Lecture Basic Financial Management

    Prodi S1 Manajemen Angkat Materi Risiko Keuangan dalam Guest Lecture Basic Financial Management

    Keputusan investasi keuangan tidak lepas dari perhitungan tingkat suku bunga, risiko, dan inflasi. Namun begitu dalam melakukan manajemen keuangan terdapat banyak aspek lain yang perlu diperhatikan oleh mahasiswa jurusan bisnis dan ekonomi sebagai calon investor maupun wirausahawan.

    Menjawab tantangan tersebut, Program Studi (Prodi) S1 Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan kuliah tamu (Guest Lecture) bertajuk Basic Financial Management, dengan menghadirkan Dr. Aref Mahdavi Ardekani, dari Dublin City University, Irlandia sebagai dosen tamu.

    Dalam gelaran guest lecture tersebut, Dr. Arev membawakan materi berjudul ‘Risk, Return and the Historical Record,’ yang diawali dengan topik terkait nilai mata uang dan tingkat inflasi.

     “Dalam manajemen keuangan kita mempelajari bahwa nilai mata uang yang kita miliki saat ini tidak akan sama dengan nilai uang di masa depan. Contohnya, jika kita menyimpan uang kita di bank atau meminjamkan uang kita untuk kegiatan bisnis, maka di masa depan kita dapat memperoleh imbal balik yang lebih tinggi dari nilai uang kita saat ini,” jelasnya.

    Lebih lanjut Dr. Arev menjelaskan bahwa tingkat suku bunga yang berlaku di sebuah negara bisa diibaratkan dengan harga persewaan barang. Ketika terdapat banyak jumlah barang yang disewakan, maka harga atau biaya untuk menyewa barang tersebut akan lebih rendah, begitu pula sebaliknya. Hukum yang sama berlaku untuk suku bunga, “ketika nilai uang yang tersedia untuk dipinjam terbatas, maka tingkat suku bunga akan semakin tinggi, begitu pula sebaliknya.”

    Terkait hal tersebut, secara umum terdapat empat faktor yang mempengaruhi suku bunga yaitu persediaan dana dari nasabah penyimpanan uang, permintaan pendanaan dari bisnis, tingkat permintaan dana (fund) dari pemerintah, serta prediksi tingkat inflasi.

    Selain membahas tingkat inflasi dan suku bunga, Dr. Arev juga menyinggung topik mengenai tingkat risiko dan tingkat pengembalian, yang mencakup sumber risiko investasi, rasio perhitungan risiko dan tingkat pengembalian, serta penggunaan sharpe ratio dalam penilaian kinerja portofolio investasi.

    “Dalam menggunakan sharpe ratio, semakin besar nilai sharpe ratio menunjukkan alternatif investasi yang lebih baik,” ungkapnya.

    Selain menyampaikan materi, Dr. Arev juga menjawab pertanyaan peserta yang mayoritas adalah mahasiswa Prodi S1 Manajemen dengan detail. Di akhir agenda kuliah tamu yang berlangsung selama kurang lebih satu jam tersebut, Dr. Arev menyampaikan ungkapan terima kasih atas undangan dari Prodi.

    “Saya sangat bahagia bisa hadir dan bertemu dengan anda semua. Sesi ini sangatlah menyenangkan. Terima kasih sekali lagi atas undangannya, saya harap bisa berjumpa lagi secara langsung di UNS. Terima kasih,” tutup beliau di akhir acara.

  • Focus Group Discussion FEB UNS Sukses Digelar, Bahas Strategi Fakultas Mencapai Reputasi Taraf Internasional

    Focus Group Discussion FEB UNS Sukses Digelar, Bahas Strategi Fakultas Mencapai Reputasi Taraf Internasional

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) telah mengadakan FGD (Focus Group Discussion) yang merupakan rangkaian acara terakhir dari FEB UNS Sustainable Business Summit 2023. FGD dilaksanakan secara online menggunakan media Zoom Meeting pada Jumat, 27 Oktober 2023. Dengan mengangkat tema “Fostering Excellence in Economics and Business Faculty: Achieving Global Reputation through Cultural Synergy and Engagement“, FGD terlaksana dengan lancar.

     

    FEB UNS Sustainable Business Summit 2023 mengundang empat pembicara dengan berbagai fokus bidang, yakni Yeshika Alversia, S.E., M.Sc. Veronica Ken Adiani Windoe, Willy Bachtiar, S.I.Kom., M.I.Kom., dan Anthony Hartanto. FGD dihadiri lebih dari 10 peserta, termasuk Wakil Dekan FEB UNS, Kepala Divisi Inkubator Bisnis UNS Innovation Hub, serta para panitia yang telah menyiapkan acara tersebut.

    Rangkaian acara FGD diawali dengan sambutan oleh Dr. Dwi Prasetyani, S.E., M.Si., Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan. “Kami berharap pertemuan hari ini berlangsung santai, komunikatif, dan tentunya insightful. Saya yakin FGD ini merupakan awalan dalam serangkaian kegiatan kedepannya dalam mempersiapkan akreditasi internasional melalui kerja sama dengan universitas-universitas lain.”, ungkap Dr.Dwi dalam sambutan singkatnya.

     

    FGD diawali dengan pemaparan materi Yeshika Alversia, S.E., M.Sc., selaku Kepala Akreditasi Internasional FEB Universitas Indonesia. “Peran Akreditasi Internasional dalam Peningkatan Kualitas dan Reputasi Universitas” merupakan judul yang dipaparkan dalam kesempatannya sebagai pembicara. Yeshika menyarankan FEB UNS untuk segera mengurus akreditasi internasional. “Akreditasi internasional dilakukan ketika fakultas telah memiliki visi dan misi yang sejalan, semangat untuk continuous improvement, international benchmark, dan menciptakan Standar Mutu Internasional (World Class University).”, jelasnya.

     

    FGD dilanjutkan dengan pembicara kedua, yaitu Willy Bachtiar, S.I.Kom., M.I.Kom., selaku Dosen Komunikasi Digital dan Media Institut Pertanian Bogor. Beliau menyampaikan materi dengan judul “FEB UNS: World Class Branding in a Sustainable World”, topiknya berfokus pada pentingnya branding dalam FEB UNS. “Branding dalam fakultas sangatlah penting, karena fakultas juga merupakan suatu merek yang nantinya berdampak pada reputasi internasionalnya”, ujar Willy.

     

     

    Setelah sesi pembicara kedua selesai, langsung dilanjutkan sesi pemaparan oleh pembicara ketiga, Veronica Ken Adiani Windoe. Perempuan yang kerap disapa Kendi ini adalah seorang Brand Expert dan Dewan Penasihat Perhumas Indonesia. Sama hal nya dengan Willy Bachtiar, Kendi juga memiliki fokus pada branding. Dalam pemaparan materinya, Kendi mengidentifikasi dan memberi saran cara-cara yang cocok untuk diterapkan FEB UNS dalam melakukan rebranding. Selain itu, Ia juga memberikan strategi komunikasi untuk meningkatkan reputasi FEB UNS ke arah yang lebih maju setara standar internasional.

     

    Sesi pemaparan materi terakhir disampaikan oleh Anthony Hartanto selaku Business Development Strategist pada Suitmedia Digital Agency. Anthony memaparkan materi terakhir dengan membawakan judul “Being Academically Social ”. Menurutnya dalam melakukan kegiatan rebranding, FEB UNS dapat lebih fokus pada kegiatan research journal. Hal ini dikarenakan tingkat literasi di Indonesia masih tergolong rendah.

     

     

    Setelah sesi FGD pertama yaitu pemaparan materi oleh keempat pembicara selesai dilakukan, maka kegiatan selanjutnya adalah sesi FGD kedua. Pada sesi ini dilakukan diskusi penerapan rencana rebranding FEB UNS. Dilanjut dalam sesi FGD yang ketiga, ditetapkannya rumusan strategi rencana rebranding FEB UNS dalam membangun brand dan positioning yang ditetapkan serta kebijakan branding yang diperlukan untuk kebutuhan fakultas. Di penghujung acara, Dila Maghrifani S.E., B.Sc.,  M.Sc., Ph.D moderator FGD menyampaikan hasil diskusi.

  • UNS dan Universitas Pekalongan Dampingi UKM Batik Di Pekalongan dengan Pemanfaatan Teknologi Inovasi

    UNS dan Universitas Pekalongan Dampingi UKM Batik Di Pekalongan dengan Pemanfaatan Teknologi Inovasi

    Kota Pekalongan terkenal dengan sebutan Kota Batik. Di kota ini, dapat ditemukan banyak perajin dan UKM batik yang masing-masing memiliki kekhasannya sendiri. Bahkan Pekalongan memiliki motif batik khas yaitu Batik Jlamprang. Kebudayaan batik di Kota Pekalongan begitu melegenda sehingga Pekalongan dijuluki sebagai Kota Kreatif Dunia. Untuk memudahkan dalam mengembangkan usaha UKM batik.

    Banyak UKM batik di Kota Pekalongan membuat perkumpulan UKM batik. Salah satunya adalah Perkumpulan Kampung Batik Kauman dan Kampoeng Wisata Batik Pesindon. Perkumpulan tersebut dimaksudkan agar terdapat pihak yang menjembatani musyawarah antara pemerintah Kota Pekalongan dengan perajin batik. Selain itu, batik juga mempermudah dalam koordinasi dalam acara pameran, pembentukan web profil anggota dan sebagainya.

    Pemerintah Kota Pekalongan pun sangat menghargai keberadaan perkumpulan UKM batik. Beberapa kali proses pengambilan kebijakan terkait kesehatan lingkungan, penataan kota, maupun hal yang lain, Pemerintah Kota Pekalongan selalu melibatkan perkumpulan UKM batik tersebut. Tidak hanya itu, Pemerintah Kota Pekalongan juga memfasilitasi berbagai bentuk pemasaran batik dari perkumpulan. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pengadaan pameran batik, pembuatan e-commerce platform khusus di Kota Pekalongan.

    Walau demikian, masih banyak permasalahan di dalam perkumpulan UKM batik tersebut yang dapat menjadi obyek garapan dalam program Kosabangsa ini. Salah satunya adalah masalah penggunaan pewarna kimia yang tidak ramah lingkungan. Pemerintah Kota Pekalongan sendiri pun sudah seringkali melakukan diskusi dengan pihak UKM batik agar menggunakan pewarna alami. Akan tetapi, hal tersebut belum dapat dilakukan karena faktor kendala operasional. Hal inilah yang akan menjadi fokus program kosabangsa ini.

    Untuk mewujudkan proses produksi batik yang ramah lingkungan, Tim Pelaksana Kosabangsa melakukan pendampingan dan memanfaatkan mesin pewarna batik, mesin pemanas batik, dan bubuk tulang sapi sesuai dengan teknologi yang ditawarkan oleh Tim Pendamping Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak..

    Prof. Rahmawati menyampaikan bahwa proses produksi dengan menggunakan teknologi tersebut diharapkan dapat mengatasi permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah pewarna batik, permasalahan kurang efisiennya proses produksi di Kampung Batik Kauman dan Pesindon.

    Sedangkan untuk permasalahan kurangnya variasi motif batik baru di Kampung Batik Kauman, Tim Pelaksana melakukan pelatihan dan pendampingan pembuatan motif batik baru dengan mempertimbangkan manajemen seni dalam penciptaannya. Hal ini dilakukan dengan pendampingan dari Tim UNS yang telah memiliki teknologi motif batik baru yaitu Kupu Tinebar yang juga telah memiliki Hak Cipta.

    Pelatihan dan pendampingan tersebut, diharapkan dapat muncul variasi dari motif batik baru yang tetap membawa ciri khas batik Pekalongan tetapi juga mengikuti perkembangan jaman.

    Selanjutnya, untuk masalah di bidang pengelolaan manajemen usaha, Tim Pelaksana mengadakan pelatihan pembukuan dan pembuatan dashborad di Kampung Batik Kauman. Sedangkan di Kampung Batik Pesindon, diusulkan untuk mengadakan pelatihan dan pendampingan penggunaan aplikasi e-commerce, google ads, dan facebook ads sesuai dengan teknologi yang ditawarkan oleh Tim Pendamping UNS.

    Selain itu, juga akan diadakan pelatihan pendaftaran merek dagang ke Kampung Batik Kauman dan Pesindon. Hal ini disebabkan banyak perajin batik yang tidak memahami pentingnya penggunaan merek dagang. Setelah memiliki merek, juga akan dilakukan pemanfaatan merek dalam pembuatan konten iklan maupun packaging produk.

  • FEB Gelar Focus Group Discussion Program Fiscal Corner

    FEB Gelar Focus Group Discussion Program Fiscal Corner

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan  Kementerian Keuangan Republik Indonesia menginisiasi Program Fiscal Corner yang diharapkan untuk akhir tahun ini sudah mulai terwujud minimal satu kegiatan.

    Pernyataan itu disampaikan Dr. Dwi Prasetyani S.E., M.Si. Wakil Dekan Bidang Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB, mengawali sambutannya pada Focus Group Discussion (FGD) Program Fiscal Corner, Senin 23 Oktober 2023 di Ruang Sidang 1 FEB UNS.

    Lebih lanjut dikatakan, FGD yang menghadirkan Risky Sulistyanto dari Kementerian Keuangan, juga mengundang Kepala Program Studi dan Dosen FEB agar lebih mematangkan konsep Fiscal Corner yang sudah mulai diinisiasi sejak Oktober 2022.

    “FGD yang akan digelar selama dua hari ini, selain untuk mematangkan perbincangan kami sebelumnya dengan Kementerian Keuangan, namun juga sekaligus mendapatkan insight dari Kepala Pogram Studi dan juga Dosen FEB. Untuk ruangan  sudah disediakan, berada di lantai 1 Gedung Soeharno FEB” kata Dr. Dwi.

    Sementara itu, Risky Sulistyanto dari Kementerian Keuangan  mengatakan inisiasi Fiscal Corner merupakan upaya bertransformasi dari kegiatan Kementerian Keuangan Goes to Campus menjadi paket program kolaborasi yang terintegrasi baik melalui pembelajaran, penelitian/kajian, magang, dan segala kegiatan terkait pengelolaan fiskal.

    Lebih lanjut disampaikan penerima manfaat dari adanya fiscal corner yakni dosen atau mahasiswa UNS, Kantor Perwakilan Kemenkeu/KL lainnya, Masyarakat/ Pemda, alumni FEB, dan bahkan perguruan tinggi lainnya.

    Dalam kolaborasi ini, tim FEB UNS menyediakan sarana prasarana, IT pendukung, layout/ interior desain, dan sumber daya manusia atau komunitas. Sedangkan dari Tim Kemenkeu berkontribusi terkait kebijakan/ content/ koordinasi unit lingkup kemenkeu.

    Adapun bentuk dari Fiscal Corner diantaranya informasi/ perkuliahan/ laboratorium/ workshop/ webinar, akses data kebijakan fiskal/ APBN/ publikasi, dan juga pengembangan kerja sama/ kajian/ penelitian.

    “Selain itu juga ada Simple Guide for Fiscal Corner sebagai alat bantu dan pedoman dalam mengelola Rencana Kerja dan Program/Kegiatan Fiscal Corner. Kedepan dapat juga berfungsi sebagai katalog Fiscal Corner” ungkapnya.

    Dalam diskusi yang berlangsung sekitar 2 jam tersebut, Dr. Dwi mengatakan bahwa bahan materi yang masuk pada sistem perkuliahan masih pada Program Studi Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan. Perlu integrasi lebih lanjut pada program studi lainnya, yaitu Manajemen dan Bisnis Digital.

    Dr. Mulyanto, Dosen FEB UNS juga menambahkan,  diharapkan Fiscal Corner mampu menyediakan data untuk analisis, maka dimungkinkan adanya sinergitas antara program studi Ekonomi Pembangunan, Akuntansi, Manajemen, bahkan Bisnis Digital.

    FGD berikutnya berlangsung di tempat yang sama, Selasa 24 Oktober 2023 dengan agenda Perumusan Program Kerja Fiscal Corner.

  • Seminar FEB UNS Bahas Financial Technology and Small Business

    Seminar FEB UNS Bahas Financial Technology and Small Business

    Kolaborasi apik dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Sebelas Maret (UNS), Program Studi S1 Bisnis Digital, PUI Fintech dan Banking, dan MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Surakarta, menghadirkan seminar bertajuk Financial Technology and Small Business, Rabu, 18 Oktober 2023.

    Dalam gelaran seminar yang berlangsung di Aula KONIMEX Gedung Bachtiar Effendi FEB UNS lantai 3, dua pembicara hadir dengan materi terkait pendanaan untuk usaha kecil (UMKM) dan ekosistem halal.

    Kedua pembicara yang hadir adalah Prof. Andrea Moro dari Cranfield University, UK dan Khrisna Adityangga CEO PT Xyz Digital Innovation.

    Dr. Tastaftiyan Risfandi, Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis, dan Informasi FEB UNS, dalam sambutannya mengungkapkan pentingnya pemahaman terkait sumber-sumber pendanaan bagi UMKM di Indonesia, terutama yang berasal dari Fintech. Terlebih lagi, mahasiswa juga perlu mengetahui penyedia jasa teknologi finansial yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Selamat datang di UNS, Prof. Moro dan Pak Khrisna. Kami di UNS senantiasa berusaha untuk dapat membangun jejaring dengan dunia industri, untuk itu hari ini kita akan belajar dari pembicara yang hadir terkait UMKM. Saya harap kita akan dapat menerima banyak pengetahuan dari seminar hari ini,” jelas Dr. Tastaftiyan.

    Menyampaikan materi berjudul ‘the Black Box of Funding Small Firms,’ Prof. Moro berpendapat bahwa berbeda dari pendapat umum yang menganggap bahwa seorang enterpreneur hanya berfokus pada keuntungan finansial, mereka justru seringkali lebih memilih pertumbuhan organik bisnis yang mereka miliki.

    “Enterpreneur seringkali memiliki lebih sedikit uang dibandingkan pegawai biasa, namun lebih optimis dengan visi jangka panjang. Sehingga mereka bersedia menerima pendapatan yang lebih rendah saat ini,” ungkap Prof. Moro.

    Terkait pendanaan, pemilik bisnis atau entrepreneur lebih memilih sumber pendanaan yang memberikan kebebasan bagi mereka untuk mengatur bisnis yang mereka bangun. Sehingga memungkinkan bisnis untuk tumbuh, memiliki sumber daya yang lebih besar, dan dengan tingkat bunga yang rendah.

    Lebih lanjut, Prof. Moro menjelaskan tentang tipe sumber-sumber pendanaan termasuk kelebihan dan kekurangan dari setiap sumber pendanaan tersebut.

    Menyambung pembahasan terkait pemberi dana, Khrisna Adityangga menyatakan bahwa masalah terbesar yang dihadapi oleh bisnis kecil adalah perbedaan ekspektasi atau harapan antara enterpreneur dan investor.

    Lebih lanjut, Khrisna membahas dengan materi berjudul ‘Halal Ecosystem in the Digital Transformation of the Decentralized Era: Discourse for Small Business.’

    Menurutnya, tujuan utama dari transformasi digital adalah untuk mengurangi moral hazard. Sementara itu, desentralisasi data yang merupakan bentuk dari transformasi digital dapat memotong rantai pasokan dan mewujudkan kedaulatan data.

    “Decentralized finance pada dasarnya selaras dengan nilai syariah. UMKM dapat menerima banyak manfaat dari decentralized finance, salah satunya adalah dengan tersedianya banyak sumber pendanaan. Disisi lain, decentralized finance dapat mendorong bisnis kecil untuk dapat menjadi lebih transparan, mengingat dengan penggunaan decentralized finance, laporan transaksi bisnis tidak lagi bisa dimanipulasi,” jelasnya.

    Terkait edukasi di bidang digital, Khrisna menambahkan bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi oleh UMKM adalah terkait pendidikan, khususnya terkait literasi digital.

    “Literasi digital di Indonesia masih sangat rendah. Oleh karena itu kurikulum yang diusung oleh Prodi Bisnis Digital sangatlah baik dan bermanfaat untuk dapat diterapkan di masyarakat, pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk mempersiapkan program inkubasi bisnis yang lebih baik dan mendorong berdirinya bisnis digital yang baik,” ungkapnya mengakhiri paparan materi.

    Seminar yang berjalan selama kurang lebih dua jam tersebut berlangsung secara interaktif dimana lebih dari 100 peserta yang hadir mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan pembicara yang hadir melalui sesi tanya jawab.

     

  • RG Pemasaran dan Keperilakuan FEB UNS bersama ISEI Diskusikan Pengembangan Jurnal Bereputasi dan Pengelolaan Publikasi Ilmiah

    RG Pemasaran dan Keperilakuan FEB UNS bersama ISEI Diskusikan Pengembangan Jurnal Bereputasi dan Pengelolaan Publikasi Ilmiah

    Research Group (RG) Pemasaran dan Keperilakuan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Surakarta mengadakan Workshop dengan tema Mengembangkan Jurnal Bereputasi dan Mengelola Publikasi Ilmiah, Senin, 23 Oktober 2023 di Café BoloDewe Manahan, Solo.

    Dr. Ahmad Ikhwan S., SE. MT, Ketua RG Pemasaran dan Keperilakuan FEB UNS dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada Lukman Hakim, Ph.D dan Gunawan Setyadi yang berkenan menjadi narasumber pada workshop yang dihadiri oleh para akademisi UNS dan juga dari luar UNS.

    “Workshop ini diselenggarakan atas kepedulian kami dari RG Pemasaran dan Keperilakuan, setelah melalui diskusi dengan ISEI yang memiliki divisi publikasi untuk mengembangkan Jurnal yang bereputasi. Harapannya ada satu wadah yang secara teknis bisa membantu pengelolaan publikasi artikel atau tulisan-tulisan sivitas akademika, khususnya di FEB.” ungkapnya.

    Lukman Hakim, Ph.D  menambahkan, selama ini, untuk jurnal di FEB embrionya sudah ada di setiap program studi, namun yang terpenting adalah keberlanjutannya hingga sampai pada scopus.

    “Embrionya sebenarnya sudah ada di setiap prodi. Agar dapat berkelanjutan dan bisa masuk scopus maka dasar-dasar yang penting dalam membangun jurnal adalah konsistensi sejak awal, terbitnya tidak boleh terlalu banyak dan tidak boleh terlalu sedikit dan mitra bestarinya juga terkontrol. Pengelolaannya dikerjakan oleh lembaga profesional yang ditunjuk oleh fakultas, jadi bukan kerja sampingan dari sivitas akademika” jelasnya kemudian.

    Lebih lanjut Lukman, Ph.D menceritakan dinamika pengelolaan organisasi profesi dan juga publikasi di ISEI.

    Sementara itu, Gunawan dalam materinya memaparkan bahwa publikasi internasional sebagai hasil penelitian merupakan salah satu kriteria penting untuk mendapatkan akreditasi dan pemeringkatan perguruan tinggi yang lebih tinggi.

    Dikatakan, berdasarkan data base Sinta, UNS Menghasilkan 8.557 dokumen Scopus dengan sitasi sebanyak 49.157 per Januari 2022 dimana 3% dari publikasi tersebut dimuat di top journal persentil top 10% dan 8,4% masuk dalam top 10% yang paling banyak dikutip di seluruh dunia. Namun, publikasi di bidang bisnis, manajemen dan akuntansi hanya menyumbang 3% dan 5,6% untuk Ilmu Pengetahuan Sosial.

    Lebih lanjut disampaikan ikhtisar publikasi FEB di scopus per Januari 2022 telah menghasilkan 226 dokumen (159 artikel jurnal, 7 book chapter dan 60 conference paper).

    “Harapan untuk melihat angka tersebut berlipat ganda dalam waktu dekat cukup besar karena ada cukup banyak lektor kepala yang berpotensi diangkat menjadi guru besar. Dengan sumber daya dan modal yang dimiliki FEB,  dapat mensupport UNS, menjadi universitas riset kelas dunia adalah suatu yang tinggi dan dapat segera terwujud” tegasnya kemudian.

    Itulah mengapa perlunya membentuk klinik jurnal di FEB.  Keberadaan klinik ini adalah untuk memberikan bantuan publikasi internasional bagi mahasiswa S1, S2, S3 dan dosen, mulai dari penyerahan hingga proses publikasi di Jurnal Internasional Terindeks Scopus/ Thomson ISI.

    Juga memberikan dukungan teknis publikasi ilmiah kepada dosen dan mahasiswa, meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi penelitian di FEB. Juga meningkatkan kerjasama dengan menjembatani keterkaitan antara Dosen FEB dengan institusi internasional dan nasional.

    Di forum tersebut, peserta aktif berdiskusi, memberikan saran dan masukan kepada kedua narasumber .

  • Terpilih Tiga Juara pada Final Pitching Competition & Rebranding Identity Challenge

    Terpilih Tiga Juara pada Final Pitching Competition & Rebranding Identity Challenge

    FEB UNS Sustainable Business Summit 2023 merupakan rangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang berkolaborasi dengan UNS Innovation Hub serta Direktorat Inovasi dan Hilirisasi UNS.

    Rangkaian kegiatan kedua FEB UNS Sustainable Business Summit 2023, yaitu Final Pitching Competition & Rebranding Identity Challenge telah dilaksanakan pada Minggu, 22 Oktober 2023 di UNS Inn.

    Sebelumnya, telah dilaksanakan secara daring, Seminar Internasional bertajuk “Navigating the Digital Transformation Landscape: Challenges & Strategies for Sustainable Business” pada Selasa, 17 Oktober 2023.

    Final Pitching Competition & Rebranding Identity Challenge dihadiri lebih dari 15 peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan mahasiswa.

    Rangkaian acara Final Pitching Competition & Rebranding Identity Challenge diwali dengan sambutan oleh Catur Sugiarto, S.E., M.SM., M.Rech.,Ph.D., CDMP., Kepala Divisi Inkubator Bisnis UNS Innovation Hub.

    Catur menyampaikan sambutan singkatnya dengan berterima kasih kepada para peserta yang telah mengikuti dua kompetisi tersebut hingga final berlangsung.

    “Terima kasih kepada seluruh peserta. Dua kegiatan FEB UNS Sustainable Summit Business 2023 merupakan wadah bagi generasi muda, khususnya mahasiswa untuk melatih kemampuan dalam berpikir kritis, public speaking, ide pengembangan bisnis, hingga pengembangan kreativitas”, ucapnya.

     

    Setelah sambutan dari Kepala Divisi Inkubator Bisnis UNS Innovation Hub berlangsung, rangkaian kegiatan kembali berlanjut dengan dibukanya sesi Final Pitching Competition.

    Pemaparan materi final pitching pertama dilakukan dari Tim Atmagri selama kurang lebih 10 menit dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah itu, 9 tim lainnya juga melakukan pemaparan materi final pitching yang dilanjut dengan sesi tanya jawab dengan rata-rata durasi 15 menit.

    Setelah seluruh tim yang memaparkan materi, juri dan reviewer melakukan deliberation meeting yang dilanjut dengan sesi ishoma.

     

    Usai ishoma, rangkaian acara kembali dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan sesi Final Rebranding Identity Challenge. Pitching pertama dilakukan oleh Tim AI Capone yang dilanjut dengan sesi tanya jawab. Begitu pula dengan ketiga tim yang lainnya.

    Seperti sesi Final Pitching Competition sebelumnya, pada sesi ini juri dan reviewer melakukan deliberation meeting yang dilanjut dengan sesi ishoma kembali.

     

     

    Waktu yang telah dinanti-nanti para peserta pun tiba, yaitu sesi awarding dan sesi penyerahan hadiah.

    Di penghujung acara, MC mengumumkan pemenang dari Pitching Competition dan dilanjut dengan penyerahan hadiah. Juara 1 Pitching Competition FEB UNS Sustainable Business Summit 2023 dimenangkan oleh Tim Panensia. Juara 2 dimenangkan oleh Tim Mersif Lab, dan juara 3 dimenangkan oleh Tim Sekuling.

    Selesai awarding Pitching Competition, langsung disusul dengan sesi awarding dan penyerahan hadiah bagi para pemenang Rebranding Identity Challenge. Juara 1 dimenangkan oleh Tim Basaman, juara 2 dimenanngkan oleh Tim AI Capone, dan juara 3 dimenangkan oleh Irsyad Akmal. Para peserta yang lain pun ikut memeriahkan awarding tersebut dengan bertepuk tangan dan mengucapkan selamat.

  • Program Studi S-1 Manajemen adakan Pra Lokakarya Kurikulum

    Program Studi S-1 Manajemen adakan Pra Lokakarya Kurikulum

    Prodi S1 Manajemen Adakan Pra Lokakarya Kurikulum,  Kamis 5 Oktober 2023 di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS FEB UNS.

    Pra Lokakarya yang diikuti oleh Dosen Manajemen merupakan kegiatan awal dan akan dilanjutkan dengan Rapat Komisi dan Rapat Pleno Lokakarya.

    Kepala Program Studi (Kaprodi) S1-Manajemen, Dr. Atmaji, MM mengucapkan terima kasih atas kehadiran Dosen Prodi Manajemen.

    Dalam sambutannya disampaikan bahwa mahasiswa Prodi S-1 Manajemen telah banyak yang mengikuti Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

    Kaprodi sangat bangga walaupun yang di MBKM itu bukan kompetensi utama manajemen tetapi dengan mahasiswa mengikuti MBKM, justru menambah kompetensi mahasiswa, dilapangan juga mendapatkan ilmu tambahan.

    Dikatakan, MBKM itu endingnya adalah tugas akhir sebagai pengganti skripsi. Ternyata dari sekian bidang yang telah ditetapkan koordinator bidangnya masing-masing terdapat variasi format laporan yang sangat tinggi. Diharapkan dalam lokakarya prodi bisa lebih menyamakan persepsi termasuk format dan isiannya.

    Selanjutnya disampaikan lokakarya ini sekaligus berada pada tahun Prodi Manajemen sudah mendapat akreditasi internasional secara penuh dan dengan status terakreditasi internasional secara penuh itu maka sudah mendapat pengakuan kesetaraan untuk akreditasi LAMEMBA.

    “Alhamdulillah kita tidak hanya cukup bangga dengan capaian akreditasi ini, marilah  kita isi akreditasi itu yang poin-poinnya mencerminkan tentang kinerja kita salah satunya dengan melakukan lokakarya Peningkatan Kompetensi Lulusan Melalui Penguatan Matakuliah praktek, Kewirausahaan dan Tugas Akhir” paparnya.

    Sementara itu Dr. Joko Suyono, S.E., M.Si. sebagai pengarah lokakarya menyampaikan mekanisme lokakarya kurikulum.

    Tahapan lokakarya terbagi dalam 3 tahapan, pra lokakaya, Komis dan Pleno. Untuk komisi terbahi menjadi Komisi Matakuliah Praktik Umum, Komisi Matakuliah Praktik Minat Studi, Komisi Mata Kuliah Bidang Kewirausahaan dan Komisi TA Pengganti Skripsi.

    Output yang diharapkan dari lokakarya adanya RPS Matakuliah Praktik Umum dan Minat Studi serta Bidang Kewirausahaan termasuk rancangan tugas. Juga modul matakuliah Praktik Umum dan Minat Studi serta Bidang Kewirauhasan (ber-ISBN) serta Panduan MBKM-TA Pengganti Skripsi termasuk sinkronisasi MBKM-KMM dan KKN.