FEB

Kategori: fakultas

  • Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Latih Pegawai  RS PKU Aisyiyah Boyolali

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan FEB UNS Latih Pegawai  RS PKU Aisyiyah Boyolali

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan RS PKU Aisyiyah Boyolali melaksanakan kegiatan pelatihan tentang strategi pengelolaan keuangan personal.

    Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut telah dilaksanakan pada Sabtu, 2 September 2023 di aula rumah sakit dan diikuti pegawai RS PKU Aisyiyah Boyolali.

    Tujuan kegiatan untuk memberikan wawasan kepada para pegawai tekait pentingnya mengelola keuangan.

    Topik pertama dibawakan oleh Direktur Lembaga Riset dan Konsultasi Bisnis MATARIDA, Endrika Laksono, yang menjelaskan agar para pegawai menetapkan apa saja yang menjadi tujuan keuangannya.

    Topik selanjutnya tentang perencanaan keuangan personal yang disampaikan oleh Wahyu Trinarningsih, S.E., M.M., M.A., Dosen Manajemen FEB UNS.

    Dalam materinya, Wanyu memaparkan mengenai perencanaan keuangan hingga bagaimana cara menabung dan berinvestasi yang benar.

    “Tujuan keuangan adalah untuk menentukan apa yang ingin dicapai dalam jangka waktu tertentu, seperti membeli rumah atau membayar kuliah, merupakan dasar dari pengelolaan keuangan personal yang efektif,“ tutur Wahyu.

    Sesi ketiga, Deny Dwi Hartomo, S.E. M.Sc., Dosen FEB UNS menyampaikan bahasan  tentang simulasi perencanaan keuangan.

    Ia mengajarkan para pegawai bagaimana caranya membuat catatan harta dan utang, membuat catatan penghasilan dan pengeluaran sebulan, menghitung perbandingan ukuran isi dompet, mengevaluasi kesehatan dompet, dan menjelaskan mengenai seperti apa anggaran yang ideal.

    Selanjutnya yaitu penyampaian materi dari Ayya Agmulia Asmarani Islam S.E., M.E.,  peneliti PUI Center of Fintech and Banking UNS.

    Menurutnya keuangan pribadi perlu diperiksa secara berkala, minimal 1 tahun sekali untuk merencanakan pengeluaran kedepannya.

    Sesi terakhir Inas Nurfadia Futri S.M, asisten peneliti PT DEFINIT menjelaskan mengenai perancangan anggaran pribadi secara bulanan.

  • Bantu Tumbuh Kembang Balita, GRISKA FEB UNS Gelar Workshop Bertemakan Gizi Maksimal dengan Dana Minimal untuk Para Kader Puskesmas Musuk Boyolali

    Bantu Tumbuh Kembang Balita, GRISKA FEB UNS Gelar Workshop Bertemakan Gizi Maksimal dengan Dana Minimal untuk Para Kader Puskesmas Musuk Boyolali

    Grup Riset Institusi dan Pasar Keuangan (GRISKA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerjasama dengan Puskesmas Musuk Boyolali melaksanakan kegiatan sosialisasi kepada para kader Puskesmas dalam rangka pengabdian masyarakat bertajuk Workshop Tumbuh Kembang Balita, Gizi Maksimal dengan Dana Minimal.

    Kegiatan yang telah dilaksanakan Sabtu, 30 September 2023 bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pada kader dan masyarakat terkait isu-isu tumbuh kembang balita.

    Topik pertama disampaikan oleh Direktur Lembaga Riset dan Konsultasi MATARIDA, Endrika Laksono mengenai peran penting gizi keluarga dalam perkembangan anak.

    Topik selanjutnya mengenai tingkat stunting balita di Boyolali dan penanganannya yang dibawakan langsung oleh Ahmad Faizin, S.Kep., Ns, Kepala Puskesmas 1 Musuk Boyolali.

    Dalam topik tersebut, Ahmad memaparkan mengenai tren kasus stunting di wilayah Boyolali. Saat ini kasus stunting lebih banyak terjadi di wilayah perkotaan. Hal tersebut terjadi sebab kurangnya memberian air susu ibu (ASI) eksklusif kepada balita.

    Sesi ketiga diisi oleh Nur Hayati, AMG sebagai Ahli Gizi Puskesmas Musuk Boyolali, yang diisi dengan diskusi mengenai gizi penting dalam tumbuh kembang bayi dan balita.

    “Tumbuh dan kembang merupakan proses yang berkesinambungan dan juga dipengaruhi oleh faktor genetik serta lingkungan termasuk gizi yang baik” tutur Nur Hayati.

    Selanjutnya penyampaian dari Rachmad Agus Yulianto, peneliti Lembaga Riset dan Konsultasi MATARIDA dengan materi mengenai belanja hemat gizi selamat.

    Sesi terakhir adalah menyampaian materi dari Arum Setyowati, S.E., M.M., Dosen FEB UNS mengenai budgeting menu gizi seimbang.

    Dalam sesi diskusi tersebut, para kader puskesmas diberi pemahaman mengenai panduan dalam merencanaan belanja makan mingguan yang bergizi.

    Kegiatan workshop ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada para kader mengenai pentingnya gizi yang maksimal bagi bayi dan balita terhindar agar dari stunting.

  • Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS Bahas Disrupsi di Era Digital dalam Webinar Social Commerce, a New Disruption in Digital Era?

    Program Studi S1 Bisnis Digital FEB UNS Bahas Disrupsi di Era Digital dalam Webinar Social Commerce, a New Disruption in Digital Era?

    Perkembangan digital sangat erat hubungannya dengan disrupsi. Dalam hal ini, sektor perdagangan termasuk salah satu sektor yang sangat terdisrupsi oleh perkembangan teknologi digital. Program Studi S1 Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan Pusat Unggulan IPTEK Fintech dan Banking, Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar agenda webinar dengan mengangkat topik terkini terkait Social Commerce.

    Melalui webinar bertajuk “Webinar Social Commerce: A New Disruption in Digital Era?” yang berlangsung pada Senin 9 Oktober 2023 tersebut, Prodi S1 Bisnis Digital menghadirkan empat narasumber untuk mengulas topik tersebut.

    Dihadapan 200 peserta mahasiswa yang hadir, Wakil Rektor Kemahasiswaan dan Alumni UNS, Prof. Kuncoro Diharjo, menyampaikan pidato sambutan.

    Dalam sambutannya, Prof. Kuncoro mengungkapkan harapan agar hasil diskusi dari agenda webinar tersebut dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan.

    Lebih lanjut dikatakan bahwa topik yang diangkat dalam gelaran webinar kali ini cukup menarik, terlebih dengan adanya topik terkini mengenai regulasi terbaru oleh Kementerian Perdagangan yang berimbas pada penutupan sementara Tiktok Shop sebagai salah satu social commerce.

    “Selamat datang pada para hadirin, narasumber peserta webinar. Dilihat dari peserta yang datang cukup banyak menunjukkan bahwa topik ini sangat menarik untuk didiskusikan. Saat ini pemerintah melalui kementerian terkait sedang mempersiapkan peraturan terkait social commerce karena akan berdampak pada ekonomi mikro,” ungkapnya.

    Dijelaskan lebih lanjut bahwa social commerce adalah bentuk model bisnis yang menggabungkan antara sosial media dan marketplace dalam satu platform. Meskipun model bisnis tersebut menawarkan banyak keunggulan, namun dibutuhkan sebuah peraturan khusus untuk mengatur eksistensi social commerce.

    “Regulasi tersebut akan mengatur media sosial dan e-commerce. Hal ini menjadi penting karena peningkatan perdagangan harus diikuti dengan penguatan produksi dalam negeri. Kesempatan ini menjadi forum yang sangat menarik, dimana hasil diskusi dapat menjadi masukan bagi pemangku kepentingan, dan mudah-mudahan hasil diskusi yang baik bijak dan cerdas dapat bermanfaat guna memajukan ekonomi dalam negeri khususnya UMKM. Selamat mengikuti webinar, semoga kita dapat pengetahuan baru untuk memajukan perekonomian Indonesia,” jelas Prof. Kuncoro.

    Memandu jalannya acara, hadir pula Chamdan Purwoko, Jurnalis Senior dan Direktur Bisnis Indonesia, sebagai moderator.

    Empat narasumber yang telah hadir dalam gelaran webinar tersebut antara lain adalah Ronny Salomo Maresa, Analis Perdagangan Ahli Madya Direktorat PMSE, Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE, Ketua Masyarakat Telematika (MASTEL) Indonesia, Bima Laga, Ketua Indonesia Ecommerce Association (idEA), dan Dr. Putra Pamungkas SE., M.Rech., PhD., yang merupakan Kaprodi Bisnis Digital FEB UNS sekaligus Kepala dari PUI Fintech dan Banking UNS.

    Diskusi yang berlangsung selama sekitar dua jam tersebut membahas secara mendalam mengenai peraturan Kemendag terkait social commerce dari berbagai sudut pandang narasumber.

    Dari sisi pembuat kebijakan (Kemendag), Ronny menyatakan bahwa Peraturan Menteri Perdagangan bertujuan untuk menciptakan level playing field serta mengantisipasi terjadinya predatory pricing.

    Meskipun begitu, Ia menyatakan bahwa peraturan akan selalu mengikuti inovasi yang terus berkembang dengan sangat cepat.

    Selaras dengan pendapat tersebut, Bima Laga dari idEA menyampaikan bahwa peran dan tugas pemerintah dalam perkembangan inovasi adalah untuk mengatur inovasi yang ada. Namun perlu diperhatikan bahwa peraturan tidak boleh mendiskreditkan salah satu bisnis proses, dimana perlu dipertimbangkan bagaimana sebuah bisnis model dapat bersaing dengan kompetitif dengan kualitas yang sama namun dengan harga yang lebih murah. Bagaimana lingkup peraturan ini dapat menciptakan lingkungan perdagangan yang lebih sehat.

    Dalam hal ini, Sarwoto Atmosutarno, SE., MBE, Ketua MASTEL Indonesia, menyoroti sisi lain dari pembuatan peraturan, yaitu diperlukannya basis data yang akurat, sehingga dapat digunakan dalam analisis untuk mengetahui impact dari digital ekonomi pada UMKM. Basis data dan pengukuran ini tentunya akan dapat dapat digunakan untuk analisis dampak (before dan after) dari sebuah peraturan baru.

    Dari sisi akademis, Dr. Putra menambahkan bahwa berdasarkan riset yang dilaksanakan oleh PUI Fintech dan Banking, e-commerce telah secara signifikan mengurangi transaksi offline. Meskipun begitu, berdasarkan hasil studi terdapat beberapa UMKM yang enggan untuk berubah dan mengadopsi model bisnis digital.

    “UNS turut aktif dalam pembinaan UMKM dalam hal literasi keuangan dan digitalisasi, serta membantu untuk UMKM untuk dapat onboard dalam platform digital,” jelas Dr. Putra menanggapi pertanyaan terkait pentingnya edukasi bagi UMKM.

    Menutup jalannya diskusi disampaikan bahwa peraturan yang ada perlu berfokus pada bagaimana UMKM tetap tumbuh, tidak hanya berhenti pada adopsi digital tapi juga bisa survive secara digital maupun offline.

    Webinar kali ini memberikan pemahaman terkait tujuan dari pembuatan Permendag yang baru. Indonesia jangan hanya menjadi penonton, tapi juga menjadi aktor di tingkat internasional. Untuk mencapai tujuan tersebut, perlu peningkatan daya saing UMKM dan kapasitas produksi untuk dapat bersaing di pasar global.

  • FEB Gelar FGD Pengembangan Badan Pengelola Usaha Fakultas

    FEB Gelar FGD Pengembangan Badan Pengelola Usaha Fakultas

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Forum Group Discussion Pengembangan Badan Pengelola Usaha Fakultas (BPUF) FEB, Rabu 27 September 2023 di Ruang Teleconference Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan yang diikuti oleh pengelola BPUF dan koordinator laboratorium tersebut menghadirkan pembicara Ringoringo Halomoan Achmadi, S.E., M.Sc, Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Unit  Kerja Khusus Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (UKK PPM) Universitas Indonesia.

    Tastaftiyan Risfandy, S.E., M.Sc., Ph.D., Wakil Dekan Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi FEB dalam sambutannya menyampaikan hal yang melatarbelakangi terlaksananya kegiatan ini adalah untuk mencari bentuk yang tepat dalam mengembangkan aktifitas-aktifitas bisnis yang ada di FEB.

    Dikatakan, dalam pengembangan bisnis di FEB, perlu banyak hal dipertimbangkan karena UNS adalah institusi dari sebuah lembaga pendidikan tinggi negeri yang diatur oleh peraturan-peraturan, dan di sisi lain UNS telah berstatus PTNBH.

    Lebih lanjut disampaikan salah satu acuan adalah UKK yang ada di UI, bagaimana peraturan-peraturan di UI bisa memayungi aktifitas-aktifitas bisnis di UI.

    Senada dengan pernyataan Dr. Andi, Prof. Dr. Ir. Zainal Arifin, S.T., M.T., Ketua Badan Pengelola Usaha (BPU) UNS juga mengatakan kegiatan ini sebagai upaya mencari bentuk yang tepat, bagaimana UNS berkembang untuk mendapatkan pendapatan atau revenue gerating di luar UKT, khusus dari unit-unit usaha atau jasa.

    Prof. Arifin memberikan gambaran sekilas tentang Perusahaan Holding milik UNS.

    “Di tahun 2021 UNS sudah mendirikan Perusahaan Holding PT Semar Sarana Sejahtera yang digadang untuk memayungi semua kegiatan bisnis di seluruh UNS, namun dalam perjalanannya banyak hal yang harus didiskusikan atau dipertimbangkan apakah satu-satunya wadah untuk meningkatkan revenue hanya dari situ? Ternyata tidak harus, justru dari unit-unit yang ada  di fakultas bisa dikembangkan” ungkapnya.

    “Harapannya dari FEB akan segera muncul embrio. Nanti bersama-sama kita diskusikan, mudah-mudahan setelah mendapatkan pencerahan dari Pak Achmadi segera bergerak, yang penting segera action, jika ada salah sedikit tidak apa-apa,  kami semua mendorong, dari bawah dan atas, di rektorat mensoundingkan model yang di UI. Di fakultas-fakultas yang sudah berdiskusi dengan kami juga bergerak. Mudah-mudahan gayung bersambut sehingga  dari atas kebawah  itu klop sehingga bisa jalan” pungkasnya.

    Kepada peserta FGD, Achmadi  menjelaskan secara detil bagaimana penyelenggarakan unit-unit bisnis mulai dibangun hingga berkembang pesat. Pada FGD tersebut, peserta diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber.

  • Forum Akademik Menuju Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024, Kemenko PMK Ajak Kampus Tangani Kemiskinan

    Forum Akademik Menuju Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024, Kemenko PMK Ajak Kampus Tangani Kemiskinan

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Sesmenko PMK) Andie Megantara mendorong civitas akademika kampus untuk mendalami isu-isu kemiskinan. Hal tersebut dijelaskannya saat menyampaikan pidato kunci pada Forum Akademik “Menuju Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024”, di Aula Gedung Suhardi Fakultas Ekonomi Bisnis  (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS),Rabu, (27/9/2023).

    “Kami ingin mengajak teman-teman terutama para mahasiswa untuk menyenangi dan memahami topik-topik masalah kemiskinan. Karena pemikiran kemiskinan agak langka, dan jarang yang menekuni,” ujarnya.

    Sesmenko Andie menyampaikan, selama ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk menangani kemiskinan. Mulai dari upaya pengurangan beban pengeluaran, peningkatan pendapatan dan pemberdayaan, serta  penurunan jumlah wilayah kantong-kantong kemiskinan.

    Setelah upaya-upaya tersebut dilakukan, ditemukan bahwa persoalan kemiskinan bukan hanya berkaitan dengan dimensi ekonomi saja. Kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang melibatkan tinjauan persepktif bidang antropologi, sosiologi, psikologi, dan budaya.

    Sesmenko Andie mengungkapkan masih sulitnya mengentaskan kemiskinan di Indonesia berkaitan dengan, pola pikir masyarakat, budaya, mental miskin, dan gaya hidup miskin. Karena itu, sumber daya yang ada di kampus sangat mumpuni untuk membantu pemerintah dalam mencari solusi untuk mengentaskan kemiskinan dan mengatasi masalah mental miskin. Potensi mahasiswa yang mendalami keilmuan dari berbagai program studi, kemudian para dosen dan guru besar memiliki pemikiran, riset, dan karya ilmiah yang dapat membantu dalam perumusan kebijakan.

    “Kami membutuhkan kampus untuk mendukung pemerintah dalam menangani kemiskinan. Kami berharap melalui kegiatan Forum Akademik ini membuat teman-teman mahasiswa mulai tertarik untuk menekuni masalah kemiskinan,” ujarnya.

    Dalam kesempatan Forum Akademik “Menuju Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Tahun 2024” hadir Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Nunung Nuryartono; Kepala Kebijakan TNP2K Elan Satriawan; Direktur Inovasi dan Hilirisasi UNS Venty Suryanti mewakili Rektor Universitas Sebelas Maret, Dekan FEB UNS, Prof. Djoko Suhardjanto.

    Sebagai upaya sinergi pemerintah dengan perguruan tinggi dalam penanganan kemiskinan, Kemenko PMK dan Universitas Negeri Sebelas Maret melakukan Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat yang disaksikan oleh Sesmenko PMK Andie Megantara, Kepala Kebijakan TNP2K Elan Satriawan.

    Di kegiatan itu juga dilaksanakan penandatangan Nota Kesepahaman antara Kemenko PMK dan UNS tentang Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat.

    Acara dilanjutkan kuliah umum dengan narasumber Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Nunung Nuryartono; Kepala Bappeda Kota Surakarta Sri Wardhani Poerbowidjojo; Analis Keuangan Pusat dan Daerah Ahli Muda Kemenkeu Yadi Hadian; Wakil Dekan Riset, Akademik dan Kemahasiswaan FEB UNS Dwi Prasetyani. Kegiatan kuliah umum ini diikuti oleh civitas akademika FEB UNS baik secara daring ataupun luring.

    Di sesi siang, digelar Lokakarya Penajaman  Kolaborasi dan Fiksasi Kegiatan Program Kolaborasi di Ruang Aula Gedung Soedarah Soepono. Kegiatan diikuti oleh Deputi 1 Kemenko PMK, Pimpinan FEB, Para Dosen, Tim Kemenko PMK, Tim Kebijakan TNP2K dan Perwakilan fakultas lain.

    Dua rangkaian kegiatan tersebut terlaksana atas kerja sama Program Studi Ekonomi Pembangunan FEB UNS dengan Kemenko PMK dan TNP2K .

     

    Editor: Humas FEB

  • MESP FEB UNS Kunjungi Program Studi Magister Ilmu Ekonomi UI dan IPB  

    MESP FEB UNS Kunjungi Program Studi Magister Ilmu Ekonomi UI dan IPB  

    Program Studi Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan (MESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan kunjungan ke Program Studi Magister Ilmu Ekonomi FEB Universitas Indonesia, 19 September 2023 serta Magister Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Manajemen Intitut Pertanian Bogor (IPB), 20 September 2023.

    Dalam kunjungan itu, Kepala Program Studi MESP FEB UNS, Dr. Evi Gravitiani, S.E., M.Si. bersama dengan Dua Dosen MESP, Dr. Siti Aisyah Tri Rahayu, S.E.,M.Si dan  Sarjiyanto, S.E., MBA., Ph.D.,CPDS.

    Ditemui feb.uns.ac.id usai kunjungan, Dr. Evi Gravitiani menyampaikan kunjungan ke UI dan ITB itu dalam rangka benchmarking ke perguruan tinggi yang sudah senior, bagaimana program S2 Ilmu Ekonomi dijalankan.

    Rombongan MESP FEB diterima dengan baik di kedua perguruan tinggi tersebut dan pada pertemuan itu, kegiatan berlangsung dengan berdiskusi, saling berbagi tentang pengelolaan di Magister Ilmu Ekonomi.

    Dalam kunjungan tersebut Dr. Evi memaparkan sekilas tentang MESP FEB UNS. Dr. Evi juga mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut bertujuan mempersiapkan proses akreditasi. Beberapa hal yang perlu adanya pembenahan diantaranya mengenai kurikulum, mahasiswa, dosen, tendik, pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

    “Memang ada perbedaan dalam hal pengelolaan MESP FEB dan program magister di kedua perguruan tinggi yang kami kunjungi, baik dalam penerimaan mahasiswa baru, mekanisme penelitian dan pengabdian masyarakat dan masih banyak hal lainnya” ungkapnya.

    Menurutnya, beberapa hal yang bisa dipetik dari hasil kunjungan tersebut diantaranya memperoleh wawasan terkait dengan kurikulum, kerja sama, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Magister Ilmu Ekonomi FEB UI dan  Magister Ilmu Ekonomi FEB IPB.

    “Dari kunjungan tersebut, yang sangat perlu untuk bisa kita tindaklanjuti adalah dalam hal  kelas kerja sama dalam dan luar negeri” pungkasnya.

  • The Fifth ICBE Bahas Agenda Riset Bisnis dan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

    The Fifth ICBE Bahas Agenda Riset Bisnis dan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menyelenggarakan International Colloquium on Business and Economics (ICBE), 26-27 September 2023 di Aula Konimex Gedung Suhardi.

    Gelaran ICBE tahun ini merupakan seri ke 5 dengan mengusung tema Economic and Business Research Post the Covid-19 Pandemic.

    Dalam agenda tersebut, empat pembicara hadir untuk menyampaikan paparan dalam gelaran ICBE, antara lain, Prof. Dr. Corina Joseph, Prof. Dr. Santi Budiman MM., Prof. Dr. Krismiaji MSc., Ak., C.A., dan Prof. Dr. Amin Pujiati SE., MSi.

    Membuka jalannya konferensi internasional ICBE, Kepala Program Studi PDIE, Prof. Rahmawati menyampaikan ungkapan terima kasih atas partisipasi dari seluruh peserta yang hadir dalam ICBE.

    “Agenda ini didedikasikan bagi mahasiswa program doktoral untuk dapat mendiseminasikan hasil risetnya. Kami harap acara ini dapat membawa manfaat yang baik dan berkontribusi pada kemajuan PDIE di masa depan” ungkapnya. 

    Dekan FEB UNS,  Prof. Djoko Suhardjanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta yang hadir dan presenter, termasuk juga pembicara kunci.

    “Tujuan dari agenda hari ini adalah untuk memberikan forum diseminasi hasil riset di bidang ekonomi dan bisnis, serta untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi bereputasi di tingkat nasional dan internasional. ICBE juga memberikan kesempatan bagi peneliti dari universitas dan institusi partner untuk memperluas jejaring kolaborasi, mendiseminasikan dan mendiskusikan hasil riset baik empiris maupun teoritis, serta memberikan kesempatan bagi mahasiswa PDIE FEB UNS untuk dapat mempublikasikan hasil risetnya,” papar Prof. Djoko.

    Sebagai pembicara kunci pertama dalam gelaran ICBE, Prof. Corina Joseph dari Universiti Teknologi Mara Sarawak, Malaysia, menyampaikan materi terkait Post Covid-19 Business and Economic Research.

    Dalam paparan tersebut, Prof. Corina membahas secara rinci terkait pengaruh dari pandemi Covid-19 terhadap lanskap riset serta perkembangan topik riset di bidang bisnis dan ekonomi post Covid pandemic.

    “Untuk menemukan topik-topik terkait post-pandemic issues, mahasiswa dapat mencari melalui conference, journal (special topics), generative AI, bibliometric analysis/systematic literature review. Terima kasih dan selamat pada PDIE UNS atas terlaksananya ICBE,” paparnya.

    Berlanjut dengan pembicara tamu pertama (invited speaker) yaitu Prof. Krismiaji dari Politeknik YKPN Yogyakarta, yang membahas mengenai perkembangan riset di bidang akuntansi.

    Dalam paparan materi berjudul ‘Post Pandemic Research Issues in Accounting: Are There any Significant Changes,’ Prof. Krismiaji menjelaskan empat poin terkait riset di bidang akuntansi. Poin pertama mencakup evolusi literatur riset akuntansi di masa sebelum pandemi, topik selama pandemi, topik setelah pandemi, dan topik riset terkini.

    Sesi kedua dari paparan materi pembicara tamu dilaksanakan setelah short break, dengan pembicara Prof. Santi Budiman dari  STIE Isti Ekatana Upaweda Yogyakarta dan Prof. Amin Pujiati, dari Universitas Negeri Semarang.

    Prof. Santi menyampaikan materi dengan judul ‘Research on Marketing Before and After the Covid Pandemic.’ Dalam paparan tersebut beliau menyinggung tantangan yang dihadapi dalam sektor bisnis dan marketing. Menurutnya setelah pandemi Covid-19 perilaku consumer dipengaruhi oleh peran dari teknologi informasi yang kemudian membentuk sebuah pola perilaku pembelian modern (modern purchasing behavior pattern).

    Lebih lanjut, Prof. Santi juga menyampaikan beberapa topik riset terkini di bidang marketing antara lain brand issues, perkembangan dan integrasi teknologi informasi, culinary aspects dan tourism, perilaku konsumen dan komunikasi bisnis, serta strategi bisnis dan marketing.

    Pembicara selanjutnya, yang merupakan pembicara tamu ketiga dalam agenda ICBE 2023, Prof. Amin Pujiati, menyampaikan paparan berjudul ‘Post-Pandemi Research Issue in Environmental Economics: Are There Any Significant Changes?’ Di awal paparan, Prof. Amin menyampaikan bahwa terdapat empat faktor yang menyebabkan perubahan dalam riset terkini, antara lain adalah global transformation, re-evaluasi norma dan praktik, novelty (kebaruan), dan dinamika perubahan.

    Pada hari kedua ICBE, peserta terbagi ke dalam 4 ruang untuk mempresentasikan artikelnya.

    Dalam gelaran tingkat internasional itu, akademisi di bidang akuntansi, manajemen, dan ekonomi mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan artikel risetnya untuk dapat didiseminasikan melalui jurnal afiliasi dari ICBE ke-5. Beberapa outlet publikasi yang terafiliasi dengan ICBE ke-5 antara lain adalah International Journal of Economics and Management, International Journal of Monetary Economics and Finance, International Journal of Business and Society, Jurnal Keuangan dan Perbankan, Jurnal Akuntansi dan Bisnis, serta Sebelas Maret Business Review.

  • Kuliah Umum PDIE Angkat Tema Riset Terkini Pasca Pandemi

    Kuliah Umum PDIE Angkat Tema Riset Terkini Pasca Pandemi

    Penelitian merupakan kebutuhan pokok di dunia pendidikan, baik sebagai dosen maupun sebagai mahasiswa. Dosen dituntut menyusun penelitian dalam rangka tugas tri dharma perguruan tinggi, serta dalam upaya mengembangkan profesionalismenya. Mahasiswa dituntut untuk menyajikan tugas-tugas perkuliahannya dalam bentuk riset, terutama pada pemenuhan tugas akhirnya, dari jenjang sarjana S1 sampai jenjang doktoral S3.

    Penulisan yang baik dan menarik akan mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi, baik di jurnal nasional maupun internasional yang bereputasi. Semakin banyak dan berkualitas publikasi hasil riset akan semakin mendorong tercapainya kualitas akademik di Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Hal demikian sebagaimana target yang telah ditetapkan dalam Renstra dan visi misi PDIE FEB UNS serta mempertahankan predikat unggul pada akreditasi PDIE FEB UNS.

    Dari latar belakang tersebut, PDIE menggelar Kuliah Umum dengan tema Riset Terkini Pasca Pandemi,  Jumat 8 September 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi  Lantai 3 FEB UNS

    Kegiatan yang diikuti oleh  Dosen dan mahasiswa PDIE FEB UNS serta peserta umum tersebut dilakukan secara luring/tatap muka.

    Dua pakar yang kompeten di bidang riset serta berbagai pengalaman publikasi dihadirkan sebagai narasumber yakni Prof. Indah Susilowati, Ph.D. dari Universitas Diponegoro dan Dr. Ratna Wijayanti Daniar Paramita, S.E.,M.M. dari Institut Teknologi dan Bisnis Widya Gama.

    Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan motivasi dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset dalam rangka melaksanakan tugas baik sebagai dosen maupun sebagai mahasiswa. Riset sebagai salah satu tugas tri dharma bagi dosen dan riset dalam rangka mencapai target kelulusan studi bagi mahasiswa terutama di PDIE FEB UNS.

    Kegiatan diawali sambutan Ketua PDIE FEB UNS, dilanjutkan pemaparan materi oleh para narasumber kemudian dilanjutkan dengan diskusi. terkait hambatan, kendala, tantangan, serta peluang riset terniki pasca pandemic Covid-19.

    Diskusi dan sharing pengalaman antara narasumber dengan peserta workshop yang utamanya terdiri dari dosen dan mahasiswa PDIE FEB UNS dapat lebih memotivasi peserta untuk melakukan riset yang berkualitas.

  • Workshop Tips dan Trik Lulus S3 Tepat Waktu, PDIE Hadirkan Dua Narasumber

    Workshop Tips dan Trik Lulus S3 Tepat Waktu, PDIE Hadirkan Dua Narasumber

    Penyelesaian studi tepat waktu merupakan target bagi semua mahasiswa, termasuk mahasiswa program doktoral – S3 di Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Tingkat kelulusan ini juga menjadi kepentingan institusi dimana hal ini terkait dengan akreditasi program studi. Semakin lama masa studi mahasiswa sebuah program studi, akan semakin memperkecil poin nilai yang terkait dengan hal ini dalam akreditasi. Sebaliknya semakin pendek masa studi sesuai dengan target, akan semakin meningkatkan nilai terkait kelulusan ini dalam akreditasi.

    Kelulusan yang tepat waktu juga merupakan target proses pembimbingan dosen sebagai salah satu bentuk pelayanan akademik.

    Hal tersebut yang melatarbelakangi diselenggarakannya kegiatan workshop Workshop Tips dan Trik Lulus S3 Tepat Waktu, Senin 21 Agustus 2023 di Ruang Konimex Gedung Bachtiar Effendi.

    Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi mahasiswa PDIE FEB UNS untuk dapat mencapai target kelulusan studi S3 tepat waktu, sehingga lama masa studi mahasiswa terutama di PDIE FEB UNS dapat tercapai sesuai harapan yakni kelulusan tepat waktu.

    Workshop dilakukan secara tatap muka oleh pakar yang kompeten di bidang pembelajaran pada jenjang pasca sarjana serta berbagai pengalaman publikasi dan penyusunan karya ilmiah. Kedua narasumber yakni Dr. Wuryan Andayani, S.E., M.Si., Ak. dari Universitas Brawijaya  dan Prof. Dr. Dyah Sawitri, S.E., MM. dari Universitas Gajayana.

    Kegiatan diikuti oleh Dosen dan mahasiswa PDIE FEB UNS, serta peserta umum dengan diawali sambutan Ketua PDIE FEB UNS, dilanjutkan pemaparan materi oleh para narasumber dan sesi terkait hambatan, kendala, tatangan, serta peluang untuk dapat mencapai kelulusan studi S3 tepat waktu.

  • Mahasiswa dan Tendik FEB Ikuti Workshop Sistem Informasi dan Sosial Media FEB UNS

    Mahasiswa dan Tendik FEB Ikuti Workshop Sistem Informasi dan Sosial Media FEB UNS

    Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Sistem Informasi dan Sosial Media FEB UNS,  Rabu 20 September 2023, di Ruang Teleconference Gedung Soedarah Soepono.

    Kegiatan diikuti oleh mahasiswa yang menempuh matakuliah Studi Kelayakan Bisnis dan Sistem Informasi Manajemen kelas D serta tenaga kependidikan (Tendik) yang memiliki tugas di bidang layanan sistem informasi.

    Dua narasumber dihadirkan, Rayyan Fida Asqaf, CEO Linkup dan Sharfina Rastha, Certified Social Media Mentor untuk berbagi materi tentang pengembangan sistem informasi manajemen dan pengelolaan sosial media.

    Catur Sugiarto, S.E., M.SM.,M.Rech., Ph.D.,CDMP, Koordinator Laboratorium Teknologi Informasi Terpadu FEB UNS dalam sambutannya mengatakan di kegiatan ini peserta bisa mendapatkan pengetahuan bagaimana praktek pengembangan sistem informasi atau pengelolaan digital marketing di perusahaan dan juga di perguruan tinggi. Hal ini sesuai dengan apa yang dipelajari mahasiswa dalam matakuliah Studi Kelayakan Bisnis dan Sistem Informasi Manajemen.

    “Ini sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa bagaimana sistem informasi manajemen memberikan competitive advantage bagi perusahan atau bagi organisasi dan itu secara langsung menunjukkan kelayakan dari sebuah bisnis atau organisasi dengan sistem informasi dan pengelolaan sosial media. Hal ini juga menunjukkan bahwa profesional dari sebuah entitas bisnis atau organisasi berjalan dengan baik” ungkapnya.

    Lebih lanjut dikatakan sistem informasi manajemen menjadi salah satu kunci keberhasilan sebuah perusahaan atau organisasi di era  digital, apalagi jika bicara pada level global. Tanpa adanya sistem informasi manajemen, sebuah perusahaan atau organisasi tidak berjalan dengan efektif.

    Dikatakan juga, peserta dari tendik memberikan masukan terkait tugasnya dalam pengelolaan layanan sistem informasi berikut dengan berbagai kendala yang dihadapi dan selanjutnya menjadi bahan bagi mahasiswa untuk didiskusikan.

    Di kegiatan itu, mahasiswa terbagi dalam 5 kelompok dan diberikan beberapa case yang ada di perusahaan maupun organisasi.

    Kegiatan workshop ini merupakan awalan, setelahnya Catur, Ph.d. telah merencanakan program-program lanjutan bagi pengembangan sistem informasi khususnya di FEB UNS.