FEB

Kategori: fakultas

  • Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Mengenai Statistik dalam Penelitian,  PDIE Adakan Workshop Statistik Lanjutan

    Tingkatkan Pemahaman Mahasiswa Mengenai Statistik dalam Penelitian,  PDIE Adakan Workshop Statistik Lanjutan

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Workshop Statistik Lanjutan di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi di akhir Desember 2023.

    Workshop yang diikuti oleh mahasiswa PDIE tersebut menghadirkan narasumber Dr. Wing Wahyu Winarno, MAFIS, CA, Ak.. Dosen STIE YKPN Yogyakarta.

    Prof. Dr. Rahmawati, M.Si., Ak., Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Program Studi PDIE dalam sambutannya menyampaikan bahwa acara ini masih dalam rangkaian kegiatan sebelumnya yang mengundang pakar untuk membekali mahasiswa PDIE.

    “Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai statistik dalam penelitian sehingga meningkatkan kuantitas dan kualitas penelitian di PDIE FEB UNS yang dipublikasikan pada jurnal internasional” paparnya.

    Dikatakan, statistik memiliki peran yang sangat penting dalam penelitian. Statistik bukan hanya alat bantu analisis data saja tetapi juga merupakan pondasi untuk membuat kesimpulan yang dapat dipercaya dalam penelitian. Dengan menggunakan metode statistik yang tepat, peneliti dapat mendapatkan wawasan mendalam tentang fenomena yang mereka teliti, serta dapat meningkatkan kualitas hasil penelitian.

    “Semakin banyak dan berkualitas penelitian yang nantinya akan menjadi publikasi ilmiah akan semakin mendorong tercapainya kualitas akademik di PDIE sebagaimana target yang telah ditetapkan dalam Renstra dan visi misi PDIE serta mempertahankan predikat terbaik akreditasi A pada PDIE FEB UNS” ungkapnya.

    Diawal paparan materi kepada sejumlah mahasiswa yang hadir, Dr. Wing menyampaikan kesulitan umum yang dialami oleh mahasiswa dalam penelitian maupun publikasi. Beberapa kesulitan itu diantaranya dalam hal mencari ide penelitian, mencari referensi yang bagus, proses bimbingan, mencari gap penelitian, menyelesaikan paper dan juga dalam hal memilih jurnal publikasi.

    Selanjutnya Dr. Wing menjelaskan terkait dengan jenis-jenis penelitian khususnya penelitian kuantitatif dan juga jenis-jenis data penelitian.

    Memasuki topik utama, Dr. Wing secara detil menjelaskan tentang Penelitian dengan Regresi Ganda, Penelitian dengan Time Series, Penelitian dengan Regresi Data Panel serta Penelitian dengan SEM/PLS.

    Dalam workshop itu, juga berlangsung diskusi antara narasumber dengan peserta workshop.

    Diharapkan, pemahaman mahasiswa mengenai penyusunan karya ilmiah dengan bantuan aplikasi-aplikasi yang ada dan yang berkembang saat ini serta implementasi dari workshop ini dapat ditingkatkan.

  • FEB UNS Kunjungi Tiga Universitas di Thailand, Diskusikan Implementasi Kerja Sama Kolaborasi Akademik

    FEB UNS Kunjungi Tiga Universitas di Thailand, Diskusikan Implementasi Kerja Sama Kolaborasi Akademik

    Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) Dr. Dwi Prasetyani, Plt. Kepala Program Studi  Magister Manajemen, Retno Tanding Suryandari, Ph.D dan didampingi  Drs. Heru Wicaksono, MM, alumni FEB UNS yang pernah menjabat Konjen Kemenlu Songkla Thailand melakukan kunjungan di tiga universitas  Thailand pada 21-24 November 2023 lalu.

    Selain kunjungan ke universitas di Thailand, ketiganya  juga berkunjung ke Konsulat Republik Indonesia di Songkla untuk melaporkan rencana kerja sama yang akan dilakukan.

    Ditemui feb.uns.ac.id di ruang kerjanya, Plt. Wakil Dekan Akademik, Riset, dan Kemahasiswaan menyampaikan secara rinci rangkaian agenda perjalanan ke Thailand.

    Kunjungan ke Konsulat RI di Songkla

    Kunjungan tersebut dalam rangka diskusi implementasi kerja sama kolaborasi akademik FEB UNS dengan Faculty of Economics and Business Administration Thaksin University, Faculty of Liberal Arts and Social Science Fatoni University serta  Faculty of Management Sciences Prince Songkla University (PSU).

    Dikatakan, Review perjanjian kerja sama antara UNS dengan ketiga universitas di Thailand tersebut telah dilaksanakan pada tanggal 21 November 2023.

    Diskusi Kerja Sama dengan Pimpinan Fatoni University

    Di hari berikutnya diselenggarakan workshop dan diskusi tentang perjanjian antara Fatoni University dan  UNS, penandatanganan perjanjian kerja sama oleh Rektor Fatoni University dan dilanjutkan dengan kunjungan  ke Konsulat Jenderal di Kota Songkla.

    Dijelaskan, lingkup kerja sama yang dilaksanakan dalam memorandum tersebut meliputi pertukaran staf fakultas dan administrasi, pertukaran mahasiswa, pertukaran informasi akademis dan publikasi, melaksanakan penelitian bersama, kolokium, kuliah, dan seminar, melaksanakan pelayanan masyarakat bersama dalam skala internasional oleh mahasiswa serta kegiatan lain yang disepakati bersama oleh kedua universitas

    Berikutnya di 23 November 2023 dilaksanakan  diskusi dengan Thaksin University mengenai elemen-elemen perjanjian kerjasama, menetapkan rencana aksi untuk kerja sama 5 tahun sekaligus dilakukan penandatanganan perjanjian antara Thaksin University  dengan UNS.

    Penandatanganan Kerja Sama UNS dengan Thaksin University

    Plt. Wakil Dekan Akademik Riset dan Kemahasiswaan, Kaprodi MM dan Drs. Heru Wicaksono MM juga mengunjungi Prince of Songkhla University (PSU) untuk mendiskusikan potensi kerja sama antara UNS dan PSU. Selain itu juga bertemu dengan The International Unit and The College of Management Science untuk melanjutkan diskusi dan menjelajahi potensi kerja sama dalam mobilitas akademis.

    Pada hari terakhir kunjungan, dilakukan revisi dan tindak lanjut diskusi dengan PSU untuk memperkuat perjanjian kerja sama serta mengirimkan MOA final untuk ditandatangani oleh Presiden Thaksin University.

    “Kerja sama yang kita lakukan dengan universitas di Thailand tersebut dilakukan untuk mengembangkan sumber daya manusia berskala internasional dan mempererat kerja sama FEB UNS dengan tiga universitas di Thailand. Mereka sangat menyambut baik kedatangan kami dan banyak manfaat yang bisa kita petik dari kunjungan itu. Dengan kerja sama ini, tentunya akan  mendukung bagi pengembangan FEB di kancah internasional ” tutur Dr. Dwi Prasetyani menutup perbincangan.

  • P4M Adakan Workshop Strategi Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi bagi Dosen di FEB UNS

    P4M Adakan Workshop Strategi Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi bagi Dosen di FEB UNS

    Pusat Pengembangan Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P4M) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar workshop, Selasa 21 November 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi

    Dalam kegiatan itu, P4M mengundang Prof. Fuad, M.Si., Ph.D untuk berbagi  tentang Strategi Publikasi di Jurnal Internasional Bereputasi bagi Dosen di FEB UNS.

    Di awal materinya, Prof. Fuad menyampaikan untuk mencari ide penelitian baru, pilihlah bidang yang menarik lalu bacalah artikel penelitian terbaru di jurnal-jurnal ber-ranking tinggi (contoh: scopus), artikel kajian (contoh: journal of accounting literature), working paper terbaru (yaitu ssrn), artikel konferensi berkualitas tinggi terbaru (bafa; aaa; eaa), edisi spesial (sekarang dan akan datang), artikel dari lembaga akuntansi profesional serta tesis S3 terbaru di universitas ber-rangking tinggi

    Lebih lanjut Prof. Fuad menjelaskan kriteria publikasi penelitian harus menarik perhatian dan memiliki relevansi yang tinggi dengan pembaca jurnal, juga harus menonjolkan signifikansi yang luar biasa, menunjukkan dampak yang besar pada bidang kajian terkait.

    Selain itu, penelitian seharusnya memberikan kontribusi yang berarti pada literatur yang sudah ada di bidang tersebut. Harus menyajikan temuan dan kesimpulan yang belum pernah dipublikasikan atau belum diajukan.

  • Prodi S1 Akuntansi Hadirkan Alumni pada Kuliah Umum bertema Behind the Scenes of Forensic Audit: Tracing the Footprints of Financial Crime Audit Investigatif

    Prodi S1 Akuntansi Hadirkan Alumni pada Kuliah Umum bertema Behind the Scenes of Forensic Audit: Tracing the Footprints of Financial Crime Audit Investigatif

    Pada dasarnya kejahatan keuangan itu terjadi karena adanya gap antara kepentingan investor dengan kepentingan manajemen suatu entitas atau pengelola keuangan negara.

    Gap antara harapan investor dengan tindakan manajemen suatu entitas itu memunculkan ketidakpercayaan, karena mungkin ada kepentingan-kepentingan yang tidak bertemu. Investor ingin investasinya kembali secara menguntungkan, di manajemen satu sisi merasa perlu menyejahterakan dirinya tapi sisi lain juga harus memenuhi harapan investor

    Gap itulah yang harus dijembatani oleh suatu proses yang namanya audit. Audit harus dilakukan oleh pihak yang independen yang bertindak secara profesional menurut kode etik dan standar.

    Pernyataan itu disampaikan oleh Widhi Widayat S.E., M.Si., Ak., CA, CSFA, Kepala Perwakilan BPK Daerah Istimewa Yogyakarta, mengawali presentasinya di Kuliah Umum  “Behind the Scenes of Forensic Audit: Tracing the Footprints of Financial Crime”, Rabu 29 November 2023 di Aula Konimex Gedung Bachtiar Effendi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS).

    Lebih lanjut dijelaskan kecurangan (fraud) adalah salah saji atau penghilangan secara sengaja jumlah atau pengungkapan dalam laporan keuangan untuk mengelabuhi pemakai laporan keuangan.

    Kecurangan atau fraud ini ternyata terus berkembang seiring perkembangan teknologi, perkembangan bisnis entitas juga, dan terutama teknologi yang sangat membuka peluang membuat kecurangan itu makin berkembang.

    Hal ini juga yang membuat akhirnya teorinya bagaimana mengidentifikasi suatu fraud terjadi juga makin berkembang.

    “Penyebab fraud itu terus berkembang, awalnya karena adanya tekanan, kemudian penyebab yang lain yaitu kapabilitas atau kemampuan karena biasanya fraud dilakukan oleh orang-orang yang punya kewenangan besar dalam sebuah entitas. Kemudian makin berkembang, faktor penyebab baru yang disebut arogansi. Arogansi seorang dengan kedudukan yang sangat tinggi merasa tidak terjangkau atau tidak terikat oleh aturan-aturan rasa kebal hukum sehingga merasa bebas melakukan fraud” ungkapnya.

    Dikatakan juga, fraud itu tidak mungkin hanya dilakukan seorang atau dua orang pasti dilakukan berjamaah baik di dalam internal maupun melibatkan eksternal.

    Menurut undang-undang no 30/1999 jo UU No. 20/2001 tentang Tipikor Ada 7 besar korupsi yakni kerugian keuangan negara, suap menyuap, penggelapan dalam jabatan, pemerasan, perbuatan curang, benturan kepentingan dan gratifikasi.

    Di pembahasan berikutnya, Widhi yang juga merupakan alumni S1 Akuntansi FEB UNS  menyebutkan ada lima karakteristik pemeriksaan investigatif. Yang pertama, teknik pemeriksaan yang dilakukan sangat mendalam, harus mengungkap fakta-fakta kecurangan yang disembunyikan; Kedua, pembuktian terbalik pasti dilakukan untuk membuktikan apakah fraud betul terjadi atau tidak terjadi; Ketiga dilakukan dengan cara yang sesuai ketentuan dan HAM; Keempat, kecukupan dan ketepatan bukti melebihi pemeriksanan non investigatif; Dan kelima menyajikan fakta dan proses kejadian, pembuktian di persidangan.

    Rangkaian pemeriksaan investigatif meliputi pra perencanaan, perencanan,  pelaksanaan dan pelaporan.

    Di penutup presentasinya, Widhi berpesan kepada para mahasiswa bahwa profesi akuntan itu adalah memberikan keyakinan yang memadai kepada pihak-pihak yang berkepentingan maka dari sekarang biasakan jadi orang yang kredibel di mata siapapun, kompeten dimata siapapun dan independen dimata siapapun.

    Narasumber kedua yang juga merupakan alumni Prodi S1 Akuntansi FEB UNS adalah M Alif Nur Irfan, Ex- Senior Associate Auditor menjelaskan lebih detil tentang perbedaan antara forensik audit dan audit secara konvensional.

    Kegiatan yang digelar Prodi S1 Akuntansi dan dibuka oleh Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA.,CFrA, Kaprodi S1 Akuntansi diikuti oleh lebih dari 100 mahasiswa.

    Sesi diskusi memberikan banyak kesempatan peserta untuk menyampaikan pertanyaan kepada kedua narasumber.

  • Focus Group Discussion Penyusunan Buku Sejarah FEB, Undang Pelaku Sejarah

    Focus Group Discussion Penyusunan Buku Sejarah FEB, Undang Pelaku Sejarah

    Penyusunan Buku Sejarah Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) sangat penting untuk mengabadikan catatan dan peristiwa yang terjadi di FEB UNS dari masa ke masa. Hal ini membantu untuk melestarikan warisan dan identitas FEB UNS.

    Tersusunnya Buku Sejarah FEB UNS akan memberikan sumber informasi bagi semua generasi, untuk pendidikan dan pembelajaran. Para pembacanya dapat memahami bagaimana FEB UNS berkembang, mengatasi tantangan, dan mencapai prestasi.

    Pimpinan FEB UNS menyambut baik penyusunan Buku Sejarah FEB yang diinisiasi dan juga ditulis langsung oleh Prof. Dr. Tulus Haryono, M.Ek, Guru Besar FEB UNS.

    Untuk melengkapi dan menyempurnakan penyusunan buku tersebut, fakultas menfasilitasi dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Buku Sejarah FEB UNS di Ruang Sidang 1 Gedung Soeharno TS, Kamis 16 November 2023.

    Lebih dari 25 tamu undangan pelaku sejarah, baik dari tenaga pendidik maupun kependidikan FEB dihadirkan untuk membantu menyempurnakan draf yang telah disusun.

    Dekan FEB, Prof. Drs. Djoko Suhardjanto, M.Com. (Hons), Ph.D., Ak dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh undangan, para senior FEB, pimpinan dan undangan lainnya yang telah berkenan hadir.

    “Penyusunan Buku Sejarah FEB bermanfaat agar yang muda-muda dapat mengenal para pendahulu, pendiri yang mulai membangun FEB dan juga para penerusnya. Terima kasih Prof. Tulus yang mengusulkan dan telah menyusun  Buku Sejarah FEB, nanti masukan bisa dari seluruh peserta yang hadir” paparnya.

    Prof. Djoko menegaskan bahwa kita semua adalah pelaku sejarah, yang lalu, kemarin, maupun sekarang, semuanya adalah pelaku sejarah.

    Lebih lanjut disampaikan, Draf Buku Sejarah FEB yang telah disusun Prof. Tulus sudah bagus, cukup lengkap, namun perlu disempurnakan, diantaranya perlu dipilah sejarah fakultas dan sejarah prodi. Juga perlu diceritakan perkembangan sarana dan prasarana di FEB, serta berbagai capaian prestasi dari awal hingga saat ini.

    Prof. Tulus juga menyampaikan terimakasih kepada para senior, para sesepuh yang berkenan hadir memenuhi undangan FGD dalam rangka mencermati dan memberi masukan untuk lebih menyempurnakan buku yang disusun.

    Prof. Tulus menyampaikan, ide untuk menyusun Buku Sejarah FEB UNS merupakan cita-cita yang telah lama diharapkan.

    “Dalam penyusun buku ini, saya ketik sendiri, data-data diperoleh dari hasil pencarian di koleksi saya pribadi dan juga dari berbagai sumber. Setelah konten jadi, nantinya juga ada editor untuk menyempurnakannya. Semoga buku ini dapat dilaunching saat Dies Natalis UNS” ungkapnya.

    Selanjutnya Prof. Tulus memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memberikan masukan dari draf yang telah dibagikan.

    Diskusi berjalan lancar, beberapa masukan dari peserta FGD ditampung untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan yang dapat melengkapi kesempurnaan Buku Sejarah FEB.

  • Workshop PDIE Hadirkan Prof. Noor Ismawati dari Universiti Malaya

    Workshop PDIE Hadirkan Prof. Noor Ismawati dari Universiti Malaya

    Program Doktor Ilmu Ekonomi (PDIE) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan Prof. Sr. Noor Ismawati Binti Jaafar dari Universiti Malaya di Workshop Metodologi Penelitian. Selasa 14 November 2023.

    Workshop yang digelar secara daring itu sebagian besar diikuti oleh mahasiswa PDIE.

    Dalam pembukaan materinya, Prof. Noor menyampaikan bahwa dalam sebuah Research in Organizations, ada beberapa tantangan dan keahlian yang perlu dimiliki seorang researcher untuk bisa memperkecil kemungkinan kegagalan dalam IT implementations suatu project.

    Tujuan utama workshop ini adalah untuk mengenalkan metode pendekatan yang paling baik untuk mendalami tata kelola IT dalam sebuah organisasi, sehingga bisa mematahkan stereotype negative tentang perkembangan IT di masa kini.

    “Tata kelola IT sebenarnya merupakan gabungan dari banyak hal. Jadi ini melibatkan orang-orang dari departemen IT. Ini melibatkan orang-orang dari bagian akuntansi. Hal ini juga melibatkan orang-orang dari bagian strategi. Jadi, kita dapat melihat betapa kompleksnya masalah yang berkaitan dengan pengelolaan IT dalam organisasi.” Jelas Prof. Noor dalam penjelasannya terkait definisi dari IT.

    Lebih lanjut disampaikan juga bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terutama tentang performance management. Kita dapat memverifikasi kesesuaian strategis dan meninjau pengukuran kinerja IT dan sentralisasi IT terhadap bisnis. Jadi, saya akan membahas pentingnya tata kelola IT secara singkat. Tata kelola IT sebenarnya membantu organisasi untuk mematuhi peraturan apa pun. Tata kelola IT membantu organisasi untuk menjadi kompetitif dan juga mendukung tujuan perusahaan, apa pun tujuan yang dimiliki oleh organisasi.

    Dengan memiliki tata kelola IT yang tepat, kita dapat memastikan bahwa perusahaan/organisai dapat mencapai tujuannya. Tata kelola IT dapat menjadi faktor penunjang untuk mendorong pertumbuhan dan inovasi dari sebuah perusahaan/organisasi.

    Usai pemaparan materi, narasumber melakukan sesi diskusi dengan peserta, dan melalui workshop ini peserta mendapatkan pengalaman dan pendampingan dalam tata kelola IT.

  • Grup Riset Manajemen Keuangan Dampingi Kelompok Komunitas Berdikari Desa Karangturi dengan Penguatan dan Pengembangan Keberlanjutan Usaha UMKM

    Grup Riset Manajemen Keuangan Dampingi Kelompok Komunitas Berdikari Desa Karangturi dengan Penguatan dan Pengembangan Keberlanjutan Usaha UMKM

    Grup Riset Manajemen Keuangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang diketuai oleh Dr. Setianingtyas Honggowati dan beranggotakan  Dr. Bambang Hadinugroho, Dr. Endang Suhari, Heru Agustanto M.S.M., Yohana Tamara, M.M. dan Dr. Harmadi telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Karangturi, Karanganyar pada April, Mei, dan Juni tahun 2023.

    Tema pengabdian masyarakat yang diangkat adalah Penguatan dan Pengembangan Keberlanjutan Usaha UMKM dari Aspek Usaha dan Kelembagaan Desa Karangturi Karanganyar.

    Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut ditujukan bagi  para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kuliner yang berada dalam Kelompok Komunitas Berdikari di Desa Karangturi Kabupaten Karanganyar.

    Kelompok Komunitas Berdikari di Desa Karangturi memiliki berbagai jenis usaha makanan yakni keripik pisang, keripik singkong (balung ketek), rambak jari, karak, abon lele, dan masih ada beberapa jenis usaha lainnya.

    Kepada feb.uns.ac.id, Dr. Setianingtyas menyampaikan bahwa pelaku UMKM Kuliner di Desa Karangturi memiliki usaha yang berskala kecil.

    Menurutnya, manajemen usaha masih dilakukan dengan cara tradisional dan rata-rata mereka memasarkan produk masih sangat sederhana. Hanya beberapa pelaku usaha saja yang mencoba menggunakan digital marketing ataupun media sosial. Area pasar juga masih sangat terbatas, tidak jauh dari lingkungannya.

    “Walaupun usaha tersebut sifatnya masih tradisional, usaha mereka tergolong potensial untuk dikembangkan lebih maju lagi. Apabila usaha tersebut terus diberikan pembinaan-pembinaan yang sifatnya mendorong untuk pengembangan, maka bukan mustahil usaha-usaha tersebut mempunyai peluang untuk berkembang dan maju, karena inilah kami hadir” ungkapnya.

    RG Manajemen Keuangan memberikan motivasi melalui ceramah pembekalan, konsultasi, dan diskusi tentang pentingnya penguatan motivasi dan kreativitas dalam usaha .

    Untuk mengatasi masih rendah pemahaman tentang digital marketing melalui media sosial seperti facebook, instagram, dan lain-lainnya, maka tim memberikan pembekalan, baik itu penjelasan maupun praktik pemasangan aplikasi yang dibutuhkan oleh pelaku UMKM kuliner tersebut.

    RG Manajemen Keuangan juga memberikan pengarahan dan pemahaman lebih lengkap mengenai tugas, tanggung jawab pengurus dan manfaat keberadaaan lembaga bagi kemajuan dan pengembangan keberlanjutan UMKM.

    Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan mampu menumbuhkan semangat pelaku UMKM, khususnya di Desa Karangturi untuk lebih memajukan usahanya.

  • Guest Lecture Prodi S1 Manajemen Bahas Implementing the Business Model Canvas for Result

    Guest Lecture Prodi S1 Manajemen Bahas Implementing the Business Model Canvas for Result

    Bisnis Model Canvas menjabarkan bagaimana sebuah organisasi membangun, menyampaikan dan menangkap suatu nilai. Business Model Canvas terdiri dari sembilan blok utama yang mewakili elemen-elemen inti dari suatu bisnis, customer segment, value proportions, channels, customer relationship, revenue streams, key resources, key activities, key partnerships,  dan cost structure.

    Bisnis Model Canvas ini bisa berubah seiring berjalannya waktu dan kondisi yang ada. Misalnya saat Pandemic Covid 19, banyak channel yang berubah, customer relationship-nya juga  berubah. Meski value preposition tidak berubah tapi cara menyampaikannya jadi berubah. Dan yang paling berubah setelah pandemi berakhir adalah customer segment.

    Pernyataan itu disampaikan Asri Meikawati Hazim, S.E., MBA. CEO PT nDalem Value Creation Indonesia di kegiatan Guest Lecture yang diselenggarakan Program Studi S-1 Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Selasa 14 November 2024 secara daring.

    Lebih lanjut, Asri menjelaskan kepada kurang lebih 300 peserta yang hadir bahwa dalam merencanakan sebuah bisnis ada 7 pilar, yang pertama dari sisi bisnis, yang kedua dari sisi produk, ketiga legalitas, keempat adalah tim, yang kelima marketing, keenam distribusi dan terakhir adalah kolaborasi.

    Dari sisi bisnis, perlu dibangun fondasi yang kuat sebagai bangunan rumah usaha yang dapat bermanfaat.

    “Pondasi pertama yang sebenarnya teman-teman sudah melalui adalah membuat model canvas tapi bangunan rumah itu perlu diberi pondasi, namanya alasan. Alasan-alasan membuat bisnis itu harus very strong, harus kuat banget, misalnya  alasan saya membuat bisnis pertama kali, simpel karena pengen punya pendapatan untuk keluarga baru” ungkapnya.

    Dalam perjalanan bisnis, alasan bisa berubah. Yang penting adalah kita tidak kekurangan alasan untuk terus berjuang dalam mempertahankan usaha dan konsisten. Karena kadang-kadang banyak yang patah semangat di tengah-tengah. Kita juga haru belajar lebih dalam tentang usaha yang sedang kita geluti.

    Pondasi yang kedua adalah market size, hitung benar marketnya. Market size adalah total konsumen atau pembeli yang memiliki potensi di pasar tertentu. Market size merupakan aspek yang penting dalam menentukan proyeksi bisnis dan pasar.

    “Untuk melihat market size, lihat saja di internet, semua data-data banyak beredar di dunia maya, jadi kita tahu sebenarnya kepada siapa kita mau menjual. Semuanya bisa diakses di internet. Jadi teman-teman tidak ada alasan bagaimana mendapatkan datanya” tegasnya.

    Fondasi bisnis yang selanjutnya adalah melihat keunggulan produk kita dengan melihat  competitor analysis.

    “Kita perlu melihat brandbrand yang lainnya, punya kelebihan apa, punya keunggulan apa sehingga ketika kita nanti mau bercerita tentang produk kita, kita sudah benar-benar punya fondasi bisnis yang sangat kuat. Kepoin sosial medianya, beli produk competitor. Tahu value preposition yang dituliskan  di model canvas itu. Diimplementasikan dengan melihat competitor analysis supaya value preposition itu benar-benar menjadi valid” paparnya kemudian.

    Dalam hal produk, harus memiliki kekuatan dan keunikan yang menarik untuk konsumen yang menjadi taget market. Karena bisnis itu tidak bisa membahagiakan semua orang.  Harus dipilih yang spesifik target marketnya yang mana. Kalaupun ada yang beli di luar dari target market itu adalah sebenarnya bonus.

    Asri juga memberikan tips kepada peserta yang akan membuat brand atau merek, silahkan masuk di website kekayaan intelektual pdki-indonesia.dgip.go.id untuk mengecek. Karena bagaimanapun, yang dilindungi secara hukum baik di Indonesia ataupun di negara lain adalah yang mendaftarkan terlebih dahulu di kekayaan intelektual. Siapa yang mendaftar lebih dulu itu yang dapat sertifikat kekayaan intelektual atau sertifikat merk.

    Lebih lanjut lengkapi perizinan sebagai senjata meningkatkan potensi keberhasilan masuk pasar, Legal dokumen diantaranya: Badan Usaha (jika sudah membutuhkam, NIB, IUMK, NPWP, ijin edar makanan (PIRT,MD,  Halal), kekakayaan intelektual, Co-branding.

    Pilar yang keempat adalah membangun tim.  Bekerja sama dengan tim untuk operasional usaha dan investasikan waktu untuk memberikan training secara personal.

    Untuk membangun sebuah tim bisnis perlu ada Hacker, Hipster dan Hustler. Hacker adalah orang yang meng-create produk, ahli teknologi. Hipster, orang yang ahli desain yang mem-package supaya visual branding itu bisa sampai kepada konsumen dan relevan dengan konsumennya dan Hustler adalah yang ahli dalam manajemen keuangan.

    Kegiatan yang bertemakan Implementing the Business Model Canvas for Result dimoderatori Dila Maghrifani, S.E., B.Sc., M.Sc., Dosen FEB UNS.

    Usai paparan materi, peserta berkesempatan untuk berdiskusi dengan narasumber.

  • Lebih dari 250 Mahasiswa Penuhi Aula FEB di Gelaran Wealth XPO on Campus

    Lebih dari 250 Mahasiswa Penuhi Aula FEB di Gelaran Wealth XPO on Campus

    Bank CIMB Niaga bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Wealth XPO on Campus, Rabu 15 November 2023 di Aula Suhardi.

    Lebih dari 250 mahasiswa memenuhi aula untuk mendapatkan wawasan dari 4 narasumber yang dihadirkan,  Yose Stefanus,  Mutual Fund, Digital Wealth & Research Head CIMB Niaga; Putu Damarathi, Head Intermediary Sales Trimegah Asset Management; Yudha Keling, Content Creator, serta Masagus Tirza, Wealth Management Business Head CIMB Niaga.

    Prof. Irwan Trinugroho, S.E., M.Sc,.Ph.D, Wakil Rektor Perencanaan, Kerjasama Bisnis dan Informasi UNS dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada CIMB Niaga yang telah datang ke kampus UNS untuk menyelenggarakan Wealth XPO on Campus.

    Kegiatan ini menurut Prof. Irwan bagus sekali, mahasiswa FEB dapat mengetahui banyak hal dari yang telah dipaparkan narasumber, penjelasan tentang frugal living, pentingnya financial planning baik itu untuk individu maupun keluarga, dan juga bagaimana memilih instrumen investasi.

    Prof. Irwan mengatakan bahwa yang penting didahulukan adalah literasi keuangan, peningkatan pemahaman masyarakat tentang produk dan layanan jasa keuangan baru kemudian inklusi keuangan, peningkatan akses masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

    “Jangan inklusi dulu tapi literasi dulu ya, karena kalau inklusi dulu baru setelah itu literasi maka akan banyak korbannya. Sekarang ini produk-produk digital menyebabkan orang inklusi dulu, tahu atau tidaknya pikir belakangan. Hal ini akan memunculkan problem-problem sosial” tegasnya

    Dalam hal berinvestasi, Prof. Irwan mengingatkan kepada mahasiswa untuk paham tiga 3 hal, paham teoritikalnya, paham praktek riilnya dan juga punya kemampuan analitik.

    Mahasiswa harus lebih bisa melihat investasi itu masuk akal atau tidak . Jangan tergiur dengan investasi-investasi yang menawarkan secara bombastis.

    Dan yang sangat penting juga, mahasiswa harus bisa memahami diri sendiri, apakah ia seorang yang risk averse atau risk lover. Jika seorang yang menghindari resiko, tidak suka dengan resiko jangan bermain-main di instrumen yang terlalu berisiko.

    “Yang paling penting untuk menjadi seorang investor itu adalah pertama pahami karakteristik pribadinya dulu, saya itu seorang yang seperti apa, itu adalah modalnya. Lalu menentukan spesifikasinya,  saya mau ngapain. Dan yang setelah itu baru memilih instrumen” tuturnya.

    Andiko Manik, Head of Region West on Central Java di awal sambutannya sependapat dengan apa yang disampaikan Prof. Irwan terkait pentingnya mendahulukan literasi keuangan baru kemudian inklusi.

    Gelaran Wealth XPO on Campus ini memang tujuannya adalah untuk membantu terutama mengenai masalah finansial literasi, jadi melek dulu baru kemudian nanti ikut serta di situ, itu yang akan dibangun.

    Lebih lanjut dikatakan mahasiswa bagian dari generasi muda yang sangat potensial dan kedepannya, akan menjadi calon-calon pepimpin bangsa dan juga tentunya sebagai generasi muda yang produktif akan bisa berperan aktif untuk kemajuan Indonesia.

    Selama satu hari kegiatan, harapannya dengan financial insight, para mahasiswa juga dapat merencanakan keuangannya lebih baik lagi ke depannya, mulai berinvestasi lebih baik lagi ke depannya.

    Ia percaya, kegiatan ini akan sangat membantu mahasiswa untuk terus mengejar impian dan cita-cita di masa yang akan datang dan perencanaan keuangan yang baik yang akan membantu untuk lebih berdaya.

    Di kegiatan itu, selain bertabur literasi finansial terkait frugal living, pentingya financial planning dan juga bagaimana memilih instrumen investasi juga bertebar banyak hadiah yang sangat menarik.

  • SMBCC 2023, Latih Mahasiswa Mengembangkan Ide-Ide Baru dan Menemukan Solusi yang Adaptif dan Inovatif

    SMBCC 2023, Latih Mahasiswa Mengembangkan Ide-Ide Baru dan Menemukan Solusi yang Adaptif dan Inovatif

    Sebelas Maret Business Case Competition (SMBCC) 2023 adalah sebuah kompetisi akademik yang diikuti oleh mahasiswa di berbagai perguruan tinggi di Indonesia dengan berfokus pada bagaimana menganalisis dan mencari solusi dari suatu masalah bisnis dalam sebuah tim.

    Aktifitas ini sebagai wadah mahasiswa dalam bekerjasama dan mengaplikasikan ilmu bisnis yang dimilikinya.

    Dengan mengangkat tema “Plethora of Opportunities and Challenges: Delve into the Challenges that Businesses Face in the Digital Era”, SMBCC mengajak seluruh mahasiswa untuk menemukan solusi yang lebih adaptif dan inovatif dalam aktivitas bisnis khususnya ekonomi digital agar dapat menghadapi tantangan dan peluang yang ada.

    Kegiatan inti yang berlangsung di lingkungan FEB dimulai dengan beberapa tahapan. Registrasi telah dimulai sejak 3 Juli hingga 17 September 2023. Beberapa tahapan lain pada September hingga Oktober yakni Preliminary-Round, Semifinal-Round dan Final-Round.

    Dari 140 pendaftar, terseleksi 12 Finalis yakni Tim Nater dari Telkom University, Tim Booster Consulting dari Universitas Gadjah Mada, Tim Jompo dari Universitas Ciputra, Tim Rasa Group dari Universitas Indonesia, Tim Kandaga dari Universitas Padjajaran. Tim Sandykala dari Universitas Negeri Yogyakarta, Tim Remedial dari Universitas Kristen Maranantha, Tim Towastro dari Institut Teknologi Bandung, Tim Duo dari Universitas Sebelas Maret,  Tim The Bocils dari Universitas Sulthan Ageng Tirtayasa, Tim Nuasa dari Universitas Sebelas Maret, dan  Tim Top Global dari Institut Teknologi Bandung.

    Niken Mar’atus Sholeha, Ketua Pelaksana SMBCC 2023 menyampaikan, kegiatan ini bertujuan membantu mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dan mempresentasikan hasil analisis mereka secara efektif.

    Selain itu, kegiatan ini juga membantu mahasiswa mengembangkan keterampilan kerja sama dan memecahkan masalah melalui case yang diberikan. Juga mampu  mengembangkan ide-ide baru dan solusi yang inovatif bagi mahasiswa menghadapi era digital.

    Dengan hal tersebut, mahasiswa diharapan dapat memberi kontribusi signifikan terhadap ekonomi digital Indonesia mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada.

    Rangkaian pelaksanaan lomba dari SMBCC 2023 terdiri dari 3 babak yaitu Preliminary-Case, Semifinal-Case, dan Final-Pitch Deck.

    Dihari terakhir, Sabtu, 28 Oktober 2023, finalis melakukan field trip keliling Solo dengan beberapa destinasi, yaitu Javenir Pusat Oleh – Oleh Solo, Museum Keris, dan Pura Mangkunegaran.